11
3
BAB III
ANALISIS PERANCANGAN
3.1 Analisi fungsiUntuk mengetahui kebutuhan ruang sebuah hotel resort dari setiap kegiatan dan pengguna yang disesuaikan terhadap tapak. Terdapat tiga jenis fungsi yang dibedakan berdasarkan kelompok: 1. Fungsi primer
Merupakan fungsi utama sebuah hotel resort sebagai penginapan bagi para pengunjung, serta sebagai tempat rekreasi baik penginap maupun tidak menginap.
2. Fungsi skunder
Merupakan pelengkap dari fungsi primer dimana fungsi ini berkaitan dengan kegitan seperti makan, minum dan kegiatan lainnya.
3. Fungsi penunjang
Pelengkap dari fungsi primer dan skunder dimana fungsi ini berkaitan dengan area parkir, gudang, klinik dan sebagainya.
3.2 Analisis kegiatan pengunjung
terdapat kegiatan utama dalam fungsi pengadaan hotel resort yang dilakukan dalam berkegiatan oleh pengunjung, sedangkan kegiatan pengunjung terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Pengunjung menginap
Yaitu pengunjung yang melakukan pemesanan kamar hotel dan resort untuk melakukan bermalam di hotel resort dan menggunakan fasilitas hotel resort, membayar biaya sewa kamar berdasarkan tipe yang dipilih serta menikmati pelayanan yang disediakan pihak hotel resort, dimana hal ini harus memperhatikan kegiatan yang dilakukan dibutuhkan kenyamanan, keamanan, dan privasi.
2. Pengunjung tidak menginap
Yaitu pengunjung yang hanya melakukan aktifitas sebatas siang hari dihotel resort, tidak membayar sewa kamar serta tidak bisa menikmati fasilitas kamar hanya menikmati fasilitas umum yang disediakan oleh pihak hotel resort. Pengunjung tidak menginap bisa dibedakan menjadi beberapa jenis kegiatan yaitu:
12
a.
Pengunjung hotel harian, mengunjungi hotel untuk melakukan aktifitas dengan memanfaatkan fasilitas hotel resort seperti: ballroom , tempat makan / restoran, pantai, wedding kalpe dan sarana lainnya yangtersedia untuk umum.b.
Mengunjungi kegiatan konferensi, seperti gedung pameran atau kegiatan pertunjukan yang biasanya dibuka untuk umum.3.3 Isu terkait fungsi
Analisis terhadap tapak dalam perancangan dibutuhkan untuk memperoleh penyelesaian dalam suatu tapak Saat sebelum malakukan perancangan yang hendak di desain suatu hotel resort. Ada sebagian bagian tapak yang hendak dianalisis meliputi, posisi, topogrfi, hawa, fasilitas, vegetasi eksisting, dan aspek visual.
1. Lokasi
Lahan yang digunakan berlokasi di kawasan pantai teluk pandan, Sukajaya Lempasing, Pesawaran, Lampung, dengan lahan seluas 5 Ha. Lahan ini berada pada titik koordinat -5.5213626, 105.2591877. Lokasi dapat ditempuh dengan kurun waktu 30 menit hingga 1 jam perjalanan darat dengan jarak kurang lebih 14 km dari pusat kota Bandar Lampung. Lokasi ini dapat diakses dengan mudah dari Kota Bandar Lampung dan akses lokasi pun sudah tersedia dalam google maps.
Gambar 5 zonasi peta Sumber : Google earth
13 Untuk pengunjung dari luar Pulau Sumatera atau luar Kota Bandar Lampung dapat menuju ke lokasi dengan menggunakan transportasi darat ataupun transportasi laut, perjalanan dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni dapat ditempuh menggunakan kapal penyebrangan dengan waktu tempuh sekitar 2-3 jam perjalanan. Setelah sampai di Pelabuhan Bakauheni, dilanjutkan menuju titik KM 0 kota Bandar Lampung selama 1 jam perjalanan yang dapat ditempuh via tol trans sumatera, setelah tiba di titik 0 KM Kota Bandar Lampung (tugu adi pura) perjalanan dilanjutkan ke lokasi selama kurang lebih 30 menit – hingga 1 jam perjalanan.
gambar 6 Rute perjalanan dari pelabuhan merak ke titik KM 0 Bandar Lampung Sumber : goggle maps
Gambar 7 Rute dari Tugu Adipura menuju Pantai Teluk Pandan Sumber : google maps
14 2. Topografi
Gambar 8 kontur site Sumber : Global maper
Keadaan kontur bergelombang dengan tanah yang berlekuk tidak rata dengan kemiringan tanah kurang lebih 10% dengan ketingian 0 – 17 mdpl. Dari titik terendah interval ketinggian kontur 2m hingga 5m. Diketahui dari hasil studi analisis yang dilakukan menggunakan jaringan soffwere global mapper didapatkan bahwa kondisi tapak memiliki kontur yang tidak rata dan bergelombang serta terdapat level ketinggian, dari analisis tersebut maka disimpulkan perlunya penerapan sistem cut and fill terhadap tapak pada saat perancangan namun tidak pada seluruh lahan yang akan digunakan melainkan sebagian lahan yang akan dibutuhkan. Untuk melakukan cut and fill terhadap tapak dipertimbangkan berdasarkan akses sirkulasi yang lebih ringkas antar masa bangunan serta memudahkan dalam menentukan letak bangunan serta kontruksi pada bangunan dalam perancangan.
15 Gambar 9 potongan kontur
Sumber : Global maper
Gambar 10 potongan kontur Sumber : Global maper 3. Iklim
Tabel 4 Besar suhu cuaca daerah Pesawaran
Bulan
Suhu (C) Kelemba
pan (%) Kecepatan Angin (m/s)
Minimu m
Rata Rata Maksimu m Rata Rata Maksi mum Rata Rata Januari 2 4 , 4 2 7 , 1 31,5 84 0 , 8 0, 2 Februari 2 4 , 1 2 7 31,7 85 0 , 9 0, 2
16
Bulan
Suhu (C)
Kelemba
pan (%) Angin (m/s) Kecepatan Bulan
Suhu (C) Kelemba pan (%) Maret 2 4 2 6 , 6 31,8 86 1 , 4 0, 4 April 2 4 , 5 2 7 32,2 86 1 , 5 0, 5 Mei 2 4 , 5 2 7 , 3 32,2 83 2 0, 8 Juni 2 3 , 9 2 7 , 1 32,2 83 1 , 9 0, 8 Juli 2 3 2 6 , 5 31,9 80 2 0, 9 Agustus 2 2 , 3 2 6 , 5 33 75 2 , 5 1, 3 Septemb er 2 2 , 6 2 7 , 2 34,1 72 3 1, 6 Oktober 2 4 2 8 , 2 35,1 72 3 , 3 1, 6 Novemb er 2 4 , 8 2 8 , 6 34,6 72 3 , 2 1, 3 Desemb er 2 4 , 9 2 7 , 8 33,1 81 1 , 9 0, 6
17 Bulan Tekan an Udara (mb) Jumlah Curah Hujan (mm) Jumlah Hari Hujan (Hari) Penyi naran Matah ari (%) Januari 101 1,3 3 2 9 17 4 5 , 1 Februari 101 2,2 4 4 9 17 5 2 , 4 Maret 101 1,3 2 1 4 13 4 4 , 6 April 101 0,3 2 6 4 17 4 5 , 7 Mei 101 1 8 7 8 5 6 , 6 Juni 101 1 1 4 1 5 7 , 1 Juli 101 1,8 7 6 6 6 2 , 8 Agustus 101 2 2 4 1 6 6 , 7 September 101 2,5 0 0 7 1 , 9 Oktober 101 0,8 3 5 1 6 6 , 4
18 Bulan Tekan an Udara (mb) Jumlah Curah Hujan (mm) Jumlah Hari Hujan (Hari) Penyi naran Matah ari (%) November 101 0,6 1 7 4 7 0 , 6 Desember 101 0,7 4 5 8 16 4 7 Sumber : Data statistik bmkg pemkab pesawaran
Berdasarkan SNI T-14-1993-03 telah diatur tentang suhu dan kelembaban dalam suatu ruang untuk menetapkan standar kenyamanan termal pada ruang diman terdapat tiga bagian kenyamanan termal berdasarkan penghawaan yaitu :
1.
Nyaman sejuk , 20,5°C hingga 22,8°C, kelembaban terukur dari 50% hingga 80%.2.
Nyaman ideal 22,8°C hingga 25,8°C, kelembaban terukur dari 70% hingga 80%3.
Mendekati nyaman 25,8°C hingga 27,1°C, kelembaban terukur dari 60% hingga 70%Data iklim, suhu rata-rata daerah Pesawaran berkisar 26 hingga 27° C, data suhu pada daerah pesawaran termasuk kedalam kategori hangat nyaman/mendekati nyaman. Akibat kondisi suhu tersebut dapat sangat mempengaruhi pada desain terhadap ruangan bagaimana desain memperhatikan tingkat kenyamanan yang dibutuhkan untuk menunjang kenyamanan termal dalam ruangan. Memberikan bukaan pada desain bangunan dapat mengalirkan udara secara optimal sehingga membuat ruangan terasa nyaman. Penggunaan jenis material juga harus menjadi salah satu pertimbangan yang penting dalam mendesain untuk mencapai kenyamanan dalam ruangan.
Data curah hujan pada bulan Desember, pada bulan September merupakan kondisi curah hujan terendah dan tertinggi, sedangkan pada bulan januari, februari dan april untuk curah hujan harian tertinggi. Curah hujan terjadi tidak pasti atau berubah – ubah. Dapat disimpulkan bahwa curah hujan pada daerah pesawaran masih cukup tinggi sehingga dibutuhkan perlakuan dan respon terhadap kemiringan desain atap serta konstruksi pada atap.
19 4. Sarana
Sarana yang dapat menunjang kebutuhan dan fasilitas yaitu: a. Akses jalan
Kondisi jalan yang sudah memadai membuat akses ke lokasi tidak terdapat suatu masalah yang berarti. Dengan jalan seluas 8 meter sudah cukup luas untuk 2 kendaraan mobil saling berpapasan sehingga jalur sudah cukup. Selain akses menuju ke lokasi jalur ini juga merupakan akses menuju permukiman sekitar pantai dan akses menuju Pantai Mutun.
Gambar 11 Akses masuk dari jalan raya Sumber: google maps
Gambar 12 Akses utama menuju pantai teluk pandan Sumber: foto dokumentasi
20 b. Drainase
Belum tersedianya drainase yang memadai baik dari jalan hingga lokasi, maka dibutuhkannya salah satu pengelolaan drainase dalam desain.
c. Jaringan Listrik
Belum tersedianya jaringan listrik (PLN) yang masuk atau terhubung ke lokasi, sehingga dibutuhkan jaringan listrik untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan hotel resort.
5. Vegetasi eksisting
Jenis tumbuhan eksisiting yang masih terdapat disekitaran lahan adalah pohon kelapa, pohon ketapang, pohon jambu, pohon petai cina, serta semak blukar. Tidak terdapat tanaman khusus yang berarti yang dapat dipertahankan berdasarkan kriteria.
Gambar 13 Tampak Vegetasi dari udara Sumber: google eart
Tumbuhan eksisting memiliki diameter yang berbeda – beda sehingga untuk melakukan pembangunan dibutuhkan penggusuran terhadap beberapa tumbuhan yang berada diarea yang akan didirikan bangunan, seperti pohon kelapa tidak akan ditebang habis tetapi hanya dihilangkan dibagian yang akan dilakukan pembangunan saja.
6. Eksisting bangunan
Area lokasi lahan merupakan perkebunan kelapa yang tidak terdapat bangunan rumah milik warga ataupun gedung milik pemerintah serta fasilitas umum lainnya seperti atm, masjid/mushalla dan lainnya. Untuk menyikapi tidak tersedianya penyediaan fasilitas umum makan perlu dipertimbangkan dan diperhatikan saat melakukan perancangan karena lokasi cukup jauh dari permukiman dan pusat kota.
21 7. Aspek visual
Keadaan sekeliling lahan dan perbatasan lahan dapat dilihat dari aspek visual, hal ini memudahkan dalam menentukan orientasi bangunan pada perancangan, berikut orientasi tapak sesuai keadaan eksisting yaitu:
Utara : Perkebunan kelapa Barat : Perbukitan
Selatan : Laut Pantai teluk Pandan Timur : Bukit Pandang Mutun
Gambar 14 Aspek Visual sekitar Batas lahan
Terkait lahan dan keadaan sekitar tidak memiliki suatu masalah apapun, sedangkan perbatasan lahan berbatasan langsung dengan:
Bagian Utara :permukiman warga Bagian Barat : Bukit Teluk Pandan Bagian Selatan : Laut Pantai teluk Pandan Bagian Timur : Pantai Pulau Tembikil
22 8. Peraturan setempat
Bagian ini sudah dijelaskan pada bab sebelumnya dan dipertegaskan bahwa:
1. Berdasarka (Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2016 Pasal 1 ayat 2) Standar Garis Sempadan Pantai, minimal 100 (seratus) meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. Dengan lebar proporsional dengan bentuk fisik pantai.
2. Ketentuan peraturan RTRW Kabupaten Pesawaran, sebagai berikut: 31 - KDB yang diizinkan sudah ditentukan ≤10%, untuk KLB ≤ 10%, sedangkan KDH ≥ 90%.
3. KDB yang diizinkan untuk instensitas pemanfaatan ruang 10%, untuk KLB 10% sedangkan KDH 90%.
4. Pada kawasan rawan bencana tsunami yang mengalami penurunan fungsi maka dapat dilakukan rehabilitasi melalui reboisasi, penghijauan, pemeliharaan dan penyelenggaraan rehabilitasi rawan bencana tsunami diutamakan pelaksanaannya melalui pendekatan partisipatif.