• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KARAKTERISTIK BIOFISIK HABITAT PENELURAN PENYU HIJAU (Chelonia mydas) DI PANTAI PALOH, SAMBAS, KALIMANTAN BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STUDI KARAKTERISTIK BIOFISIK HABITAT PENELURAN PENYU HIJAU (Chelonia mydas) DI PANTAI PALOH, SAMBAS, KALIMANTAN BARAT"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Teknik Pengukuran  Kemiringan Pantai
Gambar 3. Grafik kemiringan  Kemiringan Pantai Paloh
Gambar  5  menunjukkan  bahwa  jenis  vegetasi  tingkat  semai  yang  memiliki  INP  tertinggi  untuk  stasiun  1  adalah  jenis  Ipomoea  pes-caprae
Gambar  7.  Grafik  Indek  Nilai  Penting  (INP) tingkat semai stasiun 3

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini akan memberikan hasil berupa data jenis dan struktur vegetasi, serta karakteristik habitat penyu hijau yang dapat dijadikan referensi bagi

Data yang diperlukan antara lain berupa aspek morfologi (panjang pantai, lebar pantai, kemiringan pantai), material (ukuran butir dan bentuk butir) dan proses

Penelitian ini akan memberikan hasil berupa data jenis dan struktur vegetasi, serta karakteristik habitat penyu hijau yang dapat dijadikan referensi bagi

Penelitian ini akan memberikan hasil berupa data jenis dan struktur vegetasi, serta karakteristik habitat penyu hijau yang dapat dijadikan referensi bagi

Lebar pantai, kemiringan pantai, tekstur substrat, suhu pasir dan vegetasi merupakan faktor yang berpengaruh dan memiliki hubungan dengan keberhasilan pendaratan penyu

Materi dalam penelitian meliputi identifikasi penyu dan tukik, lebar pantai, kemiringan pantai, suhu substrat, kadar air substrat, ukuran butir sedimen, bentuk butir sedimen,

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan karakteristik fisik tempat bertelur penyu pada pantai peneluran serta struktur dan komposisi vegetasi pantai pada

Ukuran panjang karapas induk penyu hijau yang mendarat dan membuat sarang di pulau Sangalaki bervariasi, panjang karapas berkisar antara 86 - 107 cm dan kedalaman sarang yang