Karakteristik Mutu Minyak Atsiri Limbah Kulit Jeruk Manis Pacitan (Citrus aurantium L.) Hasil Ekstraksi Menggunakan Metode Microwave Assisted Extraction (MAE) dengan Pelarut Etanol.
Teks penuh
Dokumen terkait
Disertasi yang berjudul “PEMBERIAN GLUTAMIN PASIEN KANKER NASOFARING YANG MENDAPAT TERAPI RADIASI—Dengan Menilai Respon Klinis Penurunan Volume Tumor, Efek samping, dan
PENGARUH DAYA DAN WAKTU EKSTRAKSI PEKTIN LIMBAH ALBEDO SEMANGKA ( Citrullus lanatus ) MENGGUNAKAN PELARUT ASAM ASETAT DENGAN METODE MAE ( Microwave Assisted Extraction )i.
Dari hasil penelitian, kondisi optimum MAE adalah daya 450 W, pelarut etanol 60%, perbandingan simplisia – pelarut 1 : 8 dan lama ekstraksi 8 menit untuk menghasilkan
Ekstraksi minyak atsiri pada penelitian ini dilakukan menggunakan 3 bahan baku yaitu kulit, batang dan daun jeruk purut dengan metode Solvent-Free Microwave
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstraksi pektin albedo jeruk bali mendapatkan hasil terbaik pada rasio pelarut 1:5:18 (CAS-H 2 O), dengan lama waktu ekstraksi
Ekstrak kulit bawang merah dengan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) dapat menarik senyawa flavonoid, saponin dan tanin serta dapat menghambat bakteri S.aureus lebih baik
Perlakuan rasio bahan:pelarut dan lama ekstraksi memberikan pengaruh nyata (α=0,05) terhadap nilai kadar antosianin, aktivitas antioksidan, pH, rendemen, tingkat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen pektin dari kulit nanas dan kulit buah naga menggunakan metode Microwave-Assisted Extraction (MAE) dan menggunakan pelarut asam sitrat dan