• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAII TINGKAT I BALI KEPUTUSAN TENTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAII TINGKAT I BALI KEPUTUSAN TENTANG"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBARAN DAERAH

PROPINSI

DAERAII TINGKAT

I

BALI

NOMOR:

158

TAHUN:1986

SERI : D NO.'156 GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I

BALI

KEPUTUSAN

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I

BALI

NOMOR 428 TAHUN 1985

TENTANG

PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI

DAN

TATA

KERJA UNIT

PEL.AKSANA

TEKNTS

{UpT)

BrBrT/BENTH

DAN

PERCOBAAN/

PERCONTOHAN DINAS PERKEBUNAN PROPINSI DABRAH

TINGKAT

I

BALI

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I

BALI,

Menimbang

:

a.

bahwa

untuk

lebih

meningkatkan pelaksanaan

tugas-tugas Dinas Perkeb.unan Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali dalam usaha meningkatkan pendapatan petani dan ke-sejahteraan keluarganya, serta dalam rangka meningkat'

kan

produksi Sub Sektor Perkebunan maka dipafrdang

perlu untuk

menetapkan Pembentukan, Susunan Or-ganisasi

dan Tata Kerja

Unit

Pelaksana Teknis (UPT)

Bibit/Benih dan

Percobaan/Percontohan Dinas

Perke-bunan Propinsi Daerah

fingkat I

Bali ;

b. bahwa Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Ting'

kat

I

Bali

tanggal

10

April

1979 Nomor

11/HOT/I.c/ 1979 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas 236

(2)

Mengingat

Perkebunan Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali sudah tidak diperlukan lagi dengan Peraturan Daerah Propinsi

Dae-rah Tingkat

I

Bali Nomor 05 Tahun 1982 tentang

pem-bentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas per-kebunan Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali ;

c. bahwa sambil menunggu petunjuk pelaksanaan Keputus-an Menteri Dalam Negeri tentKeputus-ang PedomKeputus-an

Pembentuk-an,

Susunan Organisasi dan Tata

Kerja

Unit

Pelaksana

Teknis Dinas dipandang perlu

untuk

menetapkan

Pem-bentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja

Unit

pe-laksana Teknis

(UPT) Bibit/Benih

dan

Percobaan/per-contohan Dinas Perkebunan dengan Keputusan ;

d. bahwa Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja

Unit

Pelaksana Teknis Dinas dimaksud huruf a dan b

di-tetapkan dengan Keputusan

Gubernw

Kepala Daerah

Tingkat

I

Bali.

1. Undang-Undang

Nomor

64

Tahun 19b8 tentang

pem-bentukan Daerah-Daerah Tirigkat

I

Bali, Nusa Tenggara

Barat dan Nusa Tenggara

Timur

(Lembaran Negara

Re-publik

Indonesia Tahun 1958 Nomor 169 ; Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor L64g) ;

3. Peraturan P

Penyerahan

rf?ffl;

Perkebunan

embaran

Negara

Republik

Indonesia

Tahun 19?b Nomor

B0

;

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

3060);

4. Keputusan

Menteri

Dalam Negeri

Nomor

868

Tahun

L977

tentang Pedoman pembentukan Susunan

Organi-sasi dan Tata Kerja Dinas Daerah ;

5. Instruksi Menteri Dalam Negeri

Nomor

Z

Tahun

lgg0

tentang Petunjuk Pelaksanaan Mengenai pembentukan,

(3)

6. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali Nomor

05

Tahun 1982 tentang Pembentukan Susunan Organi-sasi dan Tata Kerja Dinas Perkebunan Propinsi Daerah

Tingkat

I

Bali (Lembaran Daerah Tahun 1985 Nomor 2 Seri D Nomor 2).

MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

KEPUTUSAN

GUBERNUR

KEPALA

DAERAH

TING-KAT

I

BALI

TENTANG

PEMBENTUKAN SUSUNAN

ORGANISASI

DAN TATA

KERJA

UNIT

PELAKSANA

TEKNIS (UPT) BIBIT/BENIH

DAN

PERCOBAAN/PER.

CONTOHAN

DINAS

PERKEBUNAN

PROPINSI

DAE-RAH

TINGKAT

I

BALI.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal

I

Dalam Kep\rtusan

ini

yang dimaksud dengan :

a. Daerah adalah Propinsi Daerah Tingkat

I Bali;

b.

Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Propinsi Daerah

Tingkat

I

Bali ;

c. Gubernur Kepala Daerah adalah Gubernur Kepala

Dae-rah Tingkat

I

Bali ;

d.

Dinas

Perkebunan adalah

Dinas

Perkebunan Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali ;

e. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali ;

f.

Unit

Pelaksana Teknis (UPT) Dinas adalah

Unit

Bibit/

Benih dan Pbrcobaan/Percontohan yang berkedudukan

di

Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali ;

g. Kepala

Unit

Pelaksana Teknis adalah Kepala Unit

Pelak-sana Teknis Bibit/Benih dan Percobaan/Percontohan'

(4)

BAB

II

PEMBENTUKAN UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT)

DINAS

Pasal 2

Dengan Keputusan

ini

dibentuk

Unit

Pelaksana Teknis (UPT) Dinas.

BAB

III

KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI Pasal 3

(1)

Unit

Pelaksana Teknis Dinas adalah unsur pelaksana

sebagian

m

menYeleng-garakan

ibit/Benih dan

Kebun-k

Tanaman Per'

kebunan.

(2)

Unit

Pelaksana Teknis Dinas

dipimpin oleh

seorang

Kepala

Unit

Pelaksana T'eknis yang berada dibawah dan bertanggungiawab kepada Kepala Dinas ;

Pasal 4

Unit Pelaksana Teknis Dinas mempunyai tugas pokok :

a. menyelenggarakan

dan

membina

Kebun'kebun Bibit/

Benih

dan

Kebun

Percobaan/Percontohan Tanaman Perkebunan menurut bidangnya sesuai dengan

kebijak-sanaan yang digariskan oleh Kepala Dinas ;

b. memberikan saran/pertimbangan kepada Kepala Dinas tentang tindakan yang perlu diambil dibidang tugasnya'

Pasal 5

Untuk

menyelenggarakan tugas pokok dimaksud pada pa'

sal 4

Unit

Pelaksana Teknis Dinas mempunyai fungsi :

a. memimpin, mengawasi serta melaksanakan usaha'usaha

dan kegiatan dibidang Kebun Bibit/Benih Kebun

Perco-baanlPereontohan Tanaman Perkebunan

menurut

(5)

b. pengembangan dan pengendalian teknis atas pelaksanaan

tugas

pokoknya

sesuai dengan perundangan yang ber-laku.

BAB IV

SUSUNAN ORGANISASI Pasal 6

Unit

Pelaksana Teknis (UPT) Dinas

terdiri

dari :

a.

Unit

Bibit/Benih terdiri dari Kebun Induk Kopi Arabica, Kebun

Induk Kopi

Robusta, Kebun Induk Cengkeh darr

Coklat ;

b.

Unit

Percobaan/Percontohan

terdiri dari

Kebun

Perco-baan/Percontohan Kelapa, Jambu Mete, {(upok' Kemiri,

Panili dan Tanaman semusim.

Pasal 7

Susunan Organisasi

Unit

Bibit/Benih terdiri dari :

a. Kelapa

Unit

Pelaksana Teknis Bibit/Benih ;

b. Sub Bagian Tata Usaha ;

c. SeksiSeksi'

Pasal 8

Seksiseksi dimaksud pasal 7 sub c adalah :

a. Seksi Kebun Induk Kopi Arabica ;

b. Seksi Kebun Induk Kopi Robusta ;

c. Seksi Kebun

Induk

Cengkeh dan Coklat.

Pasal 9

Susunan Organisasi

Unit

Percobaan/Percontohan

terdiri

dari

:

a. Kepala

Unit

Pelaksana Teknis Percobaan/Percontohan ;

b. Sub Bagian Tata Usaha ;

c. Seksi-seksi.

Pasal 10

Seksi-seksi dimaksud pasal 9 sub c adalah :

a. Seksi Kebun Percontohan Kelapa ;

b. Seksi

Kebun

Percontohan Kepok,

Kemiri,

dan Jambu Mete ;

(6)

c. Seksi Kebun Percontohan Panili dan Tanaman semuslm'

Pasal 11

Bagan Susunan Organisasi

Unit

Pelaksana Teknis Dinas

aaaUn sebagaimana tercantum dalam

lampiran

1

dan

2

i"p"t*u" ini

dan

merupakan bagian yang

tidak

terpi'

sahkan.

BAB

V

URAIAN

TUGAS

Bagian Pertama

Unit Pelaksana Teknis Bibit/Benih

Pasal 12

Kepala

Unit

Pelaksana Teknis Bibit/Benih mempunyai tu-gas

pokok

membantu Kepala Dinas

untuk

menyelenggara-fan-

dan

membina

Kebun-kebun

Induk,

Kebun-kebun

giUit/genih,

Pohon-pohon

Induk

Kopi'

Cengkeh dan Coklat sesuai dengan kebijaksan4an teknis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas.

Pasal 13

Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas dan fungsi :

a. menyiapkan pelaporan administrasi

Unit

Pelaksana

Teknis Kebun Bibit/Benih Tanaman Perkebunan ;

b. melaksanakan

urusan

administrasi Kepegawaian, Keuangan dan PerlengkaPan ;

c. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala

Unit

Pelaksana Teknis Bibit/Benih'

Sub Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala

Sub

Bagian yang berada dibawah

dan

bertanggung

jawab langsung kepada Kepala

Unit

Pelaltsana Teknis

Bibit/Benih.

Pasal 14

(1)

Seksi Kebun

Induk Kopi

Arabica mempunyai tugas dan fungsi :

a. menyelenggarahan

kultur

teknis Kebun Induk Kopi

Arabica ;

(1)

(7)

b. melaksanakan produksi dan penyaluran bibit/benih Kopi Arabica ;

c. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala

Unit

Pelaksana Teknis Bibit/Benih.

(2)

Seksi Kebun

Induk Kopi

Arabica

dipimpin oleh

se-orang

Kepala Seksi yang berada dibawah

dan

ber-tanggungiawab langsung kepada Kepala

Unit

Pelak-sana Teknis Bibit/Benih

Pasal 15

(1)

Seksi Kebun

Induk Kopi

Robusta mempunyai tugas. dan fungsi :

a. menyelenggarakan

kulttu

teknis Kebun Induk Kopi Robusta;

b. melaksanakan produksi dan penyaluran bibit/benih kopi Robusta ;

c. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala

Unit

Pelaksana Teknis Bibit/Benih.

(2)

Seksi Kebun

Induk Kopi

Robusta

dipimpin

oleh

se-orang Kepala Seksi yang berada dibawah dan

bertang-gungjawab

langsung kepada Kepala

Unit

Pelaksana

Teknis Bibit/Benih.

Pasal 16

(1)

Seksi Kebun

Induk

Cengkeh dan Coklat mempunyai

tugas dan fungsi :

a. menyelenggarakan

kulttu

teknis Kebun

Induk

Cengkeh dan Coklat ;

b. melaksanakan produksi dan penyaluran bibit/benih

'

cengkeh dan Coklat ;

c. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala

Unit

Pelaksana Teknis Bibit/Benih.

(2)

Seksi

Kebun Induk

Cengkeh

dan

Coklat

dipimpin

oleh

seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan

bertanggungjawab langsung kepada Kepala

Unit

Pe-lalcsana Teknis Bibit/Benih. 242

(8)

(1)

Bagian Kedua

Unit Pelahsana Teknis Percobaan

dan Percontohan Pasal 17

Kepala

Unit

Pelaksana

Teknis

Percobaan/Percontohan

mempunyai tugas

pokok

membantu Kepala Dinas untuk

menyelenggarakan dan membina Kebun-kebun

Percontoh-an

tanaman Kelapa, Jambu Mete,

Kapok, Kemiri,

Panili dan Tanaman semusim sesuai dengan kebijaksanaan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas.

Pasal 18

Sub Bagian Tata Usatra mempunyai tugas dan fungsi :

a. menyiapkan pelaporan administrasi kepada Kepala

Unit

Pelalcsana Teknis Kebun Percobaan dan Per-contohan Tanaman Perkebunan ;

b. melaksanakan

unrsan administrasi

Kepegawaian,

Keuangan dan Perlengkapbn ;

c. melahsanakan tugas-tugas

lain

yang diberikan oleh Kepala

Unit

Pelaksana Teknis Percobaan dan Per-contohan.

Sub Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala

Sub

Bagian yang berada dibawah

dan

bertanggung

jawab langsung kepada Kepala

Unit

Pelaksana Teknis

Percobaan dan Percontohan.

Pasal 19

(1)

Seksi

Kebun

Percontohan Kelapa mempunyai tugas

dan fungsi :

a. menyelenggarakan

kultur

teknis

Kebr.rn Percon-tohan Kelapa ;

b. melaksanakan produksi

dan

penyaltuan bibit/be-nih kelapa ;

c. melahsanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala

Unit

Pelal<sana Teknis Percobaan dan Per-contohan.

(9)

(\

Seksi

Kebun

Percontohan Kela-pa

dipimpin oleh

se-orang Kepala Seksi yang berada dibawah dan

bertang-gungiawab

langsung kepada Kepala

Unit

Pelaksana

Teknis Percobaan dan Percontohan. Pasal 20

(1)

Seksi Kebun Percontohan Tanaman Jambu Mete, Ka-pok dan Kemiri mempunyai tugas dan fungsi :

a. menyelenggarakan

kultur

teknis Kebun

Percontoh-an Jambu Mete, Kapok dan Kemiri ;

b. melaksanakan produksi dan penyaluran bibit/benih

Jambu Mete, Kapok dan Kemiri ;

c. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala

Unit

Pelaksana Teknis Percobaan dan Per-contohan.

(2)

Seksi Kebun Percontohan Tanaman Jambu Mete,

Ka-pok dan Kemiri dipimpin

oleh seorang Kepala Seksi

yang berada dibawah dan bertanggungjawab langsung

kefada

Kepala

Unit

Pelaksana Teknis Percobaan dan Percontohan.

Pasal 21

Seksi

Kebun

Percontohan Tanaman Panili

dan

Ta-naman Semusim mempunyai tugas dan fungsi :

a. menyelenggarakan

kultur

teknis Kebun Percontoh-an TPercontoh-anamPercontoh-an PPercontoh-anili dPercontoh-an TPercontoh-anamPercontoh-an semusim ;

b. melahsanakan produksi dan penyaluran bibit/benih panili dan tanaman semusim ;

c. melaksanakan tugas-tugas

lain

yang diberikan oleh Kepala

Unit

Pelaksana Teknis Percobaan dan

Per-contohan.

Seksi

Kebun

Percontohan Tanaman

Panili dan

Ta-naman Semusim

dipimpin

oleh seorang Kepala Seksi

yang berada dibawah dan bertanggungiawab langsung

kepada Kepala

Unit

Pelaksana Teknis Percobaan dan Percontohan.

(1)

(2',)

(10)

BAB VI

TATA

KER-IA

Pasal 22

(1)

Kepala

Unit

Pelaksana Teknis

wajib

melaksanakan

koordinasi

baik

dengan

Sub

Dinas maupun Cabang

Dinas lingkup Dinas Perkebunan.

(2)

Kdpala

Unit

Pelaksana Teknis Dinas dalam melaksa_ nalcan tugasnya berdasarkan kebijaksanaan yang di_ tetapkan oleh Kepala Dinas.

(3)

Setiap Seksi dalam

struktur Unit

pelaksana Teknis

Dinas sebagai unsur staf mempunyai ttrgas membantu

Pimpinan dalam bidangnya masing-masing.

(4)

Setiap laporan yang

diterima dari

Seksiseksi diolah

dan

digunakan

sebagai

bahan

untuk

penyusunan laporan lebih lanjut.

BAB

VII

KEPEGAWAIAN

Pasal 23

Kepala

Unit

Pelatrsana

Teknis,

Kepala

Sub

Bagian dan

Kepala Seksi diangkat dan diberhentikan

oleh

Gubernur Kepala Daerah atas usul Kepala Dinas.

BAB

VIII

PEMBIAYAAN

Pasal 24

Keuangan

untuk

pembiayaan

kegiatan

Unit

Pelaksana

Teknis

Dinas disediakan

dari

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Tingkat

I

Bali

serta subsidi atau bantuan

dari Pemerintah Pusat dan Lembaga lain diluar Pemerintah Daerah yang salr.

BAB

D(

KETENTUAN PENUTI.'P Pasal 25

(1)

Hal-hal yang belum diatur dalarn Keputusan

ini

akan

(11)

(2)

Keputusan

ini

mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan

di :

Denpasar

Pada

tanggal

:

4 Oktober 1985

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I

BALI,

ttd.

MANTRA

NrP. 130.095.383.

Keputusan ini disampaikan kepada :

1;

Menteri Dalam Negeri di Jalcarta ;

2.

Menteri Pertanian di Jakarta ;

3.

Direktur Jenderal PUOD Departemen Dalam Negeri di Jakarta ;

4.

Direktur Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian di Jaharta ;

5.

Kepala Kantor Wilayah Departemen Pertanian Propinsi

Bdi di

Denpasar ;

6.

Ketua

D P R

D

Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali di Denpasar ;

7.

Staf Lengkap Gubernur Kepala Daerah

fingkat

I

Bali

di

Denpasar.

Diwrdangkan dalam Lembaran Daerah

hopinsi

Daerah Tingkat

I

Bali

Nomor : 158 tanggal : 13 - 1 - 1986

Seri :D

Nomor:156

Sekretaris Wilayah/ Daerah,

ttd.

Drs. SEMBAH SUBHAKTI. NrP.010023939.

(12)

F

v<

+J

lw

jo

zz

r<

da IIJ

-Yil

-v, Y \2(9

uz

v)u

O

z<

<-;<

Xq

1<

coF

l<

@l-f

o<

=i,

=o

de

9e

IJJ U) F

o-f

J o-Iu \z !z f

o<

zo

_00 Za

fla

}ZE

9u

l.tt (t 4Ch

12

,

dA

yH

3Z

Frts E^ v lr tr ->

e6

,(J

<x

E;

5

F€ = 1A-

-5

:E3

E

g

ai;

a

3r339

t

2

=171,

E

.

!38;t

ZA

E$eEA

?F

2AAZ2

2a

i2e2q"

p

rJ]s'? t

o

-3. 1*Z

z

E:V-<

<

2*2rZ

2

742;a

A IrJl.\lilFll J

EZAZ}z

(A

9!EFf

3

6is

n

HEf;

Ez2

H <Irl

VFF

2

c

A

3

(13)

z

)-2

93=

2-al)

olJ

H=i

r.r.r

LLz

{

(/)

zz<

l<=

dl><

uie

io'-nj-VF

LIJ

o

z<

<-;<

Yq

1<

@F

f,<

@F

ui-FE

Lu-- LlJ

dY

=z

2o

=

z

z

J-o

z

o

o

E uJ CL

z

l CD LIJ Y

6

v

UJ q, F

o-f

o-IIJ ' Y

z

I

P<

:-

o-Z.z

o

-"i

Hy

--;

>4

-i>

co<

uZ

\Z<

U' !z UJ at) 1 (tt

zt

dA

v-<z

J<

HE

FI-ze

-l)

<&

HIrJ &L El - 'I-'

ig=

z

:

eEi

E

E

Cilr-:' -5{

Z

22i,ZE

FE

=

tE

F

I

I

g

i2-?78

=

F

:E=ie

sE

?*i-7

2

EEEzs

e

E5FEfi

,

Esa

g

?22

H <E]

V F.F

ol

z

I

E

s

248

Referensi

Dokumen terkait

Pada umumnya alat ukur yang digunakan un- tuk menentukan kelayakan suatu usaha dari aspek keuangan/finansial atau berdasarkan kriteria inves tasi dapat dilakukan melalui pendekatan

Berdasarkan pada pemaparan konsep atau gagasan penciptaan yang telah dibuat, maka dari penulisan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Ritual Semana Santa di

Unsur Ca dan PO 4 -3 pada temperatur kalsinasi 1100 o C berbentuk semi kristal atau amorphous dengan bentuk butiran agglomerate, sehingga temperatur 1100 o C tidak

Pengembangan produk tidak hanya berarti produk tersebut diperbaharui, disempurnakan atau menambah variasi saja, tetapi bisa juga menambah produk baru yang sama

Usia tiga tahun awal kehidupan adalah masa paling penting bagi perkembangan kognitif adaptif bayi. Menurut Piaget perkembangan kognitif terutama sensorimotor terjadi

Guru mengecek kehadiran peserta didik dan meminta peserta didik untuk mempersiapkan perlengkapan dan peralatan yang diperlukanPeserta didik menerima informasi tentang pembelajaran

Untuk penelitian selanjutnya disaran- kan mengenai fungsi kognitif pada pasien cedera kepala ringan dan sedang dengan total sampel yang lebih banyak, dan juga terhadap cedera

Maka dari itu peneliti ingin mengetahui kerugian ekonomi masalah kesehatan yang ditimbulkan akibat gigitan hewan penular rabies pada masyarakat di Kabupaten Sijunjung tahun