• Tidak ada hasil yang ditemukan

indeks >> E d i s i 2 I Tr i w u l a n I I l PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "indeks >> E d i s i 2 I Tr i w u l a n I I l PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

rogram pengembangan infrastruktur pasar modal (PPIPM) telah sukses diimplementasikan pada ta- hun 2012. Kini, KPEI melanjutkan kontribusinya dengan berperan sebagai koordinator pada empat proyek Strategic Management Office-Project Management Of- fice (SMO-PMO) tahap berikutnya. Keempat program tersebut meliputi: enhancement

e-CLEARS, dengan tujuan upgrade platform arsitektur sistem kliring dan penyelesaian, inisiatif pe- ngembangan penyelesaian dengan mekanisme Institutional Delivery untuk meningkatkan efisiensi ope- rasional Anggota Kliring (AK), par- tisipasi penjaminan dengan skema baru dan kebijakan preemptive action, serta implementasi General Clearing Member (GCM).

P

Program pengembangan infrastruktur pasar modal tahap kedua telah

ditetapkan. KPEI menjadi koordinator dalam enhancement e-CLEARS,

pengembangan penyelesaian dengan mekanisme Institutional Delivery, Partisipasi Penjaminan dengan Skema Baru & Kebijakan Preemptive Action, dan Implementasi General Clearing Member (GCM).

indeks >>

Langkah strategis kPei Menjawab kebutuhan Pasar

Langkah strategis kPei

Menjawab kebutuhan Pasar

1

Mekanisme Institutional Delivery Mendorong efisiensi Biaya Anggota Bursa

e d i s i 2 I Tr i w u l a n i i

l

2 0 1 4

Arah pengembangan lebih pada kepentingan fungsional, dalam rangka memenuhi tuntutan proses bisnis ke depan.

Wajah Baru ‘knowledge Management kPei 204’

Layanan Customer Care kPei

ArTikeL uTAMA 3 4 5

Mekanisme

Institutional Delivery

statistik kilas Peristiwa

7 8

6

Program PPIPM tahap dua yang dikoordinasikan KPEI mengacu pada Surat Keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diterbitkan pada 6 Desember 2013. Untuk program pertama, pengembangan sistem kliring utama KPEI yaitu e-CLEARS, menurut Direktur Utama KPEI, Hasan Fawzi, lebih pada upaya pengem- bangan kapasitas. “Jadi arah pengembangan lebih pada kepentingan fungsional, dalam rangka memenuhi tun- tutan proses bisnis ke depan, serta antisipasi terhadap pertumbuhan volume data yang harus dikelola, bisa

(2)

karena volume transaksi meningkat, emiten meningkat pesat atau karena jumlah partisipan bertambah”.

Memenuhi tuntutan itu, KPEI fokus melakukan penyempuraan atas sistem e-CLEARS. Implementasinya berupa pe- ngembangan aplikasi teknologi yang bisa menjawab kebutuhan pasar, se- hingga diharapkan dapat menampung perkembangan data pasar dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan. Selama ini, dari sisi fungsional, proses upgrade terus dilakukan KPEI. “Tetapi, pada sisi lain, arsitektur aplikasi

utama dari sistem ini su- dah saatnya dikembang- kan. Kita melihat ada peluang pengembang- an arsitektur maupun framework dari sisi solusi teknologi,” lanjut Hasan.

Program prioritas ke- dua berkaitan dengan pengembangan penyele- saian dengan mekanisme

Institutional Delivery. Pengembangan ini akan mengenalkan konsep penye- lesaian dengan menggunakan settle- ment agent sebagai pihak ketiga yang mendukung penyelesaian nasabah in- stitusi. Hal ini ini penting karena sistem yang ada dapat disempurnakan untuk proses penyelesaian nasabah institusi yang menyimpan asetnya pada Bank Kustodian (BK). Saat ini, nilai transaksi nasabah institusi yang menyimpan asetnya pada BK bisa mencapai 40%

dari total transaksi pasar saham.

Inisiatif ketiga berkaitan dengan partisipasi penjaminan dengan skema baru dan kebijakan preemptive action.

Inisiatif ini berkaitan ketentuan OJK III.

B.6 dan III. B.7. Peraturan III.B.6 berkait- an dengan penjaminan penyelesaian transaksi bursa dan III.B.7 terkait dana jaminan. Inisiatif ini bermuara pada revisi Peraturan OJK. Skema baru ini mengedepankan sisi fairness, di mana AK baru akan dikenakan dana partisi- pasi karena AK lama sudah memberi- kan kontribusi sebelumnya.

Skema baru yang akan diberlaku- kan mengatur urutan penggunaan sumber keuangan oleh Lembaga Kli- ring dan Penjaminan (LKP) saat ter- jadi kegagalan. Kelak, ketentuan baru memungkinkan KPEI menggunakan semua sumber keuangan yang likuid dalam rangka percepatan penyelesaian

A R T I K E L U T A M A

proses transaksi dimana saat ini dana jaminan digunakan sebagai sumber keuangan terakhir.

Sementara itu, berkaitan dengan preemptive action, akan ada keten- tuan yang memungkinkan bursa dan LKP menetapkan kelompok saham yang dikecualikan dalam penjaminan dan penyelesaian yang akan di-review secara periodik dan dilaporkan ke OJK.

Prinsipnya, jika secara fundamental saham tersebut dinilai bermasalah sehingga berisiko untuk dimasukkan dalam penjaminan tran- saksi bursa. Bisa karena persoalan hukum, atau karena anomali transaksi yang berpotensi menim- bulkan risiko dalam penye- lesaian.

Ketentuan lain dalam kaitan kebijakan preemp- tive action berupa oto- ritas bagi bursa dan LKP untuk menangguhkan penyelesaian transaksi saham tertentu, karena alasan ketidakwajaran. Dengan demikian, transaksi tersebut tidak diga- bungkan dengan transaksi lain dalam proses kliring dan penyelesaian.

Pengembangan yang tak kalah penting yaitu berkaitan dengan im- plementasi General Clearing Member (GCM). Selama ini, Anggota Kliring (AK) juga merupakan Anggota Bursa (AB).

Ke depan, akan diimplementasikan skema keanggotaan kliring berting- kat, dengan demikian tidak semua AB otomatis menjadi AK sehingga akan ada AB yang tetap sebagai AB dan bisa memanfaatkan jasa AB lain yang merupakan AK untuk penyelesaian transaksi.

Selain 4 program tersebut, sejumlah pembenahan internal KPEI dalam kait- an penyempurnaan sistem informasi pasar modal terus dilakukan. Salah satunya adalah penyempurnaan risk management system dan sistem kliring derivatif KPEI. Beriringan dengan itu, sistem manajemen agunan juga terus dikaji, dengan mengacu pada reko- mendasi International Organization of Securities Commissions (IOSCO) terkait central counterparty (CCP). Semangat pengembangan manajemen agunan adalah pemanfaatan agunan yang ada untuk optimalisasi transaksi bursa dan pendapatan AK.F [TiM redAksi]

Kita melihat ada peluang pengembangan arsitektur

maupun framework dari sisi solusi teknologi.

Para Stakeholders KPEI, kami kembali menghadirkan KPEI Newsletter Edisi II tahun 2014 dengan memfokuskan pemba- hasan mengenai Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal, dimana KPEI sebagai Lembaga Kliring &

Penjaminan (LKP) berperan dalam penyempurnaan sistem kliring dan penyelesaian pasar modal.

Salah satu penyempurnaan sistem kliring dan penyelesaian pasar modal adalah mekanisme Institu- tional Delivery dalam penyelesa- ian transaksi bursa.

KPEI Newsletter juga me- nampilkan program KLIK yang memaparkan tentang tema Knowledge Management (KM), perubahan struktur organisasi KM serta program kerja KM untuk ta- hun 2014. Selain itu, kami meng- hadirkan informasi layanan Cus- tomer Care yang sudah berjalan selama satu tahun serta kegiatan KPEI selama triwulan I di tahun 2014. Akhir kata, kami mengu- capkan selamat membaca dan semoga melalui KPEI Newsletter ini, pembaca mendapatkan pe- ngetahuan lebih mengenai KPEI dan kegiatan perusahaan.

Hormat kami, Redaksi E D I T O R I A L

Penerbit:

PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia Penasihat:

Direksi PT KPEI Penanggung Jawab:

Sekretaris Perusahaan dewan redaksi:

Suryadi, Diah Sugiretno, Razif Yunus, Andre Taufan Pratama, Vinsensia Selvia Muga

Alamat redaksi & sirkulasi:

Gedung Bursa Efek Indonesia, Menara I Lt. 5,

Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190,

Telp. 021-5155115 Fax. 021-5155120

Toll Free 0800-100-KPEI (5734) Email: [email protected] Website: www.kpei.co.id

(3)

Mekanisme Institutional Delivery

Mendorong efisiensi Biaya Anggota Bursa

kPei tengah mempersiapkan mekanisme Penyelesaian Transaksi bursa dengan menggunakan Settlement Agent.

dengan mekanisme ini, para anggota kliring, tidak perlu menyediakan pendanaan (funding) untuk menalangi

penyelesaian transaksi kepada bank kustodian (Bk) yang mewakili nasabah institusinya dan efisiensi proses

penyelesaian semakin meningkat.

A R T I K E L K H U S U S

ertengahan tahun depan, diha- rapkan project pengembang- an pasar modal Institutional Delivery atau Penyelesaian dengan melibatkan settlement agent sudah dapat diimplementasikan. Melalui proses institutional delivery ini, BK diharapkan dapat berfungsi sebagai settlement agent dan meningkatkan efisiensi operasional anggota kliring (AK) dengan menyederhanakan jalur konfirmasi-afirmasi pada penyelesaian transaksi bursa. Selain itu,

proses konfirmasi-afirmasi dapat dilaksanakan secara terotomasi. Dan yang pa- ling penting dari fasilitas ini, menghilangkan biaya funding yang ditanggung AK.

Hingga saat ini, KPEI se- bagai Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP) melaku- kan kliring dan penjamin- an transaksi bursa melalui AK. Tidak ada keterlibatan secara langsung antara BK dengan KPEI. Peran BK dalam perdagangan efek adalah mewakili nasabah

institusi, baik lokal maupun asing, yang menempatkan asetnya di BK. Pada saat proses penyelesaian transaksi bursa, akan didahului proses pre-matching untuk membuat instruksi pemindahbu- kuan efek dari BK ke AK untuk selan- jutnya diserahkan oleh AK ke KPEI.

Sesuai praktik yang lazim di BK, pemindahbukuan efek nasabah ke AK, dilakukan dengan instruksi delivery versus payment (DVP). Dengan demiki- an pada kasus nasabah melakukan penjualan efek, maka AK harus mem- bayar terlebih dulu efek milik nasabah

Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Bisnis KPEI. Hal ini tentu akan membe- bankan AK, sehingga muncul ide un- tuk membuka akses langsung antara BK dengan KPEI. Dengan akses lang- sung ini, AK tidak perlu lagi melakukan funding.

Proses baru pada intinya meng- hubungkan BK dengan KPEI secara langsung dalam alur penyelesaian tran- saksi bursa sehingga alur pemindah- bukuan terkait penyelesaian transaksi bursa, dapat dilakukan antara BK lang- sung dengan KPEI, melalui instruksi dan konfirmasi yang dilakukan AK.

Saat ini KPEI dalam proses melaku- kan Focus Group Discussion (FGD) de- ngan AK dan BK dalam rangka men- jalankan program pengembangan institutional delivery tersebut. Langkah selanjutnya adalah menghimpun masu-

kan dari para pelaku terkait konsep bisnis yang ditu- angkan dalam whitepaper yang telah disusun KPEI, untuk dipertimbangkan se- bagai informasi tambahan dalam penyusunan spesifi- kasi bisnis atas sistem yang akan dikembangkan dan aturan yang akan diber- lakukan. Tujuannya, kata Iding, untuk memperkecil gap harapan pelaku dan sis- tem yang dikembangkan, meminimalisasi terjadinya perubahan-perubahan di masa datang saat pengem- bangan sistem, dan yang terpenting lagi agar apa yang dikem- bangkan efektif digunakan dan ber- manfaat bagi para pelaku.

Pengembangan di sistem e-CLEARS adalah penambahan modul settlement untuk BK. Untuk itu, BK selaku settle- ment agent akan dibukakan jaringan untuk bisa mengakses sistem e-CLEARS.

Pengembangan sistem tersebut diha- rapkan dapat selesai pada akhir tahun 2014 ini, dan pada pertengahan tahun 2015 proses settlement dengan me- kanisme institutional delivery ini dapat diluncurkan.F [TiM redAksi]

P

yang disimpan di BK untuk selanjutnya

diserahkan ke KPEI, dan untuk kemu- dian KPEI menyerahkan dana hasil penjualan. Demikian juga bila terjadi transaksi beli yang dilakukan oleh na- sabah institusi yang menyimpan dana- nya di BK, maka AK akan melakukan funding atas efek untuk diserahkan ke BK guna mendapatkan dana yang dibutuhkan AK. Langkah penyelesaian transaksi yang saat ini menimbulkan konsekuensi pendanaan yang harus

disiapkan oleh AK untuk menalangi saham atau dana sesuai transaksi jual atau beli yang dilakukan nasabah yang menyimpan asetnya di BK.

Sesuai praktik saat ini, biaya fund- ing ditanggung oleh AK karena sudah merupakan bagian dari jasa atau fasili- tas yang diberikan oleh AK kepada na- sabahnya. AK yang memiliki dana yang cukup akan menggunakan dananya sendiri. Sementara AK yang tidak me- miliki dana yang cukup akan menggu- nakan fasilitas pinjaman dari perban- kan. Demikian dipaparkan Iding Pardi,

AB Beli IDX

KPEI

KSEI AB Jual

Nasbah Institusi

KustodianBank Settlement Instruction

Matching Position vs. Instruction Afirmasi

Konfirmasi Alokasi Transaksi

DVP/RVP Settlement KPEI - BK

Trade Data Matching Process Order

Konfirmasi

TRADINGCLEARINGSETTLEMENT

= Proses Baru Penyelesaian dengan Mekanisme Institutional Delivery

1

3

4 2

5 8

9 7 6

(4)

formasi, data, ataupun menyampaikan pertanyaan dan keluhannya.

Awalnya, layanan KPEI di akses me- lalui masing-masing Divisi, dimana jika ada pertanyaan, keluhan, permintaan informasi atau data dari pengguna jasa langsung ditujukan ke Divisi terkait.

Namun seperti yang tercermin dalam hasil survei yang dilakukan pada tahun 2012 lalu, efektifitasnya belum dira- sakan secara optimal oleh AK. Hal ini, menurut Razif, disebabkan belum ada- nya petugas khusus yang menangani fungsi tersebut. Padahal, fungsi yang kerap dikenal dengan helpdesk ini me- megang peranan yang cukup penting sebagai single point of contact bagi pengguna jasa perusahaan. Karena itu sebagai salah satu gerbang utama per- usahaan, dibentuklah fungsi helpdesk ini. Oleh KPEI, fungsi helpdesk ini ke- mudian diberi nama Customer Care.

KPEI menyiapkan media komuni- kasi sebagai akses ke Customer Care, se- perti talk center, short message service- SMS, toll free, email, fax, bahkan lewat twitter dan facebook group. Konsep Customer Care, kita buat sebagai sing- le point of contact, dimana tanggung jawab Customer Care mulai dari layan- an menerima telepon, fax, email, dan media lainnya dari jam 7 pagi sampai

P R O F I L

Para Anggota kliring (Ak) kini bisa lebih mudah menghubungi Customer Care jika membutuhkan informasi,

data, layanan kPei lainnya ataupun menyampaikan pertanyaan dan keluhan.

Hallo...

KPEI, Selamat Pagi. Dengan Ina, ada yang bisa dibantu?

egitu suara merdu nan ramah di ujung telepon dari salah seorang petugas layanan Customer Care PT KPEI. Tak hanya ramah, suara Ina salah seorang petugas Customer Care KPEI, juga mampu membawa si penel- pon membayangkan si penerima se- dang tersenyum ramah saat meneri- ma telepon. Selain suara yang enak didengar, KPEI juga menuntut petu- gas Customer Care lebih sigap dalam memberikan layanan terhadap peng- guna jasa dan pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya, misalnya, harus segera mengangkat telepon sebelum dering telepon ketiga berbunyi. Kesi- gapan Customer Care tentunya sangat diperlukan bagi pengguna jasa yang memerlukan informasi atau layanan lain secara cepat.

Customer Care merupakan layan- an baru dari KPEI. Layanan ini resmi dibentuk pada tanggal 12 Desember 2012 sebagai wujud komitmen per- usahaan untuk terus meningkatkan pelayanan. Dijelaskan oleh Kepala Unit Kesekretariatan dan Relasi Media KPEI Razif Yunus, ketika perusahaan sele- sai menerapkan mekanisme Straight Through Processing (STP), KPEI melaku- kan kegiatan customer satisfaction survey (CSS) kepada para AK untuk mengetahui feedback dari penerapan mekanisme STP ini. Berdasarkan survei tersebut, lanjut Razif, ada sekitar 29%

AK mengatakan bahwa KPEI sulit un- tuk dihubungi.

Menindaklanjuti masukan dari AK tersebut akhirnya dibentuk layanan Customer Care ini. Customer Care me- rupakan layanan satu pintu untuk me- nanggapi berbagai kebutuhan peng- guna jasa dan stakeholder KPEI lainnya.

Para AK bisa langsung menghubungi Customer Care jika membutuhkan in-

B

Layanan Customer Care kPei

dengan 7 malam,” jelas Razif. Customer Care ini hanya sebagai pintu depan, se- hingga jika ada permintaan data atau informasi yang tidak bisa ditangani secara langsung disini, Customer Care akan meneruskan permintaan tersebut ke Divisi terkait.

“Layanan Customer Care saat ini masih paralel dengan layanan di Divisi Operasional, yang artinya Divisi Ope- rasional masih menerima langsung be- berapa pertanyaan, keluhan, atau per- mintaan informasi dari AK,” kata Razif.

Saat ini, hanya pertanyaan tertentu saja yang bisa dijawab langsung oleh petugas Customer Care. Ke depannya, petugas Customer Care akan terus di- perkaya kemampuannya, sehingga bisa melayani permintaan atau per- tanyaan lebih lanjut lagi nantinya. Saat ini, “Customer Care baru bisa menja- wab pertanyaan AK terkait berapa ni- lai trading limit, kewajiban settlement yang belum diserahkan, nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD). Ha- rapannya, mereka bisa menjawab, ke- napa angkanya sekian, agunan berapa, nilai eksposurenya,” ujar Razif.

Tugas mensosialisasikan Customer Care dan memperkaya pengetahuan dari sumber dayanya, menjadi peker- jaan rumah buat KPEI agar layanan terpadu ini berfungsi seperti layanan online di perbankan dan perusahaan telekomunikasi. Untuk itu, perusaha- an akan terus melengkapi layanan ini dengan fasilitas yang menunjang kinerjanya. “Targetnya, dalam seta- hun ini Customer Care bisa membantu lebih detail. Dari sisi teknologi, akan ada penambahan information techno- logy yang akan melengkapi fasilitas itu seperti tersedianya beberapa phone line, call waiting, dan voice recording,”

pungkas Razif.F

[TiM redAksi]

Layanan Customer Care kPei Talk Center: +62 2 55 55

Fax: +62 2 55 520 SMS: +62 86 5 5000 Toll Free: 0800-00-kPei (574) Email: [email protected]

Twitter: @AskkPei Facebook Group: AskkPei

(5)

E D U K A S I

Wajah Baru ‘knowledge Management kPei 204’

eperti tahun lalu, KPEI mengoptimalisasi kembali pro- gram Knowledge Management (KM), dengan tema baru di tahun 2014 yaitu kM kiTA. KM KITA adalah nama dan logo tema Knowledge and Learning for Innova- tion in KPEI (KLIK) yang diusulkan di tahun 2014, yang meru- pakan rangkaian kata KLIK’ers, Innovation, Technology dan Awareness. Apabila diartikan, maka kLik’ers adalah mo- tor penggerak KLIK dan KLIK merupakan manifestasi bagi KLIK’ers. ‘innovation’ menggambarkan bahwa KLIK tidak akan berhenti belajar dan melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik. ‘Technology’ mencerminkan bahwa KLIK se- lalu mengandalkan technology dan menempatkan KM Portal sebagai sarana dan repository semua aktivitas KLIK. Semen- tara ‘Awareness’ menggambarkan bahwa KLIK

adalah milik KLIK’ers, sehingga KLIK’ers mem- punyai kewajiban untuk selalu mengembang- kan KLIK. Yang terpenting seluruh manajemen dan karyawan KPEI harus menyadari, “kM kita adalah milik kita”.

renCAnA keGiATAn

Selain menyusun nama dan tema KLIK un- tuk tahun 2014, KPEI juga membentuk Struktur Organisasi KM untuk regenerasi tim di KLIK dan menunjang kesinambungan dan efektifitas

kegiatan. Selain itu, dilakukan juga evaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan selama tahun 2013 dari masing-masing KLIK Workers - Community of Practice (COP) maupun KLIK Team sebagai tim inti KLIK yang dipaparkan kepada Direksi dan KLIK Committee sebagai bentuk pertanggungjawaban atas program kerja dan anggaran yang sudah disusun sebe- lumnya. Dalam kesempatan yang sama, KLIK Team dan KLIK Workers - Community of Practice (COP) juga menyusun pro-

S

kLik mengusung tema ‘kM kiTA’ yang dijabarkan menjadi KLIK’ers, Innovation, Technology dan Awareness, untuk program Knowledge

Management kPei 204.

COP Art Station memperkenalkan

beberapa tarian tradisional Indonesia. Sekaligus disampaikan sekilas mengenai sejarah

dan filosofi dari masing–masing tarian tersebut.

gram kerja dan anggaran yang dibutuhkan dari masing-ma- sing kegiatan selama satu tahun kedepan.

Kegiatan KLIK pada triwulan pertama 2014 diawali de- ngan COP Hobby “Olahraga” yang menyediakan jadwal baru untuk latihan rutin olahraga tenis sebanyak dua kali dalam seminggu yang dimulai di bulan Januari 2014 dimana dalam latihan rutin tersebut disediakan para pelatih yang su- dah ahli dalam olahraga tenis, sehingga karyawan KPEI yang baru mempelajari olahraga ini bisa bermain dengan maksi- mal dan tentu saja fun. Olahraga tenis, pertama kalinya di- perkenalkan oleh COP Hobby “Olahraga” dalam kegiatan turnamen internal KPEI antar lantai dalam rangka memper- ingati Ulang Tahun KPEI yang diadakan pada bulan Desem- ber 2013. Meskipun sebelumnya sudah tersedia beberapa je- nis olahraga yang dapat diikuti oleh seluruh karyawan yakni tenis meja, squash, futsal, dan bulutangkis. Olahraga tenis ternyata juga sangat diminati oleh KLIK’ers.

Kegiatan berikutnya diadakan oleh COP Hobby “Seni”

(COP Art Station - COPAS) yang mengadakan launching Ke- giatan Menari pada acara Thanks KLIK: It’s Fri- day pada 7 Maret 2014. Acara yang dihadiri oleh karyawan KPEI ini merupakan kegiatan know- ledge sharing yang memperkenalkan beberapa tarian tradisional Indonesia dari daerah Kaliman- tan, Sumatra, dan Jawa. Dalam kegiatan sharing knowledge ini, disampaikan sekilas mengenai sejarah dan filosofi dari masing–masing tarian tersebut. Dengan mengundang pembicara dari Sanggar Tari Sriwijaya, ibu Eka. Acara launching ini dikemas dengan menarik dan interaktif kare- na masing – masing tarian diperkenalkan berikut dengan koreografinya.

Aktivitas lain diselenggarakan oleh COP Investasi (CO- PIN) yang mengadakan acara Open Mind: “Financial Clinic - OKB KPEI” pada 10 Maret 2014, yang khusus diikuti oleh karyawan baru KPEI. Acara ini bertujuan untuk memberikan pembekalan awal mengenai perencanaan keuangan bagi karyawan baru dengan mendatangkan pembicara dari Kon- sultan Keuangan.F [TiM redAksi]

kegiatan COP Hobby - olahraga

kegiatan COP Hobby - seni

kegiatan COP investasi

(6)

E D U K A S I

raktik Institutional Delivery di negara lain bukanlah sesuatu yang baru, seperti Central Mat- ching Facility di Bursa Malaysia dan Institutional Delivery Netting Services (IDNet) dari Depository Trust & Clear- ing Corporation (DTCC) Amerika Seri- kat yang sudah ada sejak tahun 2008.

Perlunya penanganan khusus dalam mekanisme settlement bagi nasabah intitutional yang dikarenakan penem- patan asset-aset milik mereka tersim- pan di Bank Kustodian (BK) baik di lokal maupun regional yang terjadi di Bursa Malaysia dan DTCC menye- babkan Institutional Delivery dibuat.

Tidak jauh berbeda, latar belakang dikembangkannya Institutional Deli- very yang dilakukan KPEI di tahun 2014 hampir sama, yakni:

1. Meningkatkan efisiensi operasional Anggota Kliring (AK), dengan cara menyederhanakan proses konfir- masi/afirmasi dalam alur penye- lesaian transaksi bursa yang lebih

cepat, menghilangkan intervensi manual (ter- otomasi), dan meng- hilangkan biaya pen- danaan (funding) yang ditanggung oleh Ang- gota Kliring;

2. Mendorong nasabah untuk dapat melaku- kan instruksi sesegera mungkin sesuai de- ngan konfirmasi yang diterima BK melalui KPEI;

3. Memungkinkan proses konfirmasi/

afirmasi dilakukan lebih cepat dan diharapkan juga sebagai persiapan menuju settlement T+2.

Proses baru ini pada intinya meng- hubungkan BK dengan KPEI secara langsung dalam alur penyelesaian transaksi bursa sehingga alur pemin- dahbukuan terkait penyelesaian tran- saksi bursa dapat dilakukan antara BK langsung dengan KPEI, melalui in-

P

struksi dan konfirmasi yang dilakukan oleh AK. Secara garis besar pengem- bangan Institutional Delivery ini akan dikembangkan pada sistem e-Clears, karena proses lainnya terkait instruksi settlement dan pemindahbukuan akan sama seperti yang ada saat ini sudah berjalan.

Modul baru yang dikembangkan dalam proses kliring dan settlement yang dilakukan oleh KPEI pada sistem e-CLEARS yaitu alokasi transaksi proses di mana Anggota Bursa (AB) melakukan alokasi atas transaksi nasabah institusi yang penyelesaiannya akan dilakukan melalui BK. Setelah dilakukan penga- lokasian, maka secara otomatis sistem KPEI akan mengkonfirmasi alokasi AK ke BK terkait. Alokasi dan konfirmasi trade oleh AK dilakukan pada T+0 sampai dengan pukul 17.00 WIB. Pada tahap afirmasi, BK akan mencocok- kan alokasi AK/konfirmasi dari sistem KPEI dengan instruksi yang diterima oleh BK, setelah itu sistem KPEI secara otomatis akan memasangkan konfir- masi dan afirmasi untuk menciptakan instruksi penyelesaian antara KPEI dan BK yang disebut position matching.

Setelah rangkaian proses alokasi sampai dengan position matching se-

lesai, maka pada T+3 dapat dilakukan settlement an- tara BK dengan KPEI ber- dasarkan instruksi yang dihasilkan oleh sistem, dimana sistem KPEI akan secara otomatis melaku- kan pengambilan (debit) dan penyerahan (credit) efek/uang melalui reke- ning penyelesaian. Untuk kepentingan penyelesai- an, BK harus memiliki satu rekening penyelesaian yang bersifat omnibus un- tuk menempatkan efek/dana nasabah yang akan diserahkan ke KPEI.

Jika terjadi kegagalan, dimana BK tidak dapat memenuhi kewajiban un- tuk menyediakan efek/uang sesuai dengan transaksi yang dialokasikan, maka kewajiban penyelesaian transak- si akan dikembalikan ke AK dan risiko kegagalan penyelesaian tetap menjadi tanggung jawab AK.F

[TiM redAksi]

kPei tengah mengembangkan modul baru pada sistem e-CLeArs, untuk menyederhanakan proses konfirmasi/

afirmasi bagi Anggota kliring dengan melibatkan Settlement Agent dalam proses penyelesaian transaksi bursa. inilah ringkasan whitepaper Institutional Delivery

yang disusun kPei.

Mekanisme Institutional Delivery

Proses baru ini pada intinya meng-

hubungkan BK dengan KPEI secara

langsung dalam alur penyelesaian

transaksi bursa, melalui instruksi

dan konfirmasi yang dilakukan

oleh AK.

(7)

Jenis instrumen nilai Agunan Persentase (%)

Uang 237,529,137,893.59 1.52%

Saham 14,704,059,306,074.50 94.02%

Obligasi 698,179,407,490.00 4.46%

Grand Total 5,69,767,85,458.0 00.00%

kOMPOsisi AGunAn ONLINE 204

* Data sampai dengan 28 Maret 2014

Jenis instrumen nilai Agunan Persentase (%)

Bank Garansi 6,331,047,000,000.00 79.52%

Deposito 1,402,395,620,260.94 17.61%

Agunan Minimum Kas 216,603,903,433.69 2.72%

Seat BEI 11,600,000,000.00 0.15%

Grand Total 7,96,646,52,694.6 00.0%

kOMPOsisi AGunAn OFFLINE 204

* Data sampai dengan 28 Maret 2014

S T A T I S T I K

Penggunaan Biaya

Total Penggunaan 46,224,20,790,000 ,284,005,605.28 Rata-Rata Bulanan 15,408,067,263,333 428,001,868.43 Rata-Rata Harian 770,403,363,167 21,400,093.42

FAsiLiTAs inTrAdAy 20

* Data sampai dengan 28 Maret 2014

PenyeLesAiAn TrAnsAksi BursA 204

* Data sampai dengan 28 Maret 2014

TrAnsAksi PinJAM MeMinJAM eFek 204

* Data sampai dengan 28 Maret 2014

Transaksi Bursa Penyelesaian Transaksi Bursa Efisiensi

Frekuensi Volume Nilai Volume Nilai Volume (%) Nilai (%)

Total 2014 12,906,700 290,892,170,568 357,495,911,784,572 110,176,735,800 168,895,529,332,600 62.12 52.76 Tertinggi harian 324,416 9,092,817,690 15,911,800,602,178 3,321,215,800 5,644,752,941,300 76.13 69.55 Rata-rata harian 215,112 4,848,202,843 5,958,265,196,410 1,836,278,930 2,814,925,488,877 61.45 52.12 Terendah harian 96,468 2,669,614,566 3,112,508,157,483 1,111,251,100 1,593,826,477,500 50.42 43.78

ACs ACs

(% Dari Penyelesaian) Jumlah Ak (ACS)

Volume nilai Volume nilai Ak

serah Ak

Terima

Total 2014 416,800 732,025,000 0.000 0.000 7 9 Tertinggi harian 316,900 360,755,000 0.023 0.019 1 2 Rata-rata harian 6,947 12,200,417 0.000 0.001 0.12 0.15

Terendah harian - - - - - -

ALTErNATE CASH SETTLEMENT (ACs) 204

* Data sampai dengan 28 Maret 2014

Bulan Total rata-rata Harian

Jumlah Hari

nilai Volume Frekuensi nilai Volume

Jan 16,317,479,500.00 5,641,100.00 53 526,370,306.45 181,970.97 31

Feb 10,460,253,500.00 2,486,300.00 28 373,580,482.14 88,796.43 28

Mar 20,689,979,600.00 11,805,500.00 28 738,927,842.86 421,625.00 28

Total 47,467,72,600.00 9,92,900.00 09 545,605,89.95 229,.79 87

POsisi dAnA JAMinAn 204

Jenis Pasar nilai Presentase

Ekuiti 2,379,684,287,198.98 99.95%

KBIE 1,147,128,675.54 0.05%

Obligasi 1,087,103.00 0.00%

Grand Total 2,80,82,502,977.52 00.00%

nilai

Cadangan Jaminan 2,898,92,57.00 -

POsisi CAdAnGAn JAMinAn 204

* Data sampai dengan 28 Maret 2014

(8)

Pan-Asian Csd Alliance 8th Task Force Meeting.

KPEI menghadiri Pan-Asian CSD Alliance 8th Task Force Meeting pada tanggal 24-25 Februari 2014 yang dise- lenggarakan di Hongkong, turut hadir pada forum terse- but Sekretaris Perusahaan KPEI Suryadi dan Kepala Divisi Penjaminan dan Pengelolaan Risiko KPEI Roni Gunardi.

K I L A S P E R I S T I W A

8th Clearing, settlement & Custody Asia Forum

8th Clearing, Settlement & Custody Asia Forum diselenggarakan di Singa- pore pada tanggal 26-27 Februari 2014, Direktur KPEI Indriani Darmawati bertindak sebagai salah satu pembicara pada acara tersebut dengan tema Asia’s Market Updates bersamaan dengan pembicara lainnya dari Negara Tai- wan, Cambodia, dan Singapore. Pada acara ini, KPEI membahas mengenai perkembangan pasar modal di Indonesia dan tantangan KPEI ke depan seb- agai lembaga kliring yang dapat diandalkan.

MOu JAsdeC-JsCC-kPei

Japan Securities Depository Center (JASDEC), Japan Securities Clearing Cor- poration (JSCC) dan KPEI menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada tanggal 7 Maret 2014. Melalui MoU, JSCC dan KPEI akan mem- bina hubungan yang lebih dekat dalam rangka mengembangkan kerjasama yang saling menguntungkan. Penandatanganan MoU ini merupakan upaya formalisasi fondasi kerjasama dalam bidang kliring dan penyelesaian efek melalui pertukaran informasi dan staf untuk mendukung pengembangan di pasar keuangan Indonesia dan Jepang, dan juga regional.

FGd dengan Bni kustodi. Pada tanggal 11 Maret 2014, KPEI melakukan kegiatan Focus Discussion Group (FGD) dengan BNI Kustodi yang bertujuan untuk memperoleh masukan terkait dengan konsep bisnis dan rencana pengembangan mekanisme Institutional Delivery yang sedang dikerjakan oleh KPEI. Kegiatan ini dihadiri oleh bagian treasury, custody operation, dan custody product dari BNI Kustodi.

Bussiness Meeting korea securities depository ke kPei. Pada tanggal 17-21 Februari 2014 dilakukan per- temuan antara KPEI, KSEI dengan Korea Securities De- pository (KSD) sebagai tahapan awal dari Jasa Konsultasi KSD guna mendapatkan informasi atas pasar modal In- donesia dari manajemen dan tim proyek KPEI dan KSEI, serta mengetahui kondisi dan ekspektasi kondisi pasar Securities Borrowing and Lending (SBL) dan Repurchase Agreeement (REPO) di Indonesia melalui diskusi dengan perwakilan pelaku pasar.

Workshop “Bilateral sBL market Opportunities in indonesia”

Dalam rangka komitmen PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk mengembangkan Pasar Modal Indonesia, pada tanggal 9 Januari 2014 KPEI dan KSEI mengadakan Workshop “Bilateral SBL Market Opportunities in Indonesia”. Workshop ini diharapkan dapat menjadi ajang penambah pengetahuan dan ajang diskusi antara regulator dan pelaku pasar atas skema Bilateral Securities Borrowing and Lending (SBL) tersebut.

CSR Bantuan untuk Korban Bencana Gunung Sinabung. KPEI bersama dengan BEI dan KSEI mengunjungi posko pengungsian gunung Sinabung sekaligus memberikan bantuan sosial Masyarakat Pasar Modal Indonesia Peduli kepada para korban bencana yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia pada tanggal 15 Februari 2014.

Referensi

Dokumen terkait

Kesediaan dan komitmen dalam implementasi dikeluarkanlah Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2012 tentang pelayanan dan pemanfaatan fasilitas bandar udara Blimbingsari

Melalui penerapan sistem data warehouse dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan, diantaranya proses analisis ataupun pengelolaan informasi berdasarkan data

Dari kalimat itulah dapat kita ketahui bahwa tenyata dibalik semua ketaatan, komitmen dan pelayanannya yang luar biasa itu, ada sebuah mentalitas atau spirit

Sedimen yang terdeposisi (sedimen yang terbawa masuk oleh air irigasi lebih besar dari yang terangkut keluar oleh larutan sedimen) dan yang hilang (sedimen yang terbawa masuk oleh

Informasi terkait adanya penambahan informasi terbuka pada Daftar Informasi Publik (Kepala) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian (Kepala) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Maret

Ketidakmampuan manusia dalam menjalankan kehidupan sehari- hari akan mendorong manusia untuk selalu mengadakan hubungan timbal balik dengan sesamanya serta bertujuan

Seorang wanita, usia 50 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan kaki tidak dapat berjalan sejak 3 minggu yang lalu. Riwayat sebelumnya pasien sering keputihan berbau

Merendam sampel ayam broiler dengan berbagai konsentrasi ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) varietas putih yang telah diencerkan dengan aquades selama 30 menit..