• Tidak ada hasil yang ditemukan

KENAIKAN TARIF PARKIR DAN PEMILIHAN MODA PERJALANAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KENAIKAN TARIF PARKIR DAN PEMILIHAN MODA PERJALANAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

KENAIKAN TARIF PARKIR DAN P

KE PUSAT K

EMILIHAN MODA PERJALANAN

OTA MEDAN

Joni Harianto

ik Sipil Fakultas Teknik USU

Abstrak: n tarif parkir hingga Rp 7.500,- yang pernah ingin diterapkan oleh pemerintah

asi penggunaan mobil pribadi sehingga meningkatkan penggu mikian diharapkan jumlah kendaraan yang menuju pusat kota Medan apat berkurang. Untuk itu sangat diperlukan adanya suatu penelitian mengenai pengaruh kebijakan tersebut terhadap pemilihan moda perjalanan yang menuju ke pusat kota Medan.Dengan menggunakan metode survai pada enam lokasi parkir yang ada di pusat kota Medan, data primer dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan teknik perhitungan analisis regresi berganda untuk kemudian mendapatkan suatu model berupa formulasi matematika yang mencerminkan utilitas individu dalam memilih moda perjalanan.

Adapun formulasi yang didapat untuk masing-masing moda adalah:

- Mobil Pribadi (UMP ) = 0,753 – 0,006685*time + 0,00006284*trip – 0,00003912*cost

- Angkutan Kota (UAK ) = -0,05763 + 0,01407*time + 0,0007661*trip + 0,000005420*cost

- Taksi ( UTA ) = 0,120 – 0,0004310*time + 0,03296*trip + 0,000003231*cost

Aplikasi model dalam prediksi probabilitas pemilihan moda perjalanan menggunakan model logit multinomial dengan skenario kenaikan tarif parkir hingga Rp 7.500,- diperoleh bahwa probabilitas pemilihan mobil pribadi untuk tarif parkir Rp 7.500,- menurun sebesar 5,73% dari probabilitas pemilihan mobil pribadi untuk tarif parkir Rp 1.000,-, sedangkan probabilitas pemilihan angkutan kota dan taksi meningkat masing-masing sebesar 3,13% dan 2,60%.

Abstract: The policy of increasing parking fare to Rp 7.500,- by local government of Medan is one of strategies

to restrict the use of individual car and to raise the use of public transportation in order to reduce vehicles to Medan city center.

There fore it is important to conduct research about the influence of the policy.

Survey method were conducted in 6 (six) parking location at Medan city center. Primary data analysis of multiple regression to achieve a model in the form of mathematic formulation which are:

- Individual car (UMP ) = 0,753 – 0,006685*time + 0,00006284*trip – 0,00003912*cost

- city transport (UAK ) = -0,05763 + 0,01407*time + 0,0007661*trip + 0,000005420*cost

- Taxi ( UTA ) = 0,120 – 0,0004310*time + 0,03296*trip + 0,000003231*cost I. Pendahuluan

Bahwa untuk memenuhi kebutuhannya manusia akan melakukan perjalanan. Pemenuhan kebutuhan merupakan kegiatan yang biasa dilakukan setiap hari, misalnya, pemenuhan kebutuhan akan ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan, rekreasi atau liburan, dan kebudayaan. Semakin jauh perjalanan kita, semakin tinggi pula peluang kita memberikan konstribusi terhadap kemacetan lalu-lintas kota tersebut.

Dalam melakukan perjalanan untuk memenuhi kebutuhan tersebut kita mempunyai dua pilihan, yaitu bergerak dengan moda transportasi atau tanpa moda transportasi (berjalan kaki). Perjalanan tanpa moda transportasi biasanya berjarak pendek, sedangkan perjalanan dengan memakai moda transportasi berjarak sedang atau jauh. Perjalanan dengan moda transportasi menggunakan mobil pribadi, taksi, bus, kereta api, sepeda motor, pesawat terbang, kapal laut, dan lain sebagainya.

II. Perumusan Masalah

Pemilihan moda merupakan tahap yang sangat penting dalam perencanaan dan kebijakan transportasi. Hal ini menyangkut efisiensi pergerakan di daerah perkotaan, ruang yang harus disediakan kota untuk dijadikan sarana transportasi, dan banyaknya pilihan moda perjalanan yang akan dipilih oleh penduduk. Moda angkutan umum menggunakan ruang jalan jauh lebih efisien daripada moda angkutan pribadi. Pertumbuhan kendaraan pribadi merupakan cermin hasil interaksi antara peningkatan taraf hidup dan kebutuhan mobilitas penduduk didaerah perkotaan yang akan membutuhkan ruang jalan yang sangat luas, termasuk ruang parkir.

Usaha pemerintah kota untuk menanggulangi masalah transportasi di perkotaan telah banyak dilakukan, baik dengan meningkatkan kapasitas jaringan jalan yang ada maupun dengan pembangunan jalan baru ditambah dengan rekayasa dan manajemen lalu lintas berupa pengaturan Staf Pengajar Jurusan Tekn

Kebijakan menaikka

kota Medan adalah salah satu strategi untuk membat naan angkutan umum, dengan de

(2)

efisien strateg

penggunaan angkutan pribadi ke a

adalah dengan menerapkan kebijakan perparkiran, yaitu memberlakukan tarif parkir yang tinggi.

I. Tujuan Penelitian Penelitian ini be pa jauh pengar m ransportasi perkotaan. ib nja ng terj i

ntas meningkat melebihi dari kapasitas yang ada. da gambar V.1. dibawah ini. si trasportasi angkutan umum. Salah satu i pemerintah kota dalam rangka mengalihkan

ngkutan umum

rtujuan untuk mengetahui uh kenaikan tarif parkir sebera

terhadap pemilihan moda angkutan yang menuju pusat kota Medan. Penelitian ini diharapkan dapat mengungkapkan apakah kebijakan memberlakukan tarif parkir yang tinggi dapat mempengaruhi pengguna mobil pribadi untuk beralih menggunakan angkutan kota dan taksi sebagai moda perjalanan.

II. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Bagi peneliti untuk menambah wawasan baru tentang penerapan odel Logit Modal Split multinomial dalam permasalahan transportasi. 2. Sebagai bahan m sua kan bagi instansi terkait,

yaitu Pemerintah Kota Medan, khususnya Badan Pengelola Perparkiran (BPP) dan DLLAJ, sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan dalam pengembangan sistem t

III. Permasalahan Transportasi Perkotaan

Permasalahan transportasi perkotaan dikota Medan telah bertambah parah seperti kemacetan, tundaan, kecelakaan, dan permasalahan lingkungan yang sudah di ambang batas. Kurangnya investasi pada sistem jaringan jalan dalam waktu yang cukup lama dapat mengak atkan sistem prasarana transpotasi tersebut me di sangat rentan terhadap kemacetan ya ad apabila volume arus lalu li

Hal ini dapat terlihat pa

Gambar V.1. Situasi trasportasi pada masa sekarang. Gambar V.1a. memperlihatkan kondisi ideal di mana

b

i berikut ini:

tas. ecara c. Pelayanan angkutan umum penumpang belum

memadai.

pemakai jalan masih rendah.

asalah Transportasi

a dapat dipecahkan

na yang tidak metrik jalan yang

erakan melalui

Kebijakan Kenaikan tarif Parkir

kendaraan pribadi akan beralih najemen kebutuhan

ke utuhan akan transportasi seimbang dengan kapasitas sistem prasarana transportasi yang tersedia. Kondisi ideal ini kemungkinan tidak akan terjadi pada kota-kota besar di Indonesia sekarang ini disebabkan karena tingkat pertumbuhan kebutuhan akan transportasi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan sistem prasarana transportasi yang ada ( lihat gambar V.1b.).

Secara umum permasalahan transportasi di perkotaan dipengaruhi oleh beberapa kondis

a. Sarana dan prasarana lalu lintas masih terba lalu lintas belum berfungsi s b. Manajemen

optimal. d. Disiplin

IV. Alternatif Pemecahan M

Masalah ini sebenarny

melalui peran serta pemerintah, swasta, masyarakat, dan merupakan tanggung jawab bersama. Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut antara lain adalah:

a. Meredam atau memperkecil tingkat pertumbuhan kebutuhan akan transportasi.

b. Meningkatkan pertumbuhan prasarana transportasi itu sendiri, terutama penanganan masalah fasililtas prasara

berfungsi sebagaimana geo seharusnya.

c. Memperlancar sistem perg

kebijakan rekayasa dalam mengoptimalkan peran angkutan umum dan manjemen lalu lintas yang baik.

V. Keuntungan dan Pengaruh Dalam Penerapan

Kebijakan kenaikan tarif parkir adalah salah satu alternatif dalam pemecahan masalah transportasi. Dengan penerapan kebijakan kenaikan tarif parkir, diharapkan pengguna

menggunakan angkutan umum. Gambar VII.1. berikut memperlihatkan konsep perubahan mobilitas yang digunakan dalam konsep ma

akan transportasi (MKT).

Gambar VII.1. Konsep perubahan mobilitas MKT. Beberapa keuntungan yang diharapkan dengan penerapan kebijakan kenaikan tarif parkir ini antara lain adalah:

a. Berkurangnya kemacetan, sehingga mempercepat. b. Penghematan biaya transportasi.

c. Perlindungan lingkungan.

d. Meningkatkan keamanan jalan raya lalu lintas yang sangat padat sering menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

e. Menciptakan kenyamanan pengguna transportasi. f. Peningkatan pendapatan daerah.

(3)

njung ang disurvai adalah pengunjung yang menggun

n kota, dan taksi sebagai

lan Rahmatsyah hingga Jalan Perintis

g Jalan g dima beru indiv mod

prob ngkutan dengan

enggunakan model logit multinominal.

. ntuk eh fungsi mere nilai para

IX Analisis Pemilihan Moda VIII . Metodologi Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dan penyebaran kuesioner pada orang-orang yang mengunjungi lokasi parkir. Pengu

Da 1. Umum

akan Pengolahan data ini dimaksudkan uengkalibrasi model dalam memperol ta yang diperoleh dari lapangan, diolah menggunakan Analisis Regresi Berganda.

y m

mobil pribadi, angkuta utilitas dari masing-masing alternatif moda. Model ang

sarana pengangkutan.

Pengumpulan data dilakukan di enam lokasi parkir yang ada di pusat kota Medan yaitu:

ƒ Jalan Cirebon

ƒ Jalan Pandu (Jalan Ani Idrus)

ƒ Jalan Jendral Ahmad Yani ( Kesawan ) ƒ Jalan K. S. Tubun

ƒ Jalan Sutomo (mulai dari simpang Ja

y dihasilkan akan diaplikasikan untuk memprediksi perubahan probabilitas penggunaan moda apabila tarif parkir dinaikkan.

Berikut ini disajikan hasil dari pengolahan data dari masing-masing moda.

2. Hasil Pengolahan Data

Kemerdekaan)

ƒ Jalan Thamrin (mulai dari simpan Sutomo sampai Simpang Jalan Asia).

Data yang sudah ditabulasikan selanjutnya diolah dengan teknik perhitungan analisis regresi T

Tabel Menyajikan estimasi parameter-parameter

statistik dari masing-masing moda. Tabel tersebut presentasikan estimasi akhir koefisien variabel, R square, standard error of estimate, dan meter lainnya.

abel IX.1 Hasil Pengolahan Data

Statistik Mobil Angkutan Taksi

R 0,

ber anda menggunakan. Pengolahan data ini ksudkan untuk mendapatkan suatu model pa formulasi yang mencerminkan utilitas idu untuk memilih moda angkutan. Selanjutnya el tersebut diaplikasikan untuk memprediksi abilitas pemilihan moda a

863 0,945 0,807

R-square 0,744 0,892 0,651

Adjust R- square 0,717 0,881 0,613

Std.Error of Estimate 3,580E-

3,448E-02 02 02 3,357E-Sum of Square Regrassion 0,104 0,275 3,882E-02

Residual 3,589E-02 3,329E-02 3,156E-02

Total 0,104 0,309 3,039E-02 df Regrassion 3 3 3 Residual 28 28 28 Total 31 m METODE PENELITIAN

Metode penelitian mengikuti diagram alir sebagai berikut : 31 31 Latar Balakang Tujuan Penelitian Pembatasan Masalah Studi Literatur Pengumpulan Data Tabulasi Data Pengolahan data

Perhitungan Probabilitas Pemilihan Moda

(4)

Pengaruh Kenaikan Tarif Parkir Terhadap Pemil t Kota Medan

obi

ihan Moda Perjalanan ke Pusa Lanjutan Tabel IX.1

Statistik M l Angkutan Taksi

Mean square

Regrassion 3,482E-02 9,183E-02 1,961E-02 Residual 3,282E-03 1,189E-02 1,127E-03 Total F Regrassion 27,165 77,226 17,394 Residual Total Regrassion 0,000 0,000 0,000 Siq Residual Total B Constant 0,753 -5,763E-02 0,120 Time -6,685E-03 1,407E-02 -4,317E-03 Trip 6,284E-05 7,661E-04 3,296E-02

Unstandarized Coefficients

Cost -3,912E-05 5,420E-06 3,231E-06 Constant 0,042 0,032 0,102 Std. Error Time 0,008 0,005 0,006 Trip 0,001 0,001 0,015 Cost 0,000 0,000 0,000 Standarized Coefficients Beta Constant Time -0,457 0,922 -0,434 Trip 0,012 0,038 0,610 Cost -0,405 0,014 0,219 T Constant 17,913 -1,797 1,174 Time -0,824 2,928 -0,751 Trip 0,113 0,591 0,464 Cost -0,738 0,591 0,337 Constant 0,000 0,083 ,250 0 Time 0,417 0,007 0,459 Siq Trip 0,911 0,559 0,039 Cost 0,466 0,965 0,739

3.Analisis Variabe oleh

asil pengolahan data menghasilkan empat bagian output regresi, maka analisis hasil regresi dibahas sebagai rikut:

Bagian Variables Entere Bagian Model Summary

Bagian Anova da nts l Yang Diper H be a. d b. n Coefficie c.

(5)

Tabe

ada Pilihan

M

Mobil Pribadi gkutan Ko Taksi

l IX.2 Analisis dan Pembahasan Model II. Model P oda An ta Koefisien determinasi ( garuh seluruh atribut terhadap utilitas p ilihan moda garuhi ilihan ar 74,4%, ya eh uh da sebesar 8 selebihnya ngaruhi ol ktor lain Atribut mempe utilitas pemilihan moda s 5,1%, selebih ya dipeng eh faktor R2 ): Besar pen em Atribut pen mem utilitas pem moda sebes selebihn dipengaruhi ol faktor lain Atribut mempengar i an utilitas pemilih mo 9,2%, dipe fa eh garuhi n ebesar 6 n aruhi ol lain U Pengaruh

seluruh atribut secara individu terhadap utilitas pemilihan moda - ikan - ak signifikan t = 0,000 kan) Time = 0 ignifika Trip = 0, ak signifika = 0, fika Constant = 0,0 ( tidak signifik n) me = 0,007 kan) 559 ( an) st = 0,965 ( gnifikan) Constant = 0,250 (tidak signifikan) Time = tidak signifi Trip = (signif Cost = tidak signifi ji t: Siq.<0,05: Signif Siq.>0,05: Tid Constan (signifi ,417 (tidak s n) 911 (tid n) dak Cost 466 (ti signi n) 83 a Ti (signifi Trip = 0, tidak signifik Co tidak si 0,459 ( kan) 0,039 ikan) 0,739 ( kan) Uji F: Pengaruh

seluruh atribut secara

sim dap utilitas pemilihan m -Siq.<0,05: Signifikan -Siq.>0,05: Tidak signifikan 0: Si n 000: Signifik 0,000: an ultan terha

oda 0,00 gnifika 0, an Signifik

Koefisien korelasi (R): Hubungan antara pelayanan moda dan utilitas responden (

0,863: K 945: Korelas 0,807: i baik

keeratan)

orelasi baik 0, i baik Korelas

Tabel IX.3 Interpretasi Model III. Model Pada

Mobil Pribadi Angkutan Kota Taksi

Pilihan Moda Konstanta: Nilai

paling kecil, 0,753 -5,763E-02 0,120

paling baik. Koefisien: Nilai paling besar, kontribusi paling  besar.  time: -4,310E-03 trip: 3,296E- 2  cost: 3,231 6  time: 1,407E-03  trip: 7,661E-04  cost: 5,420E-06  time: -6,685E-03  trip: 6,284E-05  cost: -3,912E-05 0 E-0 Tanda Koefisien: ƒ Negatif: Tidak disenangi ƒ Positif: Disenangi  time: -4,310E-03  trip: 3,296E-02  cost: 3,231E-06  time: 1,407E-03  trip: 7,661E-04  cost: 5,420E-06  time: -6,685E-03  trip: 6,284E-05  cost: -3,912E-05

(6)

roleh

rumus masing-masing moda

yaitu: 0.753 – 0.006685*time + 0,00006284*trip- st 7* 1*trip+ 05420*cost 0.004310* + 231*cost Di mana:UMP: Utilitas mobil p

UAK: Utilitas Angkut

ilitas taksi erjala lah perjala a/ongkos si u

aka, probabilitas pemilihan moda

ng dengan men git

bilitas ing moda

Dari hasil output regresi pada tabel dipe an fungsi utilitas untuk

UMP = 0.00003912*co UAK = -0.05763 + 0.0140 time + 0,000766 0.0000 UTA = 0.120 – time + 0,03296*trip 0.000003 ribadi an kota UTA: Ut

Time: Waktu p nan (menit)

Trip: Jum nan

(rupiah) Cost: Biay

Setelah fung tilitas diperoleh dari pengolahan data m

dapat dihitu ggunakan model lo

multinominal. Proba

adalah sebagai berikut: masing-mas P = MP TA AK MP M U U

e

U P U

e

e

e

+

+

. .... ... ... (II.2) PAK= TA AK MP U U

e

e

+

+

AK U

e

U

e

... (II.3) PTA= TA AK MP TA U

e

U U

e

e

+

+

... Di ma ilitas taksi U si utilitas m ibadi U Fungsi utilitas angkutan kota U si utilitas taksi

Kesimpulan d K

pengola

r gsi ut itas untuk s a

berikut: U P = 0.753 – 0.006685*time + 0,00006284*trip- 0.00003912*cost UAK = -0.05763 + 0.01407*time + 0,0007661*trip+ 0.000005420*cost UTA = 0.120 – 0.004310*time + 0,03296*trip+ 0.000003231*cost

Dari hasil rumusan utilitas di atas terlihat koefisien variabel cost untuk mobil pribadi bernilai negatif, sedangkan untuk angkutan kota, dan taksi bernilai

positif. Nilai negatif menunjukan variabel tersebut tidak disenangi oleh responden sedangkan nilai

an variabel tersebut disenangi oleh

i sejalan d jakan

kir, bah (bahan

) akan tas

g be ngi

ilihan mob aliknya

lai probab ta dan

obabilitas Pe abilita U

e

(II.4) na:PMP: Probabilitas m

babilitas anobil pribadi gkutan kota PAK: Pro PTA: Probab ung MP: F obil pr AK: TA: Fung an Saran esimpulan

Dari hasil han data diperoleh umusan fun il ma ing-masing mod adalah sebagai

M

positif menunjuk responden.

Hal in

kenaikan tarif par wa variabel cost engan tujuan kebi bakar dan tarif parkir

mobil pribadi yan rarti akan mengura mengurangi nilai utili probabilitas pem

meningkatkan ni ilitas angkutan koil pribadi dan seb taksi.

Tabel X.1. Pr milihan Moda

Tarif Parkir (Rp) Prob s ( % ) Mobil di Taksi Priba Angkutan Kota 1.000,- 37.49 34.27 28.24 2.000,- 36.58 34.77 28.65 3.000,- 35.68 35.26 29.06 4.000,- 34.79 35.75 29.46 5.000,- 33.91 36.23 29.86 6.000,- 33.04 36.70 30.26 7.500,- 31.76 37.40 30.84

Dari tabel X.1. Bisa dilihat, terjadi

moda ke

angkutan kota dan taksi. Probabilitas pemilihan mobil pribadi menurun seiring dengan kenaikan tarif parkir, sedangkan probabilitas pemilihan angkutan kota dan taksi meningkat. Pada tarif parkir Rp 4.000,- probabilitas pemilihan angkutan kota melebihi probabilitas pemili obil pribadi dan

hingga ta kir Rp 7.500,-. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa,

naikan tarif pa at menimbulkan

per milihan moda obil pribadi ke

a

eninjau faktor-fa r pem lihan moda yang lain ti;

kerjaan in,

at jalanan, dan lain-lain, oda yang lain seperti; sepeda motor, pick-up, dan jenis kendaraan lainnya yang bisa digunakan sebagai moda perjalanan.

Perlu dilakukan penelitian mengenai kebijakan rekayasa dan manajemen lalu lintas yang lainnya seperti; kebijakan road pricing, car pooling, batasan waktu pergerakan untuk angkutan barang, dan kebijakan-kebijakan yang lainnya.

pergeseran pemilih dari mobil pribadi

han m rif par terus meningkat kebijakan ke geseran pe rkir dap dari m angkutan kota dan taksi.

Saran

Perlu dilaku

m ktok n penielitian lanjutan untuk berdasarkan sifat-sifat sosial ekonomi seper pendapatan, jenis pe , umur, jenis kelam kepemilikan kendara

layanan seperti; kenyaman, dan lain-lain, sifat-sifa an, aksesibilitas, jarak pe

(7)

p fungsi dan peran lokasi parkir, seperti g

gk

juga diimbangi tan umum yang

aik dar hasil

rvai te rakat untuk

enggun kota

ondisi dikota Medan

ecuali aftar Pusataka n, . J. Introduction to Transportation ucland blisher) s, F. D. 1995. P

Lalulintas Edisi Kedua. Yogyakarta: Gadjah ada University Press.

fani, Adib. 1983. Transportation Demand Analysis. United State

Hill Book Company.

ring, Fred L. Nd Kilreski, Walter P. 1990. Prinsiples of Highway Engineering and Traffic

ns, Inc. hird Edition

Vol Engineering.

td. R. 1982. da: Jhon Wiley & andia, Indra Jaya. 2003. Parkir dan Kemacetan

an: Harian Waspada, 2 er 2003.

.

Perlu dilakukan penelitian manyangkut dampak penerapan kebijakan kenaikan tarif parkir terhada

fun si pendidikan, pemerintahan, rumah sakit, perdagangan, industri, dan pariwisata.

Dalam rangka memindahkan penggunaan an utan pribadi ke angkutan umum, selain dengan penerapan kebijakan-kebijakan yang menghambat

m

penggunaan obil pribadi, perlu dengan peningkatan pelayanan angku

b i segi kualitas maupun kuantitas, dari su rlihat adanya keengganan masya

ota (angkutan m akan angkutan umum k

dan taksi) melihat

angkutan umum yang ada k

k bagi sebagian masyarakat yang tidak mempunyai pilihan.

Tanpa perbaikan kondisi angkutan umum di kota Medan, maka tujuan dari menaikkan tarif parkir yang ada tidak akan pernah tercapai.

D

Bruto M

Planning. London Melbourne Sydney A Johannesburg: Hutchinson and Co. (Pu Ltd.

Hobb erencanaan dan Teknik

M Kana

s of Amerika: Mc Graw – Manne

Analysis. Canada: Jhon Wiley & So O Flaherty, C. A. 1986. Highways T

ng and ume I: Traffic Planni

London: Edward Arnold (Publisher ) L Oglesby, Clarkson Hill and Hicks, Gary

Highways Engineering. Cana Sons, Inc

P

Lalu Lintas. Med Desemb

Santoso, Singgih. 1999. SPSS Mengolah data Statistik Secara Profesional Versi 7.5. Jakarta: Penerbit PT Elex Medi Komputindo.

Sugiono, Dr. 1999. Statistika Untuk Penelitian Bandung: Penerbit CV Alfabeta.

Tamin, 0. Z. 1997. Perencanaan dn Pemodelan nsportasi. Bandun

Gambar

Gambar V.1. Situasi trasportasi pada masa sekarang.
Tabel IX.3 Interpretasi Model  III.  Model Pada
Tabel X.1. Pr milihan Moda

Referensi

Dokumen terkait

Diabetes insipidus dan diabetes mellitus keduanya merupakan gangguan pada sistem endokrin, karena masing-masing ditandai dengan kekurangan hormon, yang terakhir ini juga

tinggi harapan dalam kemampuan bertahan ketika menghadapi hambatan, hal ini dapat dilihat dari nilai skor 3,47. Penilaian tinggi harapan karena menurut responden

Dilihat dari sistem yang berjalan pada Penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang di keluarkan oleh SAT INTELKAM Polres Metro Bekasi masih belum efektif karena masih

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka akan dibahas kebijakan manajemen PT Mugi Triman Intercontinental dalam pengambilan keputusan menerima atau menolak pesanan

Terdapat kesenjangan yang tidak significant (-0.26) antara Assurance yang dirasakan dengan Assurance yang diinginkan terhadap pelayanan bengkel motor AHASS, dimana tingkat

Penggunaan lahan pemukiman yang mengalami perubahan paling besar yaitu Kecamatan Ngemplak (Desa Wedomartani) yaitu sebesar 79,63 Ha dengan perubahan penggunaan

Hal ini diperkuat dalam penelitian Ding (2014) yang menyimpulkan bahwa efek interaktif antara pengaruh politik dari kepemilikan pemerintah dan pengaruh politik dari manajemen

Hal tersebut menunjukkan bahwa sampel dengan penambahan gliserin 3 gram memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan sampel yang sebelumnya, karena dapat