Sejarah Ilmu Biologi Fisika Kimia Dan Ma

18  11  Download (0)

Teks penuh

(1)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Manusia senantiasa menggunakan akal budi pikirannya untuk membuat suatu hal baru yang belum pernah ada sebelumnya. Ilmu pengetahuan merupakan salah satu produk mereka. Berkat ilmu pengetahuanlah manusia dapat meraih kemajuan yang sangat menakjubkan dalam segala bidang kehidupan(Ali Maksum:2016). Biologi, Fisika, Kimia, dan Matematika merupakan sebagian kecil cabang ilmu pengetahuan yang sangat luas. Keempat cabang ilmu pengetahuan diatas terkonsentrasi pada alam dan eksakta, sehingga perlu kecermatan untuk mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Bangunan tinggi pencakar langit yang kokoh dan indah sekarang kita lihat diilhami dari penerapan konsep Fisika dan Matematika. Obat untuk menyembuhkan orang sakit dari penyakitnya, untuk membuat manusia harus menggunakan ilmu Kimia untuk mensintesis zat yang dibutuhkan dan juga agar mendapat racikan yang pas. Namun manusia sekarang tampaknya cenderung untuk kembali ke zaman dahulu dimana segala obat diperoleh langsung dari alam lewat pengolahan khusus yang lebih ramah lingkungan, atau sekarang lebih umum disebut dengan obat herbal. Tidak semua dari alam bisa dijadikan obat, karena tidak jarang kita menemukan tanaman beracun yang apabila dikonsumsi sedikit saja bisa menimbulkan dampak fatal bagi manusia. Maka, perlu diadakan pengklasifikasian serta penelitian lebih lanjut mengenai tanaman yang benar-benar aman dan berkhasiat menghilangkan penyakit manusia. Disini, ilmu Biologi memiliki peran penting dalam hal tersebut.

(2)

1.2 TUJUAN

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk:

1. Mengetahui bagaimana sejarah Biologi, Fisika, Kimia, dan Matematika.

2. Mengetahui siapa saja tokoh penting yang menemukan dan mengembangkan konsep teori Biologi, Fisika, Kimia, dan Matematika.

3. Mengetahui apa saja peran Biologi, Fisika, Kimia, dan Matematika dalam kehidupan manusia.

1.3 MANFAAT

1. Mahasiswa dapat mengetahui secara rinci mengenai asal-asul Biologi, Fisika, Kimia, dan Matematika untuk memperdalam pemahaman keempat ilmu tersebut.

2. Mendapat wawasan lebih luas mengenai siapa saja tokoh yang berperan penting dalam menemukan teori dan konsep Biologi, Fisika, Kimia, dan Matematika. Kita juga bisa sekaligus memahami bentuk pemikiran-pemikiran dibidang ilmu lain lewat penelitian lanjut.

(3)

BAB II

ISI

2.1 Awal Ilmu Pengetahuan

Pada awal perkembangannya, seluruh ilmu pengetahuan di dunia ini menjadi satu

kesatuan belum terpecah-pecah dan terspesialisasi seperti sekarang, karena semuanya terhimpun menjadi satu kesatuan, yakni filsafat. Disamping sebagai cikal-bakal atau induk ilmu pengetahuan, juga merupakan metode berpikir (Method of Thought). Karena inti dari filsafat adalah berpikir, yakni berpikir yang kritis, rasional, analitis, sistematis, dan radikal, maka banyak hal yang dijumpai dan dihadapi manusia yang perlu ditanyakan, diragukan, kemudian dipikirkan1. Meskipun filsafat itu abstrak, bukan berarti ia sama sekali tidak

bersangkut paut dengan kehidupan sehari-hari yang konkret. Filsafat menggiring manusia ke pengertian yang terang dan pemahaman yang jelas. Tak hanya itu, ia pun menuntun manusia ke dalam tindakan dan perbuatan yang konkret berdasarkan pengertian dan pemahaman yang jelas. Banyak tokoh-tokoh terkenal pada masa itu, sebut saja Aristoteles, Plato, Socrates, dll. Dari buah pemikiran mereka mulailah lahir embrio ilmu pengetahuan modern yang menjadi rujukan utama di masa akan datang. Namun dalam perkembangan berikutnya, tepatnya pada masa Renaissance abad ke-17 M dan sesudahnya, ilmu-ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang sangat luar biasa, dan akhirnya memutuskan memisahkan diri dari filsafat membentuk suatu kesatuan baru tersendiri. Sehingga sekarang, kita bisa mengenal pelbagai cabang ilmu pengetahuan, diantaranya adalah Biologi, Fisika, Kimia, dan Matematika. Sangat menarik juga untuk dibahas, bagaimana Biologi, Fisika, Kimia, dan Matematika berkembang setelah berpisah dari filsafat sebagai induknya, juga dibawah akan dijelaskan mengenai sejarah, tokoh penting, dan juga perannya bagi kehidupan manusia.

2.2 Sejarah Biologi

Pada zaman dahulu kala, terutama zaman Yunani, orang lebih banyak mempelajari filsafat. Dari filsafat ini, selanjutnya berkembang adanya filsafat alam dan filsafat moral. Filsafat alam mempunyai turunan ilmu-ilmu alam (the natural sciences), sedangkan filsafat moral berkembang menjadi ilmu-ilmu sosial (the social sciences). Nah, ilmu-ilmu alam ini dibagi lagi menjadi dua bagian, yakni ilmu abiotik/non hayati (the physical science) dan ilmu

(4)

hayat (the biological science). Ilmu hayat inilah yang biasa disebut dengan nama biologi. Biologi dimaksudkan sebagai ilmu yang mempelajari makhluk hidup. Hal ini sesuai dengan asal kata biologi dari bahasa Yunani, yakni bios yang berarti ‘hidup’ dan logos yang berarti ‘ilmu’.

Aristoteles (384-322 SM) merupakan orang yang pertama kali meletakkan dasar ilmu biologi pada zaman Yunani. Ia mengemukakan sebuah teori tentang asal muasal makhluk hidup dari benda mati yang dikenal dengan teori abiogenesis atau generatio spontanea. Kemudian pada abad ke-13 M, tepatnya tahun 1668, Fransisco Redi melalui percobaannya meluruskan pendapat Aristoteles yang telah muncul sejak belasan abad sebelum masanya dengan mengajukan teori biogenesis. Dengan teorinya, Redi menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga. Teori tersebut diperkuat oleh Lanzzaro Spallanzani (1765). Setelah itu, biologi semakin berkembang dengan ditemukannya mikroskop oleh Anthony van Leeuwenhoek.

Penemuan mikroskop tersebut mendukung penemuan sel oleh Robert Hook. Teori Hook tentang sel kemudian disempurnakan oleh Th eodor Schwann dan Matthias Schleiden (1938-1939). Perkembangan berikutnya adalah munculnya teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin (1809-1882) yang mengetengahkan teori evolusi melalui seleksi alam dalam buku The origin of species atau Asal Usul Spesies. Selanjutnya berkembang ilmu yang mempelajari pewarisan sifat makhluk hidup (genetika), dipelopori oleh George Mendel (1822-1884). Contoh penerapan genetika adalah dalam dunia kedokteran, yaitu terapi gen. Biologi terus berkembang seiring penelitian dan penemuan-penemuan baru. Terkait dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, contohnya adalah perkembangan mikroskop. Ketika mikroskop pertama kali ditemukan, kemampuannya untuk melihat objek-objek mikroskopis masih sangat terbatas. Kemudian berkembang mikroskop seperti yang umum kita gunakan saat ini yang disebut sebagai mikroskop cahaya karena sumber sinarnya adalah cahaya.

Setelah itu, berkembang pula mikroskop elektron, yaitu mikroskop yang sumber sinarnya adalah elektron, sehingga pengamatan dengan mikroskop ini dapat dilakukan dengan lebih detail dibandingkan dengan mikroskop cahaya. Dengan dukungan teknologi lain, kajian bio logi pun mengalami perkembangan, sehingga muncullah penemuan-penemuan baru seperti dalam biologi molekuler, dan bioteknologi.

(5)

tanpa harus mengawinkan jenis jantan dan betinanya, tetapi cukup dengan bagian tubuh tertentu. Contohnya adalah kultur jaringan tumbuhan yang banyak dilakukan pada tanaman tembakau, anggrek, dan jenis-jenis lain yang bernilai ekonomi tinggi. Akibat perkembangan teknologi yang semakin pesat, saat ini biologi sudah merambah pada hal-hal yang dulunya tidak mungkin dilakukan. Biologi akan selalu berkembang sesuai dengan perkembangan kehidupan manusia dan teknologi2.

2.3 Tokoh Biologi

Alexander Fleming adalah seorang ahli ilmu bakteri dan lnggris yang dikenal untuk penemuan penisilin. Fleming lahir pada tanggal 6 Agustus 1881 di Lochfield dekat Darvel, Skotlandia. Riset Fleming yang terkenal adalah dalam ilmu kuman, kemoterapi, dan imunologi. Pada tahun 1922 ia menemukan Iysozyme, sejenis zat bakteria penting dalam jaringan dan sekresi, dan pengujian kadar logam pada darah manusia yang digunakan untuk titration penicilin. Penernuan penisilin terjadi secara kebetulan pada tahun 1928 dalam riset virus influenza. Pada pengamalannya, telah terbentuk sejenis jamur pada salah satu pelat biakan dan jamur tersebut merwiptakan lingkaran bebas bakteni di sekelilingnya. Biakan jamur mencegah pertumbuhan staphylococci, bahkan meski dicairkan sebanyak 800 kali. Kernudian ia menamakannya zat aktif penisilin. Fleming diberi gelar bangsawan pada tahun 1944. Pada tahun 1945 ia mendapatkan Nobel Kedokteran/Fisiologi bersama dengan ilmuwan Australia, Howard Walter Florey, dan ahli patologi German-Inggris, Ernst Boris Chain, untuk kontribusi mereka pada pengembangan penisilin3. Dulu kematian karena infeksi

sangat besar sekali sebelum ditemukannya penisilin. Penisilin memiliki kemampuan untuk menyembuhkan infeksi karena bakteri dengan cepat, yang mempunyai peran besar dalam dunia kedokteran.

2.4 Peran Biologi Dalam Kehidupan

1. Produk vaksin dan obat

Vaksin adalah bibit penyakit yang dilemahkan yang dimasukkan kedalam tubuh untuk mendapatkan antibodi. Obat adalah senyawa kimia yang dapat diperoleh dari tumbuhan atau hewan maupun mikroorganisme yang diolah untuk menyembuhkan penyakit

2. Penataan Lingkungan

2 Sri Widiyati, Siti Nur Rochmah, Zubedi, Biologi SMA/MA Kelas X, (Jakarta:Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009), Hlm. 6-7.

(6)

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan(AMDAL) merupakan salah satu strategi dalam penataan lingkungan perumahan dan perkantoran agar tidak menimbulkan pencemaran dan bencana banjir.

3. Menjadi bidang profesi manusia

Dokter umum, dokter hewan, dokter gigi, paramedis, petani, petambak ikan, ahli gizi, petambak ikan, merupakan profesi-profesi yang dalam praktiknya menggunakan dasar ilmu biologi.

2.5 Sejarah Fisika

(7)

Dan akhirnya berlanjut ke tahun 1900 yang menandakan mulai berlangsungnya era baru yaitu era fisika modern. Di era ini ilmuwan tidak melihat adanya penyempurnaan di bidang ilmu pengetahuan, pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan tanpa henti, dari luasnya galaksi, sifat alami dari kondisi vakum sampai lingkungan subatomik. Daftar persoalan dimana fisikawan harus pecahkan terus bertambah dari waktu ke waktu. Beberapa teori diusulkan dan banyak yang salah. Teori tersebut banyak tergantung dari istilah filosofi, dan tidak pernah dipastikan oleh eksperimen sistematik seperti yang populer sekarang ini. Ada pengecualian dan anakronisme: contohnya, pemikir Yunani Archimedes menurunkan banyak deskripsi kuantitatif yang benar dari mekanik dan hidrostatik. Fisika klasik adalah fisika yang didasari prinsip-prinsip yang dikembangkan sebelum bangkitnya teori kuantum, biasanya termasuk teori relativitas khusus dan teori relativitas umum.

Cabang-cabang yang termasuk fisika klasik antara lain adalah: 1.Mekanika klasik

- Hukum gerak Newton

- Lagrangian dan mekanika Hamiltonian

2. Elektrodinamika klasik (persamaan Maxwell) 3. Termodinamika klasik

4. Teori relativitas khusus dan teori relativitas umum 5.Teori chaos klasik

Dibandingkan dengan fisika klasik, fisika modern adalah istilah yang lebih longgar, yang dapat merujuk hanya pada fisika kuantum atau secara umum pada fisika abad ke-20 dan ke- dan karenanya selalu mengikutsertakan teori kuantum dan juga dapat termasuk relativitas. Pada awal abad 17, Galileo membuka penggunaan eksperimen untuk memastikan kebenaran teori fisika, yang merupakan kunci dari metode sains. Galileo memformulasikan dan berhasil mengetes beberapa hasil dari dinamika mekanik, terutama Hukum Inert. Pada 1687, Isaac Newton menerbitkan Filosofi Natural Prinsip Matematika, memberikan penjelasan yang jelas dan teori fisika yang sukses: Hukum gerak Newton, yang merupakan sumber dari mekanika klasik; dan Hukum Gravitasi Newton, yang menjelaskan gaya dasar gravitasi. Kedua teori ini cocok dalam eksperimen. Prinsipia juga memasukan beberapa teori dalam dinamika fluid. Mekanika klasik dikembangkan besar-besaran oleh Joseph-Louis de Lagrange, William Rowan Hamilton, dan lainnya, yang menciptakan formula, prinsip, dan hasil baru.

(8)

Bernoulli menggunakan argumen statistika dalam mekanika klasik untuk menurunkan hasil termodinamika, memulai bidang mekanika statistik. Pada 1798, Benjamin Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas, dan pada 1847 James Joule menyatakan hukum konservasi energi, dalam bentuk panas dan juga dalam energi mekanika. Sifat listrik dan magnetisme dipelajari oleh Michael Faraday, George Ohm, dan lainnya. Pada 1855, James Clerk Maxwell menyatukan kedua fenomena menjadi satu teori elektromagnetisme, dijelaskan oleh persamaan Maxwell. Perkiraan dari teori ini adalah cahaya adalah gelombang elektromagnetik. Budaya penelitian fisika berbeda dengan ilmu lainnya karena adanya pemisahan teori dan eksperimen.

Sejak abad kedua puluh, kebanyakan fisikawan perseorangan mengkhususkan diri meneliti dalam fisika teoritis atau fisika eksperimental saja, dan pada abad kedua puluh, sedikit saja yang berhasil dalam kedua bidang tersebut. Sebaliknya, hampir semua teoris dalam biologi dan kimia juga merupakan eksperimentalis yang sukses. Teoris berusaha mengembangkan teori yang dapat menjelaskan hasil eksperimen yang telah dicoba dan dapat memperkirakan hasil eksperimen yang akan datang. Sementara itu, eksperimentalis menyusun dan melaksanakan eksperimen untuk menguji perkiraan teoretis. Meskipun teori dan eksperimen dikembangkan secara terpisah, mereka saling bergantung. Kemajuan dalam fisika biasanya muncul ketika eksperimentalis membuat penemuan yang tak dapat dijelaska teori yang ada, sehingga mengharuskan dirumuskannya teori-teori baru. Tanpa eksperimen, penelitian teoretis sering berjalan ke arah yang salah; salah satu contohnya adalah teori-M, teori populer dalam fisika energi-tinggi, karena eksperimen untuk mengujinya belum pernah disusun4.

2.6 Tokoh Fisika

Sir Isaac Newton, lahir pada tahun 1642, bertepatan dengan kematian Gallileo. Pria berkebangsaan Inggris ini merupakan pencetus teori gravitasi. Ide ini muncul ketika ia duduk di bawah sebuah pohon apel, tiba-tiba sebuah apel jatuh diatas kepalanya. Ia mulai berpikir “Mengapa apel itu jatuh ke bawah setelah meninggalkan pohonnya? Mengapa ia tidak naik ke atas?”.

Kejadian ini terjadi dalam penemuan gaya gravitasi antara tahun 1665 dan 1667 ketika ia berumur 24-25 tahun. Meskipun demikian, ia harus menghadapi kritikan tajam atas teori gravitasinya pada tahun 1684.

(9)

Namun Newton berhasil membuktikannya dengan tanpa keraguan. Gravitasi adalah sebuah gaya yang menarik semua benda ke bawah. Ketika kita menimbang suatau benda, kita sedang mengukur seberapa kuat gravitasi menariknya. Gravitasi menahan kak diatas tanah dan menghentikan benda-benda yang terbang di angkasa. Gaya itu juga menahan bulan untuk tetap pada orbitnya mengelilingi bumi. Setiap benda di alam semesta memiliki gravitasi5.

2.7 Peran Fisika Dalam Kehidupan

1. Penemuan sinar rontgen untuk mendeteksi patah tulang

Sinar X atau sinar rontgen adalah sinar yang merupakan salah satu bentuk radiasi gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi 1016 hingga 1020Hz. Sinar X ditemukan oleh fisikawan jerman, Wilhem Conrad Rontgen yang sedang melakukan eksperimen dengan berkas elektron dalam sebuah tabung pengosongan gas. Sinar X bermanfaat dalam pendeteksian patah tulang.

2. Pembuatan kereta maglev menggunakan superkonduktor

Kereta maglev (magnetically levitated trains) adalah jenis kereta api yang mengambang secara magnetik. Sering juga disebut kereta api magnet. Prinsip dari kereta api ini adalah memanfaatkan gaya magnet untuk mengangkat kereta sehingga mengambang dan tidak menyentuh rel sehingga gaya gesek dapat dikurangi.

3. Penggunaan sonar dalam industri kelautan

Sonar (Sound Navigation and Ranging), merupakan suatu metode penggunaan gelombang ultrasonik untuk menaksir ukuran, bentuk, dan kedalaman suatu benda. Bunyi ultrasonik adalah bunyi dengan frekuensi diatas 20.000 Hz. Pada prinsipnya, bunyi ultrasonik yang dikeluarkan oleh sumber akan dipantulkan kembali oleh benda-benda.

4. Fiber optik untuk jaringan internet

Fiber optik atau serat optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut. Fiber optik digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang ditransmisikan berasal dari adalah laser atau LED6.

5 Irwan Kurniawan, Seri Biografi Ilmuwan: Isaac Newton, (Bandung: Penerbit JEMBAR, 2006) Hlm.7-30

6 Adip MS, “Peranan Fisika Bagi Kehidupan Manusia”, diakses dari

(10)

2.8 Sejarah Kimia

Menurut Jack Lindsay, Kimia berasal dari bahasa arab al-kimya-i atau al-khimiya diambil dari bahasa Mesir yang berarti tanah hitam di antara dua sisi sungai Nil yang dimuntahkan ketika air sungai meluap sedangkan kata kimia dari bahasa Yunani khumeia (χυµεία) yang berarti "mencetak bersama", "menuangkan bersama", "melebur", "aloy", dan lain-lain (dari khumatos, "yang dituangkan, batang logam"). Istilah ini diambil dari bangsa Alexandria Mesir yang terlebih dulu menggunakannya, khususnya untuk menjelaskan materi alam yang berhubungan secara spiritual dengan manusia. Etimologi lain mengkaitkan kata ini dengan kata al-Kemi, yang berarti "Seni Mesir". Kimia menggabungkan antara spiritual, kerajinan dan sifat-sifat magis dengan keadaan unsur-unsur alam khususnya dalam pengolahan logam dan obat. Pada awal kemunculannya, terdapat dua karakter aliran Kimia yang berbeda, yaitu Kimia Cina, yang berkaitan erat dengan Taoisme yang berpusat di Cina dan Kimia Barat, yang berkaitan dengan ajaran agama yang pusatnya berpindah-pindah antara Mesir, Yunani dan Roma. Kimia dalam Islam lebih memiliki kedekatan dengan Kimia yang ada di Barat, sehingga dalam mengembangkan sistem falsafahnya berhubungan erat dengan agama dan kepercayaan.

(11)

Kimia di Yunani

Empedocles memperkenalkan sebuah konsep penting mengenai komposisi alam yang kemudian dikembangkan oleh Aristoteles. Sebuah konsep yang menyatakan bahwa semua materi alam semesta terbentuk dari empat unsur, yaitu tanah, udara, air, dan api. Menurut Aristoteles, keempat unsur ini dipercaya saling berkaitan dan mempunyai ciri-ciri tertentu seperti sejuk, panas, kering, dan lembab. Unsur-unsur tersebut oleh bangsa Yunani lebih merupakan aspek kualitatif atau sifat-sifat primer dan umum dari sebuah materi daripada kuantitatif sebagaimana unsur kimia modern. Aspek mistis ini kemudian dikembangkan secara luas.

Kimia di Kekaisaran Romawi

Pada akhir Kekaisaran Romawi, filsafat Kimia Yunani telah digabungkan dengan filsafat bangsa Mesir dan membentuk aliran Hermetisisme. Seorang filsuf Kristen, Agustinus (354-430 M) menuliskan keyakinannya yang menolak filsafat eksperimen dalam Kimia. Akal dan iman diyakini dapat digunakan untuk memahami Tuhan, tetapi filsafat eksperimental itu buruk. Kimia dianggap oleh masyarakat zaman pertengahan sebagai ilmu yang tidak Ilahiah. Kimia menjadi terpisah dari agama. Hal ini berakibat ahli Kimia menjadi tidak bebas menyampaikan karya dan tulisannya. Tepatnya di Kota Alexandria sebagai pusat peradaban kekaisaran Roma, seni Kimia akhirnya disampaikan dari mulut ke mulut untuk mempertahankan kerahasiaan sehingga hanya sedikit karya Kimia yang dituliskan.

Kimia Modern

(12)

Hingga abad ke-18 ilmuwan kimia masih menaruh perhatian kepada unsur-unsur dan komposisinya dalam berbagai materi alam, terhadap nilai-nilai kemanusiaan, termasuk kualitas hidup manusia, bahkan kelangsungan hidup planet bumi beserta isinya7.

2.9 Tokoh Kimia

Jabir bin Hayyan (720-808 M) adalah tokoh besar kimia klasik yang hidup pada masa khalifah Harun al-Rasyid hingga al-Makmun. Kemunculannya mengokohkan alkemi dalam arena intelektual pada masa tersebut. Jabir membuat timbangan yang mampu menimbang benda yang beratnya 6.480 kali lebih kecil dari satu kilogram. Temuan timbangan inilah yang melandasi prinsip keseimbangan dari Jabir. Sains kealaman di Eropa Barat bahkan berhutang budi dalam penggunaan metode eksperimen yang untuk pertama kalinya dirintis oleh Jabir bin Hayyan. Namun, yang diakui oleh Ilmuwan Barat adalah hasil temuan dari tokoh Francis Bacon (1561-1626 M)8. Sangat disayangkan sekali, peran penemuan Jabir bin Hayyan yang

besar tidak diakui oleh masyarakat dunia.

2.10 Peran Kimia Dalam Kehidupan

1. Pencernaan dan pembakaran zat zat makanan dalam tubuh.

Makanan berasal dari tumbuh tumbuhan. Tumbuh tumbuhan berassimilasi dengan proses kimia. Tubuh kita membutuhkan karbohidart, protein, lemak, vitamin, yang keseluruhannya merupakan proses kimia sehingga dapat menghasilkan gas karbondioksida, air dan enegri.

2. Kebutuhan Dasar

Dalam kehidupan ini, kita membutuhkan sabun, pasta gigi, tekstil, kosmetik, plastik, obat-obatan, pupuk, pestisida, bahan bakar, cat, bumbu masak, alatalat rumah tangga, bahkan berbagai jenis makanan olahan, yang semuanya merupakan hasil dari penerapan ilmu kimia.

3. Bahan Bakar

Saat ini bahan bakar dunia, berupa minyak bumi, batu bara, gas alam yang berasal dari fosil. Fosil merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, karena fosil terbentuk dari organisme yang terkubur beberapa jutaan tahun lalu.

Bahan bakar tersebut akan habis dan manusia harus dapat mencari sumber energi alternatif, untuk mengatasi krisis enegri tersebut. Dalam hal ini ilmu kimia sangat berperan.

7 Imelda Fajriati, “Perkembangan Ilmu Kimia di Dunia Muslim”, SOSIO-RELIGIA, Vol. 9, No. 3, Mei 2010, hlm.1056-1065

(13)

Contoh sumber energi alternatif misalnya alkohol, energi nuklir, geoternal (panas bumi) atau energi matahari yang terbatas.

4. Teknologi Biogas

Ternak-ternak dipedesaan dapat menimbulkan masalah lingkungan, karena kotorannya yang berserakan dapat menimbulkan bau yang tidak enak, kotoran ternak juga merusak pemandangan di desa, bahkan dapat menjadi sumber penularan penyakit. Dengan teknologi biogas, permasalahan tersebut, dapat diatasi, dimana kotoran hewan tersebut diolah hingga bermanfaat bagi manusia. Pembuatan biogas menggunakan bahan baku kotoran hewan/ternak yang dibubur halus menjadi butiran kecil dan dicampur air. Hasil teknologi biogas tersebut dapat digunakan sebagai sumber energi, misalnya untuk lampu penerangan maupun untuk memasak.

2.11 Sejarah Matematika

Menurut Berggren, JL, 2004, penemuan matematika pada jaman Mesopotamia dan Mesir Kuno, didasarkan pada banyak dokumen asli yang masih ada ditulis oleh juru tulis. Meskipun dokumen-dokumen yang berupa artefak tidak terlalu banyak, tetapi mereka dianggap mampu mengungkapkan matematika pada jaman tersebut. Artefak matematika yang ditemukan menunjukkan bahwa bangsa Mesopotamia telah memiliki banyak pengetahuan matematika yang luar biasa, meskipun matematika mereka masih primitif dan belum disusun secara deduktif seperti sekarang. Matematika pada jaman Mesir Kuno dapat dipelajari dari artefak yang ditemukan yang kemudian disebut sebagai Papyrus Rhind (diedit pertama kalinya pada 1877), telah memberikan gambaran bagaimana matematika di Mesir kuno telah berkembang pesat. Artefak-artefak berkaitan dengan matematika yang ditemukan berkaitan dengan daerah-daerah kerajaan seperti kerajaan Sumeria 3000 SM, Akkadia dan Babylonia rezim (2000 SM), dan kerajaan Asyur (1000 SM), Persia (abad 6-4 SM), dan Yunani (abad ke 3 - 1 SM).

(14)

mereka menemukan bentuk segitiga siku-siku. Hubungan antara sisi-sisi siku-siku ini kemudian dikenal dengan nama Teorema Pythagoras. Teorema Pythagoras ini sebetulnya telah digunakan lebih dari 1000 tahun sebelum ditemukan oleh Pythagoras. Orang-orang Babilonia telah menemukan sistem bilangan sexagesimal yang kemudian berguna untuk melakukan perhitungan berkaitan dengan ilmu-ilmu perbintangan. Para astronom pada jaman Babilonia telah berusaha untuk memprediksi suatu kejadian dengan mengaitkan dengan fenomena perbintangan, seperti gerhana bulan dan titik kritis dalam siklus planet (konjungsi, oposisi, titik stasioner, dan visibilitas pertama dan terakhir). Mereka menemukan teknik untuk menghitung posisi ini (dinyatakan dalam derajat lintang dan bujur, diukur relatif terhadap jalur gerakan jelas tahunan Matahari) dengan berturut-turut menambahkan istilah yang tepat dalam perkembangan aritmatika. Matematika di Mesir Kuno disamping dikarenakan pengaruh dari Mesopotamia dan Babilonia, tetapi juga dipengaruhi oleh konteks Mesir yang mempunyai aliran sungai yang lebar dan panjang yang menghidupi masyarakat Mesir dengan peradabannya.

Persoalan hubungan kemasyarakatan muncul dikarenakan kegiatan survive bangsa Mesir menghadapi keadaan alam yang dapat menimbulkan konflik diantara mereka, misalnya bagaimana menentukan batas wilayah, ladang atau sawah dipinggir sungai Nil himpunanelah banjir bandang terjadi yang mengakibatkan tanah mereka tertimbun lumpur hingga beberapa meter. Dari salah satu kasus inilah kemudian muncul gagasan atau ide tentang luas daerah, batas-batas dan bentukbentuknya. Maka pada jaman Mesir Kuno, Geometri telah tumbuh pesat sebagai cabang Matematika. Dalam waktu relatif singkat (mungkin hanya satu abad atau kurang), metode yang dikembangkan oleh orang Babilonia dan Masir Kuno telah sampai ke tangan orang-orang Yunani. Misal, Hipparchus (2 abad SM) lebih menyukai pendekatan geometris pendahulu Yunani, tetapi kemudian ia menggunakan metode dari Mesopotamia dan mengadopsi gaya seksagesimal. Melalui orang-orang Yunani itu diteruskan ke para ilmuwan Arab pada abad pertengahan dan dari situ ke Eropa, di mana itu tetap menonjol dalam matematika astronomi selama Renaissance dan periode modern awal.

(15)

Prinsip-prinsip Teorema Pythagoras yang sudal dikenal sejak jaman Babilonia yaitu sekitar seribu tahun sebelum jaman Yunani, mulai dibuktikan secara matematis oleh Pythagoras pada jaman Yunani Kuno. Pada jaman Yunani Kuno, selama periode dari sekitar 600 SM sampai 300 SM , yang dikenal sebagai periode klasik matematika, matematika berubah dari fungsi praktis menjadi struktur yang koheren pengetahuan deduktif.

Kebangkitan matematika pada abad 17 sejalan dengan kebangkitan pemikiran para filsuf sebagai anti tesis abad gelap dimana kebenaran didominasi oleh Gereja. Maka Copernicus merupakan tokoh pendobrak yang menantang pandangan Gereja bahwa bumi sebagai pusat jagat raya; dan sebagai gantinya dia mengutarakan ide bahwa bukanlah Bumi melainkan Mataharilah yang merupakan pusat tata surya, sedangkan Bumi mengelilinginya. Jaman kebangkitan ini kemudian dikenal sebagai Jaman Modern, yang ditandai dengan munculnya tokoh-tokoh pemikir filsafat sekaligus matematikawan seperti Immanuel Kant, Rene Descartes, David Hume, Galileo, Kepler, Cavalieri, dst9.

2.12 Tokoh Matematika

Archimedes (287-212), lahir di Syaracus, Mesir, merepukan ahli Matematika dan penemu ulung dari zaman Yunani, yang menulis karya-karya tentang ilmu ukur bidang, ilmu ukur ruang, aritmetika, dan mekanika. Dalam matematika murni, ia mendahului banyak penemuan dalam ilmu pengetahuan modern, seperti kalkulus integral, melalui kajian-kajiannya terhadap luas dan volume bidang lengkung dan luas ruang. Ia juga membuktikan bahwa volume sebuah silinder yang membatasi bidang tersebut. Dalam mekanika, Archimedes menetapkan prinsip pengungkit dan disusul dengan penemuan katrol gabungan10.

Penemuan terbesar yang sampai saat ini digunakan dalam matematika adalah perhitungannya terhadap lengkungan bola dinilai dengan menggunakan konstanta π (pi). Ia tidak mendirikan lembaga apapun, tetapi mencurahkan seluruh hidupnya untuk melakukan penelitian, sehingga ia mendapat julukan Bapak IPA eksperimental.

9 Marsigit, “Sejarah dan Filsafat Matematika, diakses dari

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/marsigit-dr-ma/sejarah-dan-filsafat-matematikabahan-workshop-guru-smk-rsbi2012.pdf pada 10 Desember 2016 pukul 22:34

(16)

2.13 Peran Matematika Dalam Kehidupan

1. Matematika dapat melatih disiplin dan memajukan daya pikir manusia

Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah menyebar ke setiap aspek kehidupan. Hampir seluruh dimensi kehidupan senantiasa disertai dengan berbagai kemudahan, sebagai buah dari keberhasilan bidang teknologi ini. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit11.

2. Matematika sebagai bahasa ilmu pengatahuan

Tanpa bekal matematika yang baik sedikit sekali ilmu pengetahuan modern untuk dapat dipelajari, hal ini disebabkan hukum-hukum dasar pengetahuan alam dinyatakan dalam bahasa matematika. Karena matematika sifatnya dinamis, maka ilmu pengetahuan lainnyapun makin banyak menggunakan matematika12.

3 . Matematika dalam kegiatan ekonomi

Kita bisa menerapkan matematika(khususnya aljabar) dalam kegiatan ekonomi sehari-hari. Seperti ibu rumah tangga menggunakan tanpa disadari telah menggunakan fungsi aljabar dalam memanajemen gaji, uang sekolah, dan uang kebutuhan sehari-hari. Selain itu pedagang juga menggunakan aljabar untuk memperkirakan besar kecilnya laba dan rugi, serta menentukan modal yang harus dikeluarkan.

4 . Matematika dalam pemrograman

Dalam sebuah pemrograman, matematika sangat diperlukan khususnya dalam konsep persamaan garis. Contoh aplikasi yang menggunakan persmaan garis adalah Turbo Pascal. Lewat aplikasi ini, kita bisa membuat sistem parkir otomatis yang sering kita temui di rumah sakit, pusat perbelanjaan, dll.

11 Sudrajat, Peranan Matematika Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan

Teknologi, (Makalah disampaikan pada seminar sehari “The Power of Mathematics for all Aplications” HIMATIKA-UNISBA, Januari 2008) hlm.2

(17)

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Manusia dengan kelebihan adanya akal sebagai batas pembeda dengan makhluk ciptaan tuhan lain, yakni hewan, telah memanfaatkan secara baik. Terbukti dari masa ke masa pengetahuan selalu menunjukkan pada perkembangan yang lebih pesat dan menorehkan sejarah-sejarah baru bagi generasi penerus. Biologi, Fisika, Kimia, dan Matematika hanya sebagian kecil dari produk pemikiran manusia. Namun dari hal sekecil itu telah banyak melahirkan tokoh-tokoh besar yang hidup dari pendalaman dan penemuan teori baru dari salah satu ilmu tersebut. Mereka membuat pelbagai terobosan baru yang sampai hari ini bisa kita nikmati dengan mudah. Vaksin, Internet, bahan bakar alternatif, komputer, dan berbagai penemuan lain adalah hasil dari pengembangan dasar-dasar Biologi, Fisika, Kimia, dan Matematika. Tinggal bagaimana manusia sekarang bisa memanfaatkan dengan efektif dan efisien, jangan sampai kita malah membuat kerusakan di muka bumi dengan menyalahgunakan penemuan tersebut untuk memuaskan diri sendiri dan golongan tertentu. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat banyak bagi orang lain.

3.2 Saran

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan detail dalam menjelaskan tentang makalah diatas dengan sumber–sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan. Kritik dan saran dari pembaca sangat diperlukan untuk perbaikan kedepannya.

(18)

Maksum, Ali. 2016. Pengantar Filsafat Dari Masa Klasik Hingga Postmodernisme. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Widiyati, Sri dkk. 2009. Biologi SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Maryam, Andi. 2008. Ensiklopedi Tokoh Biologi. Jakarta: Balai Pustaka.

Dewi, Anwar A.S. 2008. Sejarah Fisika.

https://www.scribd.com/document/38394921/Sejarah-Fisika. Diakses 10 Desember 2016

pukul 00:14.

Harmoni, Ati. 1992. Pengantar Ilmu Alamiah Dasar. Depok: Gunadarma Press.

Kurniawan, Irwan. 2006. Seri Biografi Ilmuwan: Isaac Newton. Bandung: Penerbit Jembar.

MS, Adip. 2016. Peranan Fisika Bagi Kehidupan Manusia.

https://fisika.id/2016/09/15/peranan-fisika-bagi-kehidupan-manusia/. Diakses pada 10

Desember 2016 pukul 21:14

Fajriati, Imelda. 2010. Perkembangan Ilmu Kimia di Dunia Muslim. Sosio-Religia. 9, (3). h.1056-1065

Turner, H.R. 2004. Sains Islam Yang Mengagumkan (sebuah catatan terhadap abad pertengahan). Diterjemahkan oleh: Andri Zulfahmi. Bandung: Nuansa.

Marsigit. 2012. Sejarah dan Filsafat Matematika.

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/marsigit-dr-ma/sejarah-dan-filsafat-matematikabahan-workshop-guru-smk-rsbi2012.pdf. Diakses pada 10 Desember 2016 pukul

22:34

Kurniawan, Irwan. 2006. Seri Biografi Ilmuwan: Archimedes. Bandung: Penerbit Jembar.

Sudrajat. Peranan Matematika Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...