T ADP 1302839 Chapter5

Teks penuh

(1)

BAB V

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang merujuk pada rumusan

masalah, tujuan penelitian, hasil penelitian, dan pembahasan maka pada bab ini

penulis menuliskan beberapa kesimpulan dan rekomendasi sebagai berikut:

Mutu madrasah pada Madrasah Aliyah swasta di Kabupaten Bandung

Barat yang diukur dari empat dimensi, yaitu; input, proses, output, dan outcome

berada pada kategori tinggi. Dan hal ini (mutu madrasah) akan semakin

meningkat apabila kemampuan manajerial kepala madrasah dan kinerja mengajar

guru lebih ditingkatkan dengan berbagai pembekalan pendidikan, pelatiahan dan

atau bahkan pengawasan dari pengawas pendidikan madrasah tingkat madrasah

aliyah atau Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat. Sehingga dimensi

proses yang menjadi titik kelemahan pada variabel mutu madrsah ini akan

meningkat dengan sendirinya.

Kemampuan manajerial kepala Madrasah Aliyah swasta di Kabupaten

Bandung Barat yang diukur dari empat dimensi yaitu: planning, organizing,

actuating, dan controling berada pada kategori sangat tinggi. Namun pada

dimensi control atau pengawasan masih terbilang rendah apabila dibandingkan

dengan dimensi lainnya. Oleh karena itu Kementerian Agama Kabupaten

Bandung Barat melalui KKM (Kelompok Kerja Madrasah) harus memberikan

berbagai pengarahan dan pembinaan melalui pelatiahan, workshop, atau kegiatan

lainnya yang relevan untuk meningkatkan kemampuan manajerial kepala

madrasah khususnya dalam bidang control atau pengawasan. Dengan demikian,

apabila lebih dioptimalkan dan ditingkatkan variabel kemampuan manajerial

kepala madrasah, maka hal ini akan berdampak positif terhadap peningkatan mutu

Madrasah Aliyah swasta di Kabupaten Bandung Barat.

Kinerja mengajar guru Madrasah Aliyah swasta di Kabupaten Bandung

(2)

tinggi. Walaupun masih terdapat kelemahan pada salah satu indikator yaitu,

evaluasi pembelajaran. Dengan demikian, apabila lebih dioptimalkan dan

ditingkatkan variabel kinerja mengajar guru, maka hal ini akan berdampak positif

terhadap peningkatan mutu Madrasah Aliyah swasta di Kabupaten Bandung

Barat.

Kemampuan manajerial kepala madrasah berkontribusi positif dan

signifikan terhadap mutu madrasah dan kontribusinya tergolong kuat. Hal ini

berarti bahwa kemampuan manajerial kepala madrasah merupakan salah satu

variabel penting dalam meningkatkan mutu Madrasah Aliyah swasta di

Kabupaten Bandung Barat

Kinerja mengajar guru berkontribusi positif dan signifikan terhadap mutu

madrasah dan kontribusinya tergolong cukup kuat. Hal ini berarti bahwa kinerja

mengajar guru merupakan salah satu variabel penting lainnya dalam

meningkatkan mutu Madrasah Aliyah swasta di Kabupaten Bandung Barat.

Kemampuan manajerial kepala madrasah dan kinerja mengajar guru secara

simultan berkontribusi positif dan signifikan terhadap mutu madrasah dan

kontribusinya termasuk kategori tinggi. Hal ini berarti menunjukkan bahwa kedua

variabel tersebut merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan

mutu Madrasah Aliyah swasta di Kabupaten Bandung Barat.

B. Rekomendasi

Merujuk kepada hasil penelitian dan kesimpulan yang telah diuraikan

diatas, maka penulis memberikan rekomendasi sebagai berikut:

1. Pada variabel kemampuan manajerial kepala madrasah, secara keseluruhan

berada pada kategori sangat tinggi. Hal tersebut membuktikan bahwa salah satu

variabel yang berkontribusi terhadap mutu Madrasah Aliyah swasta di

Kabupaten Bandung Barat adalah kemampuan manajerial kepala madrasah.

Namun di sisi lain masih dtemukan dimensi yang masih rendah yaitu dimensi

controlling, yaitu aktivitas pengawasan kepala madrasah terhadap seluruh

(3)

maka pengawas madrasah dan kepala madrasah hendaknaya meningkatkan

aktivitas kepengawasannya antara lain: 1) menjadikan aktivitas controling

sebagai agenda rutin pengawas dan kepala madrasah, 2) mensosialisasikan

hasil kegiatan pengawasan tersebut kepada seluruh guru, staf, dan karyawan

madrasah sebagai perbaikan selanjutnya, (3) pendidikan dan pelatihan

kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten

Bandung Barat maupun pikah-pihak terkait sehingga secara bertahap dapat

meningkatkan kualitas kepemimpinannya khususnya dalam bidang

pengawasan

2. Pada variabel kinerja mengajar guru, secara keseluruhan berada pada kategori

tinggi. Namun di sisi lain masih dtemukan dimensi yang masih rendah yaitu

pada dimensi evaluasi pembelajaran, hal ini tentu harus ditingkatkan karena

menunjukkan nilai rata-rata yang lebih rendah dibandingkan dengan dimensi

lainnya. Dan masalah tersebut menjadi bahan masukan bagi kepala madrasah

dan pengawas madrasah agar dapat memfasilitasi guru supaya kompetensi guru

menjadi meningkat melalui pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan

profesi guru khususnya dalam meningkatkan kemampuan proses mengevaluasi

pembelajaran. Sedangkan para guru perlu berusaha untuk meningkatkan

kualitas kinerjanya, terutama dalam hal evaluasi pembelajaran yang dipandang

masih rendah, berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap dan

prilaku, disiplin, penguasaan terhadap teknologi informasi yang pada akhirnya

kinerja mengajar guru dapat meningkat secara berkesinambungan.

3. Pada variabel mutu madrasah, secara keseluruhan berada pada kategori tinggi.

Namun pada dimensi proses masih menunjukkan skor rata-rata yang rendah

dibandingkan dengan dimensi lainnya, terutama dalam indikator adanya iklim

positif dan kondusif bagi siswa untuk belajar, yaitu kepala madrasah bisa

membangun iklim yang kondusif bagi siswa dan stake holders terkait untuk

melaksanakan pembelajaran bagi para siswa. Solusi yang dapat

dipertimbangkan dalam mengatasi masalah tersebut, antara lain: 1) adanya

(4)

proses yang hendak dicapai, 2) motivasi yang tinggi dari seluruh warga

madrasah untuk mencapai mutu yang diharapkan, 3) meningkatkan

kompetensi, baik kepala madrasah, guru dan seluruh warga madrasah

4. Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat, hendaknya mengevaluasi

kembali pendirian Madrasah Aliyah swasta yang diajukan oleh masyarakat

dengan melihat ketersediaan sarana prasarana, SDM, dan infrastruktur yang

ada, sehingga pendirian madrasah tidak asal-asalan karena akan mempengaruhi

kepada mutu madrasah itu sendiri

5. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik meneliti tentang kemampuan manajerial

kepala madrasah dan kinerja mengajar guru terhadap mutu madrasah

hendaknya mengkaji lebih dalam megenai permasalahan ketiga variabel

tersebut, agar teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini dapat lebih teruji

lagi kebenarannya serta faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap mutu

(5)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...