STUDI LITERATUR
DESAIN UNIT PRASEDIMENTASI
Ujian Lisan Tugas Akhir
Disusun oleh:
Pradita Cancerita Y. 3308.100.060
Dosen Pembimbing:
Ir. Hariwiko Indarjanto, M.Eng Jurusan Teknik Lingkungan
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2011
OUTLINE PRESENTASI
KESIMPULAN STUDI KASUS PEMBAHASAN METODA STUDI TINJAUAN PUSTAKA PENDAHULUANLATAR BELAKANG
Air Sungai Prasedimentasi
Karakteristik Aliran
Bentuk Lebar/KedalamanRasio Inlet Outlet Zona
Lumpur Overflow rate Vhorizontal Bilangan Reynolds Partikel Nre Nfr
RUMUSAN MASALAH
1
• Bagaimana hubungan antara bentuk unit prasedimentasi dengan bilangan Reynolds dan bilangan Froude sebagai acuan pada desain unit prasedimentasi?
2
• Bagaimana hubungan antara rasio lebar dan kedalaman pada unit prasedimentasi bentuk rectangular dengan bilangan Reynolds dan bilangan Froude sebagai acuan pada desain unit prasedimentasi?
3
• Bagaimana hubungan antar faktor-faktor yang mempengaruhi prosespengendapan dalam mendesain zona pengendapan?4
• Bagaimana desain inlet, zona lumpur, dan outlet yang mampumendukung tecapainya desain unit prasedimentasi yang efisien?RUANG LINGKUP
Unit yang menjadi objek studi adalah unit prasedimentasi.
Pembahasan unit prasedimentasi mencakup seluruh zona pada
unit tersebut.
Bentuk unit prasedimentasi yang akan menjadi bahasan adalah
rectangular dan circular.
Tipe aliran yang menjadi bahasan adalah unit prasedimentasi
aliran horizontal.
Pembahasan bentuk unit prasedimentasi untuk setiap bentuk
yang berbeda dengan luas permukaan yang sama.
Faktor yang mempengaruhi zona pengendapan yang akan
dibahas adalah overflow rate, kecepatan horizontal (vh), Bilangan
Reynolds partikel, serta karakteristik aliran yang ditentukan oleh bilangan Reynolds aliran dan bilangan Froude.
TUJUAN
Menentukan hubungan antara bentuk unit prasedimentasi dengan bilangan Reynolds dan bilangan Froude sebagai acuan pada
desain unit prasedimentasi.
Menentukan hubungan antara rasio lebar dan kedalaman pada
unit prasedimentasi bentuk rectangular dengan bilangan Reynolds dan bilangan Froude sebagai acuan pada desain unit
prasedimentasi.
Menentukan hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi zona pengendapan dalam mendesain zona pengendapan.
Menentukan desain inlet, zona lumpur, dan outlet yang mampu mendukung tercapainya desain unit prasedimentasi yang efisien.
MANFAAT
1. Mendapatkan prioritas acuan antara bilangan Reynold dan Froude dalam desain unit prasedimentasi.
2. Mendapatkan desain inlet, outlet, dan zona lumpur pada unit prasedimentasi yang mempu mendukung tercapainya keadaan aliran yang dapat memenuhi bilangan Reynold dan Froude.
PRASEDIMENTASI
ZONA INLET
ZONA PENGENDAPAN ZONA OUTLET
ZONA PENGENDAPAN
Nre =
Nfr =
Vs =
Nrepartikel =
V = Vs o VH Path of Organi cs Path of dsi crete parti cle L DZONA PENGENDAPAN
Vo =
ZONA LUMPUR
Zona lumpur bak rectangular terletak di dekat
inlet
Zona lumpur bak circular terletak di tengah bak
Bak rectangular memiliki kemiringan 1-2%.
Bak circular memiliki kemiringan 40-100 mm/m
Kerangka Studi
LATAR BELAKANG → GAP ANALISIS RUMUSAN MASALAH TUJUAN KESIMPULAN METODAZONA INLET
Tanpa Skala
ZONA PENGENDAPAN
Vs =
N
Re=
Laminer (Nre< 1)
Cd =
Transisi (Nre 1<Nre<10000)
Cd =
+ + 0,34
Turbulen (Nre > 10000)
Cd = 0,4
ZONA PENGENDAPAN
1 2 3 4 5 LUMPURta(min) Titikb hc(cm) vd(cm/detik) Pe
0 1 42 na 1 0 2 122 na 1 0 3 202 na 1 0 4 282 na 1 0 5 362 na 1 15 1 40 0.044 0.65 15 2 120 0.133 0.96 15 3 200 0.222 0.98 15 4 280 0.311 0.99 15 5 360 0.4 1 30 1 38 0.021 0.23 30 2 118 0.066 0.81 30 3 193 0.107 0.94 30 4 278 0.154 0.97 30 5 358 0.199 0.98 45 1 36 0.013 0.1 45 2 116 0.043 0.62 45 3 196 0.073 0.85 45 4 276 0.102 0.93 45 5 356 0.132 0.96 60 1 34 0.009 0.05 60 2 114 0.032 0.46 60 3 194 0.054 0.73 60 4 274 0.076 0.86 0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 1.00 1.20 0.000 0.100 0.200 0.300 0.400 0.500 P v (cm/detik) F = (1-F0) +
ZONA PENGENDAPAN
Vo =
Nre = 2000
INLET ZONA PENGENDAPAN W L No Nrea Hb (m) Wc(m) vh d (m/detik) Re cek Nfrf 1 2000 1,5 56,57 0,00118 1,4245 9,94E-08 2 2000 1,7 56,17 0,00105 1,6030 6,975E-08 3 2000 1,9 55,77 0,00094 1,7788 5,105E-08 4 2000 2,1 55,37 0,00086 1,9519 3,863E-08 5 2000 2,3 54,97 0,00079 2,1224 3,005E-08 6 2000 2,5 54,57 0,00073 2,2902 2,392E-08 7 2000 2,7 54,17 0,00068 2,4552 1,941E-08 8 2000 3 53,57 0,00062 2,6978 1,463E-08 No Nrea Hb (m) Wc(m) vhd (m/detik) Re cek Nfrf 1 2000 1,5 56,57 0,00118 1,4245 9,94E-08 2 2000 1,7 56,17 0,00105 1,6030 6,975E-08 3 2000 1,9 55,77 0,00094 1,7788 5,105E-08 4 2000 2,1 55,37 0,00086 1,9519 3,863E-08 5 2000 2,3 54,97 0,00079 2,1224 3,005E-08 6 2000 2,5 54,57 0,00073 2,2902 2,392E-08 7 2000 2,7 54,17 0,00068 2,4552 1,941E-08 8 2000 3 53,57 0,00062 2,6978 1,463E-08 No Qa(m3/detik) Apb(m2) Wc(m) Ld(m) 1 0,10 115,20 56,57 2,04 2 0,10 115,20 56,17 2,05 3 0,10 115,20 55,77 2,07 4 0,10 115,20 55,37 2,08 5 0,10 115,20 54,97 2,10 6 0,10 115,20 54,57 2,11 7 0,10 115,20 54,17 2,13 8 0,10 115,20 53,57 2,15Nfr > 10
-5No Nfra Hb(m) Vhc(m/detik) Wd(m) Re cek Nref
1 1,2912E-05 1,5 0,01 3,3333 0,7895 9405,21 2 3,68861E-05 1,7 0,015 1,9608 0,6218 11111,50 3 5,35671E-05 1,9 0,017 1,5480 0,5500 11138,09 4 7,62549E-05 2,1 0,019 1,2531 0,4826 10923,33 5 0,000106397 2,3 0,021 1,0352 0,4225 10570,41 6 0,000145596 2,5 0,023 0,8696 0,3704 10148,34 7 0,000195615 2,7 0,025 0,7407 0,3257 9700,19 7 0,000265541 3 0,027 0,6173 0,2799 9001,63 No Ap (m2)a Wb(m) Lc(m) 1 54,00 3,33 16,20 2 54,00 1,96 27,54 3 54,00 1,55 34,88 4 54,00 1,25 43,09 5 54,00 1,04 52,16 6 54,00 0,87 62,10 7 54,00 0,74 72,90 8 54,00 0,62 87,48 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 0 1 2 3 H (m) Hubungan W dan L untuk Ap = 54 m2
W L ZONA PENGENDAPAN INLET W L
W/H
0 0.00005 0.0001 0.000150.0002 0.000250.0003 0.00035 0.0004 0.00045 0 0.5 1 1.5 2 Nfr W/H Hubungan W/H dengan Nfr H = 1,5 m H = 1,7 m H = 1,9 m H = 2,1 m H = 2,3 m H = 2,5 m H = 2,7 m H = 3 m 0 10000 20000 30000 40000 50000 60000 0 0.5 1 1.5 2 Nfr W/HHubungan W/H dengan Nre
H = 1,5 m H = 1,7 m H = 1,9 m H = 2,1 m H = 2,3 m H = 2,5 m H = 2,7 m H = 3 m
ZONA LUMPUR
Tanpa Skala
BAK CIRCULAR
OUTLET PELIMPAH ZONA LUMPUR INLET CIRCULAR BAFFLE A A Tanpa SkalaDenah Unit Prasedimentasi
ZONA INLET
PDAM NGAGEL
PERFORATED BAFFLE SALURAN OUTLET ZONA LUMPUR SALURAN INLET NGAGEL II NGAGEL IIPDAM KARANG PILANG
KARANG
PILANG KARANGPILANG KARANGPILANG KARANGPILANG KARANGPILANG
Analisa Waktu Detensi
Menit ke- Volume lumpur (ml)
5 4 10 8 15 11 20 13 25 13.5 30 14.5 35 15 40 15 45 15.1 50 15.1 55 15.1
PDAM Ngagel
PDAM Karang Pilang
Menit ke- Volume lumpur (ml)
5 0 10 1.5 15 3 20 4.5 25 5.5 30 6 35 6.5 40 6.5 45 6.75 50 6.8 55 7 60 7 65 7
KESIMPULAN
1. Acuan untuk mendesain bak prasedimentasi bentuk rectangular
adalah Bilangan Froude, sedangkan acuan untuk mendesain bak prasedimentasi bentuk circular dengan tipe center feed adalah Bilangan Reynolds.
2. Semakin besar rasio lebar dan kedalaman, maka nilai Bilangan
Froude dan Bilangan Reynolds akan semakin kecil.
3. Overflow rate merupakan acuan untuk mengetahui luas permukaan
bak, sedangkan kecepatan horizontal merupakan acuan untuk menghitung nilai Bilangan Reynolds dan Froude, sehingga dalam menentukan panjang, lebar, dan kedalaman bak mengacu pada
KESIMPULAN
Bilangan Reynolds partikel menunjukkan keadaan aliran di
sekitar partikel, apakah laminer atau turbulen, untuk
menentukan kecepatan pengendapan partikel.
Bilangan Reynolds aliran menunjukkan keadaan aliran dalam
bak, sedangkan bilangan Froude menunjukkan terjadinya
aliran pendek atau tidak, sehingga dalam menentukan luas
penampang mengacu pada kedua bilangan tersebut.
KESIMPULAN
4. Bentuk Rectangular
inlet : perforated baffle
Outlet: pelimpah yang berupa v-notch dengan beban pelimpah
yang sekecil mungkin
Zona lumpur : kemiringan pada dasar bak menuju hopper.
Hopper diletakkan di dekat zona inlet.
Bentuk Circular
Inlet : pada tengah bak (tipe center-feed).
Outlet :pelimpah yang berupa v-notch dengan beban pelimpah
yang sekecil mungkin
Zona lumpur : adanya kemiringan pada dasar bak menuju