BAB IV
PEMBAHASAN PENELITIAN
Dalam bab ini peneliti menjelaskan hasil penelitian yang diperoleh melalui observasi dan wawancara yaitu mengenai Penggunaan Media Sosial Instagram sebagai Komunikasi Pemasaran Online, Adapun beberapa data yang dimaksud adalah jawaban- jawaban yang diberikan informan terhadap pertanyaan-pertanyaan wawancara yang berkaitan dan sesuai dengan permasalahan yang diajukan dalam konteks khusus apakah dengan komunikasi dengan penggunaan media sosial Instagram sebagai komunikasi pemasaran online ini dapat meningkatkan keuntungan dalam usaha produk dan jersey
@MPES_MBS.
4.1 Profil Informan
Dalam penelitian ini, informan yang peneliti ambil merupakan salah satu pembisnis online yang bisa terbilang sukses dalam melakukan bisnis nya melalui media sosial. Dengan cara berkomunikasinya melalui media sosial Instagram melalui unggahan foto yang berisi hasil desain jersey beberapa diantaranya telah menarik perhatian beberapa konsumen dari berbagai kalangan ataupun komunitas sehingga telah dipercaya oleh pelanggan. Informan di dalam penelitian merupakan pemilik akun instagram @MPES_MBS yang berperan aktif dalam design, pembuatan, dan pemasaran jersey di media sosial. Selebihnya peneliti banyak melakukan observasi
secara langsung dan tidak langsung melalui instagram dan tempat bisnis pemilik akun Instagram tersebut.
Adapun dalam pemberian kode kepada informan peneliti membuat inisial seperti pada table berikut :
Tabel 4.1
Data Informan Penelitian Kode /
inisial
NamaInforman Usia JenisKelamin Profesi/ Jabatan
P1 Rafi
Herdiansyah
23 L Pemilik/Owner
P2 Maulana 20 L Mahasiswa/Konsumen
Sumber: Hasil olah data peneliti
Rafi Herdiansyah (P1) adalah pemilik/owner dari akun @MPES_MBS yang bergerak di bidang penjualan produk dan jasa dalam membuat design, jersey serta memasarkannya melalui media sosial Instagram.
Maulana (P2) adalah seorang mahasiswa salah satu universitas swasta di kota Bandung. Maulana adalah seorang konsumen langganan yang biasa memesan produk MPES_MBS melalui media sosial.
4.2 Hasil Penelitian
Pada hasil ini menggunakan metode penelitian kualitatif, peneliti akan memaparkan mengenai data pada penelitian yang akan dihubungkan dengan konsep dan teori yang dibahas dibab sebelumnya. Data penelitian ini diperoleh dari wawancara dan observasi secara langsung dilaksanakan di tempat usaha jersey milik Rafi Hardiansyah yaitu pemilik/owner dari akun @MPES_MBS yang berlokasi di Cijambe, Jl Marta No.34 Rt.02 / Rw. 10 Kelurahan Cigending, Kecamatan Ujung Berung.
Dalam melakukan proses analisis data ini penelitian akan menfokuskan pada bagaimana komunikasi pemasaran dengan mengetahui kegiatan promosi, segmentasi konsumen, dan model komunikasi pemasaran melalui media sosial Instagram. Dalam penelitian tersebut terfokus pada situasi, peristiwa, dan tindakan komunikasi menurut dell hymes, dari ketiga pengertian diatas tak terlepas dengan adanya keputusan- keputusan yang selalu dibuat oleh pemilik/owner. Selama berjalannya produk/jasa tersebut terutama dalam meningkatkan pemasaran melalui media sosial, peneliti menyajikan data penelitian ke dalam penjelasan beserta analisisnya melalui data yang telah dirangkum dan akan dijelaskan bagaimana hasil dari observasi dan wawancara ketika peneliti melakukan penelitian, berikut hasil dari penelitian yang telah dilakukan.
4.2.1 Kegiatan Promosi @MPES_MBS melalui Media Sosial Instagram
Komunikasi pemasaran merupakan sarana bagi perusahaan untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen baik secara langsung atau tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual. Hal ini berarti, komunikasi pemasaran mewakili “suara” dari perusahaan dan merek perusahaan serta
sarana yang dapat membangun dialog dan juga membangun hubungan dengan konsumen untuk mengetahui kegiatan promosi dalam penjualan produk dan jasa pembuatan jersey kepada pelanggan melalui media sosial Instagram.
Pada era digital ini,, dikarenakan banyaknya pengguna Instagram di Indonesia serta mudahnya menggunakan Instagram. maka dari itu perlu untuk meningkatkan daya tarik konsumen pada kegiatan promosi di Instagram, serta ada beberapa hal yang perlu di perhatikan. Beberapa bagian penting dalam penggunaan Instagram yang perlu diperhatikan adalah terkait penggunaan judul/caption, tagar/hastag, suka/like, dan desain foto yang unik dan menarik perhatian, beberapa hal tersebut merupakan poin yang penting dalam menarik minat konsumen.
Hasil data yang ditemukan dilapangan yang peniliti amati dan wawancara secara mendalam dengan P1 dari pemilik/owner dari akun @MPES_MBS, Poin penting pertama dalam kegiatan promosi menggunakan media sosial Instagram yaitu Judul/caption dalam pembuatan nya harus diperhatikan beberapa hal. Pembuatan judul/caption dalam konten haruslah judul/caption yang informatif, menarik, serta menggunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh pelanggan agar pelanggan tertarik dan berminat dengan konten tersebut. Menariknya judul/caption yang dibuat oleh akun
@MPES_MBS ini hanyalah berisi pesan singkat dan memberikan informasi yang penting saja seperti no. kontak Whatsapp, id Line, serta akun Instagram pemilik, sehingga membuat calon pelanggan penasaran lalu menghubungi kontak tersebut untuk mengetahui informasi lebih lanjut.
“Soal promosi di Instagram kita memang harus rajin posting foto, supaya follower dan konsumen kita bisa update tentang produk terbaru kita. Selain itu baik foto atau caption di foto yang kita posting juga harus menarik, supaya follower dan konsumen itu tertarik sama produk kita” (hasil wawancara P1)
Hal ini dibenarkan oleh P2, menurutnya promosi melalui instagram akan membuat konsumen selaku sesama pengguna media sosial bisa menjadi lebih update mengenai produk produk terbaru MPES_MBS.
“menurut saya MPES_MBS memang pintar dalam hal pemanfaatan media sosial. Mereka bisa memperbesar keuntungan dengan memanfaatkan instagram sebagai media promosinya. Dalam hal promosi mereka memang sering memposting produk terbaru mereka, itu membuat kita selaku konsumen yang menggunakan media sosial menjadi lebih tau dan lebih update seputar produk terbaru dari MPES_MBS” (hasil wawancara P2)
Lalu selain fitur judul/caption ada juga fitur lain yang harus diperhatikan yaitu penggunaan hastag, dimana hastag ini mempunyai pengaruh untuk membuat konten yang diunggah lebih popular dengan adanya hastag yang dibuat menyesuaikan konten yang diupload. Selain memudahkan pencarian terkait dengan konten-konten tertentu, hastag juga digunakan untuk menandai foto dan mengelompokannya ke kategori
tertentu atau yang lebih spesifik. Tentunya fitur ini juga perlu didukung oleh fitur judul/caption, karena hastag ini terdapat dalam caption yang nantinya hastag dan caption ini saling berhubungan. Penggunaan hastag ini bias digunakan sesuai
kebutuhan sesuai dengan konten yang di unggah, ada baiknya hastag dengan konten yang mirip disamakan agar pencarian dengan hastag yang mirip akan membuat beberapa konten tersebut dapat dilihat secara bersamaan dalam sekali pencarian.
“ kita juga biasa menggunakan hashtag disetiap postingan kita, tujuannya agar mudah dicari sama orang orang diluar. Hashtag itu juga berguna untuk memudahkan pengguna Instagram mencari produk kita ” (hasil wawancara P1,)
Tanggapan tersebut dikuatkan oleh P2, menurutnya dengan mencari produk melalui fitur hashtag memudahkannya sebagai konsumen untuk mencari kategori yang diinginkan.
“kalau hastag itu memang perlu ya, khususnya buat promosi itu bisa memudahkan kita mencari jenis produk, contohnya waktu saya pertama kali mencari jersey, saya juga mencari jersey melalui fitur hashtag. Jadi kalau bikin hashtag nanti yang sejenis bakal keluar semua, jadi kita tinggal pilih mau yang mana.” (Hasil wawancara P2)
Penggunaan media sosial Instagram oleh akun @MPES_MBS untuk kegiatan promosi agar diketahui dan diminati banyak orang sangatlah penting, dan hal ini dapat dilihat dari banyak nya like yang didapat dari setiap konten yang telah diunggah, dengan banyaknya like yang didapat bisa dikatakan bahwa pelanggan menyukai hasil konten tersebut dan membuat calon pelanggan lain tertarik dengan produk dan jasa dan menambah jumlah follower akun @MPES_MBS.
“dari banyaknya media sosial saat ini saya lebih memilih Instagram sebagai media promosi karena sudah seperti katalog online yang cocok untuk produk dan jasa yang saya buat mulai dari desain jersey hingga pembuatan jersey, semua itu saya upload ke Instagram” (hasil wawancara P1,)
Dari hasil wawancara tersebut, peneliti dapat menganalisis bahwa dalam melakukan kegiatan promosi melalui Instagram memiliki peran penting agar produk dan jasa tersebut dapat diketahui oleh pengguna instagram dengan mengutamakan konsep desain foto yang menarik bagi pelanggan, dan penggunaan Judul/Caption serta
Hastag yang tepat. Dimana konsep foto yang bertujuan untuk memberikan gambaran
bagi pengunjung seperti desain jersey sebagai referensi pembuatan jersey yang diinginkan, dan Judul/Caption serta Hastag yang saling berhubung agar konten tersebut popular dan banyak dilihat oleh pelanggan. Dengan adanya keunggulan fitur pada Instagram ini, pemilik/owner diwajibkan memiliki konsep foto design produk agar terlihat lebih menarik dimata pengunjung Instagram.
4.2.2 Menentukan Segmentasi Konsumen Melalui Media Sosial Instagram Karakteristik segmentasi secara psikografik menjadi fokus utama dalam penelitian ini karena segmentasi psikografik mencerminkan gaya hidup dan kepribadian manusia, mulai dari gaya hidup yang mencerminkan bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya yang dinyatakan dalam aktivitas-aktivitas, minat dan opini-opininya. Produk dan jasa jersey sendiri merupakan wadah bagi konsumen yang memiliki gaya hidup serba praktis dimana mereka lebih melakukan pembelian secara online daripada offline, dengan menggunakan media sosial Instagram,
@MPES_MBS dapat menyesuaikan dengan kelompok segmentasi yang telah dirancang sehingga pelanggan dari kelompok segmentasi tersebut dapat menerima pesan dengan mudah, karena hanya dengan melihat akun @MPES_MBS pelanggan yang ingin membuat jersey bisa melihat katalog-katalog foto desain yang telah diunggah P1 sebagai acuan referensi ataupun memiliki desain sendiri sehingga pelanggan tidak pelu mengunjungi secara langsung. Hal ini dikarenakan keberadaan internet yang memudahkan pelanggan untuk melakukan komunikasi, memperoleh
data, atau mengirimkan sesuatu pada orang lain di tempat yang berbeda, internet juga menjadikan promosi lebih mudah dan efisien.
Hasil dari wawancara bersama P1 mengatakan bahwa segmentasi dari produk yang dipasarkan lebih berfokus kepada kalangan anak muda dan dewasa.
“untuk segmentasi memang kita lebih berfokus pada anak muda dan dewasa, karena memang rata rata pelanggan kita itu anak komunitas motor” (hasil wawancara P1)
Dalam komunikasi pemasaran yang dilakukan @MPES_MBS bukan hanya tentang bagaimana penjualan dari produk, tetapi bagaimana interpretasi produk yang dibuat sebagus mungkin oleh @MPES_MBS sehingga mengubah mindset pelanggan khususnya kelompok segmentasi dalam melihat @MPES_MBS.
“rata-rata pelanggan yang telah order di @MPES_MBS ini memang kebanyakan dari komunitas-komunitas seperti komunitas motor sehingga semakin besar komunitas tersebut semakin banyak juga orderan nya” (hasil wawancara P1)
Dari hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa peneliti menangkap secara langsung media sosial Instagram memang berpengaruh terhadap peningkatan penjualan atau pemenuhan informasi bagi pelanggannya, maka pesan yang dicoba sampaikan dengan informasi khusus di setiap foto yang telah diunggah di akun
@MPES_MBS agar dapat membantu calon konsumen dalam pemenuhan informasi tentang produk mereka, dan segmentasi konsumen agar dapat bermaanfaat secara maksimal.
4.2.3 Model Komunikasi Pemasaran @MPES_MBS melalui media sosial instagram
Dalam penelitian ini peneliti mengungkapkan bahwa komunikasi pemasaran yang berguna untuk menginformasikan, membujuk dan mengingatkan konsumen sasarannya akan keberadaan suatu produk dalam usaha untuk menyampaikan pesan kepada public terutama konsumen mengenai keberadaan produ di pasar, maka dari itu, peran komunikasi pemasaran menjadi sangat penting bagi akun @MPES_MBS dalam memasarkan produknya, untuk mencapai target tersebut @MPES_MBS menggunakan bauran pemasaran (Marketing Mix) yang merupakan alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan di pasar sasaran yang terdiri dari Produk (Produk), Harga (Price), Tempat (Place), dan Promosi (Promotion).
Dari hasil waawancara dengan informan mengatakan bahwa pemanfaatan media sosial instagram sebagai media promosi produk sangat membantu mereka dalam menambah dan menaikan keuntungan.
“Sebagai pebisnis tentunya kita jangan sampai ketinggalan zaman tapi kita juga harus bisa memanfaatkan apa yang ada, contohnya seperti instagram, selain untuk hiburan instagram juga kita manfaatkan sebagai media untuk promosi produk kita. Promosi di instagram memang sangat membantu kita, karena nantinya yang melihat produk kita itu kan semua pengguna instagram itu sendiri. Dari situ juga kita dapat banyak sekali respon dari konsumen kita”
(hasil wawancara P1)
Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana MPES_MBS mempergunakan media sosial instagram sebagai bisnisnya dalam meningkatkan penjualannya. Tahapan umpan balik yang digunakan bersifat online sehingga
pemilik/owner dari akun @MPES_MBS tidak dapat mengetahui secara langsung tanggapan dari konsumen tanpa melihat dan merasakan ekspresi mukan dan gerak tubuh konsumen dalam menanggapi produknya tersebut, pemilik/owner baru dapat mengetahui bagaimana respon konsumen jika telah melakukan kontak secara langsung atau menggunakan salah satu fitur pada Instagram yaitu DM (Direct Messanger).
“dari banyaknya hasil desain jersey yang telah diposting, ada juga pelanggan berminat order dari desain yang telah diposting dan menurut pelanggan tersebut memang suka dengan desainnya meskipun tidak saya promosikan secara langsung, dari situlah keuntungan saya menggunakan media sosial Instagram tidak perlu lagi mempromosikan bila ada yang tertarik suka ada yang langsung pesan tanpa membicarakan masalah desain” (hasil wawancara P1)
Dari hasil analisis tersebut hingga saat ini akun @MPES_MBS memiliki 1043 followers dan telah memposting 190 foto dari sebagian postingan tersebut terdapat beberapa foto hasil desain dan bukti pesanan serta transaksi jersey dari pelanggan yang terbukti bahwa @MPES_MBS telah di percaya dan membuat usaha milik P1 sukses diminati oleh pelanggan. Dari setiap foto yang telah diunggah berisi beberapa informasi dari isi caption yang penting untuk komunikasi lebih lanjut serta penggunaan hastag yang sangat efektif sehingga lebih mudah diketahui oleh pelanggan dalam melakukan proses pencarian yang diinginkan.
4.3 Pembahasan Hasil Analisis dan Penelitian
4.3.1 Bagaimana Kegiatan Promosi @MPES_MBS melalui Media Sosial Instagram
Penggunaan media sosial Instagram oleh akun @MPES_MBS untuk kegiatan promosi agar diketahui dan diminati banyak orang sangatlah penting, dan hal ini dapat dilihat dari banyak nya like yang didapat dari setiap konten yang telah diunggah, dengan banyaknya like yang didapat bisa dikatakan bahwa pelanggan menyukai hasil konten tersebut dan membuat calon pelanggan lain tertarik dengan produk dan jasa dan menambah jumlah follower akun @MPES_MBS.
Dari hasil wawancara dengan informan, peneliti dapat menganalisis bahwa dalam melakukan kegiatan promosi melalui Instagram memiliki peran penting agar produk dan jasa tersebut dapat diketahui oleh pengguna instagram dengan mengutamakan konsep desain foto yang menarik bagi pelanggan, dan penggunaan Judul/Caption serta Hastag yang tepat. Dimana konsep foto yang bertujuan untuk memberikan gambaran bagi pengunjung seperti desain jersey sebagai referensi pembuatan jersey yang diinginkan, dan Judul/Caption serta Hastag yang saling berhubung agar konten tersebut popular dan banyak dilihat oleh pelanggan. Dengan adanya keunggulan fitur pada Instagram ini, pemilik/owner diwajibkan memiliki konsep foto design produk agar terlihat lebih menarik dimata pengunjung Instagram.
Poin penting pertama dalam kegiatan promosi menggunakan media sosial Instagram yaitu Judul/caption dalam pembuatan nya harus diperhatikan beberapa hal.
Pembuatan judul/caption dalam konten haruslah judul/caption yang informatif, menarik, serta menggunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh pelanggan agar pelanggan tertarik dan berminat dengan konten tersebut. Menariknya judul/caption yang dibuat oleh akun @MPES_MBS ini hanyalah berisi pesan singkat dan memberikan informasi yang penting saja seperti no. kontak Whatsapp, id Line, serta akun Instagram pemilik, sehingga membuat calon pelanggan penasaran lalu menghubungi kontak tersebut untuk mengetahui informasi lebih lanjut.
Lalu selain fitur judul/caption ada juga fitur lain yang harus diperhatikan yaitu penggunaan hastag, dimana hastag ini mempunyai pengaruh untuk membuat konten yang diunggah lebih popular dengan adanya hastag yang dibuat menyesuaikan konten yang diupload. Selain memudahkan pencarian terkait dengan konten-konten tertentu, hastag juga digunakan untuk menandai foto dan mengelompokannya ke kategori
tertentu atau yang lebih spesifik. Tentunya fitur ini juga perlu didukung oleh fitur judul/caption, karena hastag ini terdapat dalam caption yang nantinya hastag dan caption ini saling berhubungan. Penggunaan hastag ini biasa digunakan sesuai
kebutuhan sesuai dengan konten yang di unggah, ada baiknya hastag dengan konten yang mirip disamakan agar pencarian dengan hastag yang mirip akan membuat beberapa konten tersebut dapat dilihat secara bersamaan dalam sekali pencarian.
Komunikasi pemasaran merupakan sarana bagi perusahaan untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen baik secara langsung atau tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual. Hal ini berarti, komunikasi pemasaran mewakili “suara” dari perusahaan dan merek perusahaan serta
sarana yang dapat membangun dialog dan juga membangun hubungan dengan konsumen untuk mengetahui kegiatan promosi dalam penjualan produk dan jasa pembuatan jersey kepada pelanggan melalui media sosial Instagram.
Pada era digital ini,, dikarenakan banyaknya pengguna Instagram di Indonesia serta mudahnya menggunakan Instagram. maka dari itu perlu untuk meningkatkan daya tarik konsumen pada kegiatan promosi di Instagram, serta ada beberapa hal yang perlu di perhatikan. Beberapa bagian penting dalam penggunaan Instagram yang perlu diperhatikan adalah terkait penggunaan judul/caption, tagar/hastag, suka/like, dan desain foto yang unik dan menarik perhatian, beberapa hal tersebut merupakan poin yang penting dalam menarik minat konsumen.
Henry Jenkins mengatakan dalam teori Participatory Media Culture menguraikan cara-cara dimana budaya media baru menawarkan khalayak umum untuk secara bersama-sama mengambil peran sebagai konsumen media dan produsen media sekaligus. Jenkins berpendapat bahwa dalam Participatory Media Culture, orang orang mampu secara kreatif menanggapi isi media dengan menciptakan komoditas budaya mereka sendiri sebagai upaya mereka untuk menguraikan dan menemukan makna didalam produk media dan pesan yang ada. Dalam Participatory Media Culture, masyarakat dapat lebih mudah merespon dan memberikan kontribusi dan pesan kepada media.
4.3.2 Bagaimana Menentukan Segmentasi Konsumen Melalui Media Sosial Instagram
Produk dan jasa jersey sendiri merupakan wadah bagi konsumen yang memiliki gaya hidup serba praktis dimana mereka lebih melakukan pembelian secara online daripada offline, dengan menggunakan media sosial Instagram, @MPES_MBS dapat menyesuaikan dengan kelompok segmentasi yang telah dirancang sehingga pelanggan dari kelompok segmentasi tersebut dapat menerima pesan dengan mudah, karena hanya dengan melihat akun @MPES_MBS pelanggan yang ingin membuat jersey bisa melihat katalog-katalog foto desain yang telah diunggah P1 sebagai acuan referensi ataupun memiliki desain sendiri sehingga pelanggan tidak pelu mengunjungi secara langsung.
Karakteristik segmentasi secara psikografik menjadi fokus utama dalam penelitian ini karena segmentasi psikografik mencerminkan gaya hidup dan kepribadian manusia, mulai dari gaya hidup yang mencerminkan bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya yang dinyatakan dalam aktivitas-aktivitas, minat dan opini-opininya. Hal ini dikarenakan keberadaan internet yang memudahkan pelanggan untuk melakukan komunikasi, memperoleh data, atau mengirimkan sesuatu pada orang lain di tempat yang berbeda, internet juga menjadikan promosi lebih mudah dan efisien. Dalam komunikasi pemasaran yang dilakukan @MPES_MBS bukan hanya tentang bagaimana penjualan dari produk, tetapi bagaimana interpretasi produk yang dibuat sebagus mungkin oleh @MPES_MBS sehingga mengubah mindset pelanggan khususnya kelompok segmentasi dalam melihat @MPES_MBS.
Dari hasil wawancara dengan informan dapat disimpulkan bahwa peneliti menangkap secara langsung media sosial Instagram memang berpengaruh terhadap peningkatan penjualan atau pemenuhan informasi bagi pelanggannya, maka pesan yang dicoba sampaikan dengan informasi khusus di setiap foto yang telah diunggah di akun @MPES_MBS agar dapat membantu calon konsumen dalam pemenuhan informasi tentang produk mereka, dan segmentasi konsumen agar dapat bermaanfaat secara maksimal, maka segmen-segmen pasar harus memenuhi lima karakteristik seperti berikut :
Tabel 4.2
Segmentasi Yang Efektif
No. Segementasi Uraian
1. Dapat Diukur (Measurable) Berdasarkan jenis jersey
2. Besar (Substantial)
Berdasarkan banyaknya order dari individu ataupun dari komunitas
3. Dapat Dijangkau (Accesible)
Menggunakan Direct Message dalam fitur Instagram atau nomor kontak lain yang telah dicantumkan pada caption disetiap unggahan foto
4. Dapat Dibedakan (Differentiable)
Berdasarkan jenis desain yang diinginkan
5. Dapat Diambil Tindakan (Actionable)
Berdasarkan hasil kesepakatan yang telah ditentukan
1. Dapat Diukur (Measurable) terdapat beberapa jenis jersey yang dapat diukur diantaranya jersey 1 set premium, normal, jersey tangan Panjang/pendek, dan jersey untuk anak, berdasarkan jumlah penjualan yang paling banyak dipesan oleh pelanggan adalah jenis jersey 1 set normal sehingga hal itu menjadi tolak ukur dalam pemesanan di @MPES_MBS
2. Besar (Substansial) banyaknya penjualan yang didapat merupakan hasil dari beberapa komunitas yang telah memesan jersey di @MPES_MBS sehingga meningkatan nilai segmen pasar
3. Dapat Dijangkau (accessible) mudahnya berkomunikasi dengan menggunakan sosial media Instagram merupakan nilai penting dalam penjualan sehingga memudahkan komunikasi antara penjual dengan pembeli tanpa harus komunikasi secara langsung
4. Dapat Dibedakan (Differentiable) segmen pasar yang ideal merupakan jenis produk/desain yang sama namun bisa dibedakan berdasarkan ukuran ataupun tipe jersey sehingga dapat menyesuaikan dengan keinginan pelanggan
5. Dapat Diambil Tindakan (Actionable) terdapat beberapa informasi pendukung yang dibutuhkan dalam transaksi diantaranya media sosial ataupun
menghubungi langsung dengan nomor telepon maupun mendatangi lokasi tempat @MPES_MBS
Dalam Participatory Media Culture, masyarakat dapat lebih mudah merespon dan memberikan kontribusi dan pesan kepada media. Henry Jenkins dalam (Cahya, 2016:2) mengatakan bahwa participatory culture yaitu sebahai budaya dimana fans dan konsumen secara aktif ikut berpartisipasi dalam penciptaan dan pensirkulasian kembali suatu konten baru. Jenkins berpendapat bahwa dalam Participatory Media Culture, orang orang mampu secara kreatif menanggapi isi media dengan menciptakan
komoditas budaya mereka sendiri sebagai upaya mereka untuk menguraikan dan menemukan makna didalam produk media dan pesan yang ada. Henry Jenkins juga menguraikan cara-cara dimana budaya media baru menawarkan khalayak umum untuk secara bersama-sama mengambil peran sebagai konsumen media dan produsen media sekaligus.
4.3.3 Model Komunikasi Pemasaran @MPES_MBS melalui media sosial instagram
Dalam penelitian ini peneliti mengungkapkan bahwa komunikasi pemasaran yang berguna untuk menginformasikan, membujuk dan mengingatkan konsumen sasarannya akan keberadaan suatu produk dalam usaha untuk menyampaikan pesan kepada public terutama konsumen mengenai keberadaan produ di pasar, maka dari itu, peran komunikasi pemasaran menjadi sangat penting bagi akun @MPES_MBS dalam memasarkan produknya, untuk mencapai target tersebut @MPES_MBS menggunakan bauran pemasaran (Marketing Mix) yang merupakan alat pemasaran taktis terkendali
yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan di pasar sasaran yang terdiri dari Produk (Produk), Harga (Price), Tempat (Place), dan Promosi (Promotion). Maka dapat disimpulkan bahwa hasil analisis yang didapat menggunakan Bauran Pemasaran yaitu:
Bagan 4.1 Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Produk (Product) yang dihasilkan berupa desain jersey, dan jasa pembuatan
jersey
Tempat (Place) yang digunakan untuk kegiatan promosi adalah melalui media
sosial Instagram
Harga (Price) jumlah harga yang diberikan mulai dari harga Rp. 1.000.000
hingga Rp. 130.000 belum termasuk ongkos kirim dan penambahan warna stabilo jersey Rp.50.000/pcs
Promosi (Promotion) yang dilakukan melalui unggahan foto di Instagram dengan menggunakan fitur Judul (Caption), dan Tagar (Hastag)
Target Market ditujukan untuk pengguna sosial instagram
Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana MPES_MBS mempergunakan media sosial instagram sebagai bisnisnya dalam meningkatkan penjualan nya. Tahapan dari feedback yang digunakan bersifat online sehingga pemilik/owner dari akun @MPES_MBS tidak dapat mengetahui secara langsung tanggapan dari konsumen tanpa melihat dan merasakan ekspresi mukan dan gerak tubuh konsumen dalam menanggapi produknya tersebut, pemilik/owner baru dapat mengetahui bagaimana respon konsumen jika telah melakukan kontak secara langsung atau menggunakan salah satu fitur pada Instagram yaitu DM (Direct Messanger).
Menurut Henry Jenkins dalam (Cahya, 2016:2) mengatakan bahwa participatory culture yaitu sebahai budaya dimana fans dan konsumen secara aktif ikut
berpartisipasi dalam penciptaan dan pensirkulasian kembali suatu konten baru. Henry Jenkins juga menguraikan cara-cara dimana budaya media baru menawarkan khalayak umum untuk secara bersama-sama mengambil peran sebagai konsumen media dan produsen media sekaligus. Jenkins berpendapat bahwa dalam Participatory Media Culture, orang orang mampu secara kreatif menanggapi isi media dengan menciptakan
komoditas budaya mereka sendiri sebagai upaya mereka untuk menguraikan dan menemukan makna didalam produk media dan pesan yang ada. Dalam Participatory Media Culture, masyarakat dapat lebih mudah merespon dan memberikan kontribusi dan pesan kepada media.
Bagan 4.3
Kerangka Hasil Penelitian
Sumber: Hasil Olahan Data Peneliti
Berdasarkan kerangka hasil penelitian diatas, peneliti menjelaskan bahwa penggunaan media sosial sebagai komunikasi pemasaran online pada akun
@MPES_MBS yang dijadikan sebagai fokus penelitian, dimana dari fokus tersebut, peneliti ingin mengetahui Kegiatan Promosi, Menentukan Segmentasi, dan model komunikasi pemasaran oleh @MPES_MBS. Peneliti menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik/owner, yaitu ketika
Kegiatan Promosi yang dilakukan di Instagram memiliki peran penting agar produk dan jasa tersebut dapat diketahui oleh pelanggan dengan mengutamakan konsep desain foto yang menarik dan unik, serta Penggunaan Judul/Caption dengan Hastag yang tepat dapat membuat foto yang telah diunggah di @MPES_MBS lebih popular dan diketahui oleh banyak pelanggan yang menggunakan Instagram. Sedangkan dalam menentukan Segmentasi yang efektif agar dapat bermanfaat secara maksimal yaitu yang dapat diukur (measurable), besar (substansial), dapat dijangkau (Differentiable), dan dapat diambil tindakan (actionable). Serta dalam penggunaan model komunikasi pemasaran melalui media sosial menggunakan bauran pemasaran (Marketing Mix) dengan syarat memiliki produk, tempat, harga, dan promosi serta memiliki target pemasaran dapat memenuhi target pemasaran. Dalam hasil analisis Teori Participatory Media Culture dalam komunikasi juga harus memiliki, perhatian terhadap konsumen, membuat ketertarikan konsumen terhadap produk yang dijual, sehingga konsumen memiliki keinginan untuk membeli produk tersebut, dan memiliki keputusan untuk membeli produk yang diinginkan, serta memiliki tindakan untuk melakukan transaksi hingga mendapatkan produk yang diinginkannya.