BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui keefektifan media audio visual berita dalam pembelajaran menulis karangan narasi ekspositoris. Adapun desain dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan tipe one-group posttest design. Pada desain one-group pretest-posttest design terdapat pretest sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian, hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan (Sugiyono, 2012: 110).
Secara kuantitatif, variabel-variabel dalam permasalahan pokok penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Variabel bebas (X), yaitu media audio visual berita
2) Variabel terikat (Y), yaitu pembelajaran menulis karangan narasi ekspositoris
Gb. Hubungan variabel bebas-terikat Keterangan :
X : media audio visual berita
Y : pembelajaran menulis karangan narasi ekspositoris
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengukuran sebelum dan sesudah suatu kelompok diberi perlakuan (pretest dan posttest). Desain ini digunakan secara sistematis dan terencana untuk mengetahui keefektifan penggunaan media audio visual berita terhadap kemampuan menulis karangan narasi ekspositoris pada siswa kelas X SMA PGRI 1 Bandung. Tujuan pengambilan eksperimen untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Pola penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Gb. Pengukuran pretest dan posttest
Keterangan :
E : kelas eksperimen
O1 : prates pada kelas eksperimen
O2 : postes pada kelas eksperimen
X : pembelajaran dengan menggunakan media audio visual berita Dalam desain ini, terdapat satu kelas eksperimen yang dipilih secara sampling purposive, kemudian diberi prates (O1) untuk mengetahui keadaan
awal, kemudian diberi perlakuan khusus, yaitu penggunaan media audio visual berita (X), setelah itu dilakukan postes untuk mengetahui keefektifan dari perlakuan yang telah diberikan (O2).
3.2 Sumber Data Penelitian 3.2.1 Populasi Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada siswa kelas X SMA PGRI 1 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui keefektifan yang signifikan pada keterampilan menulis karangan narasi ekspositoris dengan menggunakan media audio visual berita terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA PGRI 1 Bandung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA PGRI 1 Bandung.
Tabel 3.1 Populasi Jumlah Siswa kelas X-1 43 Siswa kelas X-2 37 Siswa kelas X-3 40 Siswa kelas X-4 40 E= O1 X O2
Jumlah 160
3.2.2 Sampel Penelitian
Metode pengambilan sampel yang akan digunakan dalam satuan penelitian harus memperhatikan hubungan antara biaya, tenaga, dan waktu di satu pihak serta tingkat presisi yang dikehendaki di lain pihak. Sampel pada penelitian ini dilakukan secara sampling purposive, teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2012: 124).
Melalui cara sampling purposive, didapatkan satu kelas sebagai sampel dalam penelitian ini, yaitu kelas X-2 sebagai kelas eksperimen dengan pertimbangan kelas tersebut disarankan oleh guru Bahasa Indonesia kelas X SMA PGRI 1 Bandung. Selain itu, kelas ini ada ketersediaan waktu untuk melakukaan pendalaman materi tentang menulis karangan narasi dan memberikan respon pembelajaran yang baik sehingga diharapkan dapat mengikuti rangkaian penelitian dengan baik.
3.3 Definisi Operasional
Agar tidak terjadi kesalahan penafsiran terhadap judul, maka peneliti perlu menjelaskan definisi operasional variabel sebagai berikut.
1) Menulis karangan narasi ekspositoris ialah kegiatan menulis sebuah karangan yang mengisahkan suatu cerita atau peristiwa-peristiwa faktual, suatu yang ada dan benar-benar terjadi.
2) Media pembelajaran Audio Visual berita adalah media pembelajaran yang mengkombinasikan dua indra pada saat yang sama, yaitu indra pendengaran dan indra penglihatan.
3) Berita adalah laporan mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik dan atau penting bagi sebagian besar khalayak masyarakat, melalui media berkala, seperti rekaman siaran berita.
3.4 Teknik Penelitian
3.4.1 Teknik Pengumpulan Data 3.4.1.1 Instrumen Penelitian
Data yang penulis kumpulkan dalam penelitian ini adalah data yang penulis peroleh dengan menggunakan teknik tes dan nontes.
1) Teknik Tes
Untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif, atau tingkat penguasaan materi pembelajaran digunakan dengan cara tes. Tes sebagai alat ukur yang mempunyai standar yang obyektif sehingga dapat digunakan untuk mengukur dan membandingkan tingkat penguasaan materi pembelajaran siswa. Dalam penelitian ini, hasil tes biasanya diolah secara kuantitatif.
Dalam penelitian ini, lembar tes menggunakan tulisan karangan untuk mengukur kemampuan siswa. Lebih khususnya tes yang digunakan yaitu tes menulis karangan narasi ekspositoris. Teknik tes ini dilakukan untuk mendapatkan data berupa nilai, teknik ini dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan memberikan tes awal (prates) dan tes akhir (postes) menulis karangan narasi ekspositoris.
Hasil dari kedua tes tersebut dibandingkan untuk mengetahui sejauh mana keefektifan penggunaan media audio visual berita dalam kemampuan menulis karangan narasi ekspositoris. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan hasil karangan siswa pada saat sebelum dan sesudah diberi perlakuan berupa penggunaan media audio visual berita dalam pembelajaran menulis karangan narasi ekspositoris siswa.
Adapun kriteria penilaian karangan narasi ekspositoris yang dijadikan patokan penilaian untuk menganalisis hasil tes sebagai berikut:
Tabel 3.2
Kriteria Penilaian karangan narasi ekspositoris
No. Aspek yang dinilai Jumlah skor
1. Unsur-unsur narasi a) Tokoh b) Alur
1 2 3 4 1 2 3 4
c) Latar
d) Sudut pandang
1 2 3 4 1 2 3 4 2. Isi karangan
a) Hubungan isi dengan topik b) Pengembangan isi dengan
kedetilan peristiwa 1 2 3 4 1 2 3 4 3. Kebahasaan a) Diksi b) Ejaan 1 2 3 4 1 2 3 4 (sumber : Nurgiyantoro dimodifikasi, 2010: 433)
Nilai = ∑
∑ X 100
Deskripsi Penilaian
1. Unsur-unsur narasi a. Tokoh
Skor 4 pelukisannya jelas, wajar, dan dikembangkan
Skor 3 pelukisannya jelas, wajar, namun tidak dikembangkan Skor 2 pelukisannya kurang jelas, kurang wajar, dan
dikembangkan
Skor 1 pelukisannya kurang jelas, kurang wajar, dan tidak dikembangkan
b. Alur
Skor 4 berhubungan, logis, dan mengundang kejutan Skor 3 berhubungan, logis, dan tidak mengundang kejutan Skor 2 kurang berhubungan, kurang logis, namun mengundang kejutan
Skor 1 kurang berhubungan, kurang logis, dan tidak mengundang kejutan
c. Latar
Skor 4 latar digambarkan secara jelas dan rinci
Skor 3 latar digambarkan cukup jelas namun tidak rinci Skor 2 latar digambarkan secara tidak jelas dan tidak rinci Skor 1 latar tidak digambarkan sama sekali
d. Sudut pandang
Skor 4 konsekuen, tepat, dan menarik Skor 3 konsekuen, tepat, dan tidak menarik
Skor 2 konsekuen, kurang tepat, dan tidak menarik
Skor 1 kurang konsekuen, kurang tepat, dan tidak menarik 2. Isi karangan
a. Hubungan isi dengan topik
Skor 4 seluruh karangan betul-betul sejalan dengan topik dan judul Skor 3 ada bagian isi karangan kurang cocok tetapi tidak
mengganggu pemahaman
Skor 2 ada bagian isi karangan tidak dimasukan dalam karangan yang dapat mengganggu pemahaman
Skor 1 ada bagian isi karangan tidak berhubungan dengan topik atau judul
b. Pengembangan isi
Skor 4 topik karangan dikembangkan secara maksimal sehingga isi karangan terasa lengkap
Skor 3 hal-hal yang dianggap perlu menurut topik ada dalam karangan walaupun tidak maksimal
Skor 2 isi karangan kurang dikembangkan sehingga mengganggu pemahaman
Skor 1 isi karangan hanya menyebutkan cerita secara global 3. Kebahasaan
a. Diksi
Skor 4 penggunaan kata-kata tepat dan bervariasi
Skor 2 ada beberapa penggunaan kata atau istilah (1-5 kata) yang kurang tepat dan mengganggu pemahaman
Skor 1 ada beberapa penggunaan kata atau istilah (6-10 kata) yang kurang tepat dan mengganggu pemahaman
b. Ejaan
Skor 4 tidak terdapat kesalahan ejaan
Skor 3 terdapat sedikit kesalahan ejaan (1-5 ejaan) dan tampaknya hanya karena tidak berhati-hati
Skor 2 terdapat sedikit kesalahan ejaan (1-5 ejaan) dan bersifat konsisten
Skor 1 terdapat kesalahan ejaan (6-10 ejaan) yang bersifat konsisten
2) Teknik Nontes
Teknik nontes dalam pengumpulan data ini dilakukan dalam bentuk observasi. Observasi digunakan untuk mengamati aktivitas siswa dengan lebih saksama selama pembelajaran menulis karangan narasi ekspositoris dengan penggunaan media audio visual berita. Lembar observasi di isi oleh observer. Setiap observer mengamati jalannya proses kegiatan belajar mengajar.
Data hasil observasi mengenai proses pembelajaran diolah dengan cara mendeskripsikan perhitungan skor dari setiap kategori yang diberikan observer.
3.4.1.2 Instrumen Perlakuan
Sebelum melaksanakan pembelajaran, penulis menyusun langkah-langkah sebagai berikut.
1) Perencanaan Pembelajaran
Hal yang penulis lakukan dalam menyusun perencanaan pembelajaran adalah membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP diperlukan sebagai acuan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Dalam RPP
terdapat standar kompetisi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, dan hal lain yang dapat menunjang pembelajaran. Dalam RPP ini, penulis menyajikan kebutuhan yang relevan dengan pembelajaran dan kompetensi yang harus dikuasai siswa, yaitu menulis karangan narasi ekspositoris.
RPP yang penulis rumuskan, yaitu untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas X-2 SMA PGRI 1 Bandung sebagai kelas eksperimen. Berikut ini merupakan rencana pembelajaran menulis karangan narasi ekspositoris:
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah : SMA PGRI 1 Bandung Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : X/2
Semester : 1
Alokasi Waktu : 6 x 40 menit
A. STANDAR KOMPETENSI :
Menulis : Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif)
B. KOMPETENSI DASAR :
4.1 Menulis gagasan dalam bentuk paragraf naratif
C. INDIKATOR :
a. membuat kerangka karangan narasi ekspositoris dengan penggunaan media berita
b. mengembangkan kerangka karangan narasi ekspositoris dengan penggunaan media berita menjadi sebuah karangan narasi ekspositoris
c. menyunting karangan narasi ekspositoris yang ditulis teman berdasarkan kronologis waktu, peristiwa, dan EYD
D. TUJUAN PEMBELAJARAN :
a. Siswa mampu membuat kerangka karangan narasi ekspositoris dengan penggunaan media berita
b. Siswa mampu mengembangkan kerangka karangan narasi ekspositoris dengan penggunaan media berita menjadi sebuah karangan narasi ekspositoris
c. Siswa mampu menyunting karangan narasi ekspositoris yang ditulis teman berdasarkan kronologis waktu, peristiwa dan EYD
E. MATERI POKOK PEMBELAJARAN :
a. Pengertian karangan narasi b. Ciri-ciri karangan narasi c. Jenis-jenis karangan narasi d. Bentuk khusus karangan narasi
e. Langkah-langkah membuat karangan narasi.
F. METODE PEMBELAJARAN :
a. Ceramah b. Diskusi c. Penugasan
G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN : Pertemuan ke-1
No. KEGIATAN ALOKASI
WAKTU
METODE
1. Kegiatan awal
a. Guru membuka pelajaran dengan
10 menit Ceramah, diskusi,
salam
b. Guru mengkondisikan kelas
c. Guru memberikan motivasi sebagai kegiatan apersepsi
d. Guru menyampaikan pokok materi hari ini
e. Guru menyampaikan tujuan pelajaran hari ini
tanya jawab
2. Kegiatan inti
a. Siswa mengemukakan pengalaman mereka dalam menulis karangan b. Siswa membuat karangan narasi
berdasarkan pengalaman pribadi dengan topik bencana dan tragedi (prates)
40 menit
c. Siswa dipancing pengetahuannya mengenai karangan narasi ekspositoris d. Siswa diberikan penjelasan mengenai
karangan narasi ekspositoris secara garis besar
e. Siswa difasilitasi jika masih ada hal yang belum mereka pahami
20 menit
3. Kegiatan akhir
a. Guru menyimpulkan materi pembelajaran hari ini
b. Guru memberikan penguatan materi kepada siswa
c. Guru bersama siswa merefleksi pembelajaran hari ini
d. Guru menginformasikan materi
Pertemuan ke-2
pelajaran berikutnya
e. Guru menutup pembelajaran dengan salam.
No. KEGIATAN ALOKASI
WAKTU
METODE
1. Kegiatan awal
a. Guru membuka pelajaran dengan salam
b. Guru mengkondisikan kelas
c. Guru memberikan motivasi sebagai kegiatan apersepsi
d. Guru menyampaikan pokok materi hari ini
e. Guru menyampaikan tujuan pelajaran hari ini 10 menit Ceramah, diskusi, pemodelan, tanya jawab 2. Kegiatan inti
a. Siswa diingatkan kembali dengan materi mengenai karangan
b. Siswa diberikan materi secara gamblang mengenai karangan narasi dan bentuk-bentuk khusus dari karangan narasi ekspositoris
c. Siswa diminta untuk mengemukakan pengalaman mereka menulis sebuah karangan narasi ekspositoris.
Pendapat siswa diarahkan kearah langkah-langkah membuat karangan
narasi ekspositoris
d. Siswa diberikan penjelasan mengenai langkah-langkah membuat karangan narasi ekspositoris
e. Setelah siswa memahami materi, pembelajaran dilanjutkan kepada kegiatan menonton video rekaman siaran berita dengan berbagai topik berita, yaitu berita human interest, berita pendidikan, dan berita olah raga (eksperimen)
f. Siswa menyaksikan dengan seksama video rekaman siaran berita dengan berbagai topik yang akan ditayangkan dan mencatat pokok-pokok berita tersebut. Catatan penting ini meliputi unsur-unsur yang terdapat dalam karangan narasi ekspositoris (latar, setting, tokoh, dll)
g. Siswa memeriksa ulang catatan penting mereka buat selama proses siaran berlangsung. Jika dirasa
kurangkan, pemutaran video rekaman siaran berita diulang kembali
h. Siswa mengungkapkan hasil catatan penting sekait siaran tersebut didepan kelas
i. Siswa difasilitasi jika masih ada hal yang belum mereka pahami
3. Kegiatan akhir
a. Guru menyimpulkan materi
Pertemuan ke-3
No. KEGIATAN ALOKASI
WAKTU
METODE
1. Kegiatan awal
a. Guru membuka pelajaran dengan salam
b. Guru mengkondisikan kelas
c. Guru memberikan motivasi sebagai kegiatan apersepsi
d. Guru menyampaikan pokok materi hari ini
e. Guru menyampaikan tujuan pelajaran hari ini 10 menit Ceramah, diskusi, tanya jawab, pemodelan 2. Kegiatan inti
a. Siswa diingatkan kembali dengan kegiatan sebelumnya, yaitu
menyaksikan video rekaman siaran berita dan membuat catatan penting sekait siaran tersebut
b. Pembelajaran dilanjutkan dengan
20 menit pembelajaran hari ini
b. Guru memberikan penguatan materi kepada siswa
c. Guru bersama siswa merefleksi pembelajaran hari ini
d. Guru menginformasikan materi pelajaran berikutnya
e. Guru menutup pembelajaran dengan salam.
menyaksikan siaran berita dengan topik berita bencana dan tragedi c. Siswa menyaksikan dengan seksama
video rekaman siaran berita yang akan ditayangkan dengan topik berita bencana dan tragedi dan mencatat pokok-pokok berita tersebut. Catatan penting ini meliputi unsur-unsur yang terdapat dalam karangan narasi ekspositoris (latar, setting, tokoh, dll) d. Siswa diminta untuk membuat
kerangka karangan narasi ekspositoris berdasarkan catatan penting yang telah mereka buat. Untuk memaksimalkan kerangka karangan yang mereka buat, video rekaman siaran berita dengan topik berita bencana dan tragedi diputar kembali, siswa diminta untuk menyaksikan kembali dengan seksama
e. Siswa memeriksa dan melengkapi kerangka karangan yang mereka buat
f. Siswa mengembangkan kerangka karangan yang mereka buat menjadi sebuah karangan narasi ekspositoris utuh dengan memperhatikan unsur-unsur pembentuk karangan narasi ekspositoris serta dengan
menggunakan diksi dan ejaan yang
tepat. Sementara itu guru mengawasi jalannya proses pembelajaran
(postes)
g. Siswa difasilitasi jika masih ada hal yang belum mereka pahami
h. Siswa mengumpulkan hasil karangannya untuk kemudian dievaluasi
3. Kegiatan akhir
a. Guru menyimpulkan materi pembelajaran hari ini
b. Guru memberikan penguatan materi kepada siswa
c. Guru bersama siswa merefleksi pembelajaran hari ini
d. Guru menginformasikan materi pelajaran berikutnya
e. Guru menutup pembelajaran dengan salam.
10 menit
H. SUMBER DAN ALAT PEMBELAJARAN :
a. Buku paket mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X b. Lembar kerja
c. Laptop d. LCD
e. Video rekaman siaran berita dengan berbagai materi isi berita
I. EVALUASI :
a. Jenis tagihan : tugas individu
2) Pelaksanaan Pembelajaran
Setelah RPP disusun, maka langkah selanjutnya adalah melaksanakan proses belajar mengajar sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Adapun langkah-langkahnya yaitu mengadakan prates, menyajikan materi dan memberikan perlakuan, dan mengadakan postes.
a. Pelaksanaan prates
Langkah pertama dalam pelaksanaan pembelajaran ini adalah mengadakan prates. Hal ini dimaksudkan agar penulis memperoleh data hasil menulis karangan narasi ekspositoris siswa sebelum siswa mendapatkan perlakuan menulis karangan narasi ekspositoris dengan menggunakan media audio visual berita. Pelaksanaan prates ini berlangsung 40 menit. Dalam Prates ini, siswa membuat sebuah karangan narasi ekspositoris tanpa diberi penjelasan tentang teori narasi ekspositoris dan tidak menggunakan media apapun. Singkatnya siswa membuat sebuah karangan narasi ekspositoris dengan hanya berbekal pengetahuan serta pemahaman yang mereka miliki.
b. Penyajian materi dan memberikan perlakuan
Setelah dilaksanakan prates, kegiatan selajutnya adalah penyajian materi dan pemberian perlakuan sesuai dengan rencana yang telah disusun dalam RPP. Penyajian materi ini menggunakan media audio visual berita dengan topik berita olah raga (sport news), topik berita hukum dan keadilan (law and justice news), dan topik berita tentang aspek-aspek keterarikan kemanusiawi atau minat insani (human interest news). Siswa diberikan pemaparan keterkaitan media audio visual berita dengan menulis karangan narasi ekspositoris. Pikiran siswa diarahkan pada stimulasi yang diberikan, sehingga siswa mulai memahami bagaimana menulis karangan narasi ekspositoris.
c. Pelaksanaan postes
Pelaksanaan postes merupakan langkah akhir dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Siswa diberikan postes untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran yang sudah dilakukan. Pada tahap ini, siswa membuat
karangan narasi ekspositoris berdasarkan cerita yang disajikan dalam video rekaman siaran berita dengan topik berita bencana dan tragedi (tragedy and disaster news). Karangan narasi ekspositoris yang dibuat diharapkan lebih baik daripada saat prates baik dari organisasi isi maupun kelengkapan unsur pembentuk karangan narasi ekspositoris itu sendiri. Pelaksanaan postes ini sama dengan waktu pelaksanaan prates, yaitu selama 40 menit.
3.4.2 Teknik Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan setelah semua data terkumpul. Adapun hasil tes diolah sebagai berikut :
1) menganalisis hasil prates dan postes siswa 2) mendeskripsikan hasil prates dan postes siswa
3) menentukan skor prates dan postes siswa, kemudian menentukan nilai dengan remus:
nilai =
X 100
4) uji reabilitas antar penimbang
Untuk menguji penilaian dilakukan lebih dari satu orang penimbang bagi setiap tes maka uji reabilitas dilakukan dengan mencari nilai
∑
=
∑
=
-
t = Ʃ
-
=
t -
∑
-
Setelah itu hasil data-data dimasukan kedalam format ANAVA reabilitas antar penimbang dilakukan dengan menggunakan rumus
R
=5) uji normalitas data prates dan postes
Untuk menentukan teknik statistik yang akan dipakai terlebih dahulu menguji normalitas tes awal dan tes akhir pada kelas eksperimen, langkah-langkah yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
a) menentukanan nilai mean dengan rumus
X =
b) menentukan simpangan baku (standar deviasi)
sd =
√
∑
c) mencari nilai Z, dengan rumus :
Z =
d) menguji hipotesis
mencari rata-rata X1 dengan rumus :
̅̅̅̅ =
mencari rata-rata X1 dan X2 dengan rumus :
̅̅̅̅ =
mencari rata-rata deviasi dengan rumus : md =
mencari jumlah kuadrat deviasi dengan rumus : Ʃ d = Ʃ -
mencari uji-t dengan rumus : t =
6) pengolahan data hasil observasi
Data mengenai proses pembelajaran dapat dianalisis dengan cara mendeskripsikan perhitungan skor dari setiap kategori yang diberikan oleh observer. (Subana, 2005 : 171)
Observasi dilakukan untuk menilai aktivitas siswa selama proses pembelajaran menulis karangan narasi ekspositoris dengan penggunaan media audio visual berita. Penilaian dilakukan oleh observer, cara menghitung rata-rata hasil ketiga observer adalah
R =
Setelah melakukan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus-rumus di atas, diperoleh suatu hasil yang kemudian dikonsultasikan dengan tabel statistik yang telah ditetapkan. Dari situ, peneliti dapat menyimpulkan apakah terdapat signifikansi antara kemampuan menulis karangan narasi ekspositoris sebelum dan sesudah dilakukannya eksperimen.