• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI INTERNETWORKING di PT BANK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "IMPLEMENTASI INTERNETWORKING di PT BANK"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI INTERNETWORKING di 

PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero), Tbk.

Mata kuliah : Sistem Informasi Manajemen

Dosen pengampu: Drs. Syamruddin Batubara .MM

Makalah untuk memenuhi tugas individu

Disusun oleh:

Joko Sulistyo

NPM: 2014052934

FAKULTAS EKONOMI

PROGRAM STUDY MANAJEMEN

UNIVERSITAS PAMULANG

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat   dan   karunianya   sehingga   penulis   dapat   menyelesaikan   tugas   makalah untuk   mata   kuliah   Sistem   Informasi   Manajemen   (SIM),   dengan   judul IMPLRMRNTASI INTERNETWORKING di PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk.   Makalah   ini   menjelaskan   tentang   penerapan   atau   implementasi internetworking yang digunakan dalam operasional di BANK NEGARA INDONESIA (Persero)   Tbk.   yang   meliputi   stakeholder,   network,   benefit,   teknologi,   core competency, dan future development.

Penulis   menyampaikan   ucapan   terima   kasih   yang   sebesar­besarnya   atas segala pengajaran yang telah diberikan oleh Bapak Drs. Syamruddin Batubara MM selaku dosen pengampu, sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya.

Penulis menyadari sepenuhnyua bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh sebab itu, penulis berharap masukan dan saran yang bersifat konstruktif sehingga makalah ini dapat menjadi lebih baik. Kami berharap semoga makalah   ini   dapat   dimanfaatkan   sebaik­baiknya   oleh   seluruh   pihak   yang membutuhkan.

(3)
(4)

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

...24

4.1 Kesimpulan...24

4.2 Saran...25

(5)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Era teknologi informasi...4

Gambar 2. Era globalisasi informasi...5

Gambar 3. Perbedaan Internet, Intranet, dan Etranet...8

Gambar 4. Penggunaan Internet, Intranet, dan Extranet...9

Gambar 5. Cara perusahaan memperoleh nilai bisnis melalui aplikasi e­

bisniss dan e­commere...11

Gambar 6. Logo perusahaan...15

Gambar 7. Transformasi identitas logo perusahaan...16

(6)

DAFTAR TABEL

(7)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan   teknologi   di   dunia   termasuk   Indonesia   saat   ini   semakin berkembang.   Hal   ini   dapat   dilihat   dengan   semakin   banyaknya   penggunaan teknologi   untuk   membantu   segala   macam   aktivitas   kehidupan.   Teknologi   juga digunakan   untuk   meningkatkan   kualitas   masing­masing   individu   dalam menghadapi   perkembangan   teknologi.   Teknologi   Informasi   (TI)   atau  Information Technology (IT) merupakan bagian dari mata rantai dalam dunia Sistem Informasi (SI) atau Information System (IS). Optimalisasi waktu dan biaya merupakan aspek penting   dalam   pengambilan   keputusan   untuk   menggunakan   teknologi. Penggunaan   teknologi   dilakukan   guna   mengoptimalkan   waktu   dalam menyelesaikan pekerjaan.

Penerapan sistem informasi pada suatu organisasi dapat dilakukan dengan menerapkan salah bentuk teknologi komunikasi yang sedang berkembang saat ini yang   disebut   sebagai   internetworking.   Internetworking   sendiri   adalah   suatu bentuk   hubungan,   kerjasama   atau   kemitraan   yang   mendayagunakan   teknologi informasi   (TI)   berbasis   jaringan   (internet,   intranet,   ekstranet)   yang   bertujuan utama   untuk   meningkatkan   nilai   bisnis   dari   perusahaan   dengan   mengatasi kendala   yang   disebabkan   oleh   faktor   geografis   dan   perbedaan   waktu,   sehingga dapat   berkomunikasi   secara   handal   dan   efisien   dengan   mitra   bisnis   dan stakeholder lainnya. Hal ini dapat menunjang ketersediaaan informasi pada sistem komputer   dan   jaringan   yang   beragam,   baik   perangkat   lunak,   perangkat   keras maupun model data dari informasi tersebut.

(8)

PT   Bank   Negara   Indonesia   (Persero)   Tbk.   atau   lazimnya   disingkat   BNI merupakan   salah   satu   institusi   finansial   ataupun   perbankan   terbesar   di Indonesia. BNI selalu terus berupaya “menjadi bank yang unggul, terkemuka, dan terdepan   dalam   layanan   serta   kinerja”   sesuai   dengan   visi   BNI.   BNI   menyadari bahwa   bisnis   perbankan   sangat   bertumpu   pada   pelayanan,   sehingga   faktor sumber daya manusia dan kekuatan teknologi memegang peranan penting untuk menghasikan   kinerja   unggul.   Menyadari   kebutuhan   nasabah   yang   sangat beragam, BNI menjawab kebutuhan tsb dengan menyediakan berbagai produk dan layanan yang sesuai dan dapat menjawab kebutuhan nasabah. Untuk menjawab pertumbuhan   industri   perbankan   yang   signifikan   dan   perilaku   nasabah   yang sangat dinamis di mana membutuhkan pelayanan yang cepat dan tepat, dukungan teknologi informasi menjadi kunci utama layanan perbankan.

Dengan   mengetahui   latarbelakang,   posisi   BNI   dan   berbagai   produk   dan layanan yang digunakan seperti yang disebutkan diatas maka kami tertarik untuk membahas   sistem   teknologi   informasi   yang   digunakan   di   bank   tersebut   dalam menjalankan bisnisnya serta menjaga hubungan dengan pihak­pihak terkaitnya.

1.2 Rumusan Masalah

Dilatarbelakangi hal tersebut di atas, maka dalam makalah ini penulis akan berusaha untuk menjawab beberapa permasalahan, sebagai berikut.

1. Bagaimana penerapan atau implementasi internetworking (jaringan internet, intranet dan ekstranet) di BNI serta teknologi apa saja yang digunakan 2. Apa manfaat yang diperoleh dengan penggunaan masing­masing jaringan

tersebut   dan   bagaimana   pengembangan   yang   dapat   dilakukan   terkait dengan penggunaan tersebut

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun maksud dan tujuan dilakukannya penelitian danpenulisan makalah ini adalah antara lain.

1. Sebagai  pemenuhan   salah   satu tugas  dari  mata  kuliah   Sistem  Informasi Manajemen (SIM) Program Sarjana S1 Universitas Pamulang

2. Mengetahui   bagaimana   penerapan   penggunaan   internetworking   (jaringan internet, intranet dan ekstranet) di BNI dan teknologi yang dipergunakan 3. Mengetahui manfaat yang diperoleh dari penggunaan internetworking di BNI

(9)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Keterkaitan Teknologi Sebagai Informasi

Perkembangan   teknologi   informasi   dan   komunikasi   memang   tidak   akan pernah   tenggelam,   justru   semakin   lama   akan   semakin   berkembang.   Beraneka ragam teknologi yang hadir untuk ikut meramaikan dunia teknologi informasi dan komunikasi saat ini, salah satunya adalah teknologi SMS (Short Message Service) atau layanan pesan singkat. Teknologi SMS memungkinkan orang saling berkirim atau bertukar informasi berupa teks melalui mobile device misalnya handphone.

Masih   banyak   perusahaan   terutama   di   negara   berkembang,   yang   masih sulit mengadaptasikan teori­teori baru mengenai manajemen, organisasi, maupun teknologi   informasi   karena   masih   melekatnya   faktor­faktor   budaya   lokal   yang mempengaruhi behavior sumber daya manusianya. Sehingga tidaklah heran jika masih   sering   ditemui   perusahaan   dengan   peralatan   komputer   yang   tercanggih, namun   masih   dipergunakan   sebagai   alat­alat   administratif   yang   notabene merupakan era penggunaan komputer pertama di dunia pada awal tahun 1960­ dibandingkan   dengan   mempekerjakan   berpuluh­puluh   SDM   untuk   hal   serupa. Pada   era   tersebut,   belum   terlihat   suasana   kompetisi   yang   sedemikian   ketat. Jumlah   perusahaan   pun   masih   relatif   sedikit.   Kebanyakan   dari   perusahaan­ perusahaan besar secara tidak langsung memonopoli pasar­pasar tertentu, karena belum ada pesaing yang berarti.

Hampir   semua   perusahaan­perusahaan   besar   yang   bergerak   di   bidang infrastruktur   (listrik   dan   telekomunikasi)   dan   pertambangan   pada   saat   itu membeli perangkat komputer untuk membantu kegiatan administrasinya sehari­ hari. Keperluan organisasi yang paling banyak menyita waktu komputer pada saat itu adalah untuk administrasi back office, terutama yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan. Di pihak lain, kemampuan mainframe untuk melakukan perhitungan   rumit   juga   dimanfaatkan   perusahaan   untuk   membantu menyelesaikan   problem­problem   teknis   operasional,   seperti   simulasi­simulasi perhitungan pada industri pertambangan dan manufaktur.

2.3 Era Teknologi Informasi

(10)

minicomputer. Dengan seperangkat komputer yang dapat ditaruh di layar kerja atau desktop, seorang manajer atau teknisi dapat memperoleh data atau informasi yang   telah   diolah   oleh   komputer   dengan   kecepatan   yang   hampir   sama   dengan kecepatan mini computer, bahkan mainframe.

Kegunaan   komputer   di   perusahaan   tidak   hanya   untuk   meningkatkan efisiensi, namun lebih jauh untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif.   Tidak   seperti   halnya   pada   era   komputerisasi   dimana   komputer   hanya menjadi milik pribadi, Divisi EDP  (Electronic Data Processing)  perusahaan, di era kedua   ini   setiap   individu   di   organisasi   dapat   memanfaatkan   kecanggihan komputer,   seperti   untuk   mengolah   database,   spreadsheet,   maupun   data processing (end­user computing).

Pemakaian   komputer   di   kalangan   perusahaan   semakin   marak,   terutama didukung dengan alam kompetisi yang telah berubah dari monopoli menjadi pasar bebas.   Secara   tidak   langsung,   perusahaan   yang   telah   memanfaatkan   teknologi komputer   sangat   efisien   dan   efektif   dibandingkan   perusahaan   yang   sebagian prosesnya   masih   dikelola   secara   manual.   Pada   era   inilah   komputer   memasuki babak barunya, yaitu sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan keuntungan kompetitif   bagi   perusahaan,   terutama   yang   bergerak   di   bidang   pelayanan   atau jasa.

Gambar 1. Era Teknologi Informasi

2.4 Era Globalisasi Informasi

(11)

Gambar 2. Era Globalisasi Informasi

Hal   terakhir   yang   paling   memusingkan   kepala   manajemen   adalah kenyataan bahwa lingkungan bisnis yang ada pada saat ini sedemikian seringnya berubah   dan   dinamis.   Perubahan   yang   terjadi   tidak   hanya   sebagai   dampak kompetisi yang sedemikian ketat, namun karenaadanya faktor­faktor external lain seperti politik, ekonomi, sosial budaya, yang secara tidak langsung menghasilkan kebijakan­kebijakan   dan   peraturan­peraturan   baru   yang   harus   ditaati perusahaan. Secara operasional, tentu saja fenomena ini sangat menyulitkan para

(12)

orang lain virus yang nantinya akan merusak perangkat 

1. Medukung   kesuksesan   berbagai   fungsi   utama   bisnis   seperti   akuntansi, finance,   manajemen   sumber   daya   manusia,   menajemen   operasi,     dan pemasaran

2. Kontributor   utama   dalam   mendukung   efisiensi   kegiatan   operasional, produktivitas dan moral SDM, pemberian layanan prima pada kustomer dan kepuasan customer

3. Sumber   informasi   utama   bagi   manajer   dalam   mendukung   proses pengambilan keputusan yang efektif

4. Bagian   yang   penting   dari   upaya   pengembangan   produk   dan   jasa   yang kompetitif,   sehingga   dapat   memberikan   keunggulan   kompetitif   bagi organisasi dalam persaingan global

5. Bagian   utama   dari   sumber   daya   organisasi   dan   biayanya   dalam menjalankan bisnis, sehingga memerlukan pengelolaan sumbe rdaya yang prima

6. Kesempatan   pengembangan   karier   yang   dinamis   dan   menantang   bagi masyarakat

Dengan  demikian  dapat dikatakan  bahwa sistem informasi dan  teknologi menjadi komponen yang sangat penting dalam keberhasilan suatu organisasi baik bergerak   di  bidang   bisnis   maupun   non   bisnis.   Lebih   jauh   lagi,   saat   ini   sistem informasi   berbasis   internet   yang   penggunaannya   semakin   luas   dan   semakin canggih dalam hal kecepatan dan ketepatan informasi. Tujuan dari penggunaan teknologi dan sistem informasi adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi segala sesuatunya termasuk proses bisnis, penentuan strategi bisnis, pengambilan keputusan,   dan   hal­hal   yang   bisa   membantu   percepatan   tanpa   meninggalkan keakuratan, sehingga bisa meningkatkan nilai jual perusahaan dan meningkatkan memenangkan persaingan di pasar.

(13)

eksekutif dan para mengambil keputusan dalam membantu proses pengembangan dan   memajukan   perusahaan.   Dalam   hal   penembangan   bisnis,   seseorang   dapat mendesain   dan   menganalisis   suatu   permasalahan   aplikasi   sistem   informasi berdasarkan kebutuhan yang ada.

Hal   yang   menjadi   dasar   dalam   aplikasi   sistem   informasi   adalah   adanya etika yang harus dijaga. Etika yang menjadi dasar itu salah satunya adalah sistem yang dibangun berdasarkan prinsip tanggung jawab dan moral. Dengan moral dan bertanggung jawab, sehingga informasi yang dibangun tidak untuk kepentingan sesaat saja dan kepentingan yang memihak, namun untuk keberlangsungan dan kemaslahatan   semua   pihak.   Dari   sisi   karier,   individu   ataupun   organisasi   yang menguasai   system   informasi   memungkinkan   dengan   mudah   untuk   memahami tentang permasalahan yang ada dan mencarikan solusi yang terbaik, tepat, dan efisien sesuai dengan peruntukannya.

2.6 Internetworking

Internetworking  adalah   merupakan   suatu   abstraksi   yang   kuat   yang memperbolehkan pembahasan kompleksitas dari teknologi komunikasi beragam di bawahnya. Dengan menyembunyikan detail dari setiap perangkat keras jaringan dan menyediakan suatu lingkungan komunikasi tingkat tinggi. Tujuan utama dari Internetworking   adalah   interoperabilitas   yang  maksimun,   yaitu  memaksimalkan kemampuan   program  pada  sistem  komputer   yang   berbeda   dan   sistem  jaringan yang   berbeda   untuk   berkomunikasi   secara   handal.   Ini   akan   menunjang ketersediaan informasi pada sistem komputer dan jaringan yang beragam, baik perangkat lunak, perangkat keras, maupun model data dari informasi tersebut.

Seiring   dengan   perkembangan   teknologi,   penggunaan   internet   telah mengubah   bisnis   menjadi   network   enterprise.   Internet,   web,   intranet,   dan ekstranet   telah   membentuk   jaringan   antara   proses   bisnis   dengan   seluruh stakeholder yang ada di perusahaan, baik konsumen, pemasok, karyawan, serta pihak­pihak   terkait   lainnya.   Dengan   menggunakan   jaringan   yang   saling terintegrasi tersebut, perusahaan dapat menjalankan kegiatan operasinya secara lebih   kreatif,   efektif,   dan   efisien,   terutama   dalam   menghadapi   era   pasar   yang semakin mengglobal. Sedangkan internetworking sendiri dapat diartikan sebagai suatu   bentuk   hubungan,   kerjasama   atau   kemitraan   yang   mendayagunakan   TI berbasis jaringan.

Internetworking  muncul dari keinginan para pemakai jaringan lokal untuk berkomunikasi   dengan   jaringan   lokal   lainnya   atau   barangkali   dengan   sebuah jaringan   berjarak   jauh.   Sebuah   organisasi   atau   perusahaan   dalam   memenuhi kebutuhannya   mungkin   menggunakan   jaringan   yang   berbeda   dengan   alasan sebagai antara lain sebagai berikut.

a. Perkembangan   dan   tujuan   yang   berbeda   dari   tiap   organisasi   atau perusahaan

b. Jarak antar lokasi tiap bagian yang mungkin berjauhan

(14)

Internetworked   enterprises  adalah   perusahaan   atau   organisasi   yang menggunakan   internetworking   dalam   menjalankan   proses   transaksi   bisnisnya. Seluruh proses pertukaran informasi dalam bentuk apa pun baik itu berbentuk suara, data, teks, gambar,audio, video dilakukan dengan melalui jaringan berbasis komputer.

Dengan digunakannya jaringan telekomunikasi   seperti internet, intranet, dan   ekstranet,   perusahaan   dapat   mengurangi   biaya,   mempersingkat   waktu pemrosesan   bisnis,   memperbaiki   kerja   sama   kelompok   kerja,   mengembangkan proses   operasional   online   berbagai   sumber   daya,   mengunci   pelanggan   dan pemasok, serta mengembangkan jasa dan produk baru. Dengan demikian peranan telekomunikasi   lebih   strategis   dan   vital   bagi   bisnis   yang   harus   terus   menerus mencari cara baru untuk bersaing baik di pasar domestik maupun pasar global.

Jaringan   yang   terbentuk   di   dalam   sistem   terdistrinbusi   dibangun   dari berbagai macam media transmisi, termasuk kabel, transmisi fiber optis, maupun jaringan   menggunakan   sistem   wireless   hardware   yang   didalamnya   termasuk routers,   switch,   bridge,   hub,   repeater,   dan   network   interface   lainnya   selain   itu software yang termasuk di dalamnya protokol stack, pengatur komunikasi, dan driver.   Seluruh   fungsi   dan   performa   dari   sistem   terdistribusi   tergantung   dari seluruh aspek yang ada pada ketiga unsur diatas. Kita harus menghubungkan antara   fungsionalitas   hardware   dan   software   yang   menyediakan   fasilitas komunikasi   untuk   sistem   terdistribusi,   hal   semacam   ini   disebut   dengan communication   subsystem.   Komputer   dan   semua   peripheral   lain   yang menggunakan jaringan untuk tujuan komunikasi disebut sebagai host. Sedangkan istilah   node   digunakan   untuk   semua   komputer   dan   switch   yang   termasuk   ke dalam   sebuah   jaringan.   Ada   3   jenis   jaringan   yang   dipergunakan   dalam internetworking,   yaitu   internet,   intranet,   dan   ekstranet.   Ketiga   jenis   tersebut memiliki ruang lingkup yang berbeda­beda.

Gambar 3. Perbedaan antara Internet, Intranet, dan Extranet

(15)

terlepas dari penggunaan baik internet, intranet, dan ekstranet. Berikut adalah gambaran penggunaan ketiga jenis jaringan tersebut dalam perusahaan.

Gambar 4. Penggunaan Internet, Intranet, dan Extranet

2.7 Internet, Intranet, dan Extranet

Internet, intranet, dan extranet   merupakan jaringan telekomunikasi yang memiliki peranan penting dan luas dalam mencapai tujuan strategis, manajemen, dan operasional perusahaan. Jaringan ini sebagai teknologi sistem terbuka yang menggunakan jaringan internet sebagai teknologi dasarnya.

Sistem terbuka adalah sistem informasi yang menggunakan standar umum untuk hardware, software, aplikasi dan jaringan seperti internet,   intranet, dan extranet.   Sistem   jaringan   ini   memberikan   konektivitas   yang   lebih   besar   yakni kemampuan   komputer   jaringan   dan   alat   lainnya   untuk   dapat   dengan   mudah mengakses dan saling berkomunikasi serta berbagi informasi. Sehingga internet, intranet,   dan   extranet   mampu   menciptakan   lingkungan   komputerisasi   yang terbuka untuk diakses dengan mudah oleh pemakai akhir dan sistem komputer akhir berjaringan.

2.8 Internet

(16)

mengakses semua informasi yang terdapat di internet secara gratis. Internet dapat digunakan sebagai sarana pertukaran informasi dari satu komputer ke komputer lain   tanpa   dibatasi   oleh   jarak   fisik   kedua   komputer   tersebut.   Peranan   internet yang   sangat   penting   adalah   sebagai   sumber   data   dan   informasi   serta   sebagai sarana pertukaran data dan informasi.

Pada awalnya internet adalah suatu jarangan komputer yang dibentuk oleh Departemen   Amerika   Serikat   pada   awal   tahun   60­an,   pada   waktu   itu   mereka mendemonstrasikan   bagaimana   hardware   dengan   software   computer   berbabis UNIX   bisa   melakukan   komunikasi   dalam   jarak   yang   tidak   terhingga   melalui saluran telepon. Aplikasi­aplikasi di intenet saat ini sangat banyak dan akan terus berkambang   seiring   dengan  kemajuan  teknologi   informasi  dan   kebutuhan  yang beragam di berbagai bidang. Aplikasi internet yang sering digunakan antara lain Word Wide Web (www), E­mailMailing List (millis), NewsgroupInternet Relay Chat,  File   Transfer   Protocol (FTP),  Telnet,  Gopher,  VoIP (Voice   over   Internet Protocol), dan lain­lain.

Secara   umum,   nilai   bisnis   dengan   menggunakan   jaringan   tren telekomunkasi   seperti   internet,   intranet,   extranet,   dan   jaringan   telekomunikasi lainnya adalah dapat mengurangi biaya, mempersingkat waktu pemrosesan bisnis, mendukung   e­commerce,   memperbaiki   kerjasama   kelompok kerja,mengembangkan proses operasional online, berbagi sumberdaya, mengunci pelanggan  dan  pemasok,   serta   mengembangkan   produk  jasa  dan   produk  baru. Sehingga menjadikan jaringan telekomunikasi ini menjadi lebih strategis dan vital dalam bisnis yang harus terus mampu untuk bersaing.

Internet sebagai jaringan telekomunikasi menyediakan aplikasi yang sangat penting   digunakan   untuk   kerjasama   antara   mitra   bisnis,   hubungan   dengan pelanggan dan pemasok serta untuk kepentingan e­commerce bagi yang bergerak di bisnis online. Sebagaimana yang dijelaskan oleh  O‟Brien  bahwa penggunaan bisnis di internet telah meluas dari hanya sekedar pertukaran informasi secara elektronik ke aplikasi strategi bisnis. Perusahaan menggunakan teknologi internet untuk   beberapa   kegiatannya   seperti   oporasional,   pemasaran,   dan   aplikasi manajemen   dalam   hubungannya   dengan   pelanggan   serta   aplikasi   bisnis   lintas fungsi, aplikasi dalam bidang teknik, manufaktur, sumberdaya, dan akuntansi.

(17)

Gambar 5. Cara perusahaan memperoleh nilai bisnis melalui aplikasi e­ business dan e­commerce.

2.9 Intranet

Intranet adalah jaringan di dalam organisasi yang menggunakan teknologi internet (seperti server dan browser web, protocol jaringan TCP/IP, database dan publikasi   dokumen   hypermedia   HTML,   dan   lain­lain)   untuk   menyediakan lingkungan   yang   mirip   dengan   internet   di   dalam   perusahaan,   yang   digunakan untuk   memungkinkan   saling   berbagi   informasi,   komunikasi,   kerjasama,   dan dukungan bagi proses bisnis.

Dalam   penggunaan   intranet,   perusahaan   akan   melindungi   hal­hal   kritis dengan   ukuran   keamanan   tertentu   agar   tidak   mudah   diakses   oleh   pihak   lain. Ukuran keamanan yang bisa 18 digunakan seperti password, enkripsi, dan firewall sehingga   hanya   dapat   diakses   melalui   internet   oleh   pemakai   yang   memiliki otoritas.

Intranet   merupakan   jaringan   informasi   intenal   suatu   perusahaan   atau organisasi yang prinsip kerjanya sama dengan internet. Intranet dapat diartikan sebagai bentuk privat  dari internet atau internet yang  penggunaannya terbatas pada suatu organisasi atau perusahaan. Akses intranet memerlukan identifikasi pengguna  dan  password  sehingga  hanya  dapat diakses  oleh   anggota  organisasi atau karyawan perusahaan tersebut.

(18)

mungkin tidak bertanggung jawab, perlu pelatihan khusus untuk anggota dalam menggunakan intranet, perlu tenaga ahli untuk membangun dan mengembangkan intranet   di   sebuah   organisasi   atau   perusahaan   dan   bisa   terjasi   overload   (data penuh)   akibat   pengiriman   pesan   antar   pengguna   yang   tidak   terkontrol   dengan baik.   Yang   perlu   menjadi   perhatian   dalam   intranet   apabila   sebagian   informasi organisasi tersebut ingin  diekspose  agar  dapat  di akses  jaringan  luar  (internet) adalah firewall dan router.

Pada   dasarnya   komponen   pembentuk   intranet   sama   dengan   komponen pembentuk internet. Untuk dapat mengembangkan intranet dibutuhkan berbagai perangkat   yang   mendukung,   yaitu   perangkat   keras   maupun   perangkat   lunak. Adapun perangkat keras maupun perangkat lunak yang diperlukan oleh intranet, antara lain sebagai berikut.

1. Local Area Network (LAN)

Intranet merupakan jaringan komputer lokal (LAN) yang diberikan teknologi internet dengan membangun jaringan komputer lokal terlebih dahulu. LAN (Local   Area   Network)  atau   jaringan   komputer   lokal   terdiri   dari   beberapa komputer   yang   saling   terhubung   dalam   satu   lokasi   yang   dapat berhubungan   dan   mengakses   sumbersumber   daya   pada   komputer   yang lain.

2. Client­Server

Komputer server merupakan komputer pusat yang memberikan suatu data atau dokumen, sedangkan komputer yang meminta dokumen disebut sebut sebagai   client.   Komputer   client   biasanya   berupa   komputer   biasa   dan digunakan   oleh   pemakai   atau   pegawai   perusahaan   untuk   meminta informasi   dari   server,   sedangkan   komputer   server   digunakan   untuk menyimpan   data   dan   program   serta   menyediakan   pelayanan   network kepada   client.   Jika   kedua   komputer   ini   di   satukan,   maka   akan   didapat sebuah model jaringan komputer client server.

3. Komponen LAN

Komponen   yang   diperlukan   untuk   membangun   intranet,   terdiri   dari   : komputer   server,   komputer   workstation,   adapter   network   atau   network interface card, kabel dan komponen pendukung LAN lainnya.

4. Sistem Operasi Network

Sistem operasi network adalah sebuah program yang mengendalikan dan mengatur lalu lintas suatu jaringan serta menyediakan pelayanan kepada komputer­komputer yang terdapat pada jaringan tersebut. Contoh sistem operasi   network   yang   paling   sering   digunakan   adalah   Novell   Netware, Windows NT, dll.

5. Web Server

(19)

Information Server, Netscape FastTrack Server & Enterprise Server, Apache, Internet Ware, Lotus Domino.

6. Web Browser

Web Browser atau sering disingkat dengan browser adalah program yang dijalankan  pada   komputer  client,  yang   digunakan  untuk  mengakses   dan melihat halaman intranet yang terdapat pada server. Yang paling banyak digunakan adalah Netscape Navigator dan Microsoft Internet Explorer.

7. File HTML

Inti dari intranet adalah halaman­halaman intranet yang bisa diakses oleh setiap   orang   pada   perusahaan.   File­File   HTML   untuk   intranet   biasanya disimpan pada server, sehingga dapat diakses oleh semua komputer client tak   terhingga.   Search   engine   bisa   memudahkan   pegawai   mencari   suatu informasi yang diinginkan dengan cepat, tanpa harus mengetahui alamat halaman halaman intranet tertentu.

2.10 Extranet

Extranet merupakan jaringan telekomunikasi yang dibangun untuk dapat menghubungkan antara suatu organisasi atau perusahaan dengan mitra bisnisnya melalui   sistem   aplikasi.   Menurut  O‟Brien  (2005)   menjelaskan   bahwa   ekstranet adalah   hubungan   jaringan   yang   menggunakan   teknologi   internet   untuk   saling menghubungkan intranet suatu bisnis dengan intranet pelanggannya, pemasok,

Dalam   menjaga   keamanan   ,perusahaan   juga   dapat   menerapkan   enkripsi untuk   data   yang   sensitive   dan   sistem   firewall   sendiri   untuk   memberikan keamanan   yang   memadai.   Dengan   demikian,   ekstranet   memungkinkan   pihak­ pihak seperti pelanggan, pemasok, konsultan, subkontraktor, prospek bisnis, dan pihak   lain   untuk   mengakses   situs   Web   intranet   tertentu   dan   database perusahaan.

(20)

menggunakan   intenet   untuk   komunikasi   dan   menggunakan   browser   standar untuk menavigasi situs dan bertukar data. Metode­metode enkripsi yang menjaga kerahasiaan pesan juga mudah digunakan. Adapun contoh aplikasi yang dapat digunakan   dalam   ekstranet   adalah   Lotus   Notes.   Ekstranet   mempunyai   dasar intrastruktur sama dengan internet, seperti  TCP/IP Protocols, server,  e­mail  dan browser Web. Tetapi ekstranet menggunakan  Virtual Private Network (VPN) untuk membuat  komunikasi   20   melalui   internet   lebih   aman.   Ekstranet   banyak   sekali digunakan   oleh   perusahaan   untuk   mengumpulkan   dan   mendistribusikan informasi ke pihak­pihak luar yang terkait. Adapun sistem ekstranet yang handal harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut.

a. Corporate security policy b. Periodic security audit

c. Well defined rules for granting access to the extranet systems d.  Firewalls

e. Logging and analysis

Sebagai   suatu   jaringan,   ekstranet   memiliki   kelebihan   dan   kekurangan. Adapun kelebihan dari ekstranet adalah

a. Proses dan arus informasi lebih cepat b. Peningkatan dalam efektivitas berbisnis

c. Mengurangi biaya komunikasi, transportasi maupun administrasi d. Mengurangi penggunaan kertas

e. Akses draft dokumen serta presentasi multimedia untuk komentar ataupun persetujuan klien

f. Melihat proyek­proyek yang lalu sebagai perbandingan.

(21)

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Profil Perusahaan

Gambar 6. Logo perusahaan

Berdiri   sejak   tahun   1946,   tepatnya   pada   tanggal   5   Juli   194.   BNI   yang dahulu dikenal sebagai  Bank Negara Indonesia, merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.  Sementara keputusan   untuk   menjadi   perusahaan   publik   diwujudkan   melalui   penawaran saham   perdana   di   pasar   modal   pada   tahun   1996.   Kemampuan   BNI   untuk beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosial­budaya serta teknologi   dicerminkan   melalui   penyempurnaan   identitas   perusahaan   yang berkelanjutan   dari   masa   ke   masa.   Hal   ini   juga   menegaskan   dedikasi   dan komitmen BNI terhadap perbaikan kualitas kinerja secara terus­menerus.

Dalam   masa   perjalanannya,   BNI   telah   mereposisi   identitas   korporatnya untuk   menyesuaikan   dengan   pasar   keuangan   yang   dinamis.   Identitas   pertama sejak   BNI   berdiri   berupa   lingkaran   warna   merah   dengan   tulisan   BNI   1946 berwarna   emas   melambangkan   persatuan,   keberanian,   dan   patriotisme   yang memang merefleksikan semangat BNI sebagai bank perjuangan. Pada tahun 1988, identitas   korporat   berubah   menjadi   logo   kapal   layar   dan   gelombang   8   untuk merepresentasikan   posisi   BNI   sebagai   Bank   Pemerintah   Indonesia   yang   siap memasuki pasar keuangan dunia dengan memiliki kantor cabang di luar negeri. Gelombang mencerminkan gerak maju BNI yang dinamis sebagai bank komersial negara yang berorientasi pada pasar.

(22)

Gambar 7. Transformasi identitas logo perusahaan

Pada   tahun   1996   BNI   menjadi   bank   BUMN   pertama   yang   mencatatkan sahamnya  di BEJ.  Sampai  saat  ini  Pemerintah   RI  memegang  60%  saham  BNI, sementara   sisanya   40%   dimiliki   oleh   pemegang   saham   publik   baik   individu maupun institusi domestik dan asing.

Sejak   berdiri   pada   tahun   1946,   BNI   senantiasa   menjadi   bagian   dari dinamika pembangunan perekonomian Indonesia. Dalam kurun waktu lebih dari separuh abad itu juga, BNI telah berkembang menjadi bank nasional yang kokoh dengan pertumbuhan keuangan berkelanjutan. Sebagai bank yang melayani negeri kebanggaan   bangsa,   BNI   ditantang   untuk   terus   mewujudkan   komitmen   dan meraih   prestasi   agar   senantiasa   memberikan   layanan   dan   kinerja   yang   unggul bagi   nasabah   serta   bangsa   Indonesia   saat   ini   dan   di   masa   mendatang   sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Adapun visi dan misi BNI adalah.

1. Visi

 Menjadi bank yang unggul, terkemuka dan terdepan dalam layanan dan kinerja

2. Misi

 Memberikan   layanan   prima   dan   solusi   yang   bernilai   tambah   kepada seluruh nasabah, dan selaku mitra pillihan utama (the bank choice)  Meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor

  Menciptakan kondisi terbaik bagi karyawan sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi

 Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial

 Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik

(23)

BNI   memiliki   komitmen   menjadi   fasilitator   pembangunan   untuk mendukung pertumbuhan industri di Indonesia. Sebagai bagian dari transformasi bisnis,   BNI   fokus   pada   9   (sembilan)   sektor   industri   unggulan   yang   prospektif, antara   lain   minyak,   gas   dan   pertambangan,   telekomunikasi,   kimia,   agribisnis, makanan   dan   minuman,   perdagangan   besar   dan   eceran,   kelistrikan   dan konstruksi, serta jasa transportasi dan logistik.

Bisnis   BNI   saat   ini   telah   disesuaikan   dengan   segmentasi   nasabah   dan mengantisipasi   permintaan   pasar   yang   semakin   dinamis.   BNI   juga   telah melakukan   transformasi   bisnis   dari  product   centric  menjadi  customer   centric dengan fokus pada Business Banking dan Consumer & Retail. Di segmen Business Banking,   BNI   menawarkan   integrated   financial   solution   bagi   nasabah   dengan fokus  pada   9  (sembilan)  sektor   industri   unggulan.  Untuk  segmen  Consumer   & Retail Banking, BNI bertekad menjadi  lifetime banking partner  bagi para nasabah dengan menyediakan produk dan jasa perbankan di setiap tahapan usia. Untuk melengkapi   kebutuhan   nasabah   di   bisnis   tresuri   dan   internasional,   BNI berkomitmen   untuk   menjembatani   bisnis   nasabah   dengan   mengoptimalkan keberadaan kantor cabang BNI di kota finansial dunia, seperti Singapura, Hong Kong,   Tokyo,   Osaka,   London,   dan   New   York.   Khusus   ntuk   sektor   kredit,   BNI membagi ke dalam 3 (tiga) segmen, antara lain.

1. Segmen Usaha Kecil

Menangani   pemberian   kredit   hingga   Rp   15   milyar.   Pemberian   kredit   ini disalurkan melalui Sentra Kredit Kecil (SKC). Saat ini BNI memiliki lebih dari 50 unit SKC yang dapat memfasilitasi kebutuhan kredit nasabah

2. Segmen Kredit Menengah

Bagian ini mengelola pemberian kredit di atas Rp 15 milyar hingga Rp 150 milyar   yang   disalurkan   melalui  Sentra   Kredit   Menengah  (SKM).   Sampai dengan saat ini BNI memiliki lebih dari 20 unit SKM di seluruh Indonesia 3. Segmen Korporasi

(24)

kemampuan SDM yang memiliki  keterampilan  dan  integritas yang tinggi dalam melayani nasabah dengan sepenuh hati dan profesional.

Untuk   menjawab   pertumbuhan   industri   perbankan   yang   signifikan   dan perilaku nasabah  yang sangat dinamis di mana membutuhkan pelayanan  yang cepat   dan   tepat,   dukungan   teknologi   informasi   menjadi   kunci   utama   layanan perbankan. Saat ini BNI memiliki lebih dari 1.700 kantor cabang dan lebih dari 14.000 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk jaringan ATM Bersama dan   ATM   Link   serta   enam   kantor   cabang   di   luar   negeri   termasuk  remittance representatif  di   beberapa   negara.   Dengan   jumlah   outlet   dan   jaringan   demikian luasnya,   dibutuhkan   dukungan   teknologi   yang   handal.   BNI   memiliki  command centre yang bertugas memantau operasional BNI dapat berjalan lancar selama 24 jam.

Pada   akhir   tahun   2013,   jumlah   aset   yang   dimiliki   BNI   tercatat   sebesar Rp386,7 triliun dan jumlah karyawan sebanyak 26.100 orang. Jaringan layanan BNI   tersebar   di   seluruh   Indonesia   melalui   1.693   outlet   domestik   dan   cabang­ cabang   luar   negeri   diantaranya   di   New   York,   London,   Tokyo,   Hong   Kong, misi   BNI.   Hal   ini  diharapkan   dapat  membuat  BNI  tetap  dapat  bertahan   dalam industri perbankan nasional yang semakin ketat dan meningkatkan daya saing BNI pada tingkat yang lebih luas. Sistem informasi teknologi pada BNI diharapkan meningkatkan   daya   saing   BNI   seiring   dengan   indikator   jumlah  customer  yang semakin   bertambah,   segmentasi   pasar   menjadi   semakin   terarah   dengan memanfaatkan   sistim   informasi   yang   ada.   Strategi   pencapaian   target   setiap segmen   menjadi   informatif   dan   update.   Hal   ini   memudahkan   setiap   segmen melihat   pencapaiannya   dan   membuat   setiap   segmen   merencanakan   langkah­ langkah yang strategis untuk mencapai target pada setiap segmen.

Sistem   informasi   teknologi   memberikan   informasi   kepada   BNI   untuk melakukan   benchmarking   terhadap   bank   lain.   Langkah   ini   merupakan   suatu syarat untuk mampu bersaing pada dunia perbankan.

3.3 Stakeholders

Sebagai   salah   satu   bank   terbesar   di   Indonesia,   BNI   sangat   memahami pentingnya   untuk   mengetahui   dan   memenuhi   kepentingan   para   pemangku kepentingan  (stakeholders). BNI mendefinisikan siapa saja yang datang ke dalam kontak dengan Bank sebagai stakeholder. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa kelompok   tertentu   dengan   siapa   yang   berusaha   untuk   memperluas   hubungan dengan semua para pemangku kepentingan.

(25)

BNI   mencatat   sejarah   dengan   menjual   saham   perdananya   kepada masyarakat melalui Bursa Eek Indonesia yang pada saat itu masih bernama Bursa Efek   Jakarta  (BEJ)   dan  Bursa   Efek   Surabaya  (BES)   pada   tahun   1996.   Dalam sejarah   perbankan   nasional,   BNI   menjadi   bank   negara   pertama   yang  go­public. Bersamaan dengan program divestasi saham pemerintah, BNI menerbitkan saham baru pada tahun 2007 dan 2010 melalui Penawaran Umum Terbatas (right issue) dengan memperluas komposisi kepemilikan saham publik menjadi 40%. Dengan meningkatnya   kepemilikan   publik,   BNI   dituntut   untuk   meningkatkan   kinerja unggul sehingga dapat memberikan nilai lebih kepada pemegang saham.

Pemegang  Saham  atau  stockholder  adalah  seseorang  atau badan  hukum yang secara sah memiliki satu atau lebih saham pada perusahaan. Para pemegang saham adalah pemilik dari perusahaan tersebut. Perusahaan yang terdaftar dalam bursa   efek   berusaha   untuk   meningkatkan   harga   sahamnya.   Konsep   pemegang saham adalah sebuah teori bahwa perusahaan hanya memiliki tanggung jawab kepada para pemegang sahamnya dan pemiliknya, dan seharusnya bekerja demi keuntungan mereka.

(26)

Gambar 8. Saham perusahaan melalui anak perusahaan 2. Karyawan

Karyawan merupakan salah satu stakeholders penting bagi BNI. Untuk itu diperlukan   system   information   management   yang   baik   guna   menjadi   media komunikasi dan proses pengambilan keputusan bagi karyawan dan perusahaan. Di akhir tahun 2013, jumlah karyawan yang dimiliki BNI sebanyak 26.100 orang yang   tersebar   di   seluruh   Indonesia   melalui   1.693   outlet   domestik   dan   cabang­ cabang di luar negeri meliputi New York, London, Tokyo, Hong Kong, Singapura dan   Osaka.   Tersedianya   karyawan   dengan   jumlah   sebesar   itu   didasari   atas kompetensi pegawai masing­masing dan selanjutnya disesuaikan dengan bidang kerjanya yang menempati semua lini bisnis dan operasional.

(27)

Saat ini, BNI adalah bank terbesar ke­4 di Indonesia berdasarkan total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga (DPK). BNI menawarkan layanan jasa keuangan   terpadu   kepada   nasabah,   didukung   oleh   anak   perusahaan.   Sebagai salah satu lembaga intermediary, BNI menawarkan layanan penyimpanan dana pihak   ketiga   (DPK)   maupun   fasilitas   pinjaman   baik   pada   segmen   korporasi, menengah, maupun kecil serta layanan jasa (services). Dengan produk & layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah di semua segmen, BNI yakin dapat menjadi Bank of Choice.

Bisnis   BNI   saat   ini   telah   disesuaikan   dengan   segmentasi   nasabah   dan mengantisipasi   permintaan   pasar   yang   semakin   dinamis.   BNI   juga   telah melakukan   transformasi   bisnis   dari  product   centric  menjadi  customer   centric dengan fokus pada Business Banking dan Consumer & Retail. Di segmen Business Banking, BNI menawarkan integrated financial solution bagi nasabah dengan fokus pada   9   (sembilan)   sektor   industri   unggulan.   Untuk   segmen  Consumer   &   Retail Banking, BNI bertekad menjadi lifetime banking partner bagi para nasabah dengan menyediakan   produk   dan   jasa   perbankan   di   setiap   tahapan   usia.   Untuk melengkapi   kebutuhan   nasabah   di   bisnis   tresuri   dan   internasional,   BNI berkomitmen   untuk   menjembatani   bisnis   nasabah   dengan   mengoptimalkan keberadaan kantor cabang BNI di kota finansial dunia seperti Singapura, Hong menawarkan   kebutuhan   apa   yang   diperlukan   oleh   BNI.   Seringkali   BNI mengadakan   gathering   dengan   elemen   masyarakat   untuk   melihat   pendekatan baru untuk mengelola risiko sosial dan lingkungan.

5. Pemerintah

Pemerintah   sangat   berperan   besar   dalam   pembangunan   perbankan   di Indonesia melalui Bank  Indonesia,  saat  ini  sudah  mulai  di  bawah   pengawasan Otoritas Jasa Keuangan  (OJK). Peran yang dilakukan pemerintah adalah berupa regulasi­regulasi   yang   berhubungan   dengan   semua   mekanisme   pengelolaan perbankan  di  bidang  operasional  perbankan   yang  menyangkut lalu lintas giral, system kliring dan juga semua prosedur yang berhubungan dengan hal tersebut. System pengawasan yang dibuat juga sangat mendukung BNI dalam hal mengelola bank secara komprehensif. Contoh lembaga lain yang terlibat dalam hal ini selain BI dan OJK adalah LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dimana sangat penting bagi BNI  dalam  memberi   kepercayaan   kepada  nasabah,  bahwa  simpanan   mereka  di bank adalah dijamin oleh pemerintah. Intinya, pemerintah selalu mendukung dan berperan besar dalam perkembangan perbankan di Indonesia.

(28)

Sebagai   Bank   terbesar   ke­4   di   Indonesia,   BNI   mempunyai   banyak   jenis produk   dan   layanan   yang   ditawarkan   kepada   nasabah.   Banyaknya   unit   dan Karyawan  yang  tersebar  di seluruh   Indonesia termasuk luar  negeri merupakan keuntungan tersendiri dan tentunya membutuhkan system informasi management yang baik untuk menunjang hal itu semua, terutama internetworking.

A. Internet

Internet bertujuan mengenalkan keberadaan dan keberagam produk perusahaan kepada public. BNI memiliki website www.bni.co.id yang dibuat menarik   juga   terlihat   mudah   dan   efektif   untuk   dijelajahi   agar   para pengguna   internet   dapat   mengetahui   informasi   seputar   BNI.   Jika   kita mengakses   website   dapat   terlihat   menu­menu   utama   yang   ditampilkan serta juga terdapat berbagai macam layanan produk dan jasa. Selain itu menu lowongan kerja di BNI juga telah disediakan.

Salah satu fitur yang ada dalam situs BNI ini adalah fitur  internet banking  yang terdiri dari personal internet banking dimana nasabah Bank dapat   langsung   melakukan   inquiry   atau   transaksi   setelah  connect   menu internet banking tersebut.

B. Intranet

Media   komunikasi   internal   yang   dipakai   oleh   seluruh   unit   dan karyawan BNI adalah intranet. Informasi dari manajemen kepada pegawai baik itu pemberitahuan yang bersifat informasi, peraturan atau ketentuan, dll di­publish melalui intranet. Intranet yang digunakan BNI telah dilengkapi dengan  software anti  virus  dan   filter  system   tersendiri   sehingga  terjamin keamanannya.   Intranet   BNI   tersebut   dipergunakan   hanya   untuk kepentingan pekerjaan. Beberapa contoh sarana komunikasi intranet di BNI

Aplikasi   ini   merupakan   aplikasi   yang   digunakan   oleh   petugas   kredit untuk memantau alur kerja atau flow proses kredit

3. IRS Online

Sama   dengan   SMPK   (Sistem   Monitoring   Proses   Kredit),   aplikasi   IRS Online   merupakan   aplikasi   yang   digunakan   oleh   petugas   kredit   (dhi. analis kredit) untuk menentukan rating calon debitur (peminjam)

4. BNI Forum

BNI   Forum   merupakan   aplikasi   intranet   yang   digunakan   oleh manajemen dan pegawai untuk informasi seputar BNI, ketentuan dan berita terkait lainnya

5. Webmail BNI

(29)

dapat diakses oleh seluruh karyawan di seluruh Indonesia dan di luar negeri.

6. HCMS (Human Capital Management System)

Sedangkan   aplikasi   ini   merupakan   aplikasi   yang   berkaitan   sistem kepegawaian khususnya   terkait   keputusan   manajemen   atau   direksi   serta   merupakan media   komunikasi   internal   yang   cukup   aman   mengingat   dibawah pengawasan Bank.

C. Extranet

Sebagai   salah   satu   lembaga  intermediary,   BNI   mempunyai   banyak layanan dan produk baik dari segi asset maupun liabilities. Terkait extranet, salah   satu   aplikasinya   di   BNI   yaitu  BNI   Cash   Management.   BNI   Cash Management   merupakan   sarana   internet   banking  real­time   online  yang ditujukan untuk segmen  bisnis, memberikan akses dan  control terhadap

Salah   satu   fitur   sebagaimana   disebut   di   atas   adalah   pembayaran tagihan   atau  bill   collection.   Layanan   Bill   Collection   adalah   layanan   yang memberikan   solusi   kecepatan   rekonsiliasi   Pembayaran   bagi   Nasabah dengan   memanfatkan   strukturisasi   rekening   dan   referensi   standar   serta layanan   yang   memberikan   solusi   kemudahan   pembayaran   bagi   Mitra dengan sejumlah pilihan jaringan Pembayaran.

Dalam layanan ini, perusahaan yang mengeluarkan tagihan seperti misalnya   Telkomsel,   Indosat,   atau   PLN   akan   meminta   BNI   menyediakan suatu   layanan   yang   memudahkan   nasabah   membayar   kewajiban   kepada perusahaan tersebut dan selain itu, perusahaan akan segera mendapatkan data tentang nasabah mana yang telah membayar dan nasabah mana yang belum   membayar   serta   berapa   jumlah   dana   yang   telah   dibayarkan   oleh seluruh nasabah. Nasabah dapat menggunakan berbagai media transaksi

(30)

dan   Strategi   yang   selayaknya   diterapkan   oleh   Bank   BNI.   Beberapa   yang perlu dikembangkan lebih lanjut adalah dalam hal antara lain.

1. Komunikasi 2 arah dari pengguna internet dengan BNI, misalnya dalam hal tindaklanjut informasi produk, penjualan, perhitungan dan lain­lain.

2. Sistem perbankan untuk mendukung kegiatan perbankan  a. Branchless banking

b. Aktivitas   penjualan   sekaligus   pengajuan   proposal   pinjaman, analisa kredit (scoring), di lokasi nasabah

c. Aktivitas collection di lokasi nasabah E. Challenges

Terdapat 2 (dua) tantangan  yang dihadapi oleh  BNI  yaitu pertama perubahan   preferen   nasabah   yang   cepat,   dan   kedua   adalah   persaingan internasional   dalam  Masyarakat   Ekonomi   ASEAN  (MEA)   di   tahun   2015. Preferen   nasabah   berubah   sangat   cepat   mengingat   terdapat   perubahan teknologi yang cepat dan kebutuhan nasabah yang lebih beragam. Saat ini, teknologi   cepat   berubah   misalnya   perubahan   telepon,   media   social,   dan lain­lain. Sedangkan, kebutuhan  nasabah juga semakin  beragam dimana nasabah ingin layanan yang lebih cepat dan simple.

(31)

BAB IV strategis   yang   harus   dilakukan   adalah   berinovasi   dalam   bidang   Information Technology.   Banyaknya  unit  dan   Karyawan   yang   tersebar   di   seluruh   Indonesia maupun   luar   negeri   merupakan   keuntungan   tersendiri   dan   tentunya membutuhkan system informasi management yang baik untuk menunjang hal itu dari   berbagai   lokasi.   Bagi   BNI,   intranet   akan   mendatangkan   benefits   tertentu antara   lain   mempercepat   arus   informasi   kepada   seluruh   karyawan   khususnya terkait  keputusan  manajemen   atau  direksi  serta  merupakan   media  komunikasi internal yang cukup aman mengingat dibawah pengawasan Bank.Informasi dari manajemen   kepada   pegawai   baik   itu   pemberitahuan   yang   bersifat   informasi, peraturan atau ketentuan, dll di­publish melalui intranet. Intranet yang digunakan BNI   telah   dilengkapi   dengan   software   antivirus   dan   filter   system   tersendiri sehingga terjamin keamanannya. Intranet BNI tersebut dipergunakan hanya untuk kepentingan   pekerjaan.   Beberapa   contoh   sarana   komunikasi   intranet   di   BNI antara lain.

Aplikasi  Extranet di  BNI  diantaranya  adalah  BNI Cash  Management.  BNI Cash   Management   merupakan   sarana   internet   banking   real­time   online   yang ditujukan untuk segmen bisnis, memberikan akses dan control terhadap transaksi financial maupun non­finansial bagi nasabah  dengan aman, cepat  dan  mudah. Salah satu fitur sebagaimana disebut di atas adalah pembayaran tagihan atau bill collection.

(32)

internet dapat mengetahui informasi seputar BNI diantaranya informasi tentang BNI, produk, layanan, dan infrmasi lainnya yang dibutuhkan oleh pengguna.

4.2 Saran

Dalam menghadapi persaingan global khususnya perubahan preferensi  nasbaah, liberalisasi ekonomi, dan persaingan ekonomi menghadapi Masyarakat  Ekonomi ASEAN (MEA) di tahun 2015, BNI harus meningkatkan strategi dalam  bidang Information Technology dan menambahkan fokus implementasi system IT  dalam beberapa hal, antara lain

1. Komunikasi 2 arah dari pengguna internet dengan BNI, misalnya dalam hal  tindaklanjut informasi produk, penjualan, perhitungan, dan lain­lain

2. Sistem perbankan untuk mendukung kegiatan perbankan.  Branchless  banking  Aktivitas penjualan sekaligus pengajuan proposal pinjaman,  analisa kredit (scoring), di lokasi nasabah

(33)

DAFTAR PUSTAKA

Maryono, Y, dan Istiana B.P. 2008, “Teknologi Informasi dan Komunikasi”. Edisi  Pertama,Jakarta: Quadra

Indrajit, R.E, 2012, “Keterkaitan Bisnis dengan Teknologi”, Jurnal. Jakarta Wiharto, Y. 2012, “Sistem Informasi Akademik Berbasis SMS Gateaway” Jurnal.  Jakarta

O‟Brien, James A. “Management Information Systems:Managing Information  Technology in The Internetworked Enterprise”. 1999. International Edition. The  McGraw­Hill Companies, Inc

O‟Brien James A. “Pengantar Sistim Informasi”, Edisi 12, Penerbit Salemba Empat, Jakarta, 2005

Gambar

Gambar 1. Era Teknologi Informasi
Gambar 2. Era Globalisasi Informasi
Gambar 3. Perbedaan antara Internet, Intranet, dan Extranet
gambaran penggunaan ketiga jenis jaringan tersebut dalam perusahaan.
+5

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak terdapat pengaruh sangat signifikan antara budaya organisasi dan pengawasan terhadap produktivitas kerja pegawai PT BNI

Organisasi pada karyawan di Bank BNI Syariah Kantor Cabang Bekasi dapat di. pengaruhi oleh hal-hal

esensi dari pelaksanaan supervisi adalah kegiatan pemantauan, pembinaan dan pengawasan terhadap kepala sekolah dan seluruh elemen sekolah lainnya di dalam

Permodalan BNI masih memberikan kontribusi besar bagi bisnisnya, diantara lain mampu mengcover penarikan besar-besaran dari DPK karena pertumbuhan modal, kemudian kondisi kredit

Manajemen risiko dalam hal likuiditas telah dilakukan oleh BNI Syariah Cabang Banjarmasin dengan terpenuhinya CAR (Capital Adequacy Ratio) yaitu dengan

Bank BNI Syariah Kantor Cabang Syariah Jember tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam hal perlindungan hukum terhadap Nasabah Penyimpan Dana, Upaya yang

a) Mengelola Unit Pelaksanaan Program BLSM pada tingkat kecamatan. b) Memantau mitra kerja pada tingkat Kecamatan/Desa/Kelurahan yang akan terlibat secara efektif

Dalam hal ini Bank Rakyat Indonesia Unit Mapane berupaya memberikan fasilitas yang baik dalam mendukung terlaksananya implementasi KUR dengan baik dan hal tersebut