• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPUTUSAN (SK) KATA PENGANTAR...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEPUTUSAN (SK) KATA PENGANTAR..."

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

DAFTAR ISI

Halaman SURAT KEPUTUSAN (SK)

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ……… iii

DAFTAR TABEL ……… iv

BAB. I PENDAHULUAN ……… 1

1.1. Latar Belakang ...……… 1

1.2. Landasan Hukum ………..……….……… 2

1.3. Maksud dan Tujuan ……… 4

1.4. Sistematika Penulisan ……… 4

BAB.II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU ……… 10

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD ………... 10

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan ……… 16

2.3 Isu-isu penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD ………. 16

2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD ………. 20

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat ……… 20

BAB. III TUJUAN, SASARAN PROGRAM DAN KEGIATAN ………. 24

3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional ……… 24

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja SKPD ……… 25

3.3 Program dan Kegiatan ……… 26

BAB. IV PENUTUP ……… 31 LAMPIRAN

- Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun 2014 dan Prakiraan Maju Tahun 2015

- Program dan Kegiatan SKPD Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 (Renja Awal) - Program dan Kegiatan SKPD Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 (Renja Akhir) - Lembar Kerangka Logis Kegiatan

(3)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1.1 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja

Per Jenis Belanja bersumber dari APBD Tahun 2012 ……… 13 Tabel 2.1.2 Target dan Realisasi Penadapatan Asli Daerah

Disperindagpas Kabupaten Pandeglang Tahun 2012 ... .. 14 Tabel 2.5.1 Indikator Kinerja SKPD yang mengacu pada Tujuan

dan Sasaran RPJMD………..………..……… 22

Tabel 3.3.1 Rencana Kerja Tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah ………. 29

(4)
(5)

KATA PENGANTAR

Dalam menentukan lingkungan strategis untuk mengidentifikasi sektor basis atau sektor yang menjadi unggulan daerah Kabupaten Pandeglang, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar telah menentukan komoditas unggulan yang diakui dalam skala nasional sebagai upaya langkah awal menuju pembangunan yang berpijak pada konsep efisien dan kompetensi (persaingan) untuk meraih keunggulan komperatif menjadi keunggulan kompetitif sebagai upaya menghadapi era globalisasi.

Komoditas unggulan yang terpilih sebagai basis pertumbuhan perekonomian dalam bidang industri dan pedagangan adalah komoditas emping melinjo dan aneka kerajinan anyaman pandan dan bambu, dimana komoditas ini telah diakui dalam berbagai survei dan observasi yang dilakukan oleh pihak yang memiliki keahlian dalam melakukan survey sebagai komoditi unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan..

Perkembangan lingkungan strategis mengharuskan kita untuk mengkaji ulang dasar pendekatan dan sistem penyelenggaraan Pemerintah dan Pembangunan yang terarah guna terwujudnya kepemerintahan yang baik (good governance). Pemerintahan yang baik merupakan paradigma sistem peradaban, dan kunci keberhasilan bangsa dalam penyelenggaraan negara untuk mewujudkan tujuan cita – cita bernegara. Dalam hal ini Pemerintah telah bergeser dari unsur pelaksana menjadi lebih banyak unsur pendorong melalui desentralisasi, peningkatan daya saing, dan peran serta dalam dunia usaha untuk pembangunan.

Dalam menghadapi tantangan yang ada, bertolak dari paradigma Pemerintahan yang baik dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diemban, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang telah menyusun Rencana Kerjanya periode tahun 2014 yang merupakan penetapan kinerja kewajiban Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang sebagai tolak ukur penilaian dan pertanggungjawaban Kepala Dinas kepada Kepala Daerah baik tahunan maupun pada masa berakhirnya jabatan.

Rencana Kerja Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang tahun 2014 memuat Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja SKPD tahun lalu, tujuan, sasaran, program dan kegiatan untuk mengoptimalisasikan pemanfaatan potensi sumber daya ekonomi untuk menunjang tingkat pertumbuhan ekonomi dalam rangka upaya mengentaskan kemiskinan di daerah tertinggal.

(6)

Kami menyadari bahwa rencana kerja tahunan ini masih jauh dari sempurna baik materi maupun penyajiannya, untuk itu diharapkan masukan, saran, dan kritik yang sifatnya membangun untuk bahan perbaikan selanjutnya dan semoga pedoman rencana kerja ini dapat memberikan manfaat terutama bagi pegawai di lingkungan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang serta bagi semua pihak yang menggunakannya.

Pandeglang, 31 Mei 2013 KEPALA DINAS PERINDUSTRIAN

PERDAGANGAN DAN PASAR KABUPATEN PANDEGLANG

Drs. H. DADAN T. DANIAL, MM

NIP.19630919 198602 1 006

(7)
(8)

SISTEMATIKA PENULISAN RENJA SKPD

BAB I PENDAHULUAN

Pada bagian ini dijelaskan mengenai gambaran umum penyusunan Renja SKPD agar substansi pada bab-bab berikutnya dapat dipahami dengan baik

1.1. Latar Belakang

Mengemukakan pengertian ringkas tentang Renja SKPD, proses penyusunan Renja SKPD, keterkaitan antara Renja SKPD dengan dokumen RKPD, Renstra RKPD, dengan Renja K/L dan Renja Provinsi /Kabupaten/Kota, serta tindak lanjutnya dengan proses penyusunan RAPBD.

1.2. Landasan Hukum

Memuat penjelasan tentang undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang SOTK, kewenangan SKPD, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran SKPD

1.3. Maksud dan Tujuan

Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renja SKPD

1.4. Sistematika Penulisan

Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renja SKPD, serta susunan garis besar isi dokumen.

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD

Bab ini memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu (tahun n-2) dan perkiraan capaian tahun berjalan (tahun n-1), mengacu pada APBD tahun berjalan yang seharusnya pada waktu penyusunan Renja SKPD sudah disahkan. Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target Renstra SKPD berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya. Review hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu, dan realisasi Renstra SKPD mengacu pada hasil laporan kinerja tahunan SKPD dan/atau realisasi APBD untuk SKPD yang bersangkutan.

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan

Berisikan kajian terhadap capaian kinerja pelayanan SKPD berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam SPM, maupun terhadap IKK sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008, dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007.

Jenis indikator yang dikaji, disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kinerja pelayanan.

Jika SKPD yang bersangkutan belum mempunyai tolok ukur dan indikator kinerja yang akan diuji, maka setiap SKPD perlu terlebih dahulu menjelaskan apa dan bagaimana cara menentukan tolok ukur kinerja dan indikator kinerja pelayanan masing-masing sesuai tugas pokok dan fungsi, serta norma dan standar pelayanan SKPD yang bersangkutan.

(9)

2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

Berisikan uraian mengenai:

1. Sejauhmana tingkat kinerja pelayanan SKPD dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan SKPD;

2. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi SKPD;

3. Dampaknya terhadap pencapaian visi dan misi kepala daerah, terhadap capaian program nasional/internasional, seperti SPM dan MDGs (Millenium Developmnet Goals);

4. Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan SKPD dan

5. Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang direncanakan.

2.4. Review terhadap Rancangan Awal RKPD

Berisikan uraian mengenai:

1. Proses yang dilakukan yaitu membandingkan antara rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan;

2. Penjelasan mengenai alasan proses tersebut dilakukan;

3. Penjelasan temuan-temuan setelah proses tersebut dan catatan penting terhadap perbedaan dengan rancangan awal RKPD, misalnya: terdapat rumusan program dan kegiatan baru yang tidak terdapat di rancangan awal RKPD, atau program dan kegiatan cocok namun besarannya berbeda

2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Dalam bagian ini diuraikan hasil kajian terhadap program/kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat terkait langsung dengan pelayanan Provinsi, LSM, asosiasi-asosiasi, perguruan tinggi maupun dari hasil Musrenbang Desa/Kelurahan, Musrenbang Kecamatan ataupun berdasarkan penelitian langsung yang dilakukan oleh SKPD bersangkutan.

Deskripsi yang perlu disajikan dalam subbab ini, antara lain:

1. Penjelasan tentang proses bagaimana usulan program/kegiatan usulan pemangku kepentingan tersebut diperoleh;

2. Penjelasan kesesuaian usulan tersebut dikaitkan dengan isu-isu penting penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1. Telaahan terhadap Kebijakan Nasional

Telaahan terhadap kebijakan nasional, yaitu penelaahan yang menyangkut arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional dan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi SKPD

(10)

3.2. Tujuan dan sasaran Renja SKPD

Perumusan tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Renstra SKPD

3.3. Program dan Kegiatan

Berisikan penjelasan mengenai:

a. Faktor-faktor yang menjadi bahan petimbangan terhadap rumusan program dan kegiatan.

Misal:

a. Pencapaian visi dan misi kepala daerah, b. Pencapaian MDGs,

c. Pengentasan kemiskinan, d. Pencapaian SPM,

e. Pendayagunaan potensi ekonomi daerah, f. Pengembangan daerah terisolir,

g. Dsb.

b. Uraian garis besar mengenai rekapitulasi program dan kegiatan, antara lain meliputi:

Jumlah program dan jumlah kegiatan.

Sifat penyebaran lokasi program dan kegiatan (apa saja yang tersebar ke

berbagai kawasan dan apa saja yang terfokus pada kawasan atau kelompok masyarakat tertentu).

Total kebutuhan dana/pagu indikatif yang dirinci menurut sumber

pendanaannya.

c. Penjelasan jika rumusan program dan kegiatan tidak sesuai dengan rancangan awal RKPD, baik jenis program/kegiatan, pagu indikatif, maupun kombinasi keduanya.

BAB IV PENUTUP

Berisikan uraian penutup, berupa:

a. Catatan penting yang perlu mendapat perhatian, baik dalam rangka pelaksanaannya maupun seandainya ketersediaan anggaran tidak sesuai dengan kebutuhan.

b. Kaidah-kaidah pelaksanaan. c. Rencana tindak lanjut.

Pada bagian lembar terakhir dicantumkan tempat dan tanggal dokumen, nama SKPD dan nama dan tanda tangan kepala SKPD, serta cap SKPD yang bersangkutan.

LAMPIRAN RENJA

Pada bagian lampiran dapat dilihat pada tabel rumusan rencana program dan kegiatan SKPD

(11)

LAMPIRAN RENJA : Format Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD

Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun ………. Dan Prakiraan Maju Tahun……….

Kabupaten Pandeglang Nama SKPD………. Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program/ Kegiatan

Rencana Tahun ... (Tahun Rencana) Catatan Penting Prakiraan Maju Rencana Tahun ... Instansi Pusat/SKPD Provinsi Penanggung jawab Lokasi CapaianTarget

Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/ Pagu Indikatif APBD (Rp) APBD (Rp) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah ………….,……….,20.. Kepala SKPD Nama NIP.

(12)

Cara pengisian :

Kolom (1) diisi dengan kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah/ Kode SKPD/ Program/Kegiatan. xx xx xx xx xx

diisi dengan kode urusan (1 wajib, 2 Pilihan)

diisi dengan kode bidang urusan pemerintahan daerah

diisi dengan gabungan kode urusan (wajib/pilihan), kode bidang urusan pemerintahan daerah, dan kode SKPD (contoh dinas PU : 1.03.01)

diisi dengan kode program diisi dengan kode kegiatan

Kolom (2) diisi dengan uraian nama urusan pemerintahan daerah, uraian nama bidang urusan pemerintahan daerah; sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007, uraian judul program yang direncanakan dan uraian judul kegiatan yang direncanakan.

Kolom (3)

diisi dengan jenis indikator kinerja program/kegiatan, sebagaimana tercantum dalam Renstra SKPD atau yang telah disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi.

Indikator Kinerja Program (outcome/hasil), adalah sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah (efek langsung). Pengukuran indikator hasil seringkali rancu dengan indikator keluaran. Indikator hasil lebih utama daripada sekedar keluaran. Walaupun output telah berhasil dicapai dengan baik, belum tentu outcome kegiatan tersebut telah tercapai. Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin mencakup kepentingan banyak pihak. Dengan indikator outcome, organisasi akan mengetahui apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat banyak. Oleh karena itu kolom ini digunakan untuk mengisi uraian indikator hasil program yang akan dicapai selama periode Renstra SKPD yang direncanakan sebagaimana tercantum dalam Renstra SKPD, atau yang telah disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi.

Isi indikator kinerja kegiatan (output/keluaran), adalah sesuatu yang diharapkan langsung dapat dicapai suatu kegiatan yang dapat berupa fisik atau non fisik. Indikator atau tolok ukur keluaran digunakan untuk mengukur keluaran yang dihasilkan dari suatu kegiatan. Dengan membandingkan keluaran, instansi dapat menganalisis apakah kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Indikator keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran yang terdefinisi dengan baik dan terukur. Indikator keluaran harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi. Oleh karena itu kolom ini digunakan untuk mengisi uraian indikator keluaran dari setiap kegiatan yang bersumber dari Renstra SKPD berkenaan, maupun kegiatan baru yang strategis dan sesuai dengan kebutuhan terkini.

Cara pengisian :

Kolom (1) diisi dengan kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah/ Kode SKPD/ Program/Kegiatan. xx xx xx xx xx

diisi dengan kode urusan (1 wajib, 2 Pilihan)

diisi dengan kode bidang urusan pemerintahan daerah

diisi dengan gabungan kode urusan (wajib/pilihan), kode bidang urusan pemerintahan daerah, dan kode SKPD (contoh dinas PU : 1.03.01)

diisi dengan kode program diisi dengan kode kegiatan

Kolom (2) diisi dengan uraian nama urusan pemerintahan daerah, uraian nama bidang urusan pemerintahan daerah; sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007, uraian judul program yang direncanakan dan uraian judul kegiatan yang direncanakan.

Kolom (3)

diisi dengan jenis indikator kinerja program/kegiatan, sebagaimana tercantum dalam Renstra SKPD atau yang telah disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi.

Indikator Kinerja Program (outcome/hasil), adalah sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah (efek langsung). Pengukuran indikator hasil seringkali rancu dengan indikator keluaran. Indikator hasil lebih utama daripada sekedar keluaran. Walaupun output telah berhasil dicapai dengan baik, belum tentu outcome kegiatan tersebut telah tercapai. Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin mencakup kepentingan banyak pihak. Dengan indikator outcome, organisasi akan mengetahui apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat banyak. Oleh karena itu kolom ini digunakan untuk mengisi uraian indikator hasil program yang akan dicapai selama periode Renstra SKPD yang direncanakan sebagaimana tercantum dalam Renstra SKPD, atau yang telah disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi.

Isi indikator kinerja kegiatan (output/keluaran), adalah sesuatu yang diharapkan langsung dapat dicapai suatu kegiatan yang dapat berupa fisik atau non fisik. Indikator atau tolok ukur keluaran digunakan untuk mengukur keluaran yang dihasilkan dari suatu kegiatan. Dengan membandingkan keluaran, instansi dapat menganalisis apakah kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Indikator keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran yang terdefinisi dengan baik dan terukur. Indikator keluaran harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi. Oleh karena itu kolom ini digunakan untuk mengisi uraian indikator keluaran dari setiap kegiatan yang bersumber dari Renstra SKPD berkenaan, maupun kegiatan baru yang strategis dan sesuai dengan kebutuhan terkini.

Cara pengisian :

Kolom (1) diisi dengan kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah/ Kode SKPD/ Program/Kegiatan. xx xx xx xx xx

diisi dengan kode urusan (1 wajib, 2 Pilihan)

diisi dengan kode bidang urusan pemerintahan daerah

diisi dengan gabungan kode urusan (wajib/pilihan), kode bidang urusan pemerintahan daerah, dan kode SKPD (contoh dinas PU : 1.03.01)

diisi dengan kode program diisi dengan kode kegiatan

Kolom (2) diisi dengan uraian nama urusan pemerintahan daerah, uraian nama bidang urusan pemerintahan daerah; sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007, uraian judul program yang direncanakan dan uraian judul kegiatan yang direncanakan.

Kolom (3)

diisi dengan jenis indikator kinerja program/kegiatan, sebagaimana tercantum dalam Renstra SKPD atau yang telah disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi.

Indikator Kinerja Program (outcome/hasil), adalah sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah (efek langsung). Pengukuran indikator hasil seringkali rancu dengan indikator keluaran. Indikator hasil lebih utama daripada sekedar keluaran. Walaupun output telah berhasil dicapai dengan baik, belum tentu outcome kegiatan tersebut telah tercapai. Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin mencakup kepentingan banyak pihak. Dengan indikator outcome, organisasi akan mengetahui apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat banyak. Oleh karena itu kolom ini digunakan untuk mengisi uraian indikator hasil program yang akan dicapai selama periode Renstra SKPD yang direncanakan sebagaimana tercantum dalam Renstra SKPD, atau yang telah disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi.

Isi indikator kinerja kegiatan (output/keluaran), adalah sesuatu yang diharapkan langsung dapat dicapai suatu kegiatan yang dapat berupa fisik atau non fisik. Indikator atau tolok ukur keluaran digunakan untuk mengukur keluaran yang dihasilkan dari suatu kegiatan. Dengan membandingkan keluaran, instansi dapat menganalisis apakah kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Indikator keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran yang terdefinisi dengan baik dan terukur. Indikator keluaran harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi. Oleh karena itu kolom ini digunakan untuk mengisi uraian indikator keluaran dari setiap kegiatan yang bersumber dari Renstra SKPD berkenaan, maupun kegiatan baru yang strategis dan sesuai dengan kebutuhan terkini.

(13)

Kolom (4) diisi dengan lokasi dari kegiatan untuk tahun rencana. Kolom (5)

dan (8) diisi dengan target kinerja capaian program/kegiatan padatahun rencana. Kolom (6)

dan (9) diisi dengan jumlah dana yang dibutuhkan untuk mendanai program/kegiatan padatahun rencana.

(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)

(KOP SKPD)

KEPUTUSAN KEPALA (NAMA SKPD) Nomor

TENTANG

RENCANA KERJA (NAMA SKPD) KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2014 KEPALA (NAMA SKPD),

Menimbang : a. bahwa untuk menjabarkan Rencana Kerja Pemerintah

Daerah (RKPD) Tahun 2014, maka setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah perlu menyusun Rencana Kerja (Renja);

b. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 28 Peraturan

Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah serta Pasal 24 ayat (3) Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 7 tahun 2010 tentang Sistem Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Daerah, Renja SKPD ditetapkan dengan Keputusan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu ditetapkan keputusan Kepala (nama SKPD) tentang Rencana Kerja (nama SKPD);

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang

Pembentukan Propinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4010);

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

6. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang

Pembentukan Peraturan Perundangan-undangan

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

(21)

9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014;

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006

tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,

Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana

Pembangunan Daerah;

13. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pandeglang (Lembaran Daerah Kabupaten Pandeglang Tahun 2008 Nomor 6) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 4 Tahun 2010 (Lembaran Daerah Kabupaten Pandeglang Tahun 2010 Nomor 4);

14. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 7 Tahun 2010 tentang Sistem Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Pandeglang Tahun 2010 Nomor 7);

15. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang

Daerah Kabupaten Pandeglang Tahun 2005-2025

(Lembaran Daerah Kabupaten Pandeglang Tahun 2010 Nomor 8);

16. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 9 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pandeglang Tahun 2011-2016 (Lembaran Daerah Kabupaten Pandeglang Tahun 2011 Nomor 9);

Memperhatikan : 1. Peraturan Bupati Pandeglang Nomor ... Tahun 2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja ... ;

2. Peraturan Bupati Pandeglang Nomor ... Tahun 2013 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang Tahun 2014;

3. Keputusan Bupati Pandeglang Nomor ... Tahun 2013 tentang Pengesahan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Kabupaten Pandeglang Tahun 2014;

4. Keputusan Kepala (nama SKPD) Nomor... tentang Rencana Strategis (nama SKPD) Kabupaten Pandeglang Tahun 2011-2016;

M E M U T U S K A N :

Menetapkan :

KESATU : Rencana Kerja (nama SKPD) Kabupaten Pandeglang Tahun 2014

(22)

KEDUA : Rencana Kerja sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) tahun secara sistematis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul yang menghasilkan suatu rencana kerja instansi pemerintah yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan dan program serta ukuran keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaannya.

KETIGA : Rencana Kerja sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU

disusun untuk meningkatkan akuntabilitas dan kualitas perencanaan, statistik, dan penanaman modal penataan ruang daerah.

KEEMPAT : Sistematika Renja Satuan Kerja Perangkat Daerah memuat :

BAB I BAB II BAB III BAB IV : : : : PENDAHULUAN

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN PENUTUP

KELIMA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Pandeglang pada tanggal

Kepala (nama SKPD) (nama jelas)

(NIP)

(23)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perencanaan pembangunan pada semua tingkat pemerintahan perlu dilakukan melalui pendayagunaan proses dan mekanisme yang partisipatif secara bertahap dan berkesinambungan. Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, Kabupaten Pandeglang akan dapat mewujudkan diri sebagai daerah yang mandiri dalam perekonomian. Potensi tersebut dapat memperbaiki iklim investasi bagi peningkatan laju pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dinas Perindustrian, Perdagngan dan Pasar Kabupaten Pandeglang sebagai Instansi Teknis memiliki arah kebijakan yang akan mendukung visi dan misi Kepala Daerah melalui pengembangan ekonomi lokal dan ekonomi regional untuk mendorong keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif serta menciptakan sistem logistik yang efisien untuk menjaga kelancaran distribusi bahan pokok dan pengamanan perdagangan serta promosi potensi daerah.

Kondisi struktur ekonomi di Kabupaten Pandeglang masih ada kesenjangan struktur ekonomi wilayah antara Pandeglang bagian utara dengan bagian selatan, dimana Pandeglang bagian selatan yang sebagian besar penduduknya berusaha dibidang pertanian masih belum terbangun, sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat pada umumnya masih rendah, hal itu merupakan tantangan dan menjadi bagian integral dari tuntutan pembangunan ekonomi wilayah.

Rencana kerja Dinas perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang di tahun 2014 telah disusuun berdasarkan tema pembangunan Kabupaten Pandeglang, yaitu :

Penguatan Kualitas Infrastruktur di Sektor Pertanian dan Pariwisata dalam rangka Mendorong Kemandirian Daerah” dititikberatkan pada peningkatan sumber daya manusia yang mendukung pertumbuhan di sektor pertanian dan pariwisata.

Secara umum pembangunan wilayah Kabupaten Pandeglang belum dilakukan dengan bertumpu pada dua strategi pokok, yaitu :

1. Optimalkan potensi sumber daya wilayah;

(24)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 2

Dengan demikian salah satu konsentrasi strategis yang penting dikembangkan bagi Kabupaten Pandeglang adalah optimalisasi pendayagunaan potensi dalam ragam menumbuh kembangkan pembangunan dunia usaha yang diarahkan kepada prioritas pembangunan yaitu : 1. Pengentasan kemiskinan dan desa tertinggal;

2. Peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur pertanian dan pariwisata;

3. Peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka meningkatkan inovasi daerah;

4. Pemberdayaan Ekonomi kerakyatan;

5. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta 6. Peningkatan kelembagaan.

Rencana kerja di tahun 2014 pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang memiliki indikator kinerja keluaran (output) dan hasil (outcome) yang mengarah pada peningkatan investasi dan perekonomian daerah berbasis pertanian dan pariwisata melalui pembentukan klaster industri yang mengolah hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan peternakan.

1.2. Landasan Hukum

Rencana Kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang tahun 2014 disusun berdasarkan :

1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang-Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);

3. Undang-undang Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran

(25)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 3

Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

4. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pandeglang (Lembaran Daerah Kabupaten Pandeglang Tahun 2008 Nomor 6);

5. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 7 Tahun 2010 tentang Sistem Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Pandeglang Tahun 2010 Nomor 7, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 1);

6. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Pandeglang Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Pandeglang Tahun 2010 Nomor 8, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 8);

7. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pandeglang Tahun 2011–2031;

8. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 9 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pandeglang Tahun 2011

–2016;

9. Peraturan Bupati Pandeglang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pandeglang;

10. Peraturan Bupati Nomor 3 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Rangkaian Musrenbang RKPD dan Tata Cara Penyusunan Rencana Kerja SKPD;

11. Peraturan Bupati Pandeglang Nomor....Tahun 2013 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang Tahun 2014;

12. Keputusan Bupati Pandeglang Nomor ... Tahun 2013 tentang Pengesahan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Kabupaten Pandeglang Tahun 2014;

13. Keputusan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Nomor 800/ Kep.562 /Indagpas/2011 tentang Rencana Strategis Tahun 2011 – 2016 Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang;

(26)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 4

Untuk mengakomodir muatan lokal, Penyusunan Rencana Kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 ini mempertimbangkan kriteria sebagai berikut :

1. Sejalan dengan Rencana Kerja Daerah;

2. Sesuai dengan kebutuhan, aspirasi, permasalahan, potensi, prospek dan kondisi pembangunan di Kabupaten Pandeglang;

3. Sejalan dengan aspirasi tingkat kecamatan (usulan Musrenbang);

4. Mempertimbangkan kewenangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang;

5. Disusun dan disepakati serta mempertimbangkan prediksi dan antisipasi wilayah Kabupaten Pandeglang terhadap pengaruh internal dan eksternal.

1.3. Maksud dan Tujuan

Rencana Kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 ini disusun dengan maksud untuk mengembangkan strategi dalam mengatasi ancaman baik internal maupun eksternal dan merebut peluang yang ada melalui proses analisis, perumusan dan evaluasi.

Adapun tujuan utama penyusunan Renja ini adalah untuk melihat secara obyektif kondisi-kondisi internal dan eksternal, sehingga dapat mengantisipasi perubahan lingkungan dengan terus mengembangkan strategi melalui inovasi yang ditindaklanjuti dengan Program dan Kegiatan prioritas untuk mencapai keunggulan dalam bersaing.

1.4. Sistematika Penulisan

Rencana Kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2013 disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut :

Bab I PENDAHULUAN

Bagian ini dijelaskan mengenai gambaran umum penyusunan Renja SKPD agar substansi pada bab-bab berikutnya dapat dipahami dengan baik.

1.1 Latar Belakang

Mengemukakan pengertian ringkas tentang Renja SKPD, proses penyusunan Renja SKPD, keterkaitan antara Renja SKPD dengan dokumen RKPD, Renstra RKPD, dengan Renja K/L dan Renja Provinsi/Kabupaten/Kota, serta tindak lanjutnya dengan proses penyusunan RAPBD.

(27)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 5

1.2 Landasan Hukum

Memuat penjelasan tentang undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang SOTK, kewenangan SKPD, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran SKPD.

1.3 Maksud dan Tujuan

Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renja SKPD.

1.4 Sistematika Penulisan

Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renja SKPD, serta susunan garis besar isi dokumen.

Bab II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD

Bab ini memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu (tahun n-2) dan perkiraan capaian tahun berjalan (tahun n-1), mengacu pada APBD tahun berjalan yang seharusnya pada waktu penyususnan Renja SKPD sudah disyahkan. Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target Renstra SKPD berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya. Review hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu, dan realisasi Renstra SKPD mengacu pada hasil laporan kinerja tahunan SKPD dan / atau realisasi APBD untuk SKPD yang bersangkutan.

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan

Berisikan kajian terhadap capaian kinerja pelayanan SKPD berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam SPM, maupun terhadap IKK sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008, dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007.

Jenis indikator yang dikaji, disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD, serta ketentuan peraturan Perundang-undangan yang terkait dengan kinerja pelayanan.

(28)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 6

Jika SKPD yang bersangkutan belum mempunyai tolok ukur dan indikator kinerja yang akan diuji, maka setiap SKPD perlu terlebih dahulu menjelaskan apa dan bagaimana cara menentukan tolok ukur kinerja dan indikator kinerja pelayanan masing-masing sesuai tugas pokok dan fungsi, serta norma dan standar pelayanan SKPD yang bersangkutan.

2.3 Isu-isu penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

Berisikan uraian mengenai :

1. Sejauhmana tingkat kinerja pelayanan SKPD dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan SKPD;

2. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi SKPD;

3. Dampaknya terhadap pencapaian visi dan misi Kepala Daerah, terhadap capaian program nasional/internasional, seperti SPM dan MDGs (Millenium Development Goals);

4. Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan SKPD dan

5. Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang direncanakan.

2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD

Berisikan uraian mengenai:

1. Proses yang dilakukan yaitu membandingkan antara rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan;

2. Penjelasan mengenai alasan proses tersebut dilakukan;

3. Penjelasan temuan-temuan setelah proses tersebut dan catatan penting terhadap perbedaan dengan rancangan awal RKPD, misalnya: terdapat rumusan program dan kegiatan baru yang tidak terdapat di rancangan awal RKPD, atau program dan kegiatan cocok namun besarannya berbeda.

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Dalam bagian ini diuraikan hasil kajian terhadap program/kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat terkait langsung dengan pelayanan Provinsi, LSM, Asosiasi-asosiasi, perguruan tinggi maupun dari hasil

(29)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 7

Musrenbang Desa/Kelurahan, Musrenbang Kecamatan ataupun berdasarkan penelitian langsung yang dilakukan oleh SKPD bersangkutan.

Deskripsi yang perlu disajikan dalam sub bab ini, antara lain :

1. Penjelasan tentang proses bagaimana usulan program / kegiatan usulan pemangku kepentingan tersebut diperoleh;

2. Penjelasan kesesuaian usulan tersebut dikaitkan dengan isu-isu penting penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD.

(30)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 8

Bab III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional

Telaahan terhadap kebijakan nasional, yaitu penelaahan yang menyangkut arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional dan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi SKPD.

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja SKPD

Perumusan tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Renstra SKPD.

3.3 Program dan Kegiatan

Berisikan penjelasan mengenai :

a. Faktor-faktor yang menjadi bahan petimbangan terhadap rumusan program dan kegiatan.

Misal:

a. Pencapaian visi dan misi Kepala Daerah, b. Pencapaian MDGs,

c. Pengentasan kemiskinan, d. Pencapian SPM,

e. Pendayagunaan potensi ekonomi daerah, f. Pengembangan daerah terisolir,

g. Dsb.

b. Uraian garis besar mengenai rekapitulasi program dan kegiatan, antara lain meliputi :

 Jumlah program dan jumlah kegiatan,

 Sifat penyebaran lokasi program dan kegiatan (apa saja yang tersebar ke berbagai kawasan dan apa saja yang terfokus pada kawasan atau kelompok masyarakat tertentu),

 Total kebutuhan dana / pagu indikatif yang dirinci menurut sumber pendanaannya.

c. Penjelasan jika rumusan program dan kegiatan tidak sesuai dengan rancangan awal RKPD, baik jenis program / kegiatan, pagu indikatif, maupun kombinasi keduanya.

(31)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 9

Bab IV PENUTUP

Berisikan uraian penutup, berupa:

a. Catatan penting yang perlu mendapat perhatian, baik dalam rangka pelaksanaannya maupun seandainya ketersediaan anggaran tidak sesuai dengan kebutuhan,

b. Kaídah-kaidah pelaksanaan, c. Rencana tindak lanjut.

Pada bagian lembar terakhir dicantumkan tempat dan tanggal dokumen, nama SKPD dan nama dan tanda tangan kepala SKPD, serta cap SKPD yang bersangkutan.

LAMPIRAN RENJA

Pada bagian lampiran dapat dilihat pada tabel rumusan rencana program dan kegiatan SKPD.

(32)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 10 BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN PASAR KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2012

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2012 dan Capaian Renstra Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang.

Pada tahun 2012 Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang memiliki Program dan Kegiatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai berikut :

1. Program Pembangunan/Pengembangan Industri di Bidang Agribisnis a. Pembinaan kemampuan teknologi industri

b. Pengembangan dan pelayanan teknologi industri c. Perluasan penerapan standar produk industri

d. Fasilitasi bagi industri kecil dan menengah terhadap pemanfaatan sumber daya 2. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan

a. Fasilitasi penyelesaian permasalahan-permasalahan pengaduan konsumen b. Peningkatan pengawasan peredaran barang dan jasa

3. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri a. Sosialisasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri 4. Program Pengembangan Sentra-Sentra Industri/Usaha Potensial

a. Pembentukan dan pengembangan sentra-sentra industri potensial

b. Pembinaan industri kecil dan menengah dalam memperkuat jaringan klaster industri

5. Program Penyediaan Peningkatan Sarana dan Prasarana Penunjang Perekonomian

a. Revitalisasi pasar pemerintah

b. Pengembangan Pembangunan Pasar (DAK Bidang Perdagangan) c. Penunjang Dak Bidang Perdagangan.

(33)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 11

Dari hasil Pengukuran Kinerja Kegiatan (Formulir PKK) yang dilakukan diperoleh nilai pencapaian kinerja pada kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan Tahun 2012 berkisar pada 96,00 % sampai dengan 132,87 %.

Adapun nilai pencapaian kinerja masing-masing kegiatan adalah sebagai berikut :

1) Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri = 100 %

2) Pengembangan dan Pelayanan Teknologi Industri = 100 %

3) Perluasan Penerapan Standar Produk Industri = 96 %

4) Fasilitasi bagi industri kecil dan menengah terhadap

pemanfaatan sumber daya = 100 %

5) Pembentukan dan Pengembangan sentra-sentra industri

potensial = 98,54 %

6) Pembinaan industri kecil dan menengah dalam

memperkuat jaringan klaster industri = 99,65 %

7) Fasilitasi penyelesaian permasalahan-permasalahan

pengaduan konsumen = 97,38 %

8) Peningkatan pengawasan peredaran barang dan jasa = 99,65 % 9) Sosialisasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri = 96,28 %

10) Revitalisasi Pasar Pemerintah = 132,87 %

11) Kegiatan pengembangan pembangunan pasar (DAK bidang

perdagangan) = 130,17 %

12) Penunjang DAK bidang perdagangan = 95,31 %

Dari perhitungan nilai Pencapaian Kinerja Kegiatan tersebut di atas, maka diperoleh nilai rata-rata pencapaian kinerja kegiatan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang pada tahun 2012 adalah sebesar 102,16 %. Nilai pencapaian kinerja tersebut yang dicapai melebihi seratus persen (100%) dikarenakan ada kegiatan yang mendapat tambahan target pencapaian kinerja dari semula, sebagai contoh kegiatan pengembangan pembangunan pasar yang semula hanya 2 (dua) unit pasar yang akan dibangun/dikembangkan ternyata pada pelaksanaannya ada 6 unit pasar yang dibangun/dikembangkan di tahun 2012.

Dalam menunjang pencapaian visi dan misi, Dinas perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2012 telah menetapkan beberapa tujuan beserta sasaran

(34)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 12

dalam melaksanakan program dan kegiatan yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra). Adapun tujuan dan sasaran yang telah dicapai adalah sebagai berikut :

1. Menumbuhkan industri-industri potensial sebagai penggerak pembangunan pertanian terpadu di masa yang akan datang, yang memiliki sasaran pada berkembangnya industri kecil dan menengah khususnya industri yang bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian dan perikanan;

2. Menciptakan sistem logistik dan jaringan distribusi nasional yang berkualitas, yang sasarannya adalah kelancaran arus bahan pokok dan pengawasan barang beredar serta penggunaan produk dalam negeri;

3. Menguatkan struktur industri dengan pembentukan klaster industri dan usaha lainnya pada sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan, dengan sasaran tumbuh dan berkembangnya klaster industri dan usaha lainnya yang terdapat dalam rantai nilai (value chain);

4. Meningkatkan fasilitas pelayanan perdagangan guna memperbaiki iklim usaha perdagangan dalam negeri, dengan sasaran meningkatnya pelayanan kepada masyarakat dengan pedagang secara optimal dalam rangka percepatan pertumbuhan kegiatan ekonomi dan perdagangan

Sasaran strategis yang telah ditetapkan pada tahun 2012 seperti yang telah disebutkan di atas memiliki indikator-indikator, dimana pencapaiannya dapat dilihat di bawah ini :

1. Terkembangkannya Industri di sektor Agribisnis target yang ditetapkan sebesar 33,33%, dimana pencapaian di tahun 2012 sebesar 33,33% atau rasio pencapaian sebesar 100%;

2. Terlaksananya Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan target yang ditetapkan sebesar 33,33%, realisasi pencapaian di tahun 2012 sebesar 32,75% atau rasio pencapaian sebesar 98,25%;

3. Terkembangkannya Sentra-sentra industri/usaha potensial target yang ditetapkan sebesar 33,33%, dimana pencapaian di tahun 2012 sebesar 32,86% atau rasio pencapaian sebesar 98,60%;

4. Tersedianya Sarana dan Prasarana Distribusi Perdagangan yang Representatif sebagai Penunjang Ekonomi yang Memadai target yang ditetapkan sebesar 33,33 %,

(35)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 13

dimana pencapaian di tahun 2012 sebesar 28,20% atau rasio pencapaian sebesar 84,59%;

Dalam pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2012 Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar tidak terlepas dari aspek keuangan yang merupakan faktor pendukung utama kelancaran kegiatan. Dalam Tahun Anggaran 2012 Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar mendapat dana anggaran sebesar Rp. 9.640.277.312,44,- (sembilan milyar enam ratus empat puluh juta dua ratus tujuh puluh tujuh ribu tiga ratus dua belas koma empat puluh empat rupiah) yang bersumber dari APBD terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 2.615.787.812,44,- (dua milyar enam ratus lima belas juta tujuh ratus delapan puluh tujuh ribu delapan ratus dua belas koma empat puluh empat rupiah) dan Belanja Langsung sebesar Rp. 7.024.489.500,- (tujuh milyar dua puluh empat juta empat ratus delapan puluh sembilan ribu lima ratus rupiah), dana tersebut dialokasikan sebagai berikut :

a. Belanja Pegawai = Rp. 2.904.180.312,44 b. Belanja Barang dan Jasa = Rp. 1.617.322.000,00 c. Belanja Modal = Rp. 5.118.775.000,00 JUMLAH = Rp. 9.640.277.312,44 Rincian pagu anggaran dan realisasi belanja per jenis belanja

Tabel 2.1.1. Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja per Jenis Belanja Bersumber dari APBD Tahun 2012

Kode Jenis Bel.

Uraian Jenis

Belanja Pagu Anggaran Realisasi Belanja Persentase

1 2 3 4 5=(4/3)x100% 51 Belanja Pegawai Rp. 2.904.180.312,44 Rp. 2.441.610.336 84,07% 52 Belanja Barang Rp. 1.617.322.000,00 Rp. 1.558.840.914 96,38% 53 Belanja Modal Rp. 5.118.775.000,00 Rp. 4.207.890.050 82,21% Jumlah Rp. 9.640.277.312,44 Rp. 8.208.341.300 85,15%

(36)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 14

Disamping pengukuran kinerja dari kegiatan yang telah dilaksanakan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang memiliki Target Kinerja lainnya yang berhubungan dengan potensi yang dikelola oleh dinas. Diversifikasi pasar dan komoditi dengan menggali dan mengembangkan potensi unggulan khas daerah yang berorientasi ekspor melalui peningkatan daya saing dan kualitas adalah merupakan salah satu upaya untuk memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pandeglang. Dari hasil kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2012 Tingkat Capaian Realisasi pendapatan dapat dilihat pada tabel 2.1.2 berikut :

TARGET DAN REALISASI PENDAPATAN ASLI DAERAH DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN PASAR

KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2012

Tabel 2.1.2

NO URAIAN TARGET REALISASI PERSENTASE

PENCAPAIAN 1 Retribusi Pelayanan Pasar 600.000.000 652.019.000 108,67

2 Sewa Tanah 70.000.000 73.426.000 104,89

3 Sewa Kios/Grosir 74.000.000 74.050.000 100,07

JUMLAH 744.000.000 799.495.000 107,46

Keterangan :

Ad.1 Pendapatan dari retribusi pelayanan pasar mencapai 108,67 % dari target yang ditetapkan, tercapainya target ini merupakan indikasi keberhasilan dan keseriusan Dinas dalam memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah tentunya hal ini tidak terlepas dari dukungan seluruh pegawai dalam menjalankan tugas dan kesadaran para pedagang akan kewajiban membayar retribusi.

Ad.2 Pendapatan dari sewa tanah mencapai target yang telah ditetapkan, bahkan melampauinya yaitu sebesar 104,89%. Hal ini menunjukan bahwa kinerja dinas dalam memanfaatkan aset/kekayaan daerah telah dapat dipahami oleh masyarakat sebagai kontribusi untuk daerah.

(37)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 15

Ad.3 Pendapatan dari sewa kios/grosir/pertokoan juga mencapai target yang telah ditetapkan, yaitu sebesar 100,07 persen dari target yang ditetapkan. Hal ini menunjukan bahwa walaupun objek pendapatan ini tergolong baru namun pihak dinas dengan didukung oleh seluruh pegawai telah mampu mensosialisasikan peraturan yang telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah.

Meskipun target pendapatan telah tercapai bahkan melampaui, sebagai hasil dari evaluasi kinerja yang telah dilaksanakan dalam pencapaian target untuk memenuhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih ditemukan beberapa hambatan/kendala yang timbul sebagai akibat dari konsekwensi pelaksanaan tugas antara lain sebagai berikut :

1. Masih ditemukannya permasalahan dalam hal lemahnya pengawasan terhadap para petugas dilapangan, khususnya petugas pemungut retribusi;

2. Belum terlaksananya tertib administrasi yang sesuai dengan standar manajemen yang baik;

3. Pelaksanaan sistem setor dari masing-masing pasar belum dapat sepenuhnya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berbagai permasalahan yang ada tersebut seringkali menjadi penghambat bagi kelancaran tugas dalam melaksanakan misi. Oleh karena itu telah ditentukan langkah-langkah antisipatif sebagai jalan keluarnya yaitu sebagai berikut :

a. Memberikan kewenangan yang lebih luas kepada pejabat yang menangani pencapaian target pendapatan untuk melakukan pengawasan dalam menentukan keberhasilan unit kerja yang dipimpinnya;

b. Mengikutsertakan pegawai yang menangani administrasi pengelolaan pendapatan dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan agar memiliki kemampuan dalam pengelolaan administrasi;

c. Dalam hal penyetoran hasil retribusi mengingat lokasi pasar yang tersebar di kecamatan-kecamatan dengan jarak tempuh yang bervariasi, maka penyetoran dilakukan secara periodik dengan pertimbangan efisiensi waktu dan biaya, sehingga petugas di lapangan tetap bisa lebih berkonsentrasi tanpa terganggu oleh kewajiban setor ke dinas.

Dengan demikian suatu kebijakan dalam menangani permasalahan yang timbul diperlukan analisis yang mendalam agar dapat memberikan alternatif solusi dalam rangka mencapai misi dan pencapaian tujuan organisasi.

(38)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 16 2.2. Analisis Kinerja Pelayanan

Dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat yang merupakan salah satu indikator kinerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang sebagai penjabaran visi dan misi Kepala Daerah terpilih tahun 2011-2016 perlu dilakukan analisis kinerja agar pelayanan tersebut dapat teroptimalisasi.

Kinerja pelayanan yang dianalisis sebagai target indikator yang akan dicapai terlebih dahulu dikaji untuk mendapatkan tolok ukur yang sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi organisasi. Indikator kinerja yang sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang adalah sebagai berikut :

a. Peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi pengelolaan sumber daya ekonomi lokal dengan indikator kinerja kunci yang ditetapkan adalah penciptaan sistem logistik yang efisien untuk menjaga kelancaran arus distribusi bahan pokok dan pengamanan perdagangan serta promosi;

b. Peningkatan perkembangan agroindustri yang berorientasi ekspor dengan indikator kunci yang ditetapkan adalah peningkatan produktivitas dan nilai tambah industri kecil dan menengah unggulan;

c. Peningkatan pelayanan penerbitan perizinan dengan indikator kinerja kunci yang diterapkan berkaitan dengan lamanya waktu proses pelayanan penerbitan izin.

2.3. Isu-isu penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

Disamping berbagai potensi yang dimiliki, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar juga dihadapkan pada sejumlah permasalahan yang diperkirakan dapat mempengaruhi kinerja dinas dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayananya pada periode 5 (lima) tahun mendatang. Permasalahan yang dihadapi pada bidang industri antara lain adalah seperti rendahnya produktivitas sektor pertanian dan agrobisnis serta bahaya kerusakan ekologi yang terjadi dalam hal ini adalah penebangan hutan yang berlebihan serta bahaya atas terjadinya penangkapan ikan yang berlebihan. Hal ini akan berpengaruh kepada berkurangnya ketersediaan bahan baku pokok secara berkelanjutan (suistainable). Sementara pada bidang Perdagangan dan Pasar permasalahan yang timbul lebih banyak disebabkan oleh tidak meratanya sistem distribusi nasional yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan yang masih terkonsentrasi di tempat-tempat yang ramai sehingga perlu daya dorong pengembangan perdagangan ke pedesaan, disamping itu pedagang kecil pada sektor informal dan PKL relatif

(39)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 17

belum mendapat tempat berwirausaha yang layak sehingga menimbulkan disharmonisasi antara kebijakan pusat dan daerah seperti yang berkaitan dengan kebersihan, keamanan, kenyamanan usaha dan pariwisata sehingga perlu diatasi dengan solusi yang terkoordinasi dan komprehensif.

Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi untuk mencapai kinerja yang telah ditetapkan adalah :

a. Masih sulitnya memberikan keyakinan kepada investor untuk menanamkan modal, dimana faktor yang menjadi penghambatnya adalah belum terciptanya iklim investasi yang prospektif dan kondusif;

b. Masih minimnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan di daerah yang disebabkan oleh tingkat pendidikan sebagian besar masyarakat di Pedesaan yang rendah; c. Masih sulitnya ketersediaan lahan untuk pembangunan khususnya infrastruktur sarana

distribusi perdagangan yang disebabkan oleh belum adanya pemahaman sebagian besar masyarakat di Pedesaan akan pentingnya pembangunan sarana dan prasarana distribusi perdagangan yang representatif;

Kinerja pelayanan dinas yang ditetapkan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang diharapkan memberikan dampak terhadap pencapaian visi dan misi Kepala Daerah yaitu dalam mengemban misi :

1. Meningkatkan perekonomian daerah berbasis pertanian dan pariwisata, melalui program meningkatkan investasi dan perekonomian daerah berbasis pertanian dan pariwisata, memperkuat ketahanan pangan masyarakat, dan mengembangkan destinasi dan kegiatan pariwisata;

2. Meningkatkan pembangunan infrastruktur khususnya pedesaan, melalui program miningkatkan pembangunan infrastruktur khususnya pedesaan;

3. Meningkatkan tata kelola kepemerintahan daerah, melalui program meningkatkan good governance dan penguatan otonomi desa.

Memberikan pelayanan prima dalam memfasilitasi IKM dan Investor, mengembangkan pembinaan kemitraan dan pelatihan untuk Industri Kecil Menengah, serta membangun sistem informasi dan distribusi perdagangan untuk pengembangan potensi unggulan daerah merupakan pelayanan yang harus dilakukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang selama 5 (lima) tahun ke depan. Namun dalam

(40)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 18

pelaksanaan pelayanan ini masih dirasakan tantangan yang merupakan kendala dalam pengembangan pelayanan SKPD, yaitu berupa :

- Kondisi perekonomian nasional yang tidak menentu;

- Pemahaman pelaku usaha IKM akan pentingnya pelatihan untuk peningkatan keterampilan dalam proses produksi masih kurang, sehingga sulit menerima masukan dan inovasi yang bersifat membangun;

- Masih sulitnya pelaku usaha IKM untuk menggunakan peralatan modern dalam berproduksi, sebagian besar masih menggunakan cara tradisional yang sudah dilakukan turun temurun;

- Pengetahuan baik produsen maupun konsumen berkenaan dengan penggunaan bahan tambahan pangan, standardisasi produk dan masa kadaluwarsa masih kurang, sehingga masih ditemukan produk-produk yang tidak memenuhi persyaratan kelayakan untuk dikonsumsi;

- Respon masyarakat tentang kelengkapan kepemilikan perijinan usaha masih kurang; - Biaya operasional yang dimiliki oleh Dinas relatif kecil jika dibandingkan dengan

obyek yang harus dilayani yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Pandeglang;

Sedangkan peluang yang dimiliki oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar dalam pengembangan pelayanan SKPD di Kabupaten Pandeglang adalah sebagai berikut :

 Kabupaten Pandeglang memiliki sumber daya yang potensial untuk menumbuhkembangkan industri berbasis sumber daya alam;

 Letak Kabupaten Pandeglang yang sangat dapat mengakomodasi kepentingan daerah lain sehingga peluang kerja sama yang saling menguntungkan dapat terwujud;

 Jumlah penduduk yang besar disamping dapat merupakan modal bagi tumbuhnya industri (khususnya IKM) yang berbasis tenaga kerja, juga merupakan peluang bagi tumbuhnya sektor industri yang berbasis padat IPTEK dan daya kreatif;

 Perkembangan jumlah usaha dan nilai transaksi sektor perdagangan yang semakin meningkat memberikan kontribusi positif terhadap penciptaan tenaga kerja dan memperkuat jaringan sistem perdagangan serta pengembangan hukum perdagangan secara simultan;

(41)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 19

 Kesadaran pedagang dan pemahaman konsumen akan barang yang diperdagangkan cukup baik sehingga ketentuan dalam Undang-Undang No.8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dapat berjalan dengan baik;

 Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang (PERDA) No.10 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum, yang menjadi dasar Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar melakukan pemungutan retribusi salar pasar di Pasar Pemerintah sebagai salah satu kontribusi PAD Kabupaten Pandeglang;

 Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang (PERDA) No.11 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha, yang menjadi dasar Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar melakukan pemungutan sewa tanah dan Sewa Kios/Pasar Grosir/Pertokoan sebagai salah satu kontribusi PAD Kabupaten Pandeglang;

 Pemahaman pedagang akan hak dan kewajibannya dalam memenuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku cukup baik sehingga menjadi peluang dinas dalam memberikan/melaksanakan pelayanan;

 Masih ada bangunan kios/gudang yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perdagangan;

 Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai masih memungkinkan;  Koordinasi antara instansi masih mungkin dapat ditingkatkan.

Dinas perindustrian, Perdagangan dan pasar Kabupaten Pandeglang sebagai instansi pemerintah yang memiliki fungsi teknis dalam pembinaan di bidang perindustrian dan perdagangan memiliki peran strategis dalam pengembangan agroindustri untuk mendukung pariwisata dan pelayanan pengamanan perdagangan dalam mendukung penggunaan produk dalam negeri.

Wacana Provinsi Banten yang diwakili oleh Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu provinsi yang akan dijadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Pemerintah, merupakan issue yang sangat strategis untuk dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat sekitar pada khususnya dan masyarakat Pandeglang pada umumnya.

Dalam bidang perindustrian, hal-hal yang dapat dilakukan adalah :

a. Membentuk kelompok perajin baik dalam sentra maupun klaster industri yang bergerak di bidang kerajinan dan pengolahan makanan khas unggulan daerah Kabupaten

(42)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 20

Pandeglang, seperti: aneka kerajinan untuk cinderamata dan makanan olahan sebagai oleh-oleh khas Pandeglang;

b. Menyediakan tempat proses produksi untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara agar dapat melihat langsung pembuatan kerajinan atau pengolahan makanan sebagai wujud penerapan agroindustri dalam mendukung pariwisata.

Sedangkan dalam bidang perdagangan dan pasar hal yang dapat dilakukan adalah : a. Menyediakan sarana distribusi perdagangan yang representatif untuk menarik minat

pembeli dalam berbelanja produk hasil pertanian dan perikanan di Pasar Tradisional; b. Mengadakan pameran potensi daerah sebagai bentuk promosi produk unggulan daerah

Kabupaten Pandeglang sebagai daya tarik sektor pariwisata.

2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD

Seiring dengan pergantian kepemimpinan di Kabupaten Pandeglang untuk periode tahun 2011-2016 maka telah terjadi perubahan arah kebijakan dalam mencapai visi dan misi Kabupaten Pandeglang. Prioritas pembangunan dititikberatkan pada pengentasan kemiskinan dan ketertinggalan di daerah perdesaan melalui peningkatan perekonomian yang berbasis pada pertanian dan pariwisata serta pembangunan infrastruktur, khususnya di perdesaan.

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang sebagai dinas teknis yang mengemban visi dan misi Kepala Daerah dalam menentukan program dan kegiatan selalu mengacu pada Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (RKPD), baik untuk jangka panjang, menengah maupun pendek. Ada perbedaan dalam rumusan program dan kegiatan baru di dalam rancangan RKPD yang tidak terdapat pada hasil analisis kebutuhan SKPD yang telah disusun. Namun, perbedaan tersebut hanya sebatas nomenklatur nama program dan kegiatan tetapi secara substansi isinya telah termuat dalam rancangan RKPD yang disusun. Sebagai contoh berdasarkan hasil analisis kebutuhan SKPD untuk peningkatan pelayanan sarana distribusi bagi masyarakat diakomodir melalui Program Pengembangan dan Pembangunan Pasar berubah nama menjadi Program Penyediaan Peningkatan Sarana dan Prasarana Penunjang Perekonomian.

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Dalam penyusunan rencana kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014, program dan kegiatan yang diusulkan terlebih dahulu diawali dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD) baik dari kelompok masyarakat yang

(43)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 21

menjadi sasaran pelayanan Dinas maupun para pemangku kepentingan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tim Perumus SKPD. Usulan-usulan dari berbagai sumber kemudian diberikan prioritas sesuai dengan rencana pengembangan wilayah Kabupaten Pandeglang dan rencana strategis SKPD.

Kesesuaian dalam usulan yang diajukan tetap mengacu pada penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang yang mengemban tujuan diantaranya adalah menumbuhkan industri-industri potensial sebagai penggerak pembangunan pertanian terpadu di masa yang akan datang, menciptakan sistem logistik dan jaringan distribusi yang berkualitas serta meningkatkan fasilitas pelayanan perdagangan guna memperbaiki iklim usaha perdagangan dalam negeri.

Dalam mewujudkan Rencana Kinerja yang telah ditetapkan, kebijakan-kebijakan yang akan diambil Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang pada Tahun 2014 adalah :

1. Mengembangkan industri makanan olahan dan kerajinan yang merupakan produk unggulan daerah;

2. Melaksanakan pemantauan sembako dan pengawasan barang komoditi strategis serta berperan aktif dalam kegiatan pameran di lingkungan lokal, regional, dan nasional;

3. Membentuk jaringan klaster industri komoditi makanan olahan dan kerajinan yang memiliki keunggulan kompetitif;

4. Membentuk dan mengembangkan sentra-sentra industri usaha potensial;

5. Meningkatkan kemampuan teknologi industri dalam rangka standardisasi produk pada komoditi unggulan;

6. Membangun, menata dan memelihara sarana prasarana dan infrastruktur pasar daerah/tradisional khususnya di daerah-daerah tertinggal/terpencil menjadi pasar yang representatif.

Untuk lebih lebih rinci uraian indikator beserta target capaian setiap tahun sampai akhir periode RPJMD Kabupaten Pandeglang dapat dilihat dalam tabel 2.5.1 di bawah ini :

(44)

Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang Tahun 2014 22

Tabel 2.5.1

Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu Pada Tujuan dan Sasaran RPJMD

No Indikator

Kondisi Kinerja pada awal periode RPJMD

Target Capaian Setiap Tahun

Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD Tahun 0 2011 2012 2013 2014 2015 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1 Terlaksananya perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan 60% 16,67% 33,33% 50,00% 66,67% 83,33% 100% 100% 2 Meningkatnya efisiensi perdagangan dalam negeri 60% 16,67% 33,33% 50,00% 66,67% 83,33% 100% 100% 3 Terlaksanannya pengembangan data/informasi dan statistik daerah berupa database perusahaan IKM

15% 0% 0% 50% 50% 100% 100% 100%

4 Terlaksananya penelitian dan pengembangan informasi IPTEK dan Pembangunan yang berkaitan dengan informasi data perindustrian dan perdagangan terkini 15% 0% 0% 100% 100% 100% 100% 100%

5 Tersedianya sarana dan prasarana distribusi perdagangan yang representatif sebagai penunjang ekonomi yang memadai

80% 16,67% 33,33% 50,00% 66,67% 83,33% 100% 100%

Gambar

Tabel 2.1.1. Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja per Jenis Belanja Bersumber dari APBD Tahun 2012
Tabel 3.3.1 RENCANA KERJA

Referensi

Dokumen terkait

(Semoga apa yang kita lakukan berjalan lancar, semoga keselamatan melimputi semua makhluk di dunia. Semoga apa yang kita lakukan berjalan lancar, semoga keselamatan melimputi semua

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Tujuannya untuk memperoleh gambaran faktual mengenai model keterlibatan orangtua

The important thing about this competition is that the quality of geisha is maintained and even increased. This competition makes geisha become the exclusive entertainers now

Berdasarkan hasil pengujian toksisitas subakut tepung glukomanan selama 28 hari, didapatkan bahwa pada pemberian dosis 250 mg/kg BB tikus (setara dengan 2.43 g/60kg

U većini industrija se manja poslovanja suočavaju s određenim problemima koje postavlja natjecanje s velikim poduzećima, pa iznimka nisu ni mali hoteli. Prostor

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan perlu dilakukan pembinaan dan sosialisasi untuk keselamatan kerja terhadapsemua karyawan agar dapat meniadakan potensi yang

Universitas Negeri Semarang merupakan lembaga pendidikan tinggi negeri yang mempunyai jurusan pendidikan dan nonpendidikan, dimana jurusan kependidikan nantinya akan menjadi

Perlindungan hukum represif adalah perlindungan hukum kepada konsumen dalam hal penyelesaian sengketa berkaitan pencantuman klausula baku yang di cantumkan