Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.1

1.1 Latar BelakangLatar Belakang

Kegiatan magang merupakan bagian dari mata kuliah yang harus ditempuh Kegiatan magang merupakan bagian dari mata kuliah yang harus ditempuh sebagai salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa dan mahasiswi Universitas sebagai salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadyah Prof. DR. HAMKA. Tujuan kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah Muhammadyah Prof. DR. HAMKA. Tujuan kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk pengaplikasian ilmu-ilmu secara teoritis yang telah didapat selama satu bentuk pengaplikasian ilmu-ilmu secara teoritis yang telah didapat selama  perkuliahan

 perkuliahan yang yang pengimplementasiannya pengimplementasiannya dilakukan dilakukan dalam dalam kegiatan kegiatan ini, ini, salah salah satusatu ilmu serta teori yang akan diaplikasikan di tempat magang adalah Menganalisis ilmu serta teori yang akan diaplikasikan di tempat magang adalah Menganalisis Sistem yang berjalan padaperusahaan/instansi pemerintah. Kegiatan ini pula dapat Sistem yang berjalan padaperusahaan/instansi pemerintah. Kegiatan ini pula dapat memupuk disiplin kerja dan profesionalisme dalam bekerja agar dapat mengenal memupuk disiplin kerja dan profesionalisme dalam bekerja agar dapat mengenal dunia atau lingkungan kerja yang akan bermanfaat bagi mahasiswa pada setelah dunia atau lingkungan kerja yang akan bermanfaat bagi mahasiswa pada setelah menyelesaikan perkuliahan. Selain itu, kegiatan magang ini juga penting untuk diikuti menyelesaikan perkuliahan. Selain itu, kegiatan magang ini juga penting untuk diikuti oleh mahasiswa mengingat kebutuhan saat ini bukan hanya sekedar ilmu - ilmu yang oleh mahasiswa mengingat kebutuhan saat ini bukan hanya sekedar ilmu - ilmu yang sifatnya teoritis, melainkan juga diperlukan suatu kegiatan yang dapat menambah sifatnya teoritis, melainkan juga diperlukan suatu kegiatan yang dapat menambah ilmu - ilmu yang telah dipelajari sebelumnya pada saat kegiatan perkuliahan, dan juga ilmu - ilmu yang telah dipelajari sebelumnya pada saat kegiatan perkuliahan, dan juga ilmu - ilmu yang didapat ketika melaksanakan kegiatan magang ini.

ilmu - ilmu yang didapat ketika melaksanakan kegiatan magang ini.

Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) adalah lembaga yang Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) adalah lembaga yang dipilih penulis sebagai pelaksanaan kegiatan magang, yang merupakan perusahaan dipilih penulis sebagai pelaksanaan kegiatan magang, yang merupakan perusahaan  percetakan

 percetakan di di Indonesia. Indonesia. Penulis Penulis memilih memilih Perum Perum Peruri Peruri karena karena penulis penulis inginingin mengetahui lebih banyak tentang system kerja yang dilakukan oleh Perum Peruri. mengetahui lebih banyak tentang system kerja yang dilakukan oleh Perum Peruri. Dalam hal ini penulis diberi kesempatan dan diberikan ilmu dengan diizinkan Dalam hal ini penulis diberi kesempatan dan diberikan ilmu dengan diizinkan melakukan kegiatan magang dibulan 1 Oktober 2013 s/d 30 November 2013 yang melakukan kegiatan magang dibulan 1 Oktober 2013 s/d 30 November 2013 yang mana penulis ditempatkan di Departemen Penjualan 1. Di dalam lingkup departermen mana penulis ditempatkan di Departemen Penjualan 1. Di dalam lingkup departermen

(2)
(3)

 penjualan

 penjualan 1 1 penulis penulis diberikan diberikan tugas tugas pengimputan pengimputan data data saluran saluran distribusi distribusi meteraimeterai PERUM PERURI.

PERUM PERURI.

Oleh karena itu, penulisan laporan Kuliah KerjaPraktik/Magang di salah satu Oleh karena itu, penulisan laporan Kuliah KerjaPraktik/Magang di salah satu  perusahaan

 perusahaan negri negri Indonesia Indonesia dengan dengan mengembil mengembil judul judul yaitu yaitu tentang tentang “ “ PelaksanaanPelaksanaan Pengimputan Saluran Diatribusi Meterai Perum Percetakan Uang Republik Pengimputan Saluran Diatribusi Meterai Perum Percetakan Uang Republik Indonesia”.

Indonesia”.

1.2

1.2 Tujuan dan Manfaat MagangTujuan dan Manfaat Magang

1.2.1 

1.2.1  TujuTuju an Man M agagangang

Adapun beberapa tujuan dari kegiatan magang yang penulis lakukan adalah: Adapun beberapa tujuan dari kegiatan magang yang penulis lakukan adalah: 1.

1. Memenuhi SKS mata kuliah magang sebagai salah satu syarat dalamMemenuhi SKS mata kuliah magang sebagai salah satu syarat dalam mendapatkan gelar Sarjanah Ekonomi di Universitas Muhammadiyah mendapatkan gelar Sarjanah Ekonomi di Universitas Muhammadiyah Prof. DR.HAMKA.

Prof. DR.HAMKA. 2.

2. Untuk mengetahui bagaimana cara Untuk mengetahui bagaimana cara mengimput data saluran distribusimengimput data saluran distribusi metrei.

metrei. 3.

3. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mahasiswa yang dimilikiUntuk mengetahui sejauh mana kemampuan mahasiswa yang dimiliki  pada saat melaksanakan suatu pekerjaan.

 pada saat melaksanakan suatu pekerjaan. 4.

4. Untuk Untuk mengetahui mengetahui bagaimana bagaimana menyelesaikan menyelesaikan permasalahan- permasalahan- permasalahan yang ada di perkantoran.

 permasalahan yang ada di perkantoran.

1.2.2

1.2.2 Manfaat MagangManfaat Magang

1)

1) Bagi PenulisBagi Penulis 1.

1. Untuk Untuk menambah menambah pengalaman pengalaman didunia didunia kerja kerja terutama terutama dibidangdibidang  pemasaran.

 pemasaran. 2.

2. Agar mahasiswa dapat membandingkan antara Teori yang didapatAgar mahasiswa dapat membandingkan antara Teori yang didapat selama pendidikan dengan praktek yang sebenarnya.

selama pendidikan dengan praktek yang sebenarnya. 3.

(4)

4.

4. Untuk menambah pengalaman kerja bagi mahasiswa selama mengikutiUntuk menambah pengalaman kerja bagi mahasiswa selama mengikuti  pendidkan dan magang di Instansi Pemerintah / Swasta lainnya.

 pendidkan dan magang di Instansi Pemerintah / Swasta lainnya. 5.

5. Sebagai sarana untuk mengembangkan potensi diri danSebagai sarana untuk mengembangkan potensi diri dan merealisasikannya dalam dunia kerja.

merealisasikannya dalam dunia kerja.

2)

2) Bagi PERUM PERURIBagi PERUM PERURI 1.

1. Dapat membantu mahasiswa magang menegmbangkan bakat diDapat membantu mahasiswa magang menegmbangkan bakat di  bidangnya dan memberikan kesempatan pengalaman bekerja.

 bidangnya dan memberikan kesempatan pengalaman bekerja. 2.

2. Dapat menumbuhkan kerjasama yang saling menuntungkan danDapat menumbuhkan kerjasama yang saling menuntungkan dan  bermanfaat

 bermanfaat bagi bagi Perum Perum Percetakan Percetakan Uang Uang Republik Republik Indonesia Indonesia dandan Universitas Muhammadyah Prof. DR. HAMKA.

Universitas Muhammadyah Prof. DR. HAMKA. 3.

3. Dapat memebantu meringankan kegiatan operasiaonal di lingkunganDapat memebantu meringankan kegiatan operasiaonal di lingkungan kerja Perum Peruri.

kerja Perum Peruri.

3)

3) Bagi Fakultas Ekonomi dan Bianis Universitas Muhammadyah Prof. DR.Bagi Fakultas Ekonomi dan Bianis Universitas Muhammadyah Prof. DR. HAMKA.

HAMKA. 1.

1. Meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan lulusan yang lebihMeningkatkan kemampuan untuk menghasilkan lulusan yang lebih  berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.  berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. 2.

2. Universitas dapat meningkatkan kualitas lulusannya melaluiUniversitas dapat meningkatkan kualitas lulusannya melalui  pengalaman magang.

 pengalaman magang. 3.

3. Universitas dapat meningkatkan kemampuan Mahasiswa dalamUniversitas dapat meningkatkan kemampuan Mahasiswa dalam mengikuti kegiatan magang.

mengikuti kegiatan magang.

1.3

1.3 Target MagangTarget Magang

Dalam setiap kegiatan magang tentu mempunyai tujuan dan target dalam Dalam setiap kegiatan magang tentu mempunyai tujuan dan target dalam melakukan kegiatan magang. Target magang yang ingin dicapai oleh penulis melakukan kegiatan magang. Target magang yang ingin dicapai oleh penulis adalah sebagai berikut:

adalah sebagai berikut: 1.

1. Untuk Untuk menambah menambah pengalaman pengalaman didunia didunia kerja kerja terutama terutama dibidangdibidang  pemasaran.

(5)

2. Dapat menciptakan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan suatu  pekerjaan.

3. Melatih mahasiswa agar berfikir secara nalar dan dapat mengambil kesimpulan sendiri dalam melaksanakan suatu pekerjaan.

1.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Adapun tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan magang yang penulis lakukan adalah :

Tempat Magang : PERUM PERCETAKAN UANG REPUBLIK INDONESIA Jl. Pelatehan No. 4 Blok K-V Kebayoran Baru Jakarta 12160 Telp : (021) 77395000 - Fax. (021) 7221567

(6)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Saluran Distribusi

2.1.1 Pengerti an Salu r an Di str ibu si

Dalam usaha meningkatkan penjualan, perusahaan menjalankan  berbagai kegiatan diantaranya : memperluas daerah pemasaran, meningkatkan kualitas produk, meningkatkan pelayanan atau servis yang diberikan, dsb. Disamping itu juga perusahaan berusaha meningkatkan penjualan dengan memperluas dan memperbanyak saluran distribusi, dimana saluran distribusi ini merupakan salah satu kekuatan perusahaan dalam memasarkan produk yang dihasilkan dengan harapan mencapai tingkat penjualan yang besar sehingga dapat memberikan berupaya agar penyaluran produk dapat secepatnya sampai ke tangan konsumen.

Menurut Philip Kotler (2007:122) “Saluran Distribusi adalah organisasi-organisasi yang saling tergantung yang tercakup dalam proses yang membuat produk atau jasa menjadi tersedia untuk digunakan atau dikonsumsi.”

Menurut Djaslim Saladin (2006:153) “Saluran Distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung yang terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu produk atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi.

Menurut Basu Swastha dan Irawan (2005:285) saluran distribusi adalah “Saluran distribusi adalah suatu jalur yang dilalui oleh arus barang-barang dari  produsen ke perantara dan akhirnya sampai pada konsumen.”

(7)

Dari definisi terebut diatas menurut Basu Swastha dan Irawan (2005:286) dapat diketahui adanya beberapa unsur penting yaitu :

a. Saluran distribusi merupakan sekelompok lembaga yang ada diberbagai lembaga yang mengadakan kerjasama untuk mencapai suatu tujuan.

 b. Karena anggota-anggota kelompok terdiri atas beberapa pedagang dan  beberapa agen, maka ada sebagian yang ikut memperoleh nama dan sebagian yang lain tidak. Tidak perlu bagi setiap saluran distribusi untuk menggunakan sebuah agen, tetapi pada prinsipnya setiap saluran distribusi harus memiliki seorang pedagang. Alasannya adalah bahwa hanya pedagang saja yang dianggap tepat sebagai pemilik untuk memindahkan barang. Dalam hal ini, distribusi fisik merupakan kegiatan penting.

c. Tujuan dari saluran distribusi adalah untuk mencapai pasar-pasar tertentu. Jadi pasar merupakan tujuan akhir dari kegiatan saluran distribusi.

d. Saluran distribusi melaksanakan dua kegiatan penting untuk mencapai tujuan, yaitu mengadakan penggolongan produk dan mendistribusikannya. Penggolongan produk menunjukan jumlah produk dari berbagai keperluan  produk yang dapat memberikan kepuasan kepada pasar. Jadi, barang

(mungkin juga jasa) merupakan bagian dari penggolongan produk.

Anggota saluran distribusi terdiri dari produsen, badan-badan usaha yang bergerak dalam usaha pendistribusian produk (middleman). Serta konsumen, saluran distribusi membantu memperlancar baik pergerakan fisik dar  produk maupun pergerakan hak milik dari produk tersebut.

(8)

2.1.2 Fu ngsi Salur an D istri busi

Suatu perusahaan didalam menentukan pemilihan saluran distribusi haruslah memakai fungsi-fungsi tertentu yang dapat memberikan adanya manfaat bagi perusahaan. Menurut Basu Swastha (2006:60) fungsi saluran distribusi dikelompokkan menjadi 3 golongan: “1) Fungsi pertukaran, 2) Fungsi  penyediaan fisik dan 3) Fungsi penunjang”.

Berikut akan diuraikan tentang fungsi saluran distrbusi di atas menurut Basu Swastha (2006:60):

1. Fungsi pertukaran

Beberapa fungsi pertukaran adalah: a. Pembelian

Fungsi pembelian merupakan usaha memilih barang-barang yang dibeli untuk dijual lagi atau digunakan sendiri dengan harga layanan dari  penjualan dan kualitas tertentu.

 b. Penjualan

Penjualan dilakukan oleh pedagang besar sebagai alat pemasaran bagi  produsennya, fungsi ini sangat penting karena bertujuan menjual barang

atau jasa yang diperlukan sebagai sumber pendapatan. c. Pengambilan resiko

Fungsi ini menghindari dan mengurangi resiko terhadap semua masalah dalam pemasaran, sehingga akan mengakibatkan fungsi lainnya.

2. Fungsi penyediaan fisik

Yaitu fungsi perpindahan barang-barang secara fisik dari produsen sampai ke konsumen termasuk didalamnya:

(9)

a. Fungsi pengumpulan

Sebagai alat penyaluran perantara melakukan fungsi pengumpulan  barang-barang dari beberapa sumber atau beberapa macam barang dari

sumber yang sama.

 b. Fungsi penyampaian

Fungsi ini menciptakan faedah atau kegunaan waktu karena melakukan  penyesuaian antara penawaran dan permintaan.

c. Fungsi pemilihan

Fungsi ini dilakukan oleh penyalur dengan cara menggolongkan, memeriksa dan menentukan jenis dan mutu dari barangnya, jenis barang konsumsi akan mempunyai saluran distribusi yang berbeda dengan  barang distribusi.

d. Fungsi pengangkutan

Pengangkutan merupakan fungsi pemindahan barang dari perusahaan sampai ke konsumen. Pengangkutan yang baik memungkinkan  perluasan pasar dan memungkinkan pula spesifikasi dalam industri yang

akan berkaitan dengan produksi secara besar-besaran.

3. Fungsi penunjang

Fungsi ini bersifat membantu untuk menunjang terlaksananya fungsi-fungsi yang lain.

a. Pelayanan sesudah pembelian

Untuk barang tahan lama seperti mobil, gergaji listrik dan sebagainya memerlukan perawatan atau jaminan setelah barang tersebut dibeli.

(10)

 b. Pembelanjaan

Untuk memiliki sebuah barang, apakah konsumen penyalur atau  produsen diperlukan sejumlah dana.

c. Penyebaran informasi

Dengan sejumlah informasi dapat diukur seberapa jauh kepentingan  pembeli, penjualan atau lembaga lainnya dalam saluran distribusi.

d. Koordinasi saluran

Koordinasi digunakan mengorganisir semua lembaga yang terlibat dengan saluran distribusi, fungsi koordinasi ini sangat berkaitan dengan fungsi penyebaran informasi dengan pengkoordinasian yang disertai  penyediaan informasi akan memudahkan untuk melaksanakan

mengembangkan pelaksanaan atau teknik dalam penyaluran.

2.1.3 Tingkat-Ti ngkat Salur an D istribusi

Saluran distribusi digambarkan oleh jumlah tingkat saluran yang terlibat. Tingkat saluran menurut Kotler dan Amstrong (2006:7) adalah: “Merupakan setiap lapisan perantara pemasaran yang melaksanakan semacam tugas dalam membawa produk dan kepemilikan lebih dekat kepada pembeli akhir”. Ada dua macam tingkat saluran yaitu:

1. Saluran pemasaran langsung

Yakni tidak mempunyai perantara. Saluran ini terdiri dari  perusahaan yang menjual langsung kepada konsumen.

2. Saluran pemasaran tidak langsung

Yakni terdiri dari satu tingkat perantara. Saluran ini terdiri dari  perusahaan yang menjual melalui perantara kepada konsumen.

(11)

2.1.4 Faktor-F aktor Salur an Di stri busi

Oleh karena saluran distribusi seharusnya ditentukan oleh pola  pembelian konsumen, sifat dan corak pasar merupakan faktor kunci yang mempengaruhi pemilihan saluran oleh pemimpin perusahaan. Faktor  – faktor  pertimbangan lain adalah produk yang bersangkutan, perantara dan perusahaan

itu sendiri. Pada dasarnya, pada waktu memilih saluran distribusi perusahaan harus berpedoman pada ukuran 3C yaitu channel control   (pengendalian saluran), market coverage (liputan pasar), dan cost  (biaya) yang cocok dengan taraf pelayanan pembeli.

Dalam rangka memilih saluran distribusi yang akan digunakan,  produsen harus mempertimbangkan berbagai faktor yang sangat berpengaruh dalam pemilihan saluran distribusi. Faktor  – faktor yang mempengaruhi  pemilihan saluran distribusi sebagai berikut :

1. Pertimbangan pasar

Mungkin hal yang paling jelas yang perlu dipertimbangkan adalah persoalan apakah dimaksudkan untuk pasar konsumen atau untuk pasar industrial. Jika dimaksudkan untuk para industrial, tentu saja pengecer tidak diikutkan dalam saluran distribusi. Dalam hal ini, variabel pasaran yang perlu dipertimbangkan adalah

a. Jumlah pelanggan potensial. Dengan adanya pelanggan potensial, yakni mungkin dapat menjadi pelanggan, dalam jumlah relatif sedikit, produsen industri dapat menggunakan tenaga penjualan sendiri untuk menjual langsung kepada konsumen atau pemakai industrial. Jika pelanggan  berjumlah banyak, produsen agaknya akan menggunakan jasa perantara.

Suatu hal yang sangat bertalian dengan hal ini adalah jumlah jenis industri yang berbeda –   beda yang menjadi pembeli produk produsen. Perusahaan

(12)

yang menjual perlengkapan dan peralatan pemboran kepada industri minyak, menjual langsung kepada pemakai. Sebaliknya, produsen kertas dan hasil kertas, banyak menggunakan jasa  –   jasa distributor industrial untuk dapat sampai pada industri pemakai yang begitu banyak ragamnya.

 b. Kondisi geografis pasaran. Penjualan langsung kepada industri tekstil atau  pakaian jadi dapat terlaksana oleh karena sebagian besar pembeli terpusat

dibeberapa daerah georafis saja. Penjual dapat mengadakan cabang  –  cabang penjualan dalam pasar –  pasar yang berpenduduk padat, akan tetapi dalam pasar yang penduduknya kurang padat, digunakan jasa perantara.

c. Besarnya pesanan. Seorang produsen hasil bahan makanan biasanya akan menjual langsung kepada rantai toko  –   toko bahan makanan karena  besarnya pesanan dan jumlah total transaksi telah membuat saluran ini secara ekonimis sangat menarik. Akan tetapi, agar mencapai toko  –   toko kecil produsen itu menggunakan jasa pedagang besar.

2. Pertimbangan produk.

a. Nilai satuan. Nilai satuan mempengaruhi jumlah dana yang tersedia untuk distribusi. Jadi, makin rendah nilai satuan, makin panjang pula saluran  –  saluran distribusi. Akan tetapi, jika produk dengan nilai rendah dijual dalam volume besar atau jika dijual bersama dengan barang jenis lain sebagai  pesanan total menjadi besar, maka saluran distribusi yang lebih pendek dapat

dipertanggung jawabkan secara ekonomis.

 b. Sifat cepat rusak. Produk yang secara fisik dapat cepat rusak, atau cepat ketinggalan mode harus segera disalurkan. Karena biasanya saluran distribusi  juga pendek.

(13)

c. Sifat teknik produk. Suatu produk industri yang bersifat teknis tinggi kebanyakan didistribusikan langsung kepada pemakai industri. Tenaga  penjualan produsen harus banyak menyediakan jasa penjual dan purna jual,

umumnya pedagang besar tidak dapat melakukan hal ini. Produk konsumen yang bersifat teknis tinggi merupakan suatu tantangan besar bagi usaha distribusi oleh produsennya. Biasanya, produsen tidak dapat menjual langsung kepada konsumen. Produsen berusaha sebanyak mungkin kepada pengecer, akan tetapi servis barang produk itu tetap merupakan masalah.

3. Pertimbangan perantara.

a. Jasa –  jasa disediakan oleh perantara. Setiap produsen hendaknya memilih  perantara yang mampu menyediakan jasa –   jasa pemasaran yang tidak dapat

disediakan oleh produsen atau tidak dapat disediakan secara ekonomis.

 b. Tersedianya perantara yang dikehendaki. Mungkin sekali perantara yang dikehendaki produsen tidak ada. Mereka mungkin sudah menjual produk  pesaing dan tidak ingin menambah jenis barang lain.

c. Sikap perantara terhadap kebijakan produsen. Kadangkala jumlah pilihan saluran distribusi terbatas bagi produsen. Oleh Karena kebijakan pemasaran tidak dapat diterima oleh golongan perantara tertentu. Pengecer atau pedagang  besar tertentu umpamanya bersedia menjual suatu produk hanya jika mereka

diberi hak jual tunggal ( Exclusive Franchice) dalam daerah mereka.

4. Pertimbangan perusahaan.

a. Sumber –  sumber dana keuangan. Suatu perusahaan yang kuat secara financial akan kurang membutuhkan perantara dibandingkan dengan perusahaan yang lemah keuangannya. Suatu usaha dengan cukup dana keuangan mengadakan tenaga penjualan sendiri, memberikan kredit atau menyimpan persediaan

(14)

merasakan keharusan menggunakan perantara yang menggunakan jasa –   jasa ini.

 b. Kemampuan manajemen pilihan. Saluran dipengaruhi pengalaman pemasaran dan kemampuan manajemen perusahaan. Banyak perusahaan yang tidak mempunyai pengetahuan pemasaran lebih suka menyerahkan tugas distribusi kepada perantara.

c. Keinginan hendak menguasai saluran. Produsen –  produsrn tertentu akan lebih  baik mengadakan saluran pendek. oleh karena mereka ingin menguasai atau

mengontrol distribusi produk mereka, sekalipun biaya saluran distribusi pendek itu lebih tinggi. Dengan cara mengendalikan saluran distribusi sendiri,  produsen dapat menjalankan promosi yang lebih giat dan lebih mampu untuk

menguasai segarnya barang dagangan serta penetapan harga eceran.

d. Jasa –  jasa yang disediakan oleh penjual. Seiring keputusan produsen mengenai saluran distribusi dipengaruhi oleh jasa  –   jasa pemasaran yang dapat mereka  berikan yang berkaitan dengan jasa  –   jasa atau servis yang diminta oleh  perantara. Umpamanya sering rantai toko  –   toko pengecer tidak akan menjajakan suatu produk jika belum ada kepastian akan lakunya barang sebagai hasil kampanye pengiklanan yang gigih oleh produsen.

Sedangkan menurut Kotler yang diterjemahkan oleh Djaslim Saladin (2003:157) bahwa faktor –  faktor yang mempengaruhi saluran distribusi adalah sebagai berikut :

1. Karakteristik produk

Produk yang tidak tahan lama haruslah memakai pemasaran langsung karena  bahaya yang timbul karena penundaaan penanganan yang berulang –   ulang.

(15)

Produk yang berukuran besar seperti materi  –   materi gedung atau minuman ringan butuh saluran yang dapat meminimalisasikan jarak pengapalan dan  jumlah penanganan ketika berpindah dari produsen ke konsumen. Produk yang tidak terstandarisasi seperti mesin yang khusus dibuat dan kertas  –   kertas cetakan bisnis yang khusus secara langsung dijual oleh tenaga penjual  perusahaan. Produk –  produk yang memerlukan instalansi dan pelayanan serta  perawatan biasanya dijual dan ditangani oleh perusahaan itu sendiri atau oleh  jaringan penyalur yang eksklusif. Produk –  produk yang mempunyai nilai unit

yang tinggi lebih sering dijual melalui organisasi penjualan perusahaan daripada melalui perantara.

2. Karakteristik perantara

Perancangan saluran menunjukkan kekuatan dan kelemahan berbagai jenis  perantara yang berbeda. Ketika menangani tugas tertentu misalnya, representative  produsen dapat berhubungan dengan pelanggan dengan biaya  per pelanggan lebih rendah karena total biaya dibagi kepada beberapa klien. Tetapi usaha  –   usaha penjualan akan kurang giat jika tenaga penjualan itu melakukan penjualan sendiri. Pada umumnya perantara pemasaran berbeda dalam sikap penanganan promosi, negoisasi, penyimpanan, kontak, dan kredit. 3. Karakteristik pesaing

Perancangan saluran pemasaran dipengaruhi oleh saluran pemasaran pesaing. Produsen dapat bersaing dengan toko –  toko yang sama yang menjual produk –   produk pesaing. Maka produsen menginginkan produk mereka dipamerkan  bertetangga dengan produk pesaing. Pada industri –  industri lainnya, produsen

dapat menginginkan menghindari saluran –  saluran pemasaran yang digunakan oleh pesaing.

(16)

4. Karakteristik perusahaan

Karakteristik perusahaan memcerminkan peranan penting dalam perancangan saluran. Saluran pemasaran perusahaan akan dipengaruhi oleh tujuan –  tujuan, sumber –  sumber, bauran produk, dan strategi pemasaran.

5. Karakteristik lingkungan

Apabila kondisi ekonomi lesu, produsen akan memindahkan barang –   barang ke pasaran dengan cara yang ekonomis. Ini berarti menggunakan saluran distribusi yang lebih pendek dan melepaskan pelayanan yang tidak perlu, menambah harga akhir dari barang  –   barang itu. Regulasi dan pembatasan hukum juga mempengaruhi saluran pemasaran. Hukum menganggap negatif terhadap pengaturan saluran pemasaran yang cenderung menciptakan suatu monopoli.

2.2 Distribusi Fisik

2.2.1 Pengerti an Di str ibu si F isik

Definisi distribusi fisik menurut Djaslim Saladin, (2006:168) yaitu : “Distribusi fisik adalah menyangkut perencanaan pelaksanaan dan pengawasan arus bahan dan produk akhir dan tempat asal ke tempat pemakai untuk memenuhi kebutuhan pelanggan agar memperoleh keuntungan”.

Sedangkan menurut David W. Cravens, (1996:30) Saluran distribusi fisik adalah memperlancar pendistribusian bahan-bahan pasokan, barang-barang dalam proses, dan memperlancar pendistribusian bahan-bahan pasokan, barang- barang dalam proses, dan produk-produk siap pakai. Keputusan untuk mengintegrasikan distribusi fisik dengan fungsi-fungsi saluran lainnya atau keputusan untuk mengelolanya secara terpisah adalah suatu persoalan yang

(17)

harus dipecahkan oleh setiap organisasi. Adakalanya setiap pendekatan mungkin cocok. Distribusi fisik merupakan suatu fungsi saluran kunci dan karenanya merupakan bagian penting dari strategi dan manajemen saluran. Manajemen perlu memilih strategi yang sesuai, dengan mempertimbangkan fungsi distribusi fisik dan kegiatan saluran penting lainnya.

2.2.2 Sif at Di stri busi F isik

Definisi distribusi fisik menurut Philip Kotler (1998:228) adalah distribusi fisik mencakup prencanaan, pelaksanaan dan pengawasan arus bahan dan produk final dari tempat asal ketempat pemakai untuk memenuhi kenutuhan pelanggan agar memperoleh keuntungan.

2.2.3 Tuj uan Di stri busi F isik

Distribusi fisik sebagai salah satu kegiatan marketing (Komaruddin Sastradipoera, (2003:161) mempunyai tujuan sebagai berikut :Pemberian  pelayanan kepada para konsumen sebaik dan senyaman mungkin.

1. Menghemat biaya keseluruhan untuk pemberian pelayanan hingga titik minimum yang mungkin.

2. Merealisasikan rencana laba dengan melaksanakan pelayanan kepada konsumen dan meminimalkan biaya.

2.2.3 Komponen Pokok Sistem D istri busi F isik

Keputusan-keputusan dalam distribusi fisik memungkinkan  perusahaan memperkuat posisinya dalam pasar dapat memuaskan pelanggan dan dapat menurunkan biaya usaha. Dalam usaha mencapai biaya distribusi yang minimal dan jumlah biaya yang beraneka ragam, serta jasa-jasa pada distribusi yang semakin meningkat, maka semakin dirasakan pentingnya

(18)

 peranan pelaksanaan komponen sistem distribusi fisik. Adapun ke empat komponen pokok sistem distribusi fisik menurut Djaslim Saladin, (2006:169) yang dilakukan oleh suatu perusahaan adalah :

1. Pengolahan pesanan (order processing )

Di dalam pengelolaan pesanan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

a. Kesiapan tenaga penjual untuk mengirimkan pesanan tepat pada waktunya.

 b. Kesiapan bagian gudang untuk menyiapkan dan mengepak barang yang sudah dipesan.

c. Biaya pengiriman seefisien mungkin. 2. Pergudangan (warehousing )

Masalah pergudangan menyangkut penyimpanan dan pengiriman barang. Oleh karena itu, perlu diperhatikan gudang penyimpanan dan gudang distribusi. Perusahaan perlu mempertimbangkan apakah menggunakan gudang sendiri atau gudang umum (disewa). Lokasi pergudangan juga mendapatkan perhatian, karena semuanya itu menyangkut tambahan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan. Gudang harus dapat menjamin keselamatan barang dari kerusakan dan kehilangan (pencurian).

3. Persediaan (inventory)

Persediaan barang berkaitan erat dengan jumlah pesanan yang akan dilayani. Perusahaan harus menjaga keseimbangan antara biaya pengelolaan pesanan dengan biaya pemilikan persediaan (termasuk biaya penyimpanan, biaya modal, pajak, asuransi). Pengelolaan persediaan bukan hanya persediaan  barang akhir untuk menghadapi jumlah pesanan, akan tetapi juga

(19)

4. Pengangkutan (transportation)

Masalah pengangkutan perusahaan perlu memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa hal, yaitu :

a. Kecepatan

Apakah barang tersebut harus segera dikirim atau tidak. Keterlambatan dalam pengiriman bisa membawa akibat fatal terhadap  pemesan atau pelanggan kita. Untuk itu perlu dijaga kesesuaian waktu  pengiriman dengan keinginan pemesan.

 b. Frekuensi

Apakah pengangkutan barang tersebut secara sekaligus atau bertahap.

c. Ketergantungan

Apakah pengangkutan barang tersebut secara sekaligus atau bertahap.

d. Kemampuan

Seberapa jauh kemampuan peralatan pengangkutan beserta  pegawainya untuk mengirimkan barang.

e. Ketersediaan

Sarana pengangkutan harus selalu siap untuk melaksanakan tugasnya dan sebaiknya jangan menunggu-nunggu sehingga membuat orang kecewa.

f. Biaya

Besar kecilnya tentu tergantung pada jenis sarana pengangkutan yang dipergunakan dan jumlah barang yang diangkut. Jika pemesan menginginkan cepat, tentu harus menggunakan angkutan dengan

(20)

BAB III

GAMBARAN UMUM INTUISI

3.1 Gambaran Umum Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI)

3.1.1. Sejar ah Umu m Peru m Percetakan U ang Republi k I ndonesia (PERU RI )

Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERUM PERURI) didirikan pada tahun 15 September 1971, merupakan gabungan dari dua perusahaan, yaitu PN. Pertjetakan Kebajoran dan PN. Artha Yasa sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 60 tahun 1971, selanjutnya diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor: 25 tahun 1982, kemudian diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 2000 dan disempurnakan untuk terakhir kalinya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2006.

Sebagai satu-satunya Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang Percetakan Uang di Indonesia, tugas utama PERUM PERURI adalah menyelenggarakan usaha mencetak uang rupiah Republik Indonesia (baik uang kertas maupun uang logam) untuk Bank Indonesia serta mencetak produk kertas berharga non uang sesuai pesanan perusahaan pemesan.

Perusahaan ini mulai berproduksi tanggal 20 Maret 1955. Pengelolaan  perusahaan berada ditangan suatu Direksi dengan pengawasan oleh Dewan Komiaris yang masing-masing diangkat dan diberhentikan oleh pemegang saham yaitu Pemerintah Republik Indonesia dan Johan Enschede.

1.) Atas kuasa dan perintah Dewan Menteri pada tanggal 11 januari 1958,  penguasa perang pusat dengan Surat Keputusannya Nomor Kpts/Peperpu/041958 tanggal 10 Januari 1958, menempatkan perjetakan

(21)

Kebajoran NV dibawah Penguasaan Pemerintah Republik Indonesia dengan nama P.T. PERJETAKAN KEBAJORAN.

2.) Setahun kemudian, berdasarkan undang-undang No. 86 tahun 1958 tentang Nasionalisasi Perusahaan milik Belanda, dan peraturan pemerintah  No. 51 tanggal 14 Oktober 1959, P.T. PERTJETAKAN KEBAJORAN dinasionalisasikan dan dinyatakn menjadi Perusahaan Percetakan Negara dengan tetap bernama P.T. PERTJETAKAN KEBAJORAN

Peraturan pemerintah ini berlaku surut sampai tanggal 1 Januari 1958, sedangkan Bank Indonesia diberi tugas untuk menjalankan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya sebagai pemegang sero tunggal atas nama Pemerintah. Pengengelolaan Perusahaan tetap berada ditangan Menteri Keuangan

Hal ini dikuatkan kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pertama No. 584/ MP/60 tanggal 28 Desember 1960.

3.) Dengan adanya susunan baru dan regrouping dari Kabinet Kerja, maka  berdasarkan surat keputusan dari Wakil Menteri Pertama Bidang Keungan  No. 1-1-27 tanggal 18 Juli 1962, terhtiung mulai tanggal 13 Juli 1962  pengelolaan Perusahaan dialihkan kepada Menteri Urusan Bank Sentral, dengan status dan nama Perusahaan yang sama, yaitu Perseroan Terbatas PERTJETAKAN KEBAJORAN

4.) Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 34 tahun 1963 tanggal 3 Juni 1963  pada tahun 1963 status Perusahaan diubh menjadi Perusahaan Negara

sebagaimana dimaksud oleh undang-Undang No. 19 Prp./1960 tahun 1960.

Dengan demikian maka nama Perusahaan Berubah menjadi PN PERTJETAKAN KEBAJORAN. Pengelolaan masih tetap dilakukan oleh

(22)

Direksi Bank Indonesia, dibantu oleh suatu Badan Pimpinan Harian (BPH) yang bertugas memimpin sehari-hari Perusahaan.

3.1.2 Visi dan M isi Per um Percetakan U ang Republi k I ndonesia

1. Visi 2008-2012

Perusahaan Berkelas dunia dibidang “intergrate security printing and s ystem” 2. Misi 2008-2012

Menghasilkan produk berkualitas dan bernilai security tinggi kebangaan Bangsa 3. Tata Nilai  Intergritas  Kualitas  Timework  Inovasi  Security

3.1.3 Kerj asama Ant ar Peru sahaan Perum Percetakan U ang Republi k I ndonesia (PERURI)

Sebagai perusahaan kontruksi Percetakan Uang di Indonesia Perum Peruri memiliki relasi Merger dengan beberapa perusahaan, antara lain :

1. PT. Kertas Padalarang (PTKP)

PT. Kertas Padalarang (PTKP) didirikan pada tanggal 22 Mei 1922 dengan nama NV Papier Fabriek Padalarang yang merupakan cabang dari

(23)

 NV. Papier Fabriek Nijmegen di negeri Belanda. Pabrik ini merupakan  pabrik kertas pertama di Indonesia.

Produk utama PTKP adalah kertas sekuritas. Dari tiga unit mesin yang dimilikinya, dua diantaranya merupakan mesin kertas sekuritas. Berbekal SK Mentri Keuangan No. S - 1334 / MK 013 / 1990 tanggal 30 Oktober 1990 yang menyatakan bahwa PTKP yang bersifat oligopoli mempunyai peluang untuk bersaing di tingkat dunia. Walaupun PTKP  belum memproduksi kertas uang, akan tetapi PTKP telah memiliki kewenangan dari pemerintah RI untuk dapat memproduksi kertas sekuritas dan kertas uang.

 VISI Menjadi sebuah perusahaan dengan bisnis utama manufaktur kertas sekuriti dan kertas khusus lainnya dengan kemampuan tumbuh secara kerkelanjutan.

 MISI Memproduksi kertas sekuriti dan kertas khusus lainnya pada ragam produk bernilai tinggi dengan kualitas produk dan layanan secara harga yang kompetitif.

(24)

3.2 Struktur Organisasi Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) DIVISI PENJUALAN DEPARTEMEN PENJUALAN - 2 DIREKTORAT PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN USAHA SEKSI PENUNJANG PENJUALAN (KEPALA SEKSI) DEPARTEMEN PENJUALAN - 1 Koordinator Kelompok – 2 (Setingkat Kasek) Koordinator Kelompok – 1 (Setingkat Kasek) Koordinator Kelompok DN (Setingkat Kasek) Koordinator Kelompok LN (Setingkat Kasek) Staf Penjualan Staf Penjualan Staf Penjualan Staf Penjualan Staf

Pengiriman dan Staf Perencanaan

(25)

3.3 Bisnis Utama Perum Percetakan Uang Republik Indonesia

Secara garis besar inilah produk utama yang dihasilkan oleh Perum Peruri : 1. Uang Kertas

Dalam percetakan uang kertas perum peruri menerapkan teknologi tetap dengan fitur sekuriti yang tinggi, dimulai dari desain, kertas, tinta maupun  proses cetakannya. Fitur sekuriti yang dikenal oleh masyarakat umum dan dapat dilihat dengan mata adalah penggunaan watermark, hasil cetak intaglio,  benang pengaman dan sekuriti.

Selain fitur-fitur sekuriti yang mudah dikenali oleh masyarakat umum tersebut  juga dikerapkan unsur pengaman tertentu yang hanya dapat diketahui oleh  petugas laboratorium atau forensik.

2. Logam Berharga

Ukuran pengamanan atau sekurit pada cetakan uang logam berbeda dengan uang kertas yang memiliki banyak fitur.

Aspek sekuriti percetakan uang logam pada prinsipnya lebih banyak ditentukan oleh kualitas bahan, kerumitan desain, dan ketajaman  percetakannya.

3. Produk securiti lainnya

Dokumen sekuriti kertas berharga non uang lainnya yang dicetak oleh perum  percetakan uang RI antara lain : perangko, tiket penerbangan nasional maupun manca negara, dan buku paspor negara-negara sahabat, soal-soal ujian dan ijazah pendidikan atau tanda kelulusan sebagai institusi pendidikan dalam negara, dokumen perbankan nasional maupun manca negara seperti cek, bilyet giro, cek perjalanan (travel cek).

(26)

4. Sertifikat Tanah

Sertifikat tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional sebagai tanda bukti kepemilikan dan hak seseorang atas tanah adalah salah satu dokumen negara yang vital. Atas dasar itulah Badan Pertanahan Nasional mempercayaka percetakan dokumen Sertifikat Tanah yang dicetak oleh perum  peruri mempunyai ciri khas yang lebih mengutamkan usnur pengamanan

(Sekurity Feature), sehingga dapat memperkecil resiko pemalsuan.

5. Paspor

Paspor Republik Indonesia sebagai salah satu dokumen sekuri negara yang  penting atau vital, selama ini digunakan sebagai bukti Kewarganegaraan Indonesia bagi pemiliknya dan berfungsi sebagai dokumen pendukung  perjalanan khususnya keluar Negeri atau antar Negara. Direktorat Jendral Imigrasi Republik Indonesia mempercayakan percetakan dan pembuatan Paspor Republik Indonesia kepada Perum Peruri, karena hasil produknya yang selalu mengutamakan unsur sekuriti. Kini Perum Peruri tidak hanya mencetak  pesanan paspor RI dari direktorat Jendral Imigrasi Indonesia saja, tetapi juga  pesanan Paspor dari Luar Negri

6. Meterai

Materai Republik Indonesuia sebagai salah satu dokumen sekuriti negara yang dipergunakan sebagai tanda keabsahan dan legalitas dokumen surat perjanjian dan penjualan dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Pajak Republik Indonesia dan pencetakannya dipercayakan kepada Perum Percetakan Uang RI. Kepercayaan yang diberikan kepada Perum Percetakan Uang RI, mengingat Produk dokumen sekuriti yang dicetak oleh Perum Peruri selama ini mengandung unsur-unsur sekuriti Feature, diantaranya penggunaan hologram sekuriti dan teknik cetak intaglio, sebagaimana yang terdapat pada uang kertas Republik Indonesia. Meterai yang dicetak oleh Perum Peruri atas pesanan dari

(27)

Direktorat Jendral Pajak Republik Indonesia saat ini bernilai Rp 3.000,- dan Rp 6.000,-.

7. Pita Cukai

Pita cukai yang Dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Bea dan Cukai merupakan  bukti pembayaran Cukai atas penjualan tembakau berbentuk rokok kretek dan cigarette. Produk yang oleh Direktorat Jendral Bea dan Cukai dipercayakan  pencetakannya ke Perum Peruri tersebut, memiliki unsur kesekuririt yang cukup handala dalam rangka meminimalkan pemalsuaan. Salah satunya adalah  pemberiaan hologram pada cetakan pita cukai. Pita cukai dicetak sesuai  pesanan dari Direktorat Jendral Bea dan Cukai, berdasarkan nilai pajak yang

(28)

BAB IV

HASIL MAGANG DAN PEMBAHASAN

4.1 kegiatan Harian Magang

Kegiatan yang dilakukan selama magang di Perum Peruri dan ditempatkan di divisi  pemasaran dari tangal 1 Oktober 2013-30 November 2013 antara lain yaitu :

1. Melakukan pengimputan data surat pengiriman pemesanan Meterai Perum Peruri

2. Melakukan pengarsipan file per periode Meterai 3. Melakukan pengimputan data pemesanan Meterai

 No Hari/Tanggal Kegiatan Absensi Paraf

1 Jumat, 20

September 2013

Wawancara dengan sub  bagian umum sekaligus meminta ijin melakukan magang 2 Selasa, 1 Oktober 2013 Langsung ditempatkan dibagian divisi  pemasaran Perkenalan dengan karyawan divisi  pemasaran

(29)

3 Rabu, 2 Oktober 2013

Menerima penjelasan mengenai jobdesk yang akan dikerjakan

4 Kamis, 3 Oktober 2013

Menyusun arsip kegiatan Perum Peruri periode 2008 5 Jumat, 4 Oktober 2013 Melakukan Pengimputan data Meterai 6 Senin, 7 Oktober 2013 Melakukan Fax 7 Selasa, 8 Oktober 2013 Melakukan pengarsipan file per periode Meterai

8 Rabu, 9 Oktober 2013

Melakukan pengimputan data pemesanan Meterai

9 Kamis, 10

Oktober 2013

Menyusun arsip kegiatan Perum Peruri periode 2009

10 Jumat, 11 Oktober 2013

Melakukan pengimputan data surat pengiriman  pemesanan Meterai

(30)

11 Senin, 14 Oktober 2013

Cuti Bersama

12 Selasa, 15

Oktober 2013

Libur Idul Adha

13 Rabu, 16 Oktober 2013 Melakukan Fax 14 Kamis, 17 Oktober 2013 Izin Sakit 15 Jumat, 18 Oktober 2013

Menyusun arsip kegiatan Perum Peruri periode 2010

16 Senin, 21 Oktober 2013

Melakukan pengimputan data surat pengiriman  pemesanan Meterai

Perum Peruri

17 Selasa. 22

Oktober 2013

Melakukan pengimputan data pemesanan Meterai

(31)

18 Rabu, 23 Oktober 2013

Melakukan pengarsipan file per periode Meterai

19 Kamis, 24

Oktober 2013

Menyusun arsip kegiatan Perum Peruri periode 2011

20 Jumat, 25 Oktober 2013

Melakukan pengimputan data surat pengiriman  pemesanan Meterai

Perum Peruri 21 Senin, 28 Oktober

2013

Melakukan Pengimputan data pengiriman Meterai

22 Selasa, 29

Oktober 2013

Melakukan pengarsipan data per periode Meterai

23 Rabu, 30 Oktober 2013

Menyusun arsip kegiatan Perum Peruri periode 2012

24 Kamis, 31

Oktober 2013

Melakukan pengimputan data surat pengiriman  pemesanan Meterai

(32)

25 Jumat, 1  November 2013

Melakukan Pengimputan data penerimaan Meterai

26 Senin, 4

 November 2013

Melakukan pengarsipan data per periode Meterai

27 Selasa, 5

 November 2013

Libur tanggal merah memperingati tahun baru Hijriah 1 Muharam

28 Rabu, 6

 November 2013

Melakukan pengimputan data surat pengiriman  pemesanan Meterai

Perum Peruri

29 Kamis, 7

 November 2013

Melakukan Pengimputan data penerimaan Meterai

30 Jumat, 8

 November 2013

Melakukan pengarsipan data per periode Meterai

31 Senin, 11

 November 2013

Menyusun arsip kegiatan Perum Peruri periode 2012

32 Selasa, 12

 November 2013

Melakukan pengimputan data surat pengiriman  pemesanan Meterai

Perum Peruri

(33)

 November 2013 data pengiriman Meterai

34 Kamis, 14

 November 2013

Melakukan pengarsipan data per periode Meterai

35 Jumat, 15

 November

Menyusun arsip kegiatan Perum Peruri periode 2013

36 Senin, 18

 November 2013

Melakukan pengimputan data surat pengiriman  pemesanan Meterai

Perum Peruri

37 Selasa, 19

 November 2013

Melakukan pengarsipan data per periode Meterai

38 Rabu, 20  November 2013 UTS 39 Kamis, 21  November 2013 UTS 40 Jumat, 22  November 2013 UTS 41 Senin, 25  November 2013 UTS 42 Selasa, 26  November 2013

Menyusun arsip kegiatan Perum Peruri periode 2013

(34)

43 Rabu, 27  November 2013

Melakukan pengarsipan data per periode Meterai

44 Kamis, 28

 November 2013

Melakukan pengarsipan data per periode Meterai

45 Jumat, 29

 November 2013

Penutupan magang di

Perum Peruri dan

 berpamitan kepada seluruh staff kantor

4.2 Penerapan Teori untuk kegiatan harian selama magang

4.2.1 M elaku kan pengim putan data sur at pengi ri man pemesanan M eterai Peru m Peruri

Prosedur pengimputan data meterai Perum Peruri dilakukan dengan syarat-syarat sebagai berikut :

1. Surat undangan Penunjukan langsung 2. Dokumen kualifikasi perum peruri 3. Evaluasi kualifikasi

4. Pembuktiaan kualifikasi

5. Surat pemberitahuan hasil kualifikasi 6. Surat penawaran harga perum peruri 7. Pembukaan dokumen penawaran 8. Evaluasi dokumen penawaran

9. Surat undangan klarifikasi dan negosiasi 10. Klarifikasi dan negosiasi

(35)

11. Hasil penunjukan langsung 12. Penetapan pemenang

13. Pengumuman pemenang

14. Laporan penyampaian BAHPL

15. Surat pemberitahuan pemenang barang dan jasa 16. Kontrak

17. Surat pesanan

Meterai yang di pesan berupa meterai 3.000 dan meterai 6.000.

4.2.2 M elaku kan pengarsipan f il e per peri ode M eter ai

Langkah cara melakukan pengarsipan data per periode pita cukai antara lain yaitu :

1. Menyusun menurut tahun 2. Menyusun menurut bulan 3. Menyusun menurut tanggal

(36)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang saya dapat ambil setelah mengerjakan kegiatan magang di Perum Percetakan Uang Republik Indonesia adalah :

1. Seluruh staf dan seksi-seksi bagian di Perum Percetakan Uang Republik Indonesia telah dengan sangat membantu saya melakukan kegiatan magang. 2. Perum Percetakan Uang Republik Indonesia telah melakukan kegiatan

 percetakan modern dengan menggunakan sistem sekuriti yang tinggi dan  perum peruri telah menciptakan produk-produk tertentu selain mencetak uang. 3. Kegiatan magang merupakan suatu pembelajaran bagi setiap mahasiswa untuk

 bisa belajar mandiri dalam melakukan setiap pekerjaan.

5.2 Saran

Saran yang dapat saya berikan bagi Perum Percetakan Uang Republik indonesia, adalah :

1. Demi meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggan hendaknya diterapkan kedisiplinan pada semua karyawan sehingga pelayanan dan kualitas kerja dapat lebih maksimal.

2. Spesialisasi jurusan yang jelas pada tiap program studi sehingga mahasiswa dapat menjadi dalam bidang tertentu yang nantinya akan sangat berguna  baginya kelak pada dunia kerja.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :