4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Profil Bisnis Perusahaan
CV. Universal Trading Indonesia didirikan pada tahun 2005 oleh Jucky Santosa dengan bentuk awal perusahaan perseorangan. Saat itu kegiatan bisnis awal perusahaan hanya dalam lingkup impor bahan baku makanan. Selanjutnya pada tahun 2007 perusahaan didaftarkan sebagai sebuah badan usaha berbentuk CV dengan nama CV. Universal Trading Indonesia. Lingkup kegiatan usaha dikembangkan menjadi ekspor, impor dan perdagangan internasional (international trading). Mekanisme usaha secara umum adalah CV. Universal Trading menjembatani perusahaan lokal untuk memasarkan produknya ke luar negeri dan sebaliknya membantu perusahaan lokal untuk mendapatkan bahan baku dari luar negeri.
Dalam memasarkan usahanya, CV. Universal Trading menggunakan sistem e-commerce, yaitu melalui website yang terkoneksi dengan berbagai jejaring search engine, sehingga mudah diakses oleh user di berbagai belahan dunia. Selain itu pemasaran juga dilakukan melalui berbagai kegiatan penawaran proyek ekspor-impor kepada perusahaan-perusahaan lokal dengan sistem pembagian keuntungan yang disepakati. Saat ini pemasaran usaha CV. Universal Trading telah meliputi negara-negara Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika Selatan, dan Eropa Timur. Dengan luasnya jaringan pemasaran tersebut, CV.
Universal Trading mampu mencapai omzet per bulan rata-rata mencapai USD 1.000.000. Visi perusahaan ke depan adalah di tahun 2020 dapat mencapai omzet per bulan USD 10.000.000.
Saat ini CV. Universal Trading mempekerjakan 7 orang karyawan inti yang berperan aktif dalam kegiatan usaha perusahaan. Masing-masing karyawan meliputi departemen: HRD, Finance, Ex-Inter Trade, dan Import. Sistem kompensasi yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan meliputi gaji tetap, insentif, dan tunjangan kesehatan.
Kendala yang dihadapi perusahaan saat ini terkait dengan masalah kepegawaian adalah perusahaan menghendaki adanya peningkatan omzet, oleh karena itu manajemen menerapkan berbagai kebijakan insentif bagi karyawan dengan harapan produktivitas karyawan dapat ditingkatkan. Tetapi dalam kenyataannya produktivitas karyawan masih belum menunjukkan adanya peningkatan walaupun sudah ada perbaikan sistem insentif.
4.1.2 Struktur Organisasi
Gambar 4.1 Struktur Organisasi CV. Universal Trading Indonesia Sumber : Data arsip CV. Universal Trading Indonesia
FINANCE/
ACCOUNT MANAGER
SECRETARY SHARE HOLDER
DIRECTOR
EXPORT MARKETING
EXECUTIVE EXPORT
MARKETING MANAGER
IMPORT
MARKETING MANAGER
IMPORT MARKETING EXECUTIVE 1
IMPORT MARKETING EXECUTIVE 2
22Universitas Kristen Petra
4.1.3 Job Description a. Director
Tanggung jawab dan wewenang:
1. Bertanggung jawab terhadap semua keputusan yang keluar dari Universal Trading termasuk kerugian dan investasi
2. Memiliki wewenang atas investasi maksimal 20 juta, sedangkan di atas 20 juta harus mendapat persetujuan owner.
Job Description :
1. Memonitor departmen di bawahnya agar dapat efisien dan efektif 2. Membuat target dan memonitor target di semua department 3. Memonitor budgeting, keuangan, dan pengeluaran
4. Mencari principal baru, rekomendasi dari Business Development Manager 5. Melakukan kerjasama dengan external department
6. Tanda tangan dokumen bank, cek dan giro 7. Tanda tangan angka pengenal import
8. Memimpin daily, weekly, monthly dan yearly meeting 9. Melakukan team appraisal
b. Import Marketing Manager Tanggung jawab dan wewenang:
1. Bertanggung jawab terhadap pencapaian target pemasaran dan penjualan 2. Bertanggung jawab terhadap customer complaint
3. Membuat laporan pertanggungjawaban bulanan terhadap Direksi
4. Bertanggung jawab baik materi maupun moral kesalahan yang dibuat bawahannya
Job Description / Task:
1. Setiap hari menghubungi customer, tanya kabar, order dan memberikan penawaran
2. Setiap hari cari lead dan project baru
3. Melakukan kunjungan secara periodic kepada 10 customer terbesar 4. Melakukan riset pemasaran
5. Menyusun anggaran pemasaran dan melakukan action
6. Melakukan kontak dengan principal untuk masalah marketing dan customer service
7. Update market trend market
8. Melakukan evaluasi bila pemasaran tidak berhasil 9. Melakukan analisa competitor
10. Melakukan tugas yang ditugaskan Direksi c. Export Marketing Manager
Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap pencapaian target pemasaran dan penjualan 2. Bertanggung jawab terhadap customer complaint
3. Membuat laporan pertanggungjawaban bulanan terhadap Direksi
4. Bertanggung jawab baik materi maupun moral kesalahan yang dibuat bawahannya
Job Description / Task :
1. Setiap hari mencari lead baru, dari internet, yellow pages luar negeri maupun buku-buku directory,
2. Menyusun strategi & riset pemasaran,
3. Mempelajari inquiry product dari calon customer, 4. Mencari principal & mempelajari product baru,
5. Melakukan kontak dengan principal untuk masalah marketing dan customer service
6. Melakukan evaluasi bila pemasaran tidak berhasil
7. Melakukan kunjungan ke customer & calon customer di luar negeri 8. Menghadiri pameran-pameran yang diadakan di luar negeri,
9. Melakukan tugas yang ditugaskan Direksi d. Finance & Accounting Manager
Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap ketelitian dan kebenaran dokumen baik import maupun export
2. Bertanggung jawab menyimpan dan menjaga dokumen dokumen customer dan data data dari principal
Job Description :
1. Membuat Confirmation of Sales
2. Monitor Pro Forma Invoice before & after sign
3. Monitor pembayaran esp. advance payment / deposits, T/T before shipment, T/T against fax docs, L/C (review the L/C application & copy L/C)
4. Follow Up tentative shipment schedule 5. Inform tentative shipment schedule to clients
6. Follow up copy remittance details and send to principals for their record
7. Follow up & monitor copies shipping docs, reviewing the docs ref. consignee, quantity, destination, total amount in USD
8. Follow up original docs AWB # for T/T before shipment and T/T against faxed docs
9. For sample arrangement : check for their buying spec, quantity and full address 10. Monitor the AWB # once samples sent and monitor feedback
11. Record claim and solving 12. Tracking docs
13. Monitor shipping lines when the goods arrives 14. Follow up price updates dengan principal
15. Melakukan penyimpanan kontrak, dokumen, file dari setiap customer Wewenang :
1. Boleh telepon principal masalah dokumentasi
2. Boleh kontak shipping lines, forwarder mengenai shipment 3. Boleh kontak customer masalah shipment
e. Secretary
Tanggung jawab :
1. Menjadwalkan tugas Direksi se-efisien mungkin
2. Menjaga kerahasiaan dokumen Direksi baik internal maupun external.
Job description
1. Membuat jadwal meeting, appointment, rapat direksi baik internal maupun external
2. Membuat agenda meeting
3. Memesan ticket pesawat / voucher hotel untuk Direksi dan team Universal Trading
4. Mengumpulkan laporan dari setiap bagian dab menyimpannya 5. Membuat laporan penjualan dan pencatatan komisi yang diperoleh 6. Membuat laporan penjualan : per costumer, per supplier dan per product
7. Setiap bulan membuat laporan ke pemegang, pemasukan dan order pada bulan itu
8. Menyimpan semua file Direksi
9. Membuat laporan kunjungan Direksi dan team
10. Mengurus semua tugas / surat yang berkaitan dengan Direksi f. Import Marketing Executive
Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap Import Manager
2. Bertanggung jawab mencari customer baru sesuai dengan target yang diberikan Job Description :
1. Mencari lead baru dan mengkonversi lead menjadi customer 2. Membuat laporan marketing yang diperlukan
3. Melakukan perjalanan ke luar kota / kunjungan ke customer
4. Melakukan pengiriman sample dan follow up hasilnya dari prospect customer 5. Membantu Import Manager dalam pencapaian target
6. Menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh Import Manager g. Export Marketing Executive
Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap Export Manager
2. Bertanggung jawab mencari customer baru sesuai dengan target yang diberikan Job Description :
1. Mencari lead baru dan mengkonversi lead menjadi customer 2. Membuat laporan marketing yang diperlukan
3. Melakukan perjalanan ke luar kota / kunjungan ke customer
4. Melakukan pengiriman sample dan follow up hasilnya dari prospect customer 5. Membantu Marketing Manager dalam pencapaian target
6. Menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh Marketing Manager
4.2 Gambaran Demografi Responden
Responden dalam penelitian ini meliputi 7 orang karyawan CV. Universal Trading Indonesia. Untuk menjaga privasi karyawan selaku narasumber, maka nama karyawan disebutkan inisialnya saja. Secara umum gambaran karyawan tersebut dijelaskan sebagai berikut:
1. NY
Jabatan NY adalah Export Manager. Ia adalah seorang perempuan berusia 29 tahun dengan lama kerja 4 tahun. NY memiliki tingkat pendidikan S-2 dan sudah menikah.
2. MT
Jabatan MT adalah seorang Finance Manager. Ia adalah seorang perempuan berusia 38 tahun dengan lama kerja 5 tahun. MT memiliki tingkat pendidikan S-1 dan sudah menikah.
3. VS
Jabatan VS adalah Import Manager. Ia seorang perempuan berusia 26 tahun dengan lama kerja 1,5 tahun. VS memiliki tingkat pendidikan S-1 dan belum menikah.
4. YZ
Jabatan YZ adalah seorang Sekretaris. Ia seorang perempuan berusia 23 tahun dengan lama kerja 1 tahun. YZ memiliki tingkat pendidikan S-1 dan belum menikah.
5. DP
Jabatan DP adalah Import Executive Marketing. Ia seorang laki-laki berusia 25 tahun dengan lama kerja 1,5 tahun. DP memiliki tingkat pendidikan S-1 dan belum menikah.
6. JY
Jabatan JY adalah Import Executive Marketing. Ia seorang laki-laki berusia 24 tahun dengan lama kerja 6 bulan. JY memiliki tingkat pendidikan S-1 dan belum menikah.
7. CJ
Jabatan CJ adalah Export Executive Marketing. Ia seorang laki-laki berusia 25 tahun dengan lama kerja 1,5 tahun. CJ masih berstatus mahasiswa yang menjelang kelulusan dengan derajat S-1 dan belum menikah.
4.3 Hasil Penelitian 1. Motivasi Kerja NY
NY memiliki pandangan atas hierarki kebutuhan Maslow sebagai berikut:
a. Kebutuhan fisik bagi NY
• NY tidak terlalu menganggap penting fasilitas kerja, karena bagi NY pekerjaan di CV. Universal Trading Indonesia tidak membutuhkan fasilitas yang berlebihan. Dengan fasilitas yang ada, NY merasa cukup dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Hal ini dapat dipahami mengingat tugas-tugas NY sebagai seorang Export Manager lebih banyak bekerja sebagai konseptor dan banyak melakukan lobbying, tidak banyak mengandalkan fasilitas-fasilitas kerja. NY juga seorang karyawan yang sudah memiliki ekonomi mapan dan gaji yang relatif cukup besar, sehingga beberapa fasilitas kerja cenderung dibiayai sendiri secara mandiri.
• Bagi NY kompensasi yang diperoleh dari CV. Universal Trading Indonesia sudah cukup sesuai. Disamping itu NY sendiri adalah seorang wanita menikah yang suaminya memiliki penghasilan yang mapan. Saat ini gaji yang didapatkan sudah cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan tabungan secukupnya.
• NY tidak menganggap terlalu penting ruangan kerjanya, asalkan layak untuk dipakai bekerja sudah cukup, tidak membutuhkan yang berlebihan. Hal ini menunjukkan bahwa NY adalah pribadi yang sederhana dan dalam bekerja cenderung berorientasi pada fungsi bukan penampilan.
• Bagi NY adanya tunjangan kesehatan dan transportasi adalah penting, karena hal itu mempengaruhi kelancaran kerja, tetapi bukan prioritas kebutuhan dalam bekerja. Walaupun menurut NY perusahaan sudah menyediakan fasilitas tersebut, tetapi NY terkadang membiayai sendiri kebutuhan tersebut.
Sedangkan tunjangan tempat tinggal tidak penting bagi NY karena ia sudah memiliki rumah sendiri yang mapan.
Jadi secara umum dapat disimpulkan bahwa bagi NY kebutuhan fisik bukan menjadi motivator penting dalam bekerja. Hal ini dapat dipahami karena NY sudah memiliki tingkat ekonomi yang mapan sehingga tidak lagi menganggap kebutuhan fisik perlu diprioritaskan, khususnya dalam hal fasilitas-fasilitas kerja,
NY cenderung bersikap fungsional, artinya dengan fasilitas seadanya sudah cukup asalkan pekerjaan bisa dijalankan.
b. Kebutuhan rasa aman bagi NY
• NY sangat menginginkan lingkungan kerja yang nyaman dan jauh dari kebisingan dan asap rokok. Hal itu dapat membuat ia kehilangan konsentrasi dalam bekerja. Sejauh ini pemenuhan kebutuhan oleh perusahaan terkait hal itu sudah cukup baik.
• Bagi NY kebutuhan standar keselamatan kerja bukan faktor yang penting, karena bekerja di CV. Universal Trading Indonesia tidak terlalu berhubungan dengan kegiatan fisik yang berisiko tinggi. Alasan NY sangat logis karena standar keselamatan kerja lebih cenderung dibutuhkan pada jenis pekerjaan yang melibatkan pengoperasian mesin, seperti pabrik manufaktur atau pekerjaan yang berisiko keselamatan tinggi, seperti jasa penerbangan.
• Bagi NY ketersediaan sistem dan staf keamanan secara fisik bukanlah hal yang sangat penting di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia, karena pekerjaannya lebih banyak di dalam kantor, sedangkan sistem keamanan database sangat penting bagi NY karena hal itu untuk menjaga kerahasiaan perusahaan. Sejauh ini keamanan database sudah cukup terjamin di CV.
Universal Trading Indonesia.
• Bagi NY mendapat asuransi jiwa dari perusahaan bukanlah hal yang sangat penting, karena secara pribadi ia sudah memiliki asuransi sendiri. Namun demikian karyawan perlu mendapat asuransi kesehatan, dan hal itu menurut NY belum dipenuhi oleh perusahaan.
Jadi secara umum dapat disimpulkan bahwa bagi NY kebutuhan rasa aman bukan menjadi motivator yang sangat penting dalam bekerja. Secara umum alasan NY karena pekerjaan di CV. Universal Trading Indonesia lebih bersifat pekerjaan kantor yang tidak berisiko keselamatan tinggi.
c. Kebutuhan sosial bagi NY
• NY tidak menganggap penting bekerja di lingkungan yang akrab dan menyenangkan, karena pekerjaan di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia menurut NY lebih mengekplor kemampuan individu. Hal ini menunjukkan bahwa NY bukan orang yang berorientasi pada hubungan dalam
bekerja. Biasanya karyawan semacam NY lebih berorientasi pada pencapaian hasil kerja.
• NY menganggap sangat penting memiliki hubungan yang baik dengan atasan karena hal itu sangat mendukung kelancaran pekerjaannya. Dalam kenyataannya ia masih merasa hubungan kerja dengan atasan belum optimal, karena adakalanya ada perbedaan konsep atau mis komunikasi.
• Sebagai seorang yang telah berumah tangga, maka NY menganggap penting untuk meluangkan waktu yang cukup bagi suami dan anaknya. Di CV.
Universal Trading Indonesia ia merasa belum mendapatakan waktu yang cukup untuk itu, karena seringkali harus lembur untuk mengurus pekerjaan.
• NY tidak menganggap penting bekerja dengan tim, karena pekerjaan di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia menurut NY lebih mengekplor kemampuan individual. Walaupun demikian NY menganggap bahwa dalam bekerja, karyawan dari berbagai departemen satu sama lain harus terintegrasi, tidak berjalan sendiri-sendiri. Hal ini khususnya menjadi tanggung jawab koordinator tiap divisi.
Jadi secara umum dapat disimpulkan bagi NY kebutuhan sosial bukan menjadi motivator penting dalam bekerja. Hal ini menunjukkan bahwa NY lebih berorientasi pada pencapaian hasil daaripada hubungan kerja.
d. Kebutuhan penghargaan bagi NY
• Bagi NY mendapat pengakuan atas pekerjaan yang baik adalah sangat penting, karena hal itu akan memacu orang itu bekerja lebih baik. Di CV. Universal Trading Indonesia ia merasa belum banyak memperoleh pengakuan atas pekerjaannya yang baik.
• Bagi NY penting untuk diakui sebagai aset perusahaan. Dengan demikian perusahaan menunjukkan apresiasi yang baik kepadanya. Namun di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia, ia belum merasakan kondisi tersebut.
• Bagi NY sangat penting untuk memperoleh kewenangan yang cukup untuk mengambil keputusan, karena dengan demikian proses kerja bisa berjalan cepat. NY masih merasa belum memperoleh kewenangan yang optimal di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia.
• NY merasa sudah puas dapat bekerja di CV. Universal Trading Indonesia karena perusahaan sudah cukup ternama di lingkungan internasional trading.
Tetapi NY tetap berharap dapat membawa CV. Universal Trading Indonesia ke arah perkembangan yang lebih baik.
Jadi secara umum NY menganggap penting kebutuhan penghargaan dan masih perlu ada peningkatan pemenuhan penghargaan di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa orientasi kerja NY adalah untuk meraih penghargaan. NY dapat dikatakan sudah cukup mapan secara ekonomi, sehingga kebutuhan yang diprioritaskan adalah untuk mendapat pengakuan dan penghargaan atas kinerjanya.
e. Kebutuhan aktualisasi diri bagi NY
• Sebagai seorang yang penuh semangat dan berjiwa pemimpin, NY selalu ingin menggunakan kemampuannya secara maksimal bagi perusahaan. Tetapi NY masih merasakan kendala dalam hal prosedur dan keterbatasan wewenang di CV. Universal Trading Indonesia.
• NY menganggap penting adanya tantangan dalam bekerja sehingga ada kreativitas yang muncul ketika karyawan dihadapkan pada tantangan tersebut.
Di CV. Universal Trading Indonesia tantangan kerja cukup memuaskan bagi NY.
• NY ingin memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan dan hasilnya benar- benar nyata dirasakan oleh perusahaan. Walaupun demikian NY merasa ia masih belum puas dengan pencapaian kinerjanya saat ini. Disamping itu NY merasa bahwa perusahaan masih kurang memberi keleluasaan dan dorongan uintuk karyawan dapat bekerja maksimal, misalnya perusahaan perlu menyelenggarakan training tentang marketing atau universal trading dengan mengundang narasumber yang kompeten.
• NY menganggap penting keluasan jenjang karier, karena dengan demikian ada keadilan dan persamaan kesempatan bagi semua karyawan untuk menduduki jabatan yang baik. Di CV. Universal Trading Indonesia pimpinan cukup membuka kesempatan bagi mereka yang ingin berkarier, namun sebagai perusahaan skala menengah, jenjang karier di CV. Universal Trading Indonesia masih relatif sedikit.
Jadi menurut NY kebutuhan aktualisasi diri adalah motivator penting dalam bekerja dan perlu untuk ditingkatkan lagi di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa NY ingin agar dirinya memberi manfaat yang nyata bagi organisasi dan dengan demikian menjadikan NY sebagai salah satu pilar penting organisasi.
2. Motivasi Kerja MT
MT memiliki pandangan atas hierarki Maslow adalah sebagai berikut:
a. Kebutuhan fisik bagi MT
• MT menganggap penting ketersediaan fasilitas kerja, seperti mobil kantor, notebook, blackberry dan peralatan kantor. Dengan adanya kelengkapan fasilitas, maka MT merasa bisa bekerja dengan optimal dan percaya diri.
Menurut MT di CV. Universal Trading Indonesia masih perlu dioptimalkan lagi kelengkapan fasilitas kerjanya.
• MT menganggap penting kompensasi finansial, karena hal itu adalah motivator utama dalam bekerja. Menurut MT besarnya kompensasi finansial di CV.
Universal Trading Indonesia masih kurang optimal.
• MT menganggap penting ruangan kerja yang luas dan nyaman, sehingga dapat bekerja secara optimal. Menurut MT ruangan di CV. Universal Trading Indonesia masih perlu diatur dan diperbaiki lagi.
• Menurut MT tunjangan kesehatan, tranport, telepon sangat penting untuk karyawan karena sangat mendukung kelancaran kerja. Di CV. Universal Trading Indonesia tunjangan tersebut sudah cukup terpenuhi.
Jadi secara umum dapat disimpulkan bahwa bagi MT kebutuhan fisik adalah motivator penting dalam bekerja. MT adalah orang yang berfokus pada pencapaian materi, baik fasilitas, kompensasi finansial, ruang kerja maupun tunjangan yan memadai.
b. Kebutuhan rasa aman bagi MT
• MT menganggap penting lingkungan kerja yang jauh dari kebisingan, karena dapat mengganggu konsentrasi. Menurut MT, ruangan kantor CV. Universal Trading Indonesia sudah cukup nyaman.
• Menurut MT perusahaan tidak terlalu penting untuk menerapkan standar keamanan kerja, karena di CV. Universal Trading Indonesia, pekerjaan rata- rata tidak berhubungan dengan kegiatan fisik yang berisiko tinggi.
• Bagi MT ketersediaan staf keamanan secara fisik bukanlah hal yang sangat penting di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia, karena pekerjaannya lebih banyak di dalam kantor, sedangkan sistem keamanan database sangat penting bagi NY karena hal itu untuk menjaga kerahasiaan perusahaan. Sejauh ini keamanan database sudah cukup terjamin di CV. Universal Trading Indonesia.
• Bagi MT sangat penting bagi karyawan untuk mendapat asuransi jiwa, karena dengan demikian karyawan merasa aman dalam bekerja. Di CV. Universal Trading Indonesia belum ada asuransi jiwa dari perusahaan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa bagi MT kebutuhan rasa aman adalah motivator penting dalam bekerja dan masih perlu ada perbaikan pemenuhan kebutuhan tersebut oleh perusahaan.
c. Kebutuhan sosial bagi MT
• Bagi MT lingkungan kerja yang akrab dan menyenangkan sangat penting.
Menurut MT di lingkungan di CV. Universal Trading Indonesia lingkungan kerjanya masih kurang akrab. Oleh karena itu perlu upaya perusahaan untuk menciptakan keakraban di kantor.
• MT menganggap sudah memiliki hubungan yang baik dengan atasan dan hal itu sangat mendukung kelancaran pekerjaannya.
• Sebagai seorang yang telah berumah tangga, maka MT menganggap penting dapat meluangkan waktu bagi keluarganya. Di CV. Universal Trading Indonesia MT seringkali menghabiskan waktu banyak di pekerjaan dan kurang memberi waktu untuk keluarga.
• MT sangat ingin bekerja dengan tim yang kompak, karena dengan kerjasama tim yang kompak maka kelemahan dari masing-masing individu akan terlengkapi oleh lainnya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa bagi MT kebutuhan sosial adalah menjadi motivator penting dalam bekerja. Hal ini menunjukkan bahwa selain berorientasi pada pencapaian materi, MT juga berorientasi pada hubungan dan kerjasama tim.
Bagi MT, CV. Universal Trading Indonesia merupakan salah satu wadah baginya untuk memuaskan kebutuhan sosialnya.
d. Kebutuhan penghargaan bagi MT
• Bagi MT mendapat pengakuan atas pekerjaan yang baik adalah sangat penting, karena dengan demikian perusahaan, khususnya atasan (direktur atau owner) benar-benar menghargai kinerja karyawan. Bagi MT pengakuan tersebut akan berdampak secara psikologis, menjadikan dirinya puas, bangga, dan diakui. Di CV. Universal Trading Indonesia MT merasa belum banyak memperoleh pengakuan atas pekerjaannya yang baik.
• Bagi MT penting untuk diakui sebagai aset perusahaan. Dengan demikian perusahaan, khususnya atasan (direktur atau owner) benar-benar menunjukkan bahwa karyawan sangat penting arti dan kontribusinya. Menurut MT di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia masih kurang dalam pengakuan tersebut.
• Bagi MT sangat penting untuk memperoleh kewenangan yang cukup untuk mengambil keputusan, karena dengan demikian proses kerja dapat berjalan dengan cepat. MT sudah merasa kewenangan di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia yang diberikan kepadanya sudah cukup besar.
• Menurut MT, CV.Universal Trading Indonesia masih belum tergolong perusahaan ternama di lingkungan internasional trading. Tetapi bagi MT tidak terlalu penting nama perusahaan, yang terpenting adalah dia dihargai di dalam organisasi.
Jadi secara umum MT menganggap penting kebutuhan penghargaan dan menurut MT masih perlu ada peningkatan pemenuhan penghargaan di lingkungan CV.
Universal Trading Indonesia.
e. Kebutuhan aktualisasi diri bagi MT
• MT tidak terlalu menganggap penting menggunakan skill secara maksimal, kecuali itu diimbangi dengan peningkatan kompensasi dan karier.
• MT cukup merasakan adanya tantangan dalam bekerja, tetapi kadangkala ia merasa jenuh di depan komputer terus menerus. Menurut MT perusahaan harus memberkan variasi job description agar dapat menghilangkan kejenuhan.
• Bagi MT tidak penting untuk memberikan kontribusi nyata pada perusahaan selama tidak diimbangi dengan kompensasi yang setimpal. Menurut MT, ia belum memberikan kinerja maksimal karena fasilitas dan kompensasi masih belum sesuai.
• Bagi MT karier bukanlah hal penting, tetapi yang terlebih penting adalah hasil yang didapatkan dari ia bekerja, misalnya tabungan atau pengalaman kerja.
Jadi dapat disimpulkan bahwa menurut MT kebutuhan aktualisasi diri bukan motivator penting dalam bekerja. MT cenderung mengukur imbal balik pengorbanannya dengan imbal balik materi yang diterima dari perusahaan.
3. Motivasi Kerja VS
VS memiliki pandangan atas hierarki kebutuhan Maslow adalah sebagai berikut:
a. Kebutuhan fisik bagi VS
• VS tidak terlalu menganggap penting fasilitas kerja, karena bagi VS pekerjaan di CV. Universal Trading Indonesia tidak membutuhkan fasilitas yang berlebihan.
• Bagi VS kompensasi yang diperoleh dari CV. Universal Trading Indonesia sudah cukup sesuai. Tetapi menurut VS hal itu bukan motivator utama dalam bekerja di CV. Universal Trading Indonesia.
• VS tidak menganggap terlalu penting ruangan kerjanya, asalkan layak untuk dipakai bekerja sudah cukup, tidak membutuhkan yang berlebihan. Hal ini menunjukkan bahwa VS adalah pribadi yang sederhana dan dalam bekerja cenderung beorientasi pada fungsi bukan penampilan.
• Bagi VS adanya tunjangan kesehatan dan transportasi adalah penting, karena hal itu mempengaruhi kelancaran kerja. Tetapi menurut VS hal itu bukan prioritas motivator dalam bekerja, karena seringkali kebutuhan transportasi dan akomodasi dibiayai sendiri oleh VS.
Jadi secara umum dapat disimpulkan bahwa bagi VS kebutuhan fisik bukan menjadi motivator penting dalam bekerja. VS merasa sudah memiliki pemenuhan kebutuhan fisik dengan baik, sehingga saat ini kebutuhan fisik bukan menjadi prioritas motivator dalam bekerja.
b. Kebutuhan rasa aman bagi VS
• MT menganggap penting lingkungan kerja yang jauh dari kebisingan, gangguan dan polusi. Ruangan kantor harus bersih dan nyaman sehingga benar-benar kondusif untuk bekerja. Menurut VS, ruangan kantor CV.
Universal Trading Indonesia masih kurang aman dan nyaman.
• Menurut VS perusahaan tidak terlalu penting untuk menerapkan standar keamanan kerja, karena di CV. Universal Trading Indonesia, pekerjaan rata- rata tidak berhubungan dengan kegiatan fisik yang berisiko tinggi.
• Bagi VS perlu sekali adanya sistem dan staf keamanan yang memadai di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia, karena menurut VS saat ini banyak terjadi aksi bom maupun kebakaran di dalam kantor. Sejauh ini staf keamanan sudah cukup terjamin di CV. Universal Trading Indonesia, tetapi sistem keamanan masih perlu ditingkatkan.
• Bagi VS sangat penting bagi karyawan untuk mendapat asuransi jiwa, karena dengan demikian karyawan merasa aman dalam bekerja. Di CV. Universal Trading Indonesia belum ada asuransi jiwa dari perusahaan.
Jadi secara umum dapat disimpulkan bahwa bagi VS kebutuhan rasa aman adalah motivator penting dalam bekerja. Pemenuhan atas kebutuhan rasa aman menurut VS masih perlu ditingkatkan lagi oleh perusahaan.
c. Kebutuhan sosial bagi VS
• Bagi VS lingkungan kerja yang akrab dan menyenangkan sangat penting.
Menurut VS keakraban di CV. Universal Trading Indonesia lingkungan kerjanya sudah cukup baik.
• VS menganggap sudah memiliki hubungan yang baik dengan atasan dan hal itu sangat mendukung kelancaran pekerjaannya.
• Bagi VS cukup penting untuk dapat meluangkan waktu bagi keluarganya.
Tetapi menurut VS hal itu tidak terlalu berpengaruh pada motivasi kerjanya, karena ia belum menikah dan hubungan dengan orangtua atau kerabat dapat dilakukan melalui telepon atau sepulang kantor.
• VS sangat ingin bekerja dengan tim yang kompak, karena dengan kerjasama tim yang kompak maka kelemahan dari masing-masing individu akan
terlengkapi oleh lainnya. Sejauh ini kondisi tim kerja di CV. Universal Trading Indonesia sudah cukup kompak.
Jadi dapat disimpulkan bahwa bagi VS kebutuhan sosial adalah penting tetapi bukan menjadi motivator dalam bekerja. Bagi VS adanya hubungan yang komunikatif dan kondusif di lingkungan kantor sangatlah penting, tetapi hal itu tidak berdampak pada pekerjaan. Artinya walaupun terjalin keakraban di lingkungan kerja, tetapi hal itu bukan jaminan seseorang makin giat bekerja, bahkan justru terlalu banyak ngobrol dan bersantai akan menghambat kinerja karyawan.
d. Kebutuhan penghargaan bagi VS
• Bagi VS mendapat pengakuan atas pekerjaan yang baik adalah sangat penting, karena hal itu akan memacu VS bekerja lebih baik. Di lingkungan CV.
Universal Trading Indonesia ia merasa kurang memperoleh pengakuan atas pekerjaannya yang baik.
• Bagi VS penting untuk diakui sebagai aset perusahaan. Namun di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia, VS masih kurang mendapatkan pengakuan sebagai aset.
• Bagi VS sangat penting untuk memperoleh kewenangan yang cukup untuk mengambil keputusan, karena dengan demikian proses kerja bisa berjalan cepat. VS sudah merasa memperoleh cukup wewenang di lingkungan CV.
Universal Trading Indonesia.
• Bagi VS bekerja di perusahaan ternama tidaklah penting, yang terpenting ia dapat mengembangkan diri walaupun di perusahaan kecil seperti CV.
Universal Trading Indonesia.
Jadi secara umum VS menganggap penting kebutuhan penghargaan dan khususnya untuk pengakuan kinerja, masih perlu ada peningkatan di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia.
e. Kebutuhan aktualisasi diri bagi VS
• VS menganggap penting menggunakan skill secara maksimal, sehingga perusahaan melihat prestasi karyawan dan memberikan imbalan yang sesuai.
• VS menganggap penting tantangan kerja, karena biasanya sesuatu bila ada tantangannya, dapat memberikan hasil dan manfaat yang sangat besar.
• Bagi VS tidak penting untuk memberikan kontribusi nyata pada perusahaan selama tidak diimbangi dengan kompensasi yang sepadan.
• Bagi VS karier tidak lagi menjadi hal penting, karena ia sudah memperoleh jabatan yang baik di CV. Universal Trading Indonesia.
Jadi dapat disimpulkan bahwa menurut DP kebutuhan aktualisasi diri dapat menjadi motivator penting dalam bekerja, tetapi bukan prioritas utama.
4. Motivasi Kerja YZ
YZ memiliki pandangan atas hierarki kebutuhan Maslow adalah sebagai berikut:
a. Kebutuhan fisik bagi YZ
• Bagi YZ, fasilitas kerja tidaklah penting di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia, karena pekerjaan YZ sebagai sekretaris lebih banyak di kantor, berhubungan dengan arsip, telepon dan komputer / internet. Jadi asalkan ada fasilitas tersebut sudah cukup. Menurut YZ kebutuhan fasilitas seperti ketersediaan sarana komputer, internet, telepon sudah cukup terpenuhi.
• YZ menganggap penting kompensasi finansial yang sesuai, karena hal itu adalah alasan utama ia bekerja di CV. Universal Trading Indonesia. YZ merasa belum puas dengan gaji yang diterima di CV. Universal Trading Indonesia dan berharap dengan seiring waktu dan pengabdiannya, ia mendapat peningkatan kompensasi.
• YZ menganggap penting keadaan ruangan kerja, tetapi hal itu bukan motivator utama dalam bekerja. Menurut YZ, di CV. Universal Trading Indonesia ruangan kerja sudah relatif memadai.
• YZ menganggap penting tunjangan kesehatan, karena hal itu menunjang kelancaran kerjanya dan meningkatkan taraf hidupnya, sedangkan tunjangan transportasi tidak terlalu penting karena pekerjaannya dominan statis di ruangan kantor, bukan di lapangan. Sejauh ini tunjangan kesehatan di CV.
Universal Trading Indonesia sudah dipenuhi dengan baik.
Jadi secara umum dapat disimpulkan bagi YZ kebutuhan fisik itu penting sebagai motivator kerja, khususnya yang terkait dengan kompensasi finansial, sedangkan bentuk kebutuhan fisik non gaji diangaap kurang penting. Menurut YZ pemenuhan atas kebutuhan kompensasi finansial di CV. Universal Trading Indonesia masih pelu ditingkatkan lagi.
b. Kebutuhan rasa aman bagi YZ
• Bagi YZ, kondisi lingkungan kerja yang nyaman adalah sangat penting, karena dengan demikian menunjang kelancaran kerjanya. Sejauh ini kondisi lingkungan kerja di CV. Universal Trading Indonesia sudah cukup baik.
• Bagi YZ, perusahaan tidak penting untuk menerapkan standar keselamatan kerja, karena pekerjaan di kantor tidak memiliki risiko bahaya tinggi.
• Bagi YZ, perusahaan perlu memiliki sistem dan staf keamanan yang memadai, tetapi tidak terlaluu berlebihan, minimal terdapat satpam, semprotan pemadam kebakaran dan tangga darurat. Sejauh ini pemenuhan kebutuhan tersebut sudah memadai di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia.
• Menurut YZ, tidak terlalu penting mendapat asuransi jiwa karena pekerjaan yang dilakukan di CV. Universal Trading Indonesia tidak memiliki risiko bahaya keselamatan yang tinggi.
Jadi YZ menganggap rasa aman dalam bekerja sangatlah penting, khususnya terkait kenyamanan dan keamanan dari suara bising dan polusi dan adanya sistem keamanan dasar, sedangkan penerapan sistem keamanan yang kompleks tidak terlalu penting.
c. Kebutuhan sosial bagi YZ
• YZ sangat menginginkan bekerja di lingkungan yang akrab dan menyenangkan, tetapi bagi YZ lingkungan di CV. Universal Trading Indonesia masih kurang akrab. Oleh karena itu perlu upaya perusahaan untuk menciptakan keakraban di kantor.
• YZ menganggap sudah memiliki hubungan yang baik dengan atasan dan hal itu sangat mendukung kelancaran pekerjaannya.
• Sebagai seorang yang belum berumah tangga, maka YZ tidak menganggap penting untuk meluangkan waktu bagi keluarga.
• YZ sangat ingin bekerja dengan tim yang kompak, karena dengan kerjasama tim yang kompak maka kelemahan dari masing-masing individu akan terlengkapi oleh lainnya.
Jadi bagi YZ kebutuhan sosial adalah motivator penting dalam bekerja dan hal itu masih perlu ditingkatkan lagi di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia.
d. Kebutuhan penghargaan bagi YZ
• Bagi YZ tidaklah terlalu penting untuk mendapat pengakuan atau pujian dari atasan bila pekerjaan dilakukan dengan baik. YZ merasa lebih baik penghargaan diwujudkan pada kompensasi finansial.
• Bagi YZ tidaklah terlalu penting untuk mendapat pengakuan sebagai aset penting perusahaan. YZ merasa lebih baik penghargaan diwujudkan dalam bentuk kompensasi finansial.
• Bagi YZ adalah penting untuk memperoleh kewenangan yang cukup untuk mengambil keputusan. YZ masih merasa belum memperoleh kewenangan yang optimal di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia.
• Bagi YZ tidak terlalu penting bekerja di perusahaan ternama, walau di perusahaan skala menengah seperti CV. Universal Trading Indonesia, yang terpenting adalah kompensasinya sesuai dengan yang diharapkan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa secara umum menurut YZ kebutuhan penghargaan bukan motivator penting dalam bekerja, khususnya yang terkait dengan penghargaan non materiil, tetapi YZ lebih berorientasi pada penghargaan yang bersifat materiil. Disamping itu YZ menginginkan kebutuhan otonomi, dimana adanya keluasan wewenang dalam mengambil keputusan.
e. Kebutuhan aktualisasi diri bagi YZ
• YZ menganggap tidak penting menggunakan skill secara maksimal, tetapi cukup memberikan apa yang diperlukan oleh perusahaan saja dan sesuai dengan pekerjaan yang dibayar saja.
• YZ menganggap tidak penting tantangan kerja, ia lebih suka bekerja pada hal yang rutin dan terpola.
• Bagi YZ tidak penting untuk memberikan kontribusi nyata pada perusahaan selama tidak diimbangi dengan kompensasi yang sepadan.
• Bagi YZ karier belum menjadi hal penting, karena pengalaman kerjanya yang masih kurang dan ia masih termasuk karyawan junior.
Jadi dapat disimpulkan bahwa menurut YZ kebutuhan aktualisasi diri bukan motivator penting dalam bekerja. YZ cenderung melihat bahwa dirinya sebagai karyawan baru yang masih lebih memikirkan penguasaan pengerjaan.
5. Motivasi Kerja DP
DP memiliki persepsi motivasi kerja atas hierarki kebutuhan Maslow sebagai berikut:
a. Kebutuhan fisik bagi DP
• Bagi DP, fasilitas kerja adalah penting untuk menunjang pekerjaan. Menurut DP kebutuhan fasilitas seperti ketersediaan sarana komputer, internet, telepon dan transportasi sudah cukup terpenuhi
• DP menganggap penting kompensasi finansial yang sesuai, karena hal itu adalah alasan utama ia bekerja di CV. Universal Trading Indonesia. DP merasa sudah cukup puas dengan gaji yang diterima di CV. Universal Trading Indonesia tetapi di masa mendatang mengharapkan ada peningkatan lagi.
• DP menganggap penting keadaan ruangan kerja, karena ruangan yang ada saat ini dianggap kurang luas dan kurang privasinya. Dengan kenyamanan ruang kerja, ia dapat meingkatkan kinerjanya lebih baik. DP menganggap CV.
Universal Trading Indonesia sudah cukup memebrikan tunjangan tersebut dengan baik.
Jadi secara umum dapat disimpulkan bagi DP kebutuhan fisik itu penting sebagai motivator kerja. Menurut DP pemenuhan atas kebutuhan fisik di CV. Universal Trading Indonesia masih pelu ditingkatkan lagi.
b. Kebutuhan rasa aman bagi DP
• DP menganggap penting lingkungan kerja yang nyaman dan jauh dari kebisingan. Sejauh ini pemenuhan kebutuhan lingkungan kerja yang nyaman di CV. Universal Trading Indonesia sudah cukup baik.
• Bagi DP kebutuhan standar keselamatan kerja bukan faktor yang penting, karena bekerja di CV. Universal Trading Indonesia tidak terlalu berhubungan dengan kegiatan fisik yang berisiko tinggi. Menurut DP standar keselamatan kerja lebih cenderung dibutuhkan pada jenis pekerjaan lapangan atau industri pabrik.
• Bagi DP ketersediaan sistem dan staf keamanan sangat penting di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia, karena hal itu akan memberi rasa aman kepada para karyawan. Sejauh ini sistem dan staf keamanan di CV. Universal Trading Indonesia sudah cukup baik.
• Bagi DP mendapat asuransi jiwa dari perusahaan adalah hal yang sangat penting, karena DP merasa banyak aktivitas di luar kantor, seperti kunjungan- kunjungan ke konsumen sehingga risiko keselamatan di perjalanan perlu dipertimbangkan oleh manajemen untuk memberikan asuransi jiwa. Selama ini tunjangan asuransi di CV. Universal Trading Indoensia masih kurang optimal karena hanya berupa tunjangan kesehatan.
Jadi secara umum dapat disimpulkan bahwa bagi DP kebutuhan rasa aman adalah motivator yang penting dalam bekerja. Secara umum kebutuhan rasa aman di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia sudah terpenuhi.
c. Kebutuhan sosial bagi DP
• DP tidak menganggap penting bekerja di lingkungan yang akrab dan menyenangkan, karena pekerjaan di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia menurut DP lebih mengandalkan kemampuan individu.
• DP menganggap penting memiliki hubungan yang baik dengan atasan karena hal itu sangat mendukung kelancaran pekerjaannya. Menurut DP, ia sudah memiliki hubungan kerja yang baik dengan atasan.
• Bagi DP tidak terlalu penting untuk meluangkan waktu khusus bagi keluarga, karena DP masih belum menikah.
• DP tidak menganggap penting bekerja dengan tim, karena pekerjaan di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia menurut DP lebih mengandalkan kemampuan individual.
Jadi secara umum dapat disimpulkan bagi DP kebutuhan sosial bukan menjadi motivator penting dalam bekerja. Hal ini menunjukkan bahwa DP lebih berorientasi pada pencapaian hasil daripada hubungan kerja.
d. Kebutuhan penghargaan bagi DP
• Bagi DP tidaklah terlalu penting untuk mendapat pengakuan atau pujian dari atasan bila pekerjaan dilakukan dengan baik. DP merasa lebih baik penghargaan diwujudkan pada kompensasi finansial.
• Bagi DP tidaklah terlalu penting untuk mendapat pengakuan sebagai aset penting perusahaan. DP merasa lebih baik penghargaan diwujudkan dalam bentuk kompensasi finansial.
• Bagi DP tidaklah penting untuk memperoleh kewenangan yang lebih lagi untuk mengambil keputusan, karena ia menyadari jabatannya yang belum setingkat manajerial, sehingga tidak perlu mengambil keputusan manajerial.
• Bagi DP tidak terlalu penting bekerja di perusahaan ternama, walau di perusahaan skala menengah seperti CV. Universal Trading Indonesia, yang terpenting adalah kompensasinya sesuai dengan yang diharapkan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa secara umum menurut DP kebutuhan penghargaan bukan motivator penting dalam bekerja. DP lebih berorientasi pada penghargaan yang bersifat materiil. DP menganggap bahwa jabatan yang masih junior (level bawah) tidak terlalu memerlukan kebutuhan penghargaan.
f. Kebutuhan aktualisasi diri bagi DP
• DP menganggap tidak penting menggunakan skill secara maksimal, tetapi cukup memberikan apa yang diperlukan oleh perusahaan saja dan sesuai dengan pekerjaan yang dibayar saja.
• DP menganggap tidak penting tantangan kerja, ia lebih suka bekerja pada hal yang rutin dan terpola.
• Bagi DP tidak penting untuk memberikan kontribusi nyata pada perusahaan selama tidak diimbangi dengan kompensasi yang sepadan.
• Bagi DP karier belum menjadi hal penting, karena pengalaman kerjanya yang masih kurang dan ia masih termasuk karyawan junior.
Jadi dapat disimpulkan bahwa menurut DP kebutuhan aktualisasi diri bukan motivator penting dalam bekerja. DP cenderung melihat bahwa dirinya sebagai karyawan junior yang belum mencapai ke tahap kebutuhan aktualisasi diri, karena ia masih berorientasi kerja untuk kebutuhan dirinya sendiri.
6. Motivasi Kerja JY
JY memiliki persepsi motivasi kerja atas hierarki kebutuhan Maslow sebagai berikut:
a. Kebutuhan fisik bagi JY
• JY menganggap penting ketersediaan fasilitas kerja. Dengan adanya kelengkapan fasilitas, maka JY dapat bekerja dengan maksimal. JY menilai ketersediaan fasilitas kerja di CV. Universal Trading Indonesia, seperti sarana transportasi masih perlu dioptimalkan lagi karena masih terbatas jumlahnya.
• JY menganggap penting kompensasi finansial, karena hal itu adalah motivator utama dalam bekerja. Menurut JY kompensasi finansial di CV. Universal Trading Indonesia masih kurang sesuai dengan yang diharapkan.
• JY menganggap penting ruangan kerja yang luas dan nyaman, sehingga dapat bekerja secara optimal. Menurut JY ruangan di CV. Universal Trading Indonesia sudah cukup memadai.
• Menurut JY tunjangan kesehatan, tranport, telepon sangat penting untuk karyawan karena sangat mendukung kelancaran kerja. Di CV. Universal Trading Indonesia tunjangan tersebut sudah cukup terpenuhi.
Jadi secara umum dapat disimpulkan bahwa bagi JY kebutuhan fisik adalah motivator penting dalam bekerja. JY berfokus pada pencapaian materi, dan pemenuhannya perlu ditingkatkan lagi di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia.
b. Kebutuhan rasa aman bagi JY
• Bagi JY, kondisi lingkungan kerja yang nyaman adalah sangat penting, karena dengan demikian menunjang kelancaran kerjanya. Menurut JY kondisi lingkungan kerja di CV. Universal Trading Indonesia sudah sesuai dengan kenyamanan dan keamanan yang diharapkan.
• Bagi JY, perusahaan tidak penting untuk menerapkan standar keselamatan kerja, karena pekerjaan di kantor tidak memiliki risiko bahaya tinggi.
• Bagi JY, sistem dan staf keamanan perusahaan bukan merupakan hal penting, karena pekerjaan di kantor tidak memiliki risiko bahaya tinggi.
• Menurut JY, tidak terlalu penting mendapat asuransi jiwa karena pekerjaan yang dilakukan di CV. Universal Trading Indonesia tidak memiliki risiko bahaya keselamatan yang tinggi.
Jadi JY menganggap rasa aman dalam bekerja bukan hal penting, mengingat kondisi pekerjaan kantor saat ini sudah relatif aman, berbeda dengan pekerjaan di daerah pabrikan.
c. Kebutuhan sosial bagi JY
• Bagi JY bekerja di lingkungan yang akrab dan menyenangkan itu penting, tetapi tidak berpengaruh pada motivasi kerjanya. Walau lingkungan sudah
akrab tapi tidak menjamin JY bekerja lebih baik, tetapi bila lingkungan tidak akrab, menurut JY dapat menurunkan motivasi kerja.
• JY menganggap penting memiliki hubungan yang baik dengan atasan karena hal itu sangat mendukung kelancaran pekerjaannya. Menurut JY, ia sudah memiliki hubungan kerja yang baik dengan atasan.
• JY menganggap penting untuk meluangkan waktu khusus bagi keluarga, tetapi hal itu bukan mottivator dala bekerja, karena alasan bahwa JY belum menikah dan merasa sudah cukup waktu bersama orang tuanya.
• JY tidak menganggap penting bekerja dengan tim, karena pekerjaan di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia menurut JY lebih mengandalkan kemampuan individual.
Jadi secara umum dapat disimpulkan bagi JY kebutuhan sosial bukan menjadi motivator penting dalam bekerja. Bagi JY kebutuhan sosial bukanlah faktor penting dalam bekerja di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia, karena pekerjaan banyak dilakukan secara individual dan berhubungan dengan internet.
Selama hubungan antar sesama rekan kerja baik dan komunikasi kerja efektif itu saja sudah cukup.
d. Kebutuhan penghargaan bagi JY
• Bagi JY tidaklah terlalu penting untuk mendapat pengakuan atau pujian dari atasan bila pekerjaan dilakukan dengan baik. JY merasa lebih baik penghargaan diwujudkan pada kompensasi finansial.
• Bagi JY tidaklah terlalu penting untuk mendapat pengakuan sebagai aset penting perusahaan. JY merasa lebih baik penghargaan diwujudkan dalam bentuk kompensasi finansial.
• Bagi JY adalah tidaklah penting untuk memperoleh kewenangan untuk mengambil keputusan, karena JY adalah karyawan junior yang tidak terkait langsung dengan keputusan manajerial.
• Bagi JY tidak terlalu penting bekerja di perusahaan ternama, walau di perusahaan skala menengah seperti CV. Universal Trading Indonesia, yang terpenting adalah kompensasinya sesuai dengan yang diharapkan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa secara umum menurut JY kebutuhan penghargaan bukan motivator penting dalam bekerja. Hal ini menunjukkan bahwa JY lebih berorientasi pada penghargaan yang bersifat materiil.
e. Kebutuhan aktualisasi diri bagi JY
• JY menganggap tidak penting menggunakan skill secara maksimal, cukup yang wajar saja, karena hal itu justru memeberi kesan cari perhatian di mata atasan.
• JY menganggap tidak penting tantangan kerja, ia lebih suka bekerja pada hal yang rutin dan terpola.
• Bagi JY tidak penting untuk memberikan kontribusi nyata pada perusahaan selama tidak diimbangi dengan kompensasi yang sepadan.
• Bagi JY karier belum menjadi hal penting, karena pengalaman kerjanya yang masih kurang dan ia masih termasuk karyawan junior.
Jadi dapat disimpulkan bahwa menurut JY kebutuhan aktualisasi diri bukan motivator penting dalam bekerja. Bagi JY ia belum mencapai ke tahap kebutuhan aktualisasi diri, karena ia masih merasa belum cukup pengalaman dan kemampuan. Namun ke depannya, JY berharap perusahaan dapat mendukung dirinya untuk lebih berprestasi dengan banyak memberi kepercayaan dan kewenangan mengambil keputusan. Jadi menurut JY saat ini kebutuhan aktualisasi diri bukan motivator penting dalam bekerja.
7. Motivasi Kerja CJ
a. Kebutuhan fisik bagi CJ
• CJ tidak terlalu menganggap penting fasilitas kerja, karena bagi CJ pekerjaan di CV. Universal Trading Indonesia tidak membutuhkan fasilitas yang berlebihan.
• Bagi CJ kompensasi yang diperoleh dari CV. Universal Trading Indonesia masih kurang sesuai. Tetapi hal itu bukan motivator utama ia bekerja di CV.
Universal Trading Indonesia.
• CJ tidak menganggap terlalu penting ruangan kerjanya, asalkan layak untuk dipakai bekerja sudah cukup, tidak membutuhkan yang berlebihan. Hal ini menunjukkan bahwa CJ adalah pribadi yang sederhana dan dalam bekerja cenderung berorientasi pada fungsi bukan penampilan.
• Bagi CJ adanya tunjangan kesehatan dan transportasi adalah penting, karena hal itu mempengaruhi kelancaran kerja, tetapi bukan prioritas kebutuhan dalam bekerja.
Jadi secara umum dapat disimpulkan bahwa bagi DP kebutuhan fisik bukan menjadi motivator penting dalam bekerja.
b. Kebutuhan rasa aman bagi CJ
• CJ sangat menginginkan lingkungan kerja yang nyaman dan jauh dari kebisingan. Hal itu dapat membuat ia kehilangan konsentrasi dalam bekerja.
Sejauh ini pemenuhan kebutuhan oleh perusahaan terkait hal itu sudah cukup baik.
• Bagi CJ kebutuhan standar keselamatan kerja bukan faktor yang penting, karena bekerja di CV. Universal Trading Indonesia tidak terlalu berhubungan dengan kegiatan fisik yang berisiko tinggi.
• Bagi CJ ketersediaan sistem dan staf keamanan secara fisik bukanlah hal yang sangat penting di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia, karena pekerjaannya lebih banyak di dalam kantor.
• Bagi CJ mendapat asuransi jiwa dari perusahaan bukanlah hal yang sangat penting, karena secara pribadi ia sudah memiliki asuransi sendiri. Namun demikian karyawan perlu mendapat asuransi kesehatan, dan hal itu menurut CJ belum dipenuhi oleh perusahaan.
Jadi secara umum dapat disimpulkan bahwa bagi CJ kebutuhan rasa aman bukan menjadi motivator yang sangat penting dalam bekerja. Secara umum alasan CJ karena pekerjaan di CV. Universal Trading Indonesia lebih bersifat pekerjaan kantor yang tidak berisiko keselamatan tinggi.
c. Kebutuhan sosial bagi CJ
• Bagi CJ, bekerja di lingkungan yang akrab dan menyenangkan, adalah penting, karena memberinya kepuasan dan kenyamanan. Menurut CJ lingkungan di CV.
Universal Trading Indonesia sudah cukup akrab.
• CJ menganggap sudah memiliki hubungan yang baik dengan atasannya di CV.
Universal Trading Indonesia.
• Bagi CJ adalah penting untuk meluangkan waktu bagi keluarga. Menurut CJ, pekerjaan di CV. Universal Trading Indonesia cukup memeberikan waktu untuk hal itu.
• Bagi CJ bekerja dengan tim yang kompak adalah penting, karena akan memberikan dorongan satu sama lain untuk lebih maju. Menurut CJ, ia sudah bekerja dengan orang-orang yang kompak dan solid di CV. Universal Trading Indonesia.
Jadi bagi CJ kebutuhan sosial adalah motivator penting dalam bekerja dan hal itu masih perlu ditingkatkan lagi di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia.
d. Kebutuhan penghargaan bagi CJ
• Bagi CJ adalah penting untuk mendapat pengakuan atau pujian dari atasan bila pekerjaan dilakukan dengan baik. CJ merasa puas bila hasil kerjanya diakui dan dihargai.
• Bagi CJ adalah penting untuk mendapat pengakuan sebagai aset penting perusahaan. CJ merasa puas bila keberadaannya dianggap bernilai oleh perusahaan.
• Bagi CJ penting untuk memperoleh kewenangan yang lebih lagi untuk mengambil keputusan, karena dengan demikian ia mendapat otonomi dalam pekerjaannya untuk melakukan dengan caranya sendiri yang lebih efektif.
• Bagi CJ tidak terlalu penting bekerja di perusahaan ternama, walau di perusahaan skala menengah seperti CV. Universal Trading Indonesia, yang terpenting adalah kompensasinya sesuai dengan yang diharapkan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa secara umum menurut CJ kebutuhan penghargaan adalah motivator penting dalam bekerja. CJ adalah karyawan yang berorientasi pada penghargaan dan pengakuan daripada kompensasi finansial.
e. Kebutuhan aktualisasi diri bagi CJ
• CJ merasa bahwa dirinya masih kurang maksimal dalam menjalankan pekerjannya di CV. Universal Trading Indonesia, padahal ia sangat menginginkan bekerja dengan skill yang maksimal.
• CJ menganggap penting adanya tantangan dalam bekerja sehingga ada variasi dalam bekerja dan dia tidak merasa bosan. Di CV. Universal Trading Indonesia tantangan kerja masih kurang bagi CJ.
• CJ berharap dapat memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan dan hasilnya benar-benar nyata dirasakan oleh perusahaan. Tetapi menurut CJ, ia masih jauh dari kinerja yang baik dan sangat perlu dukungan perusahaan untuk meningkatkan hal itu.
• CJ tidak terlalu tertarik pada jenjang karier, tetapi lebih baik pada pencapaian hasil finansial daripada mendapatkan jabatan atau karier.
Jadi secara umum bagi CJ, kebutuhan aktualisasi diri adalah motivator penting dalam bekerja, khususnya menyangkut skill yang maksimal, tantangan kerja, dan kinerja yang nyata. Menurut CJ pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia masih perlu untuk ditingkatkan lagi.
Hal ini menunjukkan bahwa CJ memiliki kebutuhan yang tinggi atas aktualisasi diri. CJ merasa puas jika dirinya dapat menyalurkan dan mengembangkan dirinya dalam organisasi.
4.4 Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian tentang gambaran motivasi dari 7 orang karyawan CV. Universal Trading Indonesia, maka dapat dibuat beberapa pembahasan mengenai fakta yang ada. Pembahasan yang dimaksud adalah dengan melihat dan menganalisa adanya kecenderungan-kecenderungan tertentu dalam prioritas kebutuhan karyawan CV.Universal Trading Indonesia. Oleh karena itu gambaran prioritas kebutuhan perlu ditabulasi dan diklasifikasikan dengan mempertimbangkan beberapa aspek demografi seperti level jabatan, jenis kelamin dan job description. Berikut ini adalah tabulasi gambaran motivasi karyawan yang tercermin dari prioritas kebutuhannya dan aspek demografinya:
Tabel 4.1 Tabulasi Gambaran Motivasi Kerja Karyawan CV. Universal Trading Indonesia
Prioritas Kebutuhan yang dianggap penting No Nama
Karyawan Level Jabatan Jenis
Kelamin Status Tingkat Pendidikan
Fisik Rasa
Aman Sosial Penghar- gaan
Aktual Diri
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
NY MT VS YZ DP JY CJ
Manajerial Manajerial Manajerial Operasional Operasional Operasional Operasional
Export Manager Finance Manager Import Managerr Secretary
Import Marketing Import Marketing Export Marketing
♀
♀
♀
♀
♂
♂
♂
Menikah Menikah Lajang Lajang Lajang Lajang Lajang
S2 S1 S1 S1 S1 S1 (S1)
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
Sumber : Hasil wawancara
50Universitas Kristen Petra
Berdasarkan hasil tabulasi pada tabel 4.1 dapat diketahui sebaran prioritas kebutuhan yang dianggap penting oleh karyawan. Asumsi yang dipakai adalah bahwa kebutuhan-kebutuhan yang dianggap penting tersebut merupakan sumber motivasi kerjanya. Untuk dapat mengetahui ada tidaknya kecenderungan- kecenderungan tertentu dalam karakteristik kebutuhan karyawan, maka peneliti menyertakan aspek demografi karyawan ke dalam analisa motivasi.
1) Kebutuhan Fisik
Jenis kebutuhan ini termasuk dominan dianggap penting oleh sebagian besar karyawan. Artinya karyawan dalam bekerja sangat mengutamakan kebutuhan fisik, terutama menyangkut kompensasi finansial dan fasilitas kerja. Dari 7 orang karyawan yang menganggap penting kebutuhan fisik terdapat 4 orang yaitu MT, YZ, DP, dan JY. Bila dilihat dari sebaran data tersebut, diketahui bahwa MT adalah karyawan level manajerial dengan status menikah, sedangkan YZ, DP dan JY adalah karyawan level operasional dengan status lajang. Dengan demikian terdapat kecenderungan bahwa:
- Karyawan pada level operasional lebih mementingkan kebutuhan fisik daripada karyawan level manajerial. Hal ini dapat dikarenakan karyawan level operasional memiliki tingkat gaji yang lebih rendah daripada level karyawan manajerial. Dengan demikian kebutuhan fisik masih menjadi prioritas bagi karyawan operasional.
- Karyawan yang lajang (belum menikah) lebih mementingkan kebutuhan fisik daripada karyawan yang sudah menikah. Hal ini dapat dikarenakan pada umumnya karyawan yang belum menikah belum mapan secara ekonomi, sehingga merasa kebutuhan fisik harus seperti gaji harus diprioritaskan untuk tabungan hari depan.
2) Kebutuhan Rasa Aman
Jenis kebutuhan ini termasuk dominan dianggap penting oleh sebagian besar karyawan. Artinya karyawan dalam bekerja sangat mengutamakan kebutuhan rasa aman, terutama lingkungan kerja yang nyaman dan jauh dari kebisingan.
Dari 7 orang karyawan yang menganggap penting kebutuhan fisik terdapat 4 orang yaitu MT, VS, YZ, dan DP. Bila dilihat dari sebaran data tersebut, diketahui bahwa tidak ada kencenderungan karakteristik tertentu dari
karyawan yang menganggap penting kebutuhan rasa aman. Kebutuhan ini secara umum diangap penting oleh semua karyawan dari berbagai latar belakang aspek demografi.
3) Kebutuhan Sosial
Jenis kebutuhan ini cukup dianggap penting oleh karyawan, tetapi bukan kebutuhan yang dominan. Dari 7 orang karyawan yang menganggap penting kebutuhan sosial terdapat 3 orang yaitu MT, YZ, dan CJ. Bila dilihat dari sebaran data tersebut, diketahui bahwa tidak ada kencenderungan karakteristik tertentu dari karyawan yang menganggap penting kebutuhan sosial. Kebutuhan ini secara umum diangap penting oleh karyawan dari berbagai latar belakang aspek demografi.
4) Kebutuhan Penghargaan
Jenis kebutuhan ini termasuk dominan dianggap penting oleh sebagian besar karyawan. Artinya karyawan dalam bekerja sangat mengutamakan kebutuhan penghargaan, terutama menyangkut pengakuan atas prestasi dan kepercayaan untuk mendapat wewenang lebih dalam mengambil keputusan. Dari 7 orang karyawan yang menganggap penting kebutuhan penghargaan terdapat 4 orang yaitu NY, MT, VS, dan CJ. Bila dilihat dari sebaran data tersebut, diketahui bahwa NY, MT dan VS adalah karyawan level manajerial, sedangkan CJ adalah karyawan level operasional. Dengan demikian terdapat kecenderungan bahwa:
- Karyawan pada level manajerial lebih mementingkan kebutuhan penghargaan daripada karyawan level operasional. Hal ini dapat dikarenakan karyawan level manajerial sudah memiliki tingkat gaji yang lebih tinggi daripada level karyawan manajerial. Fasilitas kerja sudah lebih memadai dan posisi jabatan dalam perusahaan sudah cukup aman.
Dengan demikian secara psikologis karyawan level manajerial akan mengokohkan kekuasaan dan harga diri, sehingga kebutuhan akan penghargaan dan pengakuan menjadi prioritas penting dalam bekerja.
5) Kebutuhan Aktualisasi Diri
Jenis kebutuhan ini tergolong kurang dianggap penting oleh sebagian besar karyawan, karena dari 7 orang karyawan yang menganggap penting
kebutuhan aktualisasi diri hanya 2 orang yaitu NY dan CJ. Bila dilihat dari sebaran data dari 2 karyawan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada kencenderungan karakteristik tertentu dari karyawan yang menganggap penting kebutuhan aktualisasi diri. Kebutuhan ini berpeluang untuk diangap penting oleh karyawan dari berbagai latar belakang aspek demografi.
Dari paparan di atas, maka dapat disimpulkan secara umum, karyawan yang memiliki level jabatan manajerial cenderung lebih mengutamakan kebutuhan penghargaan, sedangkan karyawan yang memiliki level jabatan operasional cenderung lebih mengutamakan kebutuhan fisik. Fakta ini cukup sesuai dengan konsep hierarki Maslow bahwa bila kebutuhan yang levelnya lebih rendah terpenuhi, maka seseorang akan beranjak naik ke level kebutuhan yang lebih tinggi. Demikian pula karyawan operasional masih menganggap kebutuhan fisik sebagai prioritas yang penting, tetapi karyawan manajerial yang sudah terpenuhi dengan baik kebutuhan fisiknya, beranjak naik kepada kebutuhan penghargaan.
Kendati demikian peneliti menemukan bahwa naiknya level kebutuhan karyawan di CV.Universal Trading Indonesia tidak selalu mengikuti urutan hierarki Maslow, tetapi dapat melompat, misalnya dari kebutuhan fisik langsung melompat kepada kebutuhan penghargaan. Hal ini merupakan kelemahan aplikasi teori hierarki kebutuhan Maslow yang secara kaku merumuskan bahwa seseorang akan naik pada level kebutuhan sesuai urutan: kebutuhan fisik – rasa aman – sosial – penghargaan dan aktualisasi diri.
Secara umum terdapat tiga kebutuhan yang dianggap penting di lingkungan CV. Universal Trading Indonesia, yaitu: kebutuhan fisik, kebutuhan rasa aman dan kebutuhan penghargaan. Sedangkan kebutuhan sosial dan aktualisasi diri kurang mendapat respon bagi motivasi karyawan, baik dari level manajerial dan operasional. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan aktualisasi diri yang ada pada tempat teratas pada hierarki kebutuhan Maslow bukan menjadi prioritas walaupun oleh karyawan level manajerial.