DAFTAR PUSTAKA
Alhaddi, Hanan. 2014. “Blue Ocean Strategy and Sustainability for Strategic Management”. Jurnal Business, Management and Governance, Vol. 82, hal 125-132.
Arief Rachman S., Sugih Arto P., dan Rosnani Ginting. 2013. “Pendekatan Blue Ocean Strategy terhadap Strategi Pelayanan Rumah Sakit”. Jurnal Teknik Industri, Vol. 1, No. 2, hal 40-46.
Asian Banking and Finance. 2016. Persaingan Bank di Indonesia. www.asianbankingandfinance.net (Diakses tanggal 7 Mei 2016).
Aswal, Pankaj dan Manish Singh. 2012. “Sales Forecast by Taking the Concept of Blue Ocean Theory Using MatLab Programming”. Jurnal Economics and Sustainable Development, Vol. 3, No. 4, hal 1-8.
Bank Syariah Mandiri. 2016. Profil Perusahaan. www.syariahmandiri.co.id (Diakses tanggal 5 Mei 2016).
Berita Satu. 2016. Industri Perbankan Syariah di Indonesia. www.beritasatu.com (Diakses tanggal 7 Mei 2016).
Bungin, Burhan. 2006. Analisis Data Penelitian Kualitatif. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Cannon, Joseph P. Perreault, Jr.William D., McCarthy, E.Jerome. 2008. Pemasaran Dasar : Pendekatan Manajerial Global. Edisi Keenam Belas. Salemba Empat. Jakarta.
Cannon, Joseph P, William D. Perreault, Jerome McCarthy. 2009. Pemasaran Dasar - Pendekatan Manajerial Global. Edisi 16 Buku 2. Salemba Empat. Jakarta.
Eboreime, Ohimai Friday dan Eleazar Chibuzor Gbandi. 2014. “Blue - Ocean Strategy : The Strategic Logic of High Growth for Small and Medium Enterprises in Nigeria”. Jurnal Business and Management, Vol. 16, No. 5, hal 1-4.
Fatwa Dewan Syari’ah Nasional (DSN) No.73/DSN-MUI/XI/2008 tentang Musyarakah Mutanaqishah.
No: 91/DSN-MUI/IV/2014 tentang Pembiayaan Sindlkasi (Al-Tamwil Al-Mashrifi Af-Mujamma').
No. 8/DSN-MUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Musyarakah.
Ferrel, O. C. dan Hartline, M. D. 2011. Marketing Strategy. Fifth Edition. Mason, Cengage Learning. USA.
Gabriella A. B. Barros, Átila V. M. Moreira dan Vicente V. Filho. 2013. “Applying Blue Ocean Strategy to Game Design : A Path to Innovation”. Jurnal Art & Design Track, hal 267-276.
Grienitz, Volker dan André-Marcel Schmidt. 2012. “Taxonomy for Generation of Blue Ocean Business Model with Scenario Technique”. Jurnal Industrial and Systems Engineering, hal 1-10.
Hamijaya, Sanantha dan Ratih Indriyani. 2014. “Perumusan Blue Ocean Strategy Sebagai Strategi Bersaing pada Perusahaan Keluarga PT Belirang Kalisari”. Jurnal Manajemen Bisnis, Vol. 2, No. 1, hal 1-8.
Hana Š., Michal Č., dan Vlasta Humlová. 2011. “The Impact of Blue Ocean Strategy in Low-Cost Transport”. Jurnal Traffic and Transportation Engineering, Vol. XX, hal 40-44.
Hollensen, Svend. 2013. “The Blue Ocean That Disappeared – The Case of Nintendo Wii”. Jurnal Business Strategy, Vol. 34, No. 5, hal 25-35.
Ikatan Bankir Indonesia. 2013. Memahami Bisnis Bank. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Info Bank News. 2016. Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia www.infobanknews.com (Diakses tanggal 7 Mei 2016).
Jui-CT; Min CS, Chuan YH, Jian HL. 2014. “Developing Blue Ocean Strategy of Sustainable Product Design and Development for Business Opportunities of BOP Groups in Taiwan”. Jurnal Mathematical Problems in Engineering, Vol. 2014, No. 297524, hal 1-23.
Kabukin, Dmitrij. 2014. “Reviewing the Blue Ocean Strategy - Is the Blue Ocean Strategy valid and reliable?”. Tesis. Program Studi Master Business Administration, University of Twente. Belanda.
Kang, Shihan dan Duanyang Li. 2013. “Blue Ocean Strategic Planning of Acupuncture Clinics’ Business in Copenhagen-Adapt Jiankang Clinic as a
Case Study”. Tesis. Program Studi Economic and Business
Keputusan Dewan Syariah Nasional No. 01/DSN-MUI/X/2013 tentang Pedoman Implementasi Musyarakah Mutanaqishah dalam Produk Pembiayaan. Kim, Chan W. dan Renee Mauborgne. 2005. Blue Ocean Strategy, How To
Create Uncontested Market Space and Make Competition Irrelevant, Harvard Business School. Boston.
. 2015. Blue Ocean Strategy – Expanded Theory, How To Create Uncontested Market Space and Make Competition Irrelevant, Harvard Business School. Boston.
Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 2012. Principles of Marketing Global. 14th edition. Prentice. New Jersey.
Kotler, Philip, dan Kevin Lane Keller. 2013. Marketing Management. Fourteenth Edition. Prentice-Hall Inc. New Jersey.
Kurnia, Nenny, Farida, Rijal Arslan, Yoga Aditya Herlambang, Elda Wediana. 2015. Islamic Finance Outlook 2015. Karim Consulting Indonesia. Jakarta. Malhotra, Deepali dan Swati Seth. 2014. “The Rise of Blue Ocean Strategy and Leadership”. Jurnal International Business and Management, Vol. 2, No. 9, hal 248-253.
Mazhaly, Nissyia. 2012. “Usulan Penerapan Blue Ocean Strategy di PT. X dalam Menghadapi Persaingan Penjualan Automatic Tank Gauging X”. Jurnal Teknik Industri, hal 241-254.
Mullins, John W. dan Boyd, Jr. 2008. Marketing Management : A Strategic Decision Making Approach. Sixth Edition. Mc Graw Hill.
Mullins, John W. dan Orville C. Walker, Jr. 2010. Marketing Management : A Strategic Decision-Making Approach. Seventh Edition. Mc Graw Hill. Neuman, W. Lawrence. 2013. Metodologi Penelitian Sosial : Pendekatan
Kualitatif dan Kuantitatif. Edisi Ketujuh. PT Indeks. Jakarta.
Nicolas, Guillaume dan Bjorn Bjerke. 2011. “The Evolution of Strategic Thinking and Practices: Blue Ocean Strategy”. Tesis. Program Studi Leadership and Management in International Context, Linnaeus University. Swedia. Otoritas Jasa Keuangan. 2015. Booklet Perbankan Indonesia 2015. Departemen
Perizinan dan Informasi Perbankan. Jakarta.
. 2015. Laporan Profil Industri Perbankan. Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis. Jakarta.
. 2016. Booklet Perbankan Indonesia 2016. Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan. Jakarta.
. 2016. Statistik Perbankan Syariah 2016. Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan. Jakarta.
Parvinen, Petri; Jaakko A, Joel H, Sami K. 2011. “Awareness, Action and Context-Specificity of Blue Ocean Practices in Sales Management”. Jurnal Management Decision, Vol. 49, No. 8, hal 1218-1234.
Rachman et. al. 2013. “Pendekatan Blue Ocean Strategy terhadap Strategi Pelayanan Rumah Sakit”. E-Jurnal Teknik Industri FT USU. Vol. 1, No. 2, hal 40-46.
Renneboog, Luc. 2006. Advances in Corporate Finance and Asset Pricing. First Edition. Elsevier B. V. Netherlands.
Salvador, Marisela Rodríguez dan Manuel Alejandro Bautista Reyes. 2011. “Methodology of Integration for Competitive Technical Intelligence with Blue Ocean Strategy: Application to an Exotic Fruit”. Jurnal Intelligence Studies in Business, Vol. 1, hal 29-39.
Sarwono, Jonathan. 2013. Strategi Melakukan Riset. Graha Ilmu. Yogyakarta. Sitanggang, Asima Oktavia. 2012. “Evaluasi Strategi Blue Ocean pada Stasiun
Televisi (Studi Kasus pada Program Spesial Lamp10n di Global TV)”. Tesis. Departemen Ilmu Komunikasi, Program Pascasarjana. Universitas Indonesia. Jakarta.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B. Alfabeta. Bandung.
Undang - Undang No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.
Veithzal Rivai. 2006. Credit Management Handbook. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Vester, Daniel. 2012. “Synthesizing a Blue Ocean”. Tesis. Program Studi Industrial and Strategic Design. Aalto University. Finlandia.
Wubben E., Du¨sseldorf F., dan Batterink. 2012. “Finding Uncontested Market for European Fruit and Vegetables through Applying the Blue Ocean Strategy”. British Food Journal. Vol. 114, No. 2, hal 248-271.
Zikmund, William G dan Barry J. Babin. 2010. Riset Pemasaran. Salemba Empat. Jakarta.
LAMPIRAN HASIL IN-DEPTH INTERVIEW A. PERTANYAAN UMUM
1. Menurut Bapak/Ibu, apa definisi pembiayaan sindikasi dengan skim musyarakah mutanaqishah?
Responden 1 (Manager):
Pembiayaan yang dilakukan antar bank syariah dengan berbasis refinancing asset.
Responden 2 (Manager):
Pembiayaan gabungan bank dengan nasabah melalui skema musyarakah dengan perpindahan porsi kepemilikan aset secara bertahap.
Responden 3 (Manager):
Pembiayaan musyarakah dengan ketentuan bagian dana salah satu mitra akan dialihkan secara bertahap kepada mitra lainnya, sehingga bagian dananya akan menurun dan di akhir periode mitra lain tersebut akan menjadi pemilik penuh usaha tersebut.
Responden 4 (Manager):
Perjanjian antara dua belah pihak atau lebih yang berserikat terhadap suatu barang dimana salah satu pihak kemudian membeli bagian pihak lainnya secara bertahap.
Responden 5 (Manager):
Skema dimana setiap terjadi pembayaran angsuran oleh nasabah, maka porsi kepemilikan atas usaha/barang yg di musyarakah-kan akan beralih sedikit demi sedikit kepada nasabah.
Responden 6 (Department Head):
Pembiayaan dimana dua pihak bekerjasama sesuai porsinya dan seiring jangka waktu terjadi peralihan porsi antar pihak (porsi satu pihak berkurang sementara pihak lain bertambah).
Responden 7 (Department Head):
Pembiayaan gabungan bank dengan skema perpindahan aset dari satu pihak ke pihak lain.
Responden 8 (Department Head):
Pembiayaan dengan perpindahan asset yang return-nya dapat berupa margin, bagi hasil ataupun ujroh.
Responden 9 (Group Head):
Pembiayaan dengan porsi syirkah antara dua pihak yang menyebabkan perpindahan aset secara bertahap.
2. Menurut Bapak/Ibu, apa keunggulan pembiayaan sindikasi dengan skim musyarakah mutanaqishah?
Sistem keuntungan berbasis bagi hasil, tidak seperti murabahah yg mengharuskan ceiling price.
Responden 2 (Manager):
Pricing dan tujuan pembiayaan yang beragam. Responden 3 (Manager):
- Fleksibilitas pengaturan pricing.
- Bisa untuk skema takeover, refinancing asset dan lain – lain Responden 4 (Manager):
Pricing yang dapat bersaing dibandingkan dengan skim lainnya. Responden 5 (Manager):
Bank dan nasabah sama-sama memiliki atas suatu asset, dikarenakan asset tersebut merupakan aset bersama maka bank nasabah akan saling menjaga atas asset tersebut, terkait pricing dapat menyesuaikan harga pasar.
Responden 6 (Department Head):
Pembiayaan musyarakah mutanaqisah menguntungkan dalam hal adanya peluang untuk melakukan review bagi hasil atau ujrah secara berkala yang dapat diterapkan, juga dapat digunakan untuk melalukan pembiayaan kembali atas aset suatu pihak.
Responden 7 (Department Head):
Multifungsi dan pricing yang lebih rendah dibanding skim lain. Responden 8 (Department Head):
Reviewable pricing dan perpindahan asset secara proporsional. Responden 9 (Group Head):
Tujuan pembiayaan beragam dan mudah dalam implementasinya.
3. Menurut Bapak/Ibu, apa kelemahan pembiayaan sindikasi dengan skim musyarakah mutanaqishah?
Responden 1 (Manager):
Nasabah harus memiliki aset terlebih dahulu yang akan dibiayai. Responden 2 (Manager):
Belum familiar dan sistem yang belum akomodir. Responden 3 (Manager):
Berkurangnya pendapatan bank atas margin sewa yang dibayarkan mitra lain seiring berjalannya waktu.
Responden 4 (Manager):
Berkurangnya pendapatan Bank Syariah atas margin/sewa yang dibebankan. Responden 5 (Manager):
Adanya potensi pajak atas peralihan asset. Responden 6 (Department Head):
menggunakam transaksi ini. Responden 7 (Department Head): Sejauh ini belum ada.
Responden 8 (Department Head):
Diperlukan sistem yang mengakomodir skim ini. Responden 9 (Group Head):
Diperlukan SDM yang mumpuni.
4. Menurut Bapak/Ibu, apakah produk pembiayaan sindikasi dengan skim musyarakah mutanaqishah memiliki keunikan dibandingkan skim pembiayaan pada umumnya?
Responden 1 (Manager):
Punya, musyarakah mutanaqishah adalah skim yg memilik akad kombinasi, yaitu ijarah, musyarakah dan al-bai.
Responden 2 (Manager):
Ya, yaitu multifungsi dengan menggunakan akad kombinasi. Responden 3 (Manager):
Ya, keunggulan dalam penentuan pricing. Responden 4 (Manager):
Dikarenakan barang milik bersama, maka akan ada penjagaan bersama antara bank dan nasabah.
Responden 5 (Manager):
Ya, karena akad musyarakah mutanaqishah dapat digunakan untuk beberapa tujuan seperti refinancing, takeover dari bank syariah, untuk pembiayaan modal kerja, capex, dan lain-lain.
Responden 6 (Department Head):
Pembiayaan musyarakah mutanaqishah merupakan pembiayaan dengan lebih dari satu transaksi, berupa musyarakah, ijarah dan ba'i dalam satu transaksi (hybrid), tidak seperti skim lain yang hanya terdiri dari satu transaksi.
Responden 7 (Department Head):
Ya, karena skim ini merupakan skim yang menggabungkan beberapa akad menjadi satu.
Responden 8 (Department Head):
Ya, keunikannya yaitu dapat memudahkan bank dan nasabah dalam menentukan skim dan struktur pembiayaan yang sesuai.
Responden 9 (Group Head):
Ya, fitur dan transaksi perpindahan aset yang menjadi ciri khas pembiayaan musyarakah mutanaqishah.
5. Menurut Bapak/Ibu, apakah produk pembiayaan sindikasi dengan skim musyarakah mutanaqishah memiliki daya saing yang tinggi di pasar sindikasi/perbankan?
Responden 1 (Manager):
Tidak juga, bank konvensional memiliki produk yang sama, yaitu asset refinancing.
Responden 2 (Manager):
Jelas, karena skim ini unik dan multifungsi. Responden 3 (Manager):
Ya, mengingat skema ini fleksibel dalam penentuan pricing-nya. Responden 4 (Manager):
Karena skim ini belum banyak diterapkan oleh perbankan-perbankan lain, maka skim ini mempunyai keunggulan jika dapat diterapkan oleh perbankan.
Responden 5 (Manager):
Ya, namun belum dimanfaatkan secara massive oleh bank syariah di Indonesia.
Responden 3 (Manager):
Pembiayaan skim ini memiliki daya saing karena dapat bersaing sekaligus dengan perbankam konvensional, adanya review bagi hasil atau ujroh menjadi nilai tambah bagi skim ini.
Responden 6 (Department Head):
Ya, karena skim ini belum digali secara mendalam. Responden 8 (Department Head):
Ya, karena skim ini merupakan skim yang menggabungkan beberapa akad menjadi satu.
Responden 9 (Group Head):
Ya, karena potensi pasar yang akan digarap cukup besar.
6. Apakah Bapak/Ibu pernah mendengar teori Blue Ocean Strategy? Responden 1 (Manager): Ya Responden 2 (Manager): Ya Responden 3 (Manager): Ya Responden 4 (Manager): Ya Responden 5 (Manager): Tidak
Responden 6 (Department Head): Ya
Responden 7 (Department Head): Ya
Responden 8 (Department Head): Ya
Responden 9 (Group Head): Ya
7. Jika Bapak/Ibu pernah mendengar teori Blue Ocean Strategy, apa yang Bapak/Ibu ketahui mengenai teori Blue Ocean Strategy? Jelaskan.
Responden 1 (Manager):
Strategi penetrasi pasar dengan menerapkan strategi yang berbeda dengan usaha sejenis, dengan fitur yang berbeda walaupun produknya sama. Misalnya apple dgn iPod, iMac, iPhone.
Responden 2 (Manager):
Strategi menemukan ruang pasar baru tanpa pesaing. Responden 3 (Manager):
Cara memenangkan persaingan usaha tanpa menyebabkan kerugian di pihak lain / kompetitor.
Responden 4 (Manager):
Penciptaan strategi pemasaran baru yang belum pernah dibuat oleh kompetitor lain.
Responden 5 (Manager): -
Responden 6 (Department Head):
Merupakan strategi yang menggambarkan pasar baru yang sepi pesaing (belum adanya pemain lain yang banyak).
Responden 7 (Department Head): Menciptakan pasar baru.
Responden 8 (Department Head):
Strategi inovasi produk dalam pemasaran. Responden 9 (Group Head):
Menjauh dari persaingan dan membuat pesaing menjadi tidak relevan.
8. Menurut Bapak/Ibu, apa saja yang menjadi faktor persaingan (competing factors) dalam produk pembiayaan sindikasi dengan skim musyarakah mutanaqishah?
Responden 1 (Manager):
Indikasi return / bagi hasil (pricing). Responden 2 (Manager): - Harga - RM - Sales - SLA - Jaringan Responden 3 (Manager): - Pricing - Fitur - Kecepatan Proses
- Syarat - Syarat Pembiayaan - Currency
Responden 4 (Manager):
- Produk syariah yang masih jarang ditemukan - Harga sewa dapat disepakati bersama
- Margin pasar tidak terpengaruh fluktuasi Responden 5 (Manager):
Pricing dan tujuan pembiayaan Responden 6 (Department Head):
Adanya peluang review bagi hasil serta merupakan hybrid contract. Responden 7 (Department Head):
- Harga - RM - Sales - SLA - Kantor Cabang - Manajemen Relasi
Responden 8 (Department Head): - Harga - RM - Sales - SLA - Kantor Cabang - Manajemen Relasi
- Harga - RM - Sales - SLA - Kantor Cabang - Manajemen Relasi
9. Menurut Bapak/Ibu, apakah Harga (Pricing) termasuk faktor persaingan (competing factors) dalam produk pembiayaan sindikasi dengan skim musyarakah mutanaqishah? Jelaskan.
Responden 1 (Manager): Sangat berpengaruh. Responden 2 (Manager): Jelas.
Responden 3 (Manager):
Betul, nasabah menginginkan biaya dana (pricing) yang termurah. Responden 4 (Manager):
Tidak, karena semua bank dapat memainkan pricing masing-masing produknya, yang menjadi keunggulan utamanya adalah tidak terpengaruh oleh tongkat suku bunga pasar dan Service Level Agreement.
Responden 5 (Manager):
Ya, karena pricing musyarakah mutanaqishah dapat disesuaikan tidak terpatok fix seperti akad murabahah.
Responden 6 (Department Head):
Harga tidak hanya competing factors dalam skim ini, tetapi dalam skim lain juga. Tetapi dengan adanya review (proses penentuan pricing) atas pricing merupakan competing factors.
Responden 7 (Department Head): Ya.
Responden 8 (Department Head): Iya termasuk faktor persaingan. Responden 9 (Group Head): Ya.
10. Menurut Bapak/Ibu, apakah SLA (Service Level Agreement) termasuk faktor persaingan (competing factors) dalam produk pembiayaan sindikasi dengan skim musyarakah mutanaqishah? Jelaskan.
Responden 1 (Manager): Sangat berpengaruh.
Responden 2 (Manager): Jelas.
Responden 3 (Manager):
Betul, nasabah selalu butuh SLA cepat. Responden 4 (Manager):
Ya, di industri perbankan yang bergerak di bidang jasa biasanya sangat berpengaruh signifikan untuk segi pelayanan yaitu SLA (Service Level Agreement), semakin cepat dan baik suatu pelayanan, maka nasabah akan semakin loyal untuk menggunakan suatu produk.
Responden 5 (Manager):
Ya, terkait SLA apapun akad yang digunakan harus dapat terjaga. Responden 6 (Department Head):
SLA merupakan competing factors. Responden 7 (Department Head): Ya.
Responden 8 (Department Head): Ya.
Responden 9 (Group Head): Ya.
11. Menurut Bapak/Ibu, apakah Manajemen Relasi (Relationship
Management) termasuk faktor persaingan (competing factors) dalam produk pembiayaan sindikasi dengan skim musyarakah mutanaqishah? Jelaskan. Responden 1 (Manager): Sangat berpengaruh. Responden 2 (Manager): Ya. Responden 3 (Manager):
Ya, kedekatan relasi yang baik menyebabkan komunikasi kebutuhan nasabah dapat diimplementasikan dalam fitur-fitur yang diberikan bank. Responden 4 (Manager):
Relasi tidak berdampak signifikan, namun sedikit dapat mempengaruhi terhadap persaingan dikarenakan nasabah terkadang lebih merasa nyaman ketika mereka mengenal suatu perbankan dibanding dengan perbankan yang baru mereka kenal.
Responden 5 (Manager):
Ya, bagaimana membangun relasi dengan nasabah atau calon nasabah harus dilakukan.
dapat digolongkan kedalam competing factors, tetapi tidak signifikan. Responden 7 (Department Head):
Ya.
Responden 8 (Department Head): Tidak utama, namun perlu diperhatikan. Responden 9 (Group Head):
Ya.
12. Menurut Bapak/Ibu, apakah Account Holder / Relationship Manager termasuk faktor persaingan (competing factors) dalam produk pembiayaan sindikasi dengan skim musyarakah mutanaqishah? Jelaskan.
Responden 1 (Manager): Ya.
Responden 2 (Manager):
Betul, kapabilitas RM sangat penting. Responden 3 (Manager):
Ya, komunikasi yang baik penting. Responden 4 (Manager):
Mungkin, karena AH/RM sering berhubungan langsung dengan nasabah, jika AH/RM semakin baik dalam pelayanan terhadap nasabah tentu nasabah merasa nyaman.
Responden 5 (Manager):
Ya, karena seorang RM harus mampu menguasai akad-akad yang dimaksud. dan juga termasuk membina hubungan dengan nasabah.
Responden 6 (Department Head):
Dapat digolongkan kedalam competing factors, tetapi tidak signifikan. Responden 7 (Department Head):
Jelas, karena RM akan memaintain nasabah tersebut. Responden 8 (Department Head):
Ya.
Responden 9 (Group Head): Ya.
13. Menurut Bapak/Ibu, apakah Account Executive / Sales termasuk faktor persaingan (competing factors) dalam produk pembiayaan sindikasi dengan skim musyarakah mutanaqishah? Jelaskan.
Responden 1 (Manager): Ya.
Responden 2 (Manager): Kurang setuju.
Responden 3 (Manager):
Tidak begitu, karena peranan top manajemen lebih besar dalam penjualan corporate.
Responden 4 (Manager):
Mungkin, dalam pelaksanaannya meski tidak berhubungan langsung dengan nasabah namun proses dokumen pencairan sampai dengan comply dan cepat dalam proses pencairannya maka nasabah dapat membandingkan dengan perbankan lain.
Responden 5 (Manager): Ya
Responden 6 (Department Head):
Tidak dapat digolongkan kedalam competing factors. Responden 7 (Department Head):
Ya.
Responden 8 (Department Head): Ya.
Responden 9 (Group Head): Ya.
14. Menurut Bapak/Ibu, apakah Jaringan Kantor (Distribution Channel) termasuk faktor persaingan (competing factors) dalam produk pembiayaan sindikasi dengan skim musyarakah mutanaqishah? Jelaskan.
Responden 1 (Manager):
Tidak, karena sindikasi biasanya hanya berada di kantor pusat. Responden 2 (Manager):
Ya.
Responden 3 (Manager):
Ya, semakin banyak jaringan kantor semakin mudah nasabah menghubungi bank, dan semakin besar peluang bank menjaring nasabah. Responden 4 (Manager):
Tidak, karena jenis produk ini hanya dikelola oleh salah satu group unit bisnis yang berkaitan yang mengelola produk sindikasi musyarakah mutanaqishah, sehingga tidak ada hubungan lagi dengan distribution channel.
Responden 5 (Manager):
Tidak, jaringan kantor hanya bermanfaat untuk pembiayaan ritel. Responden 6 (Department Head):
Tidak dapat digolongkan kedalam competing factors. Responden 7 (Department Head):
Ya, untuk mereferensikan nasabah cabang tersebut. Responden 8 (Department Head):
Ya.
Responden 9 (Group Head): Ya.
C. PENENTUAN KANVAS STRATEGI LAMA Pembiayaan Sindikasi Secara Umum
15. Dari competing factors yang sudah ditetapkan di atas, seberapa tinggi/penting faktor "Harga (Pricing)" dalam industri pembiayaan sindikasi secara umum saat ini?
Apakah “Sangat Tinggi”, “Tinggi”, “Sedang”, “Rendah” atau “Sangat Rendah”? Responden 1 (Manager): Sedang Responden 2 (Manager): Tinggi Responden 3 (Manager): Rendah Responden 4 (Manager): Sedang Responden 5 (Manager): Sedang
Responden 6 (Department Head): Sedang
Responden 7 (Department Head): Sedang
Responden 8 (Department Head): Rendah
Responden 9 (Group Head): Sedang
Responden 10 (Manager - Eksternal BSM): Sedang
Responden 11 (Manager - Eksternal BSM): Sedang
16. Dari competing factors yang sudah ditetapkan di atas, seberapa tinggi/penting faktor "SLA (Service Level Agreement)" dalam industri pembiayaan sindikasi secara umum saat ini?
Apakah “Sangat Tinggi”, “Tinggi”, “Sedang”, “Rendah” atau “Sangat Rendah”? Responden 1 (Manager): Sedang Responden 2 (Manager): Sedang Responden 3 (Manager): Tinggi Responden 4 (Manager): Sedang Responden 5 (Manager): Sedang
Responden 6 (Department Head): Tinggi
Responden 7 (Department Head): Sedang
Responden 8 (Department Head): Tinggi
Responden 9 (Group Head): Sedang
Responden 10 (Manager - Eksternal BSM): Sedang
Responden 11 (Manager - Eksternal BSM): Sedang
17. Dari competing factors yang sudah ditetapkan di atas, seberapa tinggi/penting faktor "Manajemen Relasi (Relationship Management)" dalam industri pembiayaan sindikasi secara umum saat ini?
Apakah “Sangat Tinggi”, “Tinggi”, “Sedang”, “Rendah” atau “Sangat Rendah”? Responden 1 (Manager): Tinggi Responden 2 (Manager): Sangat Tinggi Responden 3 (Manager): Tinggi Responden 4 (Manager): Sedang Responden 5 (Manager): Tinggi
Responden 6 (Department Head): Tinggi
Responden 7 (Department Head): Sedang
Responden 8 (Department Head): Tinggi
Responden 9 (Group Head): Tinggi
Responden 10 (Manager - Eksternal BSM): Tinggi
Responden 11 (Manager - Eksternal BSM): Sangat Tinggi
18. Dari competing factors yang sudah ditetapkan di atas, seberapa tinggi/penting faktor "Account Holder / Relationship Manager" dalam industri pembiayaan sindikasi secara umum saat ini?
Apakah “Sangat Tinggi”, “Tinggi”, “Sedang”, “Rendah” atau “Sangat Rendah”? Responden 1 (Manager): Tinggi Responden 2 (Manager): Sangat Tinggi Responden 3 (Manager): Sedang Responden 4 (Manager): Sedang Responden 5 (Manager): Sedang
Responden 6 (Department Head): Sedang
Responden 7 (Department Head): Tinggi
Responden 8 (Department Head): Sedang
Responden 9 (Group Head): Tinggi
Responden 10 (Manager - Eksternal BSM): Sedang
Tinggi
19. Dari competing factors yang sudah ditetapkan di atas, seberapa tinggi/penting faktor "Account Executive / Sales" dalam industri pembiayaan sindikasi secara umum saat ini?
Apakah “Sangat Tinggi”, “Tinggi”, “Sedang”, “Rendah” atau “Sangat Rendah”? Responden 1 (Manager): Tinggi Responden 2 (Manager): Tinggi Responden 3 (Manager): Sedang Responden 4 (Manager): Sedang Responden 5 (Manager): Sedang
Responden 6 (Department Head): Rendah
Responden 7 (Department Head): Sedang
Responden 8 (Department Head): Rendah
Responden 9 (Group Head): Sedang
Responden 10 (Manager - Eksternal BSM): Sedang
Responden 11 (Manager - Eksternal BSM): Sedang
20. Dari competing factors yang sudah ditetapkan di atas, seberapa tinggi/penting faktor "Jaringan Kantor (Distibution Channel)" dalam industri pembiayaan sindikasi secara umumsaat ini?
Apakah “Sangat Tinggi”, “Tinggi”, “Sedang”, “Rendah” atau “Sangat Rendah”? Responden 1 (Manager): Rendah Responden 2 (Manager): Tinggi Responden 3 (Manager): Sedang
Responden 4 (Manager): Sedang
Responden 5 (Manager): Tinggi
Responden 6 (Department Head): Rendah
Responden 7 (Department Head): Tinggi
Responden 8 (Department Head): Tinggi
Responden 9 (Group Head): Tinggi
Responden 10 (Manager - Eksternal BSM): Tinggi
Responden 11 (Manager - Eksternal BSM): Tinggi
Pembiayaan Sindikasi Skim Musyarakah Mutanaqishah
21. Dari competing factors yang sudah ditetapkan di atas, seberapa tinggi/penting faktor "Harga (Pricing)" dalam industri pembiayaan sindikasi skim musyarakah mutanaqishah saat ini?
Apakah “Sangat Tinggi”, “Tinggi”, “Sedang”, “Rendah” atau “Sangat Rendah”? Responden 1 (Manager): Rendah Responden 2 (Manager): Tinggi Responden 3 (Manager): Tinggi Responden 4 (Manager): Sedang Responden 5 (Manager): Rendah
Responden 6 (Department Head): Rendah
Responden 7 (Department Head): Rendah
Responden 8 (Department Head): Sedang
Rendah
22. Dari competing factors yang sudah ditetapkan di atas, seberapa tinggi/penting faktor "SLA (Service Level Agreement)" dalam industri pembiayaan sindikasi skim musyarakah mutanaqishah saat ini?
Apakah “Sangat Tinggi”, “Tinggi”, “Sedang”, “Rendah” atau “Sangat Rendah”? Responden 1 (Manager): Tinggi Responden 2 (Manager): Tinggi Responden 3 (Manager): Sangat Tinggi Responden 4 (Manager): Tinggi Responden 5 (Manager): Sedang
Responden 6 (Department Head): Sedang
Responden 7 (Department Head): Sedang
Responden 8 (Department Head): Sedang
Responden 9 (Group Head): Sedang
23. Dari competing factors yang sudah ditetapkan di atas, seberapa tinggi/penting faktor "Manajemen Relasi (Relationship Management)" dalam industri pembiayaan sindikasi skim musyarakah mutanaqishah saat ini?
Apakah “Sangat Tinggi”, “Tinggi”, “Sedang”, “Rendah” atau “Sangat Rendah”? Responden 1 (Manager): Tinggi Responden 2 (Manager): Sangat Tinggi Responden 3 (Manager): Tinggi Responden 4 (Manager): Sedang
Responden 5 (Manager): Tinggi
Responden 6 (Department Head): Tinggi
Responden 7 (Department Head): Tinggi
Responden 8 (Department Head): Sedang
Responden 9 (Group Head): Tinggi
24. Dari competing factors yang sudah ditetapkan di atas, seberapa tinggi/penting faktor "Account Holder / Relationship Manager" dalam industri pembiayaan sindikasi skim musyarakah mutanaqishah saat ini? Apakah “Sangat Tinggi”, “Tinggi”, “Sedang”, “Rendah” atau “Sangat Rendah”? Responden 1 (Manager): Tinggi Responden 2 (Manager): Sangat Tinggi Responden 3 (Manager): Tinggi Responden 4 (Manager): Tinggi Responden 5 (Manager): Sedang
Responden 6 (Department Head): Sedang
Responden 7 (Department Head): Sedang
Responden 8 (Department Head): Sedang
Responden 9 (Group Head): Sedang
25. Dari competing factors yang sudah ditetapkan di atas, seberapa tinggi/penting faktor "Account Evecutive / Sales" dalam industri pembiayaan sindikasi skim musyarakah mutanaqishah saat ini?
Apakah “Sangat Tinggi”, “Tinggi”, “Sedang”, “Rendah” atau “Sangat Rendah”?
Responden 1 (Manager): Tinggi Responden 2 (Manager): Sedang Responden 3 (Manager): Sedang Responden 4 (Manager): Sedang Responden 5 (Manager): Sedang
Responden 6 (Department Head): Rendah
Responden 7 (Department Head): Rendah
Responden 8 (Department Head): Sedang
Responden 9 (Group Head): Sedang
26. Dari competing factors yang sudah ditetapkan di atas, seberapa tinggi/penting faktor "Jaringan Kantor (Distribution Channel)" dalam industri pembiayaan sindikasi skim musyarakah mutanaqishah saat ini? Apakah “Sangat Tinggi”, “Tinggi”, “Sedang”, “Rendah” atau “Sangat Rendah”? Responden 1 (Manager): Rendah Responden 2 (Manager): Tinggi Responden 3 (Manager): Rendah Responden 4 (Manager): Sedang Responden 5 (Manager): Sedang
Responden 6 (Department Head): Rendah
Responden 7 (Department Head): Sedang
Sedang
Responden 9 (Group Head): Sedang
D. KERANGKA KERJA 6 JALUR PENCARIAN
27. Apakah pembiayaan sindikasi skim musyarakah mutanaqishah
berpotensi membentuk atau menghasilkan Alternative Industries?
Perusahaan berkompetisi tidak hanya dengan perusahaan – perusahaan lain di dalam industrinya, tetapi juga dengan perusahaan – perusahaan industri lain yang memproduksi barang dan jasa alternatif.
(Jika jawaban “YA”, jelaskan dan selesai, Jika jawaban “TIDAK” maka berlanjut ke pertanyaan selanjutnya).
Responden 1 (Manager):
Tidak juga, produk eksisting sudah lebih dulu ada. Responden 2 (Manager):
Ya berpotensi membentuk alternatif industri, namun perlu ditelaah lebih jauh.
Responden 3 (Manager):
Mungkin berpotensi membentuk alternatif industri ke depannya. Responden 4 (Manager):
Tidak akan bisa lagi membentuk potensi alternatif industri jika diterpakan oleh perusahaan-perusahaan industri lain, karena hanya industri perbankan yang dapat mengembangkan produk musyarakah mutanaqishah.
Responden 5 (Manager):
Untuk saat ini belum bisa membentuk alternatif industri. Responden 6 (Department Head):
Tidak secara langsung bisa berdampak seperti itu, namun pada prosesnya hasil atas penggunaan skim ini bisa digunakan untuk mendukung perusahaan menuju alternatif industri.
Responden 7 (Department Head):
Tidak dapat membentuk alternatif industri. Responden 8 (Department Head):
Untuk saat ini belum bisa membentuk alternatif industri. Responden 9 (Group Head):
Tidak bisa membentuk alternatif industri, karena merupakan industri perbankan (sama dengan produk lain)
28. Apakah pembiayaan sindikasi skim musyarakah mutanaqishah
Maksud dari Strategic Group yaitu organisasi di dalam suatu industri yang memiliki kesamaan ciri-ciri dan karakteristik strategis.
(Jika jawaban “YA”, jelaskan dan selesai, Jika jawaban “TIDAK” maka berlanjut ke pertanyaan selanjutnya).
Responden 1 (Manager):
Bisa sesuai dengan tujuan pembiayaannya. Responden 2 (Manager):
Bisa dengan sosialisasi produk musyarakah mutanaqishah pada perusahaan dan group usahanya.
Responden 3 (Manager):
Ya, dengan group strategis perusahaan yang membutuhkan refinancing asset dan tujuan pembiayaan lainnya.
Responden 4 (Manager):
Tentu, karena produk ini masih belum banyak diterapkan oleh perbankan syariah lain.
Responden 5 (Manager):
Ya, dengan cross selling produk. Responden 6 (Department Head): Tidak berpotensi seperti itu. Responden 7 (Department Head):
Ya, dengan perusahaan yang memiliki model transaksi dan kebutuhan pendanaan yang sejenis.
Responden 8 (Department Head):
Ya, dengan perusahaan yang memiliki kebutuhan pembiayaan yang sejenis.
Responden 9 (Group Head): Tidak berpotensi seperti itu
29. Apakah pembiayaan sindikasi skim musyarakah mutanaqishah
berpotensi membentuk atau menghasilkan Buyer Group?
Misalnya BUMN Group, Listed Company, End-Consumer, dan lain – lain. (Jika jawaban “YA”, jelaskan dan selesai, Jika jawaban “TIDAK” maka berlanjut ke pertanyaan selanjutnya).
Responden 1 (Manager):
Tidak selalu, skim ini tidak dikhususkan ke group usaha. Responden 2 (Manager):
Ada potensi, dengan menggali kebutuhan group usaha nasabah sesuai dengan karakteristik perusahaannya.
Responden 3 (Manager): Tidak juga.
Responden 4 (Manager): Ya membentuk.
Responden 5 (Manager):
Ya, dengan cross selling produk. Responden 6 (Department Head):
Penggunaan skim ini bisa membentuk buyer group. Responden 7 (Department Head):
Tidak dapat membentuk buyer group. Responden 8 (Department Head): Tidak bisa.
Responden 9 (Group Head): Kemungkinannya kecil.
30. Apakah pembiayaan sindikasi skim musyarakah mutanaqishah
berpotensi membentuk atau menghasilkan Complementary Product
and Services?
Maksud dari Complementary Product and Services yaitu memberikan nilai tambah bagi konsumen dengan menggabungkan antara Produk A dengan Produk B.
(Jika jawaban “YA”, jelaskan dan selesai, Jika jawaban “TIDAK” maka berlanjut ke pertanyaan selanjutnya).
Responden 1 (Manager): Tidak juga. Responden 2 (Manager): Bisa saja. Responden 3 (Manager): Ya. Responden 4 (Manager): Ya membentuk. Responden 5 (Manager): Ya.
Responden 6 (Department Head):
Bisa berpotensi seperti yang dimaksudkan. Responden 7 (Department Head):
Ya, yaitu dengan memberikan beberapa skim pada satu struktur pembiayaan.
Responden 8 (Department Head):
Ya, yaitu dengan memberikan beberapa fasilitas tranche pada pembiayaan yang diberikan.
Ya dapat saling melengkapi sesuai dengan kebutuhan nasabah.
31. Apakah pembiayaan sindikasi skim musyarakah mutanaqishah
berpotensi membentuk atau menghasilkan Functional-Emotional
Appeal kepada pembeli?
Maksud dari orientasi ke arah fungsional adalah berdasarkan harga dan fungsi produk, sedangkan orientasi ke arah emosional lebih mengarah kepada perasaan.
(Jika jawaban “YA”, jelaskan dan selesai, Jika jawaban “TIDAK” maka berlanjut ke pertanyaan selanjutnya).
Responden 1 (Manager): Tidak selalu.
Responden 2 (Manager): Ada potensi ke arah sana. Responden 3 (Manager): Ya.
Responden 4 (Manager):
Ada potensi, namun perlu digali apa yang dapat membuat pembiayaan mmq tersebut mengarah kepada emosional pembeli.
Responden 5 (Manager): Ya.
Responden 6 (Department Head): Orientasi lebih kepada harga dan fungsi. Responden 7 (Department Head): Untuk saat ini belum.
Responden 8 (Department Head): Perlu dikaji lebih lanjut.
Responden 9 (Group Head): Saat ini belum.
32. Apakah pembiayaan sindikasi skim musyarakah mutanaqishah dapat
memanfaatkan tren atau pengaruh eksternal yang mempengaruhi bisnis pada waktu tertentu?
Melihat tren-tren ini dengan perspektif yang tepat dapat menunjukkan bagaimana cara menciptakan peluang blue ocean strategy.
(Jika jawaban “YA”, jelaskan dan selesai, Jika jawaban “TIDAK” maka berlanjut ke pertanyaan selanjutnya).
Responden 1 (Manager): Tidak.
Bisa saja. Responden 3 (Manager): Ya, bisa. Responden 4 (Manager): Ya dapat. Responden 5 (Manager):
Ya, dengan analisis lingkungan sekitar. Responden 6 (Department Head):
Pembiayaan skim ini dapat memanfaatkan tren atau pengaruh eksternal. Responden 7 (Department Head):
Ya, dengan melihat kondisi perkembangan ekonomi makro. Responden 8 (Department Head):
Belum bisa.
Responden 9 (Group Head): Ya, bisa.
E. KERANGKA KERJA EMPAT LANGKAH DAN PENENTUAN KANVAS STRATEGI BARU
33. Dari competing factors yang sudah ditetapkan di atas (Harga, SLA, Manajemen Relasi, RM, Sales, Jaringan Kantor) mana saja faktor yang harus "dihilangkan" agar pembiayaan sindikasi musyarakah mutanaqishah menjauh dari persaingan?
Responden 1 (Manager):
- Jaringan Kantor (Distribution Channel) - Account Executive / Sales
Responden 2 (Manager):
SLA (Service Level Agreement) Responden 3 (Manager):
Account Executive / Sales Responden 4 (Manager):
Jaringan Kantor (Distribution Channel) Responden 5 (Manager):
- Jaringan Kantor (Distribution Channel) - Account Executive / Sales
Responden 6 (Department Head): Account Executive / Sales
Responden 7 (Department Head):
- Jaringan Kantor (Distribution Channel) - Account Executive / Sales
Responden 8 (Department Head):
- Jaringan Kantor (Distribution Channel) - Account Executive / Sales
Responden 9 (Group Head):
- Jaringan Kantor (Distribution Channel) - Account Executive / Sales
34. Dari competing factors yang sudah ditetapkan di atas (Harga, SLA, Manajemen Relasi, RM, Sales, Jaringan Kantor), faktor baru apa saja yang harus "diciptakan" agar pembiayaan sindikasi musyarakah mutanaqishah menjauh dari persaingan?
Responden 1 (Manager): Syarat pencairan pembiayaan. Responden 2 (Manager): Arranger sindikasi. Responden 3 (Manager):
Hubungan baik dengan nasabah. Responden 4 (Manager):
Faktor pemahaman masyarakat yang beragama Islam, karena banyak umat Islam yang belum paham tentang perbankan syariah.
Responden 5 (Manager): Sosialisasi.
Responden 6 (Department Head): Arranger sindikasi.
Responden 7 (Department Head): Arranger sindikasi.
Responden 8 (Department Head): Arranger sindikasi.
Responden 9 (Group Head): Arranger sindikasi.
35. Dari competing factors yang sudah ditetapkan di atas (Harga, SLA, Manajemen Relasi, RM, Sales, Jaringan Kantor), mana saja faktor yang harus "ditingkatkan" agar menjauh dari persaingan?
Responden 1 (Manager):
- SLA (Service Level Agreement) - Manajemen Relasi
Responden 2 (Manager):
SLA (Service Level Agreement) Responden 3 (Manager):
Manajemen Relasi Responden 4 (Manager):
SLA (Service Level Agreement) Responden 5 (Manager):
- SLA (Service Level Agreement) - Manajemen Relasi
- RM (Relationship Manager) Responden 6 (Department Head): SLA (Service Level Agreement) Responden 7 (Department Head): - SLA (Service Level Agreement) - Manajemen Relasi
- RM (Relationship Manager) Responden 8 (Department Head): - SLA (Service Level Agreement) - Manajemen Relasi
- RM (Relationship Manager) Responden 9 (Group Head): - SLA (Service Level Agreement) - Manajemen Relasi
- RM (Relationship Manager)
36. Dari competing factors yang "ditingkatkan" tersebut, seberapa tinggi faktor tersebut seharusnya?
Responden 1 (Manager): - SLA (Sangat Tinggi)
- Manajemen Relasi (Sangat Tinggi) - RM (Tinggi) Responden 2 (Manager): Sangat Tinggi Responden 3 (Manager): Sangat Tinggi Responden 4 (Manager): Sangat Tinggi Responden 5 (Manager): - SLA (Sangat Tinggi)
- RM (Tinggi)
Responden 6 (Department Head): Sangat Tinggi
Responden 7 (Department Head): - SLA (Sangat Tinggi)
- Manajemen Relasi (Sangat Tinggi) - RM (Tinggi)
Responden 8 (Department Head): - SLA (Sangat Tinggi)
- Manajemen Relasi (Sangat Tinggi) - RM (Tinggi)
Responden 9 (Group Head): - SLA (Sangat Tinggi)
- Manajemen Relasi (Sangat Tinggi) - RM (Tinggi)
37. Dari competing factors yang sudah ditetapkan di atas (Harga, SLA, Manajemen Relasi, RM, Sales, Jaringan Kantor), faktor apa saja yang harus "dikurangi" agar pembiayaan sindikasi musyarakah mutanaqishah menjauh dari persaingan?
Responden 1 (Manager): Pricing Responden 2 (Manager): Pricing Responden 3 (Manager): Pricing Responden 4 (Manager): Jaringan Kantor Responden 5 (Manager): Sales
Responden 6 (Department Head): Pricing
Responden 7 (Department Head): Pricing
Responden 8 (Department Head): Pricing
Responden 9 (Group Head): Pricing
38. Dari competing factors yang "dikurangi" tersebut, seberapa tinggi faktor tersebut seharusnya? Responden 1 (Manager): Sangat Rendah Responden 2 (Manager): Sangat Rendah Responden 3 (Manager): Sangat Rendah Responden 4 (Manager): Sedang Responden 5 (Manager): Sedang
Responden 6 (Department Head): Sedang
Responden 7 (Department Head): Sangat Rendah
Responden 8 (Department Head): Sangat Rendah
Responden 9 (Group Head): Sangat Rendah
F. PENENTUAN IDE BLUE OCEAN STRATEGY YANG LAYAK SECARA KOMERSIAL
39. Apakah pembiayaan sindikasi skim musyarakah mutanaqishah dapat memberikan manfaat lebih kepada nasabah dibandingkan dengan skim lain, jelaskan?
Responden 1 (Manager):
Untuk pembiayaan syariah dapat karena tidak dapat disubstitusikan dengan skim lainnya.
Responden 2 (Manager):
Jelas karena berbeda dengan skim sindikasi pada umumnya. Responden 3 (Manager):
Ya, dengan fleksibilitas fitur. Responden 4 (Manager):
Masing-masing menpunyai manfaat yang berbeda dan juga memiliki keunggulan yang berbeda pula.
Responden 5 (Manager):
Ya, terdapat beberapa alternatif terkait dengan pricing dan cicilan. Responden 6 (Department Head):
Bisa, karena menggunakam hynrid contract sehingga banyak transaksi yang bisa dipenuhi.
Responden 7 (Department Head):
Ya, karena memiliki keunggulan tersendiri. Responden 8 (Department Head):
Ya, karena memiliki keunikan. Responden 9 (Group Head): Ya, karena dapat multifungsi.
40. Apakah pembiayaan sindikasi skim musyarakah mutanaqishah dapat memberikan penawaran harga/rate yang lebih murah kepada nasabah dibandingkan dengan skim lain, jelaskan?
Responden 1 (Manager):
Tidak selalu, rate disesuaikan dengan kebijakan bank. Responden 2 (Manager):
Ya, karena tidak mewajibkan ceiling price. Responden 3 (Manager):
Ya, dengan fleksibilitas pricing. Responden 4 (Manager):
Tergantung kebijakan manajemen selama tidak melewati batas Based Lending Rate.
Responden 5 (Manager):
Dapat sekali, jika dibandingkan dengan murabahah. Responden 6 (Department Head):
Skim ini tidak dapat secara langsung menawarkan harga yang lebih murah, tetapi dapat menawarkan proses review atas harga secara periodik, sehingga menungkinkan mendapat harga yg menjadi lebih murah.
Responden 7 (Department Head):
Ya, karena pricing dapat di-review per periode tertentu. Responden 8 (Department Head):
Ya, karena pricing lebih rendah dibandingkan rate pada umumnya. Responden 9 (Group Head):
Ya, karena menawarkan rate lebih rendah dibanding skim lain.
41. Apakah dengan adanya pembiayaan sindikasi skim musyarakah mutanaqishah dapat menekan biaya-biaya (biaya investasi, biaya operasional, biaya pemasaran, dll) yang dikeluarkan oleh perusahaan, jelaskan?
Tidak, perusahaan tetap harus membayar operational expense seperti biasa.
Responden 2 (Manager):
Bisa karena tidak perlu cabang dan jumlah SDM yang banyak, tapi yang dibutuhkan adalah SDM berkualitas dengan kualifikasi yang tinggi dan mumpuni.
Responden 3 (Manager): Sampai saat ini belum bisa. Responden 4 (Manager):
Ya, jika produk tersebut dapat diterima dengan baik di masyarakat. Responden 5 (Manager):
Ya, dengan biaya margin sewa yang bersaing tentu dapat menekan biaya perusahaan.
Responden 6 (Department Head):
Tidak dapat menekan biaya perusahaan secra signifikan, tetapi bisa menekan biaya apabila dilakukan proses review harga pembiayaan menjadi lebih murah.
Responden 7 (Department Head):
Tidak, karena perusahaan memiliki beban yang sama dengan skim lain. Responden 8 (Department Head):
Belum dapat menekan biaya karena praktiknya masih memerlukan banyak sources.
Responden 9 (Group Head):
Belum dapat menekan biaya secara signifikan karena biaya-biaya pada pembiayaan sindikasi musyarakah mutanaqishah pada umumnya sama dengan pembiayaan skim lain.
42. Jika kedepannya perusahaan menerapkan blue ocean strategy, apakah ada
rintangan/kendala dalam menerapkan blue ocean strategy pada
pembiayaan sindikasi skim musyarakah mutanaqishah? Jika ada, kira-kira apakah rintangan/kendala tersebut dapat dimitigasi dan diatasi dengan baik, jelaskan?
Responden 1 (Manager):
Ya, karena produk eksisting di konvensional sudah ada. Responden 2 (Manager):
Tidak ada, dengan catatan dilakukan dengan persiapan matang. Responden 3 (Manager):
Responden 4 (Manager):
Rintangan atau hambatan kedepan harus keluar dari Bank Indonesia dikarenakan payung perbankan harus dinaungi oleh kaidah-kaidah syariah pula. Mitigasi resikonya dengan duduk bareng dengan regulator membahas strategi yang tepat pada pembiayaan ini.
Responden 5 (Manager):
Seharusnya tidak ada, karena telah dimatangkan sebelumnya. Responden 6 (Department Head):
Sejauh pemahaman yang ada belum terdapat rintangan yang akan dihadapi.
Responden 7 (Department Head):
Tidak ada jika penerapan blue ocean strategy tersebut dilakukan dengan baik.
Responden 8 (Department Head):
Tidak ada jika penerapan blue ocean strategy tersebut dilakukan pada timing yang tepat.
Responden 9 (Group Head):
Tidak ada jika itu memang concern manajemen dan menjadi strategi perusahaan.
PERSONAL DETAILS:
Full Name : Eko Tama Putra Saratian
Place, Date of Birth : Jakarta, February 6th 1991
Sex : Male
Religion : Moslem
Marital Status : Married
Nationality : Indonesia
Address : Jalan Sunan Kalijaga RT. 006/011 No.40 Larangan Utara, Larangan, Tangerang 15154
Mobile / Phone : 081316428610 / 021-5858140
Email : [email protected] / [email protected]
EDUCATION: - FORMAL
Period Education Background
Master degree (S2), Magister Management Mercu Buana University, West Jakarta Bachelor degree (S1), Management Mercu Buana University, West Jakarta 2005 – 2008 SMA Negeri 101, West Jakarta 2002 – 2005 SMP Negeri 153, South Jakarta 1996 – 2002 SD Negeri 06, South Jakarta
2015 – now 2008 – 2012
- INFORMAL - INFOR MAL
Period Education Background Institution
2012 IEC TOEFL IEC (Score 510)
2009 – 2010 English Course LIA
Category Training / Seminar Organizer Date Place
Financial Modeling Multifinance Bank Muamalat Indonesia 16-Des-16 BMI Head Office
Financial Modeling Plantation Bank Muamalat Indonesia 26-Nop-16 BMI Head Office
Business Corner Risiko Perbankan Bank Muamalat Indonesia 20-Okt-16 BMI Head Office
Financial Modeling (Historical & Projection) Bank Muamalat Indonesia 23-Sep-2016 s.d. 24-Sep-2016 BMI Head Office
Industri Kelapa Sawit Bank Muamalat Indonesia 05-Sep-16 BMI Head Office
Workshop CKPN Ernst & Young 28-Apr-15 BSM Head Office
Analisa Watch List & Review Kolektibilitas Bank Syariah Mandiri 06-Apr-15 All Season Hotel, Jakarta
Pelatihan Pembiayaan Sindikasi Bank Syariah Mandiri 05-Dec-2014 s.d. 07-Dec-2014 Swiss-bel Hotel, Batam
Banking Staff Program (General Banking) Bank Syariah Mandiri 01-Jul-2013 s.d. 07-Jul-2013 Hotel Ibis, Jakarta
Leadership Training Program Mercu Buana English Club 2009 Bogor
Management Development Program XII Mercu Buana University 2009 Bogor
Kuliah Umum Fakultas Ekonomi Mercu Buana University 2009 Jakarta
Seminar Kewirausahaan Mercu Buana University 2009 Jakarta
Investment Seminar Mercu Buana University 2010 Jakarta
Kuliah Kunjungan Lapangan Mercu Buana University 2011 Jakarta
Leadership
Economics Banking
WORKING EXPERIENCES:
Period Position Company Division / Group Segment
Corporate Financing & Business Strategy Analyst Bank Muamalat Indonesia Head Office (Corporate Banking Strategy & Business Development) Syndication & Corporate
Assistant Relationship Manager Bank Syariah Mandiri Head Office (Corporate Banking II Group) Syndication & Corporate
Sharia Funding Executive Bank Syariah Mandiri KC Jakarta Cengkareng Retail
Analyze of customer financial condition (historical and projection) for financing proposed of corporate and syndication segment Special project to establish plasma (palm oil) specialist unit and create the business model
Arrange syndication financing
Maintain good relationship with potential and existing customers to develop Responsible to enhance corporate portfolio
Job Description:
Obtain corporate client’s information that related with financing proposal / syndication arrangement
Build good relationship with parties of syndication bank, such; arranger, underwriter, agency and participant bank Special project to prepare proposal for syndication financing proposed
Job Description:
Grab and selling of funding products; giro, deposit and saving account
Mapping and canvasing targetted customers based on area and segment Maintain the existing customers
Find the new and prospect customers
Build good relationship with retail and institution customers
Assist to obtain corporate client’s information that related with financing proposal / syndication arrangement Build good relationship with parties of syndication bank, such; arranger, underwriter, agency and participant bank Follow up correspondence and maintain the confidential of information and documentations
O/S per 31 Des '15: Rp 2,7 T (19 Customers) Job Description:
Responsible to report data of portfolio, collectibility, etc Monitor and/or maintaining the outgoing funds from customers Monitor and/or maintaining the customers' covenant
Maintain and growth own portfolio refer to annual target based on the Key Performance Indicator (KPI)
Handle funding customers, support account opening, funds placement and disbursement, and other related matters Maintain good relationship with potential and existing customers to develop
Responsible to enhance corporate portfolio
2013 - 2016
2012 - 2013 2016 - Recent
EXPERTISE:
MARKETING, BUSINESS STRATEGY, CORPORATE FINANCE, FINANCIAL ANALYSIS, SYNDICATED FINANCING, CREDIT, PORTFOLIO MANAGEMENT, FINANCIAL SERVICE,
RECENT
Top1 0 Indones ia n s cra bble pla yer by www.i ndones ia nscra bbl e.org (Indones ia Scra bbl e Federa tion offi ci a l websi te) Seni or Advi s or of Mercu Bua na Engl i sh Cl ub
2013
Publi c Spea ki ng Contes t Repres enta ti ve of Ba nk Sya ria h Ma ndiri KC Ja ka rta Cengka reng for Interna l Co mpeti ti on Busi nes s Model Repres enta tive of Ba nk Sya ri a h Ma ndi ri KC Ja ka rta Cengka reng for Interna l Competi tion
2010
Divi s ion Hea d of Educa ti on Divi s ion, Mercu Bua na Engli s h Cl ub 201 0/2011 period Get Schola rs hi p from Mercu Bua na Uni vers i ty ba s ed on a chievements
Committee “Lea ders hip Tra ini ng Progra m” Mercu Bua na Engli s h Club in 2010 Committee “Vi s i ti ng Touri st” Mercu Bua na Engli s h Cl ub i n 2010
Committee “Engl is h Event” Mercu Bua na Engli s h Cl ub in 2010
2009
Divi s ion Hea d of Innova ti on, Crea ti on a nd Medi a tion Di vi s i on, Mercu Bua na Engli s h Club 2009/2010 per i od Committee “Engl is h Event” Mercu Bua na Engli s h Cl ub in 2009
SIDE ACHIEVEMENT:
2012
1st Runner Up Scrabble competition at The ICON 2012 “Rising, Growing, Blooming”, Tarumanagara University
Rank 7th Scrabble individual competition for Asian level at Asian English Olympic 2012 “Inspiring Asia” from 52 participants
2011
1st Runner Up Spelling bee competition at Mercu Buana English Club Internal Competition 2011 2nd Runner Up Debate competition at Mercu Buana English Club Internal Competition 2011
1st Runner Up Scrabble competition for Master Category, was held by Master Scrabble Community, Politeknik Lampung 2011 2nd Runner Up Scrabble competition at e.Com Binus International University 2011
2nd Runner Up Scrabble team competition at Zig-Zag Scrabble Tournament, Trisakti School of Management 2011
Octo Finalist Scrabble individual competition Southeast Asian level at “The 2011 Southeast Asian English Olympic, Bina Nusantara University Semi Finalist Scrabble competition at The ICON 2011 “R.O.O.T”, Tarumanagara University
Rank 7th Scrabble individual competition for national level at “Indonesia Scrabble Challenge 2011” from 46 participants
2010
2nd Runner Up Scrabble team competition at Zig-Zag Scrabble Tournament, Trisakti School of Management 2010 2nd Runner Up Scrabble individual competition at Lustrum V and 25 years UMB 2010
1st Winner Spelling bee competition at Lustrum V and 25 years UMB 2010
Participant in 6th Nation Wide English Olympic Scrabble team competition for national level, Bina Nusantara University 2010
Jakarta, December 2016