• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata Kunci : Model Kooperatif dengan Teknik Bertukar Pasangan, Aktivitas dan Hasil Belajar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kata Kunci : Model Kooperatif dengan Teknik Bertukar Pasangan, Aktivitas dan Hasil Belajar"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN TEKNIK BERTUKAR PASANGAN (PAIR CHECKS) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL

BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM KOORDINAT SISWA KELAS VIII-E SMPN 7 KOTA BIMA

Ulfah Atri1, Sriaryaningsyih2.

Jurusan matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Matematika

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima.

Penerapan model pembelajaran Kooperatif dengan teknik bertukar pasangan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Sistem Koordinat siswa kelas VIII E SMPN 7 Kota Bima tahun ajaran 2016/2017. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Kooperatif dengan teknik bertukar pasangan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Sistem Koordinat siswa kelas VIII E SMPN 7 Kota Bima tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis data dari nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I 77,38 dengan persentase secara klasikal sebesar 85,71% kemudian nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II mencapai 78,33 dengan presentasi secara klasikal sebesar 90,48. Berasarkan presentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I ke siklus II diperoleh peningkatan presentase ketuntasan belajar siswa sebesar 4,77%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif dengan teknik bertukar pasangan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Sistem Koordinat siswa kelas VIII E SMPN 7 Kota Bima.

Kata Kunci : Model Kooperatif dengan Teknik Bertukar Pasangan, Aktivitas dan Hasil Belajar

Pendahuluan

Pengikutsertaan anak secara aktif di dalam proses belajar, dapat berjalan efektif, bila pengorganisasian dan penyampaian materi sesuai dengan kesiapan mental anak. Salah satu model pembelajaran yang bersifat demikian adalah pembelajaran kooperatif. Siswa dituntut bekerja dalam kelompok kecil untuk memecahkan suatu masalah. Karena pada pembelajaran kooperatif keberhasilan kelompok sangat diperhatikan, maka siswa yang pandai ikut bertangngung jawab membantu siswa yang lemah dalam kelompok masing-masing sehingga siswa yang pintar dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilan yang dimiliknya, sebaliknya siswa yang lemah akan terbantu dalam memahami permasalahan yang ada.

Disini yang menjadi alasan penulis mengambil penelitian pada kelas II dengan materi Sistem Koordinat dikarenakan pada waktu praktek mengajar peneliti mendapatkan materi tersebut sesuai dengan jadwal kurikulum yang ada pada Sekolah tersebut, selain itu model pembelajaran Kooperatif dengan teknik bertukar pasangan belum pernah diterapkan di SMPN 7 Kota Bima dan belajar kelompok dengan dua orang anggota akan lebih efektif dan bermanfaat dikarenakan siswa pasti akan bersama-sama mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, sedangkan belajar kelompok yang terdiri dari 5 samapi 6 siswa biasanya menimbulkan masalah yaitu hanya

(2)

sebagian orang saja yang mengerjakan tugas dan kadang-kadang ketika belajar kelompok malah dimanfaatkan untuk diskusi tentang hal lain dibanding mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

Dilatarbelakangi uraian di atas maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul “penerapan model pembelajaran Kooperatif dengan teknik bertukar pasangan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Sistem Koordinat siswa kelas VIII-E SMPN 7 Kota Bima.

Metode

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dimana penelitian tindakan dimaksudkan untuk memecahkan masalah-masalah sosial dan aplikasi langsung pada situasi dunia kerja.

Teknik Pengumpulan Data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu:

1. Observasi. Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan denga perilaku manusia, proses kerja, gejal-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. Observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan data aktifitas siswa dan aktifitas guru.

2. Tes. Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu maupun kelompok. Dalam penelitian ini metode tes digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar matematika.

Hasil Penelitian

a) Observasi aktivitas guru pertemuan 1

Indikator yang diamati pada aktivitas guru dalam proses belajar mengajar dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.1 Indikator Aktivitas Guru

No Indikator Skor

1 Melakukan aktivitas keseharian 3 2 Pemberian motivasi dan apersepsi 2 3 Membimbing dan mengarahkan kerja

kelompok

3 4 Pembimbing siswa selama proses diskusi dan

presentasi

2 5 Kemampuan menciptakan suasana kelas yang

kondusif

3 6 Bersama-sama siswa membuat kesimpulan 3

Jumlah 16

Pemberian skor pada setiap indikator yang diamati didasarkan pada deskriptor yang nampak. Hasil analisis aktivitas guru secara ringkas dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

(3)

Tabel 4.2 Hasil Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru dan Kategori Aktivitas Guru dalam Pembelajaran

Analisis Jumlah Kategori

Skor tertinggi 24

Cukup Baik

Skor terendah 6

Mean Ideal (MI) 2,5

Standar Deviasi Ideal (SDI) 0,83 Skor rata-rata aktivitas guru 2,67

Interval 2,08 ≤ Ag ≤ 2,92

Berdasarkan tabel 4.2 skor rata-rata aktivitas guru adalah skor rata-rata aktivitas guru adalah 2,67. Apabila nilai tersebut dibandingkan dengan tabel kategori aktivitas guru (lampiran 4) maka nilai tersebut berkategori cukup baik.

b) Observasi aktivitas belajar siswa pertemuan 1

Indikator yang diamati pada aktivitas belajar siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 4.3 Indikator aktivitas belajar siswa

No Indikator Skor

1 Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan

pembelajaran 3

2 Interaksi guru dengan siswa 3

3 Kerjasama kelompok 3

4 Interaksi siswa dengan siswa 2

5 Aktivitas siswa dalam melaksanakan diskusi 3 6 Partisipasi siswa dalam menyimpulkan hasil

belajar 2

Jumlah 16

Pemberian skor pada setiap indikator yang diamati didasarkan pada deskriptor yang nampak. Hasil analisis dari aktivitas siswa secara ringkas dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.4 Hasil Analisis Lembar Observasi Aktivitas Siswa dan Kategori Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran

Analisis Jumlah Kategori

Skor tertinggi 24

Cukup Aktif

Skor terendah 6

Mean Ideal (MI) 2,5

Standar Deviasi Ideal (SDI) 0,83 Skor rata-rata aktivitas siswa 2,67

Interval 2,08 ≤ As ≤ 2,92

Berdasarkan tabel 4.4 skor rata-rata aktivitas belajar siswa adalah 2,67. Apabila nilai tersebut dibandingkan dengan tabel kategori aktivitas siswa (lampiran 4) maka nilai tersebut berkategori cukup aktif.

(4)

c) Observasi aktivitas guru pertemuan 2

Indikator yang diamati pada aktivitas guru dalam proses belajar mengajar dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.5 Indikator Aktivitas Guru

No Indikator Skor

1 Melakukan aktivitas keseharian 4 2 Pemberian motivasi dan apersepsi 4 3 Membimbing dan mengarahkan kerja

kelompok

3 4 Pembimbing siswa selama proses diskusi dan

presentasi

2 5 Kemampuan menciptakan suasana kelas yang

kondusif

3 6 Bersama-sama siswa membuat kesimpulan 3

Jumlah 19

Pemberian skor pada setiap indikator yang diamati didasarkan pada deskriptor yang nampak. Hasil analisis aktivitas guru secara ringkas dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.6 Hasil Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru dan Kategori Aktivitas Guru dalam Pembelajaran

Analisis Jumlah Kategori

Skor tertinggi 24

Baik

Skor terendah 6

Mean Ideal (MI) 2,5

Standar Deviasi Ideal (SDI) 0,83 Skor rata-rata aktivitas guru 3,17

Interval 2,92 ≤ Ag ≤ 3,75

Berdasarkan tabel 4.6 skor rata-rata aktivitas guru adalah skor rata-rata aktivitas guru adalah 3,17. Apabila nilai tersebut dibandingkan dengan tabel kategori aktivitas guru (lampiran 4) maka nilai tersebut berkategori baik.

d) Observasi aktivitas siswa pertemuan 2

Indikator yang diamati pada aktivitas belajar siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 4.7 Indikator aktivitas belajar siswa

No Indikator Skor

1 Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan

pembelajaran 4

2 Interaksi guru dengan siswa 3

3 Kerjasama kelompok 3

4 Interaksi siswa dengan siswa 3

5 Aktivitas siswa dalam melaksanakan diskusi 3 6 Partisipasi siswa dalam menyimpulkan hasil

belajar 2

(5)

Pemberian skor pada setiap indikator yang diamati didasarkan pada deskriptor yang nampak. Hasil analisis dari aktivitas siswa secara ringkas dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.8 Hasil Analisis Lembar Observasi Aktivitas Siswa dan Kategori Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran

Analisis Jumlah Kategori

Skor tertinggi 24

Aktif

Skor terendah 6

Mean Ideal (MI) 2,5

Standar Deviasi Ideal (SDI) 0,83 Skor rata-rata aktivitas siswa 3

Interval 2,92 ≤ As ≤ 3,75

Berdasarkan tabel 4.8 skor rata-rata aktivitas belajar siswa adalah 3. Apabila nilai tersebut dibandingkan dengan tabel kategori aktivitas siswa (lampiran 4) maka nilai tersebut berkategori aktif.

e) Observasi aktivitas guru pertemuan 3

Indikator yang diamati pada aktivitas guru dalam proses belajar mengajar dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.9 Indikator Aktivitas Guru

No Indikator Skor

1 Melakukan aktivitas keseharian 4 2 Pemberian motivasi dan apersepsi 4 3 Membimbing dan mengarahkan kerja

kelompok

3 4 Pembimbing siswa selama proses diskusi dan

presentasi

2 5 Kemampuan menciptakan suasana kelas yang

kondusif

4 6 Bersama-sama siswa membuat kesimpulan 3

Jumlah 20

Pemberian skor pada setiap indikator yang diamati didasarkan pada deskriptor yang nampak. Hasil analisis aktivitas guru secara ringkas dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.10 Hasil Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru dan Kategori Aktivitas Guru dalam Pembelajaran

Analisis Jumlah Kategori

Skor tertinggi 24

Baik

Skor terendah 6

Mean Ideal (MI) 2,5

Standar Deviasi Ideal (SDI) 0,83 Skor rata-rata aktivitas guru 3,33

(6)

Berdasarkan tabel 4.10 skor rata-rata aktivitas guru adalah skor rata-rata aktivitas guru adalah 3,33. Apabila nilai tersebut dibandingkan dengan tabel kategori aktivitas guru (lampiran 4) maka nilai tersebut berkategori baik.

f) Observasi aktivitas siswa pertemuan 3

Indikator yang diamati pada aktivitas belajar siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 4.11 Indikator aktivitas belajar siswa

No Indikator Skor

1 Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan

pembelajaran 4

2 Interaksi guru dengan siswa 3

3 Kerjasama kelompok 3

4 Interaksi siswa dengan siswa 3

5 Aktivitas siswa dalam melaksanakan diskusi 3 6 Partisipasi siswa dalam menyimpulkan hasil

belajar 3

Jumlah 19

Pemberian skor pada setiap indikator yang diamati didasarkan pada deskriptor yang nampak. Hasil analisis dari aktivitas siswa secara ringkas dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.12 Hasil Analisis Lembar Observasi Aktivitas Siswa dan Kategori Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran

Analisis Jumlah Kategori

Skor tertinggi 24

Aktif

Skor terendah 6

Mean Ideal (MI) 2,5

Standar Deviasi Ideal (SDI) 0,83 Skor rata-rata aktivitas siswa 3,17

Interval 2,92 ≤ As ≤ 3,75

Berdasarkan tabel 4.12 skor rata-rata aktivitas belajar siswa adalah 3,17. Apabila nilai tersebut dibandingkan dengan tabel kategori aktivitas siswa (lampiran 4) maka nilai tersebut berkategori aktif.

1) Evaluasi Hasil Belajar Siswa

Analisis hasil evaluasi dengan penerapan model pembelajaran Kooperatif dengan Teknik Bertukar pasangan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 11. Secara ringkas data tersebut dapat dilihat seperti pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.13 Hasil Tes Evaluasi Siswa Kelas VIII E SMPN 7 Kota Bima

No. Uraian Keterangan

1 Jumlah siswa seluruhnya 21

2 Siswa mengikuti tes 21

(7)

4 Siswa tuntas 18

5 Siswa tidak tuntas 3

6 Rata-rata nilai siswa 77,38

7 Persentase ketuntasan 85,71%

8 Ketuntasan klasikal Tuntas

Berdasarkan tabel 4.13 dapat dilihat bahwa jumlah siswa yang tuntas adalah 18 orang dari jumlah keseluruhan siswa sebanyak 21 orang, yang berarti presentasi ketuntasan siswa pada tes evaluasi ini 85,71% dan telah memenuhi kriteria ketuntasan klasikal minimum yaitu 85%. Namun masih terdapat beberapa kekurangan baik dari guru maupun dari siswa dalam proses belajar mengajar sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II guna memaksimalkan tujuan penelitian.

1) Observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa

Data mengenai hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa digunakan nutk menganalisa dan mengetahui kekurangan-kekurangan dalam proses pembelajaran dengan menerapkan moedel pembelajaran Kooperatif dengan teknk bertukar pasangan. Guru mata palajaran bertindak sebagai observer untuk aktivitas guru dan aktivitas siswa. Observasi dilakukan saat proses pembelajaran berlangsung.

a) Observasi aktivitas guru

Indikator yang diamati pada aktivitas guru dalam prose belajar mengajar dapat dilihat dari tabel berikut ini :

Tabel 4.14 indikator aktivitas guru

No Indikator Skor

1 Melakukan aktivitas keseharian 4 2 Pemberian motivasi dan apersepsi 4 3 Membimbing dan mengarahkan kerja

kelompok

4 4 Pembimbing siswa selama proses diskusi dan

presentasi

2 5 Kemampuan menciptakan suasana kelas yang

kondusif

4 6 Bersama-sama siswa membuat kesimpulan 3

Jumlah 21

Pemberian skor pada setiap indikator yang diamati didasarkan pada deskriptor yang nampak. Hasil analisis aktivitas guru secara ringkas dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.15 Hasil Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru dan Kategori Aktivitas Guru dalam Pembelajaran

Analisis Jumlah Kategori

Skor tertinggi 24

Baik

Skor terendah 6

(8)

Standar Deviasi Ideal (SDI) 0,83 Skor rata-rata aktivitas guru 3,5

Interval 2,92 ≤ Ag ≤ 3,75

Berdasarkan tabel 4.15 skor rata aktivitas guru adalah skor rata-rata aktivitas guru adalah 3,5. Apabila nilai tersebut dibandingkan dengan tabel kategori aktivitas guru (lampiran 4) maka nilai tersebut berkategori baik. Hasil analisis secara terperinci tentang observasi aktivitas guru dalam pembelajaran dapat dilihat pada lampiran 21.

b) Observasi aktivitas siswa

Indikator yang diamati pada aktivitas belajar siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.16 Indikator aktivitas belajar siswa

No Indikator Skor

1 Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan

pembelajaran 4

2 Interaksi guru dengan siswa 3

3 Kerjasama kelompok 3

4 Interaksi siswa dengan siswa 4

5 Aktivitas siswa dalam melaksanakan diskusi 3 6 Partisipasi siswa dalam menyimpulkan hasil

belajar 4

Jumlah 21

Pemberian skor pada setiap indikator yang diamati didasarkan pada deskriptor yang nampak. Hasil analisis dari aktivitas siswa secara ringkas dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.17 Hasil Analisis Lembar Observasi Aktivitas Siswa dan Kategori Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran

Analisis Jumlah Kategori

Skor tertinggi 24

Aktif

Skor terendah 6

Mean Ideal (MI) 2,5

Standar Deviasi Ideal (SDI) 0,83 Skor rata-rata aktivitas siswa 3,5

Interval 2,92 ≤ As ≤ 3,75

Berdasarkan tabel 4.17 skor rata-rata aktivitas belajar siswa adalah 3,5. Apabila nilai tersebut dibandingkan dengan tabel kategori aktivitas siswa (lampiran 4) maka nilai tersebut berkategori aktif. Hasil analisis secara terperinci tentang observasi aktivitas belajar siswa dapat dilihat pada lampiran 22.

2) Evaluasi hasil belajar siswa

Analisis hasil evaluasi dengan penerapan model pembelajaran Kooperatif dengan Teknik Bertukar pasangan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 26. Secara ringkas data tersebut dapat dilihat seperti pada tabel dibawah ini :

(9)

Tabel 4.18 Hasil Tes Evaluasi Siswa Kelas VIII E SMPN 7 Kota Bima

No. Uraian Keterangan

1 Jumlah siswa seluruhnya 21

2 Siswa mengikuti tes 21

3 Siswa tidak mengikuti tes 0

4 Siswa tuntas 19

5 Siswa tidak tuntas 2

6 Rata-rata nilai siswa 78,33

7 Persentase ketuntasan 90,48%

8 Ketuntasan klasikal Tuntas

Berdasarkan tabel 4.18 dapat dilihat bahwa jumlah siswa yang tuntas adalah 19 orang dari jumlah keseluruhan siswa sebanyak 21 orang, yang berarti presentasi ketuntasan siswa pada tes evaluasi ini 90,48% dan telah memenuhi kriteria ketuntasan klasikal minimum yaitu 85% dan hasil belajar siswa pada materi Sistem Koordinat telah tuntas.

Pembahasan

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan untuk mengetahui tingkat aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi Sistem Koordinat pada siswa kelas VIII E SMPN 7 Kota Bima dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif dengan Teknik Bertukar Pasangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus, siklus I dimulai dari tanggal 26 Juli sampai dengan 4 Agustus 2016 dan siklus dilakukan pada tanggal 15 September 2016.

Data-data diperoleh dari hasil observasi dan hasil evaluasi yang telah direncanakan. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi dan data kuantitatif dari hasil tes evaluasi hasil belajar. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi yang memberi gambaran tentang kegiatan guru dan siswa selama proses belajar mengajar. Data kuantitatif yang diperoleh dari hasil evaluasi memberikan jawaban mengenai berhasil atau tidaknya proses pembelajaran pada materi Sistem Koordinat dengan menggunakan model pembelajaran Kooperati dengan Teknik Bertukar Pasangan yang diukur dengan peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal.

Adapun hasil yang didapat pada penelitian ini adalah :

1. Data Hasil Observasi Aktivitas Guru dan Aktivitas Belajar Siswa a. Aktivitas Guru

Skor rata-rata aktivitas guru untuk siklus I pada pertemuan 1 yaitu 2,67 pada interval 2,08 ≤ 𝐴𝑔 < 2,92 dengan kategori cukup baik. Skor rata-rata aktivitas guru pada pertemuan 2 yaitu 3,17 pada interval 2,92 ≤ 𝐴𝑔 < 3,75 dengan kategori baik. Kemudian skor rata-rata aktivitas guru pada pertemuan 3 yaitu 3,33 pada interval 2,92 ≤ 𝐴𝑔 < 3,75 dengan kategori baik.

Skor rata-rata aktivitas guru untuk siklus II yaitu 3,5 pada interval 2,92 ≤ 𝐴𝑔 < 3,75 dengan kategori baik. Jadi hasil observasi aktivitas guru telah memenuhi indikator yang ditargetkan dalam penelitian yaitu aktivitas guru minimal berkategori baik.

(10)

Skor rata-rata aktivitas siswa pada pertemuan 1 yaitu 2,67 pada interval 2,08 ≤ 𝐴𝑠 < 2,92 dengan kategori cukup aktif. Skor rata-rata aktivitas siswa pada pertemuan 2 yaitu 3 pada interval 2,92 ≤ 𝐴𝑠 < 3,75 dengan kategori aktif. Kemudian skor rata-rata aktivitas siswa pada pertemuan 3 yaitu 3,17 pada interval 2,92 ≤ 𝐴𝑔 < 3,75 dengan kategori aktif.

Skor rata-rata aktivitas siswa untuk siklus II yaitu 3,5 pada interval 2,92 ≤ 𝐴𝑠 < 3,75 dengan kategori aktif. Jadi hasil observasi aktivitas siswa telah memenuhi indikator yang ditargetkan dalam penelitian yaitu aktivitas siswa minimal berkategori aktif.

2. Data Hasil Belajar

Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I 77,38 dengan persentase secara klasikal sebesar 85,71% siswa mendapat nilai minimal 74 (lampiran 18). Kemudian nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II mencapai 78,33 dengan presentasi secara klasikal sebesar 90,48. Berasarkan presentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I ke siklus II diperoleh peningkatan presentase ketuntasan belajar siswa sebesar 4,77%.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah :

1. Penerapan model pembelajaran Kooperatif dengan teknik bertukar pasangan dapat meningkatkan aktivitas siswa pada pokok bahasan Sistem Koordinat siswa kelas VIII E SMPN 7 Kota Bima tahun ajaran 2016/2017. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan skor rata-rata aktivitas belajar siswa yang meningkat. Skor rata-rata aktivitas siswa pada siklus I yaitu 3,17 pada interval 2,92 ≤ 𝐴𝑔 < 3,75 dengan kategori aktif dan mengalamai peningkatan pada siklus II dimana skor rata-rata aktivitas belajar siswa mencapai 3,5 pada interval 2,92 ≤ 𝐴𝑔 < 3,75 dengan kategori aktif.

2. Penerapan model pembelajaran Kooperatif dengan teknik bertukar pasangan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Sistem Koordinat siswa kelas VIII E SMPN 7 Kota Bima tahun ajaran 2016/2017. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata siswa pada siklus I yaitu 77,38 dan ketuntasan klasikal mencapai 85,71% dan meningkat pada siklus II dimana skor rata-rata siswa pada siklus II yaitu 78,33 dan ketuntasan klasikal mencapai 90,48%.

Saran

Agar pelaksanaan proses belajar mengajar berjalan dengan lancar khususnya pada mata pelajaran matematika yang erat kaitannya dengan model pembelajaran yang digunakan oleh para guru dalam kelas. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pihak-pihak diantaranya :

1. Diharapkan kepada guru matematika hendaknya mulai menerapkan model pembelajaran yang tidak hanya sesuai dengan materi tetapi juga sesuai dengan karakter siswanya, salah satunya dengan menerapkan model Kooperatif dengan Teknik Bertukar Pasangan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

2. Kepada siswa diharapkan lebih berani dan aktif dalam mengemukakan pendapat dalam proses belajar matematika dan berani untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahami kepada guru mata pelajaran.

(11)

3. Peneliti lain dapat melakukan penelitian lebih lanjut menggunakan model pembelajaran Kooperatif dengan Teknik Bertukar Pasangan pada materi ajar yang berbeda atau pada mata pelajaran selain matematika.

Daftar Pustaka

Agustin Fajariyah, Wahyuni. (2005). Pembelajaran matematika dengan Cooperative Learning dengan Tehnik Bertukar Pasangan pada siswa kelas II B SMP Muhammadiyah 06 Malang. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG (UMM).

Anita, Lie. (1999). Cooperatif Learning. Diambil pada tanggal 4 Juni 2016 pukul 12:34, dari

http://pulausemau.blogspot.co.id/p/melalui-model-pembelajaran-kooperatif.html

Arikunto, Suharsimi. (2005). Dasardasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

http : //soddis.blogspot.ac/2013/08/pengertian-aktivitas-menurut-para-ahli.html?m=1 (diakses tanggal 19-06-2016 pukul 22:52 Wita)

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Buku teks matematika kelas VIII. Jakarta

Pujiono, Setyawan. (2008). Makalah Desain Penelitian Tindakan Kelas dan Teknik Pengembangan Kajian Pustaka. Diambil pada tanggal 25 Mei 2016 pukul 10:43, dari

http://www.google.co.id/search?hl=en&ie=ISO-8859-1&q=pdf+desgn+penelitian+tindakan+kelas

Purnamasari, Erni. (2014). Penerapan model Problem Based Instruction (PBI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan SPLDV siswa Kelas VIII F SMPN 7 Kota Bima Tahun Pelajaran 2014/2015. Bima

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta Sujatmiko, Ponco. (2005). Matematika Kreatif Konsep dan Terapannya. Solo: Tiga Serangkai

Pustaka Mandiri

Gambar

Tabel 4.1 Indikator Aktivitas Guru
Tabel 4.2 Hasil Analisis Lembar Observasi Aktivitas Guru dan Kategori  Aktivitas Guru dalam Pembelajaran
Tabel 4.5 Indikator Aktivitas Guru
Tabel 4.8 Hasil Analisis Lembar Observasi Aktivitas Siswa dan Kategori  Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran
+5

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pan- tauan kompetensi dalam lembar kompetensi ma- hasiswa yang dilaksanakan pada periode praktek semester III, mahasiswa mengalami penurunan motivasi dalam

Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui waste kritis yang terjadi dalam pelayanan paket REG beserta CTQ potensialnya, mengukur tingkat kinerja pelayanan

Ikan yang diberi hormon tiroksin dengan dosis yang besar memberikan pertumbuhan yang lebih baik.Laju pertumbuhan harian ikan pawas tertinggi (2,64%) terdapat pada

[r]

Furniture Meja Belajar Anak dan Lemari Buku... Furniture Meja Belajar Anak

Berdasarkan hasil penelitian, kebanyakan para musisi di Sulawesi Utara adalah musisi otodidak. Mereka belajar sendiri tanpa bimbingan dari orang lain seperti

Database work order dan pemesanan akan digunakan ke proses validasi PO dengan nota PO dari pelanggan jika sesuai maka akan dilanjutkan ke proses penerimaan

Hanya karena rahmat, taufik serta hidayah-Nya semata penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Pemberian Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation