• Tidak ada hasil yang ditemukan

materi fisika tentang momentum dan implus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "materi fisika tentang momentum dan implus"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

M

OMENTUM DAN

I

MPULS

FISIKA 2 SKS PERTEMUAN KE-3

(2)

BESARAN

-

BESARAN

P

ADA BENDA BERGERAK

:

Posisi

Jarak

Kecepatan

Percepatan

Waktu tempuh

Energi kinetik

Perpindahan

Laju

Gaya total

besaran vektor??

(3)

 Gaya fungsi dari waktu  Konsep Momentum

 Momentum  perubahan yang terjadi akibat adanya interaksi antara masing-masing partikel

BESARAN YANG MERUPAKAN UKURAN MUDAH ATAU

SUKARNYA SUATU BENDA MENGUBAH KEADAAN

GERAKNYA (MENGUBAH KECEPATANNYA, DIPERLAMBAT

ATAU DIPERCEPAT)  MOMENTUM

Definisi momentum :

Hasil kali massa dan kecepatan

p =

m

v

(4)

MOMENTUM LINIER

Definisi momentum linier

p

m

v

Hukum II Newton

v

dt

dm

dt

v

d

m

dt

v

dm

dt

p

d

F

Untuk m konstan, diperoleh bentuk hukum II Newton

(5)
(6)
(7)
(8)

K

EKEKALAN

M

OMENTUM

, & T

UMBUKAN

Momentum total dari suatu sistem benda-benda yang terisolasi adalah konstan

Sistem

Sistem

terisola

si

sekumpulan benda yang

berinteraksi satu sama lain

suatu sistem di mana gaya

(9)

J

ENIS

T

UMBUKAN

(

BERDASAR KEKAL

-

TIDAKNYA
(10)

Tumbukan Lenting (sempurna)

Pada tumbukan lenting sempurna berlaku

Hukum kekekalan momentum

Hukum kekekalan Energi Kinetik

Hukum kekekalan momentum

m1 v1 + m2 v2 = m1 v1I + m

2 v2I

m1 v1 m1 v1I = m

2 v2I m2 v2

m1 (v1 v11) = m

(11)

Hukum kekekalan energi kinetik =

m1 v12 m

1 v1I 2 = m2 v2I 2 m2 v22

m1 (v12 v

1I 2) = m2 (v2I 2 v22)

m1 (v1 + v1I) (v

1 – v1I) = m2 (v2I + v2) (v2I v2) (**)

bila persamaan (**) dibagi dengan persamaan (*) diperoleh :

(v1 + v1I) = (v

2I+ v2)

atau

(v2 v1) = - (v2I– v 1I)

Dengan kata lain kecepatan relatif kedua benda sebelum

(12)

KOEFISIEN RESTITUSI

berlaku jika v1, v1I, v

2, v2I pada satu arah sumbu

yang sama.

Harga v yang dimasukkan harus memperhatikan arah (tanda + atau -)

Untuk tumbukan lenting (sempurna) e = 1

Untuk tumbukan tidak lenting sebagian 0 < e < 1

(13)

T

UMBUKAN

L

ENTING

S

EBAGIAN

Pada jenis tumbukan ini berlaku Hukum kekekalan momentum dan tidak berlaku hukum kekekalan energi kinetik karena terjadi

perubahan Ek. koefisien restitusi e adalah pecahan.

Hukum kekekalan momentum m1 v1 + m2 v2 = m1 v1I + m

2 v2I dan 0 < e < 1

(14)

T

UMBUKAN

T

IDAK

L

ENTING

S

EMPURNA

Pada jenis tumbukan ini berlaku Hukum kekekalan

momentum dan tidak berlaku hukum kekekalan energi kinetik karena terjadi perubahan Ek. koefisien restitusi e = 0.

= = 0 -( v2I v

1I) = 0

v1I = v 2I

kecepatan akhir kedua benda sama dan searah. Berarti

kedua benda bergabung dan bergerak bersama-sama.

Besar energi kinetik yang hilang Ek

(15)

TUMBUKAN PADA DUA ATAU TIGA DIMENSI

 Kekekalan momentum dan energi juga bisa diterapkan pada tumbukan dua atau tiga dimensi, dan sifat vektor momentum sangat penting. Satu tipe umum dari

tumbukan yang tidak berhadapan adalah di mana sebuah partikel yang bergerak (disebut proyektil)

menabrak partikel kedua yang diam (partikel "target").

Ini merupakan situasi umum pada permainan seperti bilyar, dan untuk eksperimen pada fisika atom dan nuklir (proyektil, dari pancaran radioaktif atau

akselerator energi-tinggi, menabrak inti target yang

(16)

KEKEKALAN MOMENTUM PADA TUMBUKAN 2 DIMENSI

Pada arah sumbu-x:

1 2 1 2

1 1 1 1 1 2 2

' '

' c o s ' ' 2 c o s '

x x x x

p p p p

m v m v m v

Karena pada awalnya tidak ada gerak pada arah sumbu-y, komponen-y dari momentum adalah nol

1 2 1 2

1 1 1 2 2 2

' '

0 ' s in ' ' s in '

y y y y

p p p p

(17)

C

ONTOH

Sebuah bola bergerak dengan laju v1 = 3,0 m/s

pada arah +x (lihat gambar) menabrak bola lain dengan massa sama yang dalam keadaan diam. Kedua bola terlihat berpencar dengan sudut 45° terhadap sumbu x (bola 1 ke atas dan bola 2 ke bawah). Yaitu, '1 = 45° dan '2 = -45°. Berapa laju bola-bola tersebut (laju keduanya sama) ?

(18)

P

ENYELESAIAN

Sumbu-x :

Sumbu-y

:

1 ' co s 4 51 ' co s 4 52

m v m vm v

1 2

0 m v ' sin 4 5 m v ' sin 4 5

Menghilangkan Dari persamaan untuk sumbu-y

:

2 1 1 1

s in 4 5 s in 4 5

' ' ' '

s in 4 5 s in 4 5

v v v v

 

 

(19)

Dari persamaan untuk sumbu-x :

1 1 2 1 1

1 2

' c o s 4 5 ' c o s 4 5 2 ' c o s 4 5

3, 0 m /s

' ' 2,1 m /s

2 0, 7 0 7 2 c o s 4 5

v v v v

v v v

  

(20)

C

ONTOH

SOAL 1:

Bola seberat 5 newton bergerak dengan kelajuan 3 m/s dan menumbuk sentral bola lain yang

beratnya 10 N dan bergerak berlawanan arah dengan kecepatan 6 m/s. Hitunglah kelajuan masing-masing bola sesudah tumbukan, bila:

 a. koefisien restitusinya 1/3

 b. tumbukan tidak lenting sama sekali

(21)

C

ONTOH

SOAL 2:

Seorang pemain bisbol akan memukul bola yang

datang padanya dengan massa 4 kg dengan kecepatan 20 m/s, bola bersentuhan dengan pemukul dalam

waktu 0,02 detik sehingga bola berbalik arah dengan kecepatan 30 m/s.

 Carilah besar momentum awal

 Carilah besar momentum akhir

 Carilah besar perubahan momentumnya.

 Carilah besar impulsnya.

Referensi

Dokumen terkait

Jika suatu pegas berbeban yang mula-mula dalam keadaan diam dan setimbang, kemudian bahan ditarik ke bawah sebesar A dari kedudukan setimbang (X=0) dan dilepaskan, maka

Pada tendangan bebas suatu permainan sepak bola, bola ditendang dengan kecepatan awal 100 m/s pada sudut 30 o terhadap tanah!. Tentukan tinggi maksimum yang

Sebuah bola A bermassa m menumbuk bola B dengan massa 2m yang mula-mula diam (seperti yang ditunjukkan gambar di bawah).. Diketahui bahwa tumbukan antara kedua

Omni Wheel yang dibuat mampu bergerak mengikuti garis arah sumbu X positif, kemudian robot secara otomatis akan bergerak ke arah sumbu Y positif dengan sudut

Jika tumbukan yang terjadi lenting sempurna dan massa bola A sama dengan bola B, kecepatan bola A dan B setelah tumbukan adalah ..... Menurut kesepakatan, kecepatan positif

Karena bola tidak slip sama sekali dan tumbukan lenting sempurna maka energi mekanik sistem kekal.. Gaya gesek arahnya ke sumbu x negatif (melawan arah gerak relatif

Hasil penelitian selengkapnya yang meliputi basil perhitungan sudut siku-siku sistem salib sumbu digicoord, perubahan faktor skala ke arah sumbu X dan Y,

Saat batang berada pada keadaan vertikal, batang menumbuk sebuah bola dengan massa M yang diam... Perhatikan sistem