• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFESI DAN KEJAHATAN DI BIDANG TEKNOLOG (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PROFESI DAN KEJAHATAN DI BIDANG TEKNOLOG (1)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PROFESI DAN KEJAHATAN DI BIDANG

TEKNOLOGI INFORMASI

NAMA KELOMPOK : NIM :

1. Eko Hilmi Firmansyah 135150301111021 2. Mimi Hamidah 135150301111039 3. Rania Akhmalia 135150300111001

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

(2)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pemanfaatan Teknologi Informasi, media, dan komunikasi telah

mengubah perilaku dan peradaban manusia secara global. Perkembangan

teknologii informasi dan komunikasi telah menyebabkan hubungan dunia

menjadi tanpa batas (borderless) juga menyebabkan perubahan sosial,

ekonomi, serta budaya secara signifikan. Perubahan-perubahan tersebut

berlangsung demikian cepat. Teknologi Informasi saat ini menjadi pedang

bermata dua karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan

kesejahteraan, kemajuan, dan peradaban manusia, sekaligus menjadi sarana

efektif perbuatan melawan hukum.

Cyber-crime dan cyber-law adalah kejahatan di bidang teknologi informasi dan sudah jelas melanggar hukum. Pengguna TI yang melanggar etika TI

dapat dikenakan sanksi hukum. Walaupun sudah banyak pengguna TI yang

menjalankan etika di dunia teknologi informasi, peran pemerintah masih

kurang dan cenderung kurang peduli terhadap pelanggaran hukum satu ini.

Profesi TI (teknologi informasi) yang berkembang sekarang ini seperti

programmer, admin jaringan, teknisi perangkat dan masih banyak yang lain menjadi garda kedua terdepan sebagai pertahanan negara Indonesia setelah

badan pertahanan resmi milik Negara yaitu TNI (Tentara Negara Indonesia).

Serangan demi serangan dari luar/dalam negeri baik melalui penyadapan

ataupun pemberitaan di media terbuka adalah bentuk serangan untuk

menjatuhkan Indonesia secara perlahan. Permasalahan yang muncul, para

pelaku profesi TI kurang berperan bahkan tidak mengerti perannya sendiri.

1.2 Rumusan Masalah

1) Apa yang dimaksud dengan profesi dan apa sajakah profesi TI yang

sedang berkembang di Indonesia?

2) Bagaimana pelaku profesi TI menjalankan pekerjaannya sesuai dengan

etika?

3) Apa itu cyber-crime dan penyebabnya?

(3)

1.3 Tujuan

1) Mengetahui penjelasan dan pengertian dari sebuah profesi dan

profesional

2) Mengetahui dan memahami macam-macam Profesi TI

3) Memahami etika profesi dan prinsip etika profesi secara umum

4) Memahami pengertian cyber-crime, motif dan penyebabnya

(4)

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Profesi

Profesi menurut Kamus Besar Bahasa Indoensia merupakan suatu

bidang pekerjaan yang menuntut keahlian khusus atau tertentu. profesi juga

dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup

dengan mengandalkan keahlian dan ketrampilan yang tinggi dan dengan

melibatkan komitmen moral yang tinggi pula. Suatu profesi biasanya memiliki

asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus

untuk bidang profesi tersebut.

Dengan demikian saat ini kata profesional dan profesionalisme menjadi

semacam istilah kunci bagi kehidupan modern, semua orang seakan

berlomba-lomba menjadi orang yang prefesional. Profesional merupakan

orang yang melakukan suatu pekerjaan karena ahli dibidang tersebut yang

mempunyai komitmen pribadi yang mendalam atas pekerjaan itu, komitmen

pribadi inilah yang melahirkan tanggung jawab yang besar mendalam atas pekerjaannya.

Profesi TI (Teknologi Informasi)

Secara umum, profesi di bidang teknologi informasi terbagi dalam 4 kelompok sesuai bidangnya.

a. Perangkat lunak (software)

Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :

1. Sistem analis, merupakan orang yang abertugas menganalisa system yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa

system yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi

kelayakan dan desain system yang akan dikembangkan.

2. Programer, merupakan orang yang bertugas

mengimplementasikan rancangan system analis, yaitu membuat

program ( baik aplikasi maupun system operasi ) sesuai system

yang dianalisa sebelumnya.

3. Web designer, merupakan orang yang melakukan kegiatan

perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain

(5)

4. Web programmer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer, yaitu membuat

program berbasis web sesuai desain yang telah dirancang

sebelumnya

b. Perangkat keras (hardware)

Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan

seperti :

1. Technical engineer, sering juga disebut teknisi, yaitu orang yang berkecimpung dalam bidang teknik, baik mengenai pemeliharaan

maupun perbaikan perangkat system computer

2. Networking engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan computer dari maintenance sampai pada

troubleshooting-nya.

c. Operasional system informasi

Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan

seperti :

1. EDP Operator, adalah orang yang bertugas mengoperasikan

program-program yang berhubungan dengan electronic data

processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.

2. System Administrator, merupakan orang yang bertugas

melakukan administrasi terhadap system, memiliki kewenangan

menggunakan hak akses terhadap system, serta hal-hal lain yang

berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah system.

3. Mis Director, merupakan orang yang memiliki wewenang paling tinggi terhadap sebuah system informasi, melakukan manajemen

terhadap system tersebut secara keseluruhan baik perangkat keras, perangkat lunak maupun sumber daya manusianya

2.1.1 Etika Profesi

Menjadi seorang pelaku profesi yang professional hendaknya memiliki

etika yang baik, pengetian etika sendiri Etika adalah teori tentang tingkah laku

perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat

ditentukan oleh akal dan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya

menentukan perbuatan yang dilakukan manusia untuk dikatan baik atau

buruk. Dengan kata lain etika adalah aturan atau pola tingkah laku yang

(6)

2.1.2 Prinsip-Prinsip Etika Profesi

Tuntutan profesional sangat erat dengan suatu kode etik setiap profesi.

Kode etik itu berkaitan dengan prinsip etika tertentu yang berlaku untuk suatu

profesi. Di sini akan dikemukakan empat prinsip etika profesi yang berlaku untuk semua profesi pada umumnya.

1. tanggung jawab. Bertanggung jawab atas dampak profesi terhadap kehidupan dan kepentingan orang lain, khususnya

kepentingan orang-orang yang dilayaninya.

2. keadilan. Prinsip ini menuntut orang yang profesional agar dalam menjalankan profesinya ia tidak merugikan hak dan kepentingan

tertentu, khususnya orang yang.

3. otonomi. Ini lebih merupakan prinsip yang dituntut oleh kalangan profesional terhadap dunia luar agar mereka diberi kebebasan

sepenuhnya menjalankan profesinya. Prinsip otonomi dibatasi

oleh tanggung jawab dan komitmen profesional (keahlian dan

moral) atas kemajuan profesi tersebut serta dampak pada

kepentingan masyarakat.

4. integritas moral. Berdasarkan hakikat ciri-ciri profesi di atas, terlihat jelas bahwa orang yang profesional juga orang yang punya

integritas pribadi atau moral yang tinggi.

2.1.3 Peranan Etika Dalam Profesi

Nilai-nilai etika tidak hanya milik satu atau dua orang, atau segolongan

orang saja, tetapi milik setiap kelompok masyarakat, bahkan kelompok yang

paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. Dengan nilai-nilai etika

tersebut, suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai yang

mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) untuk mengatur

kehidupan bersama dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya.

2.2 Kode Etik dan UU Profesi

Kebenaran adalah persesuaian antara pengetahuan dan obyek nyata

bisa juga diartikan suatu pendapat atau perbuatan seseorang yg sesuai

dengan (atau tidak ditolak oleh) orang lain dan tidak merugikan diri sendiri.

Dapat dikatakan bahwa tiap jalan pikiran itu pasti mempunyai apa yang

disebut sebagai kriteria kebenaran. Dan kriteria kebenaran inilah yang

merupakan "landasan" bagi proses penemuan kebenaran tersebut. Seperti

(7)

proses penemuan kebenaran, dimana tiap-tiap jenis penalaran tersebut

mempunyai kriteria kebenarannya masing-masing.

Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan professional secara tegas menyatakan apa yang baik dan benar pagi pelaku profesi. Kode etik

dibuat oleh sekelompok orang yang memiliki profesi sejenis dan tentunya atas

dasar kesepakatan bersama. Tujuan kode etik tidak hanya sebagai pedoman

pelaku profesi untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan namun juga

memberikan jasa sebaik-baiknya kepada masyarakat yang bersangkutan

sebab dengan adanya kode etik masyarakat akan terlindungi dari oknum yang

tidak professional dan tidak bertanggung-jawab.

2.2.1 Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Eletronik)

Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah Ketentuan

yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum

sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, baik yang berada di wilayah

hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki

akibat hukum di wilayah Indonesia dan /atau di luar wilayah hukum Indonesia

dan merugikan kepentingan indonesia.

UU ITE mengatur berbagai perlindungan hukum atas kegiatan yang

memnafaatkan internet sebagai medianya, baik transaksi maupun

pemanfaatan informasinya. Pada UUITE juga diatur berbagai ancaman

hukuman bagi kejahatn melalui internet. UUITE mengakomodir kebutuhan

para pelaku bisnis di internet dan masyarakat pada umumnya guna

mendapatkan kepastian hukum, dengan diakuinya bukti elektronik dan tanda

tangan digital sebagi bukti yang sah di pengadilan

2.3 Pengertian Cyber Crime

Kejahatan dunia maya (Inggris: cybercrime) adalah istilah yang mengacu

kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi

alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Walaupun kejahatan dunia

maya atau cybercrime umumnya mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan

komputer atau jaringan komputer sebagai unsur utamanya, istilah ini juga

digunakan untuk kegiatan kejahatan tradisional di mana komputer atau

jaringan komputer digunakan untuk mempermudah atau memungkinkan

kejahatan itu terjadi.

(8)

a) Cybercrime yang menyerang individu :

Kejahatan yang dilakukan terhadap orang lain dengan motif dendam atau

iseng yang bertujuan untuk merusak nama baik, mencoba ataupun

mempermaikan seseorang untuk mendapatkan kepuasan pribadi.

Contoh : Pornografi, cyberstalking, dll

b) Cybercrime yang menyerang hak milik (Against Property) :

Kejahatan yang dilakukan terhadap hasil karya seseorang dengan motif

menggandakan, memasarkan, mengubah yang bertujuan untuk

kepentingan pribadi/umum ataupun demi materi/nonmateri.

c) Cybercrime yang menyerang pemerintah :

Kejahatan yang dilakukan dengan pemerintah sebagai objek dengan motif

melakukan terror, membajak ataupun merusak keamanan suatu

pemerintahan yang bertujuan untuk mengacaukan system pemerintahan,

atau menghancurkan suatu Negara.

2.3.2 Faktor Penyebab Cybercrime

Jika dipandang dari sudut pandang yang lebih luas, latar belakang terjadinya

kejahatan di dunia maya ini terbagi menjadi dua faktor penting, yaitu :

1. Faktor Teknis

Dengan adanya teknologi internet akan menghilangkan batas wilayah

negara yang menjadikan dunia ini menjadi begitu dekat dan sempit. Saling

terhubungnya antara jaringan yang satu dengan yang lain memudahkan

pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya. Kemudian, tidak meratanya

penyebaran teknologi menjadikan pihak yang satu lebih kuat daripada yang

lain.

2. Faktor sosial ekonomi

Cybercrime dapat dipandang sebagai produk ekonomi. Isu global yang

kemudian dihubungkan dengan kejahatan tersebut adalah keamanan

jaringan. Keamanan jaringan merupakan isu global yang muncul

bersamaan dengan internet. Sebagai komoditi ekonomi, banyak negara

yang tentunya sangat membutuhkan perangkat keamanan jaringan. Melihat

kenyataan seperti itu, Cybercrime berada dalam skenerio besar dari

kegiatan ekonomi dunia.

2.4 Perkembangan Cyber Crime di Indonesia

Serangan cyber yang berasal dari Indonesia terus mengalami

(9)

menduduki peringkat pertama negara yang paling banyak melakukan

serangan cyber. Menurut laporan tiga bulanan bertajuk "State of the Internet"

yang dirilis Akamai, Rabu (16/10/2013), Indonesia menyumbang 38 persen

lalu lintas internet yang berhubungan dengan peretasan server pada kuartal

kedua 2013. Angka tersebut naik dari 21 persen pada kuartal pertama 2013.

Indonesia telah menyingkirkan China yang sebelumnya dikenal sebagai

negara yang paling sering melakukan serangan cyber. Kini China berada di

peringkat kedua, yang menyumbang 33 persen dari lalu lintas aksi peretasan

global.

Gambar 1. Prosentase negara yang melakukan serangan Cyber

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo),

kasus serangan cyber di Indonesia telah mencapai 36,6 juta insiden dalam

tiga tahun terakhir. Kemenkominfo telah berkomitmen untuk meningkatkan

keamanan cyber nasional. Pentingnya meningkatkan keamanan internet ini

akan dibahas Pemerintah Indonesia dalam acara Internet Governance Forum

2013 yang digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa di Nusa Dua, Bali, pada 22

(10)

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Di dunia ini banyak hal yang memiliki dualisme yang kedua sisinya saling

berlawanan. Seperti teknologi informasi dan komunikasi, hal ini diyakini

sebagai hasil karya cipta peradaban manusia tertinggi pada zaman ini.

Namun karena keberadaannya bagai memiliki dua mata pisau yang saling

berlawanan, satu mata pisau dapat menjadi manfaat bagi banyak orang,

sedangkan mata pisau lainnya dapat menjadi sumber kerugian bagi yang

lain. Sebagai manusia yang beradab, dalam menyikapi dan menggunakan

teknologi ini, mestinya kita dapat memilah mana yang baik, benar dan

bermanfaat bagi sesama yang tidak merugikan bagi orang lain.

3.2 Saran

Agar tidak menyimpang dari kode etik yang berdampak pada profesionalitas

kerja maka :

1. Memperbanyak pemahaman terhadap kode etik profesi

2. Mengaplikasikan keahlian sebagai tambahan ilmu dalam praktek

pendidikan yang di jalani.

3. Kode etik yang diterapkan hendaknya disesuaikan dengan keadaan yang

memungkinkan untuk dapat dijalankan bagi kelompok profesi.

4. Terhadap pelaksanaan profesi hendaknya menjalankan profesi yang

jalani sesuai dengan kode etik yang ditetapkan agar profesi yang dijalani

sesuai dengan tuntutannya.

3.3 Referensi

Daryl, Koehn. 1994. Landasan Etika Profesi. TerjemahanolehAgus M.

Hardjana. 2000.Yogjakarta: Kanisius.

Antonius, A.G. 2005. Character Building IV Relasi dengan Dunia. Jakarta. PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.

Aditya, Panji. 2015. Serangan Cyber Dunia, Terbanyak dari Indonesia,

(Online),

(http://tekno.kompas.com/read/2013/10/17/0811211/serangan.cyber.dunia.te

Gambar

Gambar 1. Prosentase negara yang melakukan serangan Cyber

Referensi

Dokumen terkait

Mata Pelajaran Nilai

Penelitian ini membahas tentang Strategi Pemasaran Jasa pada Kantor Pos Kota Parepare (Analisis Manajemen Syariah). Pemasaran merupakan aspek yang sangat penting

Penelitian ini merekomendasikan untuk mengedukasi kepala keluarga dalam rangka kesehatan melalui kegiatan konseling terpadu yang membahas isu seputar perilaku merokok,

Ketersediaan sarana dan prasarana yang ada di SDN petompon 02 pada umumnya sudah cukup memadai. Gedung sekolah cukup baik dan memadai untuk kegiatan belajar mengajar, halaman

Menurut Piaget, masa kanak-kanak akhir berbeda dalam tahap operasi konkret dalam berfikir (usia 7-12 tahun), dimana konsep yang pada awal masa kanak-kanak merupakan konsep

Dari permasalahan tersebut maka penulis ingin membuat alat pembangkit listrik tenaga angin berbentuk spiral pada desa Klirong, Jatinom, Klaten, sehingga penerangan desa

Dari penelitian yang dilakukan oleh National Childern Bureau (Biro Anak-anak National) tampaknya terdapat tiga faktor-faktor yang merupakan kerugian sosial : (a) komposisi

Segala puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan Proyek Akhir dan