• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahasa Dalam Komunikasi Antaretnik pemil

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Bahasa Dalam Komunikasi Antaretnik pemil"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Bahasa Dalam Komunikasi Antaretnik (pemilihan Bahasa Bajo Dan Sasak) Masyarakat Tanjung Luar Di Kabupaten Lombok Timur :: Suatu Tinjauan sosiolinguistik

Penggunaan Bahasa Di Kota Palu :: Kajian sosiolinguistik Dalam Ranah Jual Beli Di Pasar Tradisional

Campur Kode dalam Bahasa Penyidikan di Polresta Padang (Suatu Tinjauan Sosiolinguistik)

Beberapa Pelesapan dan Perubahan Fonem dalam Bahasa Anak-Anak.

Makna Denotatif dan Konotatif dari Beberapa Kata Benda, Kata Kerja, dan Kata Sifat.

Analisis Bentuk dan Fungsi Referensi Personal dalam Wacana Bahasa Indonesia.

Analisis Wacana: Unsur Kohesi dan Koherensi.

Pemakaian Preposisi Dalam Bahasa Indonesia persuratkabaran di Padang (Suatu Analisis Deskritif).

Penerapan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dalam Majalah Panji Masyarakat (Studi Kasus)

Alih Kode Antara Bahada Mandailing dan Bahasa Indonesia di Perwakilan Kecamatan Lembah Malintang Kabupaten Pasaman.

Analisis Pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dalam Surat-Surat Resmi Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tingkat II Kabupaten Sawahlunto Sijunjung Tahn 1991

Penguasaan Bahasa dalam Komunikasi Verbal pada Penderita Amnesia (Suatu Tinjauan Psikolinguistik)

Bentuk-Bentuk Pra Anggapan dalam Peristiwa Tutur Kalangan Mahasiswa di Pemondokan

Tindak Tutur dalam Dialog Interaktif di TVRI: Tinjauan Pragmatik

jenis Perubahan

Dalam bahasa Indonesia ada beberapa jenis perubahan fonem berkenaan dengan proses morfologi ini. Diantaranya adalah proses :

a) Pemunculan fonem, yakni munculnya fonem (bunyi) dalam proses morfologi yang pada

mulanya tidak ada. Misalnya, dalam proses pengimbuhan prefix me- pada dasar baca akan memunculkan bunyi sengau [m] yang semula tidak ada.

b) Pelepasan fonem, yakni hilangnya fonem dalam suatu proses morfologi. Misalnya, dalam proses

(2)

pengimbuhan “akhiran” –nda pada dasar anak, maka fonem /k/ pada dasar itu menjadi lesap atau dihilangkan.

c) Peluluhan fonem, yakni luluhnya sebuah fonem serta disenyawakan dengan fonem lain dalam

suatu proses morfologi. Umpamanya, dalam pengimbuhan prefiks me- pada dasar sikat, maka fonem /s/ pada kata sikat itu diluluhkan dan disenyawakan dengan fonem nasal /ny/ yang ada pada prefiks me- itu. Juga terjadi pada proses pengimbuhan prefiks pe.

d) Perubahan fonem, yakni berubahnya sebuah fonem atau sebuah bunyi, sebagai akibat terjadinya

proses morfologi. Umpamanya, dalam pengimbuhan prefiks ber- pada dasar ajar terjadi perubahan bunyi, dimana fonem /r/ berubah menjadi fonem /l/.

e) Pergeseran fonem, yaitu berubahnya posisi sebuah fonem dari satu suku kata ke dalam suku kata

Referensi

Dokumen terkait

Bentuk dasar tentu mendapatkan afiks me-kan sehingga memunculkan nasal /n/, fonem /t/ di awal bentuk dasar tidak diwujudkan melainkan disenyawakan dengan nasal

b) Apabila bentuk dasar berupa kata sifat, prefiks bə- dalam BMIS menyatakan makna ‘dalam keadaan’. c) Pada kata-kata yang berbentuk kata bilangan, prefiks bə- dalam

3 Contoh Kata Turunan, Majmuk, dan Ganda melalui Proses Pengimbuhan, Pemajmukan, dan Penggandaan 9 Kata Nama Terbitan KNT 11 Kata Kerja Terbitan KKT 12 Perubahan Morfologi Bahasa

perubahan bunyi antara bahasa kerabat berupa penghilangan sebuah fonem pada awal sebuah kata, sinkop ( syncope ) adalah bila perubahan bunyi itu berujud penghilangan sebuah fonem

b) Apabila bentuk dasar berupa kata sifat, prefiks bə- dalam BMIS menyatakan makna ‘dalam keadaan’. c) Pada kata-kata yang berbentuk kata bilangan, prefiks bə- dalam

Data pada bentuk dasar Rumah ‘rumah’ yang fonem awalnya /r/ ketika bertemu dengan konfiks per-an menjadi peRumahan ‘perumahan’ fonem /r/ yang berada pada prefiks ber-

Afiks kombinasi ini berfungsi untuk membentuk kata benda totalitas. Prefiks sa- pada kata dasar menunjukkan totalitas “seluruhnya”. Prafiks pi- berfungsi untuk membentuk

Kaidah perubahan bentuk prefiks ber- adalah sebagai berikut: Bentuk a Prefiks ber- berubah menjadi be- jika ditempatkan pada bentuk dasar yang bermula dengan fonem /r/ atau bentuk