• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Pendekatan dan Metode Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "A. Pendekatan dan Metode Penelitian"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

29 Henika Muslich, 2017

PENDEKATAN ETNOSAINS UNTUK OPTIMALISASI KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA DINI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III

METODELOGI PENELITIAN

A. Pendekatan dan Metode Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode deskriptif studi kasus. Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami (Cresswell, dalam Darmadi, 2013, hlm. 286).

Danim (2002, hlm. 41), berpendapat bahwa penelitian deskriptif (descriptive research) merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mendeskripiskan suatu situasi atau area populasi tertentu yang bersifat faktual secara sistematis dan akurat. Menurutnya, penelitian deskriptif juga dapat diartikan sebagai penelitian yang dimaksudkan untuk menjelaskan fenomena atau karakteristik individual, situasi atau kelompok tertentu secara akurat.

Menurut Dimyati (2013, hlm. 63), studi kasus yaitu penelitian yang dilakukan oleh peneliti secara kasusistik. Artinya, penelitian yang hanya mencurahkan perhatian terhadap kasus yang spesifik saja. Dilihat dari jumlah subjek yang diteliti studi kasus sangat terbatas, tetapi ditinjau dari sifat penelitiannya, kegiatan penelitian kasus lebih mendalam. Menurutnya juga (2013, hlm 65-66), studi kasus adalah suatu penelitian yang meneliti terhadap kasus per kasus.

B. Partisipan dan Tempat Penelitian

Partisipan pada penelitian ini adalah anak kelompok B1 TK Azzahroh Tahun Pelajaran 2016/2017 yang bejumlah 15 anak, terdiri dari

(2)

Henika Muslich, 2017

PENDEKATAN ETNOSAINS UNTUK OPTIMALISASI KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA DINI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

10 anak laki-laki dan 5 perempuan. Sedangkan penelitian ini bertempat di TK Azzahroh Serang yang beralamatkan di Jl. Ki Uju No.49 rt.03/03 Kaujon Kidul kota Serang, Provinsi Banten.

C. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yaitu sebagai berikut:

1. Wawancara

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/ kecil. (Sugiyono, 2014, hlm. 194).

Jenis wawancara yang digunakan pada penelitian ini yaitu wawancara tidak terstruktur, dimana dalam pelaksanaannya peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang tersusun sistematis dan lengkap, melainkan hanya menggunakan pedoman wawancara secara garis besarnya saja. Menurut Sugiyono (2014, hlm. 320), wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.

Sugiyono (2014. hlm. 320), juga mengungkapkan bahwa wawancara tidak terstruktur atau terbuka sering digunakan dalam penelitian pendahuluan atau malahan untuk penelitian yang lebih mendalam tentang subyek yang diteliti. Dalam hal ini untuk menggali informasi yang lebih dalam mengenai konsep diri anak usia dini dan kegiatan menggambar di TK Azzahroh kota Serang serta untuk mengetahui secara mendalam mengenai subjek penelitian atau partisipan, maka peneliti mewawancarai seorang guru kelompok B1.

(3)

Henika Muslich, 2017

PENDEKATAN ETNOSAINS UNTUK OPTIMALISASI KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA DINI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Adapun pedoman wawancara yang akan peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 3 1 Kisi-kisi Wawancara

No Narasumber Aspek Instrumen

Guru 1. Profil anak

a. Kemampuan akademik anak b. Kemampuan proses sains c. Kesulitan dalam mengoptimalkan kemampuan proses sains anak 2. Proses mengoptimalkan keterampilan proses sains anak a. Metode pembelajaran yang digunakan b. Bahan ajar yang

digunakan

c. Media pemebelajaran yang digunakan

3. Penanganan bagi

siswa yang mengalami

kesulitan dalam

mengoptimalkan keterampilan proses sains anak

4. ...

1. Pertanyaan profil anak

a. Bagaimana kemampuan anak dalam setiap mata pelajaran, apakah berada di atas rata-rata, pas rata atau dibawah rata-rata?

b. Bagaimana keterampilan proses sains anak usia dini, apakah mengalami kesulitan?

c. Kesulitan apa yang ditunjukan oleh siswa?

2. Pertanyaan proses

mengoptimalkan keterampilan proses sains anak ?

a. Metode pembelajaan apa saja yang selama ini digunakan? b. Bahan ajar apa saja yang selama

ini digunakan?

c. Media apa saja yang selama ini digunakan?

3. Apakah selama ini telah dilakukan upaya penanganan bagi anak yang mengalami kesulitan

dalam mengoptimalkan

keterampilan proses sains? Jika ada upaya apa yang telah dilakukan dan bagaimana? 4. ...

2. Anak 1. Pengalaman Anak

2. ...

1. Bagaimana perasaan setelah memainkan alat musik angklung? 2. ...

(4)

Henika Muslich, 2017

PENDEKATAN ETNOSAINS UNTUK OPTIMALISASI KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA DINI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Observasi adalah teknik pengamatan yang sistematis yang diikuti dengan teknik pencatatan yang sistematis juga untuk membantu perolehan data yang mendasari pernyataan spesifik dari individu atau kelompok yang tercermin melalui tingkah lakunya sehingga nantinya dapat dimaknakan (Kusdiyati & Fahmi, 2015, hlm. 4).

Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif, dimana peneliti berperan sebagai guru, sehingga dapat mengamati bagaimana konsep diri ataupun perilaku murid ketika dalam pembelajaran. Menurut Sugiyono (2014, hlm. 310), observasi partisipatif adalah ketika peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut merasakan suka dukanya. Sugiyono juga mengungkapkan bahwa dengan observasi partisipan ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang tampak.

Berikut ini format observasi yang gunakan dalam penelitian ini: Tabel 3 2

Format Observasi Lembar Observasi

Nama Anak : Nama Observer :

Aspek yang diamati : Keterampilan proses sains

No. Aspek Yang diamati Deskriptif

1.

Mengamati proses percobaan memainkan alat musik Angklung

(5)

Henika Muslich, 2017

PENDEKATAN ETNOSAINS UNTUK OPTIMALISASI KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA DINI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2.

Mengklasifikasikan bunyi alat musik Angklung berdasarkan ciri-ciri tertentu :

a. bunyi panjang b. bunyi pendek c. bunyi amat pendek

3.

Membuat hipotesis awal berdasarkan percobaan awal dalam memainkan alat musik Angklung

4.

Membuat kesimpulan sendiri dari percobaan memaikan alat musik Angklung

5.

Menceritakan hasil percobaan memainkan alat musik Angklung

Tabel 3 3

Format Observasi Keterampilan Proses Sains Anak Usia Dini

No Aspek Pengembangan Pembelajaran Berpendekatan Etnosains Deskriptif 1. Kegiatan Awal a. Mengindentifikasi budaya-budaya yang berkembang di masyarakat

b. Menyebutkan salah satu budaya yang ada di Indonesia yaitu budaya Jawa Barat

(6)

Henika Muslich, 2017

PENDEKATAN ETNOSAINS UNTUK OPTIMALISASI KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA DINI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Eksplorasi

1. Guru membagikan anak dalam beberapa kelompok sesuai dengan nomor yang ada di Angklung untuk melakukan percobaan dan pengamatan dalam memaikan alat musik Angklung

2. Guru memberikan kesempatan anak dalam melakukan percobaan dan pengamatan memaikan alat musik Angklung

3. Konfirmasi

1. Guru memberikan anak kesempatan untuk berkomentar dan berpendapat serta bertanya mengenai pengamatan dan perobaan alat musik Angklung

2. Guru memberikan konfirmasi terhadap hasil

percobaan dan

pengamatan memaikan alat musik Angklung 3. Elaborasi

a. Anak menceritakan kembali hasil melakukan

percobaan dan

pengamatan memainkan alat musik Angklung b. Guru memberikan

pertanyaan untuk mengetahui pemahaman anak dalam memaikan Alat Musik Angklung 4. Kegiatan Akhir

a. Guru bersama anak membuat kesimpulan tentang hasil kegiatan

(7)

Henika Muslich, 2017

PENDEKATAN ETNOSAINS UNTUK OPTIMALISASI KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA DINI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

melakukan percobaan memainkan alat musik angklung

3. Dokumentasi

Menurut Darmadi (2013, hlm. 290), dokumentasi merupakan sebagian besar data yang tersedia adalah bebentuk surat-surat, catatan harian, cenderamata, laporan, artefak, foto, dan sebagainya. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam. Secara detail bahan documenter terbagi beberapa macam, yaitu otobiografi, surat-surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, kliping, dokumen pemerintah atau swasta, data di server atau flash disk, data tersimpan di website, dan lain-lain.

Dokumentasi dalam penelitian ini berbentuk foto dan video. Pada video tersebut akan dilakukan transkrip atau pendeskripsian percakapan yang terjadi selama pengambilan video. Berikut ini format dari transkrip video tersebut:

Tabel 3 4 Format

Transkrip Video

Pada format di atas, kolom ‘waktu’ mendeskripsikan durasi setiap percakapan berlangsung. Kemudian pada kolom ‘Guru’ akan dideskripsikan ucapan atau perilaku guru selama waktu tertentu.

Waktu Percakapan Keterangan

(8)

Henika Muslich, 2017

PENDEKATAN ETNOSAINS UNTUK OPTIMALISASI KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA DINI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Sedangkan pada kolom ‘Anak’ akan dideskripsikan ucapan atau perilaku anak selama waktu tertentu. Dan pada kolom ‘Keterangan’ akan berisi penafsiran perkataan maupun perilaku selama percakapan berlangsung. Penafsiran tersebut dilakukan dengan berpedoman pada kakteristik keterampilan proses sains anak usia dini

D. Tahap pelaksanaan penelitian

Gambar 3 1

Tahapan Penelitian Studi Kasus

Mengacu pada pendapat Moleong (2008 : 127) tahap pelaksanaan penelitian secara umum terdiri atas tiga tahapan yaitu :

1. TahapPra-lapangan

Pada tahap pra lapangan, peneliti belum melakukan pengumpulan data seutuhnya. Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini adalah sebagai berikut :

a.Studi kepustakaan, bertujuan untuk bahan rujukan yang dijadikan dasar dalam menentukan fokuspenelitian.

b.Menyusun perizinan, bertujuan untuk diketahui oleh pihak-pihak yang berwenang memberikan izin dalam pelaksanaan penelitian. Surat perizinan dibuat oleh pihak kampus yang ditujuan kepada pihak yang terkait tempat penelitian berlangsung, dalam hal ini kepala sekolah TK Azzahroh.

c.Tahap orientasi, bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai fokus permasalahan dengan mengadakan observasi dan wawancara secara informal kepada pihak yang berkompeten yaitu guru- guru dan kepala sekolah TK Azzahroh. 2. Tahap PekerjaanLapangan

Tahap pekerjaan lapangan merupakan kegiatan peneliti yang Tahap Pra

Lapangan

Tahap Lapangan Teknik Analisis Data

(9)

Henika Muslich, 2017

PENDEKATAN ETNOSAINS UNTUK OPTIMALISASI KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA DINI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dilakukan langsung di tempat penelitian dalam rangka pengumpulan data melalui observasi non partisipatif, studi dokumentasi dan wawancara mendalam dengan kegiatan sebagai berikut :

a.Melakukan observasi partisipatif untuk memperoleh data mengenai pembelajaran proses sains dengan menggunakan pendekatan ethnosains anak usia dini 4-6 tahun di TK Azzahroh. b.Melakukan wawancara kepada guru TK Azzahroh mengenai

proses sains anak usia dini secara mendalam dan menyeluruh 3. Teknik analisis data

Analisis data yang dilakuka pada penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2012, hlm. 337) mengemukakan bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktifitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.

Gambar 3 2

(10)

Henika Muslich, 2017

PENDEKATAN ETNOSAINS UNTUK OPTIMALISASI KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA DINI

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Berikut ini beberapa penjelasan dari gambar di atas: a. Data Reduction (Reduksi Data)

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu (Sugiyono, 2014, hlm. 338). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa fungsi dari reduksi data adalah untuk memilah data-data pokok atau penting yang sebelumnya telah diperoleh peneliti melalui teknik observasi maupun wawancara.

b. Data Display (Penyajian Data)

Menurut Sugiyono (2014, hlm. 341), penyajian data pada penelitian kualitatif bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles and Huberman (Sugiyono, 2014, hlm, 341) menyatakan bahwa yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.

c. Conclution Drawing/ Verifikasi

Penarikan kesimpulan dan verifikasi merupakan langkah terakhir pada analisi data. Pada langkah ini, kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsistan saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel (Sugiyono, 2014, hlm. 345).

Gambar

Tabel 3 1  Kisi-kisi Wawancara  No  Narasumber  Aspek  Instrumen
Tabel 3 4  Format

Referensi

Dokumen terkait

Dalam tugas akhir ini penulis menganalisa perbandingan perencanaan pondasi tiang pancang menggunakan metode konvensional, statistik, dan probabilistik atau LRFD, dengan studi

Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) adalah lembaga yang Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) adalah lembaga yang dipilih penulis sebagai

Praktik dan kebijakan karyawan berkaitan dengan pekerjaan, orientasi, pelatihan, evaluasi, bimbingan, promosi, dan pemberian kompensasi, dan tindakan perbaikan. Sebagai contoh,

Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah

Kanker serviks atau sering disebut kanker mulut Rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita yang ditunjukkan dengan adanya

Sementara itu, komponen alir- an saluran adalah komponen aliran pengisi sungai bawah tanah dari akuifer yang mengalir melalui celahan pada batugamping yang berukuran 102 - 104

Berdasarkan hasil penelitian terhadap gambaran pengetahuan ibu menopause tentang gizi seimbang pada masa menopause di wilayah kerja Puskesmas Awang Besar Kecamatan Barabai

Berdasarkan dari uraian di atas penulis tertarik dalam penulisan ini dengan membahas masalah: “PERAN PEMBIAYAAN MUDHARABAH KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH BAGI