• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pemberian Hormon Giberelin Terhadap Pertumbuhan Buah Secara Partenokarpi pada Tanaman Tomat Varitas Tombatu F1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Pemberian Hormon Giberelin Terhadap Pertumbuhan Buah Secara Partenokarpi pada Tanaman Tomat Varitas Tombatu F1"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar  buah  tomat  dapat  dilihat  pada  Tabel  2  berikut.
Tabel 3. Rerata bobot biji tomat varitas tombatu F1 akibat pemberian hormon giberelin dalam berbagai konsentrasi  Konsentrasi  Giberelin (ppm)  Ulangan  Rerata  (gram)±SD 1 2 3 4 5 6  0  0,88  0,97  0,92  0,96  0,91  0,86  0,92 ± 0,042 a 60  0,51  0,53  0,
Tabel 4. Perbedaan buah tomat yang dihasilkan akibat pemberian hormon giberelin dalam berbagai konsentrasi

Referensi

Dokumen terkait

Sekelompok penyakit heterogen yang disebabkan oleh limfosit ganas yang biasanya berkumpul dalam kelenjar getah bening dan menyebabkan timbulnya gambrab klinis

Seorang perempuan umur 35 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan muka merot ke kanan dan mata kiri tidak dapat menutup, yang dialami sejak 2 hari yang lalu..

 Edible coating dari gel Aloe vera pada buah tomat untuk aktivitas antioksidan kurang dapat memberikan pengaruh yang signifikan, sehingga perlu penelitian lebih

Prog. ) - OTONOMI DAERAH, PEMERINTAHAN UMUM, ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT DAERAH, KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN.

bahwa fungsi-fungsi pengambilan keputusan dalam kelompok yang diteliti memang sangat berorientasi pada hasil dan tujuan. Lebih lanjut, kebanyakan peran komunikasi dalam

Dengan latar belakang tersebut, penelitian diarahkan untuk mengidentifikasi kendala prioritas yang memiliki pengaruh besar terhadap implementasi green construction

Sugeng Winarno, MA., selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang serta selaku pembimbing I saya yang selalu memberikan saran, masukan dan

Untuk itu masih perlu dilakukan dalam penelitian pengawetan dengan metode yang lebih mutahir Menurut analisa sidik ragam (Tabel 3), variasi konsentrasi kedua bahan pengawet