ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI …| 38
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI STUDI KASUS CAHYA SETYA TROPHY
Muchamad Afif Abdulloh1 (Teknik industri, Fakultas Teknik,
Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang) dan [email protected] . Nur Muflihah2 (Teknik industri, Fakultas, Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang) dan [email protected]
Minto3 (Program Studi, Fakultas, Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang) dan [email protected] Sulung Rahmawan Wira
Ghani4 (Program Studi, Fakultas, Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang) dan [email protected]
Abstract
Cahya setya trophy is a small manufacturing industry that produces trophies, vandels, acrylics, etc. In this small industry in the warehouse, there is still a lack of awareness to use personal protective equipment and a work method that can cause Musculosketal disorders. This study aims to analyze K3 from the Cahya setya trophy warehouse using observation methods, Nordic Body Map, RULA and REBA. The observation method was used for the initial step of the study and the Nordic Body Map was used to find a sample as a research from the RULA, REBA method. The results of work safety observations found that the dangerous action if not wearing shoes was the worst possibility that it could cause the employee's feet to bruise, and not using gloves was the worst possibility that the hands could be scratched. The results of the occupational health analysis using the REBA method, the bent position got a final score of 8, the duct tape process squat position got 9 scores, both positions had an action level of 3, and the packaging squat position got a score of 12 with an action level of 4, which means there is a very high risk and this position is very dangerous, then change action is needed, The results of the RULA method in the packaging squat position, the duct tape squat got a score of 6 which had an action level of 3 and the bent position got a score of 7 which had an action level of 4.From the results of these calculations, all work methods require action to change work methods, if changes in work methods are not immediately carried out, it can trigger Musculosketal disorders and lack of comforted at work.
Published By:
Program Study Teknik Industri Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.
Website:
http://ejournal.unhasy.ac.id/index.php/in vantri
Email:
[email protected] Phone :
(0321) 861719 Map & Adreess :
Tebuireng, Jl. Irian Jaya No.55, Cukir, Kec.
Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61471
Keywords: K3, Ergonomics, RULA, REBA, MSDs.
DOI : https://doi.org/10.33752/invantri.v2i2.3741
Article History, Submit : 20 Desember 2022
Received in from: 20 Desember 2022 Accepted : 17 Februari 2023 Available online: 27 Februari 2022
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI …| 39
Abstrak
Cahya setya trophy adalah home industri manufaktur yang memproduksi piala, vandel, akrilik, dll.
Pada home industri ini di bagian gudang masih ditemui kurangnya keperdulian untuk menggunakan alat pelindung diri dan suatu metode kerja yang bisa menyebaban terjadinya penyakit Musculosketal disorders. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa K3 dari gudang Cahya setya trophy menggunakan metode observasi, Nordic Body Map, RULA dan REBA. Metode obserfasi digunakn untuk langkah awal penelitian dan Nordic Body Map digunakan untuk mencari satu sampel sebagai penelitian dari metode RULA, REBA. Hasil observasi keselamatan kerja di temukan tindakan berbahaya tidak menggunakan sepatu kemungkinan terburuk bisa menyebabkan kaki karyawan memar, dan tidak menggunakan sarung tangan kemungkinan terburuk tangan bisa tergores kater. Hasil dari analisa kesehatan kerja dengan menggunakan metode REBA posisi membungkuk medapatkan final skor 8, posisi jongkok proses lakban mendapatkan 9 skor kedua posisi tersebut memiliki tingkat tindakan 3, dan posisi jongkok pengemasan mendapat skor 12 dengan tingkat tindakan 4 yang artinya mendapat risiko sangat tinggi posisi ini sangat berbahaya maka diperlukan tindakan perubahan, Hasil dari metode RULA posisi jongkok pengemasan, jongkok lakban mendapat skor 6 memiliki tingkat tindakan 3 dan posisi membungkuk mendapatkan skor 7 yang memiliki tingkat tindakan 4. Dari hasil perhitungan tersebut semua metode kerja memerlukan tindakan perubahan metode kerja apabila tidak segera dilakukan perubahan metode kerja bisa memicu terjadinya penyakit Musculosketal disorders dan kurangnya kenyamanan pada saat pekerjaan berlangsung.
Kata Kunci: K3, Ergonomi, RULA, REBA, MSDs PENDAHULUAN
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengatakan yang bersumber dari data BPJS Ketenagakerjaan, pada tahun 2019 terdapat sebanyak 182.000 kasus kecelakaan kerja di Indonesia dan selama tahun 2020 terdapat sebanyak 225.000 kasus kecelakaan kerja dan 53 kasus penyakit akibat kerja. Kemudian, sepanjang tahun 2021 januari sampai september masih ada 82.000 masalah kecelakaan kerja &
179 masalah penyakit dampak kerja.
Dalam upaya hukum formal, undang- undang pemerintah tentang kesehatan dan keselamatan pekerja dikenakan pada pengusaha atau perusahaan ketika pekerja diberi wewenang untuk bekerja. Undang- Undang yang dibuat oleh pemerintah untuk melindungi pekerja dari pengusaha atau bisnis yang tidak melaksanakan program K3 dengan
benar, misalnya : UU No. 14 tahun 1969 dan UU No. 1 tahun 1970 dan aturan tambahan lainnya.
Ketentuan ini, khususnya pasal 9 dan 10 menyatakan bahwa dalam beberapa hal, semua pekerja dilindungi oleh keselamatan, kesehatan, moralitas, penghormatan terhadap moralitas manusia, dan perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan agama.
Fungsi pemeliharaan adalah untuk mempertahankan apa yang sudah terbentuk yaitu tenaga kerja yang pendek, semangat dan timbul kegairahan kerja. Fitur ini berfokus pada pemeliharaan fisik dan mental karyawan yang mengacu keselamatan dan kesehatan kerja karyawan. Pekerja dengan tingkat keterampilan yang berbeda dan kurangnya minat terhadap keselamatan, kesehatan kerja atau K3 karena kurangnya motivasi untuk melakukan pekerjaan dengan baik (Yovi, dikutip dalam Muhamad Fahariman Yudiardi, Mohammad
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI …| 40
Imron 2021). Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hak dasar bagi tenaga kerja dimana salah satu tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja ( Prabowo dikutip dalam Ade Dwi Putra, Elvi Syamsuir, and Fatma Ira Wahyuni 2021).
Keselamatan kerja ialah situasi di lokasi kerja maupun di sekitar lokasi kerja yang menjamin keselamatan maksimum bagi orang - orang yang ada di wilayah atau di lokasi, baik mereka karyawan atau bukan karyawan.
Maksud dari kesehatan kerja yaitu
“upaya dan kondisi yang memungkinkan seseorang untuk mempertahankan status kesehatannya di tempat kerja”.
Ergonomi yaitu penerapan ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi sebagai penyelaraskan atau mengimbangkan antara semua fasilitas yang dipergunakan untuk aktivitas dan istirahat, dengan kapasitas manusia dan keterbatasan fisik dan mental untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan (Tarwaka et al, dikutip dalam Muhamad Fahariman Yudiardi, Mohammad Imron 2021).
Cahaya setya trophy adalah home industri manufaktur yang memproduksi piala, vandel, akrilik, dll. cahaya setya trophy mempunyai banyak karyawan yang pekerjaannya ada yang di kerjaan secara manual dan ada yang secara elektrikal. Cahaya setya trophy yang beralamatkan jalan Halmahera 1 nomor 10A kelurahan kaliwungu kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.
Pada home industri Cahaya setya trophy pada bagian gudang masih ditemui kurangnya keperdulian untuk menggunakan alat pelindung diri dan suatu metode kerja yang bisa menyebaban terjadinya penyakit akibat pekerjaan yang mempengaruhi kesehatan kerja.
Cahaya setya trophy akan di lakukan penelitian mengenai keselamatan dan kesehatan kerja
dengan menggunakan metode rapid upper limb assessment (RULA) dan Rapid Entrie Body Assessment ( REBA) guna untuk memperbaiki sistem gerak pada postur tubuh ketika bekerja, sehingga bisa menimbulkan kenyamanan, keamanan serta kesehatan bagi para pekerja dan menggunakan pengukuran ini juga bisa terhindarnya dari penyakit Musculoskeletal Disorders yang merupakan penyakit pada otot skeletal yang di sebabkan oleh otot yang menerima beban statistik secara berulang dan terus menerus dalam kurun waktu yang lama dan bisa juga disebabkan ketidak ergonomisan ketika bekerja
Musculoskeletal disorders “merupakan kerusakan atau gangguan dari fungsi ligament, sendi, otot, tendon, saraf dan tulang belakang”(Istighfaniar & Mulyono, dikutip dalam Fikrihadi Kurnia & Mohammad Sobirin 2020).
METODE A. Observasi
Observasi dilaksanakan karena untuk memperoleh gambaran nyata dari suatu pristiwa maupun kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian menurut (Minto 2019)
B. Nordic Body Map
Penelitian ini menggunakan nordic body map yaitu kuesioner yang dilengkapi dengan peta tubuh untuk menilai nyeri tubuh dan untuk menilai tingkat keparahan terjadinya gangguan atau cedera muskuloskeletal, meskipun kuesioner ini bersifat subjektif tetpi sudah tersetandarisasi valit (Santoso et al dikutip dalam Nur Fadilah Dewi 2020) . Jumlah sampel menggunakan menggunakan sampling jenuh. Sampling jenuh ialah teknik pengambilan sampel apabila semua anggota populasi diambil sampel dikarenakan jumplah populasi kecil atau
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI …| 41
kurang dari 30 (Sugiyono dikutip dalam Sisca Eka Fitria 2019).
Setelah diperoleh data kuesioner nordic body map digunakan uji validitas untuk mengetahui seberapa jauh instrumen penelitian mampu mencerminkan isi sesuai dengan hal dan sifat yang diukur. Berikut rumus uji validitas :
𝑟𝑥𝑦= 𝑁 ∑ 𝑥𝑦 − (∑ 𝑥)(∑ 𝑦)
√(𝑁 ∑ 𝑥2− (∑ 𝑥)2(𝑁 ∑ 𝑦2−(∑ 𝑦)2 Setelah dilakukan uji validitas akan dilakukan uji reliabilitas dalam penelitian ini, akan dilakukan dengan cara teknik Formula Alpha Cronbach. Berikut rumus Alpha Cronbach
𝑟11= ( 𝑘
𝑘−1)(1 −∑ 𝜎𝑏2
𝜎𝑡2)
Setelah kuisioner selesai dilakukan perhitungan dipilih hasil kuesinoner yang paling tinggi tingkat keluhannya untuk dijadikan sampel penelitian dari metode RULA dan REBA.
C. Metode RULA
Metode RULA diperkenalkan pertama kali oleh Dr. Lynn Mc Atamney sejak tahun 1993, sebagai metode cepat penilaian bagian atas postur tubuh. Pada metode ini adalah postur (lengan atas, lengan bawah, telapak tangan, punggung dan leher), beban angkat, tenaga yang digunakan (statis atau dinamis), dan jumlah dari pekerjaan.
D. Metode REBA
REBA adalah salah satu metode yang digunakan sebagai analisa pekerjaan berdasarkan posisi tubuh. Metode ini didesain untuk mengevaluasi pekerjaan atau aktivitas, dimana pekerjaan tersebut memiliki kriteria kecenderungan ketidaknyamanan seperti kelelahan pada leher, tulang punggung, lengan, dan sebagainya. Metode ini mengevaluasi pekerjaan dengan memberikan nilai atau
score pada 5 aktivitas level yang berbeda.
REBA pertama kali diperkenalkan oleh Hignett, Mc Atamney (Hignett et.al dikutip dalam Vincent Tiogana 2020).
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Keselamatan kerja
Dari hasil penelitian di temukan kurangnya kesadaran pada pekerja untuk menggunakan alat pelindung diri meliputi sepatu dan sarung tangan. Dari hasil analisa risiko tidak menggunakan sepatu di temukan kemungkinan terburuk terkena potongan kater dan kejatuhan benda-benda berat yang bisa menyebabkan kaki mengalami memar, retak dan itu juga bisa menyebabkan karyawan kehilangan pekerjanya untuk sementara. Hasil analisa risiko tidak menggunakan sarung tangan, tangan terkena kater merupakan kecelakaan yang kecil namun bisa menghambat jalannya pekerjaan dan bisa menggurangi ketepatan waktu untuk penyelesaiaan pekerjaan tersebut.
B. Kesehatan kerja
Kesehatan kerja dilakukan penelitian dengan menggunakan metode nordic body map, RULA, REBA. Untuk jumplah kuesioner nordic body map digunakan Sampling jenuh dikarenakan jumplah populasinya ada 10 karyawan.
1. Didapat hasil kuesioner nordic body map seperti pada gambar diagram batang yang telah disajikan di bawah :
Gambar 1 diagram batang hasil kuesioner NBM
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI …| 42
Dilihat dari gambar diagram batang diatas pekerja packaging yang bernama firza memiliki tingkat keluhan yang paling tinggi sebesar 69 yang mempunyai arti memerlukan tindakan segera, maka dari itu peneliti mengabil satu sampel pekerja yang paling tinggi untuk diteliti menggunakan metode REBA dan RULA. Brikut adalah OPC packaging di Cahya Setya Trophy :
Packaging
02 01
Memasukan piala kedalam
kardus Memasukan potongan kertas kedalam kardus
Memasukan potongan kertas kedalam kardus
Penyesuaian kardus dengan isi
Lakban kardus 04
03
05 kater
Kater -
- - 0,30
1
-
1
0,30
1
1
1 1
1
Menyimpan di gudang
Gambar 2 OPC packaging
packaging terdapat lima langkah sebagai berikut langkah 01 memasukkan potongan kertas kedalam kardus dengan waktu 30 detik dengan 1 operator, langkah 02 memasukkan piala kedalam kardus dengan 1 operator, langkah 03 memasukkan potongan kertas kedalam kardus lama waktu 30 detik dengan 1 operator, langkah 04 penyesuaiaan kardus dengan isi mengunakan kater dengan lama waktu 1 menit dengan 1 operator, langkah 05 melakban kardus meakai alat kater lama waktu 1 menit dengan 1 operator, dan menyimpan di gudang.
2. Uji Validitas
Tabel 1 uji validitas
No Soal Status
1 0,7936729 0,5494 valid 2 0,6060775 0,5494 valid 3 0,6253181 0,5494 valid 4 0,5801246 0,5494 valid 5 0,7658551 0,5494 valid 6 0,9551891 0,5494 valid 7 0,7106526 0,5494 valid 8 0,6676685 0,5494 valid
9 0 0,5494 valid
10 0 0,5494 valid
11 0,5984576 0,5494 valid 12 0,7936729 0,5494 valid 13 0,6253181 0,5494 valid 14 0,8411806 0,5494 valid 15 0,6341865 0,5494 valid 16 0,6373434 0,5494 valid 17 0,8836789 0,5494 valid 18 0,6612848 0,5494 valid 19 0,8197019 0,5494 valid 20 0,819114 0,5494 valid 21 0,6341865 0,5494 valid 22 0,7792425 0,5494 valid 23 0,7056441 0,5494 valid 24 0,8701869 0,5494 valid 25 0,6535592 0,5494 valid 26 0,5891193 0,5494 valid 27 0,6528046 0,5494 valid 28 0,6092843 0,5494 valid
𝑟𝑥𝑦 𝑟
Dilihat dari tabel 1 presentasi uji validitas diatas 28 pertanyaan memiliki kategori valid yang artinya layak di uji reliabilitasnya. Bisa di katakan valid dikarenakan r hitung lebih besar dari pada r tabel.
3. Uji Reliabilitas
Tabel 2 Uji Reliabilitas Cronbach Alfa Koefisien Reliabilitas Interpretasi
0,955 Sangat Reliabel Dilihat dari tabel 2 hasil uji reliabilitas cronbach alfa meiliki koefisien reliabilitas 0,955 yang memiliki arti sangat reliabel.
4. Perhitungan Metode REBA
Brikut perhitungan metode REBA Pengemasan piala posisi jongkok
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI …| 43
Gambar 3 pengemasan posisi jongkok grup A Dilihat pada gambar 3 bagian leher mempunyai besar sudut 49,28°
mempunyai nilai skor 3 dikarenakan sudut lebih dari 20° dan leher sedikit memutar, punggung mempunyai nilai skor 4 dikarenakan besar sudut 44,88°
yang berarti memiliki skor 3 dan ditambah 1 karena punggung agak miring, kaki mempunyai mempunyai skor 4 dikarenakan kaki tidak menopang badan dengan rata sehingga bobot tidak merata kondisi ini mempunyai skor 2 dan mempunyai besar sudut 73,20° yang berarti ada penambahan skor 2 sehingga di dapat nilai sekor kaki tersebut
Gambar 4 pengemasan posisi jongkok grup B Dilihat dari gambar 4 lengan atas mepunyai besar sudut 14,36° dan mempunyai skor 3 di karenakan besar sudut kurang dari 20° berarti memiliki 1 skor dan ada penambahan 2 skor yang memiliki kriteria bahu keatas, bobot lengan tertopang. Pergelangan tangan mempunyai besar sudut 32,84° dan mepunyai skor 3 di karenakan sudut
>15° dan ada penambahan 1 skor yang disebabkan pergelangan tangan menyimpang, lengan bawah mempunyai nilai skor 1 di karenakan mempunyai sudut 92,21°
Punggung4
Grup A
Kaki4 Leher3
3 Pergelangan
tangan 1 Lengan Bawah
3 Lengan Atas
Grup B 9
0 0
5
2 10
5 9
12
+ +
Skor Tabel A Skor Tabel B
Sekor beban Skor pegangan
Skor A Skor B
Skor C
Skor REBA Aktivitas
Skor
+
Gambar 5 sirkulasi perhitungan REBA pengemasan posisi jongkok
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI …| 44
Dilihat dari Gambar 5 hasil perhitungan REBA pada proses pengemasan piala dengan posisi jongkok mendapatkan final skor 12 yang berarti memiliki tingkat risiko terkena MSDs sangat tinggi maka perlu dilakukan perubahan metode kerja.
Brikut perhitungan metode REBA Pengemasan piala posisi membungkuk
Gambar 6 pengemasan posisi membungkuk grup A
Dilihat dari gambar 6 bagian leher mempunyai besar sudut 52,59°
mempunyai nilai skor 3 dikarenakan sudut lebih dari 20° dan leher sedikit memutar, punggung mempunyai nilai sekor 4 dikarenakan besar sudut 29,02°
yang berarti memiliki skor 3 ditambah 1 karena punggung miring, kaki
mempunyai skor 1 dikarenakan bobot tersebar merata dan besar sudut 18,09°
sehingga tidak ada penambahan skor.
Gambar 7 pengemasan posisi membungkuk grup B
Dilihat pada gambar 7 lengan atas mepunyai besar sudut 23,72° dan mempunyai skor 2 di karenakan besar sudut lebih dari 20°, pergelangan tangan mempunyai skor 3 di karenakan mempunyai besar sudut 30,74° yang memiliki skor 2 dan ada penambahan 1 skor yang disebabkan pergelangan tangan menyimpang, lengan bawah mempunyai nilai skor 2 di karenakan mempunyai sudut lenih dari 100° yaitu 107,47°.
Punggung4
Grup A
Kaki1 3 Leher
Pergelangan 3 tangan Lengan Bawah2
2 Lengan Atas
Grup B 6
0 0
4
1 7
4 6
8
+ +
Skor Tabel A Skor Tabel B
Sekor beban Skor pegangan
Skor A Skor B
Skor C
Skor REBA Aktivitas
Skor
+
Gambar 8 sirkulasi perhitungan REBA pengemasan posisi membungkuk Dilihat dari gambar 8 diatas hasil
perhitungan REBA pada proses
pengemasan piala posisi membungkuk mendapatkan final skor 8 yang berarti
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI …| 45
memiliki tingkat risiko terkena MSDs tinggi maka perlu segera dilakukan perubahan metode kerja.
Brikut perhitungan metode REBA Proses lakban kardus posisi jongkok
Gambar 9 Proses lakban kardus posisi jongkok grup A
Dilihat dari gambar 9 bagian leher mempunyai besar sudut 32,16°
mempunyai nilai skor 2 dikarenakan sudut lebih dari 20°, punggung mempunyai nilai skor 4 dikarenakan besar sudut 22,17° yang berarti memiliki skor 3 ditambah 1 karena punggung miring, kaki mempunyai skor 4 dikarenakan kaki tidak tertopang dengan baik dan bobot tersebar tidak
merata mendapatkan skor 2 dan membentuk sudut 72,66° sehingga ada penambahan 2 skor.
Gambar 10 Proses lakban kardus posisi jongkok grup B
Dilihat pada gambar 10 lengan atas mepunyai besar sudut 26,61° dan mempunyai skor 2 di karenakan besar sudut lebih dari 20°, pergelangan tangan mempunyai skor 3 di karenakan mempunyai besar sudut 26,42° yang memiliki skor 2 dan ada penambahan 1 skor yang disebabkan pergelangan tangan memutar, lengan bawah mempunyai nilai skor 2 di karenakan mempunyai sudut lebih dari 100° yaitu 118,04°.
4 Punggung
Grup A
4 Kaki Leher2
Pergelangan 3 tangan
2 Lengan Bawah
2 Lengan Atas
Grup B 8
0 0
4
0 9
4 8
9
+ +
Skor Tabel A Skor Tabel B
Sekor beban Skor pegangan
Skor A Skor B
Skor C
Skor REBA Aktivitas
Skor
+
Gambar 11 sirkulasi perhitungan REBA pengemasan posisi membungkuk Dilihat dari gambar 11 hasil
perhitungan REBA pada proses lakban dengan posisi jongkok mendapatkan
final skor 9 yang berarti memiliki tingkat risiko terkena MSDs tinggi maka perlu
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI …| 46
segera dilakukan perubahan metode kerja.
2. Perhitungan Metode RULA
Brikut perhitungan metode RULA Proses pengemasan piala kedalam kardus grup A
Gambar 12 pengemasan piala kedalam kardus grup A
Dilihat dari gambar 12 lengan atas mepunyai besar sudut 14,36° dan mempunyai skor 1 di karenakan bahu naik ke atas, lengan bawah memiliki skor 1 karena mempunyai sudut 92,21°
dan pergelangan tangan memiliki 3 skor karena mempunyai sudut 32,84°, putaran pergelangan tangan memiliki skor 1 karena tangan terplintir menengah.
Gambar 13 pengemasan piala kedalam kardus grup B
Melihat dari gambar 13 skor leher 5 dikarenakan mempunyai sudut 49,28°
yg memiliki skor 3 dan ada penambahan 2 skor karena leher memutar, batang tubuh membengkok. punggung memiliki skor 5 dikarenakan memiliki besar sudut 44,88° yang mepunyai skor 3 dan memiliki penambahan 2 skor karena leher memutar, batang tubuh sedikit membungkuk. kaki memiliki skor 2 karena posisi kaki tidak seibang.
Lengan Atas1 1 Lengan Bawah
3 Pergelangan
Tangan 1 Putran Pergelangan
tangan
5 Leher
5 Punggung
2 Kaki
Grup A
Grup B
1
2 0 3
Tabel A Skor Otot Skor Beban Total Tabel A
1
8 0 9
Tabel B Skor Otot Skor Beban Total Tabel B
+ +
+ +
=
=
6
Grend Score
Gambar 14 sirkulasi perhitungan RULA pengemasan piala kedalam kardus Melihat dari gambar 14 memiliki
tingkat action level sedang dan mendapatkan 6 grand score yang
memiliki arti memerlukan tindakan dalam waktu dekat, tindakan perubahan dari metode kerja.
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI …| 47
Pengemasan piala dengan posisi membungkuk menggunakan metode RULA
Gambar 15 Pengemasan piala posisi membungkuk grup A
Dilihat dari gambar 15 lengan atas memiliki 4 skor dikarnakan besar sudut 23,72° dan memiliki penambahan skor 2 yaitu bahu naik ke atas lengan berotasi, lengan bawah memiliki skor 3 karena memiliki besar sudut 107,47° dan lengan bagian bawah keluar dari sisi badan, pergelangan tangan memiliki skor 3 dikarenakan mmemiliki sudut 30,74°,
putaran pergelangan tangan memiliki skor 1 dikarenakan pergelangan tangan terplintir menengah.
Gambar 16 pengemasan piala posisi membungkuk grup B
Dilihat dari gambar 16 di atas leher memiliki 4 skor karena mempunyai besar sudut 52,59° dan leher memutar atau membengkok, punggung meliki 5 skor karena mempunyai besar sudut 29,02°, leher memutar dan punggung membungkuk. Kaki meiliki 1 skor karena memiliki posisi yang imbang.
4 Lengan Atas Lengan Bawah3
3 Pergelangan
Tangan 1 Putran Pergelangan
tangan
Leher4
5 Punggung
1 Kaki
Grup A
Grup B
1
5 0 6
Tabel A Skor Otot Skor Beban Total Tabel A
1
7 0 8
Tabel B Skor Otot Skor Beban Total Tabel B
+ +
+ +
=
=
7
Grend Score
Gambar 17 sirkulasi perhitungan RULA pengemasan piala posisi membungkuk Dilihat dari gambar 17 grend score
mendapatkan skor 7 dalam artian level besar dan tindakan segera di perbaiki.
Proses lakban kardus posisi jongkok menggunakan metode RULA
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI …| 48
Gambar 18 Proses lakban kardus posisi jongkok grup A
Dilihat dari gambar 18 lengan atas memiliki skor 2 karena mempunyai besar sudut 26,61°, lengan bawah mendapatkan skor 2 karena mempunyai besar sudut 118,02°, pergelangan tangan mendapatkan skor 3 karena besar sudut lebih dari 15° yaitu 26,42° dan perputaran pergelanga tangan memiliki skor 1 karena pergelangan tangan terplintir menengah.
Gambar 19 Proses lakban kardus posisi jongkok grup B
Dilihat dari gambar 19 di atas mempunyai skor leher 3 karena besar sudut yang dimeiliki lebih dari 20° yaitu 32,16°, skor punggung mendapatkan 3 skor karena memiliki besar sudut 20°
sampai 60° yaitu 22,17° dan kaki mendapatkan skor 2 dikarenakan posisi tidak seimbangan.
Lengan Atas2
2 Lengan Bawah
Pergelangan 3 Tangan
Putran 1 Pergelangan
tangan
3 Leher
3 Punggung
2 Kaki
Grup A
Grup B
1
3 0 4
Tabel A Skor Otot Skor Beban Total Tabel A
1
5 0 6
Tabel B Skor Otot Skor Beban Total Tabel B
+ +
+ +
=
=
6
Grend Score
Gambar 20 sirkulasi perhitungan RULA Proses lakban kardus posisi jongkok Dilihat dari gambar 20
mendapatkan grend score 6 dalam artian
level sedang dan mendapatkan tindakan dalam waktu dekat memerlukan perubahan.
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI …| 49
C. Korelasi dari Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, ergonomi, dan hasil lapangan
Menurut UU SMK3 Pasal 11 ayat 2 huruf a dari hasil penelitian didapat suatu korelasi dengan ergonomi, dan kasus dilapangan hal tersebut berhubungan dengan penilaian Risiko dan pengendalian Risiko yang mempunyai dampak negatif yang signifikan terhadap pencapaian tujuan, sasaran yang telah ditetapkan, keamanan dan kenyamanan dalam suatu pekerjaan, yang bisa menentukan formasi baik buruknya dari suatu pekerjaan.
PENUTUP Simpulan
Dari hasil analisa keselamatan dan kesehatan kerja di cahaya setya trophy di dapat hasil sebagai berikut :
1. Analisa keselamatan kerja di cahaya setya trophy sendiri di temukan kemungkinan terburuk yang bisa menyebabkan karyawan menjadi cedera serius pada kaki dan bisa menyebabkan karyawan tersebut kehilangan pekerjaannya untuk sementara dan di temukan juga kemungkinan tergores kater pada tangan meskipun ini tidak terlalu berbahaya tetapi bisa mengganggu jalannya pekerjaan.
2. Dari hasil analisa keselamatan kerja dengan pendekatan ergonomi melalui perhitungan REBA pengemasan piala posisi jongkok di dapati level risiko final skor REBA 12 yang artinya mendapatkan risiko sangat tinggi, memerlukan tindakan saat ini juga dan sekor RULA mendapatkan 6 yang artinya dalam waktu dekat memerlukan tindakan, sedangkan pengemasan posisi jongkok mendapat final skor REBA sebesar 8 yang artinya memiliki level risiko tinggi hal ini juga perlu segera adanya perubahan metode kerja dan perhitungan RULA memiliki skor akhir 7 yang artinya kondisi
ini berbahaya maka diperlukan tindakan saat ini juga, perhitungan REBA proses pelakban posisi jongkok mendapatkan skor akhir 9 yang artinya level risiko tinggi tindakanya perlu segera dilakukan perubahan metode kerja dan pada perhitungan metode RULA mendapatkan skor akhir 6 yang artinya kondisi ini dalam waktu dekat memerlukan tindakan.
Kondisi di atas apabila tidak dilakukan tindakan segera maka bisa menyebabkan gangguan Musculoskeletal disorders (MSDs).
3. Dari hasil analisa untuk membuwat karyawan nyaman dan aman untuk menjalani suatu pekerjaan yang pertama yang harus dilakukan adalah memakai alat pelindung diri seperti sepatu dan sarung tangan yang ke dua merubah metode kerja karena dalam pengolahan reba dan rula memiliki metode kerja dengan tingkat tindakan pada REBA dari 3 - 4 dan RULA 6 - 7 posisi ini sangat tidak ergonomis dan tidak nyaman dan aman bagi kesehatan.
4. Usuan dari penulis sebaiknya proses packaging menggunakan alas meja supaya pada saat proses packaging mendapatkan posisi yang lebih ergonomis.
Saran
Dari hasil analisa keselamatan dan kesehatan kerja di peroleh saran dari peneliti sebagai berikut :
1. Untuk keselamatan kerja di sarankan agar memakai sepatu safety agar kaki terlindungi dari marabahaya yang kapan saja bisa terjadi ketika pekerja lalai, dan disarankan menggunakan sarung tangan bagi pekerja supaya terhindar dari goresan kater.
2. Kesehatan kerja disarankan menggunakan meja sebagai alas atau tumpuhan ketika packaging supaya pekerja pada saat proses packaging memperoleh keergonomisan
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI …| 50
ketika bekerja dan bisa menibulkan kenyamanan, keamanan pada saat pekerjaan berlangsung
DAFTAR PUSTAKA
.Akmal, M., & Ghani, S. R. W. (2022).
Perancangan Dan Pengembangan Produk Mesin Perontok Bulu Ayam Dengan Menggunakan Metode Kansei Engineering. Jurnal Penelitian Bidang Inovasi & Pengelolaan Industri, 1(2), 49-60.
Fikrihadi Kurnia, Mohammad Sobirin. 2020.
“Analisis Tingkat Kualitas Postur Pengemudi Becak Menggunakan Metode RULA Dan REBA.” Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, Dan Material 4 (1): 1–5.
Ghani, Sulung Rahmawan Wira; Rozaq, Khoirur.
Pattern Analysis of Cluster and Market Orientation (Religious Tour Area of Gus Dur's Grave). In: Proceedings of the International Conference on Green Technology. 2017. p. 8- 16.
Ghani, Sulung Rahmawan Wira, and Khoirur Rozaq.
"Pattern Analysis of Cluster and Market Orientation (Religious Tour Area of Gus Dur's Grave)." Proceedings of the International Conference on Green Technology. Vol. 8. No.
1. 2017.
Minto, Minto. 2019. “Pemanfaatan Fermentasi Rempah-Rempah Sebagai Campuran Pakan Lele.” Matrik 19 (2): 1.
https://doi.org/10.30587/matrik.v19i2.653.
Muhamad Fahariman Yudiardi, Mohammad Imron, Fis Purwangka. 2021. “Penilaian postur kerja dan risiko musculoskeletal disorders ( msds ) pada nelayan bagan apung dengan menggunakan metode reba assessment of work posture and risk of musculoskeletal disorders ( msds ) on floating lift net fisherman using reba method.” Jurnal ipteks psp 8 (april):
14–23.
Nur Fadilah Dewi. 2020. “Identifikasi Risiko Ergonomi Dengan Metode Nordic Body Map Terhadap Perawat Poli RS X.” Jurnal Sosial Humaniora Terapan 2 (2): 125–34.
https://doi.org/10.7454/jsht.v2i2.90.
Putra, Ade Dwi, Elvi Syamsuir, and Fatma Ira Wahyuni. 2021. “Analisis Penerapan
Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Di Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Payakumbuh.” Rang Teknik Journal 4 (1): 76–
82. https://doi.org/10.31869/rtj.v4i1.2034.
Sisca Eka Fitria, Vega Fauzana Ariva. 2019. “Analisis Faktor Kondisi Ekonomi, Tingkat Pendidikan Dan Kemampuan Berwirausaha Terhadap Kinerja Usaha Bagi Pengusaha Pindang Di Desa Cukanggenteng.” Jurnal Manajemen Indonesia 18 (3): 197–208.
Vincent Tiogana, Natalia Hartono. 2020. “Analisis Postur Kerja Dengan Menggunakan REBA Dan RULA Di PT X.” Journal of Integrated System 3 (1): 9–25. https://doi.org/10.28932/
jis.v3i1.2463.
Wiraghani, Sulung Rahmawan, and M. Adhi Prasnowo. "Perancangan dan pengembangan produk alat potong sol sandal." Teknika:
Engineering and Sains Journal 1.1 (2017): 73-76.
Yulianto, T., & Ghani, S. R. W. (2020). Analisis Pemetaan Jumlah Konsumsi Dan Pengadaan Beras Di Wilayah Kecamatan Kabupaten Jombang. Discovery: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(1), 8-18.