153
BAB IV PENUTUP
A. Simpulan
1. Prinsip Hukum Dan Perlindungan Hukum
Perdagangan Berjangka
Hukum dibentuk dengan tujuan menciptakan masyarakat serta penguasa yang hidup berdampingan dengan aman dan damai, dengan memperhatikan hak asasi manusia terpenuhi. Menurut teori yang dikemukakan Roscoe Pound hukum difungsikan sebagai alat untuk memperbaharui masyarakat, sehingga diharapkan hukum dapat merubah nilai sosial yang telah tumbuh di masyarakat.Seperti yang telah diketahui saat ini perkembangan masyarakat dalam memperoleh penghasilan semakin bervariasi, salah satu yang menjadi alternatif adalah perdagangan berjangka atau yang saat ini lebih
154
dikenal dengan istilah trading. Faktanya saat ini banyak pialang berjangka memberikan tawaran keuntungan yang akan didapatkan jika seseorang bergabung didalam perdagangan berjangka.
Perlindungan investor/ nasabah dalam perdagangan kontrak berjangka yang berada di dalam bursa berjangka menjadi salah satu yang menjadi perhatian besar bagi penulis. Di dalam undang-undang telah diatur terkait perlindungan awal yang harus dilakukan oleh pialang berjangka yaitu dengan memastikan latar belakang dari calon nasabahnya, memberikan info terkait risiko dari perdagangan berjangka, memberikan informasi terkait pialang berjangka kepada nasabah, sehingga nasabah dapat mengetahui jika memang pialang berjangka tersebut merupakan salah satu anggota dari bursa berjangka. Bursa berjangka menggunakan undang-undang 32 Tahun 1997 dan undang-undang 10 Tahun 2011 serta peraturan dibawahnya untuk menjadi landasan dalam melakukan
155
perlindungan terhadap nasabah. Sehingga segala transaksi kontrak berjangka yang dilakukan oleh pialang berjangka harus memiliki izin dan telah dilakukan pengujian sesuai dengan yang telah diatur didalam undang-undang. Kontrak berjangka harus ditransaksikan sesuai dengan rules yang telah ditentukan dan disepakati oleh bursa sebagai aturan dan tata cara bertransaksi.
Penyelenggaraan perdagangan kontrak berjangka yang hanya dilakukan melalui perusahaan berjangka, untuk meminimalisir terjadinya transaksi yang tidak memenuhi kualifikasi untuk melakukan transaksi. Bursa berjangka wajib untuk melakukan pengecekan kepada setiap pihak yang akan menjadi anggota bursa, seperti pialang berjangka berbentuk perseroan terbatas, menjadi anggota kliring berjangka, memiliki minimal modal yang disetor dan kewajiban pialang berjangka untuk melakukan pelaporan transaksi, dan memberikan fasilitas dan keteraturan transaksi.
156
2. Prospek Aturan Perlindungan Nasabah Kontrak
Berjangka
Hingga saat ini perlindungan investasi di dalam perdagangan berjangka komoditi diatur didalam peraturan perundang-undangan serta peraturan lain, yang harus dilaksanakan dengan baik oleh para pihak yang terlibat dalam perdagangan berjangka agar hak dari investor/
nasabah terpenuhi. Adanya peraturan serta sanksi yang akan dikenakan kepada pihak yang bertindak tidak sesuai dengan peran yang telah ditetapkan di dalam perdagangan kontrak berjangka, merupakan salah satu bentuk perlindungan dari perdagangan berjangka, disisi lain peraturan perdagangan berjangka ini masih memiliki kekurangan, dimana aturan yang ada saat ini belum
157
memiliki antisipasi terhadap situasi kedepan yang akan dihadapi.
Perlu adanya aturan yang menjelaskan secara detail minimum margin yang harus dimiliki nasabah saat memiliki transaksi terbuka (masih ada transaksi yang belum terlikuidasi), aturan terkait pengawasan dan kontrak baku serta adanya penambahan minimal modal untuk melakukan transaksi untuk menambah kekuatan margin pada transaksi yang dilakukan nasabah serta untuk menghindari adanya penutupan posisi transaksi nasabah dikarenakan adanya kekurangan margin, aturan yang jelas mengenai keharusan nasabah menggunakan broker dalam negeri serta aturan mengenai uji kelayakan broker dan pengetahuan broker diperketat, untuk mengurangi kemungkinan atau resiko terjadinya .
158
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka penulis memberikan saran sebagai berikut:
1. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi saran bagi Indonesia untuk memperbaharui peraturan perdagangan berjangka, sehingga perlindungan terhadap investor dan nasabah perdagangan berjangka terlihat secara nyata.
2. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi saran untuk Bursa berjangka untuk memperbaiki sistem yang ada di dalam pialang berjangka berjangka.
3. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi ide untuk penelitian selanjutnya.