• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lex Crimen Vol. IV/No. 4/Juni/2015. PENJATUHAN PIDANA BERDASARKAN DUA ALAT BUKTI DAN KEYAKINAN HAKIM 1 Oleh : Fransisco Jero Runturambi 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Lex Crimen Vol. IV/No. 4/Juni/2015. PENJATUHAN PIDANA BERDASARKAN DUA ALAT BUKTI DAN KEYAKINAN HAKIM 1 Oleh : Fransisco Jero Runturambi 2"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Bila dihubungkan dengan Pasal 185 ayat (1) KUHAP, maka semakin jelaslah batasan pengertian mengenai keterangan saksi sebagai alat bukti yang sah menurut

keyakinan dalam menjatuhkan sanksi pidana berdasarkan alat bukti yang cukup dalam tindak. pidana KDRT artinya penelitian ini mencakup penelitian terhadap identifikasi

2.   Adapun  faktor­faktor  yang  menentukan  bagi  hakim  untuk  menerima  alat  bukti  keterangan  terdakwa  dalam  kaitannya  dengan  penyelesaian  perkara 

pasal 1 angka 27 KUHAP adalah suatu alat bukti dalam perkara pidana yang berupa keterangan dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan

Apabila dilihat lebih jauh, sebenarnya proses penyiaran secara langsung proses persidangan perkara pidana pada tahapan pemeriksaan alat bukti keterangan saksi tidak sesui dengan

Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan saksi mahkota sebagai alat bukti dalam perkara pidana perlu ditinjau ulang kembali karena bertentangan dan

Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan saksi mahkota sebagai alat bukti dalam perkara pidana perlu ditinjau ulang kembali karena bertentangan dan

•· Selanjutn__ya Pasal I butir 27 KUHAP dijelaskan ketcrani8Jl saksi adalah salah satu bukti dalam perkara pidana yang berupa keterangan dari saksi mengenai suatu perisliwa pidana