i DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PENGESAHAN ... Error! Bookmark not defined. KATA PENGANTAR ... Error! Bookmark not defined. DAFTAR ISI ... v
DAFTAR SINGKATAN DAN ISTILAH ... viii
DAFTAR TABEL ... ix DAFTAR GAMBAR ... x DAFTAR LAMPIRAN ... xi ABSTRAK ... xii ABSTRACT ... xiii BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 3 1.3 Tujuan ... 7 1.4 Manfaat Penelitian ... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5
2.1 Definisi Informasi Obat ... 5
2.2 Informasi Elektronik (E-Informasi) Obat ... 5
2.3 Web Based Information ... 7
2.4 Sasaran Informasi Obat ... 9
2.5 Tenaga Kesehatan... Error! Bookmark not defined. 2.6 Kuesioner ... 12
ii
BAB III METODE PENELITIAN... 14
3.1 Rancangan Penelitian ... 14
3.2 Lokasi dan Jangka Waktu Penelitian... 14
3.3 Alat dan Bahan Penelitian ... 14
3.3.1 Alat penelitian ... 14
3.3.2 Bahan penelitian ... 14
3.4 Batasan Operasional ... 15
3.5 Prosedur Penelitian ... 17
3.5.1 Penyusunan kuesioner ... 17
3.5.2 Uji validitas dan reliabilitas kuesioner ... 17
3.5.3 Survei dan penyebaran kuesioner ... 18
3.6 Analisa Data ... 20
3.6.1 Analisa deskriptif ... 20
3.6.2 Analisa statistik ... 21
3.7 Skema Umum Penelitian ... 22
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 23
4.1 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner ... 23
4.2 Karakteristik Responden Penelitian ... 25
4.3 Analisa E-Informasi Obat yang dibutuhkan Tenaga Kesehatan ... 26
4.3.1 Aksesibilitas sumber informasi obat ... 26
4.3.2 Reliabilitas sumber informasi... 31
4.3.3 Kelengkapan sumber informasi obat ... 33
iii
4.4 Analisa Kebutuhan Informasi Obat pada Masing-masing Kelompok Profesi
Tenaga Kesehatan ... 36
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 38
5.1 Kesimpulan ... 38
5.2 Saran ... 39
DAFTAR PUSTAKA ... 40
iv
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber e-informasi yang sering diakses, jenis informasi obat yang diperlukan, dan tingkat pengetahuan tenaga kesehatan terhadap validitas sumber e-informasi yang digunakan.
Rancangan penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional (survey) dengan pendekatan deskriptif analitik. Pengumpulan data penelitian dilakukan menggunakan instrumen kuesioner. Kuesioner terdiri dari 51 pernyataan tertutup yang diuji validitas dan reliabilitasnya kepada 30 responden. Kuesioner disebarkan kepada tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan daerah Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Hasil kuesioner dikelompokkan berdasarkan jenis pernyataan dan diberi skor menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji parametrik One-Way ANOVA. Penelitian dilakukan pada 400 responden.
Sumber e-informasi obat yang sering diakses oleh dokter, dokter gigi, dan apoteker berbasis website adalah Drug.com sedangkan perawat, bidan, dan TTK menggunakan IONI. Sumber e-informasi obat yang sering diakses oleh dokter, dokter gigi, apoteker, perawat, bidan, dan TTK berbasis aplikasi smartphone adalah Medscape. Jenis informasi obat yang diperlukan dokter dan apoteker dengan skor paling tinggi adalah dosis, dokter gigi adalah efek samping, untuk bidan adalah efek samping dan populasi khusus, untuk perawat dan TTK adalah cara penggunaan. Tingkat pengetahuan tenaga kesehatan terhadap validitas sumber informasi elektronik yang digunakan yaitu dokter, dokter gigi, dan apoteker dengan klasifikasi tinggi sedangkan perawat, bidan, dan TTK dengan klasifikasi sedang. Uji statistik menunjukkan rata-rata tenaga kesehatan tidak memiliki perbedaan kebutuhan informasi obat, dimana hal tersebut dilihat dari perolehan Uji One-Way ANOVA dengan nilai p<0,05.
v ABSTRACT
This research as a purpose to find out e-information resources which often accessed , kinds of medicine information that more needed, and to find out knowledge level from health staff about validity of electronic information resources that used.
The design of this research is an observational study (survey) with descriptive analytic approach. Accumulation of research data uses questionnaire instrument. Questionnaires consist 51 close questions that tested the validation and reability to 30 respondents. The questionnaire that tested the validation and reability disseminated for health workers area of medicine facilities in Denpasar, Badung, Gianyar, and Tabanan. The result of questionnaire that obtained will categorized a kind of question and that given the score used Skala Likert. Next, the result of research will more analyzed by statistic used the One-Way ANOVA test, the research do into 400 respondents.
The result of research showed that resources of e-information often has accessed by doctor, dentist, and pharmacist as a resources medicine information website based on Drug.com while nurse, midwife and pharmaceutical technician used IONI. The resources of e-information has often to accessed by doctor, dentist, pharmacist, nurse, midwife, and pharmaceutical technician as resource of medicine information based on smartphone application is Medscape. The kind of medicine information is needed by doctor and pharmacist is dose, for dentist is side effects and special population, for nurse and pharmaceutical technician is how to used. The level of health workers knowledge to validation resource e-information that used they are doctor, dentist, and pharmacist with high classification, while nurse, midwife, and pharmaceutical technician with moderate classification. Statistic test showed the average of health staff it hasn’t differences about medicine information requirement, that matter can viewed from result of One Way ANOVA test with p value <0,05.
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini hampir setiap dewasa muda dan profesional terjaring dalam jaringan internet melalui koneksi smartphone. Informasi yang di dapat melalui smartphone merupakan salah satu informasi elektronik (e-informasi) dimana menurut Undang-Undang RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, informasi elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, kode akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya. Pemanfaatan e-informasi menjadi kebutuhan dalam upaya peningkatan kinerja profesi kesehatan khususnya pada pelayanan kesehatan dalam memberikan informasi terkait penggunaan obat yang rasional. Kemudahan jaringan internet dan kecanggihan dari perangkat smartphone sangat dimungkinkan untuk mengakses e-informasi obat.
Berdasarkan data pada alexa.com ditemukan bahwa secara global terdapat 5 situs teratas penyedia informasi obat yang paling sering diakses yaitu drugs.com, rxlist.com, mayoclinic.org, globalrph.com, dan viagra.com (Alexa, 2017). Sedangkan untuk smartphone software terdapat beberapa aplikasi yang berada di Play Store seperti Medscape, Epocrates, MIMS, MIMS Indonesia, IONI BPOM, Drug.com Medication Guide, dan Nurse’s Drug Handbook (Google, 2017). Dari
semua e-informasi obat yang disebutkan hanya aplikasi IONI BPOM yang tersedia dalam bahasa Indonesia.
Struktur e-informasi obat sebagian besar terdiri dari nama obat, indikasi, dosis, farmakologi, interaksi obat, kontra indikasi, harga, dan efek samping (Mosa et al., 2012). Beberapa software juga menawarkan program penghitungan dosis dan pencarian interaksi obat. Informasi obat tersebut sangat bermanfaat dalam dunia praktik profesi kesehatan, dimana penggunaan aplikasi dapat mempercepat akses informasi tenaga kesehatan untuk melakukan pelayanan asuhan kesehatan (kefarmasian, kedokteran, keperawatan, dan kebidanan). Hal ini akan mampu meningkatkan keamanan penggunaan obat.
E-informasi obat akan sangat bermanfaat bagi tenaga kesehatan untuk mencari penjelasan untuk menyelesaikan masalah terapi obat dengan memberikan informasi obat yang terkini, tidak bias, dan terkaji. Misalnya tentang dosis, efek samping, penggunaan obat pada masa kehamilan dan menyusui, dan interaksi obat. Hal tersebut didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Raal et al (2006), dimana terdapat lima bidang informasi obat yang penting bagi tenaga kesehatan yaitu farmakologi, indikasi, dosis, kontraindikasi, dan efek samping. Informasi obat yang penting tersebut dapat diperoleh dari e-informasi baik berbasis aplikasi maupun web sebagai pilihan dalam pencarian data untuk pelayanan kesehatan, namun menurut Ventola (2014), keterbatasan utama dari informasi kesehatan yang ditemukan di media sosial dan sumber online lainnya adalah kurangnya kualitas dan tingkat kepercayaan dari informasi tersebut. Dimana penulis informasi kesehatan sering tidak diketahui sehingga perlu dilakukan kajian terlebih dahulu
untuk meyakinkan bahwa informasi tersebut memiliki kualitas dan validitas yang terjamin.
Sedikitnya e-informasi yang dikembangkan dalam upaya pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia menyebabkan perlunya suatu usaha penyediaan informasi agar terjadi peningkatan pemahaman informasi obat yang menunjang keberhasilan praktik profesi dan pencapaian target patient safety. Struktur e-informasi akan berpengaruh pada ketertarikan tenaga kesehatan dalam menggunakan e-informasi obat. Dalam upaya penyediaan e-informasi yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kesehatan, perlu diadakan survei kebutuhan e-informasi obat oleh tenaga kesehatan untuk menopang kinerja praktik profesinya. Dalam penelitian ini akan dilakukan survei kebutuhan e-informasi obat pada tenaga kesehatan sehingga diperoleh bentuk rancangan kerangka e-informasi obat.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.2.1 Apa sajakah sumber e-informasi yang sering diakses oleh tenaga kesehatan sebagai sumber informasi obat?
1.2.2 Jenis informasi obat apa saja yang diperlukan oleh tenaga kesehatan?
1.2.3 Bagaimanakah tingkat pengetahuan tenaga kesehatan terhadap validitas sumber informasi elektronik yang digunakan?
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Untuk mengetahui sumber e-informasi yang sering diakses oleh tenaga kesehatan sebagai sumber informasi obat.
1.3.2 Untuk mengetahui jenis informasi obat yang diperlukan oleh tenaga kesehatan.
1.3.3 Untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga kesehatan terhadap validitas sumber informasi elektronik yang digunakan.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Mengetahui tren akses informasi obat oleh tenaga kesehatan.
1.4.2 Membuka wawasan tenaga kesehatan mengenai sumber informasi obat yang kualitas dan validitasnya terjamin untuk mendukung usaha dalam meningkatkan patient safety.