1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pertumbuhan perekonomian negara Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya akan tetapi juga dibarengi dengan bertambahnya penduduk dengan sedikit perluasan lapangan pekerjaan. Hal ini menyebabkan pengangguran di Indonesia sulit untuk diatasi. Sehingga masalah ketenegakerjaan harus cepat diatasi agar dapat meningkatkan produktivitas penduduk. Permasalahan negara ini masih banyak yang harus dicapai, dengan terus bertambahnya jumlah penduduk maka pemerintah harus memperhatikan kondisi masyarakat, oleh karena itu pemerintah memiliki kewajiban untuk menanggulangi masalah kesempatan kerja agar berkurangnya masalah sosial masyarakat.
Bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, khususnya di pulau jawa merupakan suatu masalah yang masih harus diperhatikan hingga saat ini.
Peningkatan pertumbuhan penduduk selalu dibarengi dengan pengangguran dan kemiskinan, maka dari itu pemerintah harus memperluas lapangan pekerjaan agar dapat menyerap tenaga kerja hingga menurunkan tingkat pengangguran.Jumlah penduduk pulau jawa menurut Survey Penduduk Antar Sensus (SUPAS) Badan Pusat Statistik pada tahun 2020 sebesar 151,6 juta jiwa atau 56,10% dari total penduduk di Indonesia, dengan luas wilayah pulau jawa hanya 7% dari wilayah Indonesia. Tercatat pada Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada tahun 2020 sebesar 7,07%.
Perbedaan daerah di pulau jawa yang memiliki ciri khas tersendiri yang mempengaruhi pola pembangunan yang berbeda. Pulau jawa merupakan wilayah yang memiliki populasi penduduk terbesar di bandingkan dengan pulau atau daerah lainnya di Indonesia. Besarnya jumlah populasi penduduk di pulau jawa juga tidak terlepas dari sejarah pembangunan infrastruktur daerah pulau jawa yang jauh lebih maju dari pada pulau-pulau yang lain di Indonesia
2
(MR, 2019). Perkembangan penduduk yang besar ini bisa memunculkan bermacam permasalahan serta hambatan untuk upaya-upaya pembangunan yang di coba, sebab jumlah penduduk yang besar tersebut menimbulkan tingginya jumlah angkatan kerja. Laju pertumbuhan angkatan kerja yang di akibatkan pertambahan jumlah penduduk ini wajib diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang memadai, sehingga tenaga kerja yang terdapat bisa terserap ke dalam kegiatan perekonomian (Wihastuti & Rahmatullah, 2018).
Tercatat dalam Badan Pusat Statistik jumlah angkatan kerja di Indonesia pada periode Agustus tahun 2020 sekitar 138,22 juta penduduk atau sekitar 67,77%, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami peningkatan sebesar 0,24% jika dibandingkan dengan periode Agustus tahun 2019 sebesar 67,53%. Angkatan kerja terbanyak berada di pulau jawa dengan jumlah penduduk bekerja sebanyak 657.884 jiwa yaitu sekitar 70,06% dan hanya sebagian kecil saja yang berada di pulau maluku dan papua sebesar 1,06%
dengan jumlah tingkat penganggura terbuka terbanyak berada di pulau jawa sebesar 692.849 jiwa yaitu sekitar 74,20% dan sebagian kecil saja yang berada di pulau maluku dan papua sebesar 0,41%.
Salah satu hal penting yang harus diperhatikan pemerintah dalam mengatasi msalah ketenagakerjaan yakni Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Produk Domesti Regional Bruto merupakan total nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu unit produksi atau usaha di suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu. Produk Domestik Regional Bruto dapat mempengaruhi jumlah tenaga kerja, dengan asumsi bahwa jika PDRB bertambah, total nilai tambah output atau penjualan semua unit ekonomi akan meningkat di suatu daerah. Semakin besar output atau penjualan perusahaan akan mendorong perusahaan untuk meningkatkan produksi untuk mengejar pertumbuhan penjualan yang terjadi (Arumsyah Putri & Soelistyo, 2018).
Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) yang dimana menurut Badan Pusat Statistik (BPS), struktur
3
ekonomi Indonesia secara parsial pada tahun 2020 di dominasi oleh provinsi di wilayah pulau jawa sebesar 58,75%, dengan kinerja ekonomi yang mengalami peningkatan sebesar 2,51%. Beberapa sektor di wilayah pulau jawa memberikan kontribusi yang besar terhadap PDB Indonesia yakni sebesar 59,14% yang diikuti oleh pulau sumatera sebesar 21,40%, lalu diikuti oleh pulau kalimantan sebesar 8,12%, selanjutnya diikuti oleh pulau Sulawesi sebesar 6,19%, lalu diikuti oleh pulau bali dan nusa tenggara sebesar 2,95%, dan kontribusi terendah di pulau maluku dan papua.
Selain PDRB salah satu cara untuk menangani masalah ketenagakerjaan ialah investasi. Investasi merupakan upaya menanamkan modal yang digunakan untuk pembiayaan dan pembelanjaan barang modal dan perlengapan produksi untuk digunakan dalam memproduksi barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian. Bertambahnya jumlah barang modal yang dapat meningkatkan lebih banyak barang dan jasa di masa yang akan datang (Agung Persada &
Martini Dewi, 2016). Modal dapat meningkatkan produksi dan produktivitas sehingga mampu menghasilkan surplus yang lebih besar, oleh karena itu investasi merupakan pendorong utama dalam penyerapan tenaga kerja.
Penyerapan tenaga kerja yang tinggi dikarenakan adanya perluasan lapangan pekerjaan, oleh karena itu perlu adanya penanaman modal (investasi).(Agung Persada & Martini Dewi, 2016) mengungkapkan bahwa, Indonesia kaya akan sumber daya alam yang dimiliki, dalam mengelola sumber daya alam maka diperlukannya anggaran untuk mencapai tujuan rencana pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam, hal ini dapat meningkatkan kesempatan kerja bagi para pencari kerja maka hal ini tidak jauh dari modal atau investasi yang dibutuhkan.
Secara geografis provinsi yang berada di pulau jawa merupakan wilayah yang strategis bagi perekonomian nasional dikarenakan dengan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang lebih maju dibandingkan dengan wilayah lainnya serta memiliki jumlah penduduk yang relatif tinggi.Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat bahwa pencapaian realisasi investasi
4
pada sepanjang tahun 2020 berhasil tercapai sebesar Rp.826,3 trilliun atau 101,1% dari target yaitu Rp.817,2 trilliun. Realisasi PMDN sebesar Rp.413,5 trilliun atau 50,1% dan realisasi PMA sebesar Rp.412,8 trilliun atau 49,9%. Dari perolehan investasi pada tahun 2020 dapat menyerap hingga 1.156.361 TKI dengan total 153.349 proyek investasi. Persebaran investasi sepanjang tahun 2020 di pulau jawa sebesar Rp.408,8 trilliun atau 49,5%. Beberapa wilayah di daerah pulau jawa masih menjadi favorit para investor untuk menanamkan modal salah satunya provinsi jawa barat masih menjadi lokasi favorit untuk berinvestasi dengan total realisasi investasi sebesar Rp.120,4 trilliun atau 14,6%.
Selain itu, upah minimum merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah untuk dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja. Upah merupakan hak pekerja atas hasil kerja yang dilakukan seseorang terhadap perusahaanya. Meningkatnya permintaan atas barang dan jasa maka akan meningkatkan upah. Meningkatnya permintaan jumlah barang dan jasa juga akan meningkatkan jumlah produksi yang pada akhirnya akan menyebabkan meningkatnya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan (Nur Iksan et al., 2020b). Penetapan upah minimum diberlakukan untuk melindungi hak pekerja dan untuk meningkatkan upah masyarakat yang pendapatannya masih dibawah upah minimum.Teori Permintaan tenaga kerja menganggap upah sebgai harga tenaga kerja. Permintaan dalam konteks ekonomi diartikan sebagai jumlah maksimum barang dan jasa yang ingin dibeli pembeli pada berbagai kemungkinan harga dalam jangka waktu tertentu. Dalam hubungan tenaga kerja, permintaan tenaga kerja adalah satu hubungan antara tingkat upah dan jumlah pekerja yang diharapkan oleh perusahaan untuk dipekerjakan (Wihastuti
& Rahmatullah, 2018).Keadaan upah minimum di pulau jawa juga masih tergolong rendah kecuali di provinsi DKI Jakarta.
5 B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu:
1. Bagaimana pengaruh Produk Domestik Regional Bruto terhadap penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa ?
2. Bagaimana pengaruh investasi PMDNterhadap penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa ?
3. Bagaimana pengaruh investasi PMAterhadap penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa ?
4. Bagaimana pengaruh Upah Minimum Provinsi terhadap penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa ?
C. Pembatasan Masalah
Pada penelitian ini yang berjudul “Analisis Pengaruh PDRB, Investasi, Upah Minimum Provinsi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Pulau Jawa”
peneliti memberikan batasan masalah agar hasil yang di inginkan sesuai dengan penelitian yang dilakukan.
Adapun batasan masalah dalam penelitian ini yaitu, data PDRB menggunakan PDRB ADHK menurut lapangan usaha seri 2010, data investasi menggunakan total realisasi investasi selama kurun waktu 2017-2020, dan data yang digunakan dalam penelitian ini fokus pada sumber – sumber dari website pemerintah.
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini yaitu:
1. Untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto terhadap penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa.
2. Untuk mengetahui pengaruh investasi (PMA) terhadap penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa.
3. Untuk mengetahui pengaruh investasi (PMDN) terhadap penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa.
4. Untuk mengetahui pengaruh upah minimum provinsi terhadap penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa.
6 E. Manfaat Penelitian
1. Penelitian ini bermanfaat dan dapat dijadikan referensi perbandingan dengan penelitian selanjutnya ataupun pihak yang membutuhkannya.
2. Dapat membantu pemerintah dalam menangani tentang aspek ketenagakerjaan dan penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk melihat perkembangan kedepannya.