• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS X MIA2 DI SMAN 1 KARAU KUALA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS X MIA2 DI SMAN 1 KARAU KUALA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING UNTUK

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS X MIA2 DI SMAN 1 KARAU KUALA

JANATIN

Pendidikan Profesi Guru, IAIN Palangka Raya Email : [email protected]

ABSTRAK

Penerapan metode Discovery learning untuk meningkatkan Motivasi Belajar siswa,Pelajaran PAI Kelas X MIA2 Di SMAN 1 Karau kuala.Dalam proses belajar mengajar bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan saja,akan tetapi pemberian motivasi sangatlah penting karena secara psikologis anak akan merasa senang apabila mereka diperhatikan.Salah satu cara memberikan perhatian adalah dengan memotivasi.Kesuksesan belajar siswa tidak hanya tergantung pada intelegensi anak saja,akan tetapi juga tergantung pada bagaimana pendidik menggunakan metode yang tepat dan memberinya motivasi.Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memberikan motivasi kepada anak didik diantaranya adalah memberi angka atau nilai.Pemberian mulai dilakukan oleh guru ketika mereka selesai ulangan atau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.Cara ini merangsang anak untuk giat belajar anak yang nilainya rendah, mereka akan termotifasi untuk menikatkan belajarnya dan anak yang nilainya bagus akan semakin giat dalam belajar Dalam hal ini penulis mengambil suatu cara atau langkah yaitu dengan mengunakan metode discovery learning. Dan hasil ternyata penerapan metode discovery learing dapat meningkatkan motifasi belajar siswa kelas X MIA 2 di SMAN 1 Karau Kuala.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), dengan opjek penelitian seluruh siswa XMIA 2 di SMAN 1 Karau Kuala yang berjumlah 31 siswa 13 siswa laki laki dan 18 siswa perempuan.

Kata Kunci : Penerapan,discovery learning,motivasi,meningkat,giat belajar.

PENDAHULUAN

Setiap manusia pasti membutuhkan apa yang dinamakan pendidikan.

untuk kelangsungan hidupnya dan makhluk yang selalu membutuhkan pendidikan,karena hanya manusia makhluk Allah SWT,yang dikarunia akal dan pikiran diantara makhluk-makhluk Allah lainnya.Dari akal itulah manusia

(2)

bisa berkembang dari tidak tahu menjadi tahu,dari tidak bisa menjadi bisa yaitu dengan melalui pendidikan.Suatu Negara dapat dikatakan maju apabila penduduknya memiliki pendididkan yang bagus dan berkaulitas ,melihat begitu pentingnya pendidikan bagi umat manusia,banyak pandangan manusia yang mewajibkan masyrakat untuk menjaga keberlangsungan pendidikan.[1]

Dilihat dari perkembangan zaman seperti sekarang ini pendidikan dituntut untuk bisa mengembangkan atau meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Sedangkan pendidikan memegang peranan penting.sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan bangsa hanya akan lahir dari system pendidikan yang berdasarkan filosofis bangsa itu sendiri.Oleh karena itu,upaya untuk melahirkan suatu system pendidikan nasional yang berwajah Indonesia dan berdasarkan pancasila harus terus dilaksanakan dan semangat untuk menuntut ilmu harus terus menerus ditingkatkan.

Mata pelajaran pendidikan Agama Islam yang ada disekolah SMAN 1 Karau Kuala mempunyai peranan yang sangat penting.Karena sebagian besar kehidupan siswa berada dalam masyarakat luas pada umumnya.Maka siswa pun dituntut untuk bisa mempelajari ilmu agama karena agama menyangkut dalam kehidupan sehari-hari baik individu maupun kelompok. Untuk meningkatkan mutu pembelajaran Agama,mata pelajaran Pendidikan Agama Islam banyak hal yang perlu dipertimbangkan diantaranya adalah dalam hal penyampaian materi dari seorang guru terhadap siswa melalui metode tertentu.sedangkan metode yang digunakan disekolah sudah baik akan tetapi tidak bisa di pumgkiri juga masih dirasakan adanya kekurangan untuk menciptakan suasana yang kondusif.Di SMAN 1 Karau Kuala masih banyak kekurangan fasilitas belajar untuk menunjang semangat belajar siswa,seperti lingkungan sekolah yang masih dekat dengan lingkungan masyrakat,buku paket masih banyak kurang,suasana kelas yang kaku,maka dari itu guru harus bisa memilih metode yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Untuk itu perlu di terapkan suatu metode yang tepat dalam pembelajaran.Diantara metode yang dapat di gunakan oleh seorang guru seperti metode diskusi,discovery,Tanya jawab,ceramah,dan pada pembahasan ini peneliti akan menitik beratkan pada metode discovery learning sebagai salah satu elemen alternative dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa untuk semangat menuntut ilmu,menerapkan,dan menyampaikan kepada sesama,sehingga motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran pendidikan Agama Islam meningkat.

Apa yang menjadikan belajar aktif?agar menjadi aktif siswa , mengerjakan tugas.Mereka harus menggunakan otak,mengkajigagasan,memecahkan masalah,dan menerapkan apa yang mereka pelajari.Belajar aktif harus gesit,menyenangkan,bersemangat,dan penuh gairah.siswa bahkan sering meninggalkan tempat duduk mereka,bergerak leluasa dan berpikir keras.

(3)

Untuk bisa mempelajari sesuatu dengan baik,kita perlu mendengar,melihat,mengajukan pertanyaan tentangnya,dan membahasnya dengan orang lain.Bukan Cuma itu,siswa perlu “mengerjakannya”,yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri,menunjukkan contohnya,mencoba memperaktikan keterampilan,dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang harus mereka dapatkan.

Dari hasil pembelajaran yang dilaksanakan di kelas x mia2 ini diperoleh gambaran kondisi peserta didik saat proses pembelajaran berlangsung.peserta didik masih kurang memperhatikan penjelasan guru,ada sebagian siswa yang masih bicara sesame teman.siswa juga hanya akan menjawab pertanyaan guru,apabila guru menunjuk siswa tersebut,siswa merasa enggan untuk bertanya,karena takut salah,dan pada saat diberikan guru kesempatan untuk bertanya mereka menjawab seolah-olah mereka sudah paham.Dalam proses pembelajaran siswa kurang terlibat sehingga cendrung pasif dan kurang aktif dalam mengajukan pertanyaan kritis kepada guru,siswa kurang bersemangat,sehingga mereka tidak tertarik pada materi pembelajaran.pada saat diadakan tes tertulis banyak nilai siswa yang jauh dari kkm,da nada juga sebagian siswa yang tidak jujur dalam mengerjakan tugas ada yang menyontek dan membuka catatan.

Harapan dan tujuan peneliti agar siswa menjadi lebih aktif,semangat belajar,dan akan meningkat nilai siswa,terutama pada siswa kelas x mia2 pada materi”semangat menuntut ilmu,menerapkan,dan menyampaikan kepada sesama.”

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas(PTK) Eksperimental.PTK Eksperimental diselenggarakan dengan peneliti menerapkan Metode Discovery Learning.Dengan Metode discovery learning peneliti sudah merasa efisien dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran.penelitian ini bermanfaat untuk memperoleh tujuan pembelajaran dapat dengan mudah diterima oleh siswa di dalam kelas.

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negri 1 Karau Kuala yang terletak di Jln.

Barito Raya No. 007 RT. 24 RW 08 Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala. Penelitian ini akan difokuskan pada siswa kelas X-MIA2 SMA Negri 1 Karau Kuala yang berjumlah dari 31 siswa. Penelitian dilakukan pada mata pelajaran PAI yang waktu pembelajaran selama 3x45 menit jam pelajaran dalam 1 minggu.Penilitian ini dilaksanakan 2 kali pertemuan dengan menerapkan metode yang telah direncanakan. Subyek penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Karau Kuala kelas x mia2 dengan jumlah siswa sebanyak 31

(4)

orang,terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.pemilihan kelas x mia2 bertujuan untuk memberikan motivasi dalam pembelajaran PAI dikelas tersebut.

Di bagian ini dikemukakan bahwa peneliti yang digunakan dalam PTK cendrung mengarah kepada penelitian kualitatif.Hal ini perlu dikemukakan karena PTK memang menunjukkan karakteristik penelitian kualitatif yang cukup kuat,terutama pada pemaknaan yang terjadi pada proses pembelajaran,baik yang terjadi dengan kondisi awal pembelajaran maupun setelah diterapkannya tindakan.penggunaan pendekataan kualitatif,khususnya dalam penelitian tindakan kelas dipertegas oleh Rochiati(dalam kunandar,2008:47)menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas termasuk penelitian kualitatif,meskipun data yang digunakan bisa saja bersifat kuantitatif,dimana uraiannya bersifat deskriftif dalam bentuk uraian kata-kata.

Metode secara umum adalah segala hal yang termuat dalam setiap proses pengajaran,oleh sebab itu metode bisa diberi pengertian sebagai sistematika umum bagi pemilihan,penyusunan, serta penyajian materi kebahasaan.[2]

.Metode juga berarti sekumpulan cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.[3] Menurut suprihatiningrum(2014:244),terdapat dua cara dalam pembelajaran penemuan (discovery learning), yaitu:

1. pembelajaran penemuan bebas (free discovery learning) yaitu pembelajaran penemuan tanpa ada nya petunjuk atau arahan

2. pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery learning) yakni pembelajaran yang membutuhkan peran guru sebagai pasilitator dalam proses pembelajarannya.

Bentuk metode pembelajaran discovery learning dapat dilaksanakan dalam komonikasi satu arah ayau komonikasi dua arah bergantung pada besarnya kelas, yang dijelaskan lebih detail sebagai berikut ( Oemar Hamalik, 2009:187):

1. sistem satu arah. Pendekatan satu arah berdasarkan penyajian satu arah yang dilakukan guru. Struktur penyajiannya dalam bentuk usaha merangsang siswa melakukan proses discovery didepan kelas. Guru mengajukkan suatu masalah, dan kemudian memecahkan masalah tersebut melalui langkah langkah discovery

2. sistem dua arah.sistem dua arah melibatkan siswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan guru.siswa melakukan discovery,sedangkan guru membimbing mereka kearah yang tepat dan benar.

Menurut veerman(2003)langkah-langkah pembelajaran dalam model discovery learning antara lain orientation,hypothesis,generation,hypothesis

testing,conclusion dan regulation.suherman,dkk(2001:179) menyebutkan

(5)

terdapat beberapa kelebihan atau keunggulan metode discoveruy learning,yaitu:

1) siswa aktif dalam kegiatan belajar,sebab ia berpikir dan menggunakan kemampuan untuk menemukan hasil akhir.

2) Siswa memahami benarbahan pelajarannya,sebab mengalami sendiri proses menemukannya.sesuatu yang diperoleh dengan cara ini lebih lama untuk diingat.

3) Menemukan sendiri bisa menimbulkan rasa puas.kepuasaan batin inimendorongnya untuk melakukan penemuan lagi sehingga minat belajarnya meningkat.

4) Siswa yang memperoleh pengetahuan dengan metode penemuan akan lebih mampu mentransfer pengetahuannya ke berbagai konteks.

5) Metode iniini melatih siswa untuk lebih banyak belajar sendiri.

Sedangkan menurut kurniasih, dkk (2014:64-65), metode Discovery Learning juga memiliki beberapa kelemahan atau kekurangan, antara lain sebagai berikut:

1) Metode ini menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan pikiran unuk belajar. Bagi siswa yang kurang pandai, akan mengalami kesulitan abstrak atau berpikir atau mengungkapakan hubungan antara konsep- konsep, yang tertulis atau lisan, sehingga pada gilirannya akan menimbulkan frustasi

2) Metode ini tidak efisien untuk mengajar jumlah siswa yang banyak, karna membutuhkan waktu yang lama untuk membantu mereka menemukan teori untuk pemecahan masalah lainnya.

3) Harapan-harapan yang terkandung dalam metode ini dapat buyar berhadapan dengan siswa dan guru yang telah terbiasa dengan cara-cara belajar yang lama.

4) Pengajaran discovery lebih cocok untuk mengambangkan pemahamn, sedangkan mengembangkan aspek konsep, keterampilan dan emosi secara keseluruhan kurang mendapat perhatian.

5) Pada beberapa disiplin ilmu,misalnya IPA kurang fasilitas untuk mengukur gagasan yang dikemukakan oleh para siswa.

6) Tidak menyediakan kesempatan-kesempatan untuk berpikir yang akan di temukan oleh siswa karena telah dipilih terlebih dahulu oleh guru.

Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data

Penelitian ini dikumpulkan dengan data, yaitu Kualitaif. Data tersebut digunakan untuk menggambarkan perubahan yang terjadi, baik perubahan kinerja siswa, kinerja guru, dan perubahan dikelas.

Sedangkan data kualitatif adalah kalimat-kalimat yang menggambarkan

(6)

ekspresi siswa tentang tingkat pemahamanya., antusiasnya, kepercayaan diri, motivasi.

2. Sumber Data

Data adalah keterangan atau bahan dasar yang digunakan untuk menyusun hipotesis. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah siswa, guru, dokumentasi.

a) Siswa

Untuk mendapatkan data tentang hasil belajar dan aktivitas siswa dalam proses belajar siswa.

b) Guru

Untuk melihat tingkat keberhasilan dalam menerapkan metode diskusi.

c) Dokumentsi

Sebagai sumber data sekunder yang membantu dalam memproses data yang berhubungan dengan penelitian. Dokumentasi ini bisa berupa data siswa dan kelengakapan pendukung lainnya.

Dalam penelitian ini peneliti bekerja sama dengan observatory sebagaipengamat dalam proses pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di kelas x mia2 SMAN 1 Karau Kuala.Dengan cara ini diharapkan didapatkan data yang subjektif dan valid. Dalam penelitian tindakan kelas ini yang menjadi subyek peneliti adalah siswa kelas x mia2 SMAN 1 Karau Kuala yang berjumlah 31;laki-laki 16,dan perempuan 15.Adapun nama siswa kelas x mia 2 SMAN 1 Karau Kuala dapat dilihat dari table berikut:

Tabel 3.1. Daftar nama siswa kelas x mia2 SMAN 1 Karau Kuala NO NAMA KEAKTIFAN JENIS

KELAMIN

1 ALDO AKTIF LAKI-LAKI

2 ALFI YANOR AKTIF LAKI-LAKI

3 ALISA AKTIF PEREMPUAN

4 ALMA WATI AKTIF PEREMPUAN

5 AMINAH AKTIF PEREMPUAN

6 BUNGA

CITRA LESTARI

AKTIF PEREMPUAN

7 FITRIA AKTIF PEREMPUAN

8 HAIRANI AKTIF LAKI-LAKI

9 HELSIA

OLIVIA

AKTIF PEREMPUAN

10 ISMA DIANTI AKTIF PEREMPUAN

11 Istiqamah AKTIF PEREMPUAN

(7)

12 JANNATI AKTIF PEREMPUAN

13 JUNAIDI AKTIF LAKI-LAKI

14 LAMIATI AKTIF PEREMPUAN

15 LAYLA AKTIF PEREMPUAN

16 LUKMAN

ASTIAWAN

AKTIF LAKI-LAKI

17 M.AKBAR AKTIF LAKI-LAKI

18 MAHMUDI

NOR

AKTIF LAKI-LAKI

19 MAULIDA AKTIF PEREMPUAN

20 MUHAMMA

D ABDAL

AKTIF LAKI-LAKI

21 MUHAMMA

D JAINAL

AKTIF LAKI-LAKI

22 NADILA AKTIF PEREMPUAN

23 NOR

HIKMAH

AKTIF PEREMPUAN

24 PUTRI

ARRIDA

AKTIF PEREMPUAN

25 RAHMAT AKTIF LAKI-LAKI

26 RASYID AKTIF LAKI-LAKI

27 RIAN

SAPUTRA

AKTIF LAKI-LAKI

28 RIDWAN AKTIF LAKI-LAKI

29 SANDI AKTIF LAKI-LAKI

30 SULISTIAWA

TI

AKTIF PEREMPUAN

31 TINU AKTIF LAKI-LAKI

Dari teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian tindakan kelas adalah:

1.observasi

Observasi ini dilaksanakan oleh peneliti mengajar di kelas,dengan menggunakan metode discovery learning,sehingga peneliti memperoleh gambaran susunan kelas dan peneliti dapat menentukan metode discovery learning yang lebih baik pada pertemuan berikutnya.Dalam menganalisis data observasi dalam penelitian ini peneliti membagi kriteria bentuk penilaian data sebagai berikut :

Sangat baik :diberi skor 4 Baik :diberi skor 3

(8)

Cukup :diberi skor 2 Kurang baik :diberi skor 1

Adapun dalam pengolahannya di lakukan dengan cara sebagai berikut:

a) Menjumlahkan perolehan skor dari seluruh butir pertanyaan,

b) Mencari skor rata-rata dengan cara membagi jumlah perolehan skor oleh banyaknya pertanyaan.

c)Setelah itu,mencari nilai presentasinya dengan cara membagi skor rata-rata dengan nilai maksimum 100%,dengan menggunakan skala presentasi dengan kriteria sebagai berikut:

90-100 = sangat baik 80-89 = baik

70-79 = cukup

<60 = sangat kurang baik 2.skala penilaian

Penilaian disini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkannya metode discovery leaning.

HASIL PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan metode discovery learning untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas x mia2 SMAN 1 Karau Kuala,dalam hal pembelajaran sehingga siswa dapat memahami pelajaran.Setelah peneliti melakukan kegiatan ptk,peniliti dapat membandingkan dari siklus 1 ke siklus 2 sungguh sangat maju perkembangannya baik dari segi nilai.Siswa harus menguasai materi yang diberikan guru,dalam meningkatkan prestasi siswa guru memberikan penerapan metode discovery learning dengan melalui Tanya jawab,ceramah,diskusi,dan demontrasi.

Penelitian ini dilakukan selama 2 kali pertemuan yang disajikan dalam bentuk siklus hasil dari penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut:

a) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan metode discovery learning untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas x mia2 SMAN 1 Karau Kuala,dalam hal pembelajaran sehingga siswa dapat memahami pelajaran.Setelah peneliti melakukan kegiatan ptk,peniliti dapat membandingkan dari siklus 1 ke siklus 2 sungguh sangat maju perkembangannya baik dari segi nilai.Siswa harus menguasai materi yang diberikan guru,dalam meningkatkan prestasi siswa guru memberikan penerapan metode discovery learning dengan melalui Tanya jawab,ceramah,diskusi,dan demontrasi.

Penelitian ini dilakukan selama 2 kali pertemuan yang disajikan dalam bentuk siklus hasil dari penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut:

(9)

a) Perencanaan

Selain melakukan penelitian,peneliti membuat perencanaan sebagai berikut:

a) Membuat silabus pembelajaran b)membuat rpp

c) Menyiapkan materi

d)membut alat evaluasi/tugas b) Pelaksanaan

Pelaksanaa dilakukan selama 2 kali pertemuan yang di sajikan dalam bentuk siklus.Adapun perincian sebagai berikut:

Pendahuluan

-Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka,

-Guru menunjuk salah satu siswa untuk memimpin doa belajar, -Guru memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin,

-Guru mengingatkan pelajaran minggu kemaren,

-Guru menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali pelajaran, -Guru memberikan apersiapsi.

Inti

-Guru mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan,

-Guru memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaraan yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari,

-apabila materi tema ini dikerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik,maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi”SEMANGAT MENUNTUT ILMU,MENERAPKAN,DAN MENYAMPAIKAN KEPADA SESAMA.”

-Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung, -Guru memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu,

-Guru memberitahukan tentang kompetensi inti,kompetensi dasar,indicator,dan kkm pada pertemuan yang berlangsung,

-Guru melakukan pembagian kelompok belajar,

-menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalamaan belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran,

Penutup

-Guru mengoreksi secara umum hal-hal yang berkaitan dengan kegiataan pada hari ini

-Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan kesulitan dan menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti berkenaan dengan kegiataan hari itu,

-Guru memberikan pengarahan tentang hal-hal yang mengenai tugas yang akan diberikan minggu depan,

(10)

-Guru memberikan pengarahan tentang hal-hal yang berkaitan dengan tugas individu.

c) pengamatan

Dari pengamatan siklus 1 dan siklus 2 maka dapat di lihat perubahan nilai siswa, pada siklus 1 dan siklus 2 ini peneliti tetap memakai discovery learning,hal ini dikarenakan dari hasil pengamatan yang peniliti lakukan ternyata metode discovery learning bisa dikatakan berhasil dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas x mia2 SMAN 1 Karau-kuala terhadap mata pelajaran pendidikan Agama Islam,sehingga hal ini juga berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.Hal ini bisa kita lihat dari rekap nilai.

DAFTAR REKAP NILAI SIKLUS 1 DAN 2 Tabel. 4.2 Daftar Nilai

NO NAMA NILAI SIKLUS

1

NILAI SIKLUS 2

1 ALDO 65 88

2 ALFI YANOR 65 84

3 ALISA 80 88

4 ALMA WATI 75 92

5 AMINAH 80 80

6 BUNGA

CITRA LESTARI

70 92

7 FITRIA 70 92

8 HAIRANI 65 84

9 HELSIA

OLIVIA

70 84

10 ISMA DIANTI 75 88

11 ISTIQAMAH 80 92

12 JANNATI 72 72

13 JUNAIDI 65 88

14 LAMIATI 75 92

15 LAYLA 80 84

16 LUKMAN

ASTIAWAN

70 92

17 M.AKBAR 65 88

18 MAHMUDI

NOR

75 84

19 MAULIDA 75 88

(11)

20 MUHAMMAD ABDAL

75 88

21 MUHAMMAD

JAINAL

80 88

22 NADILA 70 88

23 NOR HIKMAH 75 88

24 PUTRI

ARRIDA

80 88

25 RAHMAT 80 92

26 RASYID 80 88

27 RIAN

SAPUTRA

80 80

28 RIDWAN 70 92

29 SANDI 70 84

30 SULISTIAWAT

I

72 72

31 TINU 80 88

d) Refleksi

Dari hasil pengamatan rekap nilai diatas ternyata dengan adanya penerapan metode discovery learning keberhasilan nilai siswa mencapai 95%,dan sudah mencapai target.Sedikit demi sedikit bisa dikatakan bisa meningkatkan motivasi belajar,dan hasil nilai belajar siswa meningkat.

KESIMPULAN

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa,pelajaraan PAI sangat penting bagi siswa,dengan ada pelajaran ini siswa mengetahui cara semangat menuntut ilmu,sehingga menjadikan siswa lebih aktif dan prestasi akan lebih meningkat.

untuk meningkatkan keefektifan penerapan metode discovery learning ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa x mia2 SMAN 1 Karau-kuala.Hal ini dapat diketahui dengan adanya peningkatkan motivasi siswa yang nanti ada indikasinya terhadap hasil belajar siswa.Dari hasil penelitian penggunaan metode discovery learning sungguh benar meningkat hasil belajar siswa.Dengan metode discovery learning merupakan suatu metode yang efektif dan kreatif,dan untuk merangsang daya pikir dan minat siswa perlu adanya stimulus-stimulus yang dapat mengguggah perasaan mereka,sehingg respon yang terjadi mempunyai dampak positif.

DAFTAR PUSTAKA

(12)

Abdul Hamid,Urill Bahruddin,Pembelajaran,Pendekatan,Metode,Strategi,Materi dan media.Malang :UIN Malang Press,2008.

Hamalik, Omar. 2009. Pendekatan Baru strategi Belajar mengajar berdasarkan CBSA.

Bandung: Sinar Baru Algensindo

Kunandar. 2008. Langkah mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai pengembangan profesi Guru. Jakarta: Rajawali

Kurniasih, Imas dan Berlin sani.2014. Impelementasi Kurikulum 2013 Konsep dan Penerapan. Surabaya: Kata Pena.

Suherman, Erman dkk. 2001. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.

Bandung: jica.

Suprihatiningrum, Jamil.2014. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Veerman, k . 2003. Intelligent support for Discovery Learning . Twente : Twente University press

[1] Tadjab,MA. Ilmu Pendidikan,(Surabaya: Karya Abditama, 1994),12.

[2] Abdul Hamid,Uril Bahruddin, Pembelajaran pendekatan, Metode, Srategi,Materi, dan media (malang: UIN Malang Perss 2008) 13.

[3] Ulin Nuha, metodologi khusus pendidikan agama islam, (PT. Bima Aksara,Jakarta, 1986) 144.

Referensi

Dokumen terkait

3. Kepala UPBJJ-UT Surabaya, Prof Dr. Rusijono, M.Pd, yang telah memberikan ijin penelitian dan membuatkan surat ijin untuk mendapatkan rekomendasi penelitian dari

Informasi pada penelitian ini banyak menggunakan data primer, antara lain: (1) data dari birokrasi pedesaan dan pemuka masyarakat berupa potensi sumberdaya yang ada,

Kumparan gelombang ini sangat cocok untuk arus searah bertegangan tinggi, karena jumlah kumparan yang terhubung seri antar segmen komutator memungkinkan tegangan

Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mewujudkan konstitusi yang hidup sehingga responsif terhadap perubahan masyarakat, maka penafsiran terhadap kaidah konstitusi

If it is asso- ciated with the concept of labor contract law as the basis of the employment relationship in ac- cordance with the provisions of Article 1 point 15, the

PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI AGAMA NOMOR 62 TAHUN 2OO9 TENTANG STATUTA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI BATUSANGKAR4. Menimbang

Sehubungan dengan telah dilakukannya evaluasi administrasi, evaluasi teknis, evaluasi harga dan evaluasi kualifikasi serta formulir isian Dokumen Kualifikasi untuk

Untuk informasi kesehatan dan keselamatan untuk komponen masing-masing yang digunakan dalam proses manufaktur, mengacu ke lembar data keselamatan yang sesuai untuk