• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATA PELAJARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DI LKM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MATA PELAJARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DI LKM"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PP

1 | H a l a m a n

MATA PELAJARAN

PENGELOLAAN KEUANGAN DI LKM Topik Pengelolaan Keuangan LKM

Tujuan  Peserta memahami kebijakan dan alur pengelolaan keuangan LKM.

 Peserta mampu menyusun Rencana Angaran Pendapatan dan Biaya

(RAPB) LKM

 Peserta mampu melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan

LKM yang dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel

Kegiatan belajar Kegiatan 1 : Memahami kebijakan dan alur pengelolaan keuangan

Sekretariat LKM

Kegiatan 2 : Penyusunan RAPB (Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya)

LKM

Kegiatan 3 : Pencatatan dan Pelaporan Keuangan (Praktek)

Perlengkapan  Kartu Meta Plan

 Kertas flip/plano

 Papan Tulis / white board dengan perlengkapannya

 Spidol, Selotip kertas dan Jepitan besar

 Kertas kerja/Lembar soal praktek

 Kertas kerja

Waktu 6 JPL ( 300”)

Kegiatan 1 Memahami kebijakan dan alur pengelolaan keuangan LKM

Tujuan Peserta memahami kebijakan dan alur pengelolaan keuangan LKM.

Waktu 2 JPL ( 90”)

Perlengkapan  Kartu Meta Plan

 Kertas flip/plano

 Papan Tulis / white board dengan perlengkapannya

 Spidol, Selotip kertas dan Jepitan besar

 MB

Proses 1) Buka pertemuan dengan salam singkat dan uraikan bahwa kita akan memulai dengan materi Pengelolaan Keuangan dengan kegiatan 1 yaitu “Memahami kebijakan dan alur pengelolaan

keuangan LKM“. Sampaikan bahwa materi ini secara umum

sebenarnya sudah pernah diberikan melalui pelatihan khusus ekonomi kepada BKM/Sekretariat pada saat PNPM Perkotaan, kedepan pengeolaan keuangan harus lebih baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini tantangan kita semua dan pada saat ini sangat pas kalau kita review bersama dan menyatukan pemahaman sekaligus bekal pemastian pengelolaan keuangan LKM di KOTAKU yang lebih baik lagi;

(2)

PP

2 | H a l a m a n

Sampaikan juga ke peserta bahwa materi pengelolaan keuangan LKM akan terbagi menjadi 3 kegiatan belajar, yaitu :

 Kegiatan 1 : Memahami kebijakan dan alur pengelolaan

keuangan Sekretariat LKM

 Kegiatan 2 : Penyusunan RAPB (Rencana Anggaran Pendapatan

dan Biaya) LKM

 Kegiatan 3 : Pencatatan Keuangan (Praktek);

2) Sampaikan kita awali dengan diskusi memahami kebijakan

pengelolaan keuangan LKM;

3) Diskusikan didalam kelas dengan peserta tentang beberapa hal,

catat seluruh pendapat peserta ke kertas plano yang sudah disediakan.

4) Gunakan pertanyaan penggerak yang bisa digunakan adalah :

a. Mengapa diperlukan pembukuan?

b. Siapa yang seharusnya mengelola pembukuan LKM? c. Apa saja tugas dan fungsi sekretariat ?

d. Apa yang seharusnya dilakukan LKM/Koordinator LKM dalam pengelolaan keuangan LKM ?

e. Apa saja kebijakan rekening bank LKM ?

f. Kebijakan apa saja yang harus dipahami dalam pengeluaran dana di LKM ?

g. Kebijakan apa saja dalam pengelolaan uang tunai “KAS” ? h. Bagaimana alur pencatatan dan pelaporan keuangan LKM? i. Pembukuan LKM (Sekretariat) mencatat transaksi atau alokasi

kegiatan apa saja?

j. Dan lainnya (bisa disesuaikan kebutuhan lokal)

5) Tayangkan MB-1 tentang kebijakan dan alur pengelolaan

keuangan LKM untuk pencerahan tentang kebijakan dan prosedur

pengelolaan keuangan LKM (Sekretatiat).

6) Tanyakan kepada peserta, apakah ada penerapan di LKM selama ini

yang berbeda dengan kebijakan yang ada?

7) Jika ada pertanyaan, jelaskan sampai semuanya jelas dan pastikan

ada pemahaman yang sama diantara peserta yang ada di dalam kelas.

(3)

PP

3 | H a l a m a n

Kegiatan 2 Penyusunan RAPB (Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya) LKM Tujuan Peserta mampu menyusun Rencana Angaran Pendapatan dan Biaya

(RAPB) LKM

Waktu 1 JPL ( 45”)

Perlengkapan  Kartu Meta Plan

 Kertas flip/plano

 Papan Tulis / white board dengan perlengkapannya

 Spidol, Selotip kertas dan Jepitan besar

 Kertas kerja/Lembar soal praktek

Proses 1) Sampaikan ke peserta bahwa kegiatan 2 merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dengan kegiatan 1 yang sebelumnya telah juga kita bahas tentang penyusunan RAPB;

2) Ingatkan peserta, apakah kebijakan dan alur pengelolaan keuangan di LKM sudah dipahami? Setelah peserta memahami kebijakan dan prosedur pengelolaan keuangan LKM maka ajak peserta untuk diskusi tentang pentingnya LKM mempunyai RAPB.

3) Gunakan pertanyaan penggerak yang bisa digunakan adalah : a. Apakah LKM mempunyai RAPB?

b. Siapa yang membuat RAPB?

c. Kapan sebaiknya dibuat dan disepakati RAPB LKM? d. Apa akibatnya jika LKM tidak mempunyai RAPB?

4) Catat seluruh pendapat peserta ke kertas plano yang sudah disediakan.

5) Berikan pencerahan kepada peserta

 Penyusunan Anggaran meliputi periode waktu anggaran yang

digunakan yaitu mulai 1 Januari s/d 31 Desember

 RAPB dibuat oleh LKM dan disepakati bersama masyarakat,

biasanya dilakukan pembahasannya bersamaan RWT;

 Jika LKM tidak mempunyai RAPB maka LKM tidak mempunyai

acuan dalam perencanaan keuangan yang baik dan berdampak pada kemungkinan tidak terkontrolnya pemasukan dan

pengeluaran LKM

6) Untuk menguatkan pemahaman peserta bagi peserta menjadi 4 kelompok (menyesuaikan) selanjutnya praktek penyusunan RAPB LKM dan gunakan LK 1 sebagai panduan praktek.

7) Bahas bersama, dan pastikan peserta telah mengerti dalam penyusunan RAPB.

(4)

PP

4 | H a l a m a n

8) Jika semua peserta sudah paham tentang penyusunan RAPB maka bisa diteruskan ke kegiatan belajar 3 tentang praktek pencatatan dan pelaporan keuangan LKM.

1. Setiap tahun akuntansi, LKM dibantu oleh Sekretariat dan UP-UP harus menyusun anggaran yang tepat dan realistik dalam menaksir penerimaan dan pengeluaran lembaga dan disampaikan pada Rapat LKM dan disampaikan melalui RWT. 2. Biasanya, penyusunan draft anggaran tahunan pertama kali

akan memunculkan celah (selisih) yang cukup tinggi (signifikan) antara pengeluaran yang direncanakan dengan penerimaan (pendapatan) yang diketahui atau diharapkan akan diperoleh (sebagai antisipasi).

3. Hal penting yang perlu diketahui, pada penyusunan RAPB. perbedaan antara pengeluaran dan penerimaan (pendapatan) hendaknya memiliki nilai nol (zero) atau yang disebut ‘zero

budgeting’ khususnya yang bersumber dari BDI. Bentuk zero

budgeting ini dimungkinkan dengan prinsip perencanaan yg baik dalam melaksanakan pekerjaan, mungkin juga dengan mengeluarkan item-item pengeluaran yang kurang penting dari anggaran.

4. Jika penerimaan (pendapatan) lembaga kurang atau tidak aman, maka langkah terbaik yang harus diambil adalah dengan melakukan review dan up-date anggaran tiap-tiap kuartal, dengan persetujuan LKM, dan mulai saat itu semua penerimaan (pendapatan) dan pengeluaran baru harus dapat dipertemukan.

(5)

PP

5 | H a l a m a n

Kegiatan 3 Praktek pengelolaan keuangan LKM

Tujuan  Peserta mempunyai ketrampilan dalam mencatat dan membuat laporan pengelolaan keuangan KSM.

 Peserta mampu melakukan coaching kepada KSM.

Waktu 3 JPL ( 135”)

Perlengkapan  Kartu Meta Plan, Kertas flip/plano

 Papan Tulis / white board dengan perlengkapannya

 Spidol, Selotip kertas dan Jepitan besar

 Kertas kerja/Lembar soal praktek

Proses

1) Sampaikan kepada peserta, kita akan masuk ke kegiatan belajar 3, yaitu Praktek pengelolaan keuangan LKM

2) Pemandu mengingatkan kembali bahwa alur pencatatan transaksi telah disampaikan pada kegiatan belajar 1 (jika diperlukan tayangkan kembali) kemudian sebagai persiapan praktek pemandu menjelaskan terlebih dahulu dengan menayangkan soal praktek dan format-format pembukuan;

3) Bagi peserta menjadi 4 kelompok (menyesuaikan), bagikan kertas

kerja dan LK-2 soal praktek (kasus transaksi) sesuai kebutuhan,

pemandu memberikan waktu selama 2 jam (menyesuaikan) kepada peserta untuk mengerjakan soal melalui diskusi kelompok.

4) Setelah selesai, pemandu mengajak peserta untuk mengecek sama – sama hasilnya dengan memperlihatkan kunci jawaban yang telah disediakan pemandu, sambil membahasnya apabila ditemukan ada yang masih belum mengerti atau masih salah;

5) Pemandu memberikan pencerahan dan simpulkan bersama hasilnya. Jika ada pertanyaan, jelaskan sampai semuanya jelas dan pastikan ada pemahaman yang sama diantara peserta yang ada di dalam kelas;

6) Akhiri kegiatan pelatihan dan sampaikan salam dan terimakasih dan sampaikan tema pelatihan berikutnya adalah pengelolaan keuangan KSM.

Pastikan sebelum penugasan praktek dimulai, bahwa kertas kerja (bukti transaksi, format buku dan laporan) dan soal praktik sudah

Referensi

Dokumen terkait

1) Aspek Efektivitas. Berdasarkan kebijakan tentang Pengelolaan Keuangan BLU maka tingkat capaian efektivitas kebijakan sudah baik dan relatif sesuai dengan tujuan

Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa praktik pengelolaan keuangan desa yang dimulai dari prosedur perencaanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan,

Bertolak dari keseluruhan kajian di atas dipahami bahwa pengelolaan keuangan daerah merupakan hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah

Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah melaksanakan tugas pokok penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang pengelolaan keuangan dan Aset Daerah sesuai dengan

6 Mahasiswa dapat memahami Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pengertian Pengelolaan Keuangan Daerah. Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan

113 tahun 2014 sebagai peraturan terbaru tentang pengelolaan keuangan desa yang meliputi prioritas kegiatan, kuasa pengguna anggaran, alur penerimaan belanja, alur

Kewenangan Daerah Dalam Pengelolaan Keuangan Sebagai Implikasi Kebijakan Desentral- isasi Fiskal Keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah yang dapat dinilai dengan uang

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, kegiatan pengabdian ini berdampak pada peningkatan pemahaman pengurus BUMDes terkait dengan sistem dan prosedur pengelolaan keuangan BUMDes berbasis