• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemberitaan Perempuan Buruh Migran di Rubrik.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pemberitaan Perempuan Buruh Migran di Rubrik."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

i

ABSTRAK

GRACE EL DORA SINAGA, 210110060220, 2014. Pemberitaan Perempuan Buruh Migran di Rubrik “Swara”. Analisis Pembingkaian Model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki Terhadap Perempuan Buruh Migran di Rubrik “Swara” Koran Kompas Edisi Juli 2010 – Mei 2011”. Pembimbing utama Dr Herlina Agustin, S. Sos., M. T. dan pembimbing pendamping Pandan

Yudhapremesti, S. Sos., M. T. Program Studi Jurnalistik, Fakultas Ilmu

Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberitaan mengenai

perempuan buruh migran di Harian Umum Kompas dilihat dari segi sintaksis,

skrip, tematik, dan retoris.

Metode yang digunakan adalah metode analisis framing. Analisis framing

adalah instrumen metodologis yang dipakai untuk melihat cara media

mengkonstruksi sebuah wacana berita, dengan melakukan penonjolan tertentu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harian Umum Kompas dalam

struktur sintaksisnya, menyusun latar informasi dan kutipan sumber yang

mendukung pemberitaan yang tidak memihak. Dalam struktur skripnya, unsur

5W+1H cukup detil walaupun kurang lengkap. Dalam struktur tematiknya, Koran

Kompas mengungkapkan tema dengan jelas yang tersusun secara lengkap dan

sarat informasi. Dalam struktur retorisnya, Koran Kompas banyak memainkan

unsur leksikon dan grafis.

Simpulan penelitian ini adalah bahwa Koran Kompas lewat Rubrik “Swara” memiliki pengaruh pada masyarakat untuk membahas masalah perempuan buruh migran Indonesia dan memiliki pengaruh dalam perubahan

regulasi oleh para pembuat kekuasaan.

Kata kunci: perempuan buruh migran, analisis framing, Rubrik “Swara”, Harian

Referensi

Dokumen terkait

yang berkaitan dengan buruh migran antara negara dapat diselesaikan.. migran illegal (undocumented migrants) mash tenrs

Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: pertama, Bagaimana bentuk-bentuk perlindungan hukum bagi buruh migran perempuan di

Ironisnya, Negara sebagai pengambil kebijakan tidak menganggap perlindungan kepada perempuan buruh migran pekerja rumah tangga sebagai sesuatu yang seharusnya dipadankan dengan

Modal sosial komunitas yang bersifat consummatory dan instrumental memiliki peran besar untuk mendukung pengasuhan yang dilakukan pengasuh pengganti bagi anak buruh migran

Kisah dua perempuan buruh migran dari desa Paberasan membuka mata kita bahwa konstruksi sosial, budaya dan politik begitu kuat mendominasi dan tidak memberi ruang bagi mereka

Melalui pemahaman ini komunitas buruh migran memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar teknologi informasi sebagai bagian dari penguatan kapasitas komunitas dalam

Perlu diakui, bahwa selama 2012 Pemerintah dan DPR telah melakukan 3 langkah penting terkait perlindungan hak-hak buruh migran, yaitu: 1) meratifi kasi Konvensi Migran 1990 melalui

Pemanfaatan Remitensi Buruh Migran Perempuan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga yang Ditinggalkan Siti Imroatul Khuriyah1, Agus Purnomo2* Prodi Pendidikan IPS Universitas