RAJ, 3 (1) 2023: 45-57, http://journal.yrpipku.com/index.php/raj |
Copyright © 2019 THE AUTHOR(S). This article is distributed under a a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International license.
CAPITAL MARKET EFFICIENCY ANALYSIS ON IDX30 INDEX IN INDONESIA STOCK EXCHANGE
ANALISIS EFISIENSI PASAR MODAL PADA INDEKS IDX30 DI BURSA EFEK INDONESIA
Ayu Indah Sari
1Feby Yolanda
2Shabrina Ria Ardelilla
3Wardoyo Jati Waseso
4Universitas Muhammadiyah Riau1,2,3,4 [email protected]
ABSTRACT
This study aims to determine the Half-Strength Form of Capital Market Efficiency of the IDX30 stock index on the Indonesia Stock Exchange (IDX). This efficiency study includes responses to information circulating in the market. The sample involves companies listed on the Indonesia Stock Exchange and dividends distributed during December 2020 to November 2021. The analytical technique used is quantitative and applies the event study method. This research is divided into 2 periods, namely: the estimation period, which takes place 2 months before the event and the event period takes place on 21 days (10 days before the event, the day of the event, and 10 days after the event). The test results show that dividend announcements contain information for potential investors. This is indicated by a significant abnormal return on the day of the dividend announcement. In addition, it also shows that the IDX30 Stock Index on the Indonesia Stock Exchange is in a semi-strong form of efficiency, which is reflected in the absence of investors who earn abnormal returns consistently in the long term. It also means that the market reacts quickly to new information that is provided.
Keywords : capital market efficiency, abnormal return, IDX30 index and dividend announcement
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bentuk Setengah Kuat Efisiensi Pasar Modal indeks saham IDX30 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Studi efisiensi ini mencakup respon terhadap informasi yang beredar di pasar. Sampel melibatkan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan dividen yang dibagikan selama bulan Desember 2020 sampai November 2021. Teknik analisis yang digunakan adalah kuantitatif dan menerapkan metode event study. Penelitian ini dibagi menjadi 2 periode yaitu:
periode estimasi, yang berlangsung 2 bulan sebelum event dan periode event berlangsung di 21 hari (10 hari sebelum acara, hari acara, dan 10 hari setelah acara). Hasil tes menunjukkan bahwa pengumuman dividen memiliki kandungan informasi bagi calon investor. Ini ditunjukkan dengan abnormal return yang signifikan pada hari pengumuman dividen. Selain itu juga menunjukkan bahwa Indeks Saham IDX30 di Bursa Efek Indonesia berada pada bentuk setengah kuat efisiensi, yang dicerminkan dengan tidak adanya investor yang memperoleh abnormal return secara konsekuen dalam jangka panjang. Ini juga berarti bahwa pasar bereaksi cepat terhadap informasi baru yang diberikan.
Kata kunci: Efisiensi pasar modal, abnormal return, Indeks IDX30 dan Dividen Pengumuman 1. Pendahuluan
Investasi merupakan suatu bentuk pengelolaan modal yang dimiliki investor guna memberikan keuntungan di masa yang akan datang dengan cara menempatkan modal (dana) di saham, obligasi maupun reksa dana yang diperkirakan akan memberikan keuntungan bagi investor. Memperoleh keuntungan inilah yang merupakan perbedaan antara kegiatan investasi dengan kegiatan menabung untuk memberikan perlindungan dan rasa aman melalui tindakan berjaga-jaga dengan mencadangkan sejumlah danahal ini dikemukakan oleh Suroto (2015).
46
Ramadhan (2014) mengemukakan bahwa pasar modal menyediakan berbagai macam investasi dengan masing–masing tingkat risiko yang tentunya berbeda–beda. Tingkat risiko yang berbeda ini disebabkan karena adanya pengaruh dari faktor internal maupun faktor eksternal yang sedang dihadapi oleh pihak perusahaan.
Tingkat pengembalian dibedakan menjadi dua jenis diantaranya tingkat pengembalian aktual (realisasi) serta tingkat pengembalian harapan. Tingkat pengembalian aktual dapat diperoleh dengan menghitung data historis atau data yang sudah ada sebelumnya, sedangkan tingkat pengembalian harapan nantinya akan diperoleh pada masa yang akan datang. Investor mendapatkan tingkat pengembalian dengan berinvestasi pada saham, investor juga akan dihadapkan dengan ketidakpastian tingkat pengembalian yang akan diperoleh. Ketidakpastian inilah yang disebut dengan tingkat risiko yang akan dihadapi oleh para investor apabila melakukan investasi.Penanaman modal juga merupakan suatu bentuk pengelolaan modal yang dimiliki investor guna memberikan keuntungan di masa yang akan datang dengan cara menempatkan modal (dana) di saham, obligasi maupun reksa dana yang diperkirakan akan memberikan keuntungan bagi investor.
Menurut Weston & Copeland (2010) efisiensi dalam pasar saham menunjukkan secara tidak langsung bahwa seluruh informasi relevan yang tersedia tentang suatu saham langsung tercermin dalam harganya. Dengan kata lain, sebuah pasar yang efisien adalah pasar yang dimana harga surat berharga saat ini memberikan estimasi terbaik tentang nilainya yang sebenarnya. Tidaklah mungkin untuk secara sistematis memperoleh atau kehilangan profit yang abnormal dari perdagangan berdasarkan informasi yang dipublikasikan. Maka dari itu sebelum pasar modal IDX30 ini dapat berjalan dengan baik, perlu diketahui efisiensi pasar modal IDX30 tersebut sehingga harga pasar yang ada mencerminkan seluruh informasi yang ada atau sebaliknya.
Salah satu informasi yang penting dan ditunggu-ditunggu oleh para pelaku pasar adalah pengumuman pembagian dividen oleh perusahaan, sebab hal ini berhubungan secara langsung dengan pendapatan atau keuntungan yang akan didapatkan oleh investor atas investasi yang telah ditanamkan. Berdasarkan Dividend Signalling Theory, informasi yang terkandung dalam pengumuman dividen sanagat berarti bagi investor sehingga dapat mempengaruhi return saham. Miller & Rock (1985) menyatakan bahwa ketika terdapat asimetri informasi antara manajer dan investor, dividen akan memberikan informasi penting mengenai arus kas dan nilai perusahaan di masa depan. Hal tersebut menyebabkan investor kemudian bereaksi terhadap sinyal dividen. Setiap perubahan dividen yang diumumkan oleh perusahaan akan langsung diikuti oleh penyesuaian harga saham yang terjadi pada tanggal-tanggal disekitar pengumuman dividen (ex-dividend date).
Dari uraian diatas maka penulis meneliti Analisis Efisiensi Pasar Modal Pada Indeks IDX30 Di Bursa Efek Indoensia dengan tujuan untuk Mengukur kandungan informasi dalam pengumuman dividen yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang listing di IDX30 dan menganalisis efisiensi indeks saham IDX 30 di Bursa Efek Indonesia dalam bentuk setengah kuat.
2. Tinjauan Pustaka Pasar Modal
Indonesia Stock Exchange menyebutkan bahwa pasar modal atau capital market adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang, saham, reksa dana, dan instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.
47 Efisiensi Pasar Modal
Secara formal, pasar modal yang efisien didefinisikan sebagai pasar yang harga sekuritas-sekuritasnya telah mencerminkan semua informasi yang relevan (Husnan, 2009 : 260). Semakin cepat informasi baku tercermin dari harga sekuritas, semakin efisien pasar modal tersebut. Weston dan Copeland (1997 : 107) mendefinisikan pasar modal yang efisien sebagai berikut : “A security market is said to be efficient if the price instancously and fully refflects all relevant available information.” Sedangkan Fama (1970, dalam Jogiyanto, 2008 : 503) mendefinisikan pasar yang efisien adalah “suatu pasar sekuritas dikatakan efisien jika harga-harga sekuritas mencerminkan secara penuh informasi yang tersedia.”
Jadi, semua informasi yang diketahui bukan saja mengacu kepada informasi yang lalu, tetapi juga informasi saat ini yang diterima oleh orang umum (seperti laporan keuangan, dividen, dan pecahan saham).
Menurut Fahmi dan Yovi Lavianti Hadi (2009 : 83), bahwa syarat-syarat umum yang harus dipenuhi bagi terciptanya suatu pasar modal yang efisien adalah sebagai berikut:
a. Disclousure Disclousure adalah berbagai informasi pengetahuan dan perkiraan direfleksikan atau tergambarkan secara akurat dalam harga-harga pasar tersebut, dimana berbagai pihak mengetahui sebab musabab naik turunnya harga tersebut dari berbagai perolehan informasi baik dari sisi fundamental dan teknikal analisis. Dan data-data tersebut dapat diperoleh tanpa ada batas dan biaya dengan waktu yang cepat akurat serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
b. Pasar dalam keadaan seimbang Pasar berada dalam keadaan seimbang seperti usaha- usaha untuk memasukkan informasi baru. Dengan demikian, terserapnya informasi baru terebut ke pasaran akan menghasilkan nilai instrinsik saham. Kondisi pasar yang seimbang, memungkinkan terciptanya equilibrium pasar (EqP)
c. Kondisi pasar berlangsung secara bebas Kondisi pasar berlangsung secara bebas adalah dimana tidak ada seorangpun yang bisa mempengaruhi kondisi harga di pasar, berbagai pihak memperoleh informasi yang
Sedangkan Ahmad Rodomi dan Otherman Yong (2002) berpendapat ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk terciptanya pasar modal yang efisien sebagai berikut :
a. Harga saham harus bebas untuk turun dan naik. Hal ini berarti tidak ada seorang pun yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham.
b. Tidak ada monopoli dalam pasar. Hal ini berarti para investor bebas untuk masuk atau keluar dari pasar.
c. Harus ada syarat menghendaki perusahaan yang menyingkapkan informasi tentang dirinya. Peraturan harus diadakan supaya setiap perusahaan menyingkapkan informasi masing-masing kepada orang banyak.
d. Biaya untuk mendapatkan informasi adalah pada tahap minimum dan informasi itu harus diterima oleh investor pada waktu yang sama.
e. Informasi tersebut adalah dalam bentuk random dan tidak bergantung antara satu sama lain.
f. Investor-investor bertindak cepat terhadap informasi baru.
Berkaitan dengan semua informasi yang relevan. Fama (1970) mengklasifikasikan informasi menjadi tiga tipe, yaitu:
a. Perubahan harga di waktu lalu (past price changes)
b. Informasi yang tersedia kepada publik (public information) dan
c. Informasi tersedia baik kepada publik maupun tidak (public and private information).
48
Oleh karena itu, ada tiga bentuk pasar modal yang efisien, yaitu : a. Efisiensi bentuk yang lemah (weak form efficiency)
b. Efisiensi bentuk setengah kuat (semi strong form efficiency) dan c. Efisiensi bentuk kuat (strong form efficiency).
Pasar modal yang efisien dalam bentuk lemah (weak form) menyatakan bahwa keadaan dimana harga saham mencerminkan semua informasi yang ada pada catatan harga di waktu lalu. Dalam keadaan seperti ini, berarti tidak seorang investor pun mendapat keuntungan di atas normal (abnormal return), dengan mempelajari gerakan harga-harga sekuritas historis untuk memprediksi gerakan dan arah harga sekuritas pada periode yang akan datang. Karena gerakan harga sekuritas tersebut bersifat acak (random walk), sehingga sangat sulit memprediksi arah perubahan harga periode yang akan datang.
Pasar modal yang efisien dalam bentuk setengah kuat (semi strong form) menyatakan bahwa keadaan dimana harga-harga bukan hanya mencerminkan harga-harga di waktu yang lalu, tetapi semua informasi yang dipublikasikan. Informasi publik akan tercermin ke dalam harga saham secara cepat dan tidak bias. Hal ini berarti para investor tidak akan dapat memperoleh keuntungan di atas normal (abnormal return), dengan membeli saham atas adar suatu publikasi.
Pasar modal yang efisien dalam bentuk kuat (strong form) menyatakan bahwa semua informasi yang relevan yang tersedia tercermin dalam harga saham. Jadi, baik informasi yang telah dipublikasikan maupun yang belum dipublikasikan (private information) akan tercermin dalam harga saham. Dalam keadaan seperti ini tidak seorang investor pun dapat memperoleh abnormal return (excess return) dengan menggunakan informasi apapun.
Pengujian Terhadap Efisiensi Pasar Modal
a. Untuk menguji apakah pasar modal yang efisien dalam bentuk yang paling lemah, dipergunakan antara lain pengujian koefisien korelasi perubahan harga saham untuk time lag tertentu. Pasar modal efisien dalam bentuk lemah berarti perubahan harga saham di waktu yang lalu tidak bisa dipergunakan untuk memperkirakan perubahan harga di masa yang akan datang. Oleh karena itu, perlu diamati korelasi perubahan harga di waktu yang lalu dengan perubahan harga di masa yang akan datang. Apabila Pt adalah harga pada waktu t, maka perubahan harga tersebut akan sesuai dengan persamaan :
Parameter a menunjukkan perubahan harga yang tidak berkorelasi dengan perubahan di waktu lalu. Karena sebagian besar saham mempunyai tingkat keuntungan yang positif, maka a seharusnya positif. Parameter b menunjukkan hubungan antara perubahan harga di waktu yang lalu dengan perubahan harga di masa yang akan datang. Apabila T = 0, maka persamaan tersebut menunjukkan hubungan antara perubahan harga yang akan datang dengan perubahan harga yang terakhir. Apabila T = 1, maka ini berarti hubungan antara perubahan harga yang akan datang dengan perubahan harga dua periode sebelumnya. Sedangkan parameter e merupakan angka random, termasuk dalam variabilitas perubahan harga saat ini dan tidak berkorelasi dengan perubahan harga yang lalu. Diharapkan nilai b tidak berbeda dengan nol, yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara perubahan harga yang lalu dengan perubahan harga yang akan datang.
49
b. Pengujian tentang bentuk efisiensi setengah kuat ditujukan apakah harga benar-benar mencerminkan informasi yang dipublikasikan. Hipotesa yang dipergunakan adalah bahwa segera setelah suatu informasi menjadi milik publik, pemodal tidak bisa memperoleh abnormal returns. Abnormal returns adalah selisih antara tingkat keuntungan sebenarnya dengan tingkat keuntungan yang diharapkan. Tingkat keuntungan yang diharapkan dihasilkan dengan menggunakan model tertentu. Model yang paling sering dipergunakan adalah market model (atau single index model) dan Capital Asset Pricing Model (CAPM).
c. Pengujian tentang efisiensi bentuk kuat (strong firm) dilakukan terhadap hipotesa yang menyatakan bahwa harga saham tidak hanya mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan, tetapi juga informasi yang mungkin tidak diketahui umum. Beberapa kelompok mempunyai kemampuan untuk memperoleh informasi yang pihak umum tidak bisa memperolehnya. Demikian juga ada pihak-pihak yang menyatakan bahwa mereka bisa melakukan analisa fundamental sehingga bisa memperoleh informasi yang lebih dalam daripada apa yang dipublikasikan. Pengujian terhadap hipotesa ini dilakukan dengan cara menganalisa prestasi berbagai portofolio yang dikelola oleh kelompok-kelompok yang mungkin mempunyai informasi khusus. Berbagai portofolio yang dikelola secara profesional dicoba dianalisa prestasinya apakah bisa memberikan keuntungan yang lebih besar daripada pasar secara keseluruhan. Apabila hal ini berlangsung terus menerus, maka dikatakan bahwa pasar modal tidak dalam keadaan efisien. Portofolioportofolio yang dikelola secara profesional antara lain adalah mutual funds. Investor yang membeli mutual funds pada hakekatnya membeli beberapa jenis saham, karena setiap mutual funds mewakili jenis saham. Studi yang dilakukan oleh Irwin Frieud, et.al. (1958) terhadap 189 mutual funds selama periode Desember 1952 sampai dengan September 1958, menunjukkan bahwa rata-rata prestasi mutual funds tidaklah banyak berbeda dengan prestasi portofolio-portofolio yang tidak dikelola secara profesional dengan komposisi aktiva yang serupa. Tingkat keuntungan portofolio-portofolio yang tidak dikelola secara profesional diwakili oleh standard 2 Poor’s Indexes. Kira-kira setengah dari mutual funds tersebut berprestasi lebih baik, tetapi setengahnya lagi ternyata berprestasi lebih buruk daripada tingkat keuntungan standard 2 poor’s stocks. Tidak ada bukti bahwa mutual funds tersebut selalu baik daripada portofolio yang dikelola dengan tidak profesional.
Saham
Saham adalah sebuah bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan. Kata saham sendiri diambil dari bahasa Arab. Dalam literatur fikih, saham diambil dari istilah musahamah yang berasal dari kata sahm bentuk jamaknya ashum atau suhmah yang artinya bagian, bagian kepemilikan. Artinya pemilik saham adalah pemilik perusahaan.
Indeks IDX 30
Indeks saham adalah ukuran statistik yang mencerminkan keseluruhan pergerakan harga atas sekumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria dan metodologi tertentu serta dievaluasi secara berkala. Tujuan/manfaat dari indeks saham antara lain untuk mengukur sentimen pasar, IDX-30 adalah Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.
50 Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana, untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek dari pihak-pihak yang ingin memperdagangkan Efek tersebut. Bursa Efek Indonesia atau Indonesia Stock Exchange adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem juga sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka. PT BURSA EFEK INDONESIA (BEI) adalah Self Regulatory Organization (SRO) yang menyediakan infrastruktur untuk mendukung terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien serta mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memfokuskan pengembangan empat produk baru di tahun 2020.
Keempat produk itu adalah Exchange Traded Fund (ETF), Structured Warrant, IDX30 Futures, dan Single Stock Futures.
3. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitan event study. Menurut Jogiyanto (2008), Event study merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman dan dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi dari pengumuman tersebut. Event yang digunakan dalam penelitian adalah pengumuman dividen. yaitu melihat pergerakan harga saham pada hari-hari disekitar event. Event yang digunakan dalam penelitian adalah pengumuman dividen. Objek dari penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan Indeks IDX 30 di Bursa Efek Indonesia yang memenuhi syarat pengambilan sampel.
Cara pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode purpossive sampling, yaitu sampel yang diambil harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Emiten yang tercatat dalam perhitungan di IDX 30 selama periode pengamatan dari periode Desember 2020 sampai dengan November 2021
b. Emiten yang tepilih adalah emiten membagikan dividen pada periode pengamatan dari periode Desember 2020 sampai dengan November 2021
c. Data tanggal pengumuman dividen selama periode tersebut terpublikasikan di bursa atau media massa.
d. Emiten yang terpilih, memiliki kelengkapan data yang dibutuhkan untuk penelitian ini Populasi awal penelitian adalah seluruh saham yang tercatat listing IDX30 selama periode pengamatan yaitu sebanyak 30 emiten. Setelah dilakukan penarikan sampel berdasarkan kriteria yang telah ditentukan di atas, maka dipilihlah sebanyak 30 emiten yang akan menjadi sampel penelitian.
Beberapa tahap yang dilakukan untuk melakukan observasi dengan metode event study (Tandelilin, 2001) yaitu:
1.
Mengumpulkan Sampel2.
Menentukan tanggal ex-dividen setiap perusahaan sampel. Tanggal itu dijadikan sebagai event date3.
Menetapkan periode pengamatan. Karena perhitungan expected return dalam penlitian ini menggunakan motode Mean Adjusted Model. Brown dan Warner dalam Christian (2004) menyatakan Mean Adjusted Model, menganggap bahwa expected return bernilai konstan dan sama dengan rata-rata return realisasi sebelumnya selama periode estimasi. Dengan model rata-rata yang disesuaikan, return yang diharapkan dihitung dengan cara membagi return realisasi suatu perusahaan pada periode estimasi dengan lamanya periode estimasi. Periode estimasi dalam penelitian ini51
terdiri dari 2 bulan sebelum pengumuman dividen dan periode peristiwa (Event Period) yang terdiri dari 10 hari sebelum tanggal pengumuman dividen (t-10) dan 10 hari setelah tanggal pengumuman dividen (t+10). Sedangkan tanggal pengumuman dividen ditetapkan sebagai event date (t0).
4.
Menghitung actual return harian masingmasing saham selama periode pengamatan dengan menggunakan rumus (Christian ; 2004):Rit = Actual return / return realisasi saham i hari ke t Pit = Harga saham i hari ke t
Pit- = harga saham i hari ke t-1
5.
Menghitung Normal Return yang digunakan sebagai expected return dengan menggunakan rumus (Jogiyanto ; 2000):E(Ri,t) = Return Ekspektasi sekuritas ke-i pada periode estimasi ke-t Rij = Return Realisasi sekuritas ke-i pada periode estimasi ke-j T = Lamanya periode estimasi, yaitu dari t1 sampi dengan t2
6.
Menghitung abnormal return sahamARit = Rit – E(Rit) ARit = Abnormal return saham i hari ke t
Rit = Actual return / return realisasi saham i hari ke t E(Rit) = Expected return saham i hari ke t
7.
Menghitung rata-rata average abnomal return seluruh saham harian selama periode peristiwa dengan menggunakan rumus :AARt =Rata-rata abnormal return pada hari ke t ARit = Abnormal return saham i hari ke t
N = jumlah saham yang terpengaruh pengumuman
8.
Menghitung Cumulative Average Abnormal Return (CAAR) saham sebelum dan sesudah event dengan menggunakan rumus:CAAR = Cumulative Average Abnormal Return
52
Tabel 1. Tabel Perusahaan yang membagikan Dividen
No Kode Nama perusahaan Tanggal Ex-Dividen
1 ANTM PT Aneka Tambang Tbk 16 april 2021
2 BRPT PT Barito Pacific Tbk 19 mei 2021
3 INCO PT Vale Indonesia Tbk 10 mei 2021
4 INKP PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 6 september 2021
5 MDKA PT Merdeka Copper Gold Tbk 12 mei 2021
6 SMGR PT Semen Indonesia Tbk 8 april 2021
7 TINS PT Timah Tbk 4 april 2021
8 TKIM PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk 6 september 2021 9 CPIN PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk 4 agustus 2021
10 GGRM PT Gudang Garam Tbk 22 juli 2021
11 HMSP PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk 8 juni 2021 12 ICBP PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 7 september 2021 13 INDF PT Indofood Sukses Makmur Tbk 7 septemebr 2021 14 UNVR PT Unilever Indonesia Tbk 30 november 2021
15 ADRO PT Adaro Energy Tbk 30 desember 2021
16 PGAS PT Perusahaan Gas Negara Tbk 13 april 2021
17 PTBA PT Bukit Asam Tbk 14 april 2021
18 EXCL PT XL Axiata Tbk 4 mei 2021
19 TBIG PT Tower Bersama Infrastructure Tbk 13 april 2021
20 TLKM PT Telkom Indonesia Tbk 9 juni 2021
21 TOWR PT Sarana Menara Nusantara Tbk 16 desember 2021
22 KLBF PT Kalbe Farma Tbk 8 juni 2021
23 MIKA PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk 21 juni 2021
24 BBCA PT Bank Central Asia Tbk 19 november 2021
25 BBNI PT Bank Negara Indonesia Tbk 8 april 2021 26 BBRI PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 6 april 2021 27 BBTN PT Bank Tabungan Negara Tbk 8 juni 2021
28 BMRI PT Bank Mandiri Tbk 24 maret 2021
29 ASII PT Astra International Tbk 12 oktober 2021
30 UNTR PT United Tractor Tbk 11 oktober 2021
4. Hasil dan Pemabahasan
Tabel 2. Hasil Uji One Sample T Test AAR Harian
Test Value = 0
keterangan 95% Confidence Interval of the
Difference
t df
Sig. (2- tailed
Mean
Difference Lower Upper
T-10 .027 28 .978 .00016586 -.0122011 .0125328 Tidak Signifikan T-9 .823 28 .417 .00306172 -.0045558 .0106792 Tidak Signifikan
53
T-8 -2.251 28 .032 .00873414 -.0166811 -.0007872 signifikan T-7 1.251 28 .221 .00444138 -.0028284 .0117111 Tidak Signifikan T-6 .596 28 .556 .00194655 -.0047423 .0086354 Tidak Signifikan T-5 .405 28 .689 .00145552 -.0059148 .0088258 Tidak Signifikan T-4 .659 28 .515 .00201966 -.0042561 .0082954 Tidak Signifikan T-3 1.301 28 .204 .00539828 -.0031000 .0138966 Tidak Signifikan T-2 .017 28 .986 .00004690 -.0054932 .0055870 Tidak Signifikan T-1 -.260 28 .797 -.00093966 -.0083535 .0064742 Tidak Signifikan
Test Value = 0
keterangan
95% Confidence Interval of the
Difference
t df
Sig. (2- tailed
Mean
Difference Lower Upper
T0 .781 28 .422 .00320379 -.0052026 .0116102 Tidak Signifikan T1 -2.053 28 .005 -.01480690 -.0247414 -.0048724 signifikan T2 .810 28 .425 .00309793 -.0047282 .0109341 Tidak Signifikan T3 1.451 28 .158 .00496867 -.0020445 .0119825 Tidak Signifikan T4 -1.657 28 .109 -.00710069 -.0158806 .0016792 Tidak Signifikan T5 .502 28 .619 .00199103 -.0061254 .0101075 Tidak Signifikan T6 .916 28 .367 .00288793 -.0035695 .0093454 Tidak Signifikan T7 .878 28 .387 .00225138 -.0030019 .0075046 Tidak Signifikan T8 .268 28 .790 .00093966 -.0062306 .0081099 Tidak Signifikan T9 .867 28 .394 .00246966 -.0033681 .0083074 Tidak Signifikan T10 -.426 28 .673 -.00187931 -.0109124 .0071538 Tidak Signifikan
Berdasarkan Tabel di atas, dari 21 hari periode penelitian terlihat bahwa nilai Abnormal Return signifikan terjadi dua kali yaitu pada pada t-8 dan t+1. Hasil pengujian One Sampe t test pada periode t-8 menghasilkan nilai t sebesar -2.251 dengan tingkat signifikasi (2-tailed) sebesar .032. sedangkan pada periode t+1 menghasilkan nilai t sebesar -3.053 dengan tingkat signifikasi (2-tailed) sebesar .005 Oleh karena nilai Sign. (2-tailed) < α (5%) maka dengan demikian hipotesis alternatif diterima, yang berarti terjadi abnormal return yang signifikan pada periode tersebut.
Pengujiaan Paired Sample T Test ini dilakukan untuk melihat dampak yang ditimbulkan oleh suatu peristiwa dalam hal ini pengumuman dividen terhadap reaksi investor di pasar modal apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara pergerakan saham 10 hari sebelum pengumuman dividen dengan pergerakan saham 10 hari sesudah pengumuman dividen. Hasil pengujian paired sample t test CAAR sebelum dan sesudah pengumuman dividen dapat dilihat pada tabel berikut:
54
Tabel 3. Hasil Uji Beda CAAR Sebelum dan Sesudah Pengumuman Dividen Paired Differences
t Df
Sig. (2- tailed) Mean
Std.
Deviation
Std. Error Mean
95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper Pair
1
CAAR Sebelum – CAAR Sesudah
.01216500 .00412931 .00130580 .00921107 .01511893 9.316 9 .000
Dari Tabel 2 diatas menghasilkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0.000 < α (5%) maka dengan demikian hipotesis alternatif diterima yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara CAAR sebelum pengumuman dividen dengan CAAR sesudah pengumuman dividen.
Analisis Kandungan Informasi Pengumuman Dividen
Menurut Jogiyanto (2000) Jika pengumuman mengandung informasi, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya perubahan harga saham bersangkutan. Reaksi ini dapat diukur dengan menggunakan return sebagai nilai perubahan harga atau dengan menggunakan abnormal return.
Pada saat perusahaan mengumuman dividen, yang terjadi adalah investor akan segera menanggapi informasi tersebut dan kemudian akan melakukan analisa. Jika informasi tersebut dinilai mengandung informasi penting, maka akan diikuti oleh tindak lanjut dalam transaksi saham apakah pembelian maupun penjualan. Akan tetapi, jika investor menganggap pengumuman dividen yang dilakukan oleh perusahaan tidak mengandung informasi yang penting, maka investor tidak akan bereaksi dan tidak akan melakukan transaksi sehingga tidak akan terjadi abnormal return.
Hasil pengujian One Sample T Test memperlihatkan bahwa terjadi abnormal return yang signifikan sebanyak dua hari selama periode peristiwa, yaitu pada periode t-8 dan t+1. Adanya Abnormal return signifikan ini menandakan bahwa pada periode tersebut investor melakukan reaksi yang signifikan dalam menyikapi pengumuman dividen tersebut. Nilai abnormal return signifikan yang terjadi pada periode t-8 atau 8 hari sebelum pengumuman dividen dapat terjadi akibat adanya kebocoran informasi dari orang dalam terkait pengumuman dividen yang akan dilakukan oleh perusahaan sehingga menimbulkan reaksi yang pesimis dari investor.
Sikap pesimis tersebut terwujud dengan melakukan transaksi penjualan saham sehingga menyebabkan jatuhnya harga saham dan berimbas pada munculnya banormal return negatif.
Hasil pengujian One Sample t Test juga menunjukkan terjadi abnormal return yang signifikan pada periode t+1 atau satu hari setelah perusahaan melakukan pengumuman dividen. Nilai Abnormal Return yang negatif pada periode t+1 menunjukkan bahwa reaksi yang dilakukan pada saat periode t+1 adalah terjadi kepanikan pasar terhadap pengumuman dividen yang dilakukan oleh perusahaan satu hari sebelumnya. Sehingga banyak investor yang memilih untuk melepas saham pada periode tersebut.
Untuk memperkuat kesimpulan di atas, maka peneliti melanjutkan dengan melakukan pengujian perbedaan CAAR sebelum dan sesudah pengumuamn dividen dengan menggunakan
55
alat statistik Paired Sample t test. Uji beda terhadap CAAR ini dilakukan untuk mengetahui dampak suatu peristiwa secara umum terhadap pergerakan harga saham apakah bersifat signifikan atau tidak signifikan (samsul, 2002).
Dari hasil uji beda CAAR terlihat adanya nilai sign.(2-tailed) yang jauh lebih kecil dari α (0,05), yang berarti hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa Ada perbedaan abnormal return yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman dividen.
Kedua hasil pengujian ini mendukung penelitian yang dilakukan Asquith dan Mullins (1983) yang mendapatkan hasil bahwa pengumuamn pembayaran dividen meningkatkan kekayaan pemegang saham sebesar 3.7% selama 2 hari. Hasil ini menunjukkan bahwa dividen mengandung informasi.
Analisis Efisiensi Pasar Bentuk Setengah Kuat
Menurut Fama (1970) teori pasar yang efisien (Efficient Market Hypothesis) mengatakan bahwa pasar yang efisien merupakan pasar yang harga-harga sekuritasnya telah mencerminkan semua informasi dan telah terdistribusi secara penuh dan cepat kepada seluruh pelaku pasar (investor) sehingga seorang pelaku pasar akan sulit atau tidak dapat untuk memperoleh abnormal return. Kalaupun terjadi abnormal return, pasar akan dengan cepat menyerap informasi tersebut sehingga segera meresponnya dengan membentuk harga keseimbangan yang baru.
Kecepatan penyesuaian harga pada sampel perusahaan yang diteliti dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 1. Pergerakan Harian AAR Perusahaan Sampel
Selama 10 hari perdagangan sebelum event terlihat 8 hari perdagangan memiliki AAR posisitf sementara dua hari perdangan memiliki AAR negatif dimana salah satunya bersifat signifikan (t-8). Nilai signifikan pada periode t-8 ini disebabkan oleh terjadinya reaksi berlebih dari investor yang menerima sinyal ataupun isu yang dianggap bad news terkait pengumuman dividen yang akan dilakukan perusahaan.sehingga menyebabkan munculnya Abnormal Return negatif di periode tersebut.. Akan tetapi informasi ini tidak bertahan lama, sebab informasi tersebut langsung diserap dengan cepat oleh seluruh pelaku pasar yang kemudian melakukan analisa kembali sehingga menyebabkan harga segera beranjak ke titik keseimbangan yang baru. Hal ini terlihat dari tidak adanya abnormal return seignifikan yang muncul sampai dengan perusahaan melakukan pengumuman pembagian dividen.
Pada gambar 1, periode t0 adalah periode pada saat informasi didistribusikan (diumumkan) kepada publik. Satu hari setelah pengumuman dilakukan oleh perusahaan, harga saham mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh adanya respon negatif oleh sebagian besar investor terhadap pengumuman dividen yang dianggap sebagai bad news
56
terhadap prospek perusahaan kedepan. Akan tetapi, abnormal return yang diperoleh investor pada periode t+1 ternyata tidak diikuti pada hari-hari berikutnya. Hal ini disebabkan pada periode t+2 dan seterusnya, investor-investor yang ada di pasar saham IDX30 secara kolektif melakukan koreksi terhadap keputusannya sehingga harga saham kembali kepada titik kesimbangan bahkan cenderung naik hingga walaupun tidak signifikan.
Sesuai dengan konsep pasar modal efisien oleh Fama (1970), suatu pasar dikatakan efisien bila investor tidak mampu untuk mendapatkan abnormal return secara konsisten. Selain itu, pasar juga akan dengan cepat menyesuaikan harga saham ke titik keseimbangan yang baru sehingga abnormal return yang diperoleh akan terserap dengan cepat oleh pasar.
Ada beberapa alasan yang kemungkinan mendasari penyebaran informasi yang tidak simetris (t+1) menjadi informasi yang simetris dengan cepat di periode t+2 dan seterusnya.
Alasan yang pertama adalah pengumuman dividen, yang pada awalnya bersifat privat dimanfaatkan oleh pihak dalam untuk dijual kepada publik. Karena penyebaran informasi yang begitu cepat terjadi, pada akhirnya nilai dari informasi ini menjadi semakin kecil dengan makin banyaknya investor yang menggunakan informasi tersebut sehingga pasar perlahan mulai menemukan titik kesimbangannmya yang baru.
Alasan kedua yang kemungkinan menjadi penyebab abnormal return signifikan tidak berlanjut adalah, reaksi yang terjadi pada periode t+1 disebabkan oleh reaksi berlebihan oleh investor dalam menyikapi pengumuman dividen.
Alasan ketiga kemungkinan menyebabkan abnormal return signifikan tidak berlanjut adalah apa yagn disebut dengan teori ekspektasi rasional yang menjelaskan bahwa investor yang kebingungan karena tidak memiliki informasi, akan mencoba untuk mengikuti tren yang terjadi di pasar dan berharap mereka mengikuti kelompok investor yang memiliki informasi.
Dari ketiga alasan penyebab mengapa abnormal return tidak berlangsung secara konsisten, alasan kedua adalah alasan yang paling memungkinkan terjadi. Dimana terjadi kepanikan dari investor terhadap informasi yang beredar sehingga menyebabakan over reaksi. Jika analisis dilanjutkan dengan melakukan perhitungan Cumulative Average Abnormal Return (CAAR) yaitu menghitung akumulasi perolehan abnormal return harian baik sebelum pengumuman maupun sesudah pengumuman, maka akan terlihat jelas dan menguatkan kesimpulan bahwa abnormal return signifikan yang diperoleh sekelompok investor pada pada periode t-8 dan t+1 hanyalah sebuah over reaksi atau reaksi yang berlebih tentang prospek perusahaan kedepan. Setelah dilakukan analisa lebih lanjut serta semakin meratanya informasi yang diperoleh oleh seluruh investor maka, harga saham segera terkoreksi ke arah titik keseimbangan baru dan abnormal return yang terjadi dapat terserap.
Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Sularso (2002) dan Susanto (2004) serta memperkuat teori pasar modal efisien yang dikemukakan oleh Fama (1970) yang menyatakan bahwa pasar yang efisien adalah pasar yang hargaharga saham nya merefeksikan informasi yang telah terdistribusi secara sempurna kepada seluruh pelaku pasar dimana tidak ada investor yang dapat memperoleh Abnormal return signifikan secara konsisten dan dalam jangka waktu yang lama.
5. Penutup Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka kesimpulan penelitian ini sebagai berikut:
Pengumuman dividen dianggap memiliki kandungan informasi bagi investor dalam membuat keputusan investasi saham di pasar modal indeks IDX30. Hal ini ditunjukkan dengan adanya abnormal return yang signifikan sebanyak dua hari selama periode peristiwa (event period)
57
yaitu pada periode t-8 dan t+1 serta adanya perbedaan CAAR yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman dividen. Indeks IDX30 pada Bursa Efek Indonesia adalah pasar modal efisien dalam bentuk setengah kuat yang ditunjukkan oleh tidak adanya kelompok investor yang mampu memperoleh abnormal return signifikan secara konsisten dan dalam waktu yang lama.
Saran
1. Bagi kepentingan praktis
Untuk mendapatkan keuntungan atau menghindari kerugian dari berita yang beredar di pasar modal indeks IDX30, investor harus bereaksi secara cepat terhadap informasi baru khususnya pada corporate actions yang memiliki kandungan informasi seperti pengumuman pembagian dividen sebelum informasi tersebut terserap secara sempurna oleh pasar untuk membentuk harga keseimbangan yang baru.
2. Bagi pemerintah sebaiknya tetap menjaga dan terus memperbaiki regulasi-regulasi terkait pasar modalyang selama ini diterapkan guna tetap menjaga pasar modal dalam kondisi yang efisien.
3. Bagi kepentingan akademis dan penelitian selanjutnya
a. Untuk menambah bukti empiris terhadap efisisnsi pasar modal khususnya pasar modal indeks IDX30, hendaknya dilakukan pengujian efisiensi pasar modal untuk berbagai corporate actions yang dilakukan oleh perusahaan seperti pengumuman stock split ataupun merger serta peristiwaperistiwa eksternal seperti regulasi pemerintah maupun peristiwa ekonomi dunia yang berdampak global.
b. Melakukan pengujian efisien pasar modal yang berkaitan dengan anomali atau penyimpanganpenyimpangan yang biasanya terjadi di pasar modal seprti January effect ataupun pengaruh size effect.
Daftar Pustaka
Asquith, Paul and Mullins, David W. Jr. 1983. The Impact of Initiating Dividend Payments on Shareholder’s Wealth, The Journal of Business, Vol. 56 No. 1, Januari. 77-96
Brigham., Eugene, F., Daves, & Philip, F. 2010. Intermediate Financial Management. 10 th Edition. Thomson South Western
Djoko Susanto. 2004. Pengumuman Perselisihan Buruh dan Efisiensi Pasar Saham di Indonesia.
Jurnal Akuntansi dan Manajemen: Edisi Desember 2014
Elton, E.J., & Gruber, M.J. 1991. Modern Portofolio Theory and Investment Analysis, Jhon Wiley and Sons
Fama, Eugene, 1970, Efficient Markets: A review of Theory and Wmpirical Work, The Journal of Finance: Vol. 25, No. 2, 383 – 417
Ivan Christian K., 2004. Reaksi Investor Atas Pengumuman Dividenterhadap Abnormal Return Dan Volume Perdagangan Saham. Tesis. Bandung: Program Magister Manajemen Widyatama Bandung.
Jogiyanto, 2000, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi 2. Yogyakarta: Penerbit BPFE Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
Miller, M.k., and K. Rock. 1985. Dividen Policy Under Asymetric Information.The Journal of Finance: Vol. XI, No. 4, September. 1031 – 1051
Mohammad Samsul. 2006. Pasar Modal & Manajemen Portofolio. Jakarta: Penerbit Erlangga Rangkuti, Freddy. (2004). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, Jakarta: PT.
Gramedia.
Tandelilin, Eduardus. 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Edisi Pertama.
Yogyakarta: BPFE
Weston, J., Fred and Copeland, Thomas E., 2010. Manajemen Keuangan, Edisi Revisi Jilid 1.
Tangerang: Penerbit Bina Rupa Aksara