NAMA PEMBUAT : NURFITRIA SYUKUR
SUREL PEMBUAT : [email protected]
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (01)
Sekolah : UPTD SMPN 1 KALABAHI
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas/Semester : IX/Ganjil
Materi Pokok : LISTRIK STATIS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Alokasi Waktu : 3 x 40 Menit
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat :
1. Menyebutkan contoh gejala kelistrikan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari 2. Menjelaskan jenis-jenis muatan listrik
3. Menjelaskan interaksi dua muatan listrik
4. Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja elektroskop B. Media Pembelajaran, Alat dan Sumber Belajar
Media: Lembar Kerja Peserta Didik, Lembar penilaian, Laboratorium IPA, Perpustakaan sekolah
Alat/Bahan: Penggaris, spidol, papan tulis, Laptop & infocus, Slide presentasi (ppt)
Sumber Belajar: Buku IPA Kls IX Kemdikbud, Buku lain yang menunjang, Multimedia interaktif dan Internet
C. Langkah-Langkah Pembelajaran ( Pertemuan Pertama )
Kegiatan Pendahuluan
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan berdasarkan pengalaman peserta didik dengan materi sebelumnya yaitu materi tentang unsur-unsur dan penyusunan bahan serta memberikan pertanyaan misalnya :
Bagaimana interaksi antarmuatan listrik pada suatu benda?
Kejadian apa sajakah dalam kehidupan sehari-hari yang menggambarkan adanya gejala interaksi antara muatan listrik?
Peserta didik dimotivasi untuk membaca tujuan pembelajaran yang tertera pada buku siswa ( kegiatan “Ayo kita Pelajari! ) Guru menyampaikan kepada peserta didik nilai yang diperoleh setelah mempelajari materi ini, yang tertera pada fitur
“Mengapa Hal ini Penting?”
Kegiatan Inti Kegiatan
Literasi
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada konsep muatan listrik pada fitur “ayo kita cari tahu” yang ada di buku siswa. Kemudian Peserta didik mengamati serangkaian demonstrasi yang dilakukan oleh guru tentang penggunaan elektroskop sederhana Critical
Thinking
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi pertanyaan yang berkaitan dengan fitur “ayo kita cari tahu” dan akan dijawab melalui kegiatan belajar.
Misalnya :
Bagaimana gerak daun elektroskop bila bola elektroskop didekatkan dengan benda-benda yang bermuatan negatif? akan membuka atau menutup? mengapa?
Bagaimana gerak daun elektroskop bila bola elektroskop didekatkan dengan benda-benda yang bermuatan positif? akan membuka atau menutup? mengapa?
Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk melakukan percobaan pada LKPD 1“gejala listrik statis” dan LKPD 2 “bagaimana interaksi dua benda bermuatan terhadap jaraknya” pada fitur “ayo kita lakukan” aktivitas 4.1 dan aktivitas 4.2 di buku siswa.
Communication Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok yang mempresentasikan.
Creativity
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bertanya tentang hasil percobaan atau hasil diskusi yang belum dipahami. Kemudian Guru membimbing peserta didik mempelajari contoh soal yang terdapat pada fitur “ ayo kita pahami”.
Kegiatan Penutup Guru dan peserta didik merefleksi kegiatan pembelajaran
Guru dan peserta didik menarik kesimpulan dari hasil kegiatan pembelajaran
Guru menyampaikan materi pembelajaran gaya listrik (gaya Coulomb) yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya Guru meminta salah seorang peserta didik memimpin doa dengan disiplin
D. Penilaian Hasil Pembelajaran
1. Penilaian Pengetahuan; Teknik Penilaian; Tes tertulis : uraian (terlampir) 2. Penilaian Keterampilan ; Teknik Penilaian ; Tugas Praktik (terlampir)
Kalabahi, Juli 2022
Mengetahui
Kepala UPTD SMPN 1 KALABAHI Guru Mata Pelajaran
MUHAMAD MASANG, S. Pd NURFITRIA SYUKUR, S.Pd
NIP 19760212 200312 1 012 NIP. -
KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghargai dan menghayati Prilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli ( Toleransi, gotong royong) santun, Percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan ( Faktual Konseptual dan Prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI 4 : Mengolah, mengkaji dan menalar dalam rana kongkrit ( menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat ) dan rana abstrak ( menulis, membaca, menghitung, menggambar, mengarang ) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
KOMPETENSI DASAR :
3.4. Menjelaskan konsep listrik statis dan gejalanya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kelistrikan pada sistem saraf dan hewan yang mengandung listrik.
4.4 Menyajikan hasil pengamatan tentang gejala listrik statis dalam kehidupan sehari-hari.
INDIKATOR HASIL PEMBELAJARAN :
3.4.1 Memahami konsep listrik statis dan gejalanya dalam kehidupan sehari-hari 3.4.2 Menjelaskan interaksi antara muatan listrik
3.4.3 Memahami konsep gaya listrik 3.4.4 Memahami konsep potensial listrik 3.4.5 Menjelaskan kelistrikan pada sistem saraf 3.4.6 Memaparkan hewan yang mengandung listrik
MATERI PEMBELAJARAN :
Listrik Statis dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Listrik Statis
Jika benda bermuatan listrik positif didekatkan dengan benda bermuatan listrik negatif dan sebaliknya, maka kedua benda akan tarik – menarik. Jika benda bermuatan listrik positif didekatkan dengan benda bermuatan listrik positif, akan tolak – menolak. Jika benda bermuatan listrik negatif didekatkan dengan benda bermuatan listrik negatif akan tolak – menolak juga.
Hal tersebut merupakan konsep listrik statis. Deret tribolistrik adalah daftar yang memuat bahan – bahan dengan kecenderungan untuk bermuatan positif atau kecenderungan bermuatan negatif. Deret tribolistrik berguna untuk menentukan
kombinasi bahan yang tepat agar tercipta listrik statis terbesar. Berikut deret tribolistrik :
Deret tribolistrik menunjukkan benda akan bermuatan negatif bila digosok dengan benda diatasnya dan bermuatan positif apabila digosok dengan benda dibawahnya. Contohnya gelas digosok dengan wol maka gelas akan bermuatan positif, wol akan bermuatan negatif.
Elektroskop adalah alat yang digunakan untuk mengetahui muatan listrik atau jenis muatan dalam suatu benda. Prinsip kerja elektroskop berdasarkan induksi listrik.
Elektroskop memiliki 3 bagian, yaitu kepala elektroskop terbuat dari logam, penghantar atau konduktor yang menghubungkan kepala dengan daun elektroskop dan daun
elektroskop terbuat dari lempeng emas atau alumunium. Daun elektroskop akan mekar bila kepala diberi muatan dengan cara mendekatkan benda bermuatan ke kepala
elektroskop.
Baca Juga: Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
Charles Augustin Coulomb (1736 – 1806) meneliti hubungan gaya tarik menarik dan gaya tolak menolak dua benda bermuatan listrik terhadap besar muatan listrik dan
jaraknya menggunakan neraca puntir Coulomb. Berikut gambar neraca puntir Coulomb :
Hasil dari percobaan Coulomb tersebut, dapat disimpulkan bahwa besar gaya listrik antara dua benda bermuatan adalah :
1). Berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua muatan atau F ~
2). Berbanding lurus dengan perkalian besar kedua muatan partikel atau F ~ q1 × q2
Medan listrik adalah daerah disekitar muatan yang masih kuat menimbulkan gaya listrik terhadap muatan lain. Medan listrik digambarkan dengan garis gaya listrik yang mengarah keluar atau kedalam. Garis gaya listrik mengarah keluar menunjukkan muatan negatif, garis gaya listrik menuju kedalam
menunjukkan muatan positif.
Berikut gambar medan listrik
Medan listrik dapat detentukan besarnya dengan cara dihitung. Untuk memudahkan penjelasan rumus, perhatikan gambar dibawah ini :
Untuk mengetahui besar kuat medan listrik muatan Q, sebuah muatan uji positif ( ) yang muatannya lebih kecil diletakkan didekat muatan Q dengan jarak . Sehingga, muatan mendapat gaya tolak dari muatan Q sebesar :
Karena medan listrik (E) adalah besarnya gaya listrik (F) yang bekerja pada satu satuan muatan uji ( ), maka besarnya kuat medan listrik yang dialami oleh muatan uji tersebut :
Sehingga dapat disimpulkan bahwa besar kuat medan listrik pada suatu titik yang berjarak dari muatan Q adalah :
Keterangan : = medan listrik ( )
= gaya Coulomb ( )
= besar muatan listrik ( )
Benjamin Franklin adalah orang yang pertama menyatakan bahwa petir terjadi akibat adanya kilatan cahaya yang muncul akibat adanya gejala listrik
statis. Menurutnya, petir adalah perpindahan muatan negatif (elektron) antara awan dengan awan atau awan dengan bumi.
Baca Juga: Chapter 6: We Have Been to an Orphan Home
Perpindahan muatan listrik (elektron) tersebut disebabkan oleh adanya beda potensial listrik. Besarnya beda potensial listrik dapat dihitung dengan
membandingkan besar energi listrik yang diperlukan untuk memindahkan sejumlah muatan listrik. Secara sistematis dituliskan sebagai berikut :
Keterangan : = beda potensial ( )
= energi listrik ( )
= muatan listrik ( )
2. Kelistrikan pada Tubuh Manusia
Tubuh manusia juga dialiri arus listrik, khususnya syaraf yaitu dengan adanya impuls listrik. Biolistrik adalah bidang yang khusus mempelajari tentang aliran impuls listrik pada tubuh manusia. Kelistrikan pada tubuh hanya berkaitan dengan komposisi ion dalam tubuh.
Muatan didalam dan diluar sel saraf tidak dapat saling tarik menarik karena ada pemisah berupa membran sel saraf. Tarik menarik antar muatan akan terjadi jika ada rangsangan dari neurotransmitter. Berikut ilustrasi muatan listrik pada sel saraf :
Saat sel saraf tidak menghantarkan impuls, muatan positif
melingkupi bagian luar membran sel. Sehingga, membran sel saraf bagian luar bermuatan positif dan membran sel saraf bagian dalam
bermuatan negatif ( ). Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut :
Sistem saraf terdiri atas sel – sel saraf berfungsi untuk menerima, mengolah dan mengirim rangsangan berupa impuls. Setiap sel saraf terdiri atas 3 bagian yaitu : badan sel saraf, dendrit dan akson atau neurit. Akson dibungkus oleh selubung myelin. Berdasar keberadaan myelin, terdapat 2 macam neuron yaitu neuron dengan myelin dan neuron tanpa myelin