• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Program Studi PGSD OLEH :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Program Studi PGSD OLEH :"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Nusantara PGRI Kediri

Reza Aprilia Resterina | 12.1.01.10.0052 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

simki.unpkediri.ac.id

|| 1||

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY DAN KONVENSIONAL DIDUKUNG MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN

MENJELASKAN BERBAGAI ENERGI ALTERNATIF DAN CARA

PENGGUNAANNYA PADA SISWA KELAS IV SDN 1 GONDANG TAHUN AJARAN 2015/2016

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Pada Program Studi PGSD

OLEH :

REZA APRILIA RESTERINA NPM: 12.1.01.10.0052

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)

UNIVERSITAS NUSANTARA PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA UN PGRI KEDIRI

2016

(2)

Universitas Nusantara PGRI Kediri

Reza Aprilia Resterina | 12.1.01.10.0052 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

simki.unpkediri.ac.id

|| 2||

REZA APRILIA RESTERINA NPM: 12.1.01.10.0052

Judul:

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY DAN KONVENSIONAL DIDUKUNG MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN

MENDESKRIPSIKAN BERBAGAI ENERGI ALTERNATIF DAN CARA PENGGUNAANNYA PADA SISWA KELAS IV SDN 1 GONDANG TAHUN AJARAN

2015/2016

Telah Disetujui untuk diajukan Kepada Panitian Ujian / Sidang Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusantara PGRI Kediri

Tanggal : 13 Juni 2016

(3)

Universitas Nusantara PGRI Kediri

Reza Aprilia Resterina | 12.1.01.10.0052 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

simki.unpkediri.ac.id

|| 3||

(4)

Universitas Nusantara PGRI Kediri

Reza Aprilia Resterina | 12.1.01.10.0052 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

simki.unpkediri.ac.id

|| 4||

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY DAN KONVENSIONAL DIDUKUNG MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MENJELASKAN BERBAGAI ENERGI ALTERNATIF

DAN CARA PENGGUNAANNYA PADA SISWA KELAS IV SDN 1 GONDANG TAHUN AJARAN 2015/2016

REZA APRILIA RESTERINA 12.1.01.10.0052

FKIP – PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR Rezaaprilia25@gmail.com

Sutrisno Sahari, M.Pd. dan Dr. Sulistiono, M.si.

UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

ABSTRAK: Reza Aprilia Resterina: Pengaruh Model Pembelajaran Course Review Horay dan Konvensional didukung Media Gambar terhadap Kemampuan Menjelaskan Berbagai Energi Alternatif dan Cara Penggunaannya pada Siswa Kelas IV SDN 1 Gondang Tahun Ajaran 2015/2016.

Hasil belajar pada siswa kelas IV SDN 1 GONDANG masih rendah karena guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional yang didominasi ceramah. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dipilih model yang dapat memfasilitasi agar siswa aktif dalam proses pembelajaran antara lain model pembelajaran Course Review Horay didukung media gambar.

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model Course Review Horay didukung media gambar dan model konvensional didukung media gambar terhadap kemampuan menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya pada siswa kelas IV SDN 1 GONDANG.

Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen. dengan subyek penelitian siswa kelas IV A diajar dengan model Course Review Horay didukung media gambar dan kelas IV B diajar dengan model konvensional didukung media gambar.Parameter yang diamati adalah kemampuan menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya yang diukur dengan evaluasi hasil belajar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas yang diajar dengan model Course Review Horay didukung media gambar memperoleh rata-rata sebesar 79,52 sedangkan kelas yang diajar dengan model konvensional didukung media gambar memperoleh rata-rata sebesar 67,17.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Course Review Horay didukung media gambar lebih baik daripada model konvensional didukung media gambar terhadap kemampuan menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya pada siswa kelas IV SDN 1 GONDANG tahun ajaran 2015/2016.

Kata Kunci : model pembelajaran Course Review Horay dan konvensional, media gambar, kemampuan menjelaskan berbagai energi dan cara penggunaannya.

(5)

Universitas Nusantara PGRI Kediri

Reza Aprilia Resterina | 12.1.01.10.0052 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

simki.unpkediri.ac.id

|| 2||

1. LATAR BELAKANG

Ilmu Pengetahuan Alam merupakan salah satu mata pelajaran pokok dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, termasuk pada jenjang Sekolah Dasar. Pembelajaran IPA di SD diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya dalam memecahkan suatu masalah. Hal ini sejalan dengan kurikulum KTSP (Depdiknas, 2006) bahwa IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga bukan hanya penguasaan kumpulan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta, konsep atau prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.

Sehingga pembelajara di SD harus dikembangkan agar peserta didik bisa aktif dalam proses proses pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Wahyana (1986) dalam Trianto (2010: 136) mengatakan bahwa IPA adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematik, serta penggunaannya terbatas pada gejala- gejala alam. Dengan demikian pembelajaran IPA merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala- gejala alam di dalamnya.

Sedangkan menurut Susanto (2013:167) IPA adalah usaha manusia

dalam memahami alam semesta melalui pengamatan yang tepat, serta menggunakan prosedur dan dijelaskan dengan penalaran sehingga mendapatkan suatu kesimpulan. Dengan demikian IPA merupakan usaha manusia dalam memahami alam semesta dengan prosedur yang tepat untuk menarik suatu kesimpulan. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa IPA adalah kumpulan pengetahuan tentang alam yang dipelajari oleh mausia dengan prosedur tepat dan dijelaskan melalui penalaran untuk menarik suatu kesimpulan.

Menurut Susanto (2013:171- 172) secara terperinci tujuan diberikannya pembelajaran IPA adalah (1) memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaannya-Nya, (2) mengembangkan pengetahuan dan pengembangan konsep- konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, (3) mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat, (4) mengembangkan ketrampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan, (5) meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam

(6)

Universitas Nusantara PGRI Kediri

Reza Aprilia Resterina | 12.1.01.10.0052 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

simki.unpkediri.ac.id

|| 3||

memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan alam, (6) meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan, (7) memperoleh bekal pengetahuan, konsep, dan ketrampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP atau MTs. Tujuan lain pemebelajaran IPA di sekolah dasar adalah agar peserta didik mampu memahami konsep, keterampilan berproses, mempunyai minat mempelajari alam sekitar, bersikap ilmiah, mampu menerapkan konsep-konsep dalam IPA untuk memecahkan maslah dalam kehidupan sehari-hari serta mencintai alam agar tercipta keseimbangan bagi semua makhluk hidup.

Berdasarkan paparan yang dijelaskan di atas, maka pembelajaran IPA di SD sangat penting dalam kehidupan manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Melalui pembelajaran IPA yang tepat, siswa dalam meningkatkan kemampuan memahami konsep, fakta, prinsip, mengembangkan ide-ide serta karakter siswa. Oleh karena itu, proses belajar mengajar yang tidak hanya akademis dan verbalistik saja. Akan tetapi proses pembelajaran IPA diharapkan mampu menanamkan konsep dengan baik pada peserta didik, khususnya pada siswa SD.

Dengan penanaman konsep yang baik maka akan membuat siswa lebih

memahami dan menguasai materi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Bruner dalam Susanto, (2013:

98) proses belajar akan lebih bermakna bagi siswa jika mereka memusatkan perhatian untuk memahami struktur materi yang dipelajarinya. Untuk mempelajari struktur informasi, siswa harus aktif, dimana mereka harus mengidentifikasi sendiri prinsip-prinsip kunci dari pada hanya sekedar menerima penjelasan dari guru. Oleh karena itu guru harus mendorong siswa untuk melakukan kegiatan penemuan.

Pada kelas IV semester II untuk Ilmu Pengetahuan Alam terdapat Standar Kompetensi 8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, dengan Kompetensi Dasar 8.2 Menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya. Kompetensi Dasar tersebut bisa dicapai jika oleh guru dalam proses pembelajaran guru mampu menggunakan model dan media yang tepat sesuai materi yang disampaikan.

Penggunaan model pembelajaran bertujuan untuk membantu guru agar lebih efektif dalam merancang pengajaran dan siswa juga lebih mudah lagi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Kenyataannya kemampuan menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya di kelas IV SDN 1

(7)

Universitas Nusantara PGRI Kediri

Reza Aprilia Resterina | 12.1.01.10.0052 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

simki.unpkediri.ac.id

|| 4||

GONDANG masih tergolong rendah. Hal ini terbukti dari masih banyaknya siswa yang memperoleh nilai ulangan harian di bawah KKM yang ditetukan yaitu 70.

Ketidakberhasilan tersebut dikarenakan kurangnya keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran serta guru hanya menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu cara pembelajaran yang cenderung dikuasi guru dengan ceramah sedangkan peserta didik seolah- olah menjadi pendengar yang baik tanpa ikut berproses untuk membangun pengetahuan bersama. Selain itu adanya fasilitas sarana dan prasarana seperti alat peraga yang ada di sekolah kurang dimanfaatkan sepenuhnya oleh guru sehingga semakin menambah kurangnya kemampuan peserta didik untuk memahami materi pembelajaran.

Salah satu upaya untuk mengatasi kesenjangan tersebut yaitu dengan mengubah model pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Dengan mengubah model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan dipelajari maka memungkinkan peserta didik untuk lebih memahami materi yang dipelajari.

Untuk itu, model pembelajaran Course Review Horay dapat dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya.

Menurut Dwitantra (2010), model

pembelajaran Course Review Horay dimaknai sebagai model pembelajaran dengan pengujian pemahaman dengan membuat kotak yang diisi dengan nomor untuk menuliskan jawabannya, yang paling cepat mendapatkan tanda benar langsung berteriak horay.

Dengan demikian model Course Review Horay adalah suatu model pembelajaran dengan sistem pengujian dengan membuat kotak yang diisi nomor serta menuliskan menjawabnya, bagi yang menjawab benar berteriak horay.

Selain model pembelajaran, penggunaan media juga sangat penting dan salah satu media yang dapat digunakan adalah media gambar. Menurut Angkowo dan Koasih (2007:26) menyimpulkan pengertian media gambar merupakan penyajian visual dua dimensi yang memanfaatkan rancangan gambar sebagai sarana pertimbangan mengenai kehidupan sehari-hari, tentang manusia, peristiwa, benda, tempat maupun lainnya.

Dengan demikian media gambar adalah penyajian fisual dua dimensi berupa rancangan gambar mengenai kehidupan manusia, benda, tempat dan lainnya.

Dalam penggunaannya hanya ditempel di papan maupun kertas karton yang dipajang di depan kelas. Dengan penggunaan model dan media tersebut diharapkan permasalahan dapat teratasi.

(8)

Universitas Nusantara PGRI Kediri

Reza Aprilia Resterina | 12.1.01.10.0052 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

simki.unpkediri.ac.id

|| 5||

79,52

0 10 20 30 40 50 60 70 80

Rata-rata Hasil Belajar Siswa

Model Pembelajaran 67, Dari uraian di atas dipilihlah

judul “Pengaruh Model Pembelajara Course Review Horay dan Konvensional didukung Media Gambar terhadap Kemampuan Menjelaskan Berbagai Energi Alternatif dan Cara Penggunaannya pada Siswa Kelas IV SDN 1 GONDANG Tahun Ajaran 2015/2016”.

2. METODE

Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain Posttest Only Control Desaign. Desain penelitian ini menggunakan 2 kelas, yaitu kelas IV A diterapkan model Course Review Horay didukung media gambar dan kelas IV B diterapkan model konvensional didukung media gambar.

Jumlah siswa kelas IV A 23 siswa dan siswa kelas B 24 siswa. Data diperoleh dari hasil postest soal pilihan ganda 25 nomor. Teknik analisis data dengan statistik deskriptif.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Hasil Penelitian

Rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan model Course Review Horay didukung media gambar dan model konvensional didukung media gambar tertera pada gambar berikut.

Gambar 3.1 Rata-rata nilai siswa kelas yang diajar dengan model CRH didukung media gambar ( ) dan model konvensional didukung media gambar ( ).

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di SDN 1 GONDANG pada mata pelajaran IPA yaitu 70.

Berdasarkan KKM tersebut, kelas yang diajar dengan model model Course Review Horay didukung media gambar memiliki tingkat ketuntasan minimal yang lebih tinggi dari pada kelas yang yang diajar dengan model konvensional didukung media gambar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 3.2 berikut

Gambar 4.2 Tingkat ketuntasan belajar siswa kelas yang diajar

-10 10 30 50 70 90

Model Pembelajaran Prosentase ketuntasan hasil belajar (%)

82,6%

29,1%

(9)

Universitas Nusantara PGRI Kediri

Reza Aprilia Resterina | 12.1.01.10.0052 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

simki.unpkediri.ac.id

|| 6||

dengan model CRH didukung media gambar ( ) dan kelas yang diajar dengan model konvensioanl didukung media gambar ( ).

Berdasarkan data di atas kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dengan hasil hasil analisis data kemampuan menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya pada siswa kelas yang diajar dengan model Course Review Horay pada SDN 1 GONDANG diperoleh skor minimum 64, skor maximum 92, mean 79,52, standar deviasi 7,369, variance 59,352 dengan jumlah siswa 23 anak. Kelas yang diajar dengan model konvensional didukung media gambar diperoleh skor minimum 40, skor maximum 84, mean 67,17, standar deviasi 11,312, dan dengan variance 127,971 dengan jumlah siswa 24 anak.

3.2 PEMBAHASAN

Berdasarkan analisis data yang dilakukan, kelas yang diajar dengan model Course Review Horay didukung media gambar lebih baik dalam meningkatkan hasil belajar siswa khususnya terhadap kemampuan menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya dari pada kelas yang

diajar dengan model konvensional didukung media gambar.

Hal tersebut dikarenakan penggunaan model Course Review Horay didukung media gambar membuat siswa menjadi berfikir kritis, untuk memecahkan setiap permasalah atau untuk mempelajari sejumlah pengetahuan baru, sehingga anak-anak harus mengambil peran aktif di dalam belajar, dalam artian anak-anak harus berupaya mengembangkan sejumlah proses berpikir (Sabtrok, 1998 dalam Desmita, 2010; 203).

Di dalam proses pembelajaran, kelas yang diajar dengan model Course Review Horay didukung media gambar menunjukkan sikap aktif bertanya, sering mengungkapkan pendapat sehingga dapat mencapai hasil belajar yang lebih baik. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Thorndike tentang teori belajar behavioristik bahwa proses belajar menekankan pada akibat dari suatu rekasi (Walker, 1984). Hubungan antara aktif bertanya dan mengungkapkan pendapat dengan hasil belajar siswa dapat dimaknai bahwa hasil belajar siswa sebagai akibat dari reaksi aktif bertanya dan mengungkapkan pendapat.

(10)

Universitas Nusantara PGRI Kediri

Reza Aprilia Resterina | 12.1.01.10.0052 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

simki.unpkediri.ac.id

|| 7||

Selain itu, model Course Review Horay sebagai pembelajaran kooperatif juga meningkatkan kerjasama atau hubungan sosial antar siswa sehingga siswa bisa lebih cepat membangun pengetahuan baru dan menemukan pemecahan suatu permasalahan yang sedang dihadapi.

Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Anggraeni (2011) yang menjelaskan bahwa pembelajaran Course Review Horay juga melatih siswa untuk mencapai tujuan-tujuan hubungan social yang pada akhirnya mempengaruhi prestasi akademik siswa.

Pembelajaran Course Review Horay dicirikan oleh struktur tugas, tujuan, dan penghargaan kooperatif yang melahirkan sikap ketergantungan yang positif di antara sesama siswa, penerimaan terhadap perbedaan individu dan mengembangkan ketrampilan bekerjasama antar kelompok.

Penelitian yang dilakukan oleh Giri (2013) dan Pujayanti (2013) juga membuktikan bahwa pembelajaran dengan model Course Review Horay lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran model konvensional baik yang menggunakan media maupun tanpa media pembelajaran.

Berdasarkan temuan penelitian yang telah dijelaskan di atas maka rumusan masalah telah terjawab yaitu kelas yang menggunakan model Course Riview Horay didukung media gambar terbukti memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya dibanding model konvensional didukung media gambar pada siswa kelas IV SDN 1 GONDANG tahun ajaran 2015/2016.

4. DAFTAR PUSTAKA

Angkowo, R. & Koasih. 2007.

Optimalisai Media Pembelajaran.

Jakarta: PT Grasindo.

Anggraeni, D. 2011. Jurnal Kependidikan Dasar. Kreatif, 1(2), 194-205.

(Online).tersedia:http://journal.un nes.ac.id,diunduh tanggal 13 Mei 2016.

Arsyad, A. 2013. Media Pembelajaran.

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Amazine. 2015. 7 Kelebihan dan Kekurangan Energi Alternatif.

(Online).tersedia:http://www.ama zine.co/21873/7-kelebihan

kekurangan-sumber energi alternatif/, diunduh tanggal 20 Desember 2015.

Andri. 2015. Manfaat Penggunaan Energi Alternatif Bagi Manusia.

(Online).tersedia:http://benergi.

com/manfaat-penggunaan-

sumber-energi-alternatif bagi-

(11)

Universitas Nusantara PGRI Kediri

Reza Aprilia Resterina | 12.1.01.10.0052 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

simki.unpkediri.ac.id

|| 8||

manusia, diunduh tanggal 20 Desember 2015.

Depdiknas. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional Dikti.

Desmita. 2010. Psikologi Perkembangan Peserta Didik panduan bagi orang tua dan guru dalam memahami psikologi anak usia SD, SMP, SMA. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA Dwitantra. 2010. Model Pembelajaran

Course Riview Horay. (Online).

tersedia:http://modelpembeljara nourseriviewhory.blogspot.co.id ,diunduh tanggal 2 Nopember 2015.

Gunansyah, G. 2010. Analisis Bahan Ajar IPS di Sekolah Dasar. (Online).

tersedia:https://ganes77.wordpr ess.com, diunduh tanggal 25 April 2016

Giri, K.R., Wirya, N., Rsana, D.P.R. 2013.

Pengaruh model pembelajaran Course Review Horay terhadap hasil belajar IPA siswa KelasIV.(Online).tersedia:http:/

/download.Portalgaruda.org/Art icle.php%3Farticle%3D10, diunduh tanggal 2 Januari 2016.

Hamalik, O. 2011. Kurikulum Dan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Pustaka Setia.

Huda, M. 2013. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran (voleme 3).

Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR.

Jasin, M. 2012. Ilmu Alamiah Dasar (volume 19). Jakarta: Rajawali Pers.

Kholik, M. 2011. Metode Pembelajaran Konvensional.(Online).tersedia :https://muhammadkholik.wordpr ess.com, diunduh tanggal 29 November 2015.

Ngalimun.2013.Pembelajaran.Yogya- karta: Aswaja Perssindo

Pratiwi, I. 2012. Sumber Daya Energi Non Konvensional.(Online). tersedia:

https://indrianipratiwi.wordpress/

2012/02/04/sumber-daya-energi- non konvensional/, diunduh tanggal 6 Desember 2015.

Pujayanti, P., Murda, Wiibawa, C.

2013.Jurnal Ilmiah. (Online).

tersedia:http://ejurnal.undiksha.ac .id, diunduh tanggal 2 Januari 2016.

Rival. 2013. Macam – Macam Energi Alternatif.(Online).tersedia:https:

//rivalsahabat.wordpress/info- umum/energi-alternatif/, diunduh tanggal 30 November 2015.

Sadiman, A.S. 2007. Media Pendidikan.

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Soewandi, H. dan Sinduningrum, E. 2011.

Ilmu Kealaman Dasar. Bogor:

Penerbit Ghalia Indonesia.

Susanto, A. 2013. Teori Pembelajaran dan Pembelajaran di Sekolah Dasar (volume 1). Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan (voleme 16).

Bandung:Alfabeta.

Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif.

Jakarta:Kencana.

Walker, S. 1984. Learning theory and behavior modification. London:

Methuen & Co.Ltd. (Online).

tersedia:bookfi.org, diunduh tanggal 3 Mei 2016.

(12)

Universitas Nusantara PGRI Kediri

Reza Aprilia Resterina | 12.1.01.10.0052 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

simki.unpkediri.ac.id

|| 9||

Azhar, R.Y. 2012. Metode Ceramah Dalam Pembelajaran (Metode Konvensional).(Online).tersedia :www.rofayuliaazhar.com, diunduh tanggal 9 Nopember 2015.

Zulkifli. 2013. Metode Konfensional.

(Online).tersedia:zulhazibuan.blo gspot.co.id, diunduh tanggal 5 Januari 2016.

Gambar

Gambar 3.1  Rata-rata nilai siswa kelas  yang  diajar  dengan  model  CRH  didukung  media  gambar  (       ) dan model konvensional  didukung media gambar (      )

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan data dan hasil penelitian serta pembahasannya dapat ditarik kesimpulan bahwa tindakan pembelajaran dengan permainan tradisional gejlik dapat di buktikan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan MLT, asupan monosakarida, asam amino arginin dan asam glutamat, serta asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) terhadap tekanan

Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Capital Adequacy Ratio dan Non Performing Loan Terhadap Penyaluran Kredit Pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kabupaten

Sedangkan besaran magnetisasi Mr, menurun dengan lama waktu milling dan paling kecil untuk cuplikan pasca milling 25 jam yang dapat dikaitkan dengan tingkat

Pada minggu ke 8 MSI, perlakuan limbah jamur tiram 75% + limbah tahu cair 25% (JC4) memiliki kadar P-tersedia dalam tanah tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lain yaitu sebesar

Dari hasil pengolahan data harapan pelanggan dan setelah di defuzzyfikasi dapat diketahui nila i harapan tertinggi dari kualitas pelayanan jasa Travel Satria Trans kota

Dalam kaitan ini, penulis memandang perlu untuk menggaris-bawahi adanya perjanjian kerjasama antara Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia dengan Kementerian

Dalam kehidupan sehari- hari, penderita tuna rungu wicara berkomunikasi dengan Bahasa Isyarat yang mengacu pada SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia), Lukman Hakim..