• Tidak ada hasil yang ditemukan

Redesain Pasar Pancur Batu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Redesain Pasar Pancur Batu"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Sumatera Utara

BAB II

(2)



Universitas Sumatera Utara | 7

BAB II

DESKRIPSI PROYEK

2.1. Deskripisi Proyek

Adapun penjelasan deskripsi proyek secara umum adalah :

a. Judul Proyek : Redesain Pasar Pasar Pancur Batu

b. Tema Proyek : Arsitektur Hijau

c. Lokasi Proyek : Jalan Lenjend. Jamin Ginting, Kecamatan Pancur Batu,

Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara, Indonesia.

d. Batas Site

 Utara : Jalan Pelita I dan rumah penduduk  Selatan : Jalan Pelita II dan rumah penduduk  Timur : Jalan Lau Buatan dan rumah penduduk  Barat : Rumah penduduk

e. Luas Site

 Pasar Atas : 63 m x 80 m = 5040 m2  Pasar Bawah : 100 m x 130 m = 13000 m2  Terminal : 17 m x 130 m = 2210 m2 f. Status Proyek : Fiktif

g. Pemilik Proyek : Swasta

2.2. Lokasi Proyek

Lokasi proyek Tugas Akhir “Redesain Pasar Pancur Batu” ini terletak di Jalan Lenjend. Jamin Ginting, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang,

Propinsi Sumatera Utara, Indonesia.

No Kriteria Pemilihan Lokasi Keterangan

(3)



Universitas Sumatera Utara | 8 kota pusat kota, dengan pertimbangan unsur

sejarah kawasan, komersil dan berskala

kota

2 Pencapaian Lokasi harus dapat dicapai dari

berbagai arah dan dengan segala

alternative (kendaraan umum, pribadi

dan pejalan kaki)

3 Area pelayanan Lokasi memiliki area pelayanan ±1 km

dari berbagai fasilitas umum

4 Persyaratan lain Lokasi harus jelas kepemilikannya,

terkait dengan pembebasan lahan,

potensi dan peraturan yang berlaku

Tabel 2.1. Kriteria pemilihan proyek

(4)



Universitas Sumatera Utara | 9 2.3. Terminologi Judul

Redesain/Redesign, adalah sebuah proses perencanaan dan perancangan untuk melakukan suatu perubahan pada struktur dan

fungsi suatu benda, bangunan, maupun sistem untuk manfaat yang

lebih baik dari desain sebelumnya.

Pasar, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, antara lain :

 Tempat orang berjual-beli; pekan, tempat berjual beli yang diadakan oleh perkumpulan dan sebagainya dengan maksud

mencari derma.

 Tempat berbagai pertunjukan yang diadakan malam hari untuk beberapa hari lamanya.

Pancur Batu, salah satu kecamatan di Kabupaten Deli Serdang yang

memiliki luas wilayah 122.53 km2. Kecamatan ini berjarak sekitar 18

km dari Medan.

Jadi Redesain Pasar Pancur Batu adalah perencanaan dan

perancangan kembali Pasar Tradisional Pancur Batu dengan tujuan

meningkatkan vitalitas serta kualitas lingkungan tersebut.

2.4. Tinjauan Umum

2.4.1. Pengertian Pasar

Pasar sebagai area tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih

dari satu baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional,

pertokoan, mall, plaza, pusat perdagangan maupun sebutan lainnya.

(Peraturan Presiden Republik Indonesia no. 112 thn. 2007).

Pasar dalam pengertian ekonomi adalah situasi seseorang atau lebih

pembeli (konsumen) dan penjual (produsen dan pedagang) melakukan

(5)



Universitas Sumatera Utara | 10 terhadap sejumlah (kuantitas) barang dengan kualitas tertentu yang

menjadi objek transaksi.

Jadi, berdasarkan pernyataan diatas pasar adalah area tempat jual-beli

barang/jasa antara dua orang atau lebih, yang didalamnya terjadi proses

interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) sehingga

menetapkan harga dan jumlah yang disepakati oleh penjual dan pembeli.

2.4.2. Fungsi Pasar

Pasar berfungsi sebagai tempat atau wadah untuk pelayanan bagi

masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari berbagai segi atau bidang,

diantaranya :

a. Segi ekonomi

Merupakan tempat transaksi atara produsen dan konsumen yang

merupakan komoditas untuk mewadahi kebutuhan sebagai demand

dan supply.

b. Segi sosial budaya

Merupakan kontrak sosial secara langsung yang menjadi tradisi

suatu masyarakat yang meruoakan interaksi antara komunitas pada

sektor informal dan formal.

c. Arsitektur

Menunjukan ciri khas daerah yang menampilkan bentuk-bentuk

fisik bangunan dan artefak yang dimiliki.

2.4.3. Klasifikasi Pasar

o Berdasarkan jenis pelayanannya, yaitu :

Pasar Tradisional; Pasar yang ada pada masa kini, yang masih

memiliki karakter atau ciri-ciri pada masa lalu dimana salah satu

adalah adanya interaksi sosial langsung antara penjual dan pembeli

yang sifatnya tawar menawar harga barang dan jasa.

Pasar Modern; Suatu kompleks toko eceran dan dihubungkan

(6)



Universitas Sumatera Utara | 11 kelompok, untuk memberikan pelayanan perbelanjaan yang

maksimal.

Pasar Wisata; Umumnya berkembang pada kawasan objek wisata

dan tercipta dari perkembangan aktivitas wisata itu sendiri yang

didukung oleh faktor-faktor lingkungan yang mendukung

o Berdasarkan luas jangkauannya, yaitu :

Pasar Lingkungan; Pasar yang ruang lingkupnya meliputi suatu

lingkungan kira-kira seluas satu kelurahan atau beberapa kelompok

perumahan di sekitar pasar tersebut dan jenis barang

diperdagangkan adalah barang kebutuhan sehari-hari.

Pasar Perumahan; Merupakan toko-toko yang menempel pada

rumah tinggal melayani kebutuhan rumah tangga di daerah

sekitarnya, kira-kira seluas wilayah RT.

Pasar Wilayah; Pasar yang ruang lingkup pelayanannya meliputi

beberapa lingkungan permukiman dan barang-barang yang

diperjual belikan lebih lengkap dari pasar lingkungan.

Pasar Kota; Pasar yang ruang lingkup pelayanannya meliputi

wilayah kota dimana barang-barang yang diperjualbelikan lengkap.  Pasar Regional; Pasar yang ruang lingkup pelayanannya meliputi

daerah kota dan sekitarnya.

o Berdasarkan jenis barang yang dijual, yaitu :

Pasar Eceran; Pasar dimana terdapat permintaan dan penawaran

barang atau jasa secara kecil atau eceran.

Pasar Grosir; Pasar dimana terdapat permintaan dan penawaran

dalam jumlah besar.

Pasar Induk; Pasar yang merupakan pusat pengumpulan, pusat

pelelangan dan pusat penyimpanan bahan-bahan sandang pangan

untuk disalurkan kepada grosir-grosir dan pusat-pusat.

Pasar Khusus; Pasar yang menjual atau sejenis barang tertentu,

(7)



Universitas Sumatera Utara | 12

o Berdasarkan waktu berlangsungnya jual-beli, yaitu :

Pasar Siang; Pasar yang kegiatannya antara pukul 08.00 s/d 18.00

WIB.

Pasar Malam; Pasar yang kegiatannya antara pukul 18.00 s/d

05.00 WIB.

Pasar Siang Malam; Pasar yang kegiatannya dilakukan siang dan

malam hari.

Pasar Pekan; Kegiatan pasar hanya dilakukan pada akhir pekan.

Pasar Tumpah; yaitu pasar yang menggunakan jalanan umum

atau tempat umum tertentu atas penentapan kepala daerah dan

diadakan pada saat peringatan hari-hari tertentu.

o Berdasarkan sifatnya pasar di bagi menjadi beberapa jenis,

diantaranya:

Pasar Nyata; Tempat para penjual dan pembeli berkumpul untuk

membeli barang-barang dagangan secara langsung. Contoh: pasar

buah, ikan, sayur, dll.

Pasar Abstrak; Barang yang diperdagangkan tidak sampai di

pasar, jual beli berlangsung tetapi hanya menurut contoh barang.

Contoh: pasar bursa, obligasi, dll.

o Berdasarkan status kepemiliknnya, pasar digolongkan menjadi :

Pasar Pemerintah; Pasar yang dimiliki dan dikuasai oleh

pemerintah pusat maupun daerah.

Pasar Swasta; Pasar yang dimiliki dan dikuasai oleh badan hukum

yang diijinkan oleh pemerintah daerah.

Pasar Liar; Pasar yang aktivitasnya diluar pemerintahan daerah,

yang kehadirannya disebabkan karena kurangnya fasilitas

perpasaran yang ada dan letak pasar tidak merata, biasanya

(8)



Universitas Sumatera Utara | 13 2.5. Tinjaun Khusus Pasar

2.5.1. Pengertian Pasar Tradisional

Pasar tradisional sebagai pasar yang dibangun dan dikelola oleh

Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara, dan

Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan

tempat usaha berupa toko, kios, los, dan tenda yang dimilki/ dikelola oleh

pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat, atau koperasi dengan

usaha skal kecil, menegah, dengan usaha skala kecil, modal kecil dan

dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar.

(Peraturan Presiden no. 12 th. 2007).

2.5.2. Ciri-ciri Pasar Tradisional

Ciri-ciri pasar tradisional adalah sebagai berikut :

 Pasar tradisional dimiliki, dibangun dan atau dikelola oleh pemerintah daerah.

 Adanya sistem tawar menawar antara penjual dan pembeli

Tawar menawar ini adalah salah satu budaya yang terbentuk di dalam

pasar. Hal ini yang dapat menjalin hubungan sosial antara pedagang

dan pembeli yang lebih dekat.

 Tempat usaha beragam dan menyatu dalam lokasi yang sama

Meskipun semua berada pada lokasi yang sama, barang dagangan

setiap penjual menjual barang yang berbeda-beda. Selain itu juga

terdapat pengelompokan dagangan sesuai dengan jenis dagangannya

seperti kelompok pedagang ikan, sayur, buah, bumbu, dan daging.  Sebagian besar barang dan jasa yang ditawarkan berbahan lokal

Barang dagangan yang dijual di pasar tradisonal ini adalah hasil bumi

yang dihasilkan oleh daerah tersebut. Meskipun ada beberapa

dagangan yang diambil dari hasil bumi dari daerah lain yang berada

tidak jauh dari daerah tersebut namun tidak sampai mengimport hingga

(9)



Universitas Sumatera Utara | 14 2.5.3. Klasifikasi Pasar Tradisional

a. Klasifikasi pasar berdasarkan kelasnya  Kelas I

Luas lahan dasaran minimal 2000 m2. Tersedia fasilitas seperti :

tempat parkir, tempat bongkar muat, tempat promosi, tempat

pelayanan kesehatan, tempat ibadah, kantor pengelola, KM/WC,

sarana pengamanan, sarana pengolahan kebersihan, sarana air

bersih, instalasi listrik, dan penerangan umum.  Kelas II

Luas lahan dasaran minimal 1500 m2. Tersedia fasilitas seperti :

tempat parkir, tempat promosi, tempat pelayanan kesehatan, tempat

ibadah, kantor pengelola, KM/WC, sarana pengamanan, sarana

pengolahan kebersihan, sarana air bersih, instalasi listrik, dan

penerangan umum.  Kelas III

Luas lahan dasaran minimal 1000 m2. Tersedia fasilitas seperti :

tempat promosi, tempat ibadah, kantor pengelola, KM/WC, sarana

pengamanan, sarana air bersih, instalasi listrik, dan penerangan

umum.  Kelas IV

Luas dasaran minimal 500 m2. Tersedia fasilitas seperti : tempat

promosi, kantor pengelola, KM/WC, sarana pengamanan, sarana

air bersih, instalasi listrik, dan penerangan umum.  Kelas V

Luas dasaran minimal 50 m2. Tersedia fasilitas seperti : sarana

pengamanan dan sarana pengelola kebersihan.

(10)



Universitas Sumatera Utara | 15 Barang : logam mulia, batu mulia, permata, tekstil, kendaraan

bermotor, kebutuhan sehari-hari dan yang dipersamakan.

Jasa : penukaran uang (money changer), perbankan dan yang

dipersamakan.  Golongan B

Barang : pakaian/sandang, pakaian tradisional, pakaian pengantin,

aksesoris pengantin, sepatum sandal, tas, kacamata, arloji,

aksesoris, souvenir, kelontong, barang pecah belah, barang plastik,

obat-obatan, bahan kimia, bahan bangunan bekas/baru, dos, alat

tulis, daging, bumbu, ikan basah, ikan asin, dan yang

dipersamakan.

Jasa : wartel, titipan kilat, salon, kemasan, agen tiket, koperasi,

penitipan barang, jasa timbang, dan yang dipersamakan.  Golongan C

Barang : beras, ketan, palawija, jagng, ketela, terigu, gula, telur,

minyak goreng, susu, garam, bumbu, berbagai jenis makanan,

melinjo, kripik emping, kering-keringan mentah, mie, minuman,

teh, kopi, buah-buahan, kolang kaling, sayur mayur, kentang,

jajanan, bahan jamu tradisonal, tembakau, bumbu rokok, kembang,

daun, unggas hidup, hewan peliharaan, makanan hewan, sangkar,

obat-obatan hewan, tanaman hias, pupuk, obat tanaman, pot, ikan

hias, akuarium, elektronik baru/bekas, onderdil baru/bekas, alat

pertukangan baru/bekas, alat pertanian baru/bekas, kerajinan

anyaman,gerabah, ember, seng, kompor minyak, sepeda

baru/bekas, goni, karung gandum, majalah baru/bekas, koran,

arang, dan yang dipersamakan.

Jasa : penjahit, tukang cukur, sablon, gilingan dan yang

dipersamakan.  Golongan D

Barang : rombongan, rongsokan, kertas bekas, koran bekas, dan

(11)



Universitas Sumatera Utara | 16 Jasa : sol sepatu, jasa patri, dan yang dipersamakan.

2.5.4. Komponen Pasar Tradisional

a. Pelaku Kegiatan  Pedagang

Pedagang pasar adalah pihak ketiga yang melakukan kegiatan

dengan menjual atau membeli barang dan atau jasa yang

menggunakan pasar sebagai tempat kegiatannya.  Pembeli

Pembeli atau konsumen pasar adalah semua golongan yang datang

dengan tujuan untuk mendapatkan apa yang menjadi kebutuhannya

dengan harga murah dan dengan pelayanan langsung.  Penunjang

Penunjang pasar yaitu:

 Pemerintah sebagai pemberi izin berdirinya dan beroperasinya pasar.

 Swasta pedagang penyewa tempat, pekaksana pembangunan pasar

 Pengelola melaksanakan pembangunan, pengelola pemasaran tempat, pengelola kebersihan, pengelola distribusi barang dan

stabilitas harga

 Bank memperlancar kegiatan ekonomi

b. Objek Kegiatan

Objek dalam kegiatan perdagangan suatu hasil produksi yang

memiliki implikasi tuntutan akan transportasi, komunikasi,

pengumpulan, penyimpanan, pemeliharaan, dan materi perdagangan

(12)



Universitas Sumatera Utara | 17

No Kriteria Jenis Barang Komoditi

1 Jenis komoditi Bahan pangan : hasil pertanian/kebun, peternakan, bumbu-bumbuan, bahan pangan mentah yang diproses/matang.

Bahan sandang

Barang kelontong dan peralatan rumah tangga

Barang-barang standar

Barang-barang khusus atau mewah

2 Sifat komoditi Tingkat kebauan

- Bau, sangat menusuk,misal: ikan.

- Tidak terlalu bau, mempunyai bau tapi tidak menusuk hidung, misal: sayur-sayuran.

- Tidak bau, misal: pakaian, mainan, alat-alat rumah tangga.

Tingkat keawetan

- Awet, tidak akan membusuk, misal: pakaian

- Tidak terlalu awet, mempunyai waktu keawetan tertentu, misal: sayuran, buah, bungan, makanan kemasan.

- Tidak awet, misal: ikan segar, daging.

Tingkat kekeringan

- Kering, misal: pakaian.

- Sedikit basah, misal : sayuran, buah, bunga.

- Basah: ikan segar, daging.

3 Tingkat

Barang yang dapat lama digunakan

Barang yang dapat habis digunakan

5 Maksud penggunaan

Barang-barang industri

(13)



Universitas Sumatera Utara | 18 Barang-barang konsumen

6 Cara

pengangkutan

Barang pecah belah

Barang bukan pecah belah

7 Cara penyajian Penyajian sederhana, misal: sayur, ikan, bumbu

Penyajian sedang, misal: beras, dan semua yang diproses

Penyajian baik, misal: alat-alat rumah tangga

Penyajian khusus, misal: perhiasan, pakaian, arloji, kacamata.

Tabel 2.2. Tabel kriteria objek yang dijual di pasar

2.5.5. Kegiatan Pasar

 Kegiatan Umum Dalam Pasar Tradisional

Kegiatan perdagangan di pasar pada garis besarnya meliputi :  Kegiatan penyaluran materi perdagangan.

 Sirkulasi, transportasi, dan dropping barang.

 Distribusi barang dagangan ke setiap unit penjualan di dalam pasar

Kegiatan pelayanan jual-beli meliputi :

 Kegiatan jual-beli antara pedagang dengan konsumen.  Kegiatan penyimpanan barang dagangan

 Kegiatan pergerakan dan perpindahan penghujung : - Dari luar lingkungan ke dalam bangunan pasar

- Dari unit penjualan ke unit penjualan (dari jalur lintasan

jual-beli)

Kegiatan transportasi pencapaian dari dan ke lokasi bangunan pasar

Kegiatan pelayanan atau servis atau penunjang:  Pelayanan bank

(14)



Universitas Sumatera Utara | 19  Pelayanan pemeliharaan

 Kegiatan Utama Dalam Pasar Tradisional  Jenis Kegiatan Pasar

Unsur-unsur kegiatan yang menujang pelayanan jual beli adalah :

- Distribusi barang

- Penyimpanan barang dagangan

- Penyajian barang dagangan  Kegiatan jual beli

- Sifat Kegiatan Pasar

- Bersifat dinamis dan luwes (kegiatan tawar menawar tanpa

ikatan yang baku).

- Terbuka (konsumen dapat langsung melihat dan memilih

barang dagangannya, penjual menawarkan dagangannya

kepada semua yang lewat.

- Akrab (antara penjual dan pembeli terlihat dalam transaksi

jual-beli).

2.5.6. Fasilitas Pasar

 Fasilitas Fisik Pasar Tradisional  Elemen utama

Salah satu elemen utama yang terdapat pada pasar yaitu ruang

terbuka. Area ini biasanya digunakan sebagai tempat los-los

pedagang non-permanen atau area parkir liar yang mulai marak

muncul pada saat ini.

Elemen utama yang lainnya yaitu ruang tertutup. Ruang tertutup

yang dimaksud adalah ruangan yang tertutup atap namun tidak

tertutup sepenuhnya oleh dinding atau penyekat ruangan lainnya.

Contohnya seperti toko, kios, los, dasaran, kamar mandi, dan

gudang.

(15)



Universitas Sumatera Utara | 20 Contoh elemen-elemen penunjang pada pasar tradsional yaitu area

bongkar muat barang dagangan, dan pos penjaga.  Elemen pendukung

Beberapa elemen pendukung yang ada di pasar adalah pusat

pelayanan kesehatan, penitipan anak, pelayanan jasa, kantor

pengelola pasar, koperasi pasar, tempat ibadah seperti mushola

atau masjid.  Pencapaian

 Jaringan angkutan manusia dan barang  Jaringan utilitas

Jaringan utilitas yang dimaksud adalah saluran listrik, air bersih,

hydrant, komunikasi, dan sampah. Selain itu terdapat

saluran-saluran air kotor dan limbah yang memenuhi kebutuhan pasar.  Area parkir

 Fasilitas sosial

Fasilitas sosial seringkali terlupakan pada pasar tradisional saat ini.

Salah satu contoh sederhana fasilitas sosial yang dapat

diaplikasikan pada pasar tradisional yaitu teras yang dapat

digunakan sebagai interaksi sosial. Selain itu, pemberian vegetasi

yang dapat dijadikan tempat berteduh dan menjalin interaksi sosial.

 Fasilitas Non Fisik Pasar

Selain fasilitas fisik yang terdapat pada pasar tradisional, ada pula

fasilitas non-fisik yang terdapat pada pasar tradisional seperti

pengelolaan pasar, pelayanan dan pengawasan kesehatan dan

kelengkapan komoditi yang tersedia dalam pasar.

2.5.7. Persyaratan, Kebutuhan, Standart Perencanaan dan Perancangan Pasar

Tradisional

(16)



Universitas Sumatera Utara | 21 Berdasarkan KMK No. 59 Tentang Pedoman Penyelanggaraan

Pasar Sehat thn. 2008 adalah sebagai berikut :

 Lokasi

- Lokasi sesuai dengan rencana umum tata ruang setempat

- Tidak terletak pada daerah rawan bencana alam seperti

bantaran sungai, aliran lahar, rawan longsor, banjir, dsb.

- Tidak terletak pada daerah awan kecelakaan atau daerah

jalur pendaratan penerbangan termasuk sempadan jalan.

- Tidak terletak pada daerah bekas tempat pembuangan akhir

sampah atau bekas lokasi pertambangan.

- Memiliki batas wilayah yang jelas antara pasar dan

lingkungannya.

 Bangunan

 Umum

Bangunan dan rancangan bangun harus dibuat sesuai

dengan peraturan yang berlaku.  Penataan Ruang Dagang

- Pembagian area sesuai dengan jenis komoditi, sesuai

dengan sifat dan kalsifikasinya seperti basah, kering,

penjual unggas hidup, pemotongan unggas dll.

- Pembagian zoning yang diberi identitas.

- Tempat penjual daging, karkas unggas,dan ikan

ditempatkan di tempat khusus.

- Setiap los memiliki lorong yang lebarnya minimal 1,5

meter.

- Setiap los memiliki papan identitas yaitu nomor, nama

pemilik, dan mudah dilihat.

- Jarak tempat penampungan dan pemotongan unggas

(17)



Universitas Sumatera Utara | 22 dibatasi dengan tembok pembatas minimal ketinggian

1,5 meter.

 Ruang Kantor Pengelola

- Ruang kantor memiliki ventilasi minimal 20% dari luas

lantai.

- Tingkat pencahayaan ruangan minimal 100 lux.

- Tersedia ruangan bagi pengelola dengan tinggi

langit-langit sesuai ketentuan yang berlaku.

- Tersedia toilet terpisah bagi laki-laki dan perempuan.

- Tersedia tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun

air yang mengalir.

 Tempat Penjual Bahan Pangan dan Makanan Tempat Penjual Bahan Pangan Basah

- Mempunyai meja tempat jualan dengan permukaan

yang rata dengan kemiringan yang cukup sehingga

tidak menimbulkan genangan air dan tersedia lubang

pembuangan air, setiap sisi memiliki sekat pembatas

dan mudah dibersihkan, dengan tinggi minimal 60 cm

dari lantai dan terbuat dari bahan tahan karat dan bukan

dari kayu.

- Penyajian karkas daging harus digantung

- Alas pemotong tidak terbuat dari kayu, tidak

sabun dan air yang mengalir.

- Tersedia tempat untuk pencucian bahan pangan dan

(18)



Universitas Sumatera Utara | 23 - Tersedia tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan

sabun dan air yang mengalir.

- Saluran pembuangan limbah tertutup, dengan

kemiringan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak

melewati area penjualan.

- Tersedia tempah sampah kering dan basah, kedap air,

tertutup dan mudah diangkat.

- Tempat penjualan bebas vektor penular penyakit dan

tempat perindukannya seperti lalat, kecoa, tikus, dan

nyamuk.

Tempat Penjual Bahan Pangan Kering

- Mempunyai meja tempat penjualan dengan permukaan

yang rata dan mudah dibersihkan, dengan tinggi

minimal 60 cm dari lantai.

- Meja tempat penjualan terbuat dari bahan yang tahan

karat dan bukan dari kayu.

- Tersedia tempah sampah kering dan basah, kedap air,

tertutup dan mudah diangkat.

- Tersedia tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan

sabun dan air yang mengalir.

- Tempat penjualan bebas vektor penular penyakit dan

tempat perindukannya seperti lalat, kecoa, tikus, dan

nyamuk.

Tempat Penjual Makanan Jadi/Siap Saji

- Tempat penyajian makanan tertutup dengan permukaan

yang rata dan mudah dibersihkan dengan tinggi

minimal 60 cm dari lantai dan terbuat dari bahan yang

(19)



Universitas Sumatera Utara | 24 - Tersedia tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan

sabun dan air yang mengalir.

- Tersedia tempat cuci peralatan dari bahan yang kuat,

aman, tidak mudah berkarat, dan mudah dibersihkan.

- Saluran pembuangan air limbah dari tempat pencucian

harus tertutup dengan kemiringan yang cukup.

- Tersedia tempah sampah kering dan basah, kedap air,

tertutup dan mudah diangkat.

- Tempat penjualan bebas vektor penular penyakit dan

tempat perindukannya seperti lalat, kecoa, tikus, dan

nyamuk.  Area Parkir

- Adanya pemisah yang jelas pada batas wilayah pasar

- Adanya parkir yang terpisah berdasarkan alat angkut

seperti mobil, motor, sepeda, andong, dan becak

- Tersedia area parkir khusus pengangkut hewan hidup

dan hewan mati.

- Tersedia bongkar muat khusus yang terpisah dari

tempat parkir dan pengunjung.

- Tidak ada genangan air

- Tersedia tempat sampah terpisah antara sampah kering

dan basah dalam jumlah yang cukup, minimal setiap

radius 10 meter.

- Adanya tanda masuk dan keluar kendaraan secara jelas.

- Adanya tanaman penghijauan.

- Adanya resapan air dipelataran parkir.  Konstruksi

Atap

- Atap harus kuat, tidak bocor, dan tidak menjadi tempat

(20)



Universitas Sumatera Utara | 25 - Kemiringan atap harus sedemikian rupa sehingga tidak

memungkinkan terjadinya genangan air pada atap dan

langit-langit.

- Ketinggian atap sesuai ketentuan yang berlaku.

- Atap yang mempunyai ketinggian 10 meter atau lebih

harus dilengkapi dengan penangkal petir.

Dinding

- Permukaan dinding harus bersih, tidak lembab dan

berwarna terang.

- Permukaan dinding yang selalu terkena percikan air

harus terbuat dari bahan yang kuat dan kedap air.

- Pertemuan lantai dan dinding serta pertemuan dua

dinding lainya harus berbentuk lengkung (conus).

Lantai

- Lantai terbuat dari bahan yang kedap air, permukaaan

rata, tidak licin, tidak retak, dan mudah dibersihkan.

- Lantai yang selalu terkena air harus mempunyai

kemirigan ke arah saluran pembuangan air.

Tangga

- Tinggi lebar dan kemiringan anak tangga sesuai dengan

ketentuan yang berlaku.

- Ada pegangan tangan di kanan dan kiri tangga.

- Terbuat dari bahan kuat dan tidak licin.

- Memilki pencahayaan minimal 100 lux.

Ventilasi

Ventilasi harus memenuhi syarat minimal 20% dari luas

(21)



Universitas Sumatera Utara | 26 Pencahayaan

Pencahayaan cukup terang dan dapat dilihat barang

dagangan dengan jelas minimal 100 lux.

Pintu

Khusus untuk pintu los penjual daging, ikan dan bahan

makanan yang berbau tajam agar menggunakan pintu yang

dapat membuka dan menutup pintu sendiri atau tirai plastik.

 Sanitasi  Air bersih

- Tersedia air bersih dengan jumlah yang cukup setiap

harinya secara berkesinambungan, minimal 40 liter per

pedagang.

- Tersedia tandon air bersih dilengkapi dengan kran air

yang tidak bocor.

- Jarak sumber air bersih dengan pembuangan limbah

minimal 10 meter.  Kamar mandi

- Tersedia kamar mandi laki-laki dan perempuan yang

terpisah dilengkapi dengan simbol yang jelas dengan

proporsi sebagai berikut :

No Jumlah Pedagang Jumlah Kamar Mandi

1 s.d. 25 1

2 26-50 2

3 51-100 3

Tabel 2.3. Proporsi jumlah pedagang dan jumlah kamar mandi

(22)



Universitas Sumatera Utara | 27 - Tersedia tempat cuci tangan dengan jumlah yang cukup

yang dilengkapi dengan sabun dan air yang mengalir.

- Air limbah dibuang ke septick tank , riol atau lubang

peresapan yang tidak mencemari tanah dengan jarak 10

meter dari sumber air bersih.

- Luas ventilasi minimal 20% dari luas lantai dengan

pencahayaan 100 lux.  Pengelolaan Sampah

- Setiap kios/lorong/ los tersedia tempat sampah basah

dan kering.

- Lokasi TPS tidak berada di jalur utama pasar dan

berjarak minimal 10 meter dari bangunan pasar.  Drainase

- Selokan /drainase sekitar pasar tertutup dengan kisi-kisi

yang terbuat dari logam sehingga mudah dibersihkan.

- Tidak ada bangunan los/kios diatas saluran drainase.

 Keamanan

 Pemadam Kebakaran

- Tersedia pemadam kebakaran yang cukup dan

berfungsi.

- Tersedia hydran air dengan jumlah cukup menurut

ketentuan berlaku.  Security

Tersedia pos keamanan yang dilengkapi dengan personil

dan peralatannya.

 Fasilitas Lain

 Tempat Sarana Ibadah

- Tersedia tempat ibadah dan tempat wudhu dengan

(23)



Universitas Sumatera Utara | 28 - Ventilasi dan pencahayaan sesuia dengan persyaratan.  Tempat Penjualan Unggas Hidup

- Tersedia tempat khusus yang terpisah dari pasar utama.

- Mempunyai akses masuk dan keluar kendaraan

pengangkut unggas.

- Tersedia fasilitas pemotongan unggas umum yang

memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh

Departemen Pertanian.

- Tersedia tempat cuci tangan.

- Tersedia saluran pembuangan limbah.

- Tersedia penampungan sampah yang terpisah dari

sampah pasar.

b. Perencanaan Tapak

Perencanaan tapak yang baik perlu memperhatikan lima aspek

utama di dalamnya yaitu kebutuhan ruang, sirkulasi pedagang,

sirkulasi sampah, sirkulasi udara, dan pencahayaan. Selain itu ada

beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

 Penentuan lokasi

Penentuan lokasi pasar tradisional perlu memperhatikan hal-hal

sebagai berikut :

- Sesuai dengan rencana tata ruang wilayah kabupaten atau kota

dan rencana detail tata ruang termasuk zonasinya

- Lahan merupakan milik pemerintah daerah yang dibuktikan

dengan dokumen yang sah.

- Memiliki sarana jalan dan transportasi yang mudah dilalui.

- Dekat dengan pemukiman penduduk atau pusat kegiatan

ekonomi.

- Rasio perbandingan antara tempat terbuka dengan bangunan

pasar diusahakan minimal 30:70 (dalam persentase).

(24)



Universitas Sumatera Utara | 29  Penataan terkait kebutuhan ruang pasar

Kios/los pasar

- Penataan kios yang baik sebagai berikut:

- Letak kios tidak menutupi arah angin

- Peletakan kios sebagai pembatas jalan umum dan area pasar

dapat dibuat dua muka.

Kantor pengelola

- Letaknya mudah dijangkau oleh pedagang dan pengunjung.

- Memiliki papan penanda identitas.

Toilet

- Jauh dari sumber air bersih.

- Jumlahnya tergantung pada luasan pasar.

- Pemisahan laki-laki dan perempuan.

Area parkir

Jika luasan pasar memungkinkan area parkir berada tidak jauh

dari akses masuk utama dan ada perbedaan parkir untuk

pedagang.

Mushola

- Ditempatkan di salah satu sudut pasar yang strategis.

Pos keamanan

- Ditempatkan dekat pintu masuk dan keluar pasar.

Tempat penampungan sampah sementara dan tempat sampah

- Tempat penampungan sampah semntara diletakan jauh dari

(25)



Universitas Sumatera Utara | 30 - Tempat sampah diletakan di beberapa titik sepanjang

koridor antara los/kios.

 Penataan terkait sirkulasi pedagang

- Pengelompokan pedagang pasar berdasarkan sifat atau jenis

dagangannya.

- Los atau kios yang menghadap keluar sebaiknya diperuntukan

kios atau los non sembako seperti tekstil dan alat kebutuhan

rumah tangga. Los yang berada ditengah-tengah antara toko

dan kios diperuntukan sayur, daging, ayam, ikan basah serta

sembako lainnya.

- Komoditas ayam barkas, ikan basah, dan daging diletakkan

terpisah dari komoditas lainnya dan disediakan air bersih.

 Penataan terkait sirkulasi sampah

- Tersedianya tempat sampah di beberapa titik lokasi sepanjang

koridor.

- Tersedianya tepat penampungan sampah sementara pada setiap

kelompok kios.

 Penataan terkait sirkulasi udara

- Posisi bangunan kios atau los dalam pasar disesuaikan dengan

arah mata angin yang bertiup.

- Ventilasi udara dengan batasan batasan plafond yang cukup

tinggi sehingga memperlancar sirkulasi udara.

 Penataan terkait aspek pencahayaan

- Pencahayaan dalam bangunan pasar hendaknya memperhatikan

arah matahari terbit.

- Pencahayaan buatan melalui instalasi pasokan listrik yang

(26)



Universitas Sumatera Utara | 31

 Bangunan fisik pasar

Aspek utama yang perlu diperhatikan dalam bangunan fisik pasar yaitu

struktur dan bentuk bangunan. Sebaiknya konsep desain yang baik

merupakan konsep pasar terbuka. Contohnya los dan kios didesain dua

muka dan pedagang saling bertolak belakang. Selain itu struktur pasar

juga salah satu aspek utama yang perlu diperhatikan. Bangunan los dan

kios untuk pasar hendaknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :  Desain sederhana, efisien, memenuhi kebutuhan fungsional tetapi

tetap memperhatikan suatu ciri daerah yang dapat dimasukan

kedalam bangunan.

 Struktur rangka sebaiknya bermaterial besi galvanis karena material ini tidak mudah rusak (anti karat) dan ringan.

 Atap los dan kios sebaiknya memenuhi kaiidah dibawah ini : - Atap bagian atas dipasang bahan material tembus cahaya.

- Atap didesain dengan karakter daerah pasar tersebut dibangun.

- Atap dapat menahan terik matahari dan hujan.

2.6. Tinjauan Fungsi

2.6.1. Deskripsi Penggunaan dan Kegiatan

Pengguna Pasar Pancur Batu terdiri dari beberapa kelompok, yaitu :

a. Pedagang Kios

Pedagang ini sudah mempunyai kios yang bisa dibuka dan ditutup,

pada umumnya pedagang ini menjual barang dagangan siap pakai,

kering dan tahan lama seperti sepatu, kain, alat kosmetik, kaset dan

lain-lain.

b. Pedagang Loods

Pedagang ini mempunyai loods tetap sesuai dengan ukuran yang

ditentukan pengelola. Umumnya pedagang ini menjual barang-barang

(27)



Universitas Sumatera Utara | 32 paling banyak. Contohnya : sayur-mayur, ikan, daging dan lain-lain.

Pedagang jenis ini biasanya membawa pulang barang dagangan atau

menitipkan pada pemilik toko sekitar, selain itu ada juga sistem

penyimpanan di dalam peti kayu.

c. Pedagang Informal

Pedagang jenis ini lebih dikenal dengan sebutan pedagang kaki lima.

Mereka mengambil jalur-jalur sirkulasi untuk tempat dagangan mereka

seperti trotoar yang merupakan area pejalan kaki.

d. Pedagang Ruko

Pedagang ini biasanya menempati toko yang juga digunakan untuk

rumah tinggal. Ruko-ruko ini merupakan milik pribadi pada umumnya.

e. Pembeli

Selain pedagang, terdapat juga pembeli yang bebas mencari kebutuhan

yang diperlukan. Pembeli lebih menyukai pasar tradisional karena

tentu saja barang dagangan yang dapat ditawar, selain itu juga

kebiasaan berlanggananan pada suatu pedagang yang sesuai dengan

kenyamanan masing-masing pembeli. Pembeli dengan sistem ini

diuntungkan dengan penawaran harga lebih murah oleh pedagang

tersebut selain itu juga pedagang diuntungkan karena tidak perlu kuatir

tidak ada pelanggan.

f. Pengelola

Pihak yang bertugas mengawasi, mengelola dan memberikan

pelayanan fasilitas kepada para pedagang di pasar.

2.6.2. Deskripsi Kebutuhan Ruang

Kebutuhan ruang dari pasar tradisional ini dikelompokkan menjadi empat

bagian, yaitu sebagai berikut :

a. Utama

- Kios, yaitu area berjualan bagi para pedagang berupa ruang dengan

(28)



Universitas Sumatera Utara | 33 kelontong, aksesoris, barang pecah-belah, sepatu, tas, perhiasan,

pakaian dan lain sebagainya.

- Loods, yaitu area berjualan berupa deretan meja-meja yang

permanen dan dilengkapi dengan saluran air serta saluran

pembuangan limbah.

b. Pendukung

- Kantor Pengelola, yaitu ruang yang disediakan untuk pengelola,

dalam hal ini kepala pasar dan staf-stafnya.

- Pujasera, yaitu tempat berjualan berbagai makanan seperti nasi,

mie, makanan ringan, minuman dan lain sebagainya.

c. Pelengkap

- Open Space, yaitu ruang terbuka seperti pedestrian, taman dan lain

sebagainya.

- Toilet umum

- Mushola

- Tempat Pengelolaan Sampah

d. Servis

- R. Cek Barang

Tempat melakukan penyortiran terhadap barang yang sudah busuk,

pengetesan untuk mengetahui kandungan bahan adiktif, serta

pengawasan terhadap masa kadaluwarsanya.

- Ruang Kontrol, meskipun pasar tidak terlalu membutuhkan

penerangan buatan aliran listrik diutamakan pada kegiatan yang

membutuhkan listrik seperti salon, penjahit, pedagang elektronik

dan minuman, dll.

- Gudang berupa gudang biasa dengan suhu normal dan tidak ada

tikus atau bintang perusak lainnya dan cold storage untuk bahan

yang tidak tahan lama.

- Dok bongkar muat, dengan pola bongkar muat yang tersebar,

sehingga dapat menekan biaya dan mempermudah material

(29)



Universitas Sumatera Utara | 34 Antara lain, setelah bongkar muat kendaraan tidak boleh parkir

ditempat.

- Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS), tempat

pembuangan sampah sebelum diangkut keluar pasar terletak di

belakang dan terpisah dari bangunan pasar.

- Ruang Genset

- Pos Jaga (Security)

- Area Parkir

2.7. Terminal

2.7.1. Pengertian Terminal

Terminal adalah titik pertemuan antara penumpang dan barang yang

memasuki serta meninggalkan suatu sistem transportasi. Terminal bukan

saja merupakan komponen fungsional utama dari sistem transportasi tetapi

juga merupakan prasarana yang merupakan biaya yang besar dan titik

kemacetan yang terjadi (Morlok E.K, 1995).

Direktur Jendral Perhubungan Darat (1995) menyatakan bahwa

terminal angkutan umum merupakan titik simpul dalam sistem jaringan

transportasi jalan tempat terjadinya putus arus yang merupakan prasarana

angkutan yang berfungsi pokok sebagai pelayanan umum, berupa tempat

kendaraan umum menaikkan dan menurunkan penumpang dan atau

barang, bongkar muat barang, sebagai tempat berpindahnya penumpang

baik intra maupun antar moda transportasi yang terjadi sebagai akibat

adanya arus pergerakan manusia dan barang serta adanya tuntutan efisiensi

transportasi.

Berdasarkan Keputusan Direktorat Jendral Perhubungan Darat No.31

Tahun 1993 tentang terminal transportasi jalan, terminal berfungsi sebagai

berikut :

a. Fungsi terminal bagi penumpang, adalah untuk kenyamanan

menunggu, kenyamanan perpindahan dari satu moda atau kendaraan

(30)



Universitas Sumatera Utara | 35 fasilitas-fasilitas dan informasi (pelataran parkir, ruang tunggu, papan

informasi, toilet, toko, loket, dll) serta fasilitas parkir bagi kendaraan

pribadi atau kendaraan penumpang.

b. Fungsi terminal bagi pemerintah, antara lain adalah dari segi

perencanaan dan manajemen lalu lintas dan menghindari kemacetan,

sebagai sumber pemungutan restribusi dan sebagai pengendali arus

kendaraan.

c. Fungsi terminal bagi operator / pengusaha jasa angkutan adalah untuk

pengaturan pelayanan operasi bus, menyediakan fasilitas istirahat dan

informasi awak bus dan fasilitas pangkalan.

2.7.2. Klasifikasi Terminal

Dalam rancangan Peraturan Pemerintah Pedoman Teknis

Pembangunan dan Penyelenggaraan Terminal Angkutan Penumpang dan

Barang No.43 Tahun 1993, terminal menurut jenis angkutan

diklasifikasikan sebagai berikut :

a. Terminal Penumpang, yaitu tempat melayani pergantian moda

angkutan penumpang ditambah barang bawaan untuk perjalanan antar

kota dan dalam kota.

b. Terminal barang, yaitu tempat bergantinya moda angkutan bagi barang

pada jenis terminal tertentu, sekaligus sebagai terminal barang dan

terminal penumpang.

Berdasarkan Keputusan Direktorat Jendral Perhubungan Darat No.31

Tahun 1993, mengklasifikasikan terminal menjadi tiga, yaitu sebagai

berikut :

a. Terminal penumpang tipe A, berfungsi melayani kendaraan umum

untuk Angkutan Kota Antar Propinsi (AKAP), dan atau angkutan lalu

lintas batas antar Negara, Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP),

(31)



Universitas Sumatera Utara | 36 b. Terminal penumpang tipe B, berfungsi melayani kendaraan umum

untuk Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP), Angkutan Kota

(Angkot), dan atau Angkutan Pedesaan (Ades).

c. Terminal penumpang tipe C, berfungsi melayani kendaraan umum

untuk Angutan Pedesaan (Ades).

2.7.3. Penentuan Lokasi Terminal

Menurut Peraturan Pemerintah No.43 Tahun 1993 penetapan lokasi

terminal angkutan penumpang perlu mempertimbangkan :

a. Rencana umum tata ruang.

b. Kepadatan lalu lintas dan kapasitas jalan disekitar terminal.

c. Keterpaduan moda transportasi baik udara maupun antar moda.

d. Kondisi topografi terminal.

e. Kelestarian lingkungan.

2.7.4. Persyaratan Lokasi Terminal

Berdasarkan area pelayananya, maka disarankan terminal tipe A

mempunyai akses ke jalan arteri , terminal tipe B mempunyai akses jalan

arteri dan kolektor dan terminal tipe C mempunyai akses ke jalan kolektor

atau lokal (Manajemen Jalan Raya, 2005).

Persyaratan lokasi terminal tipe A adalah sebagai berikut :

a. Terletak di Ibu kota propinsi, kotamadya/kabupaten dalam jaringan

trayek bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP), Antar Kota Dalam

Propinsi (AKDP) dan Angkutan Lintas Batas Negara.

b. Terletak di jalan arteri dengan kelas jalan sekurang-kurangnya kelas III

A.

c. Jarak antar dua terminal penumpang tipe A sekurang-kurangnya 20 km

di Pulau Jawa, 30 km di Pulau Sumatra, dan 50 km di pulau lainnya.

d. Tersedia luas lahan sekurang-kurangnya 5 Ha untuk terminal di pulau

(32)



Universitas Sumatera Utara | 37 e. Mempunyai jalan akses ke dan dari terminal sekurang-kurangnya

berjarak 100 meter di Pulau Jawa dan 50 meter di pulau lainnya.

Persyaratan lokasi terminal tipe B adalah sebagai berikut :

a. Terletak di kotamadya/kabupaten dalam jaringan trayek angkutan kota

dalam propinsi.

b. Terletak di jalan arteri / kolektor dan kelas jalan sekurang-kurangnya

kelas III B.

c. Jalan antar dua terminal penumpang tipe B / dengan terminal tipe A

sekurang-kurangnya 15 km di Pulau Jawa, 30 km di pulau lainnya.

d. Tersedia luas lahan sekurang-kurangnya 3 Ha untuk terminal di Pulau

Jawa dan Sumatra dan 2 Ha di pulau lainnya.

e. Mempunyai jalan akses masuk / jalan keluar ke dan dari terminal

sekurang-kurangnya berjarak 50 meter di pulau Jawa dan 30 meter di

pulau lainnya.

f. Tersedia luas lahan sekurang-kurangnya 3 Ha untuk terminal di pulau

Jawa dan Sumatra dan 2 Ha di pulau lainnya.

g. Mempunyai jalan akses masuk / jalan keluar ke dan dari terminal

sekurang-kurangnya berjarak 50 meter di pulau Jawa dan 30 meter di

pulau lainnya.

Persyaratan lokasi terminal tipe C adalah sebagai berikut :

a. Terletak di dalam wilayah kabupaten dalam jaringan trayek angkutan

pedesaan.

b. Terletak di jalan kolektor / lokal paling tinggi kelas III A.

c. Tersedia yang sesuai dengan permintaan angkutan.

d. Mempunyai jalan akses masuk / keluar kendaraan dari terminal sesuai

dengan kebutuhan untuk kelancaran lalu lintas disekitar terminal

2.7.5. Fasilitas Terminal

(33)



Universitas Sumatera Utara | 38 - Jalur pemberangkatan dan kedatangan kendaraan umum

- Tempat parkir kendaraan umum selama menunggu keberangkatan,

termasuk di dalamnya tempat tunggu penumpang (peron) dan

tempat istirahat kendaraan umum

- Bangunan kantor terminal

- Menara pengawas

- Loket penjualan karcis bus

- Rambu-rambu dan papan informasi, yang sekurang-kurangnya

memuat petunjuk jurusan dan jadwal perjalanan beserta tarifnya

- Pelataran parkir kendaraan pengantar dan/atau taksi.

b. Fasilitas Penunjang

- Toilet/Kamar mandi

- Musholla

- Kios/kantin/warteg

- Ruang pengobatan/klinik

- Ruang informasi dan pengaduan

- Wartel

- Tempat penitipan barang, termasuk penitipan kendaraan pribadi

- Taman

2.8. Studi Banding Proyek Sejenis

2.8.1. Pasar Modern Bumi Serpong Damai (BSD)

 Lokasi : Tanggerang

 Jam Operasional : Pasar buka pukul 05.00 dan tutup pukul 14.00 WIB

 Keadaan atau situasi pasar : Bersih dan rapi

 Fasilitas :

- 320 kios dengan ukuran 3 x 5 meter

- 300 loods ukuran 2 x 2 meter

(34)



Universitas Sumatera Utara | 39 - Service

- Loading Dock

Pasar BSD merupakan salah satu contoh pasar hasil redevelopmen

pemerintah yang bisa dikatakan cukup berhasil. Pasar ini tidak memiliki

bentuk yang luar biasa, namun berhasil membuat suatu bentuk sederhana,

dimana masyarakat yang berbelanja merasa cukup nyaman dan efektif.

Menurut Direktur PT Bumi Serpang Damai, Hadi Prajogo Widjaja, pasar

ini merupakan pasar dengan konsep pasar tradisional yang dikemas

modem. Dari sisi produk, konsep kios dan produk dijual di pasar ini tetap

bernuansa tradisional, namun variasi item di pasar ini melebihi sebuah

mall. Selain itu para pembeli dan pedagang masih dapat melakukan

tawar-menawar barang.

Berdasarkan tanggapan masyarakat yang ada di salah satu website,

pasar BSD ini dianggap salah satu pasar tradisional yang baik. Hal itu

dimulai dari sistem sirkulasi kendaraan dan ketersediaan lahan parkir

untuk kendaraan. Kemudian masuk kedalam, penataan kios-kios yang rapi,

terorganisasi dan fungsional. Sehingga pengunjung yang datang sama

sekali tidak kesulitan menemukan barang yang dicari, dikarenakan adanya

pengelompokan yang jelas. Salah satu hal pendukung yang penting adalah

pasar ini dikelola dengan baik, dimana semua petugas pasar, mulai dari

petugas pembersih, petugas parkir, sampai kepada pengelola mempunyai

kerjasama yang baik.

Selain itu, terdapat juga kelebihan lain diantaranya :

 Menggunakan lantai keramik

 Keamanan 24 jam

 Mempunyai jalur sirkulasi yang baik ( 3-3.5 meter)

 Mempunyai tata tertib yang harus dipatuhi para pedagang yaitu :

“Para pedagang dilarang meletakkan barang dagangan dilorong atau

(35)



Universitas Sumatera Utara | 40 dibawa ke kantor pengelola. Jika dua kali melakukan pelanggaran,

akan dapat sanksi pemutusan perjanjian sewa secara sepihak.”

“Pedagang tidak diperbolehkan membiarkan sampah berceceran. Sampah harus dimasukkan ke dalam kantong plastik dan meletakkan

di areal yang ditentukan, sampai petugas kebersihan mengambilnya

pada jam tertentu.”

Gambar 2.2. Suasana Pasar BSD

2.8.2. Pasar Johar Semarang

Lokasi : Semarang

Arsitek : Ir Thomas Karsten

Tahun : 1936

Luas : 15.003,50 m2

Pasar Johar menjadi ikon dari bangunan tropis. Tanpa pendingin udara

(36)



Universitas Sumatera Utara | 41 masih terasa segar. Hal ini berhubungan dengan konstruksi atap cendawan

dengan langit-langit tinggi yang menjamin sirkulasi udara. Memanfaatkan

penerangan alami dari sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan. Dan

merupakan Bangunan hemat energi yang patut ditiru untuk bangunan di

daerah tropis. Konstruksi pemecahan bentang lebar dan struktur beton

bertulang berbentuk cendawan dinilai berhasil menciptakan bangunan

yang bersahabat dengan iklim tropis. Cahaya matahari yang bersinar setiap

bulan dan tahun, serta kelembaban tinggi, dapat diatasi dengan desain

bangunan yang tinggi serta banyak ventilasi. Pondasi dan pelapis lantai

menggunakan batu andesit yang terkenal kokoh menahan beban.

Menurutnya batu andesit mudah dibersihkan sehingga cocok dengan

kondisi pasar tradisional yang mudah kotor.

(37)



Universitas Sumatera Utara | 42 2.8.3. Food Villa Market

Lokasi : Thailand

Arsitek : I Like Design Studio

Luas : 4000 m2

Bangunan utama pasar telah dirancang pada tahun 2013 dan secara

resmi diluncurkan pada tahun 2015. Bentukan fasad bangunan diadaptasi

dari susunan bentuk rumah petani yang membentuk sebuah outline. Dari

gambaran outline tersebut diambil beberapa potongan bentuk yang

kemudian dimodifikasi dan dipadukan sehingga menghasilkan bentuk

massa pasar yang sekarang. Bangunan fasad dirancang untuk menjadi

wajah tembus untuk membiarkan cahaya alami melalui dan cahaya di

dalam keluar pada malam hari .

Gambar 2.4. Suasana Food Villa Market

2.8.4. Ataranzas Municipal Market

Lokasi : Spanyol

Arsitek : Aranguren & Gallegos Arquitectos

Bangunan pasar ini merupakan bangunan dengan desain dan struktur

(38)



Universitas Sumatera Utara | 43 mengalami re-desain dengan mempertahankan struktur tiang besi

bangunan. Beberapa yang diubah seperti atap asbes semen, langit-langit

datar, atau mezzanine.

Gambar

Tabel 2.1. Kriteria pemilihan proyek
Tabel 2.2. Tabel kriteria objek yang dijual di pasar
Tabel 2.3. Proporsi jumlah pedagang dan jumlah kamar mandi
Gambar 2.2. Suasana Pasar BSD
+4

Referensi

Dokumen terkait

Mempunyai jalan akses masuk / keluar kendaraan dari terminal sesuai dengan.. kebutuhan untuk kelancaran lalu lintas

Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna jalan raya di wilayah Pasar Pancur Batu, sedangkan sumber data ditetapkan 50 orang yang terdiri dari pengemudi angkutan,

menghasilkan desai yang berpedoman pada standar yang telah ditetapkan.. 2) Memadukan pasar tradisional dengan terminal agar lebih mempermudah akses selain itu pasar induk Cepu

Dari hasil survei parkir ini dapat diamati jumlah kendaraan yang masuk dan keluar mati jumlah kendaraan yang masuk dan keluar dari tempat parkir serta durasi kendaraan

Apa yang kamu ketahui tentang Pasar Tenaga Kerja.. Apa yang kamu ketahui tentang

Akumulasi parkir adalah jumlah kendaraan yang masih berada di areal parkir saat adanya aktivas masuk dan keluar kendaraan di kawasan pasar balung.. Besar atau kecilnya

Dari keempat sarana yang tersedia, menunjukkan bahwa ketersediaan pintu sebagai akses utama keluar-masuk gedung sudah cukup memenuhi standar, terutama dari segi jumlah,

4.30. Jika diperlukan, obat dan/atau bahan obat yang mempunyai persyaratan khusus harus disimpan di tempat terpisah dengan label yang jelas dan akses masuk