Miftaqurrohmah| 11.1.01.01.0185 FKIP – Bimbingan dan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 1||
DAMPAK KOREAN WAVE TERHADAP GAYA HIDUP MAHASISWA UNP KEDIRI
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pedidikan (S.Pd.)
Pada Jurusan Bimbingan dan Konseling
OLEH :
MIFTAQURROHMAH NPM. 11.1.01.01.0185
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
UNP KEDIRI 2015
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Miftaqurrohmah| 11.1.01.01.0185 FKIP – Bimbingan dan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 2||
Miftaqurrohmah| 11.1.01.01.0185 FKIP – Bimbingan dan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 3||
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Miftaqurrohmah| 11.1.01.01.0185 FKIP – Bimbingan dan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 4||
DAMPAK KOREAN WAVE TERHADAP GAYA HIDUP MAHASISWA UNP KEDIRI
MIFTAQURROHMAH 11.1.01.01.0185
FAKULTAS KEGURUAN AN ILMU PENDIDIKAN-PRODI BIMBINGAN danKONSELING [email protected]
Dr.Hj.Sri Panca Setyawati.M.Pd. dan Dr. Atrup.M.Pd,M.M.
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI ABSTRAK
Beberapa waktu ini drama, film, musik maupun tayangan-tayangan yang berasal dari “Negeri Gingseng” Korea sedang banyak digandrungi mulai dari kalangan anak-anak sampai dengan orang dewasa memiliki antusiasme yang sangat tinggi terhadap produk-produk Korea tidak terkecuali Mahasiswa UNP Kediri yang saat ini juga terkena dampak dari menyebarnya Korean Wave.
Permasalahan penelitian ini adalah 1) faktor yang menyebabkan Budaya Korea begitu disukai oleh Mahasiswa UNP Kediri?
2) dampak Korean Wave terhadap gaya berpakaian mahasiswa UNP Kediri? 3) dampak Korean Wave terhadap gaya berbicara mahasiswa UNP Kediri? 4) gaya konsumtif mahasiswa terhadap barang- barang yang berhubungan dengan Korea? 5) eksistensi budaya Indonesia setelah merebaknya Budaya Pop Korea dikalangan mahasiswa UNP Kediri?.
Dalam penelitian ini digunakan penelitian studi penelitian deskriptif ini merupakan penelitian yang benar-benar hanya memaparkan apa yang terdapat atau
terjadi dalam sebuah kancah, lapangan atau wilayah tertentu.
Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini adalah 1) faktor yang menyebabkan mahasiswa UNP Kediri penggemar Korea Wave begitu menyukai Korea adalah dikarenakan para artis-artis Korea memiliki wajah yang ganteng- dan cantik suara dan lagu yang enak untuk didengar juga alur cerita yang tidak membosankan 2) tidak semua mahasiswa peenggemar Korean Wave di UNP Kediri juga mengikuti gaya berpakaian ala artis Korea 3) mahasiswa biasa menggunakan hangul/bahasa Korea ketika berkumpul atau berbicara dengan sesama penggemar Korea.
Atau pun untuk mengekspresikan dirinya ketika marah. 4) mahasiswa lebih banyak mengkonsumsi produk-produk Korea seperti gadget, tas, topi, album foto artis idola, dan barang-barang lainya yang berhubungan dengan kecintaan mereka terhadap Korea. 5) para penggemar Korea ini masih menyukai budaya mereka sendiri tanpa mengurangi rasa nasionalisme dalam diri mereka, karena kecintaanya pada Korea merupakan hobi saja.
Kata Kunci : Korean Wave, Gaya Hidup
Miftaqurrohmah| 11.1.01.01.0185 FKIP – Bimbingan dan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 5||
I. LATAR BELAKANG
Beberapa waktu ini, film dan drama, musik pop, yang berasal dari “Negeri Gingseng”
Korea sedang banyak digandrungi di Indonesia. Para penikmatnya, mulai dari kalangan anak- anak sampai dengan orang dewasa memiliki antusiasme yang tinggi terhadap produk budaya pop Korea ini. Tidak terkecuali para mahasiswa di UNP Kediri.. Kegilaan akan fashion yang berbau korea di UNP Kediri dapat dikatakan tidak jauh berbeda dengan Universitas lainya di kota besar lain. Disepanjang jalan dan pusat-pusat perbelanjaan dapat dengan mudah dijumpai pengaruh Korean Wave pada para remaja.
Fenemona yang sedang populer di kalangan mahasiswa UNP saat ini Seiring dengan drama korea yang semakin diterima publik Indonesia, muncul pula kegemaran akan grup musik boyband dan girlsband seperti SNSD Sejak itu penggemar k-pop dan drama korea umum dijumpai. semakin melesatnya Korean Wave/Hallyu maka sangat berpengaruh pada gaya hidup para penikmatnya, mereka mengganti nama-nama panggilan mereka dengan nama korea, cara berbicara mereka juga menyelipkan istilah-istilah dalam bahasa Korea. Tak ketinggalan segala atribut yang berlabel Korea menarik minat mereka dari produk-produk elektronik, alat make up, fashion, restoran makanan khas Korea,
Budaya pop Korea kini menempati tempat tersendiri dikalangan remaja. Hal ini dikarenakan Budaya pop Korea dapat membius penggemarnya mulai dari segi drama dan musiknya yang dinamis sampai pada mode – mode fashion yang sedang populer di Korea. Musik dan artis Korea berhasil menghipnotis telinga dan mata remaja Indonesia.
Sekarang ini K-Pop begitu digemari oleh kalangan muda karena wajah para artis K-Pop yang menarik, dandanan yang menyenangkan untuk dilihat, serta fashion yang unik. Disamping itu, musik K-Pop juga mudah didengarkan (easy listening) dan sesuai dengan selera masyarakat pasar, sehingga mudah diterima oleh anak muda pada umumnya,
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Miftaqurrohmah| 11.1.01.01.0185 FKIP – Bimbingan dan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 6||
II. METODE PENELITIAN
Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi saat ini tanpa melakukan hipotesis atau membuat prediksi. Tidak mencari hubungan atau menjelaskan hubungan.
Pada penelitian ini peneliti menggunakan jenis pendekatan menurut teknik samplingnya . Jenis pendekatan menurut teknik sampling adalah melalui pendekatan populasi, pendekatan sampel dan kasus. sampel yang diambil merupakan mahasiswa yang dianggap benar-benar paham mengenai variabel yang akan diteliti. mahasiswa yang dianggap benar-benar paham adalah mahasiswa tersebut suka mendengarkan lagu-lagu korea, suka menonton drama maupun tayangan korea, suka atau selalu update tentang berita artis-artis korea ,selalu histeris ketika melihat foto artis kesukaanya dan juga menjadikan foto-foto artis korea sebagai wallpaper laptop maupun hp sedangkan teknik pengambilan samplingnya peneliti mencari tahu mahasiswa tersebut lewat mahasiswa lain atau pun mahasiswa yang peneliti sendiri tahu memang benar- benar paham dengan variabel yang akan diteliti dan kasus yang akan diteliti adalah Dampak Korean Wave terhadap Gaya Hidup Mahasiswa UNP Kediri.
Dalam penelitian ini digunakan penelitian studi deskriptif dan termasuk jenis problema untuk mengetahui dan mendeskripsikan fenomena. Sehubungan dengan jenis permasalahan ini terjadilah penelitian deskripif (termasuk di dalam survei), penelitian deskriptif ini merupakan penelitian yang benar-benar hanya memaparkan apa yang terdapat atau terjadi dalam sebuah kancah, lapangan atau wilayah tertentu. Dalam penelitian ini peneliti berusaha mencari factor- faktor yang menimbulkan permasalahan selanjutnya mencari tahu akibat permasalahan tersebut.
Data yang terkumpul diklasifikasikan atau dikelompk-kelompokan menurut jenis, sifat atau kondisinya. Sesudah datanya lengkap, kemudian dibuat kesimpulan.
Miftaqurrohmah| 11.1.01.01.0185 FKIP – Bimbingan dan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 7||
III. HASIL PENELITIAN
hasil penelitian ini berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan key informan ,observasi dan dokumentasi.
1. Faktor penyebab budaya Korea begitu disukai dikalangan mahasiswa UNP Kediri.
Artis-artis Korea yang merupakan seorang penyayanyi dan juga pemain drama yang memiliki wajah cantik, ganteng, wajah yang cute serta suara mereka yang bagus menjadi alasan mereka menyukai budaya Korea, tidak ketinggalan drama Korea yang memiliki alur cerita yang bagus dan tidak membuat para penontonya merasa bosan juga merupakan alasan yang menyebabkan mereka lebih menyukai Korea dari pada Indonesia.
2. Gaya Berpakaian mahasiswa setelah merebaknya Korean Wave
Dalam hal gaya berpakaian para penggemar Korean Wave tentunya menyukai gaya berpakaian ala artis-artis Korea, tetapi dalam beberapa hal ada beberapa mahasiswa penggemar Korean Wave yang mengaku tidak mengikuti gaya berpakaian seperti artis-artis Korea. Menurut mereka ada beberapa faktor yang menyebabkan kenapa mereka tidak mengikuti gaya berpakaian yang seperti artis Korea, diantaranya adalah dari segi budaya, iklim dan daerah tempat mereka tinggal serta adat istiadat yang berlaku jelas sekali berbeda antara di Korea dan di Indonesia.
Selain itu tidak semua mahasiswa penggemar Korean Wave memiliki kemampuan dalam segi dana dan fisik untuk mengikutinya.
3. Gaya berbicara mahasiswa setelah merebaknya Korean Wave
Berdasarkan data yang didapat daripara informan, ternyata gaya konsumsi para penggemar Korea ini sebenarnya tidak berbeda jauh dengan mahasiswa pada umunya, hanya saja mereka memiliki selera yang berbeda dan keinginan yang berbeda pula untuk setiap barang yang dimilikinya, selain itu mereka juga rela untuk mengeluarkan sedikit biaya lebih untuk membeli barang-barang yang menurut mereka dapat menunujukkan identitas ke Korean mereka.
5. Eksistensi budaya Indonesia mahasiswa setelah merebaknya Korean Wave
walaupun mereka menyukai semua hal yang berhubungan dengan Korea, mulai dari segi drama, film, tayangan-tayangan Korea, produk Korea, pakaian, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan Korea tetapi tetap saja mereka tidak pernah merupakan rasa ansionalismenya sendiri terhadap negara dan budayanya sendiri.
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Miftaqurrohmah| 11.1.01.01.0185 FKIP – Bimbingan dan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 8||
IV. SIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti pada mahaiswa UNP Kediri mengenai dampak Korean Wave terhadap gaya hidup mahasiswa UNP Kediri, maka peneliti dapat memberikan kesimpulan sebagai berikut :
1. Alasan ataupun faktor yang menyebabkan mahasiswa UNP Kediri penggemar Korea Wave begitu menyukai Korea adalah dikarenakan para artis-artis Korea memiliki wajah yang ganteng-ganteng dan cantik cantik, selain itu kualitas akting yang bagus serta suara dan lagu yang enak untuk didengar juga alur cerita yang tidak membosankan membuat para mahasiswa penggemar Korea ini menyukai budaya Korea.
2. Gaya berpakaian, dalam hal ini ternyata tidak semua mahasiswa peenggemar Korean Wave di UNP Kediri juga mengikuti gaya berpakaian ala artis Korea, ini dikarenakan mereka masih menghormati adat istiadat yang berlaku didaerah mereka serta alasan fisik dan biaya yang sekiranya harus mereka keluarkan untuk mengikuti tren fashion para artis Korea juga menjadi salah satunya.
3. Dalam hal gaya berbicara, mahasiswa biasa menggunakan hangul/bahasa Korea ketika berkumpul atau berbicara dengan sesama penggemar Korea. Atau pun untuk mengekspresikan dirinya ketika marah.
4. Dalam hal gaya konsumsi, hampir mahasiswa penggemar Korea ini memiliki gaya konsumtif yang sama. mahasiswa lebih banyak mengkonsumsi produk-produk Korea seperti gadget, tas, topi, album foto artis idola, dan barang-barang lainya yang berhubungan dengan kecintaan mereka terhadap Korea.
5. Dengan eksistensi budaya Indonesia, ternyata para penggemar Korea ini masih menyukai budaya mereka sendiri tanpa mengurangi rasa nasionalisme dalam diri mereka, karena kecintaanya pada Korea merupakan hobi saja.
Miftaqurrohmah| 11.1.01.01.0185 FKIP – Bimbingan dan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 9||
Daftar Pustaka
Adriana, Yunita Fitra, dkk. 2013. Identifikasi Gaya Korea di Indonesia sebagai Bagian dari gaya barat. Involex Volue IX.No1, Februari 87-100
http://jurnal.upi.edu. Diunduh pada November 2014. Pukul 21.00 Arikunto,Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Ayu, Pratiwi Sella. 2013. Konforminitas dan Fanatisme pada Remaja Korean Wave. eJournal Psikologi, (Online) 1(2): 157-166, tersedia:
ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id, diunduh 25 November 2014. Pukul 20 : 55.
Baran, J. Stanley. 2008. Pengantar Komunikasi Massa. Terjemahan S. Rouli Manalu. 2012. Jakarta: Erlangga.
Cangara, Hafied. 2002. Pengantar Ilmu Komunikasi (Volume 3). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Dayahisni, Tri dan Salis Yuniardi. 2008. Psikologi Lintas Budaya (Volume 3).
Malang: Univesitas Muhammadiyah Malang.
Fatimah, Siti. 2012. Studi Analisis pada House of Korea sebagai medium
bekembangnya korean wave dan peranan alam mendorong timbulnya gaya hidup pada generasi muda Indonesia. Skripsi. Jakarta: FISIP UI.
Fitriyani, Eni. 2013. Analisis Kegiatan Komunikasi Organisasi pada PT Kresna Duta Agroindo Perkebunan Sinar Mas Group Kec. Konibeng Kab. Kutai Timur. eJournal Ilmu Kounikasi, (Online) 1 (2): 518-531, tersedia:
http://jurnal.upi.edu, Diunduh pada 25 November 2014 Pukul 21:00.
Kaparang, Olivia M. 2013. Analisa Gaya Hidup Remaja Dalam Mengimitasi
Budaya Pop Korea Melalui Televisi. Jurnal Acta Diurna, (Online), Vol.II/No.2, tersedia : ejournal.unsrat.ac.id, diunduh pada tanggal 25 November 2014 pukul 20 : 53.
Keesing, Roger M. Tanpa Tahun. Antropologi Budaya. Terjemahan Samuel Gunawan. 1981. Jakarta: Erlangga.
Koentjaraningrat. 2002. Kebudayaan Mentalis dan Pembangunan. Jakarta:
Gramedia.
Lee, Sue Jin. 2011. The Korean Wave : The Soul of Asia. The Elon Journal of Undergraduate Research in Communication, (Online) 1 (2), tersedia:
http://library.umn.ac.id, Diunduh pada 27 November 2014 Pukul 10:37.
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Miftaqurrohmah| 11.1.01.01.0185 FKIP – Bimbingan dan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 10||
Moleong, J Lexy. 214. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosada Karya.
Octriana, Olivia. 2013. Gaya Hidup Konsumtif Korean Addict (Studi Kasus Terhadap 2 orang remaja putri korean addict di kota bandung). Bandung:
UPI.
Pemerintah Republik Korea. Tanpa Tahun. Fakta-Fakta Megenai Korea.
Terjemahan Bayu Kristianto. 2008. Soul: Pelayanan Kebudayaan dan Informasi Korea, Kementrian Kebudayaan Olahraga dan Pariwisata.
Prayogo ,Adjie Pangestu. 2013. Gaya Hidup Mahasiswa Unirta melalui Korean Wave. Skripsi. Serang-Banten: UNITIRTA.
Rohim, Syaiful. 2009. Teori Komunikasi (Volume 1). Jakarta: Rineka Cipta Sugiharti, Rahma. 2010. Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme. Jakarta: Graha
Ilmu.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan (Volume 15). Bandung: Alfabeta.
Wuryanta, AG Eka, Wenats. 2011. Diantara Pusaran Gelombang Korea, 3 (2).
(Online), tersedia: http://library.umn.ac.id, Diunduh 27 November 2014 Pukul 11:00.