• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN PEMASARAN PERGURUAN TINGGI Ali

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MANAJEMEN PEMASARAN PERGURUAN TINGGI Ali"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN PEMASARAN PERGURUAN TINGGI

Alima’sum

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas K.H. A. Wahab Hasbullah Jombang

[email protected]

Abstrak

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan sebenarnya yang terjadi di Jombang sebagai

Kota santri dimana para siswa lebih memilih untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Umum

(Universitas) dari pada Perguruan Tinggi Berbasis Islam (Perguruan Tinggi). Tujuan dari

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi, merumuskan model pemasaran, dan mencapainya

mereka. Sehubungan dengan pembuatan model pemasaran, para periset

digunakan metode Borg and Gall (1979) Penelitian dan Pengembangan (R & D).

Beberapa hal yang harus dijawab dalam penelitian ini adalah

1. evaluasi dan inventarisasi kelemahan Perguruan Tinggi,

2. membangun model pemasaran komunikasi untuk memperbaiki kelemahan

Kata kunci: Manajemen Pemasaran Perguruan Tinggi\

PENDAHULUAN

Dunia pendidikan telah mengalami evolusi secara pesat. Salah satu faktor pemicunya

adalah kompetisi antar perguruan tinggi yang semakin ketat. Oleh karena itu pemasaran

menjadi unsur yang strategis dalam menjaga eksistensi perguruan tinggi.

Istilah pemasaran (marketing) seringkali diartikan sebagai penjualan. Padahal keduanya

memiliki perbedaan yang cukup berarti. Dari sisi tujuan, pemasaran bertujuan melayani

kebutuhan pelanggan sedangkan penjualan bertujuan untuk memenuhi keinginan perusahaan.

Pemasaran berawal dari keinginan konsumen kemudian berlanjut pada bagaimana cara

pemuasannya, sedangkan penjualan bermula dari produksi suatu produk/jasa kemudian

berlanjut pada aktivitas meyakinkan konsumen untuk membelinya. Dalam pemasaran seluruh

(2)

saja jumlah personalia yang terlibat dalam pelayanan konsumen. Dengan demikian jelas sekali

bahwa orientasi antara konsep pemasaran dengan konsep penjualan sangatlah berbeda.

Di kalangan para ahli, terdapat perbedaan dalam mendefinisikan istilah pemasaran.

Menurut Philip Kotler dan Amstrong (dalam Abdul Majid, 2008) pemasaran adalah sebagai

suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa

yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan

nilai dengan orang lain. Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi

kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands). Sedangkan menurut W.

Stanton (dalam Barnawi & Arifin, 2013) pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan

usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan

mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli

potensial.

The American Marketing Association (AMA)dalam Wikipedia mengartikan pemasaran

sebagai "the activity, set of institutions, and processes for creating, communicating, delivering,

and exchanging offerings that have value for customers, clients, partners, and society at large."

Pemasaran merupakan aktivitas, mengatur lembaga, dan proses untuk membuat,

berkomunikasi, memberikan, dan bertukar penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan,

klien, mitra, dan masyarakat pada umumnya. Pemasaran tersebut menyangkut pelaksanaan

kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari produsen ke

konsumen.

Sementara itu, dalam lembaga pendidikan (Kreighbahum dalam Muhaimin, et al.,

2010:97-98) pemasaran didefinisikan sebagai pengolahan yang sistematis dari pertukaran

nilai-nilai yang sengaja dilakukan untuk mempromosikan misi-misi sekolah berdasarkan kepuasan

kebutuhan nyata baik itu untuk stakeholder ataupun masyarakat sosial pada umumnya. Dengan

kata lain, pemasaran mengandung unsur pengolahan dan pertukaran nilai-nilai yang didasarkan

pada kebutuhan masyarakat umum. Dengan demikian maka pemasaran perguruan tinggi dapat

didefinisikan sebagai proses pengelolaan perguruan tinggi dalam kegiatan pertukaran

nilai-nilai untuk memenuhi kepentingan perguruan tingi dan kepentingan mahasiswa berdasarkan

harapan dan kebutuhan stakeholder.

Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan

(3)

pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global. Konsep produksi

berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan

harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya

untuk mencapai efisiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Konsep produk mengatakan

bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri

yang terbaik. Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen jangan dibiarkan begitu saja,

organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif. Konsep pemasaran

mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan

dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif

dan efisien dibandingkan para pesaing. Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas

organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta

memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripada

para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan

masyarakat. Konsep pemasaran global, pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif

berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui

manajemen strategis yang mantap. Tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi

keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan (Abdul Majid, 2008).

Pada dasarnya, tujuan pemasaran perguruan tinggi bukanlah untuk memuaskan

pelanggan semata tetapi juga untuk kepentingan institusi itu sendiri. Pemasaran bertujuan

untuk memberikan kenyamanan mahasiswa dalam perkuliahan, misalnya diajar oleh dosen

yang profesional, sarana dan prasarana yang memadai, kurikulum yang kompetitif, strategi

pembelajaran yang efektif dan lain-lain. Sebaliknya pemasaran juga bertujuan untuk menjaga

kepentingan institusi seperti: menjamin kesejahteraan dosen dan karyawan, meningkatkan citra

instusi dan mempercepat pengembangan perguruan tinggi.

Tugas pemasaran adalah membuat produk jasa pendidikan yang memang tidak

berwujud menjadi bentuk-bentuk yang menunjukan kualitas jasa. Perguruan tinggi dapat

melakukan beberapa hal untuk mengkonkritkan produknya, yaitu dengan cara:

1. Visualisasi, yaitu menggambarkan bagaimana jasa pendidikan diberikan kepada mahasiswa.

Misalnya dengan menggambarkan bagaimana kenyamanan ruang kuliah, situasi

pembelajaran di laboratorium dan kondisi perpustakaannya.

(4)

3. Representasi fisik, yaitu dengan memperlihatkan langsung gedung perkuliahan, fasilitas dan

Unit Kegiatan Mahasiswa.

4. Dokumentasi, yaitu dengan menunjukan berbagai bentuk kepuasan pengguna jasa

pendidikan yang berupa: berbagai bentuk penghargaan, pengakuan masyarakat, kunjungan

orang-orang penting dan lain-lain.

Pemasaran berfungsi untuk: pendistribusian, pendanaan, memberikan informasi,

penatapan harga, produksi, promosi, dan penjualan. Sedangkan fungsi utama kegiatan

pemasaran perguruan tinggi adalah: memberikan informasi mengenai jasa pendidikan yang

akan ditawarkan ke masyarakat, mempengaruhi harapan dan kebutuhan stakeholder dan

menciptakan nilai unggul dalam jasa pendidikan. Pemasaran dilakukan untuk memberikan

informasi mengenai spesifikasi dan strata pendidikan serta keunggulanya dibandingkan dengan

institusi lain. Masyarakat perlu tahu hal tersebut, agar masyarakat dapat mempertimbangkan

keputusan mereka dalam memilih perguruan tinggi. Mempengaruhi harapan dan kebutuhan

stakeholder dapat dilakukan dengan cara menyebar paradigma kepada masyarakat mengenai

pendidikan ideal dimana pendidikan yang ideal telah dimiliki oleh institusi yang bersangkutan.

Adapun langkah-langkah kegiatan dalam mengelola pemasaran perguruan tinggi

mencakup enam kegiatan, yaitu:

1. analisis prestasi pemasaran

2. identifikasi dan analisis pasar

3. segmentasi pasar dan positioning

4. diferensiasi institusi

5. promosi dan

6. evaluasi promosi.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pemasaran untuk peguruan

tinggi setempat yang sangat spesifik, komprehensif dengan sosial dan kondisi budaya calon

(5)

Lompatan teknologi yang berkembang pesat dewasa ini memberi pengaruh pada

aktivitas manusia. Salah satu yang mempengaruhinya adalah perkembangan dalam bidang

pemasaran. Persekutuan antara pemasaran (marketing) dengan teknologi melahirkan berbagai

dampak diantaranya penggunaan internet sebagai saluran utama marketing (Riris Loisa).

Media virtual atau biasa disebut internet menurut Rozi (dalam Rinaldy Yusuf & Ninuk

Purwaningsih, 2011) adalah jaringan komputer dengan skala dunia. Sejumlah fasilitas yang

diberikan oleh media virtual yaitu: browsing, berkirim surat elektronik (e-mail), berkomunikasi

interaktif (chatting), transfer file, blogging, dan lainnya.

Melihat banyaknya kemudahan yang diperoleh maka menjadi hal yang wajar jika

pengguna internet tumbuh dengan sangat pesat. Di Indonesia, pentingnya penggunaan internet

juga makin disadari oleh masyarakatnya dari berbagai kalangan. Terbukti dari data statistik

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengenai jumlah pengguna internet di

Indonesia yang terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan, mulai dari 512.000 di

tahun 1998 menjadi 4.500.000 di tahun 2002. Bahkan sampai di akhir tahun 2007, jumlah

pengguna internet di Indonesia mencapai angka 25.000.000 (Astutik Nur Qomariyah).

Dengan banyaknya orang yang mengakses internet maka memasarkan produk

berbasis internet merupakan langkah yang strategis. Pemasaran berbasis internet sering disebut

dengan e-marketing. Menurut Armstrong dan Kotler (dalam Riris Loisa, dkk.) e-marketing

dapat diartikan adalah sisi pemasaran dari e-commerce, yang terdiri dari usaha perusahaan

untuk mengkomunikasikan sesuatu, mempromosikan dan menjual produk dan jasa melalui

internet. Perbedaan mendasar antara internet marketing dan tradisional marketing (yang

disebut dengan marketing) adalah adanya keterlibatan internet sebagai fasilitas.

Dalam virtual marketing perguruan tinggi syarat utama yang harus dimiliki adalah

membangun website universitas sebagai sarana promosi kampus. Website sebagai media

promosi institusi harus mencerminkan secara keseluruhan tentang institusi itu sendiri.

Membangun portal website sebagai media utama menyediakan seluruh kumpulan informasi

perguruan tinggi serta layanan akademik akan mempermudah aktivitas baik masyarakat

(6)

Ditinjau dari harga, jasa pembuatan web perguruantinggi relatif murah berkisar

Rp.2.200.000,- dengan biaya maintenance per bulan Rp 600.000,-

(https://jasa-pembuatan-web.com/web-universitas/). Bandingkan dengan berbagai media lain, pemasaran berbasis

virtual membutuhkan budget yang jauh lebih murah dibanding iklan di TV, radio, billboard,

maupun koran.

Setelah dibangunnya website kampus tugas selanjutnya adalah mengembangkan

website tersebut agar terus merepresentasikan dinamika kampus. Menurut Mukhammad

Masrur (2011) langkah yang perlu ditempuh dalam rangka pengembangan daya saing dengan

berbasis website adalah:

a. Mengintegrasikan seluruh website di Fakultas/Departemen/Grup Riset kedalam web site

Universitas.

b. .Memperbaiki content website dengan informasi yang akurat, reliable dan updating data

yang cepat.

c. .Membuat aturan yang mewajibkan seluruh sivitas akademika memanfatkan sistem

informasi dan web site Universitas, antara lain, webmail, weblog, upload materi kuliah.

d. Peningkatan referensi ke website Universitas melalui koordinasi dengan institusi partner

dan alumni.

e. .Kebijakan bagi peneliti untuk ”diwajibkan” meng-upload naskah publikasi dalam bahasa

Indonesia dan Inggris ke website Universitas.

f. Meningkatkan kemampuan perpustakaan digital untuk menambah konten ilmiah berupa:

1. Pengembangan E-Book , Pengembangan koleksi e-book dapat dilakukan dengan

pengembangan buku hasil karya dari civitas akademika

2. Pengembangan E-Journal

3. journal yang diterbitkan di lingkungan universitas

4. Pengembangan E-Grey Literature.

g. Menggalakkan e-learning untuk meningkatkan konten pembelajaran di website.

h. Menggalakkan upload artikel ilmiah bagi dosen dan mahasiswa di website Universitas

i. Menampilkan URL website/blognya pada jejaring sosial ( facebook, twitter, plurk,

myspace dll).

Peningkatan daya saing perguruan tinggi berbasis website kampus akan linier dengan

(7)

apa yang dinyatakan oleh Masrur perguruan tinggi penting untuk mengupdate secara

kontinyu websitenya sebagai lokomotif pemasaran perguruan tinggi.

Referensi

Kredit Perbankan. Bandung: Penerbit CV.Alfabeta, 2010.

Kotler, Philip., Dan A.B.Susanto. Manajemen Pemasaran Di Indonesia:

Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian.

Singh, Rajesh. Budaya Pemasaran Perpustakaan Penelitian Finlandia:

Implikasi Kepuasan Pelanggan. Rajesh Singh. Åbo: Åbo

Basu Swastha dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern.

(Yogyakarta: Liberty, 2003)

Indriyo Gitosudarmo, Manajemen Pemasaran Edisi Kedua Cetakan

Referensi

Dokumen terkait

Adanya jadwal piket kebersihan dalam tradisi pondok pesantren Daarun Najaah Jrakah akan dapat membentuk pribadi yang memiliki kepedulian terhadap keadaan lingkungan

e. Pengelolaan administrasi yang terkait dengan penyuluhan kesejahteraan sosial, pelestarian nilai nilai keperintisan, kepahlawanan dan kejuangan, pengelolaan data

DAFTAR PERUSAHAAN YANG TIDAK MELAKUKAN STOCK SPLIT (NON REPORTER).. Kode Nama Perusahaan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat diajukan untuk penelitian selanjutnya adalah penelitian selanjutnya menambahkan variabel-variabel

communication fasilitator (fasilitator komunikasi), dan problem solving process fasilitator (fasilitator proses pemecahan masalah) pada program employee

Semiawan dkk dalam buku karangan Yudrik Jahja mendefinisikan bahwa bakat merupakan kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih.Pada

(2012) menunjukkan bahwa sikap konsumen terhadap suatu merek atau produk akan mempengaruhi minat untuk melakukan pembelian. 2012), bahwa membangun ketika kepercayaan

13 Lokasi penelitian dilakukan di Kelurahan Tanjung Benoa karena merupakan wilayah Pantai yang berada di Desa tersebut, sehingga untuk menemui narasumber sesuai dengan apa