• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Minggu, 20 September 2009

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Minggu, 20 September 2009"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

.

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

JI. Ir. H. Juanda 36, Jakarta 10120 Indonesia Telepon : (021) 345 8400 Fax : (021) 345 8500

Email : posko@bnpb.go.id Website : http://www.bnpb.go.id

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB

Minggu, 20 September 2009

Hari Sabtu, 19 September 2009 pukul 08.00 WIB hingga hari Minggu, 20 September 2009 pukul 08.00 WIB, dilaporkan informasi kejadian alam dan bencana di wilayah Indonesia yang diperoleh Pusdalops BNPB sebagai berikut :

I. Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Mandailing Natal ( Laporan Kejadian ) A. Kejadian

1. Jenis Kejadian : Banjir Bandang

2. Waktu Kejadian : 15 September 2009 pukul 06.30 WIB

3. Lokasi Kejadian : Melanda 7 desa (Desa Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II, Rantau Panjang, Hutaim Baru, Sale Baru, Tabilang dan Mamuncung) di Kecamatan Muara Batang Gadis

4. Penyebab : Hujan deras dengan durasi yang lama sejak 2 hari berturut-turut. B. Kondisi Mutakhir

1. Korban Jiwa : 8 orang ditemukan meninggal dunia di Desa Lubuk Kapundung satu (Yapsah 42 tahun, Nurasni 48 tahun, Raya 26 tahun, Togap 1 tahun, Segar 8 tahun, Edi 6 tahun, Rusdi 4 tahun dan bayi 4 bulan) dan 2 orang hilang (Dika 1 tahun, Gumpok 9 tahun) dalam proses pencarian.

2. Pengungsi : 5.648 jiwa. 3. Kerusakan

a. Rumah : - Desa Rantau Panjang : 243 unit rusak berat, 95 unit rusak ringan. - Desa Hutain Baru : 30 unit rusak berat, 25 unit rusak ringan

- Desa Lubuk Kapundung Satu : 117 unit rusak berat, 55 unit rusak ringan

- Desa Lubuk Kapundung Dua : 45 unit rusak berat, 70 unit rusak ringan

b. Sarana Umum :

- Tempat ibadah 6 rusak

- Jembatan kayu 16 unit hanyut/rusak - 21 km jalan Kabupaten rusak

- 10 km jalan lingkungan/drainase rusak - Sarana air bersih rusak total sebanyak 8 desa - 80 Ha sarana irigasi persawahan rusak c. Hewan : - Desa Rantau Panjang : 510 mati

(2)

2

C. Upaya yang dilakukan :

1. Hari ini Sabtu tanggal 19 September 2009, Rumah Sakit Adam Malik telah mengirimkan sebanyak 17 orang Medis dan Paramedis untuk memberi layanan kesehatan kepada korban bencana Banjir Bandang.

2. Telah di drop bantuan berupa 2,5 ton Beras, Family Kid, serta bantuan makanan dan non permakanan lainnya dan diperkirakan cukup untuk 7 hari mendatang.

3. Empat desa yang terisolir yaitu Desa Kapundung I, Desa Kapundung II, Desa Hutaim Baru, Desa Rantau Panjang akan diusahakan dalam pengiriman bantuan logistik untuk korban bencana Banjir Bandang.

4. Selasa, 15 September 2009 Tim Reaksi Cepat interdep terdiri dari unsur BNPB, Depsos, Depkes, dan Dep. PU berangkat ke lokasi bencana dengan membawa bantuan uang sebesar Rp. 250.000.000,-.

5. Satlak PB Kab. Mandailing Natal telah mengirimkan bantuan logistik berupa :

- Tahap pertama 4 ton beras, 500 dus mie instan, 100 kg gula pasir, 3 dus sambal botol, 5 pax teh, 1 kantong mayat, 1 paket obat-obatan, 75 dus mie instant, 500 lembar sarung, 500 lembar selimut, 500 Kg gula pasir, 5 ton beras, 3 tenda pleton, dan 3 tenda regu.

6. Satkorlak PB Prov. Sumut telah menyalurkan 700 lembar sarung, 700 potong kaos kerah, 600 potong daster, 250 set family kit, 300 set kidsware, 300 stel seragam SD laki-laki, 300 stel seragam SD perempuan, 5 unit tenda pleton, 300 dus mie instant, 300 paket MP ASI, 720 kaleng susu, 250 Kg gula pasir, 400 bungkus teh, 300 bungkus garam dapur, dan 180 kaleng biskuit.

7. Satlak PB Kab. Mandailing Natal mengirimkan bantuan pelayanan kesehatan sebanyak 2 tim dan satgas bencana sebanyak 2 tim.

8. Polda Sumut telah melakukan pemantauan dengan menggunakan Helicopter.

9. Telah dikerahkan 2 unit perahu karet dan akan disusulkan 2 unit lagi dari BASARDA, sementara masih dibutuhkan alat transportasi sungai tambahan.

10. Rapat pada malam ini dibatalkan karena tim pimpinan Dandim yang berangkat pagi belum kembali dan belum ada kontak.

11. TRC BNPB sudah berada di lokasi bencana terjadi.

12. Kantor SAR Medan mengerahkan 11 personil dan membawa kendaraan truk dan mobil rescue ke lokasi bencana.

13. Kantor SAR Sibolga mengerahkan 5 personil ke lokasi bencana. D. Kendala

- Medan yang sulit, cuaca buruk dan jalur komunikasi terhambat.

- Transportasi ke lokasi bencana hanya dapat melalui jalur sungai dengan jarak tempuh ± 6 jam.

- Sementara masih diupayakan untuk mendorong bantuan melalui jalur sungai namun menunggu kondisi cuaca. Apabila diperlukan, akan dikerahkan distribusi bantuan melalui jalur udara.

Sources : Satlak PB Kab. Mandailing Natal & TRC BNPB

II. Bencana tanah longsor di Kabupaten Pesisir Selatan ( Laporan Kejadian ) A. Kejadian

1. Jenis Kejadian : Tanah Longsor.

2. Waktu Kejadian : 14 September 2009 pukul 17.30 WIB.

3. Lokasi Kejadian : Kanagarian Lumpo Kampung Bukit Jaya, Kec. Empat Jurai 4. Penyebab : Hujan deras yang mengakibatkan longsor

B. Kondisi Mutakhir

1. Korban jiwa : Tidak ada.

2. Kerusakan : 1 unit rumah dan badan jalan sepanjang ± 800 m tertimbun longsor C. Upaya yang dilakukan

- Satlak PB Kabupaten Pesisir Selatan melakukan evakuasi warga yang rumahnya terancam longsor, ketempat yang lebih aman.

- Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan melalui Puskesmas sudah berada di lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan.

(3)

3

III. Bencana banjir di Kabupaten Pasaman Barat ( Laporan Kejadian )

A. Kejadian

1. Jenis Kejadian : Banjir

2. Waktu Kejadian :12 September 2009

3. Lokasi Kejadian : Jorong Sitabu, Nagari Rabi Jongor, Kec. Gunung Tuleh 4. Penyebab : Hujan deras dengan intensitas tinggi

B. Kondisi Mutakhir

1. Korban Jiwa : 722 jiwa terisolir

2. Kerusakan : 1 unit jembatan sepanjang 25 m hanyut dan irigasi sepanjang 300 m rusak.

C. Upaya yang dilakukan

- Pada hari Selasa tanggal 15 September 2009, BNPB telah mengirim bantuan ke Satkorlak Provinsi Sumatera Barat berupa ;

1. Perahu karet kapasitas = 12 orang [ 1 unit ] 10 orang [ 1 unit ] 6 orang [ 1 unit ] 2. Mesin perahu karet = ukuran 40 PK [ 1 unit ]

ukuran 25 PK [ 2 unit ]

- Satkorlak PB Prov. Sumatera Barat segera mengirim logistik untuk jangka waktu 1 – 2 minggu dan persiapan membuat jembatan darurat.

- Sampai hari Selasa, 15 September 2009 Satlak PB Kab. Pasaman Barat masih mengirimkan bantuan permakanan/sembako kepada warga yang terkena dampak bencana dan upaya pembuatan jembatan darurat masih terus dikerjakan oleh Satlak PB dibantu oleh warga masyarakat.

- Saat ini, situasi dan kondisi di wilayah terkena bencana banjir sudah surut namun karena kondisi cuaca masih turun hujan, Satlak PB setempat menghimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir datang kembali.

Sumber :Satlak PB Pasaman Barat

IV. Gempa Bumi Tektonik di Kabupaten Tasikmalaya, Prov. Jawa Barat A. Kejadian

1. Jenis Kejadian : Gempa Bumi Tektonik

2. Waktu Kejadian : Rabu, 2 September 2009 pukul 14.55:00 WIB 3. Lokasi Kejadian : Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat

4. Detail : Gempa berkekuatan 7,3 SR kedalaman 30 Km, di koordinat 8,24 LS – 107,32 BT (142 km barat daya Tasikmalaya). Sempat dikeluarkan peringatan tsunami, namun pukul 16.20 WIB peringatan tsunami dinyatakan berakhir.

5. Gempa dirasakan :

Tasikmalaya VII MMI; Cianjur dan Sukabumi V-VI MMI Bandung, Bogor, Cibinong, Tangerang, Bekasi, Depok, Jakarta dan Cirebon III-IV MMI; Subang, Tegal, Pekalongan, Semarang, Klaten, Wonosari, Karangkates, Tretes dan Denpasar II-III MMI

6. Gempa Susulan di atas 5 SR

Pukul 15.15.50 WIB, kekuatan 5,1 SR, kedalaman 38 km, pada koordiinat 8,17 LS - 107,30 BT (138 km barat daya Tasikmalaya – Jawa Barat).

Pukul 16.28.45 WIB, kekuatan 5,4 SR, kedalaman 15 km, pada koordinat 8,14 LS – 107,28 BT (137 km barat daya Tasikmalaya – Jawa Barat).

(4)

4

B. Kondisi Mutakhir

1. Korban jiwa

2. Kerusakan

RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RR

ProvProp. Jawa Barat

1 Kab. Cianjur 5.317 6.245 7.103 183 99 147 260 166 248 57 20 22 2 1 2 Kab. Garut 13.139 7.037 25.699 243 429 339 252 462 86 39 73 3 3Kab. Sukabumi 669 5.334 19.057 11 77 196 13 165 611 4 16 59 4 Kab. Tasikmalaya 11.484 30.597 363 718 718 515 1.074 77 186 13 46 5 Kota Tasikmalaya 2.116 7.454 4 29 84 6 Kab. Bandung 15.538 7.492 23.099 918 2 663 256 30 161 30 9 7 7 Kab. Bandung Barat 2.179 3.918 1.684 87 114 230 2 14 8 Kab. Bogor 396 733 1.010 9 Kab. Kuningan 122 145 472 5 1 1 6 1 1 10 Kab. Ciamis 14.081 16.304 11.068 448 945 179 11 Kota Banjar 158 255 583 2 9 4 2 12 Kab. Purwakarta 98 14 37 1 13 Kab. Majalengka 249 448 1.087 17 17 13 1 2 14 Kab. Subang 4 1 98 17 17 13 1 2 15 Kota Sukabumi 191 837 915 1 5 5 5

ProvProp. Jawa Tengah

15 Kab. Cilacap 1.220 2.345 11 4 7 20 5 5 66.863 48.749 132.369 2.274 1.365 1.884 2.384 613 2.968 442 84 372 15 56 Pontren Sekolah Total Lokasi No Masjid Rumah Kantor

Sumber: Laporan Satkorlak Hari Rabu, 16 September 2009, Pukul: 06.00 WIB

C. Upaya Penanganan 1. Posko tanggap darurat Gempa Bumi Jawa Barat yang difasilitasi BNPB memberangkatkan

Tim Pengukuran Foto Udara menggunakan pesawat tanpa awak ke lokasi gempa di wilayah Pengalengan selama 3 (tiga) hari yang dipimpin oleh Dr. Bobby Dipokusuno, M.Sc dari LPPM-ITB.

2. Selasa 15 September 2009 Direktur Tanggap Darurat bersama dengan UN-OCHA mengadakan rapat koordinasi dengan LSM yang terlibat dalam penanganan bencana.

Meninggal Luka - luka Hilang Mengungsi

1 Kab. Cianjur 28 21 42 10.047 2 nama krbn trtmbun dsbt 2kali 2 Kab. Garut 8 190 40.894 Lokasi pengungsi 14 titik 3Kab. Sukabumi 2 14 1.029

4 Kab. Tasikmalaya 5 109 33.962 5 Kota Tasikmalaya 5 22 3.387 6 Kab. Bandung 23 771 75.805 7 Kab. Bandung Barat 16 2.369 8 Kab. Bogor 2 17 663

9 Kab. Kuningan 249

10 Kab. Ciamis 8 123 26.400 Lokasi pengungsi 11 titik 11 Kota Banjar 4

12 Kab. Purwakarta 13 Kab. Majalengka

13 Kab. Subang -Provinsi Jawa Tengah

1 Kab. Cilacap 10 1.348

Lokasi pengungsi 1 titik dan sebagian tinggal di rumah saudara 81 1.297 42 196.153 Keterangan Total Korban Jiwa Lokasi No

(5)

5

3. Hari Selasa 15 September 2009 Posko gempa Jawa Barat menerima kunjungan dari Tim

BPK yang rencananya akan melakukan peninjauan ke lokasi bencana di Pengalengan dan Tasikmalaya.

4. Hari Senin, 14 September 2009 s/d Selasa, 15 September 2009, Posko bencana gempa bumi Jawa Barat menerima kiriman barang dari BNPB berupa selimut 14.280 lembar, kelambu 7.540 lembar dan tikar plastik 10.000 lembar.

5. Masing-masing BPBD/Satlak PB setempat masih tetap melakukan pendistribusian bantuan pangan kepada para korban bencana.

6. Kepala BNPB, pada tanggal 13 September 2009 melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tasikmalaya dan diterima oleh Wakil Bupati yang didampingi oleh Tim Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Kab. Tasikmalaya, dengan hasil pertemuan sebagai berikut :

• Sudah tidak ada daerah yang tidak terjangkau • Distribusi logistik lancar

• Persediaan beras masih mencukupi sedangkan untuk lauk pauk direncanakan akan diberikan jatah berupa uang senilai Rp. 30.000,-/orang/per hari.

• Pendataan verifikasi rumah rusak agar segera diajukan ke Provinsi • Diperlukan 148 unit tenda pleton untuk kegiatan pendidikan.

7. Pada tanggal 13 September 2009 telah diadakan rapat koordinasi posko Diponegoro 20 dipimpin oleh Asisten Bidang Kesra, membahas tentang akurasi data di Kab. Garut untuk rehabilitasi dan rekontruksi rumah.

8. BNPB melakukan uji coba terhadap quisioner untuk verifikasi (titik koordinat dan kerusakan bangunan) pada lokasi bencana di Kecamatan Pengalengan bersama Tim dari Perguruan Tinggi di bawah koordinasi Pusat Kaji Bencana ITB.

9. Pada tanggal 14 September 2009, Provinsi Jawa Barat menerima bantuan dari Pemda Provinsi Lampung berupa uang senilai Rp. 200.000.000,-

Pemda DKI berupa bantuan logistik sebanyak 32 buah truk.

Sumber : Satkorlak PB Jawa Barat , Satlak PB Kab. Cianjur, Kodim 0612/Tasikmalaya, BPBD Kab. Cilacap dan BMKG

V. Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan A. Kondisi Terkini

1. Hari Sabtu, 19 September 2009 posko BNPB tidak menerima data informasi adanya titik panas/hotspot yang ada di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Berikut ini adalah data hotspot / titik panas dan kondisi cuaca secara umum dapat dilihat dalam tabel berikut :

Daerah Jumlah

H t

Kondisi

C **)

SUMATERA

Sumatera Utara - Hujan

Sedang

Riau 2 Hujan

Jambi 2 Hujan

Ri

Sumatera Selatan 7 Hujan

Ri KALIMANTAN

Kalimantan Barat 4 Hujan

Ri

Kalimantan Selatan - Cerah

B

Kalimantan Tengah 10 Berawan

Kalimantan Timur - Berawan

*) Sumber: Dep. Kehutanan (Satelit NOAA-18)

** Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

2. Jarak pandang (visibility) pada hari Sabtu, 19 September 2009 di beberapa kota di Sumatera dan Kalimantan dilaporkan sebagai berikut:

Nama Kota 07:00 10:00 13:00 16.00

SUMATERA

Medan 10.000 m 5.000 m 5.000 m 8.000 m

(6)

6

Jambi 5.000 m 3.000 m 12.000 m 12.000 m Palembang 6.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m KALIMANTAN Pontianak 8.000 m 8.000 m 10.000 m 10.000 m Banjarmasin 1.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m Palangkaraya 5.000 m 7.000 m 1.700 m 7.000 m Samarinda 10.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

3. Ditinjau dari aspek meteorologi pada tanggal 19 - 21 September 2009, wilayah Sumatera dan Kalimantan diperkirakan mempunyai :

a. Potensi kebakaran Tinggi Wilayah NAD, Sumut, Riau, Sumbar, Jambi, Lampung, Babel, Sumsel, Bengkulu, Kalteng, Kaltim dan Kalsel.

b. Potensi kebakaran Sangat Tinggi di Wilayah Sumatera terdapat di NAD, Sumut, Riau, Sumbar, Babel dan Lampung sedangkan di wilayah Kalimantan terdapat di Kaltim, Kalteng dan Kalsel.

4. Prakiraan penjalaran asap pada level ketinggian 50 meter sampai dengan tanggal 21 September 2009 pukul 07.00 WIB, di wilayah Riau arahnya menuju Barat Laut – Utara sampai ke Riau bagian Utara, di wilayah Jambi arahnya menuju Barat – Utara sampai ke Riau, di wilayah Babel arahnya menuju Barat – Utara sampai ke Jambi, di wilayah Sumsel arahnya menuju Barat – Utara sampai ke Jambi, Riau dan Sumbar, di wilayah Kalbar arahnya menuju Barat – Timur Laut sampai ke Selat Karimata, Kep. Natuna, Laut Natuna dan Laut Cina Selatan, di wilayah Kalteng arahnya menuju Tenggara – Barat Laut Laut sampai ke Kalbar serta di wilayah Kaltim arahnya menuju Timur Laut – Timur sampai ke Kaltim Bagian Utara dan Laut Sulawesi.

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

B. Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan

1. Sampai saat ini Tim BNPB senantiasa berkoordinasi dengan Dep. Kehutanan, LAPAN dan BMKG, BKSDA, Kepala Bandara, TNI AU, BLHD, dan BPPT untuk memantau perkembangan titik panas (hotspot) serta jarak pandang (visibility) setiap hari serta evaluasi rutin terhadap upaya perkembangan TMC yang dilaksanakan sejak tanggal 15 Agustus 2009.

2. Secara umum, Satlak PB, Satkorlak PB, Manggala Agni Dinas Kehutanan, Kepolisian dan instansi/sektor terkait tetap menyiagakan petugas untuk memantau perkembangan kondisi titik panas yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

3. Masing-masing dinas dan instansi terkait di wilayah Sumatera dan Kalimantan berupaya untuk menyiagakan sumberdaya yang cukup untuk melakukan tindakan pemadaman dini dan pemadaman terpadu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.

4. Dinas Kehutanan Prov. Riau telah menyiagakan 60 personil kuntuk melakukan pemadaman api. 5. Kodam V Tanjungpura menyiagakan pasukannya guna membantu upaya Pemerintah Daerah memadamkan kebakaran lahan gambut dan pekarangan yang terjadi di Propinsi Kalimantan Tengah. 6 Kodim yang berada di Kabupaten Waringin Timur, Waringin Barat, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito selatan, Barito Utara dan Palangkaraya disiagakan sebanyak 1 pleton yang terdiri dari 30 prajurit TNI.

6. Dinas Kehutanan, TNI, POLRI dan Kantor SARNAS Prov. Kalimantan Barat telah melakukan upaya antara lain :

- Meningkatkan kegiatan deteksi dini dan menyebarluaskan informasi dari hasil deteksi dini berupa hotspot (titik panas) ke Kabupaten agar dapat di ambil tindakan yang cepat dalam upaya pengendalian, yakni berupa pemadaman dini (anitial atack).

- Menghimbau kepada para pemegang HPH/HPHTI, agar meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau, berupa mengintensifkan pengawasan/patroli dalam wilayah kerja, penyuluhan serta mensiagakan sarana dan prasarana agar siap dapat dimobilisasi apabila terjadi kebakaran.

(7)

7

- Melakukan penyuluhan dengan memberikan himbauan dengan pemasangan spanduk di

Kecamatan Rasau Jaya, Ambawang dan Sei Raya serta mengintensifkan pengawasan/potroli.

- Kasi Ops REM 121 ABW, menyiagakan personil sebanyak 1 SSK untuk membantu Operasi Lapangan dalam rangka pemadaman api.

- Kasi Reskrim Polda Kalimantan Barat menyiagakan 1 unit Helikopter untuk melakukan pemantauan lokasi Kebakaran dan Hotspot / titik panas

- Kantor SARNAS Pontianak menyiagakan Tim Rescue SAR sebanyak 42 orang yang tersebar di Pos Sintete Kab. Sambas, di Pos Kab. Ketapang, serta Shelter SAR Pontianak ( 30 orang ).

Sumber :Gubernur Prov. Kalbar, Dep. Kehutanan, Dishut Prov. Kalbar, TRC BNPB dan Meneg LH.

VI. Aktivitas Gunung Api di Wilayah Indonesia

Saat ini ada 4 (empat) gunung api yang masih dinyatakan dalam status “Siaga”(Level III) yaitu : A. Status Gunung Berapi

1. Gunung Api Karangetang di Kab. Sitaro, Prov. Sulawesi Utara

Berdasarkan analisis hasil pemantauan kegempaan dan visual dari 17 Agustus 2009 hingga hari Sabtu, 19 September 2009, pukul 06.00 WIB status kegiatan G. Api Karangetang masih dalam keadaan ”Siaga”(Level III).

2. Gunung Api Anak Krakatau di Kab. Lampung Selatan, Prov. Lampung

Sejak tanggal 6 Mei 2009 hingga hari Sabtu, 19 September 2009, pukul 06.00 WIB status kegiatan G. Api Krakatau masih dalam keadaan ”Siaga”(Level III).

3. Gunung Api Ibu di Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku Utara

Sejak tanggal 5 Agustus 2009 hingga hari Sabtu, 19 September 2009, pukul 06.00 WIB status kegiatan G. Api Ibu masih dalam keadaan ”Siaga”(Level III).

4. Gunung Api Talang di Kab. Solok, Prov. Sumatera Barat

Sejak tanggal 17 Agustus 2009 hingga hari Sabtu, 19 September 2009, pukul 06.00 WIB status kegiatan G. Api Talang masih dalam keadaan ”Siaga”(Level III).

B. Rekomendasi

1. Masyarakat diharapkan tidak mendaki dan mendekati pulau gunung Anak Krakatau, G ibu, G. Karangetang dan G. Talang dalam radius 2 km dari kawah Gunung

2. Masyarakat di sekitar G. Api Karangetang, G. Anak Krakatau, G Ibu dan G. Talang dihimbau agar tetap tenang tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, selalu mengikuti arahan dari Satlak PB dan Satkorlak PB setempat.

3. Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan masker (penutup hidung) untuk mengantisipasi dampak hujan abu.

4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selalu berkoordinasi dengan BNPB, Satkorlak dan Satlak PB setempat untuk memantau perkembangan kegiatan gunung api tersebut.

Sumber : Pusat Vulkanologi dan Miitigasi Bencana Geologi.

VII. Prakiraan Cuaca Wilayah JABODETABEK

Prakiraan cuaca wilayah JABODETABEK berlaku untuk hari Minggu, 20 September 2009 dilaporkan sebagai berikut : NO L0KASI C U A C A Pagi (00.05 12.00) Siang (12.05 18.00) Malam (18.05 – 24.00)

1 Jakarta Pusat Berawan Berawan Berawan

2 Jakarta Utara Berawan Berawan Berawan

3 Jakarta Selatan Berawan Berawan Berawan dan Hujan Ringan

(8)

8

NO L0KASI C U A C A Pagi (00.05 12.00) Siang (12.05 18.00) Malam (18.05 – 24.00)

5 Jakarta Barat Berawan Berawan dan Hujan Ringan Berawan

6 Jakarta

Kep.Seribu Berawan Berawan Berawan dan Hujan Ringan

7 Bogor Berawan Berawan dan Hujan Ringan -

Sedang Berawan dan hujan ringan

8 Tangerang Berawan Berawan dan Hujan Ringan Berawan

9 Depok Berawan Berawan Berawan

10 Bekasi Berawan Berawan Berawan

Keterangan :

- Hujan Ringan : 1.0 – 5.0 mm/jam 5 – 20 mm/hari - Hujan Sedang : 5.0 – 10 mm/jam 20 – 50 mm/hari - Hujan Lebat : 10 – 20 mm/jam 50 – 100 mm/hari - Hujan Sangat Lebat : > 20 mm/jam > 100 mm/hari

Peringatan Dini : Waspada hujan dengan intensitas ringan – sedang kadang lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di daerah Bogor pada sore dan malam hari.

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

VIII. Prakiraan Gelombang Tinggi

Prakiraan gelombang tinggi tanggal 19 September 2009 pukul 07.00 WIB hingga 20 September 2009 pukul 19.00 WIB, sebagai berikut :

A. 2.0 – 3.0 m : Perairan utara Aceh, Perairan barat Kep. Nias hingga Mentawai, Perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Banten hingga Jawa Timur, Perairan selatan Kep. Aru, Perairan Timur Kep. Tanimbar, Laut Arafuru.

B.

C. 3.0 - 4.0 m : Samudera Hindia barat daya Lampung, Perairan Merauke. Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

IX. Lain-lain.

¾ Telah terjadi gempa bumi tektonik pada hari Sabtu, 19 September 2009, pada pukul 14:49:21 WIB dengan kekuatan 5,4 SR kedalaman 16 km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 4.17 LU – 126.67 BT ( 18 km Uatra Melonguane – Sulut, 147 km Timur Laut Tahuna – Sulut, 344 km Timur Laut Bitung – Sulut, 361 km Timur Laut Manado – Sulut dan 384 km Barat Laut Ternate – Maluku Utara ). Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami, informasi dari Kodim 1501/Ternate gempa dirasakan tidak begitu keras. Sampai saat ini belum diperoleh informasi adanya korban jiwa maupun kerusakan dari dampak gempa tersebut .

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

¾ Telah terjadi gempa bumi tektonik pada hari Sabtu, 19 September 2009, pada pukul 06:06:56 WIB dengan kekuatan 6,4 SR kedalaman 36 km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 9.67 LS – 115.49 BT ( 101 km Tenggara Nusadua – Bali, 111 km Tenggara Kuta – Bali, 114 km Tenggara Sanur – Bali, 116 km Tenggara Denpasar – Bali dan 126 km Tenggara Gianyar - Bali). Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami, informasi dari Kodim 1611/Badung dan koramil 08/Nusadua gempa dirasakan cukup keras selama 3 – 5 detik. Adanya korban 8 orang luka ringan dan kerusakan terdiri dari 1 rumah rusak, 1 Gedung Kori Pura Candi Kuring roboh dan pecahnya beberapa kaca Hotel Aston Denpasar.

(9)

9

¾ Telah terjadi gempa bumi tektonik pada hari Sabtu, 19 September 2009, pada pukul 17:50:43 WIB

dengan kekuatan 5,1 SR kedalaman 10 km. Pusat gempa berada di darat pada garis koordinat 0.70 LU – 99.91 BT ( 42 km Tenggara Panyabungan – Sumut). Gempa tidak dirasakan di wilayah Panyabungan dan gempa tidak berpotensi Tsunami.

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika& Koramil 13 Panyabungan.

Pengawas,

Mudjiharto, S.K.M, MM

Jakarta, 20 September 2009 Ketua Kelompok Piket,

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian berdasarkan pengujian hipotesis kedua menggunakan N-Gain score pada minat belajar peserta didik diperoleh nilai standart gain kelas eksperimen sebesar 0,41 yang

LPKR memiliki indikator Stoc osc dan RSI mengindikasikan pola Uptrend, LPKR belum berhasil menembus Resistance di level harga 1020 sehingga terbuka peluang untuk menguji

Menurut penelitian Fia Dewi Awliani dkk,yang berjudul “Hubungan Pengetahuan Masyarakat Tentang HIV/AIDS Dengan Terjadinya Diskriminasi Pada ODHA” didapatkan hasil

Beberapa saran yang ditujukan sebagai bahan untuk pengembangan lebih lanjut sistem seleksi dan rekrutmen karyawan baru tahap awal di PT Multi Anugerah Lestari Texindo

Kondisi tersebut didasarkan pada volume tangki penyimpanan akan lebih kecil jika ammonia berfasa cair jika dibandingkan pada fasa uap untuk massa ammonia yang

Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan berkah dan rahmad Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Studi

Subyek penelitian yang digunakan yaitu adalah seluruh ibu bersalin dengan plasenta previa yang datanya terdapat pada buku register kebidanan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada

Seperti yang dirasakan oleh pelanggan bengkel Honda yang membawa sepeda motor Honda miliknya ke bengkel AHASS untuk mengganti Oli sepeda motornya, namun layanan yang diberikan