69
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Penerapan Perlakuan Akuntansi Pembiayaan Mudharabah di Bank BNI Syariah
1. Akuntansi untuk pemilik dana
Menurut hasil wawancara bahwa investasi mudharabah dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang dibayarkan pada pengelola dana dengan jurnal sebagai berikut :1
Dr. Investasi Mudharabah xxx
Kr. Kas xxx
Mengenai kerugian, narasumber menjelaskan bahwa ketika dalam satu periode sebelum akad mudharabah berakhir terjadi kerugian maka tetap diakui sebagai kerugian dan dibentuk penyisihan kerugian investasi.dan jurnalnya sebagai berikut :2
Dr. Kerugian Investasi Mudharabah xxx
Kr. Penyisihan Kerugian Investasi Mudharabah xxx
Menurut narasumber yaitu ketua pembiayaan produktif, bagian hasil usaha di Bank BNI Syariah menggunakan metode revenue sharing, yaitu pembagian hasil yang dihitung dari total pendapatan pengelolaan dana tanpa dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pengelolaan dana tersebut.
Ketika bagi hasil belum dibagikan oleh pengelola dana maka diakui sebagai piutang, jurnalnya adalah :3
Dr. Piutang Pendapatan Bagi Hasil xxx
Kr. Pendapatan Bagi Hasil Mudharabah xxx
1 Wawancara dengan ibu Deisya, Bagian Pembiayaan Produktif Bank BNI Syariah Cabang Cirebon, 13 Januari 2015
2 Wawancara dengan ibu Deisya, Bagian Pembiayaan Produktif Bank BNI Syariah Cabang Cirebon, 13 Januari 2015
3 Wawancara dengan ibu Deisya, Bagian Pembiayaan Produktif Bank BNI Syariah Cabang Cirebon, 13 Januari 2015
70
Dan ketika pengelola dana membayarkan bagi hasilnya, maka jurnalnya adalah :
Dr. Kas xxx
Kr. Piutang Pendapatan Bagi Hasil xxx
Dan narasumber juga menjelaskan bahwa saat akad mudharabah berakhir maka selisih antara investasi mudharabah setelah dikurangi dengan penyisihan kerugian maka diakui sebagai kentungan atau kerugian.
Dengan jurnalnya sebagai berikut :4
Dr. Kas / Piutang xxx
Dr. Penyisihan Kerugian Investasi Mudharabah xxx
Kr. Investasi Mudharabah xxx
Kr. Keuntungan Investasi Mudharabah xxx ATAU
Dr. Kas / Piutang xxx
Dr. Penyisihan Kerugian Investasi Mudharabah xxx
Dr. Kerugian Investasi Mudharabah xxx
Kr. Investasi Mudharabah xxx
2. Akuntansi untuk pengelola dana
Di BNI juga dana yang diterima oleh pemilik dana dalam akad mudharabah diakui sebagai dana syirkah temporer, jelas narasumber. Dan dana syirkah temporer diukur sebesar jumlah kas yang diterima, dengan jurnalnya sebagai berikut :5
Dr. Kas xxx
Kr. Dana Syirkah Temporer xxx
Berdasarkan hasil wawancara, ketika dana syirkah temporer itu disalurkan kembali maka dana tersebut diakui sebagi aset atau investasi
4 Wawancara dengan ibu Deisya, Bagian Pembiayaan Produktif Bank BNI Syariah Cabang Cirebon, 13 Januari 2015
5 Wawancara dengan ibu Deisya, Bagian Pembiayaan Produktif Bank BNI Syariah Cabang Cirebon, 13 Januari 2015
mudharabah. Dan dana yang diterima tersebut diakui sebagai pendapatan, ketika diterima pendapatan bagi hasil tersebut dari penyaluran dana syirkah temporer maka dilakukan pencatatan jurnal sebagai berikut :6
Dr. Kas / Piutang xxx
Kr. Pendapatan yang belum dibagikan xxx
Ketika melakukan wawancara, dijelaskan bahwa hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diperhitungkan tetapi belum dibayarkan maka diakui sebagai kewajiban. Dengan jurnalnya, yaitu :7
Dr. Beban Bagi Hasil Mudharabah xxx
Kr. Utang Bagi Hasil Mudharabah xxx
Sedangkan ketika bagi hasil itu dibayarkan, maka jurnalnya ialah : Dr. Utang Bagi Hasil Mudaharabah xxx
Kr. Kas xxx
Menurut narasumber, apabila dana tersebut dikelola oleh sendiri itu berarti ada pendapatan dan beban yang diakui oleh pengelola dana. Dalam pencatatan jurnalnya yaitu:8
Dr. Kas / piutang xxx
Kr. Pendapatan xxx
Ketika mencatat beban yaitu:
Dr. Beban xxx
Kr. Kas / Piutang xxx
6 Wawancara dengan ibu Deisya, Bagian Pembiayaan Produktif Bank BNI Syariah Cabang Cirebon, 13 Januari 2015
7 Wawancara dengan ibu Deisya, Bagian Pembiayaan Produktif Bank BNI Syariah Cabang Cirebon, 13 Januari 2015
8 Wawancara dengan ibu Deisya, Bagian Pembiayaan Produktif Bank BNI Syariah Cabang Cirebon, 13 Januari 2015
72
Ketika mengalami keuntungan, maka jurnalnya adalah:
Dr. pendapatan xxx
Kr. Beban xxx
Kr. Pendapatan yang belum dibagikan xxx
Dan ketika mengalami kerugikan, yaitu:
Dr. Pendapatan xxx
Dr. penyisihan Kerugian xxx
Kr. Beban xxx
Ketika membayarkan bagi hasil, yaitu:
Dr. Utang Bagi Hasil Mudharabah xxx
Kr. Kas xxx
Kemudian narasumber menjelaskan bahwa kerugian yang terjadi dikarenakan oleh kelalaian atau kesalahan pengelola dana maka diakui sebagai beban pengelola dana. Yang jurnalnya sebagai berikut:9
Dr. Beban xxx
Kr. Utang lain-lain / Kas xxx
Ketika jurnal yang dibuat diakhir akad yaitu sebagai berikut:
Dr. Dana syirkah temporer xxx
Kr. Kas xxx
Dan ketika ada penyisihan kerugian sebelumnya maka dibuat jurnal sebagai berikut:
Dr. Dana Syirkah Temporer xxx
Kr. Kas xxx
Kr. Penyisihan Kerugian xxx
9 Wawancara dengan ibu Deisya, Bagian Pembiayaan Produktif Bank BNI Syariah Cabang Cirebon, 13 Januari 2015
Selain data diatas, peneliti juga memperoleh informasi mengenai pembiayaan mudharabah di Bank BNI Syariah yaitu sebagai berikut:
Pembiayaan mudharabah di Bank BNI Syariah dikhususkan diberikan kepada perusahaan-perusahaan, koperasi, BMT, KSP dan lembaga- lembaga lainnya. Sedangkan untuk perorangan diberikan pembiayaan musyarakah dengan syarat harus memiliki usaha minimalnya sudah berjalan 2 tahun. Sedangkan persyaratan dokumen lainnya yang harus dipenuhi oleh calon nasabah untuk mendapatkan pembiayaannya, yaitu:10
1. Fotocopy KTP / Paspor pemohohon dan suami / istri 2. Fotocopy surat nikah / cerai / pisah harta
3. Pasfoto 4x6 cm pemohon dan suami / istri 4. Fotocopy kartu keluarga
5. Fotocopy NPWP pemohon perorangan 6. Fotocopy KTP seluruh pengurus perusahaan 7. Fotocopy NPWP seluruh pengurus perusahaan 8. Akta pendirian / perubahan (apabila ada) 9. Surat keterangan domisili usaha (SKDU) 10. Surat izin usaha perdagangan (SIUP) 11. Tanda daftar perusahaan (TDP) 12. Fotocopy surat izin praktek profesi 13. Neraca dan rugi laba 2 tahun terakhir 14. Laporan aktifitas usaha 6 bulan terakhir
15. Perincian renacana anggaran biaya modal kerja / investasi 16. Fotocopy dokumen agunan:
a. BPKB
b. Sertifikat tanah, IMB dan PBB terakhir c. Lainnya
Persyaratan disesuaikan dengan pembiayaan yang diajukan.
Sedangkan prosedur yang harus dijalanai calon nasabah yaitu:
1. Nasabah mengisi aplikasi permohonan dan persyaratan yang ada.
10 Wawancara dengan ibu Deisya, Bagian Pembiayaan Produktif Bank BNI Syariah Cabang Cirebon, 7 Januari 2015
74
2. Pihak bank melakukan kunjungan ke tempat usahanya dan melakukan wawancara untuk menentukan dilanjut atau tidaknya pembiayaaan tersebut.
3. Ketika pembiayaan tersebut tidak bisa dilanjutkan, pihak bank akan memberikan informasinya melalui telepon. Dan ketika pembiayaan tersebut dilanjutkan maka kami pihak bank membuatkan surat yang biasa dikenal dengan SKP (surat keputusan pembiayaan)
4. Melakukan akad
5. Memenuhi persyaratan yang harus dipenuhi 6. Pencairan dana11
Dalam pembiayaan mudharabah dibutuhkan juga jaminan sebagai salah satu syarat yang hasrus dipenuhi oleh calon nasabah. Karena pembiayaan mudharabah hanya ditujukan pada perusahan-perusahhan, koperasi dan lembaga-lembaga lainnya maka yang dijadikan jaminan adalah piutang instansi tersebut. Sedangkan BMT biasanya memberikan jaminannya berupa asset seperti tanah. Dan jaminan itu harus bernilai minimalnya sebesar pembiayaan yang diberikan.12
Setelah pembiayaan tersebut diberikan maka mudharib harus melakukan ketentuan-ketentuan yang ada seperti membayar pokok dan memberikan bagi hasil yang telah ditentukan oleh pihak bank. Dan biasanya bank memberikan ketentuan kalau gaji karyawan diberikan melalui bank kami dan itu dilakukan untuk meminimalisir wanprestasi.13
Besarnya dana yang diberikan oleh bank pada nasabah sudah ada perhitungannya yaitu piutang perusahaan x 10 , itu maksimalnya pembiayaan yang kita berikan. Dan tentunya nominal tersebut setelah dikurang hutang- hutang yang ada di bank lain. Misalnya piutang dia 5 milyar x 10 jadi 50 milyar dan setelah dilihat dia mempunyai hutang ke bank lain 15 milyar berarti pembiayaan yang kita berikan sekitar 35 milyar. Dan tempo yang kita
11 Wawancara dengan ibu Deisya, Bagian Pembiayaan Produktif Bank BNI Syariah Cabang Cirebon, 7 Januari 2015
12 Wawancara dengan ibu Deisya, Bagian Pembiayaan Produktif Bank BNI Syariah Cabang Cirebon, 7 Januari 2015
13 Wawancara dengan ibu Deisya, Bagian Pembiayaan Produktif Bank BNI Syariah Cabang Cirebon, 7 Januari 2015
berikan maksimalnya 5 tahun, tetapi masih bisa disesuaikan lagi dengan kebutuhannya. Pengembalian modal yaitu berupa angsuran yaitu setiap bulan nasabah membayar pokok dan bagi hasilnya, angsuran yang diberiak tentu sudah ada tarifnya, namun masih bisa disesuaikan sesuai dengan kemampuannya.14
Di Bank BNI Syariah untuk pembiayaan mudharabah menggunakan prinsip bagi hasil revenue sharing, yaitu pembagian hasil yang dihitung dari total pendapatan pengelolaan dana tanpa dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pengelolaan dana. Dan menurut saya pribadi kalo pakainya profit sharing maka bagi hasil yang diterima oleh pengelola bakalan lebih kecil dan setau saya bank syariah di Indonesia memang masih menggunakan revenue sharing.15
Ketika nasabah tidak mampu memenuhi kewajibannya sesuai perjanjian yang ada maka pihak bank melakukan investigasi apa yang membuat nasabah tidak bisa memenuhi kewajibannya. Jika memang alasannya karena wanprestasi ya mau tidak mau perusahaan harus tetap setor dan jika dalam waktu tertentu tetap tidak memenuhi kewajibannya maka jaminan dieksekusi. Tetaapi jika alasannya memang karena tidak mampu dan ia telah berusaha namun tetap tidak bisa membayarnya maka kamii mempunyai kebijakan lain seperti mengecilkan angsurannya dan menambah waktu jatuh temponya (biasanya kita temui pada BMT dan KSP, ya perusahan kecil gitu). Dan kita juga memiliki dewan pengawas yang bertugas mmengawasi mudharib, jadi kita pihak pembiayaan maupun pihak lainnya tidak bisa semena-mena pada mudharib karena mudharib ada dalam pengawasan DPS tersebut.16
14Wawancara dengan ibu Deisya, Bagian Pembiayaan Produktif Bank BNI Syariah Cabang Cirebon, 7 Januari 2015
15 Wawancara dengan ibu Laily Robiyanti, Kepala Bagian Pembiayaan Bank BNI Syariah Cabang Cirebon, 7 Januari 2015
16 Wawancara dengan ibu Laily Robiyanti, Kepala Bagian Pembiayaan Bank BNI Syariah Cabang Cirebon, 7 Januari 2015
76
B. Kesesuaian Perlakuan Akuntansi Bank BNI Syariah dengan PSAK No.105
1. Akuntansi untuk pemilik dana
Menurut hasil wawancara bahwa investasi mudharabah dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang dibayarkan pada pengelola dana dengan jurnal sebagai berikut :
Dr. Investasi Mudharabah xxx
Kr. Kas xxx
Analisis transaksi diatas:
Transaksi diatas telah sesuai dengan PSAK No.105 pada paragraf 12 yang berisi “Dana mudharabah yang disalurkan oleh pemilik dana diakui sebagai investasi mudharabah pada saat pembayaran kas atau penyerahan aset nonkas kepada pengelola dana.”
Dan sesuai dengan PSAK Paragraf 13 (a) yang berbunyi “Investasi mudharabah dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang dibayarkan.”
Namun, di Bank BNI Syariah ini aset yang diberikan dalam akad mudharabah hanya berupa kas saja, dan diberikan hanya pada instansi- instansi atau lembaga tidak untuk perorangan.
Mengenai kerugian, narasumber menjelaskan bahwa ketika dalam satu periode sebelum akad mudharabah berakhir terjadi kerugian maka tetap diakui sebagai kerugian dan dibentuk penyisihan kerugian investasi.dan jurnalnya sebagai berikut :
Dr. Kerugian Investasi Mudharabah xxx
Kr. Penyisihan Kerugian Investasi Mudharabah xxx
Analisis transaksi diatas:
Pernyataan diatas sesuai dengan isi PSAK No.105 paragraf 21 yang berisi “kerugian yang terjadi dalam suatu periode sebelum akad mudharabah berakhir diakui sebagai kerugian dan dibentuk penyesihan kerugian investasi. Dan sesuai juga dengan paragraf 23 yang berisi
“kerugian akibat kelalaian atau kesalahan pengelola dana dibebankan pada pengelola dana dan tidak mengurangi investasi mudharabah.”
Dalam PSAK No.105 paragraf 18 dijelaskan mengenai kelalaian atau kesalahan pengelolaan dana, antara lain:
a. Persyaratan yang ditentukan di dalam akad tidak dipenuhi;
b. Tidak terdapat kondisi di luar kemampuan (force majeur) yang lazim dan/atau yang telah ditentukan dalam akad; atau
c. Hasil keputusan dari institusi yang berwenang.
Menurut narasumber yaitu ketua pembiayaan produktif, bagian hasil usaha di Bank BNI Syariah menggunakan metode revenue sharing, yaitu pembagian hasil yang dihitung dari total pendapatan pengelolaan dana tanpa dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pengelolaan dana tersebut.
Ketika bagi hasil belum dibagikan oleh pengelola dana maka diakui sebagai piutang, jurnalnya adalah :
Dr. Piutang Pendapatan Bagi Hasil xxx
Kr. Pendapatan Bagi Hasil Mudharabah xxx
Dan ketika pengelola dana membayarkan bagi hasilnya, maka jurnalnya adalah :
Dr. Kas xxx
Kr. Piutang Pendapatan Bagi Hasil xxx
Analisis transaksi diatas:
Mengenai bagi hasil ini tidak sesuai dengan PSAK No.105 terbukti dalam paragraf 11 dijelaskan bahwa “Pembagian hasil usaha mudharabah dapat dilakukan berdasarkan prinsip bagi hasil atau bagi laba. Jika berdasarkan prinsip bagi hasil, maka dasar pembagian bagi hasil usaha adalah laba bruto (gross profit) bukan total pendapatan usaha (omset).
Sedangkan jika berdasarkan prinsip bagi laba, dasar pembagian adalah laba neto (net profit) yaitu laba bruto dikurangi beban yang berkaitan dengan pengelolaan dana mudharabah. Dan diperjelas juga dalam paragraf
78
28 yang berisi “Bagi hasil mudharabah dapat dilakukan dengan dua prinsip, yaitu bagi laba atau bagi hasil.”
Sedangkan pernyataan bagi hasil yang belum dibagikan diakui sebagai piutang itu telah sesuai dengan PSAK No.105 paragraf 24.
Dan narasumber juga menjelaskan bahwa saat akad mudharabah berakhir maka selisih antara investasi mudharabah setelah dikurangi dengan penyisihan kerugian maka diakui sebagai kentungan atau kerugian.
Dengan jurnalnya sebagai berikut :
Dr. Kas / Piutang xxx
Dr. Penyisihan Kerugian Investasi Mudharabah xxx
Kr. Investasi Mudharabah xxx
Kr. Keuntungan Investasi Mudharabah xxx ATAU
Dr. Kas / Piutang xxx
Dr. Penyisihan Kerugian Investasi Mudharabah xxx
Dr. Kerugian Investasi Mudharabah xxx
Kr. Investasi Mudharabah xxx
Ananlisis transaksi diatas:
Pernyataan tersebut sama dengan pernyataan yang ada dalam buku Akuntansi Syariah di Indonesia karya Sri Nurhayati dan Wasilah yang menyebutkan bahwa “pada saat akad mudharabah berakhir, antara investasi mudharabah setelah dikurangi penyisihan kerugian investasi dan pengembalian investasi mudharabah diakui sebagi keuntungan atau kerugian.
2. Akuntansi untuk pengelola dana
Di BNI juga dana yang diterima oleh pemilik dana dalam akad mudharabah diakui sebagai dana syirkah temporer, jelas narasumber. Dan dana syirkah temporer diukur sebesar jumlah kas yang diterima, dengan jurnalnya sebagai berikut :
Dr. Kas xxx
Kr. Dana Syirkah Temporer xxx
Analisis transaksi diatas:
Pernyataan diatas sesuai dengan pernyataan yang tercantum dalam PSAK No.105 dalam paragraf 25 yang berbunyi “dana yang diterima dari pemilik dana dalam akad mudharabah diakui sebagai dana syirkah temporer sebesar jumlah kas atau nilai wajar aset nonkas yang diterima.
Pada akhir periode akuntansi, dana syirkah temporer diukur sebesar nilai tercatatnya.”
Berdasarkan hasil wawancara, ketika dana syirkah temporer itu disalurkan kembali maka dana tersebut diakui sebagai aset atau investasi mudharabah. Dan dana yang diterima tersebut diakui sebagai pendapatan, ketika diterima pendapatan bagi hasil tersebut dari penyaluran dana syirkah temporer maka dilakukan pencatatan jurnal sebagai berikut :
Dr. Kas / Piutang xxx
Kr. Pendapatan yang belum dibagikan xxx
Analisis transaksi diatas:
Pernyataan diatas sesuai dengan isi PSAK No.105 dalam paragraf 27 yang menerangkan bahwa “Pengelola dana mengakui pendapatan atas pengaluran dana syirkah temporer secara bruto sebelum dikurangi dengan bagian hak pemilik dana.”
Ketika melakukan wawancara, dijelaskan bahwa hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diperhitungkan tetapi belum dibayarkan maka diakui sebagai kewajiban. Dengan jurnalnya, yaitu :
Dr. Beban Bagi Hasil Mudharabah xxx
Kr. Utang Bagi Hasil Mudharabah xxx
80
Sedangkan ketika bagi hasil itu dibayarkan, maka jurnalnya ialah : Dr. Utang Bagi Hasil Mudaharabah xxx
Kr. Kas xxx
Analisis transaksi diats:
Dalam paragraf 29 dijelaskan yaitu “Hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diperhitungkan tetapi belum dibagikan kepada pemilik dana diakui sebagai kewajiban sebesar bagi hasil yang menjadi porsi hak pemilik dana” , maka transaksi di BNI Syariah telah sesuai dengan PSAK tersebut.
Menurut narasumber, apabila dana tersebut dikelola oleh sendiri itu berarti ada pendapatan dan beban yang diakui oleh pengelola dana. Dalam pencatatan jurnalnya yaitu:
Dr. Kas / piutang xxx
Kr. Pendapatan xxx Ketika mencatat beban yaitu:
Dr. Beban xxx
Kr. Kas / Piutang xxx
Ketika mengalami keuntungan, maka jurnalnya adalah:
Dr. pendapatan xxx
Kr. Beban xxx
Kr. Pendapatan yang belum dibagikan xxx
Dan ketika mengalami kerugikan, yaitu:
Dr. Pendapatan xxx
Dr. penyisihan Kerugian xxx
Kr. Beban xxx
Ketika membayarkan bagi hasil, yaitu:
Dr. Utang Bagi Hasil Mudharabah xxx
Kr. Kas xxx
Kemudian narasumber menjelaskan bahwa kerugian yang terjadi dikarenakan oleh kelalaian atau kesalahan pengelola dana maka diakui sebagai beban pengelola dana. Yang jurnalnya sebagai berikut:
Dr. Beban xxx
Kr. Utang lain-lain / Kas xxx
Ketika jurnal yang dibuat diakhir akad yaitu sebagai berikut:
Dr. dana syirkah temporer xxx
Kr. Kas xxx
Dan ketika ada penyisihan kerugian sebelumnya maka dibuat jurnal sebagai berikut:
Dr. Dana Syirkah Temporer xxx
Kr. Kas xxx
Kr. Penyisihan Kerugian xxx Analisis transaksi diatas:
Transaksi diatas sama dengan PSAK No.105 dan yang tercantum dalam buku Akuntansi Syariah di Indonesi karya Sri Nurhayati dan Wasilah
Untuk memperjelas data diatas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
82
Tabel kesesuaian antara perlakuan akuntansi pembiayaan mudharabah pada PSAK 105 dengan perlakuan akuntansi pembiayaan mudharabah di Bank BNI Syariah
No Transaksi PSAK 105
Bank BNI Syariah
(berdasarkan hasil wawancara dan didukung oleh buku)
Kesesuaian A. Akuntansi untuk Pemilik Dana
1 Jurnal pada saat penerimaan kas
Dr Investassi mudharabah xxx Kr Kas xxx
Dr Investassi mudharabah xxx Kr Kas xxx
Sesuai
2 Jurnal pada saat penyerahan modal
1. Penyerahan modal kas
Dr Investasi mudharabah xxx Kr Kas xxx 2. Penyerahan modal nonkas
a. Nilai wajar > nilai tercatat Dr Investasi mudharabah xxx
Kr Kerugian xxx Kr Aset nonkas xxx b. Amortisasi keuntungan tangguhan
Dr Keuntungan tangguhan xxx Kr Keuntungan xxx c. Nilai wajar < niali tercatat
Dr Investasi mudharabah xxx Dr Kerugian xxx Kr Aset nonkas xxx
1. Penyerahan modal kas
Dr Investasi mudharabah xxx Kr Kas xxx
-
-
-
Sesuai
Di Bank BNI Syariah untuk pembiayaan mudharabah hanya diberikan aset berupa kas, tidak diberikan nonkas.
3 Penurunan nilai jika 1. Penurunan nilai / kehilangan sebelum
invetasi mudharabah dalam bentuk aset nonkas
usaha dimulai
Dr kerugian investasi xxx
Kr Investasi mudharabah xxx
2. Penurunan niali / kehilangan setelah usaha dimulai Dr Kerugian investasi xxx
Kr Penyisihan investasi xxx
Dr Kas xxx
Dr Penyisihan investasi xxx
Kr Pendapatan bagi hasil xxx
- - - Di Bank BNI Syariah untuk pembiayaan mudharabah hanya diberikan aset berupa kas, tidak diberikan nonkas. 4 Jurnal saat kerugian Dr Kerugian investasi xxx
Kr Penyisihan kerugian investasi xxx
Dr Kerugian investasi xxx
Kr Penyisihan kerugian investasi xxx Sesuai 5 Hasil usaha 1. Bagian hasil usaha yang belum dibayar oleh pengelola dana diakui sebagai piutang Dr Piutang pendapatan bagi hasil xxx Kr Pendapatan bagi hasil xxx
2. Pada saat pengelola dana membayar bagi hasil Dr Kas xxx
Kr Piutang pendapatan bagi hasil xxx Dalam pembagian hasilnya menggunakan metode Gross profit dan net profit. 1. Bagian hasil usaha yang belum dibayar oleh pengelola dana diakui sebagai piutang Dr Piutang pendapatan bagi hasil xxx Kr Pendapatan bagi hasil xxx
2. Pada saat pengelola dana membayar bagi hasil Dr Kas xxx Kr Piutang pendapatan bagi hasil xxx
Dalam pembagian hasilnya menggunakan metode Revenue
sharing.
Sesuai
Sesuai
Tidak Sesuai Dr Kas / piutang / aset nonkas xxx Dr Kas / piutang xxx Sesuai
84
6 Akad mudharabah berakhir
Dr penyisihan kerugian investasi xxx Kr Investasi mudharabah xxx Kr Keuntungan investasi xxx
ATAU
Dr Kas / piutang / aset nonkas xxx Dr Penyisihan kerugian investasi xxx Dr Kerugian investasi xxx Kr Investasi mudharabah xxx
Dr penyisihan kerugian investasi xxx Kr Investasi mudharabah xxx Kr Keuntungan investasi xxx
ATAU
Dr Kas / piutang xxx Dr Penyisihan kerugian investasi xxx Dr Kerugian investasi xxx Kr Investasi mudharabah xxx
Sesuai
B. Akuntansi untuk Pengelola Dana 1 Pengukuran dana
syirkah temporer
Dr Kas / aset nonkas xxx
Kr Dana syirkah temporer xxx
Dr Kas xxx
Kr Dana syirkah temporer xxx
Sesuai
2 Penyaluran kembali dana syirkah
temporer
Dr Kas / piutang xxx
Kr Pendapatn yg blm dibagikan xxx
Dr Kas / piutang xxx
Kr Pendapatn yg blm dibagikan xxx
Sesuai Namun dalam kasus ini pemilik
dana tidak
mempunyai wewenang untuk mengatur kepada siapa dana itu diberikan dan untuk kegiatan apa.
3 Kerugian Dr Beban xxx
Kr Utang lain-lain / Kas xxx
Dr Beban xxx
Kr Utang lain-lain / Kas xxx
Sesuai
4 Di akhir akad
Dr Dana syirkah temporer xxx Kr Kas / aset nonkas xxx
Jika ada penyisihan kerugian sebelumnya:
Dr Dana syirkah temporer xxx Kr Kas / aset nonnkas xxx Kr Penyisihan kerugian xxx
Dr dana syirkah temporer xxx Kr Kas xxx Jika ada penyisihan kerugian sebelumnya:
Dr dana syirkah temporer xxx Kr Kas xxx Kr Penyisihan kerugian xxx
Sesuai
Sesuai
TABEL 4.1
Kesesuaian Perlakuan Akuntansi Pembiayaan Mudharabah PSAK 105 dengan Perlakuan Akuntansi Pembiayaan Mudharabah di Bank BNI Syariah
86
Untuk lebih jelasnya lagi mengenai transaksi mudharabah, dibawah ini ada ilustrasi akuntansi akad mudharabah:
a. Penyerahan dana investasi dalam bentuk kas (Asumsi : Pengelola dana tidak memudharabahkan kembali) Transaksi
(dalam ribuan rupiah)
Shahibul Maal (Pemilik Dana)
Mudharib (Pengelola Dana) 1 Januari 2011
Setelah melakukan akad, pemilik dana menyerahkan dana sebesar Rp.
100.000. Periode akad 2 tahun.
Nisbah bagi hasil pengelola : pemilik dana = 3:1
Investasi Mudharabah 100.000
Kas 100.000
Kas 100.000 Dana Syirkah Temporer 100.000
Ket: Dana syirkah temporer disajikan sebagai akun terpisah dari utang dan modal.
31 Desember 2011
Jika hasil pengelola dana selama tahun 2011 adalah:
- Memperoleh pendapatan Rp.
10.000
- Menanggung Beban Rp.
8.000
Pengelola dana akan mencatat pendapatan dan beban kemudian di akhir periode akan dibuat jurnal penutup:
Kas/Piutang 10.000
Pendapatan 10.000 Beban 8.000
Kas/Utang 8.000 Pendapatan 10.000
Beban 8.000 Pendapatan yg blm
dibagikan (kewajiban) 2.000 Membagi laba sesuai nisbah:
Pengelola dana : ¾ x 2.000 = 1.500 Pemilik dana : ¼ x 2.000 = 500
Pembayaran kepada pemilik dana Kas 500 Pendapatan bagi hasil 500
Pendapatan yg blm dibagikan 2.000 Kas 2.000
Transaksi (dalam ribuan rupiah)
Shahibul Maal (Pemilik Dana)
Mudharib (Pengelola Dana) Jika tidak dibagi langsung Piutang bagi hasil 500
Pendapatan bagi hasil 500 Saat penerimaan uang
Kas 500 Piutang bagi hasil 500 Penyajian laporan keuangan neraca Aset:
Investasi mudharabah 100.000
Penyisihan kerugian 0 100.000
Utang:
Utang bagi hasil mudharabah 0 Dana syirkah temporer 100.000
Penyisihan kerugian 0 100.000 Tahun 2012
31 Desember 2012
Jika hasil pengelolaan dana selama tahun 2012 adalah:
- memperoleh pendapatan Rp.8.000 - menanggung beban Rp. 10.000
Kerugian mudharabah 2.000 Penyisihan kerugian mudharabah 2.000
Pengelolaan dana akan mencatat pendapatan dan beban, kemudian akan ditutup:
Kas/Piutang 8.000
Pendapatan 8.000 Beban 10.000
Kas/Utang 10.000 Pendapatan 8.000
Penyisihan kerugian 2.000
Beban 10.000 Penyajian laporan keuangan neraca
(31/12/2012)
Aset:
Investasi mudharabah 100.000
Penyisihan kerugian 2.000 98.000
Utang:
Utang bagi hasil mudharabah 0 Dana syirkah temporer 100.000
Penyisihan kerugian 2.000 98.000
88
Transaksi (dalam ribuan rupiah)
Shahibul Maal (Pemilik Dana)
Mudharib (Pengelola Dana) 1 Januari 2013
Pengembalian investasi mudharabah pada akhir akad dan menerima 98.000
Kas 98.000 Penyisihan kerugian mudarabah 2.000 Investasi mudharabah 100.000
Dana syirkah temporer 100.000
Kas 98.000 Penyisihan kerugian 2.000 b. Penyerahan dana investasti dalam bentuk aset nonkas
Transaksi (dalam ribuan rupiah)
Shahibul Maal (Pemilik Dana)
Mudharib (Pengelola Dana) 1 Januari 2011
Setelah melakukan akad, pemilik dana menyerahkan aset nonkas dengan:
Nilai buku Rp. 80.000 Nilai pasar Rp. 100.000 Periode akad 2 tahun, namun
mengingat ada kebutuhan bahan baku, operasional usaha akan dimulai 1 maret 2011.
Nisbah bagi hasi pengelola:pemilik dana = 2:2
Investasi Mudharabah 100.000
Aset Nonkas 80.000 Keuntunga Tangguhan 20.000
Aset Nonkas 100.000
Dana syirkah temporer 100.000
28 Februari 2011
Terjadi penurunan nilai usaha dimulai sebesar Rp. 5.000
Kerugian investasi 5.000
Investasi mudharabah 5.000
Dana syirkah temporer 5.000 Aset Nonkas 5.000
Transaksi (dalam ribuan rupiah)
Shahibul Maal (Pemilik Dana)
Mudharib (Pengelola Dana) 31 Desember 2011
Jika hasil pengelolaan dana selama periode tertentu adalah:
- Memperoleh pendapatan Rp. 20.000 - Menanggung beban Rp. 8.000
- Pemilik dana mengamortisasi keuntungan tangguhan
Keuntungan tangguhan 10.000
Keuntungan 10.000
Pengelola dana akan mencatat pendapatan dan beban, kemudian akan ditutup:
Kas/Piutang 20.000
Pendapatan 20.000 Beban 8.000
Kas 8.000 Pendapatan 20.000
Beban 8.000 Pendapatan yg blm dibagikan
(Kewajiban) 12.000
Membagi laba sesuai nisbah:
Mudharib ½ x 12.000 = 6.000 Shahibul Maal : ½ x 12.000 = 6.000 Pembayaran kepada Shahibul Maal :
Kas 6.000
Pendapatan bagi hasil 6.000 Jika tidak dibagi langsung:
Piutang bagi hasil 6.000 Pendapatan bagi hasil 6.000
Pendapatan yang belum dibagikan 12.000 Kas 12.000
90
Transaksi (dalam ribuan rupiah)
Shahibul Maal (Pemilik Dana)
Mudharib (Pengelola Dana) Saat uang diterima:
Kas 6.000 Piutang bagi hasil 6.000 Penyajian laporan keuangan neraca Aset:
Investasi mudharabah 95.000
Penyisihan kerugian 0 95.000
Utang:
Utang bagi hasil 0 Dana syirkah temporer 95.000
Penyisihan kerugian 0 95.000 31 Desember 2012
Jika hasil pengolahan dana selama periode tertentu adalah:
- Memperoleh pendapatan Rp. 8.000
- Menanggung beban Rp. 10.000 Kerugian mudharabah 2.0000
Penyisihan kerugian 2.000
Pengelolaan dana akan mencaatat pendapatan dan beban, kemudian akan ditutup:
Kas/Piutang 8.000
Pendapatan 8.000 Beban 10.000
Kas/Utang 10.000 Pendapatan 8.000
Penyisihan kerugian 2.000
Beban 10.000
Transaksi (dalam ribuan rupiah)
Shahibul Maal (Pemilik Dana)
Mudharib (Pengelola Dana) Pemilik dana mengamortisasi keuntungan
tangguhan
Keuntungan yang ditangguhkan 10.000 Keuntungan 10.000 Penyajian laporan keuangan neraca Aset:
Investasi mudharabah 95.000
Penyisihan kerugian 2.000 93.000
Utang:
Utang bagi hasil mudharabah 0
Dana syirkah temporer 95.000
Penyisihan kerugian 2.000 93.000
1 januari 2013
Pengembalian investasi mudharabah pad akhir akad, jika nilai aset nonkas Rp.
95.000
Aset nonkas mudharabah 93.000 Penyisihan kerugian 2.000
Investasi mudharabah 95.000
Dana syirkah temporer 95.000
Aset nonkas 93.000 Penyisihan kerugian 2.000
TABEL 4.2
Ilustrasi Akuntansi Akad Mudharabah17
17 Sri Nurhayati dan Wasilah, Akuntansi Syariah di Indonesia, 142-146.
92