IMPLEMENTASI INTERNETWORKING di
PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero), Tbk.
Mata kuliah : Sistem Informasi Manajemen
Dosen pengampu: Drs. Syamruddin Batubara .MM
Makalah untuk memenuhi tugas individu
Disusun oleh:
Joko Sulistyo
NPM: 2014052934
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDY MANAJEMEN
UNIVERSITAS PAMULANG
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah untuk mata kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM), dengan judul IMPLRMRNTASI INTERNETWORKING di PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk. Makalah ini menjelaskan tentang penerapan atau implementasi internetworking yang digunakan dalam operasional di BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk. yang meliputi stakeholder, network, benefit, teknologi, core competency, dan future development.
Penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya atas segala pengajaran yang telah diberikan oleh Bapak Drs. Syamruddin Batubara MM selaku dosen pengampu, sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya.
Penulis menyadari sepenuhnyua bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh sebab itu, penulis berharap masukan dan saran yang bersifat konstruktif sehingga makalah ini dapat menjadi lebih baik. Kami berharap semoga makalah ini dapat dimanfaatkan sebaikbaiknya oleh seluruh pihak yang membutuhkan.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
...244.1 Kesimpulan...24
4.2 Saran...25
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Era teknologi informasi...4
Gambar 2. Era globalisasi informasi...5
Gambar 3. Perbedaan Internet, Intranet, dan Etranet...8
Gambar 4. Penggunaan Internet, Intranet, dan Extranet...9
Gambar 5. Cara perusahaan memperoleh nilai bisnis melalui aplikasi e
bisniss dan ecommere...11
Gambar 6. Logo perusahaan...15
Gambar 7. Transformasi identitas logo perusahaan...16
DAFTAR TABEL
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi di dunia termasuk Indonesia saat ini semakin berkembang. Hal ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya penggunaan teknologi untuk membantu segala macam aktivitas kehidupan. Teknologi juga digunakan untuk meningkatkan kualitas masingmasing individu dalam menghadapi perkembangan teknologi. Teknologi Informasi (TI) atau Information Technology (IT) merupakan bagian dari mata rantai dalam dunia Sistem Informasi (SI) atau Information System (IS). Optimalisasi waktu dan biaya merupakan aspek penting dalam pengambilan keputusan untuk menggunakan teknologi. Penggunaan teknologi dilakukan guna mengoptimalkan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan.
Penerapan sistem informasi pada suatu organisasi dapat dilakukan dengan menerapkan salah bentuk teknologi komunikasi yang sedang berkembang saat ini yang disebut sebagai internetworking. Internetworking sendiri adalah suatu bentuk hubungan, kerjasama atau kemitraan yang mendayagunakan teknologi informasi (TI) berbasis jaringan (internet, intranet, ekstranet) yang bertujuan utama untuk meningkatkan nilai bisnis dari perusahaan dengan mengatasi kendala yang disebabkan oleh faktor geografis dan perbedaan waktu, sehingga dapat berkomunikasi secara handal dan efisien dengan mitra bisnis dan stakeholder lainnya. Hal ini dapat menunjang ketersediaaan informasi pada sistem komputer dan jaringan yang beragam, baik perangkat lunak, perangkat keras maupun model data dari informasi tersebut.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau lazimnya disingkat BNI merupakan salah satu institusi finansial ataupun perbankan terbesar di Indonesia. BNI selalu terus berupaya “menjadi bank yang unggul, terkemuka, dan terdepan dalam layanan serta kinerja” sesuai dengan visi BNI. BNI menyadari bahwa bisnis perbankan sangat bertumpu pada pelayanan, sehingga faktor sumber daya manusia dan kekuatan teknologi memegang peranan penting untuk menghasikan kinerja unggul. Menyadari kebutuhan nasabah yang sangat beragam, BNI menjawab kebutuhan tsb dengan menyediakan berbagai produk dan layanan yang sesuai dan dapat menjawab kebutuhan nasabah. Untuk menjawab pertumbuhan industri perbankan yang signifikan dan perilaku nasabah yang sangat dinamis di mana membutuhkan pelayanan yang cepat dan tepat, dukungan teknologi informasi menjadi kunci utama layanan perbankan.
Dengan mengetahui latarbelakang, posisi BNI dan berbagai produk dan layanan yang digunakan seperti yang disebutkan diatas maka kami tertarik untuk membahas sistem teknologi informasi yang digunakan di bank tersebut dalam menjalankan bisnisnya serta menjaga hubungan dengan pihakpihak terkaitnya.
1.2 Rumusan Masalah
Dilatarbelakangi hal tersebut di atas, maka dalam makalah ini penulis akan berusaha untuk menjawab beberapa permasalahan, sebagai berikut.
1. Bagaimana penerapan atau implementasi internetworking (jaringan internet, intranet dan ekstranet) di BNI serta teknologi apa saja yang digunakan 2. Apa manfaat yang diperoleh dengan penggunaan masingmasing jaringan
tersebut dan bagaimana pengembangan yang dapat dilakukan terkait dengan penggunaan tersebut
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun maksud dan tujuan dilakukannya penelitian danpenulisan makalah ini adalah antara lain.
1. Sebagai pemenuhan salah satu tugas dari mata kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM) Program Sarjana S1 Universitas Pamulang
2. Mengetahui bagaimana penerapan penggunaan internetworking (jaringan internet, intranet dan ekstranet) di BNI dan teknologi yang dipergunakan 3. Mengetahui manfaat yang diperoleh dari penggunaan internetworking di BNI
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Keterkaitan Teknologi Sebagai Informasi
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memang tidak akan pernah tenggelam, justru semakin lama akan semakin berkembang. Beraneka ragam teknologi yang hadir untuk ikut meramaikan dunia teknologi informasi dan komunikasi saat ini, salah satunya adalah teknologi SMS (Short Message Service) atau layanan pesan singkat. Teknologi SMS memungkinkan orang saling berkirim atau bertukar informasi berupa teks melalui mobile device misalnya handphone.
Masih banyak perusahaan terutama di negara berkembang, yang masih sulit mengadaptasikan teoriteori baru mengenai manajemen, organisasi, maupun teknologi informasi karena masih melekatnya faktorfaktor budaya lokal yang mempengaruhi behavior sumber daya manusianya. Sehingga tidaklah heran jika masih sering ditemui perusahaan dengan peralatan komputer yang tercanggih, namun masih dipergunakan sebagai alatalat administratif yang notabene merupakan era penggunaan komputer pertama di dunia pada awal tahun 1960 dibandingkan dengan mempekerjakan berpuluhpuluh SDM untuk hal serupa. Pada era tersebut, belum terlihat suasana kompetisi yang sedemikian ketat. Jumlah perusahaan pun masih relatif sedikit. Kebanyakan dari perusahaan perusahaan besar secara tidak langsung memonopoli pasarpasar tertentu, karena belum ada pesaing yang berarti.
Hampir semua perusahaanperusahaan besar yang bergerak di bidang infrastruktur (listrik dan telekomunikasi) dan pertambangan pada saat itu membeli perangkat komputer untuk membantu kegiatan administrasinya sehari hari. Keperluan organisasi yang paling banyak menyita waktu komputer pada saat itu adalah untuk administrasi back office, terutama yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan. Di pihak lain, kemampuan mainframe untuk melakukan perhitungan rumit juga dimanfaatkan perusahaan untuk membantu menyelesaikan problemproblem teknis operasional, seperti simulasisimulasi perhitungan pada industri pertambangan dan manufaktur.
2.3 Era Teknologi Informasi
minicomputer. Dengan seperangkat komputer yang dapat ditaruh di layar kerja atau desktop, seorang manajer atau teknisi dapat memperoleh data atau informasi yang telah diolah oleh komputer dengan kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan mini computer, bahkan mainframe.
Kegunaan komputer di perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi, namun lebih jauh untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif. Tidak seperti halnya pada era komputerisasi dimana komputer hanya menjadi milik pribadi, Divisi EDP (Electronic Data Processing) perusahaan, di era kedua ini setiap individu di organisasi dapat memanfaatkan kecanggihan komputer, seperti untuk mengolah database, spreadsheet, maupun data processing (enduser computing).
Pemakaian komputer di kalangan perusahaan semakin marak, terutama didukung dengan alam kompetisi yang telah berubah dari monopoli menjadi pasar bebas. Secara tidak langsung, perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi komputer sangat efisien dan efektif dibandingkan perusahaan yang sebagian prosesnya masih dikelola secara manual. Pada era inilah komputer memasuki babak barunya, yaitu sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan, terutama yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa.
Gambar 1. Era Teknologi Informasi
2.4 Era Globalisasi Informasi
Gambar 2. Era Globalisasi Informasi
Hal terakhir yang paling memusingkan kepala manajemen adalah kenyataan bahwa lingkungan bisnis yang ada pada saat ini sedemikian seringnya berubah dan dinamis. Perubahan yang terjadi tidak hanya sebagai dampak kompetisi yang sedemikian ketat, namun karenaadanya faktorfaktor external lain seperti politik, ekonomi, sosial budaya, yang secara tidak langsung menghasilkan kebijakankebijakan dan peraturanperaturan baru yang harus ditaati perusahaan. Secara operasional, tentu saja fenomena ini sangat menyulitkan para
orang lain virus yang nantinya akan merusak perangkat
1. Medukung kesuksesan berbagai fungsi utama bisnis seperti akuntansi, finance, manajemen sumber daya manusia, menajemen operasi, dan pemasaran
2. Kontributor utama dalam mendukung efisiensi kegiatan operasional, produktivitas dan moral SDM, pemberian layanan prima pada kustomer dan kepuasan customer
3. Sumber informasi utama bagi manajer dalam mendukung proses pengambilan keputusan yang efektif
4. Bagian yang penting dari upaya pengembangan produk dan jasa yang kompetitif, sehingga dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi organisasi dalam persaingan global
5. Bagian utama dari sumber daya organisasi dan biayanya dalam menjalankan bisnis, sehingga memerlukan pengelolaan sumbe rdaya yang prima
6. Kesempatan pengembangan karier yang dinamis dan menantang bagi masyarakat
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sistem informasi dan teknologi menjadi komponen yang sangat penting dalam keberhasilan suatu organisasi baik bergerak di bidang bisnis maupun non bisnis. Lebih jauh lagi, saat ini sistem informasi berbasis internet yang penggunaannya semakin luas dan semakin canggih dalam hal kecepatan dan ketepatan informasi. Tujuan dari penggunaan teknologi dan sistem informasi adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi segala sesuatunya termasuk proses bisnis, penentuan strategi bisnis, pengambilan keputusan, dan halhal yang bisa membantu percepatan tanpa meninggalkan keakuratan, sehingga bisa meningkatkan nilai jual perusahaan dan meningkatkan memenangkan persaingan di pasar.
eksekutif dan para mengambil keputusan dalam membantu proses pengembangan dan memajukan perusahaan. Dalam hal penembangan bisnis, seseorang dapat mendesain dan menganalisis suatu permasalahan aplikasi sistem informasi berdasarkan kebutuhan yang ada.
Hal yang menjadi dasar dalam aplikasi sistem informasi adalah adanya etika yang harus dijaga. Etika yang menjadi dasar itu salah satunya adalah sistem yang dibangun berdasarkan prinsip tanggung jawab dan moral. Dengan moral dan bertanggung jawab, sehingga informasi yang dibangun tidak untuk kepentingan sesaat saja dan kepentingan yang memihak, namun untuk keberlangsungan dan kemaslahatan semua pihak. Dari sisi karier, individu ataupun organisasi yang menguasai system informasi memungkinkan dengan mudah untuk memahami tentang permasalahan yang ada dan mencarikan solusi yang terbaik, tepat, dan efisien sesuai dengan peruntukannya.
2.6 Internetworking
Internetworking adalah merupakan suatu abstraksi yang kuat yang memperbolehkan pembahasan kompleksitas dari teknologi komunikasi beragam di bawahnya. Dengan menyembunyikan detail dari setiap perangkat keras jaringan dan menyediakan suatu lingkungan komunikasi tingkat tinggi. Tujuan utama dari Internetworking adalah interoperabilitas yang maksimun, yaitu memaksimalkan kemampuan program pada sistem komputer yang berbeda dan sistem jaringan yang berbeda untuk berkomunikasi secara handal. Ini akan menunjang ketersediaan informasi pada sistem komputer dan jaringan yang beragam, baik perangkat lunak, perangkat keras, maupun model data dari informasi tersebut.
Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan internet telah mengubah bisnis menjadi network enterprise. Internet, web, intranet, dan ekstranet telah membentuk jaringan antara proses bisnis dengan seluruh stakeholder yang ada di perusahaan, baik konsumen, pemasok, karyawan, serta pihakpihak terkait lainnya. Dengan menggunakan jaringan yang saling terintegrasi tersebut, perusahaan dapat menjalankan kegiatan operasinya secara lebih kreatif, efektif, dan efisien, terutama dalam menghadapi era pasar yang semakin mengglobal. Sedangkan internetworking sendiri dapat diartikan sebagai suatu bentuk hubungan, kerjasama atau kemitraan yang mendayagunakan TI berbasis jaringan.
Internetworking muncul dari keinginan para pemakai jaringan lokal untuk berkomunikasi dengan jaringan lokal lainnya atau barangkali dengan sebuah jaringan berjarak jauh. Sebuah organisasi atau perusahaan dalam memenuhi kebutuhannya mungkin menggunakan jaringan yang berbeda dengan alasan sebagai antara lain sebagai berikut.
a. Perkembangan dan tujuan yang berbeda dari tiap organisasi atau perusahaan
b. Jarak antar lokasi tiap bagian yang mungkin berjauhan
Internetworked enterprises adalah perusahaan atau organisasi yang menggunakan internetworking dalam menjalankan proses transaksi bisnisnya. Seluruh proses pertukaran informasi dalam bentuk apa pun baik itu berbentuk suara, data, teks, gambar,audio, video dilakukan dengan melalui jaringan berbasis komputer.
Dengan digunakannya jaringan telekomunikasi seperti internet, intranet, dan ekstranet, perusahaan dapat mengurangi biaya, mempersingkat waktu pemrosesan bisnis, memperbaiki kerja sama kelompok kerja, mengembangkan proses operasional online berbagai sumber daya, mengunci pelanggan dan pemasok, serta mengembangkan jasa dan produk baru. Dengan demikian peranan telekomunikasi lebih strategis dan vital bagi bisnis yang harus terus menerus mencari cara baru untuk bersaing baik di pasar domestik maupun pasar global.
Jaringan yang terbentuk di dalam sistem terdistrinbusi dibangun dari berbagai macam media transmisi, termasuk kabel, transmisi fiber optis, maupun jaringan menggunakan sistem wireless hardware yang didalamnya termasuk routers, switch, bridge, hub, repeater, dan network interface lainnya selain itu software yang termasuk di dalamnya protokol stack, pengatur komunikasi, dan driver. Seluruh fungsi dan performa dari sistem terdistribusi tergantung dari seluruh aspek yang ada pada ketiga unsur diatas. Kita harus menghubungkan antara fungsionalitas hardware dan software yang menyediakan fasilitas komunikasi untuk sistem terdistribusi, hal semacam ini disebut dengan communication subsystem. Komputer dan semua peripheral lain yang menggunakan jaringan untuk tujuan komunikasi disebut sebagai host. Sedangkan istilah node digunakan untuk semua komputer dan switch yang termasuk ke dalam sebuah jaringan. Ada 3 jenis jaringan yang dipergunakan dalam internetworking, yaitu internet, intranet, dan ekstranet. Ketiga jenis tersebut memiliki ruang lingkup yang berbedabeda.
Gambar 3. Perbedaan antara Internet, Intranet, dan Extranet
terlepas dari penggunaan baik internet, intranet, dan ekstranet. Berikut adalah gambaran penggunaan ketiga jenis jaringan tersebut dalam perusahaan.
Gambar 4. Penggunaan Internet, Intranet, dan Extranet
2.7 Internet, Intranet, dan Extranet
Internet, intranet, dan extranet merupakan jaringan telekomunikasi yang memiliki peranan penting dan luas dalam mencapai tujuan strategis, manajemen, dan operasional perusahaan. Jaringan ini sebagai teknologi sistem terbuka yang menggunakan jaringan internet sebagai teknologi dasarnya.
Sistem terbuka adalah sistem informasi yang menggunakan standar umum untuk hardware, software, aplikasi dan jaringan seperti internet, intranet, dan extranet. Sistem jaringan ini memberikan konektivitas yang lebih besar yakni kemampuan komputer jaringan dan alat lainnya untuk dapat dengan mudah mengakses dan saling berkomunikasi serta berbagi informasi. Sehingga internet, intranet, dan extranet mampu menciptakan lingkungan komputerisasi yang terbuka untuk diakses dengan mudah oleh pemakai akhir dan sistem komputer akhir berjaringan.
2.8 Internet
mengakses semua informasi yang terdapat di internet secara gratis. Internet dapat digunakan sebagai sarana pertukaran informasi dari satu komputer ke komputer lain tanpa dibatasi oleh jarak fisik kedua komputer tersebut. Peranan internet yang sangat penting adalah sebagai sumber data dan informasi serta sebagai sarana pertukaran data dan informasi.
Pada awalnya internet adalah suatu jarangan komputer yang dibentuk oleh Departemen Amerika Serikat pada awal tahun 60an, pada waktu itu mereka mendemonstrasikan bagaimana hardware dengan software computer berbabis UNIX bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Aplikasiaplikasi di intenet saat ini sangat banyak dan akan terus berkambang seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan kebutuhan yang beragam di berbagai bidang. Aplikasi internet yang sering digunakan antara lain Word Wide Web (www), Email, Mailing List (millis), Newsgroup, Internet Relay Chat, File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Gopher, VoIP (Voice over Internet Protocol), dan lainlain.
Secara umum, nilai bisnis dengan menggunakan jaringan tren telekomunkasi seperti internet, intranet, extranet, dan jaringan telekomunikasi lainnya adalah dapat mengurangi biaya, mempersingkat waktu pemrosesan bisnis, mendukung ecommerce, memperbaiki kerjasama kelompok kerja,mengembangkan proses operasional online, berbagi sumberdaya, mengunci pelanggan dan pemasok, serta mengembangkan produk jasa dan produk baru. Sehingga menjadikan jaringan telekomunikasi ini menjadi lebih strategis dan vital dalam bisnis yang harus terus mampu untuk bersaing.
Internet sebagai jaringan telekomunikasi menyediakan aplikasi yang sangat penting digunakan untuk kerjasama antara mitra bisnis, hubungan dengan pelanggan dan pemasok serta untuk kepentingan ecommerce bagi yang bergerak di bisnis online. Sebagaimana yang dijelaskan oleh O‟Brien bahwa penggunaan bisnis di internet telah meluas dari hanya sekedar pertukaran informasi secara elektronik ke aplikasi strategi bisnis. Perusahaan menggunakan teknologi internet untuk beberapa kegiatannya seperti oporasional, pemasaran, dan aplikasi manajemen dalam hubungannya dengan pelanggan serta aplikasi bisnis lintas fungsi, aplikasi dalam bidang teknik, manufaktur, sumberdaya, dan akuntansi.
Gambar 5. Cara perusahaan memperoleh nilai bisnis melalui aplikasi e business dan ecommerce.
2.9 Intranet
Intranet adalah jaringan di dalam organisasi yang menggunakan teknologi internet (seperti server dan browser web, protocol jaringan TCP/IP, database dan publikasi dokumen hypermedia HTML, dan lainlain) untuk menyediakan lingkungan yang mirip dengan internet di dalam perusahaan, yang digunakan untuk memungkinkan saling berbagi informasi, komunikasi, kerjasama, dan dukungan bagi proses bisnis.
Dalam penggunaan intranet, perusahaan akan melindungi halhal kritis dengan ukuran keamanan tertentu agar tidak mudah diakses oleh pihak lain. Ukuran keamanan yang bisa 18 digunakan seperti password, enkripsi, dan firewall sehingga hanya dapat diakses melalui internet oleh pemakai yang memiliki otoritas.
Intranet merupakan jaringan informasi intenal suatu perusahaan atau organisasi yang prinsip kerjanya sama dengan internet. Intranet dapat diartikan sebagai bentuk privat dari internet atau internet yang penggunaannya terbatas pada suatu organisasi atau perusahaan. Akses intranet memerlukan identifikasi pengguna dan password sehingga hanya dapat diakses oleh anggota organisasi atau karyawan perusahaan tersebut.
mungkin tidak bertanggung jawab, perlu pelatihan khusus untuk anggota dalam menggunakan intranet, perlu tenaga ahli untuk membangun dan mengembangkan intranet di sebuah organisasi atau perusahaan dan bisa terjasi overload (data penuh) akibat pengiriman pesan antar pengguna yang tidak terkontrol dengan baik. Yang perlu menjadi perhatian dalam intranet apabila sebagian informasi organisasi tersebut ingin diekspose agar dapat di akses jaringan luar (internet) adalah firewall dan router.
Pada dasarnya komponen pembentuk intranet sama dengan komponen pembentuk internet. Untuk dapat mengembangkan intranet dibutuhkan berbagai perangkat yang mendukung, yaitu perangkat keras maupun perangkat lunak. Adapun perangkat keras maupun perangkat lunak yang diperlukan oleh intranet, antara lain sebagai berikut.
1. Local Area Network (LAN)
Intranet merupakan jaringan komputer lokal (LAN) yang diberikan teknologi internet dengan membangun jaringan komputer lokal terlebih dahulu. LAN (Local Area Network) atau jaringan komputer lokal terdiri dari beberapa komputer yang saling terhubung dalam satu lokasi yang dapat berhubungan dan mengakses sumbersumber daya pada komputer yang lain.
2. ClientServer
Komputer server merupakan komputer pusat yang memberikan suatu data atau dokumen, sedangkan komputer yang meminta dokumen disebut sebut sebagai client. Komputer client biasanya berupa komputer biasa dan digunakan oleh pemakai atau pegawai perusahaan untuk meminta informasi dari server, sedangkan komputer server digunakan untuk menyimpan data dan program serta menyediakan pelayanan network kepada client. Jika kedua komputer ini di satukan, maka akan didapat sebuah model jaringan komputer client server.
3. Komponen LAN
Komponen yang diperlukan untuk membangun intranet, terdiri dari : komputer server, komputer workstation, adapter network atau network interface card, kabel dan komponen pendukung LAN lainnya.
4. Sistem Operasi Network
Sistem operasi network adalah sebuah program yang mengendalikan dan mengatur lalu lintas suatu jaringan serta menyediakan pelayanan kepada komputerkomputer yang terdapat pada jaringan tersebut. Contoh sistem operasi network yang paling sering digunakan adalah Novell Netware, Windows NT, dll.
5. Web Server
Information Server, Netscape FastTrack Server & Enterprise Server, Apache, Internet Ware, Lotus Domino.
6. Web Browser
Web Browser atau sering disingkat dengan browser adalah program yang dijalankan pada komputer client, yang digunakan untuk mengakses dan melihat halaman intranet yang terdapat pada server. Yang paling banyak digunakan adalah Netscape Navigator dan Microsoft Internet Explorer.
7. File HTML
Inti dari intranet adalah halamanhalaman intranet yang bisa diakses oleh setiap orang pada perusahaan. FileFile HTML untuk intranet biasanya disimpan pada server, sehingga dapat diakses oleh semua komputer client tak terhingga. Search engine bisa memudahkan pegawai mencari suatu informasi yang diinginkan dengan cepat, tanpa harus mengetahui alamat halaman halaman intranet tertentu.
2.10 Extranet
Extranet merupakan jaringan telekomunikasi yang dibangun untuk dapat menghubungkan antara suatu organisasi atau perusahaan dengan mitra bisnisnya melalui sistem aplikasi. Menurut O‟Brien (2005) menjelaskan bahwa ekstranet adalah hubungan jaringan yang menggunakan teknologi internet untuk saling menghubungkan intranet suatu bisnis dengan intranet pelanggannya, pemasok,
Dalam menjaga keamanan ,perusahaan juga dapat menerapkan enkripsi untuk data yang sensitive dan sistem firewall sendiri untuk memberikan keamanan yang memadai. Dengan demikian, ekstranet memungkinkan pihak pihak seperti pelanggan, pemasok, konsultan, subkontraktor, prospek bisnis, dan pihak lain untuk mengakses situs Web intranet tertentu dan database perusahaan.
menggunakan intenet untuk komunikasi dan menggunakan browser standar untuk menavigasi situs dan bertukar data. Metodemetode enkripsi yang menjaga kerahasiaan pesan juga mudah digunakan. Adapun contoh aplikasi yang dapat digunakan dalam ekstranet adalah Lotus Notes. Ekstranet mempunyai dasar intrastruktur sama dengan internet, seperti TCP/IP Protocols, server, email dan browser Web. Tetapi ekstranet menggunakan Virtual Private Network (VPN) untuk membuat komunikasi 20 melalui internet lebih aman. Ekstranet banyak sekali digunakan oleh perusahaan untuk mengumpulkan dan mendistribusikan informasi ke pihakpihak luar yang terkait. Adapun sistem ekstranet yang handal harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut.
a. Corporate security policy b. Periodic security audit
c. Well defined rules for granting access to the extranet systems d. Firewalls
e. Logging and analysis
Sebagai suatu jaringan, ekstranet memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan dari ekstranet adalah
a. Proses dan arus informasi lebih cepat b. Peningkatan dalam efektivitas berbisnis
c. Mengurangi biaya komunikasi, transportasi maupun administrasi d. Mengurangi penggunaan kertas
e. Akses draft dokumen serta presentasi multimedia untuk komentar ataupun persetujuan klien
f. Melihat proyekproyek yang lalu sebagai perbandingan.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Profil Perusahaan
Gambar 6. Logo perusahaan
Berdiri sejak tahun 1946, tepatnya pada tanggal 5 Juli 194. BNI yang dahulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia, merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Sementara keputusan untuk menjadi perusahaan publik diwujudkan melalui penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun 1996. Kemampuan BNI untuk beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosialbudaya serta teknologi dicerminkan melalui penyempurnaan identitas perusahaan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Hal ini juga menegaskan dedikasi dan komitmen BNI terhadap perbaikan kualitas kinerja secara terusmenerus.
Dalam masa perjalanannya, BNI telah mereposisi identitas korporatnya untuk menyesuaikan dengan pasar keuangan yang dinamis. Identitas pertama sejak BNI berdiri berupa lingkaran warna merah dengan tulisan BNI 1946 berwarna emas melambangkan persatuan, keberanian, dan patriotisme yang memang merefleksikan semangat BNI sebagai bank perjuangan. Pada tahun 1988, identitas korporat berubah menjadi logo kapal layar dan gelombang 8 untuk merepresentasikan posisi BNI sebagai Bank Pemerintah Indonesia yang siap memasuki pasar keuangan dunia dengan memiliki kantor cabang di luar negeri. Gelombang mencerminkan gerak maju BNI yang dinamis sebagai bank komersial negara yang berorientasi pada pasar.
Gambar 7. Transformasi identitas logo perusahaan
Pada tahun 1996 BNI menjadi bank BUMN pertama yang mencatatkan sahamnya di BEJ. Sampai saat ini Pemerintah RI memegang 60% saham BNI, sementara sisanya 40% dimiliki oleh pemegang saham publik baik individu maupun institusi domestik dan asing.
Sejak berdiri pada tahun 1946, BNI senantiasa menjadi bagian dari dinamika pembangunan perekonomian Indonesia. Dalam kurun waktu lebih dari separuh abad itu juga, BNI telah berkembang menjadi bank nasional yang kokoh dengan pertumbuhan keuangan berkelanjutan. Sebagai bank yang melayani negeri kebanggaan bangsa, BNI ditantang untuk terus mewujudkan komitmen dan meraih prestasi agar senantiasa memberikan layanan dan kinerja yang unggul bagi nasabah serta bangsa Indonesia saat ini dan di masa mendatang sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Adapun visi dan misi BNI adalah.
1. Visi
Menjadi bank yang unggul, terkemuka dan terdepan dalam layanan dan kinerja
2. Misi
Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada seluruh nasabah, dan selaku mitra pillihan utama (the bank choice) Meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor
Menciptakan kondisi terbaik bagi karyawan sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi
Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial
Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik
BNI memiliki komitmen menjadi fasilitator pembangunan untuk mendukung pertumbuhan industri di Indonesia. Sebagai bagian dari transformasi bisnis, BNI fokus pada 9 (sembilan) sektor industri unggulan yang prospektif, antara lain minyak, gas dan pertambangan, telekomunikasi, kimia, agribisnis, makanan dan minuman, perdagangan besar dan eceran, kelistrikan dan konstruksi, serta jasa transportasi dan logistik.
Bisnis BNI saat ini telah disesuaikan dengan segmentasi nasabah dan mengantisipasi permintaan pasar yang semakin dinamis. BNI juga telah melakukan transformasi bisnis dari product centric menjadi customer centric dengan fokus pada Business Banking dan Consumer & Retail. Di segmen Business Banking, BNI menawarkan integrated financial solution bagi nasabah dengan fokus pada 9 (sembilan) sektor industri unggulan. Untuk segmen Consumer & Retail Banking, BNI bertekad menjadi lifetime banking partner bagi para nasabah dengan menyediakan produk dan jasa perbankan di setiap tahapan usia. Untuk melengkapi kebutuhan nasabah di bisnis tresuri dan internasional, BNI berkomitmen untuk menjembatani bisnis nasabah dengan mengoptimalkan keberadaan kantor cabang BNI di kota finansial dunia, seperti Singapura, Hong Kong, Tokyo, Osaka, London, dan New York. Khusus ntuk sektor kredit, BNI membagi ke dalam 3 (tiga) segmen, antara lain.
1. Segmen Usaha Kecil
Menangani pemberian kredit hingga Rp 15 milyar. Pemberian kredit ini disalurkan melalui Sentra Kredit Kecil (SKC). Saat ini BNI memiliki lebih dari 50 unit SKC yang dapat memfasilitasi kebutuhan kredit nasabah
2. Segmen Kredit Menengah
Bagian ini mengelola pemberian kredit di atas Rp 15 milyar hingga Rp 150 milyar yang disalurkan melalui Sentra Kredit Menengah (SKM). Sampai dengan saat ini BNI memiliki lebih dari 20 unit SKM di seluruh Indonesia 3. Segmen Korporasi
kemampuan SDM yang memiliki keterampilan dan integritas yang tinggi dalam melayani nasabah dengan sepenuh hati dan profesional.
Untuk menjawab pertumbuhan industri perbankan yang signifikan dan perilaku nasabah yang sangat dinamis di mana membutuhkan pelayanan yang cepat dan tepat, dukungan teknologi informasi menjadi kunci utama layanan perbankan. Saat ini BNI memiliki lebih dari 1.700 kantor cabang dan lebih dari 14.000 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk jaringan ATM Bersama dan ATM Link serta enam kantor cabang di luar negeri termasuk remittance representatif di beberapa negara. Dengan jumlah outlet dan jaringan demikian luasnya, dibutuhkan dukungan teknologi yang handal. BNI memiliki command centre yang bertugas memantau operasional BNI dapat berjalan lancar selama 24 jam.
Pada akhir tahun 2013, jumlah aset yang dimiliki BNI tercatat sebesar Rp386,7 triliun dan jumlah karyawan sebanyak 26.100 orang. Jaringan layanan BNI tersebar di seluruh Indonesia melalui 1.693 outlet domestik dan cabang cabang luar negeri diantaranya di New York, London, Tokyo, Hong Kong, misi BNI. Hal ini diharapkan dapat membuat BNI tetap dapat bertahan dalam industri perbankan nasional yang semakin ketat dan meningkatkan daya saing BNI pada tingkat yang lebih luas. Sistem informasi teknologi pada BNI diharapkan meningkatkan daya saing BNI seiring dengan indikator jumlah customer yang semakin bertambah, segmentasi pasar menjadi semakin terarah dengan memanfaatkan sistim informasi yang ada. Strategi pencapaian target setiap segmen menjadi informatif dan update. Hal ini memudahkan setiap segmen melihat pencapaiannya dan membuat setiap segmen merencanakan langkah langkah yang strategis untuk mencapai target pada setiap segmen.
Sistem informasi teknologi memberikan informasi kepada BNI untuk melakukan benchmarking terhadap bank lain. Langkah ini merupakan suatu syarat untuk mampu bersaing pada dunia perbankan.
3.3 Stakeholders
Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, BNI sangat memahami pentingnya untuk mengetahui dan memenuhi kepentingan para pemangku kepentingan (stakeholders). BNI mendefinisikan siapa saja yang datang ke dalam kontak dengan Bank sebagai stakeholder. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa kelompok tertentu dengan siapa yang berusaha untuk memperluas hubungan dengan semua para pemangku kepentingan.
BNI mencatat sejarah dengan menjual saham perdananya kepada masyarakat melalui Bursa Eek Indonesia yang pada saat itu masih bernama Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) pada tahun 1996. Dalam sejarah perbankan nasional, BNI menjadi bank negara pertama yang gopublic. Bersamaan dengan program divestasi saham pemerintah, BNI menerbitkan saham baru pada tahun 2007 dan 2010 melalui Penawaran Umum Terbatas (right issue) dengan memperluas komposisi kepemilikan saham publik menjadi 40%. Dengan meningkatnya kepemilikan publik, BNI dituntut untuk meningkatkan kinerja unggul sehingga dapat memberikan nilai lebih kepada pemegang saham.
Pemegang Saham atau stockholder adalah seseorang atau badan hukum yang secara sah memiliki satu atau lebih saham pada perusahaan. Para pemegang saham adalah pemilik dari perusahaan tersebut. Perusahaan yang terdaftar dalam bursa efek berusaha untuk meningkatkan harga sahamnya. Konsep pemegang saham adalah sebuah teori bahwa perusahaan hanya memiliki tanggung jawab kepada para pemegang sahamnya dan pemiliknya, dan seharusnya bekerja demi keuntungan mereka.
Gambar 8. Saham perusahaan melalui anak perusahaan 2. Karyawan
Karyawan merupakan salah satu stakeholders penting bagi BNI. Untuk itu diperlukan system information management yang baik guna menjadi media komunikasi dan proses pengambilan keputusan bagi karyawan dan perusahaan. Di akhir tahun 2013, jumlah karyawan yang dimiliki BNI sebanyak 26.100 orang yang tersebar di seluruh Indonesia melalui 1.693 outlet domestik dan cabang cabang di luar negeri meliputi New York, London, Tokyo, Hong Kong, Singapura dan Osaka. Tersedianya karyawan dengan jumlah sebesar itu didasari atas kompetensi pegawai masingmasing dan selanjutnya disesuaikan dengan bidang kerjanya yang menempati semua lini bisnis dan operasional.
Saat ini, BNI adalah bank terbesar ke4 di Indonesia berdasarkan total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga (DPK). BNI menawarkan layanan jasa keuangan terpadu kepada nasabah, didukung oleh anak perusahaan. Sebagai salah satu lembaga intermediary, BNI menawarkan layanan penyimpanan dana pihak ketiga (DPK) maupun fasilitas pinjaman baik pada segmen korporasi, menengah, maupun kecil serta layanan jasa (services). Dengan produk & layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah di semua segmen, BNI yakin dapat menjadi Bank of Choice.
Bisnis BNI saat ini telah disesuaikan dengan segmentasi nasabah dan mengantisipasi permintaan pasar yang semakin dinamis. BNI juga telah melakukan transformasi bisnis dari product centric menjadi customer centric dengan fokus pada Business Banking dan Consumer & Retail. Di segmen Business Banking, BNI menawarkan integrated financial solution bagi nasabah dengan fokus pada 9 (sembilan) sektor industri unggulan. Untuk segmen Consumer & Retail Banking, BNI bertekad menjadi lifetime banking partner bagi para nasabah dengan menyediakan produk dan jasa perbankan di setiap tahapan usia. Untuk melengkapi kebutuhan nasabah di bisnis tresuri dan internasional, BNI berkomitmen untuk menjembatani bisnis nasabah dengan mengoptimalkan keberadaan kantor cabang BNI di kota finansial dunia seperti Singapura, Hong menawarkan kebutuhan apa yang diperlukan oleh BNI. Seringkali BNI mengadakan gathering dengan elemen masyarakat untuk melihat pendekatan baru untuk mengelola risiko sosial dan lingkungan.
5. Pemerintah
Pemerintah sangat berperan besar dalam pembangunan perbankan di Indonesia melalui Bank Indonesia, saat ini sudah mulai di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peran yang dilakukan pemerintah adalah berupa regulasiregulasi yang berhubungan dengan semua mekanisme pengelolaan perbankan di bidang operasional perbankan yang menyangkut lalu lintas giral, system kliring dan juga semua prosedur yang berhubungan dengan hal tersebut. System pengawasan yang dibuat juga sangat mendukung BNI dalam hal mengelola bank secara komprehensif. Contoh lembaga lain yang terlibat dalam hal ini selain BI dan OJK adalah LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dimana sangat penting bagi BNI dalam memberi kepercayaan kepada nasabah, bahwa simpanan mereka di bank adalah dijamin oleh pemerintah. Intinya, pemerintah selalu mendukung dan berperan besar dalam perkembangan perbankan di Indonesia.
Sebagai Bank terbesar ke4 di Indonesia, BNI mempunyai banyak jenis produk dan layanan yang ditawarkan kepada nasabah. Banyaknya unit dan Karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk luar negeri merupakan keuntungan tersendiri dan tentunya membutuhkan system informasi management yang baik untuk menunjang hal itu semua, terutama internetworking.
A. Internet
Internet bertujuan mengenalkan keberadaan dan keberagam produk perusahaan kepada public. BNI memiliki website www.bni.co.id yang dibuat menarik juga terlihat mudah dan efektif untuk dijelajahi agar para pengguna internet dapat mengetahui informasi seputar BNI. Jika kita mengakses website dapat terlihat menumenu utama yang ditampilkan serta juga terdapat berbagai macam layanan produk dan jasa. Selain itu menu lowongan kerja di BNI juga telah disediakan.
Salah satu fitur yang ada dalam situs BNI ini adalah fitur internet banking yang terdiri dari personal internet banking dimana nasabah Bank dapat langsung melakukan inquiry atau transaksi setelah connect menu internet banking tersebut.
B. Intranet
Media komunikasi internal yang dipakai oleh seluruh unit dan karyawan BNI adalah intranet. Informasi dari manajemen kepada pegawai baik itu pemberitahuan yang bersifat informasi, peraturan atau ketentuan, dll dipublish melalui intranet. Intranet yang digunakan BNI telah dilengkapi dengan software anti virus dan filter system tersendiri sehingga terjamin keamanannya. Intranet BNI tersebut dipergunakan hanya untuk kepentingan pekerjaan. Beberapa contoh sarana komunikasi intranet di BNI
Aplikasi ini merupakan aplikasi yang digunakan oleh petugas kredit untuk memantau alur kerja atau flow proses kredit
3. IRS Online
Sama dengan SMPK (Sistem Monitoring Proses Kredit), aplikasi IRS Online merupakan aplikasi yang digunakan oleh petugas kredit (dhi. analis kredit) untuk menentukan rating calon debitur (peminjam)
4. BNI Forum
BNI Forum merupakan aplikasi intranet yang digunakan oleh manajemen dan pegawai untuk informasi seputar BNI, ketentuan dan berita terkait lainnya
5. Webmail BNI
dapat diakses oleh seluruh karyawan di seluruh Indonesia dan di luar negeri.
6. HCMS (Human Capital Management System)
Sedangkan aplikasi ini merupakan aplikasi yang berkaitan sistem kepegawaian khususnya terkait keputusan manajemen atau direksi serta merupakan media komunikasi internal yang cukup aman mengingat dibawah pengawasan Bank.
C. Extranet
Sebagai salah satu lembaga intermediary, BNI mempunyai banyak layanan dan produk baik dari segi asset maupun liabilities. Terkait extranet, salah satu aplikasinya di BNI yaitu BNI Cash Management. BNI Cash Management merupakan sarana internet banking realtime online yang ditujukan untuk segmen bisnis, memberikan akses dan control terhadap
Salah satu fitur sebagaimana disebut di atas adalah pembayaran tagihan atau bill collection. Layanan Bill Collection adalah layanan yang memberikan solusi kecepatan rekonsiliasi Pembayaran bagi Nasabah dengan memanfatkan strukturisasi rekening dan referensi standar serta layanan yang memberikan solusi kemudahan pembayaran bagi Mitra dengan sejumlah pilihan jaringan Pembayaran.
Dalam layanan ini, perusahaan yang mengeluarkan tagihan seperti misalnya Telkomsel, Indosat, atau PLN akan meminta BNI menyediakan suatu layanan yang memudahkan nasabah membayar kewajiban kepada perusahaan tersebut dan selain itu, perusahaan akan segera mendapatkan data tentang nasabah mana yang telah membayar dan nasabah mana yang belum membayar serta berapa jumlah dana yang telah dibayarkan oleh seluruh nasabah. Nasabah dapat menggunakan berbagai media transaksi
dan Strategi yang selayaknya diterapkan oleh Bank BNI. Beberapa yang perlu dikembangkan lebih lanjut adalah dalam hal antara lain.
1. Komunikasi 2 arah dari pengguna internet dengan BNI, misalnya dalam hal tindaklanjut informasi produk, penjualan, perhitungan dan lainlain.
2. Sistem perbankan untuk mendukung kegiatan perbankan a. Branchless banking
b. Aktivitas penjualan sekaligus pengajuan proposal pinjaman, analisa kredit (scoring), di lokasi nasabah
c. Aktivitas collection di lokasi nasabah E. Challenges
Terdapat 2 (dua) tantangan yang dihadapi oleh BNI yaitu pertama perubahan preferen nasabah yang cepat, dan kedua adalah persaingan internasional dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di tahun 2015. Preferen nasabah berubah sangat cepat mengingat terdapat perubahan teknologi yang cepat dan kebutuhan nasabah yang lebih beragam. Saat ini, teknologi cepat berubah misalnya perubahan telepon, media social, dan lainlain. Sedangkan, kebutuhan nasabah juga semakin beragam dimana nasabah ingin layanan yang lebih cepat dan simple.
BAB IV strategis yang harus dilakukan adalah berinovasi dalam bidang Information Technology. Banyaknya unit dan Karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia maupun luar negeri merupakan keuntungan tersendiri dan tentunya membutuhkan system informasi management yang baik untuk menunjang hal itu dari berbagai lokasi. Bagi BNI, intranet akan mendatangkan benefits tertentu antara lain mempercepat arus informasi kepada seluruh karyawan khususnya terkait keputusan manajemen atau direksi serta merupakan media komunikasi internal yang cukup aman mengingat dibawah pengawasan Bank.Informasi dari manajemen kepada pegawai baik itu pemberitahuan yang bersifat informasi, peraturan atau ketentuan, dll dipublish melalui intranet. Intranet yang digunakan BNI telah dilengkapi dengan software antivirus dan filter system tersendiri sehingga terjamin keamanannya. Intranet BNI tersebut dipergunakan hanya untuk kepentingan pekerjaan. Beberapa contoh sarana komunikasi intranet di BNI antara lain.
Aplikasi Extranet di BNI diantaranya adalah BNI Cash Management. BNI Cash Management merupakan sarana internet banking realtime online yang ditujukan untuk segmen bisnis, memberikan akses dan control terhadap transaksi financial maupun nonfinansial bagi nasabah dengan aman, cepat dan mudah. Salah satu fitur sebagaimana disebut di atas adalah pembayaran tagihan atau bill collection.
internet dapat mengetahui informasi seputar BNI diantaranya informasi tentang BNI, produk, layanan, dan infrmasi lainnya yang dibutuhkan oleh pengguna.
4.2 Saran
Dalam menghadapi persaingan global khususnya perubahan preferensi nasbaah, liberalisasi ekonomi, dan persaingan ekonomi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di tahun 2015, BNI harus meningkatkan strategi dalam bidang Information Technology dan menambahkan fokus implementasi system IT dalam beberapa hal, antara lain
1. Komunikasi 2 arah dari pengguna internet dengan BNI, misalnya dalam hal tindaklanjut informasi produk, penjualan, perhitungan, dan lainlain
2. Sistem perbankan untuk mendukung kegiatan perbankan. Branchless banking Aktivitas penjualan sekaligus pengajuan proposal pinjaman, analisa kredit (scoring), di lokasi nasabah
DAFTAR PUSTAKA
Maryono, Y, dan Istiana B.P. 2008, “Teknologi Informasi dan Komunikasi”. Edisi Pertama,Jakarta: Quadra
Indrajit, R.E, 2012, “Keterkaitan Bisnis dengan Teknologi”, Jurnal. Jakarta Wiharto, Y. 2012, “Sistem Informasi Akademik Berbasis SMS Gateaway” Jurnal. Jakarta
O‟Brien, James A. “Management Information Systems:Managing Information Technology in The Internetworked Enterprise”. 1999. International Edition. The McGrawHill Companies, Inc
O‟Brien James A. “Pengantar Sistim Informasi”, Edisi 12, Penerbit Salemba Empat, Jakarta, 2005