1-Jur. Fak. Perlk. Unsrat II (3) I 49
-
'3, 1993 I55N 0852-1840PENGARUH PERI ODE UMUR BULAN TERHADAP
.HASIL TANGKAPAN IKAN UMPAN DENGAN
JARING RED I DI TELUK AMBON BAGIAN DALAM
Oleh
M.S. HAMZAH dan O.K. SUMMADHIHARGA *)
ABSTRACT
THE EFFECT OF MOON AGE PERIOD ON THE CATCH OF BAIT FISH USING BEACH SEINE IN INNER AMBON BAY. The researches of some bait fishes of Puri hitam (5tolephorus buccaneen) and Make (5ardinella fimbriata)
using beach seine have been carried out during September to December 1989 ini inner Ambon Bay. Statistical analysis of the catch according to the moon age period showed that the Puri hitam (5. buccaneer~ and Makke (5. fimbriata) catches were effected by moon age period, in a relationship by transparance waters value.
PENDAHULUAN
Jaring redi (beach seine) adalah merupakan jenis alat tangkap sederhana (perikanan skala kecil). Aplikasi alat tangkap ini pada nelayan yang mendiami pesisir pantai Teluk.
Ambon blasanya dioperasikan pada siang atau malam hari diperairan pantai. Bila operasi penangkapan dilakukan pada malam hari, maka dipergunakan lampu petromak (light fishing) untuk mengumpulkan jenis-jenis ikan pelagis yang mempunyai sifat phototaxis positif (tertarik pada sumber cahaya), diantarnya jenis ikan umpan. Jenis ikan ini yang dapat ditangkap dengan jaring redi/jaring tarik dengan menggunakan cahaya lampu adalah ikan teri atau puri (Stolephorus spp), make (Sardinella spp),lalosi (Caesio spp), lompa
(Thris-sina spp), momar (Decapterusspp), dan tatari(Rastre/liger spp) (SUMADHIHARGA, 1978).
Selanjutnya dikatakan pula bahwa jenis ikan umpan yang terbaik untuk penangkapan ikan cakalang adalah jenis ikan teri.
Pada akhir-akhir ini sering timbul keluhan dari para nelayan maupun dari instansi-in-stansi yang berkaitan dengan perikanan ikan umpan di Teluk Ambon. Ini dapat dilihat dari data produksi Dinas Perikanan Tingkat I Maluku tahun 1973 sebesar 1297,80 ton, tahun 1974 sebesar 1098,77 ton dan tahun 1975 produksinya menurun menjadi 883,80 ton (SUMADHIHARGA dan YULIANTO, 1988). Penurunan produksi ini adalah kemungkinan sebagai akibat dari kelebihan tangkap, perubahan kondisi lingkungan, musim dan keadaan bulan di fangit (umur bulan). Sebagaimana yang dikatakan oleh (AYODHYOA, 1981) bahwa keadaan bulan dilangit (umur bulan) adalah turut meinpengaruhi tertariknya ikan terhadap cahaya.
"). Balitbang Sumberdaya Laut, Puslitbang Oseanologi
-
LlPI Ambon.Selanjutnya dikatakanpula bahwa terang bulan yang cerah dapat menyebabkan ikan-ikan menyebarluaskan daerahnya, sehingga kepadatannya berkurang. Dengan demikian operasi penangkapan yang dilakukan pada waktu-waktu tersebut kurang efektif
(YAM I,1976).
Dari permasalahan tersebut diatas penulis mencoba memberikan gambaran tentang waktu penangkapan yang cocok/tepat menurut periode-periode umur bulan yang ada.
BAHAN DAN METODA
Data yang dipergunakan dalam penulisan ini adalah hasil penelitian penangkapan ikan umpan terutama jenis puri hitam (Sto/ephorus buccaneeri) dan make (Sardinefla
fimbriata)yang dilakukan pada bulan September
-
November 1989 di Teluk Ambon bagiandalam. Penentuan dari kedua jenis ikan umpan tersebut dilakukan dengan menggunakan pendekatan buku yang dikembangkanoleh MUNRO (1967). Sedangkan alat tangkap yang digunakan dalam penelitian ini adalah jaring redi (beach seine) yang dioperasikan pada malamhari dengan mempergunakanperahu bantu yang dipasang denganlampu petromak. Aplikasi alat tangkap ini dioperasikan pada perairan pantai yang bersubtrat dasar pasir, batu kerikil dan lamun. Sehingga pada saat penarikan jaring dapat berjalan dengan lancar atau tidak tersangkut akibat tonjolan batu. Perahu bantu yang dipasang dengan lampu petromak adalah untuk mengumpulkan gerombolan ikan umpan. Sila ikan umpan mulai hadir di bawah lampu, maka perahu tersebut bergerak menepi perlahan-Iahansampai pada suatu tempat sekitar 200 m dari tepi pantai. Kekuatan cahaya lampu dikurangi dengan cara menutup lampu tersebut dengan kain yang berwarna gelap, dengan maksud agar gerom~ bolan ikan umpan bergerak lebih tenang. Sementara itu penjaringan dilakukan dengan cara melingkari perahu yang diberi lampu, sehingga gerombolan ikan yang terjaring digiring perlahan- lahan ke arah pantai sampai tertangkap.
Sebagai sampel diambil satu keranjang setiap kali pengamatan dengan cara acak. Dari sampel tersebut dipisahkan menurut jenisnya, dan kemudian dari hasil pengamatan ini diplotkan berdasarkan periode umur bulan. Sersamaan dengan ini dilakukan pula pe-ngukuran nilai kecerahan dengan menggunakan IICakramsecchi".
Metoda analisa data yang dipergunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dan dilanjutkan dengan uji Seda Nyata Jujur (SNJ) (SEIPALLA, 1981) bagi faktor yang mem-berikan pengaruh nyata atau sangat nyata terhadap hasil tangkapan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil analisa varians dan uji Seda Nyata Jujur (SNJ) terhadap hasil tangkapan ikan puri hitam (Sto/ephorus buccaneer~ dan make (Sardinefla fimbriata) yang dirinci menurut
periodeumurbulandapatdilihatpadaTabel1 dan2. PadaTabel1 tampakbahwaFhit> Ftabel.Halini menunjukkanbahwaperiodeumurbulanmempunyaipengaruhyangberbeda
nyata terhadap hasil tangkapan padatingkat kepercayaan 95%. Dengan demikian berbeda
50
Pengaruh periode umur buJan terhadap hasH tangkapan ikan
periode umur bulan berbeda pula hasil tangkapan yang akan diperoleh. Perbedaan ini telah dijelaskan di muka bahwa keadaan bulan di langit (umur bulan) turut mempengaruhi tertariknya ikan terhadap cahaya (AYODHYOA, 1981). Dengan demikian operasi penangkapan yang dilakukan pada waktu-waktu ini adalah kurang efektif (YAMI, 1976). Selanjutnya dalan uji BNJ (TabeI2) ternyata hasil tangkapan ikan puri hitam (Sto/ephorus
buccaneen) pada periode bulan kwartil terakhir dan periode bulan baru (bulan gelap)
mempunyai respons yang berbeda nyata terhadap hasil tangkapan pada periode bulan purnama (kwartilll).
Tabel1.Analisavariansterhadap hasiltangkapan ikan purl (stolephorusbuccaneer#)dan make
(Sar-dlnellafimbriats)yangdlrinclmenurut periode umur bulan
Species SK DB JK KT Fh Ftabel
0,05 0,01 Puri hitam.Antar perl.
P.U.Bulan Acak
Make Antar Pert P.U. Bulan
Acak
"3,10 4,94
*3,10 4,94
Keterangan :
Perl = Perlakuan,P:U= periodeumur
..
=
berpengaruh nyata pada tingkat keyakinan 95 %Keterangan :"
=
Berbeda nyata pad a tingkat kepercayaan 95 % tn=
tidak berbeda nyata.51
3 160988,13 53662,71 4,37 20 245688,83 12284,44
-3 99314,83 33104,95 3,69
20 179371,0 8968,55
Tabel 2. Ujibeda nyata jujur terhadap hasH tangkapan ikan purl hitam (Stolephorus buccaneer/) dan make (Sardinella fimbriata) berdasarkan periode umur bulan.
Species Perlakuan Rata-rata B e d a
P.U.bulan pertakuan II I IV III
II 73,67 I 206,3 132,63tn Purihltam IV 262,67 189,0* 56,37tn III 284,17 210,5* 77,87tn 21,stn II III I IV II 65,0
-III 108,83 38,83tn Make I 133,17 68,17tn 29,34tn IV 238,33 173,33* 134,Stn 105,16tn, M.S. Hamzah dan O.K. Simadhiharga
-Sementara ikanmake (Sardinella dimbriata)tercatat pada periode bulanbaru yang hanya tercatatpada periodebulan baru mempunyai respons yang berbeda nyata terhadap hasiltangkapan pada periode bulan pumama. Perbedaan ini tampak pada Gambar 1 bahwa jumlah rataan hasil tangkapan ikan puri (Stolephorus buccaneer~ yang tercatat pada aperiode bulan kwartil terakhir yang mempunyai nilai kecerahan yang cukup rendah cenderung lebih efektif dan disusul oleh hasil tangkapan pada periode bulan baru (bulan gelap) yang mempunyai nilai kecerahan yang rendah. Sedangkan hasil tangkapan ikan make (Sardinella fimbriata) diperoleh pada periode bulan baru yang mempunyai nilai kecerahan yang rendah adalah lebih menguntungkan dibandingkan dengan hasil tangkapan yang tercatat padaperiode bulan lainnya yang mempunyai nilai kecerahan yang lebih tinggi. Rendahnya nilai kecerahan yang tercatat pada periode bulan baru atau yang disebut periode bulan gelap adalah karena tidak dipengaruhi oleh cahaya bulan. Sehingga nilai kecerahan yang diperoleh pada periode bulan ini hanya tergantung dari pada daya' tampak cahaya lampu itu sendiri ke dalam laut. Dengan demikian operasi penangkapan yang dilakukan pada pariode bulan tersebut lebih menguntungkanYAMI (1976) dan SINAY (1984).
Dari hasil bahasan tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa jenis ikan puri
(Stolephorus bucceneer~ cenderung lebih berhasil ditangkap pada periode bulan kwartil
terakhir yang mempunyai nilai kecerahan yang cukup tinggi dan kemudian disusul oleh hasil tangkapan pada periode bulan gelap. Sementara jenis ikan make(Sardinellafimbriata) hasil
tangkapan terbanyak tercatat pada periode bulan baru (bulan gelap) yang mempunyai
nilai-nilai kecerahan yang rendah. .
-.",,"'" """.,glg 1m) hos' far9'apon 1213001I-I el 200
r--",
. I-~
I I I .~
!
,/
v
,
..:
I/
r
' I I I I I I\
:
/
\\
! \ I I\
\ !/
\~
D I ZSO 61 ISO <I 100 SO III IV """"" ~ aJa>Keterangan Gambar :--- =PlJ'i hitam (Stolephcrus buccaneeri) I=Periode kwartr pertama
-....
-
=Meke(Sardine/fa6m/riata) II =Periode bulanpumama- =Kecerahan (m) III=Periode kwartir terakhir
IV=Periode bulan baru
Gambar 1. Grafik rata-r~ta hasil tangkapan ikan umpan dan nilai kecerahan yang dirinci menu rut perlode umur bulan.O
Pengaruh perJode umur bulan terhadap hasH tangkapan ikan
DAFTAR PUSTAKA
AYODHYOA,1981. Metoda Penangkapan Ikan.Yayasan Dwi Sri, Bogor: 97 halo
MUNRO, I.R.S.1967. The Fishes of New Guinea. Dep. Agr. Stok and Fisheries,Port
Morenby: 651halo
SEIPALLA, I. 1981. Rancangan Percobaan (suatu pedoman bagi penelitian). Dep. Ilmu
Pengetahuan Alam. Fakultas Pertanian/Kehutanan UNPATTI. Ambon: 137 halo SINAY, R.G.R.A.1984. Pengaruh cahaya bulan terhadap hasil tangkapan ikan
umpan
dengan Boo-Uke-Ami.
Skripsi Fakultas Perikanan UNPATTI. Ambon: 87 halo SUMADHIHARGA, O.K. 1978. Beberapa aspek bio!ogi ikan puri, Sto/ephorusheterolobus di Teluk Ambon.
SUMADHIHARGA, OK dan K. YULIANTO 1988.pengamatan beberapa aspek biologi
dan masalah yang dihadapi perikanan ikan umpan di Teluk Ambon. Oalam
: Teluk Ambon I, Biologi, Perikanan, Oseanografi dan Geologi. (SUBAGIO SOEMODHIHARDJO, dkk. eds). Balitbang Sumberdaya Laut, Puslitbang Oseanologi - LIPI Ambon, : 55 - 61.
YAMI, B. 1976.Fishing with Light. Published by arranggement with the Food and Agriculture Organization ofthe united national by fishing New Books Ltd. England,