• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V KESIMPULAN DAN SARAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, maka diperoleh kesimpuan umum yaitu dengan implemantasi metode inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS di kelas VIII H SMPN 40 Bandung. Peningkatan ini terlihat dari motivasi siswa dalam pembelajaran IPS yang semakin meningkat pada stiap siklusnya. Dimana siswa semangat dan berminat untuk mengikuti pelajaran, siswa mampu melewati tahapan inquiry secara tuntas, siswa tidak segan bertanya hal yang tidak dimengerti, siswa bekerjasama dalam mengerjakan kelompok, siswa mampu mengatasi kesulitan dalam menyelesaikan tugas, siswa mampu berpikir kreatif dalam memcahkan masalah, siswa mampu memanfaatkan data yang ada, dan siswa mampu melakukan kegiatan sebaik-baiknya.

Selain kesimpulan umum di atas, peneliti juga merumusakan kesimpulan khusus yaitu :

a. Perencanaan guru dalam mempersiapkan pembelajaran menggunakan metode

inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer dalam pembelajaran IPS disusun melalui silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dalam penyusunan RPP guru mengacu pada tahap pelaksanaan metode inquiry yang menempatkan siswa sebagai subjek belajar yang aktif di kelas. Dimana langkah-langkah tersebut seperti tahap orientasi, tahap perumusan masalah, tahap penyumpulan data, tahap perumusan hipotesis dan tahap pengujian hipotesis, sampai pada tahap perumusan kesimpulan.

b. Pelaksanaan metode inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer dalam

pembelajaran IPS dilakukan berdasarkan rencana awal dan rencana yang disusun secara bersama antara peneliti dan teman sejawat setiap akan melakukan siklus berikutnya. Pada siklus pertama RPP yang menggunakan

(2)

metode inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer belum bisa dilaksanakan secara untuh karena keterbatasan waktu dan siswa yang baru mengenal tahapan pembelajaran menggunakan metode tersebut sehingga masih bingung dalam melaksanakannnya menyebabkan pada tahap perumusan kesimpulan tidak bisa terlaksana. Namun pada pelaksanaan siklus kedua dan ketiga tahapan metode inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer bisa terlaksana dengan tuntas. Selama pelaksanaan pembelajaran IPS siswa mampu mengaitkan permasalahan sosial yang sedang terjadi dengan materi yang sedang diajarkan sehingga siswa berpikir kritis dalam mengkaji permasalahan yang diajukan, selain mampu memecahkan permasalahan siswa menjadi kreatif dalam mencari solusi dengan memanfaatkan sumber yang ada dan aktif dalam bertanya.

c. Dalam penerapan metode inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer peneliti

menemukan beberapa kendala baik itu dari pihak guru maupuan dari pihak siswa. Kendala yang dialami oleh guru dan siswa dalam proses penerapan inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu :

1) Kendala pertama yang dihadapi guru adalah guru sulit untuk mengatur waktu agar semua tahap metode inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer bisa tuntas terlaksana, walaupun sudah dirancang dalam RPP namuan pada siklus pertama guru mengalami kesulitan karena metode inquiry memiliki banyak tahapan.

2) Kendala kedua yang dihadapi adalah menentukan kasus kontemporer yang sesuai dengan pola pikir siswa SMP yang akan dibahas melalui tahapan metode inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer

3) Kendala ketiga yang dihadapi guru adalah guru sulit mengkondisikan kelas agar lebih kondusif dan terkendali, beberapa siswa sering kali bermain-main, mengobrol, dan tidak memperhatikan pada saat proses pembelajaran berlangsung, dikarenakan guru tidak memperhatiakan siswa secara merata Kemudian guru tidak tegas dalam menindak lanjut siswa yang bermain-main, ngobrol dan membuat gaduh kelas sehingga beberapa siswa tidak merasa segan terhadap guru peneliti.

(3)

4) Kendala keempat siswa belum sepenuhnya memahami tahapan metode inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer, tahapan yang dianggap sulit bagi siswa untuk dilewati adalah tahap perumusan kesimpulan.

5) Kendala kelima siswa masih segan untuk mengemukakan pendapat karena merasa takut salah.

d. Adapun upaya untuk mengatasi kendala yang dihadapi guru ketika penerapan

metode inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer dalam pembelajaran IPS yang dilaksanakan di kelas VIII H sebagai beikut :

1) Guru berusaha untuk lebih matang dan teliti dalam menyusun silabus dan RPP, karena penysusunan silabus dan RPP yang baik dapat mewujudkan tujuan pembelajaran lebih terarah dan pengalokasian waktu lebih efektif. 2) Dalam hal penentuan kasus yang akan dibahas menggunakan tahapan

inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer dituntun harus kasus yang terkini dan sesuai pola pikir siswa SMP. Dalam upaya mewujudkannya guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk menentukan kasus terkini yang akan dibahas dalam diskusi.

3) Dalam mengatasi ketidak pahaman siswa terhadapa beberapa tahapan metode inquiry berbasis isu-isu sosial kontemprer, guru harus berusaha memahami langkah-langkah pembelajaran inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer, agar guru dapat menginformasikan kepada siswa cara belajar menggunakan tahapan inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer dengan baik.

4) Dalam mengkondisikan siswa yang bermain-main, mengobrol, dan gaduh saat proses pembelajaran berlangsung hendaknya guru memberikan tata tertib berdikusi dan bagi yang melanggar denga tegas guru memberikan hukuman yang sesuai atau melaporkan ke guru bimbingan konseling. 5) Hendaknya guru memotivasi siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran

terutama dalam mengemukakan pendapat sehingga siswa memiliki rasa percaya diri untuk berargumen, kemudian guru menginstruksikan siswa untuk mengolah data dari berbagai sumber sebagai dasar siswa dalam

(4)

mengemukakan pendapat sehingga siswa mampu mempertahankan pendapatnya.

e. Dari tiga siklus yang dilaksanakan diketahui bahwa penerapan metode inquiry

berbasis isu-isu sosial kontemper dalam pembelajaran IPS di SMPN 40 Bandung dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan baik. Dimana hal ini ditandai dengan adanya perhatian dan semangat siswa untuk mengikuti proses belajar, siswa mampu aktif dalam proses pembelajaran baik aktif dalam bertanya maupun dalam mengemukakan pendapat, siswa tekun menghadapi tugas kelompok, mampu bekerja ulet dan kreatif dalam menghadapi kesulitan belajar, siswa menunjukkan minat terhadap permasalahan dengan mampu mengkaji permasalahan kontemporer melalui tahapan inquiry, siswa lebih cepat bosan dengan tugas rutin, siswa dapat mempertahankan pendapatnya selama proses diskusi berlangsung, dan senang mencari dan memecahkan masalah terutama maslah sosial kontemporer. Hal tersebut merupakan indikator yang menandai adanya motivasi belajar siswa yang semakin meningkat.

B. Saran 1. Bagi Guru

a. Guru harus berusaha memahami langkah-langkah pembelajaran inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer, agar guru dapat menginformasikan kepada siswa cara belajar menggunakan tahapan inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer maka dalam pelaksanaannya seluruh tahapan bisa tuntas terlaksana dengan baik.

b. Guru berusaha untuk lebih matang dan teliti dalam menyusun silabus dan RPP. Penyusunan RPP secara baik dan matang dalam hal materi, metode, media pengalikasian waktu yang digunkan dalam proses pembelajaran. c. Guru dalam menyajikan kasus yang akan dibahas siswa hendaknya yang

sesuai dengan pola pikir siswa dan dekat dengan kehidupan siswa.

d. Hendaknya guru memberikan tata tertib berdikusi dan bagi yang melanggar denga tegas memberikan hukuman yang sesuai .

(5)

e. Guru memiliki posisi yang sangat penting dalam proses pembelajaran, hendaknya guru mampu menjadi motivator bagi siswa agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik

2. Bagi Siswa

a. siswa diharapkan dapat mengikuti pembelajara IPS dengan baik dengan tidak bermain-main selama pembelajaran, dan bisa memperhatikan penjelasan dari guru agar terciptanya kelas yang tentram dan kondusif.

b. Siswa mengikuti jalannya pembelajaran menggunakan metode inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer dengan baik agar mampu melalui tahapannya secara tuntas

c. Siswa memotivasi dirinya sendiri untuk bisa aktif didalam kelas selama proses pembelajaran berlangsung dan belajar lebih giat lagi.

3. Bagi Sekolah

Pihak sekolah sebaiknya lebih memberi dukungan untuk melengkapi saran dan prasaran serta media yang dapa mendukung terlaksananya proses belajar agar guru dan siswa bisa lebih kreatif dalam melaksakan prose belajar dan pembelajara IPS. Serta meningkatkan dukungan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran yang menggunakan metode inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer.

4. Bagi Peneliti Lain

Bagi para peneliti selanjutnya, penelitian mengenai pembelajaran IPS dengan menggunakan metode inquiry berbasis isu-isu sosial kontemporer dapat dilakukan dengan lebih baik, mempersiapkan segala sesuatunya sebelum melakukan penelitian, dan meneliti aspek apa yang belum diteliti dalam penelitian ini.

Referensi

Dokumen terkait

Evaluasi kestabilan fisik krim meliputi organoleptis, kriming, viskositas, dan ukuran tetes terdispersi serta inversi fase sebelum dan setelah kondisi penyimpanan dipercepat selama

Dari sudut kepentingan Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), tujuan mata kuliah Kerja Praktek adalah mendapatkan masukan–masukan sebagai umpan balik dari Instansi

pemerintah/pemerintah daerah pemberi bantuan. Untuk pemberi bantuan bersifat khusus dapat mensyaratkan penyediaan dana pendamping dari APBD atau anggaran pendapatan dan

Nah, tetapi di dalam Pasal 2 ayat (1) itu, perbuatan melawan hukum itu di sini, ada kata-kata dapat merugikan keuangan negara. Dapat di sini kan bisa diartikan belum terjadi ini.

Mutual Fund Name : REKSA DANA SYARIAH SYAILENDRA SHARIA MONEY MARKET FUND Custodian Bank : BANK CIMB NIAGA TBK, PT Mutual Fund Type : Syariah. Currency

Memahami betapa peliknya posisi partai politik dalam pelaksanaan pemerintahan, terutama di kabinet pemerintahan Indonesia Bersatu jilid II saat ini, maka membangun karakter

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ”manajemen berbasis sekolah” adalah pengkoordinasian dan penyerasian sumber daya yang dilakukan secara otonomis

Bahwa benar Terdakwa mendapat informasi dari rekan- rekan satu letting Saksi-1 yang mengatakan Saksi-1 ada kegiatan di gereja Yonif 752 / VYS kemudian Terdakwa