• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemrosesan transaksi dan struktur pengendalian intern

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pemrosesan transaksi dan struktur pengendalian intern"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Pemrosesan transaksi dan struktur pengendalian intern

Kebutuhan akan pengendalian

Pengendalian dan Eksposur

Eksposur mencakup potensi dampak financial akibat suatu kejadian dikalikan dengan probabilitas terjadinya kejadian tersebut. Eksposur adalah risiko dikalikan konsekuensi financial atas risiko tersebut.

Jenis Eksposur-eksposur umum 1. Biaya yang terlalu tinggi

Harga yang dibayarkan untuk pembelian barang yang digunakan dalam organisasi bisa saja terlalu mahal. Cek bisa saja dibayarkan kepada karyawan yang tidak bekerja dengan efektif dan efisien.

2. Pendapatan yang Cacat

Biaya terutang tidak tertagih dari penjualan kredit terlalu banyak. Barang dagangan telah dikirim ke pelanggan tetapi tidak tercatat sehingga tidak ditagih.

3. Kerugian Akibat Kehilangan Aktiva

Aktiva dapat hilang sebagai akibat pencurian, tindakan kekerasan, atau bencana alam. Kas, baha baku, atau peralatan dapat rusak atau salah penempatan.

4. Akuntansi yang Tidak Akurat

Kebijakan dan prosedur akuntansi dapat salah, tidak tepat, atau secara signifikan berbeda dari yang diterima umum. Kesalahan ini dapat mencakup kesalahan penilaian transaksi, kesalahan waktu pencatatan, atau kesalahan klasifikasi transaksi.

5. Interupsi Bisnis

Interupsi bisnis mencakup penghentian sementara suatu operasi bisnis, penghentian permanen atas operasi suatu bisnis, atau penutupan suatu usaha.

6. Sanksi Hukum

Penghentian kegiatan bisnis bisa saja terjadi sebagai hukuman dari lembaga pemerintah jika perusahaan melakukan perbuatan yang melanggar hukum. 7. Ketidakmampuan untuk bersaing

(2)

Kecurangan dan Pencurian

Kecurangan dan pencurian dapat dilakukan oleh pihak eksternal di luar perusahaan ataupun pihak internal di dalam perusahaan. Biaya yang terlalu tinggi, pendapatan yang cacat, kehilangan aktiva, ketidakakuratan catatan akuntansi, interupsi bisnis,sanksi hukum, dan ketidakmampuan untuk bersaing, semuanya bisa saja merupakan dampak dari kecurangan dan pencurian.

Kecurangan dan Kejahatan Kerah Putih

Kejahatan kerah putih menggambarkan serangkaian aktivitas illegal yang terjadi sebagai bagian dari pekerjaan pelaku kejahatan. Kejahatan kerah putih terjadi pada saat kekayaan perusahaan digunakan menyimpang dari manfaat aktiva yang sesungguhnya.

Ada 3 bentuk kejahatan kerah putih : 1. Kecurangan manajemen

Meliputi penyalahgunaan atau kesalahan interpretasi terhadap aset baik oleh karyawan atau pihak ketiga di luar perusahaan, atau keduanya.

2. Pelaporan keuangan yang menyesatkan

Tindakan sengaja atau tidak sengaja, sebagai akibat niat hati atau kekhilafan, yang

menyebabkan informasi dalam laporan keuangan secara material mengganggu pengambil keputusan.

3. Kejahatan korporat

Merupakan kejahatan kerah putih yang menguntungkan suatu perusahaan atau organisasi, dan bukan hanya menguntungkan individu tertentu yang melakukan kecurangan.

Pemrosesan Komputer dan Eksposur

Banyak aspek dari pemrosesan komputer yang cenderung meningkatkan eksposur organisasi terhadap peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan. Pemrosesan data secara mekanis,

penyimpanan data secara mekanis, dan kompleksitas pemrosesan merupakan aspek

pemrosesan komputer yang dapat meningkatkan risiko atau potensi kerugian akibat eksposur yang dihadapi organisasi, tidak peduli apakah pemrosesan komputer digunakan di perusahaan ataupun tidak.

Tujuan Pengendalian dan Siklus Transaksi

(3)

1. Siklus pendapatan : Kejadian yang terkait dengan distribusi barang dan jasa ke entitas lain dan penagihan atas pembayaran yang terkait dengan distribusi barang dan jasa tersebut. 2. Siklus pengeluaran : Kejadian yang terkait dengan akuisisi barang dan jasa dari entitas lain dan pelunasan kewajiban terkait dengan akuisisi tersebut.

3. Siklus produksi : Kejadian yang terkait dengan transformasi bahan baku menjadi barang dan jasa.

4. Siklus keuangan : Kejadian yang terkait dengan akuisisi dan pengelolaan dana dan modal, termasuk kas.

Komponen Proses Pengendalian Internal

Proses pengendalian internal suatu organisasi terdiri dari lima elemen : lingkungan pengendalian, penaksiran risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pengawasan. Konsep pengendalian internal didasarkan pada dua premis utama, yaitu tanggung jawab dan jaminan yang masuk akal.

Lingkungan Pengendalian

Lingkungan pengendalian merupakan dampak kumulatif atas faktor-faktor untuk membangun, mendukung dan meningkatkan efektivitas kebijakan dan prosedur tertentu. Faktor yang tercakup dalam lingkungan pengendalian adalah :

1. Nilai-nilai integritas dan etika 2. Komitmen terhadap kompetensi 3. Filosofi manajemen dan gaya operasi 4. Struktur organisasi

5. Perhatian dan pengarahan yang diberikan oleh dewan direksi dan komitenya 6. Cara pembagian otoritas dan tanggung jawab

7. Kebijakan sumber daya manusia dan prosedur Penaksiran Risiko

Penaksiran risiko, komponen kedua dari pengendalian internal, merupakan proses

mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko yang memengaruhi tujuan perusahaan. Aktivitas Pengendalian

Aktivitas pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur yang dibangun untuk membantu memastikan bahwa arahan manajemen dilaksanakan dengan baik.

Tujuan pengendalian :

(4)

2. Prosedur mencakup perancangan dan penggunaan dokumentasi dan catatan yang berguna untuk memastikan pencatatan transaksi dan kejadian yang tepat.

3. Akses terhadap aktiva hanya diberikan sesuai dengan otorisasi manajemen. 4. Cek independen dan peninjauan dilakukan sebagai wujud akuntabilitas kekayaan perusahaan dan kinerja.

5. Pengendalian proses informasi diterapkan untuk mengecek kelayakan otorisasi, keakuratan, dan kelengkapan setiap transaksi.

Informasi dan Komunikasi

Merupakan komponen pengendalian internal yang keempat. Informasi mengacu pada sistem akuntansi organisasi, yang terdiri dari metode dan catatan yang diciptakan untuk

mengidentifikasi, merangkai, menganalisis, mengelompokkan, mencatat, dan melaporkan transaksi organisasi dan untuk memelihara akuntabilitas aktiva dan utang yang terkait. Komunikasi

Komunikasi terkait dengan memberikan pemahaman yang jelas mengenai semua kebijakan dan prosedur yang terkait dengan pengendalian. Komunikasi yang baik membutuhkan komunikasi oral yang efektif, manual prosedur yang memadai, manual kebijakan, serta berbagai jenis dokumentasi yang lain.

Komunikasi yang efektif juga membutuhkan aliran arus informasi dalam organisasi yang memadai. Informasi semacam ini dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja, membuat laporan perkecualian, dan lain sebagainya.

Pengawasan

Pengawasan dicapai melalui aktivitas yang terus-menerus, atau evaluasi terpisah, atau kombinasi keduanya.

Tujuan fungsi audit internal adalah untuk melayani manajemen dengan menyediakan bagi manajemen hasil analisis dan hasil penilaian aktivitas dan sistem seperti :

1. Sistem informasi organisasi

2. Struktur pengendalian internal organisasi

3. Sejauh mana ketaatan terhadap kebijakan operasi, prosedur, dan rencana 4. Kualitas kinerja personel organisasi

Pengendalian Pemrosesan Transaksi

Merupakan satu prosedur yang dirancang untuk memastikan bahwa elemen proses

(5)

Pengendalian aplikasi merupakan pengendalian yang spesifik untuk setiap aplikasi tertentu. Pengendalian Umum

Pengendalian umum mencakup hal-hal berikut ini : 1. Perencanaan organisasi pemrosesan data

2. Prosedur operasi secara umum 3. Karakteristik pengendalian peralatan 4. Pengendalian akses data dan peralatan Pengendalian Aplikasi

Dikelompokkan menjadi pengendalian input, pengendalian proses, serta pengendalian output. Pengelompokan ini terkait dengan langkah-langkah dalam siklus pemrosesan data.

1. Pengendalian input dirancang untuk mencegah atau mendeteksi kesalahan pada tahap penginputan data.

2. Pengendalian proses dirancang untuk memberikan keyakinan bahwa pemrosesan telah terjadi sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dan bahwa tidak ada transaksi yang terlewat yang tidak diproses atau bahwa tidak ada transaksi tambahan yang mestinya tidak ikut diproses.

3. Pengendalian output dirancang untuk memastikan bahwa input dan proses yang telah dijalankan menghasilkan output yang valid dan bahwa output telah didistribusikan secara tepat.

Pengendalian Preventif, Detektif, dan Korektif Pengendalian dikelompokkan berdasarkan sifat :

1. Pengendalian preventif berperan untuk mencegah terjadinya kesalahan dan kecurangan. 2. Pengendalian detektif berperan untuk mengungkapkan kesalahan dan kecurangan yang telah terjadi.

Referensi

Dokumen terkait

Uji vali- ditas yang dilakukan terhadap instrumen struktur pengendalian intern yang terdiri dari variabel lingkungan pengendalian, sistem akuntansi, prosedur pengendalian,

Sistem akuntansi yang efektif dapat memberikan keyakinan memadai bahwa transaksi yang dicatat atau terjadi adalah: sah, telah diotorisasi, telah dicatat, telah

Pada tabel 1 dapat dilihat kebutuhan yang akan diujikan menggunakan Black Box Testing terkait dengan sistem pemrosesan transaksi pada PT Medistira Utama, mulai dari login

Hasil pengamatan yang berkaitan dengan sistem pemrosesan transaksi pasien rawat jalan di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta dapat dideskripsikan bahwa terdapat

Aktivitas pengendalian adalah kebijakan prosedur yang dibuat untuk memberikan keyakinan bahwa petunjuk yang dibuat oleh manajemen dilaksanakan. Kebijakan dan prosedur ini

File transaksi {transaction file) berisi record transaksi bisniE yang terjadi selama waktu tertentu. Hal ini mirip dengan SIA manual. Contohnya, S&S akan memiliki

0 Sistem Pemrosesan Transaksi Toko Bangunan Pemilik Toko Super Kasir Kasir Pembeli Data penjualan Data Pembelian Data Supplier ID_Pengguna Data_Barang_Baru

Berdasarkan simpulan di atas, maka saran yang dapat diberikan adalah penelitian ini dapat membuktikan bahwa lingkungan pengendalian, penaksiran risiko, aktivitas pengendalian dan