• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA RISALAH RAPAT KERJA KOMISI V DPR RI DENGAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA RISALAH RAPAT KERJA KOMISI V DPR RI DENGAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

RISALAH

RAPAT KERJA KOMISI V DPR RI

DENGAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA

Tahun Sidang : 2021-2022 Masa Persidangan : III

Rapat Ke- : 13 (tiga belas) Jenis Rapat : Rapat Kerja Sifat Rapat : Terbuka

Hari, Tanggal : Rabu, 26 Januari 2022 Waktu : Pukul 10.10 s.d. 14.40 WIB

Tempat : Ruang Rapat Komisi V DPR RI, (Ruang KK V) Gedung Nusantara DPR RI dan Secara Virtual Zoom Cloud Meeting

Ketua Rapat : Lasarus, S.Sos., M.Si.

Acara : 1. Evaluasi Pelaksanaan APBN TA 2021 Kementerian Perhubungan RI

2. Membahas Program Kerja Kementerian Perhubungan Tahun 2022

3. Lain-lain

Sekretaris Rapat : Nunik Prihatin Budiastuti, S.H., Kabag Komisi V DPR RI

Hadir : A. Anggota DPR RI:

46 dari 55 orang Anggota dengan rincian:

1. FRAKSI PDI-PERJUANGAN (F-PDIP) 10 dari 11 orang Anggota

1. Lasarus S.Sos., M.Si.

2. Bob Andika Mamana Sitepu, S.H.

3. Mochamad Herviano

4. Hj. Sadarestuwati, S.P., M.MA.

5. Sukur H. Nababan, S.T.

6. Ir. Sudjadi

7. Sarce Bandaso Tandiasik, S.H., M.H.

8. Sri Rahayu 9. H. Irmadi Lubis 10. Ir. Effendi Sianipar

2. FRAKSI PARTAI GOLKAR (F-PG) 8 dari 8 orang Anggota

1. Ir. Ridwan Bae

2. Drs. Hamka B Kady, M.S.

3. Cen Sui Lan

4. DR. H. Ali Mufthi, S.AG., M.Si.

5. H. Tubagus Haerul Jaman, S.E.

6. Ilham Pangestu

(2)

7. Bambang Hermanto, S.E.

8. Muhammad Fauzi, S.E.

3. FRAKSI PARTAI GERINDRA (F-GERINDRA)

6 dari 7 orang Anggota

1. H. Andi Iwan Darmawan Aras, S.E., M.Si.

2. Sudewo, S.T., M.T.

3. Iis Rosyita Dewi, S.Hum., M.M 4. Ir. Eddy Santana Putra, M.T.

5. Drs. H. Mulyadi, M.MA.

6. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M.

4. FRAKSI PARTAI NASDEM (F-NASDEM) 5 dari 6 orang Anggota

1. Roberth Rouw

2. H. Syarif Abdullah Alkadrie, S.H., M.H.

3. Drs. H. Soehartono, M.Si.

4. Sri Wahyuni

5. Drs. Fadholi, M. Ikom.

5. FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA (F-PKB)

5 dari 6 orang Anggota 1. H. Ruslan M. Daud

2. H. Irmawan, S.Sos., M.M.

3. H. Dedi Wahidi, S.Pd.

4. Sofyan Ali, S.H.

5. H. Syafiuddin, S.Sos.

6. FRAKSI PARTAI DEMOKRAT (F-PD) 5 dari 5 orang Anggota

1. Dr. H. Irwan, S.IP., M.P.

2. Willem Wandik, S.Sos.

3. drh. Jhonni Allen Marbun, M.M.

4. Lasmi Indaryani, S.E.

5. Ir. H. Ishak Mekki, M.M.

7. FRAKSI PARTAI KEADILAN

SEJAHTERA (F-PKS) 3 dari 5 orang Anggota

1. H. Suryadi Jaya Purnama, S.T.

2. H. Syahrul Aidi Maazat, Lc., M.A.

3. KH. Toriq Hidayat, Lc.

8. FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL (F-PAN)

3 dari 5 orang Anggota

(3)

1. Athari Ghauthi Ardi 2. Hj. Hanna Gayatri, S.H.

3. H. Boyman Harun, S.H.

9. FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (F-PPP)

1 dari 1 orang Anggota

1. Dr. H. Muh Aras, S.Pd., M.M.

B. UNDANGAN:

1. Menteri Perhubungan RI (Ir. Budi Karya Sumadi)

JALANNYA RAPAT:

KETUA RAPAT - F-PDIP (LASARUS, S.Sos., M.Si) - KETUA KOMISI V DPR RI:

Kita mulai rapat kita pada siang hari ini.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.

Yang terhormat Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI

Yang terhormat Menteri Perhubungan beserta seluruh jajarannya Hadirin yang berbahagia.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat rahmat dan karunia-nya kita dapat bertemu pada siang hari ini dalam rangka melaksanakan Rapat Kerja dengan Menteri Perhubungan sesuai dengan undangan yang telah kita sampaikan.

Berdasarkan informasi dari sekretariat telah hadir 25 orang Anggota, 15 hadir secara fisik, dan 10 orang hadir virtual dari 7 unsur fraksi yang berbeda.

Oleh karena itu, sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Pasal 281 Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib, izinkan kami membuka rapat kerja pada hari ini. Dan sesuai ketentuan Pasal 276 ayat (1) Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Perhubungan saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.

(RAPAT DIBUKA PUKUL 10.10 WIB)

Saudara Menteri Pimpinan.

Dan Anggota Komisi V yang saya hormati.

Serta hadirin yang berbahagia.

(4)

Mengawali rapat kerja pada hari ini, kami ingin memperkenalkan ada penambahan Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Nasdem dan pergantian Anggota dari Fraksi Partai Golkar.

1. Dari Fraksi Nasdem, Drs. Fadholi M.Ikom. Nomor Anggota A-369 Dapil Jawa Tengah 1. Semula beliau adalah Anggota Komisi IX, yang bersangkutan belum datang nanti kalau datang kita akan perkenalkan.

2. Dari Fraksi Partai Golkar, Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag, M.Si. Nomor Anggota A-319 Dapil Jatim 7, menggantikan Ir. H. Anang Sutanto M.Si. yang pindah ke Komisi VIII.

Kepada saudara Dr. Ali Mufthi saya beri kesempatan untuk memperkenalkan diri kebetulan beliau hadir pada siang hari ini.

Persilakan Pak singkat padat jelas.

F-P.GOLKAR (DR. H. ALI MUFTHI, S.Ag., M.Si.):

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pak Ketua,

Pak Wakil Ketua, dan

Bapak-Ibu Anggota Komisi V.

Bapak Menteri serta beserta seluruh jajarannya yang saya hormati.

Izinkan saya memperkenalkan diri nama saya Ali Mufthi dari Fraksi Partai Golongan Karya Jawa Timur 7, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek Nomor Anggota A-319. Itu Pak Ketua.

Iya pengganti antar waktu tapi kemarin dari Komisi II, dari Komisi II, 8 bulan pindah di Komisi V. Mohon aspirasinya Pak Menteri.

Terima kasih Pak Ketua.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Baik terima kasih Pak Ali Mufthi demikian Pak Menteri dan seluruh jajaran. Ada pergeseran Anggota di Komisi V DPR RI.

Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam Undang-Undang 42 Tahun 2019 tentang Perubahan Terhadap Undang-Undang, Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD Pasal 97 ayat (3) Huruf A, disebutkan bahwa tugas Komisi di bidang pengawasan adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang termasuk APBN serta peraturan pelaksanaannya yang termasuk dalam ruang lingkup tugasnya.

(5)

Oleh karena itu Komisi V DPR RI perlu melakukan evaluasi terhadap pencapaian target kegiatan Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2021 dan juga membahas terhadap program kerja pada Tahun Anggaran 2022.

Untuk agenda pertama, terkait evaluasi pelaksanaan APBN Tahun 2021, Komisi V DPR RI ingin mendapatkan penjelasan dari Menteri Perhubungan, bagaimana hasil akhir pencapaian realisasi anggaran Kementerian Perhubungan sesuai saran dan masukan yang telah diberikan oleh Komisi V DPR RI pada rapat-rapat sebelumnya.

Adapun terkait dengan agenda kedua, yaitu pembahasan program kerja Tahun Anggaran 2022, perlu kami sampaikan bahwa Pagu Anggaran Kementerian Perhubungan dalam tahun 2022, Tahun Anggaran 2022 adalah sebesar 32,93 triliun.

Dengan anggaran yang ada ini kami ingin mengetahui penggunaan dan pemanfaatan dari anggaran tersebut untuk pencapaian prioritas nasional sebagaimana tertuang dalam rencana kerja pemerintah Tahun Anggaran 2022.

Berdasarkan pengawasan yang dilakukan oleh Komisi V DPR RI terdapat sejumlah isu strategis yang perlu ditindaklanjuti oleh Kementerian Perhubungan antara lain:

1. Percepatan pembangunan sarana dan prasarana transportasi, dalam rangka mendukung konektivitas dan distribusi logistik, utamanya aksesibilitas di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.

2. Melanjutkan kegiatan yang mendukung pemulihan ekonomi nasional, di 34 provinsi melalui kegiatan padat karya.

3. Langkah-langkah tindak lanjut dari program pembangunan dan pengembangan sarana prasarana transportasi yang terintegrasi antara pelabuhan, bandara, stasiun, dan kawasan industri perikanan.

4. Melakukan kajian sistem transportasi Ibukota Negara dengan memperhatikan keselamatan dan keamanan transportasi darat, laut, dan udara.

Saudara Menteri, Pimpinan, Para Anggota Komisi V yang saya hormati.

Demikianlah pengantar rapat saya pada pagi hari ini. Selanjutnya saya persilahkan kepada Saudara Menteri untuk dapat menyampaikan paparannya sesuai dengan agenda rapat yang telah kita sampaikan.

Saya persilakan.

MENTERI PERHUBUNGAN RI (Ir. BUDI KARYA SUMADI):

Terima kasih Pak Ketua.

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

(6)

Shalom.

Om Swastiastu.

Namo buddhaya dan salam kebajikan.

Yang saya hormati Ketua Komisi V.

Para Wakil Ketua Komisi V.

Dan para Anggota Komisi V yang saya hormati dan saya banggakan.

Serta hadirin yang hadir pada hari ini.

Kita menyampaikan puji syukur pada Allah SWT, bahwa kita diberikan Karunia untuk bisa hadir dalam keadaan sehat, dan dalam rangka melakukan Evaluasi Pelaksanaan APBN 2021 dan Program Kerja Kementerian Perhubungan di 2022. Dengan keadaan sehat walafiat, saya pikir kita bisa melaksanakan tugas ini dengan baik.

Saya tidak henti-hentinya menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap Pimpinan dan Anggota Komisi V atas arahan, dukungan, dan sinergi selama ini yang berjalan secara kolaboratif sehingga terbangun hubungan kemitraan yang kondusif namun tetap konstruktif, kritis, dan dapat mendorong kemajuan sektor transportasi nasional.

Bapak-Ibu yang saya hormati terutama Pak Ketua, Pak Wakil Ketua, dan Para Anggota.

Sesuai dengan rapat kerja hari ini, saya ingin menyampaikan perihal APBN 2021 dan program kerja 2022. Kalau kita bicara pagu anggaran Kementerian Perhubungan di 2021 adalah sebanyak 34,25 triliun. Suatu jumlah yang tetap banyak sebagai suatu kementerian yang mendapatkan relatif banyak diantaranya.

Namun demikian memang kami sadari kita lakukan dengan melakukan penyesuaian dengan kaitannya upaya pemerintah menghadapi pandemi yang membutuhkan anggaran sehingga terdapat koreksi dari jumlah yang kita dapatkan.

Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati.

Kami begitu intensif menjalankan amanah dari visi misi presiden dan menjalankan catatan-catatan dari Bapak-Ibu sekalian sehingga berdasarkan aplikasi SPAN dari Kementerian Keuangan, jadi ini pihak yang netral dan sudah dievaluasi.

Tahun ini Kementerian Perhubungan mencapai 97,19% atau kita bisa menyerap anggaran sebanyak 33,29%. Tentu capaian ini meningkat signifikan dibandingkan 2020, 95% dan sebelumnya kita cuman 92%, jadi tren meningkat penyerapan ini. Oleh karenanya, saya berterima kasih kepada Bapak-Ibu Komisi V dan teman-teman saya dari Kementerian Perhubungan yang bekerja secara intensif dan luar biasa.

(7)

Kami memang melakukan dengan tidak mudah, semangat komitmen dan kerja keras di seluruh Kementerian Perhubungan bahkan kami tugaskan secara menyeluruh untuk Eselon 1 dan 2 mengawasi pekerjaan-pekerjaan yang ada di plosok, terluar, yang susah dijangkau kami pastikan itu berjalan dengan baik.

Alhamdulillah, anggaran 2021 ini jauh lebih baik dan trennya selalu meningkat dan merupakan record baru bagi kinerja Kementerian Perhubungan selama ini namun tidak membuat kami berpuas diri. Saya, kami menyadari masih banyak yang kurang dan beberapa catatan evaluasi yang harus diperbaiki. Diantaranya kami harus mempersiapkan segala perencanaan dengan baik, melakukan asessment melakukan pemetaan bahwa apa yang kami kerjakan adalah suatu kebutuhan masyarakat bangsa Indonesia untuk memastikan konektivitas ke seluruh Indonesia dengan baik.

Bapak Ketua Komisi V, Wakil Ketua,

Dan para Anggota Komisi V yang saya hormati dan saya banggakan.

Adanya pandemi covid, tentu mempengaruhi capaian dari PNBP.

Tercatat dari target 8,7 triliun tercapai 7,9, suatu jumlah yang menurut hemat saya tinggi. Memang di sektor laut dan sektor darat itu melampaui, dengan kinerja yang baik sekali, memang kita akui bahwa di udara dan juga BPSDM dan kereta api, kami tidak bisa menampilkan PNBP yang baik karena memang pergerakan di kereta api, pergerakan di udara, itu turun drastis kontraksi sampai 70%.

Juga sekolah-sekolah kami selama 2 tahun tidak melakukan pendidikan luring, jadi daring sehingga kami juga tidak bisa mengundang pihak lain untuk ikut pendidikan di BPSDM.

Bapak Ketua, Bapak Wakil Ketua.

Dan Wakil Komisi V yang saya hormati dan saya banggakan

Kesempatan ini, saya juga berbagi kabar baik bahwa capaian Kementerian Perhubungan di 2021 itu walaupun di tengah pandemi tidak menyurutkan niat kami untuk terus berbenah dan melakukan pembangunan.

Berkali-kali Pak Presiden selalu mengingatkan pandemi jangan dijadikan alasan untuk kita tidak berbuat dan melakukan pembangunan. Dan oleh karenanya, sebagai pembantu presiden kami melakukan kegiatan itu dengan seksama memastikan bahwa prokes dari pada covid itu berjalan dengan baik di sisi lain kami tetap melakukan pembangunan dan juga memperhatikan protokol kesehatan dengan baik dan alhamdulillah hasilnya sesuai dengan harapan. Ya kalaupun belum mencapai 100% InsyaAllah di tahun mendatang kami bisa lebih dari 97%.

Di luar konteks itu, alhamdulillah juga banyak sekali apresiasi dan penghargaan yang telah diberikan kepada Kementerian Perhubungan tahun ini.

(8)

Satu adalah penghargaan atas kinerja anggaran K/L 2020, peringkat 10 K/L pada kelompok pagu besar. Ya, jadi kita termasuk yang baik pada mereka yang pagu besar. Dan juga meraih opini wajar tanpa pengecualian, seperti yang kami sampaikan beberapa kali kepada Bapak-Ibu sekalian laporan keuangan 8 kali berturut-turut.

Terpilih kembali sebagai anggota IMO (rekaman tidak jelas), menerima Anugerah Keterbukaan Informasi Publik pada 2021, sebagai kementerian badan publik informative. Meraih predikat wilayah bebas korupsi 13 unit kerja dan predikat wilayah birokrasi bersih melayani untuk empat dan ini secara sistematis secara bertahun-tahun improve dan bertahap, penghargaan dari KPPU karena dinilai telah menjalankan prinsip pola kemitraan yang baik, status OPPO UKPBJ, Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa, termasuk pro aktif dalam level 3.

Bapak Ketua dan Anggota.

Hal lain yang kami mendapatkan juga apresiasi jadi KPK yang mendapatkan ranking di atas rata-rata rasional, dan BPK kembali menjadi tingkat yang tertinggi di AKAN 1, penghargaan indeks maturitas kategori tinggi berdasarkan pengukuran penilaian Komisi Aparatur Sipil Negara.

Semua ini kami lakukan berkat dorongan dari Bapak-Ibu sekalian Komisi V, dan kerja keras teman-teman di Kementerian Perhubungan. InsyaAllah kami bisa menjalani pekerjaan ini dengan baik.

Bapak Ketua, Bapak Wakil Ketua.

Dan Bapak-Ibu Anggota Komisi V yang saya banggakan.

Berdasarkan surat Menteri Keuangan 4 Oktober, alokasi anggaran Kementerian Perhubungan sebesar 32,9 triliun, dengan rincian sama seperti pada agenda raker sebelumnya.

Selanjutnya, berdasarkan surat Menkeu 29 November 2021 tentang Automatic Adjustment Belanja Kementerian/Lembaga.

Kementerian Perhubungan diminta untuk mencadangkan dana 5% dari pagu rupiah murni dari tiap K/L. Adapun, jumlah total yang dicadangkan sebesar 979 miliar, dan memenuhi syarat automatic adjustment. Meliputi tunkin, jadi temen-temen bersedia untuk tunkin yang pertama kali yang di adjustment ya dan juga THR, yang kedua adalah anggaran belanja antara lain honor kegiatan, belanja perjalanan dinas, paket meeting, belanja operasional, dan belanja barang non operasional.

Kegiatan yang tercantum dalam 4 DIPA, blokir diperkirakan tidak dapat dipenuhi, dokumen-dokumen pendukungnya kalau tidak selesai pada semester I itu, juga belanja modal yang dipergunakan tidak bisa terserap pada akhir tahun, dan juga kegiatan penelitian, pengembangan, dan ilmu pengetahuan yang sebagiannya di pindahkan ke BRIN yang merupakan Tusi dari BRIN itu sendiri.

(9)

Bapak Ketua, Bapak-Bapak Wakil Ketua.

Para Anggota Komisi V yang saya banggakan.

Tahun 2022 ini Kementerian Perhubungan, prognosa kita low profil Pak itu mengusahakan lebih dari 95%. Tapi Insya Allah kita bisa melampaui itu. Dan juga PNBP kita rencanakan 8,5 kalau dilihat dunia penerbangan sudah mulai recover juga sekolah sudah masuk dan kegiatan-kegiatan di kereta api sudah bergerak Insya Allah PNBP ini akan bisa tercapai dengan baik.

Kami optimis bahwa dengan kebersamaan dan strategi yang lebih baik dalam pelaksanaan anggaran 2022. Kemenhub dapat, mencapai dan bisa melampaui prognosa dari PNBP dan menindaklanjuti arahan presiden untuk mendistribusikan DIPA TA. 2022 kepada Menteri, Pimpinan Lembaga setiap Kementerian agar dapat melakukan percepatan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah di alokasi 2022 dikarenakan APBN, tetap diharapkan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi nasional dalam kegiatan kementerian/lembaga.

Kami melakukan cara-cara baru, dengan berinovasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap APBN, dengan mendorong kreatif financing dalam pemenuhan kebutuhan infrastruktur, mendukung penanganan pandemic 19, dan pemulihan ekonomi nasional. Untuk itu Kementerian Perhubungan telah melakukan usaha percepatan kegiatan dengan melakukan lelang tidak mengikat, melakukan penguatan perencanaan dan pengendalian kegiatan, serta melakukan mitigasi risiko terhadap potensi hambatan dan kendala yang terjadi dalam pelaksanaan strategis.

Bahkan, secara khusus kami sampaikan bahwa kreatif financing ini sudah kami upayakan di beberapa bandara, ada 2 bandara di Bintan dan di Kediri. Pelabuhan juga demikian di Tanjung Carat dan di beberapa tempat yang lain. Kami upayakan tidak ada APBN di sana dan kami melakukan suatu kreasi bekerjasama dengan swasta, agar pembangunan-pembangunan pelabuhan, bandara, dan beberapa kegiatan itu dilakukan dengan kegiatan B2B.

Artinya swasta dengan swasta melakukan kegiatan, kita memberikan regulasi mempercepat izin-izin agar mereka dapat melakukan pembangunan dengan serta-merta, mendatangkan investasi tanpa APBN turut serta dalam pembangunan itu.

Yang saya hormati Pak Ketua, Pak wakil Ketua, dan Para Anggota Komisi V yang saya banggakan.

Menyikapi, kondisi ruang fiskal negara yang semakin terbatas yang akan berdampak pada ketersediaan dari ruang fiskal negara untuk membiayai program transportasi. Untuk itu, Kementerian Perhubungan akan mendorong PNBP membuat BLU, jadi beberapa terminal kita lakukan menjadi BLU sehingga mereka bisa mendanai sendiri ya.

(10)

Kita juga melakukan pemanfaatan aset untuk di sewa, KSP maupun KSPI yang melibatkan swasta atau investasi pembangunan infrastruktur melalui kerjasama KPPU. Tapi KPPU di sini tidak melibatkan APBN, ya ada yang melibatkan tetapi secara khusus kita akan mendorong swasta untuk membangun itu semuanya.

Berikutnya pada forum terhormat ini, kami juga menyampaikan bahwa dalam rangka mensukseskan G20, 2022 ini, serta mensukseskan MotoGP di Mandalika. Kementerian Perhubungan turut andil memberikan dukungan untuk kelangsungan dari event tersebut dan kita melakukan revitalisasi, melakukan pembangunan beberapa bandara, pelabuhan laut, pelabuhan penyeberangan, menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas, memasang fasilitas keselamatan jalan, menyediakan sarana angkutan massal berupa bus, dan Insya Allah beberapa menggunakan bus listrik karena memang kita sedang melakukan kampanye kendaraan listrik ini.

Pada kesempatan ini juga kami laporkan dalam rangka meningkatkan aspek keselamatan penerbangan dan meningkatkan kenyamanan kepada tamu-tamu negara yang datang ke Jakarta dan Bali.

Bapak Presiden menugaskan Kementerian Perhubungan untuk melakukan revitalisasi dari Halim Perdanakusuma dan melakukan renovasi ruang VVIP di Ngurah Rai.

Nah, ini sedikit saya menjelaskan bahwa Halim ini memang harus direnovasi karena keadaan landasan nya sudah, hanya 40%, kalau ini diteruskan mungkin tahun depan sudah tidak bisa dilaksanakan ini harus diselesaikan, juga tata airnya tidak baik sehingga kami koordinasi dengan Kementerian PU membuat manajemen pengelolaan air di sekitar Halim. Dan sekarang akan kita lakukan Insya Allah untuk runway bisa 3-4 bulan, tapi untuk terminal VVIP memakan waktu lebih dari 6 bulan.

Untuk itu, kami selalu berkoordinasi dengan TNI, dengan Kementerian Keuangan, Kemenhan untuk melaksanakan itu. Dan, mulai hari ini Halim ditutup dan pergerakannya akan dipindahkan di Soetta. Tadi malam jam 10 malam sepulang saya dari Bintan, kami berkoordinasi dengan AP2 untuk memastikan bahwa kegiatan-kegiatan yang ada di Soekarno Hatta bisa me- replace kegiatan-kegiatan yang ada dari Halim. Tapi, dari pengamatan kami bahwa Soekarno Hatta memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung kurang lebih 100 pergerakan dari Halim.

Oleh karenanya, kami juga mohon dukungan kepada Bapak-Ibu sekalian untuk melakukan revitalisasi Halim ini, karena ini akan membuat kita punya dua bandara sebagai alternate yang sangat penting bagi Ibukota Negara ini.

Terakhir sesuai dengan arahan presiden khususnya menyikapi kasus omicorn, Kementerian Perhubungan melakukan pencegahan terutama di entry point. Tercatat beberapa tempat terutama di Soekarno-Hatta akan dikembangkan di Surabaya dan Bali untuk udara, untuk darat itu di Kalimantan

(11)

Barat, untuk Ferry atau laut itu di Kepri. Kami menugaskan teman-teman untuk melaksanakan kegiatan itu dengan seksama dan Insya Allah dapat kita kelola dengan baik.

Bapak-Ibu sekalian.

Kita memang diminta untuk melakukan pengawalan terhadap pandemi covid ini dengan baik. Dan, untuk itu satu sisi kita melakukan suatu kontrol terhadap proses dari pergerakan transportasi baik itu di bandara, di laut, di kereta api, dan darat tetapi kita juga pastikan bahwa ke depan kita mulai memberikan travel bubble kepada masyarakat dan tourism . Tercatat kemarin dalam diskusi dengan PM Singapura, kita menawarkan paling tidak di Bintan dan Bali dan sedang di exercise. Kami sangat berhati-hati untuk itu dan kita akan melakukan secara bertahap agar kontrol terhadap protokol kesehatan tetap bisa dijalankan dengan baik.

Bapak-Ibu sekalian.

Sedikit saya men-share kabar baik bahwa kemarin sudah ditandatangani realignment dari FIR di kawasan Kepri dan alhamdulillah itu berjalan dengan baik. Setelah kami lakukan dengan tidak mudah tercatat 6 tahun kami melakukan negosiasi, lebih dari 50 ketemuan kita lakukan bersama untuk mencapai itu. Doakan dan dukung kami, untuk bisa melaksanakan agar ini bisa berjalan dengan baik. Ini 1 legacy yang sudah 26 tahun tidak bisa dilaksanakan. Dan berkat kekompakan kami kabinet dan juga dukungan Bapak-Ibu sekalian ini bisa terlaksana dengan baik.

Terima kasih atas atensi dan dukungan kepada kami, Insya Allah kami bisa menjalankan aspirasi Bapak untuk melengkapi bagaimana kita memberikan dukungan pada masyarakat dan bangsa ini.

Demikian, terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Shalom.

Om Swastiastu.

Namo buddhaya.

Dan salam kebajikan.

KETUA RAPAT:

Baik, terima kasih Pak Menteri atas paparannya. Sebelum saya ke anggota Pak, saya mau sampaikan kami Komisi V sudah mengusulkan revisi Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ya, yang dulu pernah kita sudah mulai mau bahas tapi terus kita hentikan. Nah, sekarang saya sudah menyurati kembali untuk yang kedua kali ke Baleg, seharusnya kemarin di prolegnas yang lalu harusnya sudah masuk Pak, tapi karena kemarin Undang- Undang Jalan kita belum sah kan. Jadi waktu penetapan prolegnas kami sedang berjalan membahas Undang-Undang Jalan. Tapi untuk target tahun

(12)

2022, Prolegnas 2022 ini kami menjadikan prioritas utama revisi Undang- Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pak Menteri kami dari Komisi V ini sudah sering Pak, didatangi, ditanyain lagi oleh teman-teman angkutan online menanyakan kapan revisi Undang- Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ini. Beberapa hal penting yang memang kita secara teknis nanti kita akan bahas bersama Pak Menteri melalui Dirjen terkait ya semua, termasuk terutama Dirjen darat lah ya Pak Budi.

Ini beberapa isu penting yang kita akan sampaikan Pak terkait dengan revisi ini terutama angkutan online, kemudian keselamatan berlalu-lintas ya. Ini di keselamatan berlalu lintas juga kita banyak masukan soal seringnya terjadi kecelakaan-kecelakaan terkait dengan Odol Pak ya. Ini soal Odol ini bagaimana kita ini? Inikan hal yang berlarut-larut kemudian banyaknya kendaraan yang terbakar di jalan terus yang lain cuma nonton karena di mobilnya tidak ada pemadam kebakaran. Inikan kita kalau lihat di luar itu kan sudah menjadi standar Pak hal-hal seperti ini ya tapi di kita kan belum diatur ini ya kan.

Jadi saya pernah bertemu dengan salah satu duta besar negara lain Pak terkait hal ini, malah seharusnya itu kok pada nonton gitu loh. Kalau di tempat kita ini sudah jadi uji tipe itu memang sudah masuk itu Pak, di kita kan tidak.

Menyangkut keselamatan ini kan jadi hal yang utama, hal seperti ini kita akan sempurnakan semua Pak nanti di isi dari Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Mohon juga nanti dari kementerian koordinasi dengan Polri.

Saya mau sampaikan juga Pak Menteri kami juga banyak mendapat pertanyaan di sini pak terkait dengan PNBP preservasi jalan. Preservasi jalan ini Pak Menteri PU pernah candain saya apalah harus bagilah saya uang untuk preservasi, ini preservasi ini ngambil terus dari pagu indikatif Kementerian PU ini enggak pernah dapat dari yang harusnya diatur di Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan gitu loh.

Nah, dana pada dana preservasi itu kita jelas Pak Menteri itu kan dari regident dan seterusnya, nah sementara di regident itu pengawasannya tidak ada di Komisi V Pak, karena polisi bukan mitra kerja kami. Jadi, hal-hal seperti ini Pak dibicarakan dari awal karena menyangkut kewenangan itu hal yang paling rumit di Republik ini Pak. Jangan nanti dibilang Ketua memihak ke sana, Komisi V memihak ke sini ya, kami bukan begitu posisinya, tapi sesuatu sudah dimuat di undang-undang tidak bisa dilaksanakan.

Kita sama-sama tahu Pak di undang-undang yang lama itu masyarakat kalau kecelakaan di jalan boleh nuntut negara Pak ndak jalan pasal itu, begitu kan Pak Irjen ya Pak Irjen sudah ngangguk-ngangguk ini ya nggak jalan pasal itu Pak.

Mana bisa jalan Pak, karena PNBP yang terkait dengan preservasi jalan itu ndak ada di Komisi ini, kami ndak bisa Pak cepat perbaiki jalan sana berlobang nggak bisa Pak kita perintahkan seperti itu. Sementara kalau PU

(13)

tidak bisa juga Pak, mereka melakukan perbaikan secepatnya, mereka harus mengikuti alur sirkulasi anggaran gitu loh.

Pak Menteri tidak bisa ucuk-ucuk oh berlobang tambal lobang tambal ndak bisa Pak, dia harus ikut siklus tahun anggaran. Nah, karena ngikut siklus tahun anggaran, lobang yang tadinya kecil harus tunggu tahun anggaran selesai dianggarkan itu Pak Ridwan. Tambah besar tambah rusak harusnya dari awal bisa diperbaiki. Yang beresiko siapa? Masyarakat.

Nah, ini saya sengaja saya kasih pengantar dulu sebagai brainstorming dulu untuk awal ya supaya nanti ini menjadi hal-hal penting ya soal keselamatan yang tadi saya bilang ya. Hal sederhana sebetulnya Pak, soal pemadam kebakaran misal. Kenapa ketika mobil terbakar yang lain nonton Pak enggak bisa bantu, karena di mobil nya tidak ada tidak wajib oleh kita.

Nah, ini nanti harus dibicarakan kita secara baik hal-hal seperti ini, supaya apa? Supaya standar-standar keselamatan bagi masyarakat di jalan itu betul-betul terjamin gitulah. Ini sebagai pengantar dulu untuk hal-hal yang terkait dengan isi lalu lintas dan angkutan jalan. Saya sengaja ngomong ini awal Pak supaya nanti masalah-masalah berat, ini masalah berat ini yang saya sampaikan ini bukan perkara gampang ini, nanti soal kewenangan terutama ya.

Kami saya juga akan bicara dengan Komisi III Pak, nanti soal ini gitu loh, kami nggak pernah masuk Pak soal PNBP ini Komisi V nggak bisa ngawasi Pak. Undang-undang nya di sini, nah kalau ditanya ke kita? Kita nggak bisa ngomong Pak ini bukan mitranya kami gitu loh. Di sana juga bilang Pak itu Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan itu bukan domainnya Komisi III, lalu siapa yang. Nah, ini ruang kosong ini yang harus kita carikan titik tengahnya Pak Menteri ya, karena ini saya tahu ini tidak mudah tapi dalam bernegara kita harus selesaikan Pak, hal-hal yang seperti ini.

Saya rasa itu barangkali selanjutnya saya persilahkan kepada teman yang sudah terdaftar di meja Pimpinan. Yang pertama, kita beri kesempatan kepada Pak Sudewo karena katanya dia ada acara katanya. Mana Dewo ini?

Oh keluar ya sudah salah sendiri.

Kemudian berpindah ke senior Pak Hamka BKD, dipersilakan BKD.

F-P.GOLKAR (Drs. HAMKA BACO KADY, MS):

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pimpinan.

Pak Menteri dan seluruh jajarannya, serta

Teman-teman Anggota DPR Komisi V yang saya hormati.

Saya hanya dua poin saja Pak Ketua. Yang pertama, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi saya atas capaian yang dicapai oleh

(14)

Kementerian PUPR eh, Kementerian Perhubungan, yang sudah mencapai 96 rata-rata lah 97%. Ini suatu prestasi yang baik dan tentu kita menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap capaian ini.

Hanya saja yang menjadi catatan saya satu saja Pak Menteri adalah saya merasa senang dan bangga sekali, melihat pencapaian PNBP nya. Kalau memperhatikan pencapaian PNBP nya kalau dibanding dengan tahun 2020 kemarin ya itu 71737734. Tahun 2021 capaian 7991.

7 triliun lebih, walaupun dalam kondisi pandemi covid-19 ini, itu Bapak masih bisa capai angka seperti itu. Itu bagi saya itu surprise Pak ya. Dan ini sebenarnya Pak Sekjen yang selalu hadir di badan anggaran ini capaiannya luar biasa menurut saya dengan kondisi yang seperti ini, itu tolong dipertahankan walaupun targetnya sebenarnya 8744, ya saya kira itu bisa dipahami dengan kondisi apa yang kita hadapi ya.

Ini adalah suatu capaian yang membanggakan mudah-mudahan ke depan dapat ditingkatkan karena salah satu sumber penerimaan Bapak adalah tentu dari PNBP yang paling tinggi dan juga saya sampaikan urutan penerimaan PNBP seluruh kementerian dan seluruh badan yang ada di republik ini, Bapak berada pada urutan yang ke-2 dan ke-3 dalam pencapaian PNBP dalam anggaran.

Saya kira itu jangan kendor Pak Menteri, tingkatkan terus PNBP nya, dan ini adalah satu-satunya yang menjadi tumpuan. Dan yang menggembirakan lagi bagi saya, jujur, adalah ada tadi creative financing ya yaitu memang menjadi target kita karena jujur saya katakan masih banyak pekerjaan-pekerjaan Bapak sampai tahun 2024 yang akan datang.

Di sisi lain saya menginginkan dan saya mengharapkan dan teman- teman pasti mengharapkan adalah tolong dipisahkan atau disisihkan space anggaran untuk kepentingan kemasyarakatan atau padat karya dalam program-program yang akan datang, saya kira ini yang bisa saya sampaikan Pak Ketua.

Terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Hamka.

Pak Menteri terkait dengan PNBP ini memang kami dari komisi belum pernah masuk terlalu jauh kita Pak ya, kita kan sebatas menerima laporan berapa target berapa realisasi gitu loh. Kita belum pernah melakukan pengawasan terkait potensi Pak, apakah kementerian sudah bekerja maksimal terkait potensi PNBP. Misalnya di laut misalnya apakah sudah maksimal, nah laut kita inikan luas ini. Jadi, saya rasa ini nanti akan kita dalami semua Pak sambil waktu berjalan ya.

(15)

Selanjutnya, saya persilakan Pak Bambang Hermanto ya, Boher kita manggil nih Pak Boher.

Bersiap-siap Ibu Cen Sui Lan.

F-P.GOLKAR (BAMBANG HERMANTO, S.E.):

Baik terima kasih.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang saya hormati Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi V.

Pak Menteri dan seluruh jajarannya yang saya hormati dan saya banggakan.

Pertama, saya ingin mengapresiasi atas pencapaian kinerja Kementerian Perhubungan yang mana pada tahun 2021 telah mencapai 97,19%. Ini adalah suatu pencapaian yang luar biasa saya kira. Betul apa kata Pak Hamka tadi yang sudah disampaikan, pencapaian ini tidak mudah saya kira perlu kerja-kerja keras maka oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi dan berharap pencapaian kinerja ini bisa dipertahankan dan bisa ditingkatkan lagi di tahun berikutnya.

Kemudian, selanjutnya saya ingin menyampaikan terkait dengan aspirasi Pak Menteri, yang mana aspirasi ini sudah pernah kita sampaikan di masa sidang yang lalu. Yang pertama, adalah terkait dengan underpass di Jatibarang, yang mana underpass ini memang menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan antara Jatibarang dan Indramayu. Dan, ini saya kira sangat perlu sekali untuk segera bisa ditingkatkan karena ini menyangkut masalah kelancaran transportasi di wilayah setempat.

Kemudian juga, terkait dengan dalam rangka mengurangi angka kecelakaan di Pantura Pak Menteri, ini saya masih melihat banyak spot-spot PJU di Pantura ini yang memang masih mati dan masih belum terpasang. Maka oleh karena itu, saya berharap di tahun berikutnya di tahun anggaran 2022 ini saya kira perlu ada tindakan-tindakan yang konkret, agar supaya angka kecelakaan paling tidak di Pantura bisa dapat dikurangi.

Saya kira dua hal itu, yang mungkin bisa saya sampaikan Pak Menteri dalam kesempatan ini, mungkin saya akan perdalam nanti pada saat ketemu dengan para Dirjen di RDP.

Terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

(16)

Terima kasih Pak Bambang Hermanto. Ibu Cen Sui Lan. Bersiap-siap Pak Sudewo 5 menit.

F-P.GOLKAR (CEN SUI LAN):

Terima kasih Pimpinan.

Yang saya hormati Pimpinan dan Anggota Komisi V.

Yang saya hormati Pak Menteri dan jajarannya.

Pak Menteri terima kasih akhirnya FIR sudah ditandatangani antara Presiden Jokowi dengan Singapura, itu membuktikan kedaulatan marwah kita atas udara kita ruang udara kita terima kasih. Itu sudah ditunggu seluruh masyarakat Indonesia dan seluruh masyarakat Kepri, termasuk saya.

Pak Menteri, ada sedikit persoalan mengenai retribusi labuh jangkar, 0 sampai 12 mil di Kepri. Perdanya itu sudah lama ada, kemarin ada surat dari Kemenhub membatalkan izin penarikan retribusi. Saat ini Pak Gubernur mendapat banyak tekanan rakyat, masyarakat Kepri menunggu realisasinya Pak Menteri. Jadi tolong Pak Menteri bantu cari solusi apakah duduk bersama?

Bagaimana ada solusinya?

Apakah bisa retribusi yang Pak Menteri tarik bisa dibagi kepada Kepri berupa program, karena Kepri ini sangat membutuhkan intervensi pusat untuk program-program pembangunan di Kepri. Tentunya Pak Menteri kita tahu dengan adanya retribusi akan sangat membantu, jadi tolong dicari solusinya Pak Menteri. Itu harapan dari masyarakat Kepri, harapan dari kita semua, dan harapan dari saya sebagai Anggota Komisi V dari DPR RI.

Terima kasih Pak Menteri, sekian dari saya.

KETUA RAPAT:

Sudah Bu?

(rekaman terputus) F-P. GERINDRA (SUDEWO, S.T., M.T.):

Terima kasih Pimpinan.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pak Menteri Perhubungan, dengan seluruh jajarannya yang saya hormati.

Pertama pasti saya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pak Menteri Perhubungan dengan seluruh jajaran. Capaian 97,9% ini adalah capaian yang tertinggi dari mitra kerja yang berada di Komisi V, maka applause untuk Pak Menteri Perhubungan. Di tengah-tengah situasi kondisi pandemi Covid-19 saya paham bahwa tupoksi dari Kementerian Perhubungan itu tidak

(17)

hanya bagaimana bekerja menyerap APBN saja, menyerap anggaran negara saja.

Tetapi di luar itu ada tugas yang lebih berat, yaitu terkait dengan nyawa seseorang dalam hal pembuatan regulasi dan pelayanan-pelayanan transportasi darat, laut, dan udara.

Jadi dibutuhkan seni kepemimpinan seorang Menteri Perhubungan, jadi tidak hanya diukur dari capaian fisik dan capaian keuangan 97% saja, tetapi bagaimana Menteri Perhubungan ini bisa membuat regulasi yang tepat, membuat kebijakan yang tepat, sampai pada mengimplementasikan kebijakan itu menjamin bahwa transportasi darat, laut, dan udara bisa berjalan lancar dan seminimal mungkin terjadi kecelakaan.

Jadi, apresiasi lagi yang akan saya berikan kepada Pak Menteri Perhubungan selain daripada penyerapan anggaran bahwa di tahun 2021 alhamdulillah, Pak Menteri itu bisa menunaikan tugasnya yang baik transportasi darat, laut, dan udara minim kecelakaan. Kalau dikatakan zero kecelakaan itu sesuatu yang tidak mungkin negara mana saja pun tidak mungkin itu, tetapi minim kecelakaan itu atas kinerja Pak Menteri.

Yang kedua, saya sama dengan Bu Cen, ingin mengapresiasi terhadap pemerintahan Republik Indonesia yang sekarang ini sedang mengukir satu sejarah emas ruang udara Kepulauan Riau dan Natuna yang dikuasai dan dikelola oleh Singapura. Sudah sejak lama dan sejak tahun 1998 pemerintahan Republik Indonesia berupaya supaya berada di tangan kembali Indonesia, baru Presiden Republik Indonesia Pak Joko Widodo mengukir sejarah baru ruang udara Kepulauan Riau dan Natuna berada di tangan Republik Indonesia.

Ini pasti juga tidak lepas kerja dari Menteri Perhubungan juga bagaimana kontribusinya kerja Menteri Perhubungan ya, tentu tidak bisa diukur secara matematis ya, tapi tentu Menteri Perhubungan juga bekerja untuk berkontribusi terhadap hal itu.

Berikutnya, Pak Menteri, undang-undang lalu-lintas ini menjadi satu wacana atau mungkin menjadi satu rencana yang akan kami bahasa dalam Tahun 2022 ini. Isu strategis yang akan menjadikan sorotan atau perhatian kami adalah, yaitu overdimensi dan overload, dan yang kedua adalah sumber keuangan dari lalu lintas itu, kendaraan yang memakai jalan tersebut itu dipakai untuk apa ?

Karena dalam undang-undang kan mestinya itu dipakai untuk preservasi jalan. Satu, yang ingin saya kritisi ketika saya mau melihat running text di TV One ya, bahwa Korlantas menetapkan bahwa menilai, bahwa overload itu merupakan kategori kejahatan lalu lintas. Nah, kalau masuk dalam kategori kejahatan lalu lintas ini sudah lebih berat urusannya, lebih berat implementasi daripada sekedar aturan itu sendiri karena dampaknya sangat luas.

Yang ingin saya tanyakan Pak, dari Kementerian Perhubungan bagaimana mengkoordinasikan hal ini? karena overdimensi dan overload itu

(18)

sudah terjadi puluhan tahun. Dampak, daripada overdimensi dan overload memang terjadi kerusakan jalan dan lain sebagainya, tetapi ada satu manfaat yang dalam tanda kutip itu bisa mengurangi cost logistic, sehingga bisa menurunkan harga komoditi atau harga berbagai barang, sehingga jangka apa itu jangkauan daya beli masyarakat itu akan lebih terjamin, begitu.

Jadi, kita melihat dari sisi negatif tapi juga lihat dari sisi positif. Dalam hal kasus semacam ini, itu Kementerian Perhubungan punya pemikiran atau punya pandangan seperti apa, jadi tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi itu merugikan tetapi dilihat dari sisi yang lain itu terhadap masyarakat banyak itu menguntungkan. Ini perlu ada suatu kebijakan yang win win solution.

Yang berikutnya, saya juga apresiasi kepada Menteri Perhubungan yang punya creative financing melalui PNBP maupun BLU sehingga dari PNBP dan BLU itu bisa meringankan APBN kita, membuat sarana prasarana transportasi darat dan laut menggunakan dana ini. Tetapi, menurut hemat saya ini masih belum cukup jauh daripada yang kita inginkan.

Oleh karena apa? Sarana dan prasarana transportasi darat, laut, dan udara dan juga perkeretaapian itu membutuhkan anggaran yang sangat besar.

Banyak ruas-ruas tertentu yang masih menuntut sarana dan prasarana transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaan masih banyak itu. Nah, ini yang saya ingin memberikan masukan kepada Menteri Perhubungan coba ini di- create supaya menjadi lebih menarik kepada pihak ketiga untuk melakukan investasi terhadap sarana ini.

Sehingga, dalam anggaran yang berskala besar merupakan suatu program yang sangat strategis yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak dan untuk kepentingan perekonomian nasional.

Kalau Kementerian Perhubungan mampu menghadirkan data atau hasil studi dari kajian-kajian perkeretaapian, Perhubungan Laut, ataupun Perhubungan Udara itu barangkali dengan model KPPU ini bisa berjalan. Nah, kalau di Kementerian PUPR itu adalah jalan tol yang ditawarkan utamanya adalah jalan tol dengan model KPPU dilaksanakan oleh investor. Tapi di Kementerian Perhubungan menurut hemat saya banyak sekali yang lebih menarik daripada Kementerian PU, banyak sekali sarana prasarana yang lebih menarik daripada jalan tol.

Tapi ini perlu ada kerja keras dan kreativitas dari Kementerian Perhubungan untuk rajin melakukan suatu study, dengan studi itulah bisa dipakai satu bahan untuk ditawarkan kepada pihak ketiga ini juga dalam rangka memberikan upaya untuk meringankan APBN kita.

Kemudian yang berikutnya, revitalisasi Bandara Halim. Revitalisasi Bandara Halim ini, saya berharap ada 1 perencanaan dan desain yang betul- betul profesional begitu mengingat kejadian perencanaan pembangunan Terminal 3 Soekarno Hatta itu betul-betul jauh daripada memuaskan. Jadi itu tidak humanis, jalannya sangat jauh begitu, kemudian lantainya saja rusak, kemudian toilet nya dan segala macam kualitas bangunannya sangat jelek itu.

(19)

Kalau, kita bandingkan dengan Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta itu jauh lebih baik, kalau dulu Terminal 1 dan Terminal 2 mungkin dipandang tertinggal daripada bandara yang lain, karena desain nya tidak modern tapi dengan perkembangan zaman justru Terminal 1 dan Terminal 2 itu adalah muncul sebuah keunikan gitu dan itu lebih humanis antara berangkat dengan yang datang dan itu sudah dibagi dalam terminal gate-gate masing-masing gitu, jadi tidak perlu harus jauh berjalan. Tetapi kalau di Terminal 3 itu hanya mengutamakan desain yang modern pada saat sekarang ini tetapi tidak humanis jalannya terlalu jauh gitu.

Modern untuk kali ini, 10 tahun atau 20 tahun yang akan datang itu bisa tertinggal tapi kalau Terminal 1 dan Terminal 2 tidak bisa dikatakan tertinggal tapi itu keunikan. Maka yang saya ingin kasih masukan kepada Menteri Perhubungan supaya kearifan lokal itu juga diperhitungkan dalam membuat desain bandara.

Jadi bandara, setiap daerah itu akhirnya punya identitas bahwa di Lombok itu identitasnya dengan bangunan khusus dengan gedung khusus di sana dengan punya ciri khusus di sana dan daerah-daerah yang lain seperti itu sehingga kearifan local itu juga dilihat, humanis juga dilihat, kualitas bangunannya juga dilihat.

Apalagi yang di Bandara Halim Perdana Kusuma itu, akan dipakai Pak untuk persiapan G20 gitu kan, itu kan berarti etalase Republik Indonesia juga berada di Bandara Halim Perdanakusuma ini tidak boleh. Maka saya berharap Pak Menteri PU ini betul-betul secara detail, termasuk juga tata kelola air utilitas air, di suatu bandara ini menjadi sesuatu yang aneh.

Seperti di Bandara Halim ketika hujan langsung dibuat tanggul, itu menjadi satu pemandangan yang sangat tidak menarik. Itu estetika suatu bandara itu jelas tidak kena tidak dapat ini akan ditertawai negara lain kalau untuk mengatasi air supaya tidak masuk ke arena bandara itu hanya dibuat dengan tanggul itu konvensional sekali pasti ada teknologi Pak. Jadi saya berharap struktur maupun estetika ini imbang.

Jadi, saya kira itu Pak Menteri saya sangat salut dengan kerjanya Pak Menteri karena mencapai 97,9% itu sesuatu yang sangat luar biasa. Ya saya secara pribadi maupun dari Fraksi Partai Gerindra, nggak ada jarak Pak dengan Pak Menteri Perhubungan, ini ada Bu Novi dengan ini pasti mendukung Menteri Perhubungan dalam segala kinerja nya.

Saya kira itu Pimpinan terima kasih.

KETUA RAPAT:

Terima kasih. Kasih applause buat Mas Dewo. Omongnya agak singkat kali ini gitu maksudnya maka dikasih applause. Terima kasih Mas Dewo, saya kalau nggak bercandain Mas Dewo nggak semangat mimpin rapat Pak.

(20)

Pak Muhammad Fauzi silakan bersiap-siap Pak Ali Mufthi.

F-P.GOLKAR (MUHAMMAD FAUZI, S.E.):

Terima kasih.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang saya hormati Pimpinan Komisi V beserta Wakil Pimpinan.

Teman-teman Komisi V.

Bapak-Bapak Pak Menteri dari Kementerian Perhubungan.

Ada beberapa hal yang ingin saya minta pendalaman Pak Menteri. Yang pertama di tahun 2022 ini, anggaran didapat oleh Kementerian Perhubungan ini mengalami penurunan 2,7 triliun dari tahun 2021 sekarang hanya 32,93 triliun. Yang saya ingin tanyakan Pak, dengan penurunan ini apakah ada masalah dalam pencapaian output Pak diperkirakan diprediksikan gitu Pak itu.

Itu yang pertama.

Yang kedua, ya mungkin ini nanti juga di dalami bersama dirjen Pak ya, misalkan anggaran untuk Irjen gitu Pak. Ini kan di 2022 mungkin yang terendah ini Pak ya anggaran untuk Irjen. Nah, yang saya tanya juga hal yang sama bagaimana dengan outputnya gitu terutama dalam hal pencegahan Pak dengan anggaran yang seperti ini. Kemudian juga, di Litbang terendah kedua kalau tidak salah ini di tahun 2022, ini juga ya apa yang diharapkan gitu kira- kira dari Litbang ini dengan anggaran yang 174,3 miliar ini Pak.

Kemudian saya sama dengan teman-teman yang lainnya pencapaian PNBP, merupakan suatu yang luar biasa Pak Hamka, tadi juga sampaikan dalam kondisi yang seperti sekarang ini. Tetapi juga kadang-kadang PNBP juga ini juga diharapkan juga sebenarnya dari pemerintah-pemerintah daerah gitu. Nah, oleh karena itu memang perlu juga dibicarakan pembagian- pembagiannya gitu.

Nah, yang saya ingin tanyakan adalah ya ke depan ini harus di lebih dimaksimalkan Pak Menteri untuk PNBP ini. Kemudian kira-kira ada kendala atau tidak selain covid dalam pencapaian PNBP ini gitu, selain permasalahan covid. Sehingga ada di Dirjen Kereta Api dan Udbun (suara rekaman tidak jelas) masih rata-rata di bawah 60% pencapaian itu, kira-kira ada masalah-masalah lain nggak di luar masalah covid.

Kemudian, tahun 2022 ini direncanakan ada 6 bandara udara baru yang akan direncanakan penggunaan pembiayaannya. Dari surat berharga syariah negara, atau SBSN inikan hutang ini, nah mengingat hutang kita dua tahun ini cukup meningkat Pak ya, ya harapan saya agar perencanaan ini dihitung baik- baiklah direncanakan dengan baik studi kelayakan yang baik sehingga tidak terjadi seperti Kertajati kemarin gitu Pak.

Selanjutnya, saya juga ingin meminta progres Pak kebetulan saya Dapilnya di Sulawesi Selatan mengenai Kereta Api Makassar Parepare. Saya

(21)

ingin tahu Pak, sejauh mana progresnya, memang tahun lalu kita sempat kunjungan ke sana mengingat tahun 2022 ini Pak, apa harusnya sudah selesai Pak gitu. Saya ingin progresnya kemudian mudah-mudahan juga ya sesuai lah dengan waktunya proses penyelesaiannya pekerjaannya.

Kemudian ini untuk reses Pak, saya juga kemarin sama dengan PUPR juga saya sampaikan agar kalau bisa Pak diusahakan saat-saat reses kami baik reses komisi, kunspek, ataupun apapun lah ya, yang kita kunjungan ke daerah tolong lah Pak ditemani dengan teman-teman yang bisa mengambil keputusan cepat di lapangan Pak gitu. Memang banyak Pak baik dari PUPR, Kementerian, banyak sekali gitu tapi kadang-kadang lambat gitu Pak, kita karena memang bukannya hadir itu bukan pengambil keputusan begitu Pak walaupun tetap harus berkoordinasi dengan Pak Menteri.

Yang terakhir Pak, ini pengalaman saya saja Pak ya. Di Terminal 3 misalkan Pak, di Terminal 3 kalau pesawat turun dari Makasar selalu pintunya pintu paling belakang Pak jalannya cukup jauh Pak, terutama Garuda, Citilink, gitu ya Terminal 3.

Nah, kalau Bapak-Bapak yang sudah berumur ya manula itu Pak kasihan Pak kalau jalannya begitu jauh sementara fasilitas bandara ada yang mobil apa itu yang kayak golf itu ya tapi jarang digunakan itu, cukup jauh Pak terutama yang dari Indonesia bagian timur selalu pintunya di ujung Pak terutama di Terminal 3. Karena itu tolonglah, Pak itu bisa difungsikan lah mobil- mobil itu.

Yang terakhir Pak ini Dapil Pak, Munthe Pak. Saya juga minta perhatiannya lagi Pak mengenai izin operasionalnya Pak mudah-mudahan Munthe itu bisa dalam waktu dekat bisa beroperasional.

Terima kasih Pak Menteri Pak Ketua.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Wa'alaikumsallam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Terima kasih Pak Fauzi. Berikutnya Pak Ali Mufthi silakan.

F-P.GOLKAR (Dr. H. ALI MUFTHI, S.Ag., M.Si.):

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang saya hormati Pimpinan Serta Bapak-Ibu Anggota Komisi V.

Yang saya hormati Bapak Menteri beserta seluruh jajaran.

Bapak-Ibu semua yang saya hormati.

(22)

Terima kasih Bapak Pimpinan atas waktunya.

Karena semua memberikan apresiasi ya saya juga memberikan apresiasi atas prestasi yang diperoleh oleh Kementerian Perhubungan, Pak Menteri, 97 persen koma, itu sesuatu yang luar biasa terus juga berbagai prestasi yang lain.

Tetapi juga ada sedikit Pak kritik kaitanya dengan 97 koma itu. Kenapa tidak bisa 100%? Padahal kalau kita lihat itu kan, uang tuh kan sudah ada tinggal menjalankan saja tapi kenapa tidak bisa sampai 100% capaiannya. Dan tren tidak bisa 100% itu, hampir di seluruh kementerian di daerah di mana- mana begitu, yang mungkin apakah ini karena logika anggaran dibuat begitu atau gimana kan kita ini juga kadang bingung. Kalau pihak swasta tuhkan cukup canggih Pak itu, kita itu cukup bisa antara perencanaan dan output atau dengan (rekaman tidak jelas) masih nyambung nyambung utuh itu. Itu pertama.

Yang kedua, Pak Menteri dan Pak Pimpinan yang saya hormati, Bapak- Ibu semua. Di Dapil saya ini khususnya Pak Dirjen Kereta Api, ada tanah milik kereta yang itu ditempati oleh warga sepanjang jalan panjang sekali itu. Itu pembangunannya oleh masyarakat dibangun dengan bangunan permanen di fondasi kuat, tembok, dan sebagainya.

KETUA RAPAT:

Kota apa Pak?

F-P.GOLKAR (DR. H. ALI MUFTHI, S.Ag., M.Si.):

Bagaimana Pak?

KETUA RAPAT:

Di kota apa?

F-P.GOLKAR (DR. H. ALI MUFTHI, S.Ag., M.Si.):

Di Kota Ponorogo Pak Kota Ponorogo Pak. Itu sepanjang jalan itu. Nah sekarang saya sering didatangi Pak Menteri oleh masyarakat bagaimana mereka dapat kepastian hukum untuk menempati tempat itu, apakah dalam bentuk hak guna bangunan atau apa sehingga mereka tidak gelisah sewaktu- waktu gelisah. Nah, ini mohon jawaban karena sudah banyak ikhtiar di banyak tempat, di BPN juga jawabannya ya saya pikir tidak solutif, di tempat lain juga begitu. Ini butuh jawaban dari Pak Menteri yang luar biasa berprestasi di dalam bidang ini.

Yang ketiga, berkaitan dengan terminal. Kalau saya lihat di Dapil saya ini Pak Menteri terminal itu kumuh, sepi, dan sebagainya. Saya itu membayangkan bagaimana kalau terminal ini tempat orang berkunjung itu asik gitu kan begitu asik, di sana ada cafenya ada ininya indah gitu ya. Lah oleh

(23)

karena itu, saya punya pandangan bisa enggak kita ini merevitalisasi fungsi terminal itu lebih complicated, lebih horistik.

Jadi fungsi transportasi, fungsi wisata, dan sebagainya biar terminal- terminal yang dulu sangat gagah zaman dulu. Ada yang orang itu dulu masuk terminal itu senang karena banyak pengunjung, banyak warung-warung, dan sebagainya, tapi sekarang sepi dan sebagainya. Nah, oleh karena itu perlu ada pendekatan integratif antara fungsi transportasi dan fungsi orang berkumpul wisata misalnya. Oleh karena itu, saya mengusulkan itu Pak Menteri di dapil- dapil saya itu terminal-terminal itu ya butuh direvitalisasi butuh di bangunlah untuk lebih baik.

Yang terakhir Pimpinan dan Bapak-Bapak Menteri semuanya. Mobil sekolah atau bis sekolah ini butuh tidak hanya pendekatan aspiratif tapi juga perlu pendekatan perencanaan. Kalau pendekatan aspiratif itu pengertiannya ya para DPR usul dikasih begitu Pak ya, 1 pojok sana dapat terus banyak pojok yang wah kayak kok dapat ini kenapa kita nggak gitu ya.

Ini juga akan menimbulkan persoalan sosial yang tentunya sangat dipertanyakan oleh yang lain. Oleh karena itu saya mengusulkan bis sekolah itu lebih pendekatannya adalah pendekatan perencanaan, artinya memang itu didesain oleh pemerintah dalam rangka untuk memudahkan proses transportasi anak menuju ke sekolah. Tidak hanya misal saya usul dikasih 1 di sekolah A atau bagimana, yang lain-lain ini gimana ini nasibnya padahal itu semua butuh mobil transportasi itu.

Saya pikir itu Pak Menteri dan Pak Pimpinan yang Bapak-Ibu semua yang saya hormati. Atas apa yang saya sampaikan apabila ada hal yang tidak berkenan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Akhirul kalam Wabillahi Taufiq wal hidayah.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Ali. Pak Syarief Abdullah silakan Pak.

F-P. NASDEM (H. SYARIEF ABDULLAH ALKADRIE, SH., MH):

Terima kasih.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Selamat siang dan salam sejahtera

Pimpinan Komisi V serta rekan-rekan Komisi V

Pak Menteri beserta seluruh jajaran di Kementerian Perhubungan.

Saya melihat dari hasil capaian di 2021 ini sangat menggembirakan dan selayaknya kita beri apresiasi kepada Pak Menteri terhadap serapan yang

(24)

dicapai. Kemudian berkaitan dengan PNBP, tadi juga sudah disampaikan apresiasi oleh teman-teman.

Namun tentu kami juga melihat beberapa hal kaitan dengan ini, tentunya sekarang ini di daerah-daerah juga sedang berkembang berkaitan dengan daerah-daerah yang mempunyai potensi alam. Saya kira memang perlu diatur juga ini berkaitan dengan bagi hasilnya untuk pemerintahan daerah. Kalau di Kalimantan Barat itu saya terutama di laut Kubu kemudian Ketapang itu sekarang itu kalau malam kapal-kapal yang berlabuh tongkang-tongkang yang berlabuh itu membawa hasil dari sumber daya alam itu cukup besar Pak, tentu ini juga berkenaan dengan pendapatan PNBP.

Untuk itu juga termasuk tadi yang disampaikan oleh Bu Cen Sui Lan berkaitan dengan bukan ruang udara berkaitan dengan jangkar-jangkar yang kan itu sekitarnya bertetanggaan dengan pelabuhan Singapura. Tentu ini cukup besar namun dengan demikian lewat di tempat ini ya tentunya juga tadi Pak Menteri sudah bisa menegosiasikan berkaitan dengan ruang udara tentu kita berharap juga ke depan ini potensi pelabuhan Singapura ini bisa beralih kepada Indonesia.

Tentunya kita berharap bagaimana kita daerah-daerah kita itu dengan Kementerian terkait tidak mengekspor pasir lagi ke Singapura sehingga dia tidak ada perluasan. Kami sudah melakukan perbandingan berkaitan dengan Pelabuhan Kijing yang ada di Kalimantan Barat kita itu kan berada di titik silang yang sangat-sangat strategis Pak, bahkan itu kalau dari Riau sudah mulai banyak akan bergeser ke Pelabuhan Kijing. Karena apa? menghemat waktu sekitar 8-12 jam.

Nah ini saya kira potensi ini ya tentu harus kita bagaimana supaya kalau dulu Pak Habibie membangun Batam itu untuk mengalihkan Singapura ke Batam, nah tetapi sekarang mungkin lewat Pak Menteri tadi sudah ruang udara bisa itu bagaimana kita supaya Singapura tidak memperluas lagi untuk pelabuhannya sehingga ini pasti potensinya ke negara kita. Ini saya kira ini yang harus menjadi perhatian kita.

Kemudian selanjutnya Pak Menteri berkaitan dengan tadi menyambung persoalan masalah Pelabuhan Kijing, ini ada 1 problem yang harus kita selesaikan. Karena Pelindo setelah kita tanya berkaitan dengan pengerukan aluran Kapuas. Terjadinya juga banjir di Sintang itu tidak terlepas kurang maksimalnya air dari hulu untuk keluar ke muara akibat kita dangkal di situ. Kita sudah tanyakan kepada Pelindo ini Pak kami sudah serahkan kembalikan kepada Kementerian, nah ini harus jelas ini.

Tentu kita harus melakukan pengerukan itu ya selain juga pelabuhan Pontianak Dwikora itu masih juga tetap eksis tetapi juga untuk dalam rangka untuk mengantisipasi tidak terjadinya lagi seperti apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Kemudian selain itu saya berharap juga Pak walaupun ini domainnya regulasinya ada di Kementerian Perhubungan tapi pengelolaan otoritas itu

(25)

berada di Angkasa Pura 2. Berkaitan dengan pengembangan Bandara Supadio, saya kira sudah dijalankan sekarang.

Ya tentu kita berharap bandara ini apalagi dengan IKN di Kalimantan Timur tentu Kalbar yang sangat strategis berbatasan langsung yang cukup dekat dengan Singapura maupun dengan Kuala Lumpur Serawak nah kita berharap bandara ini paling tidak sebagai bandara yang strategis, ya kita tidak tahu kedepannya terjadi apa-apa. Tapi saya berharap paling tidak kita sudah mempersiapkan paling tidak bandara itu bisa dituruni oleh kapasitas pesawat yang cukup besar gitu. Tapi sekarang sudah saya tanyakan kembali sampai 2750. Kemudian tentu berkaitan dengan apa terhadap struktur daripada bandara itu.

Kemudian yang terakhir Pak berkaitan dengan kereta cepat ini, ini selalu ditanyakan ini ya tentu kita juga ingin mengetahui apalagi pada saat ini kebetulan juga saya di percayakan di Banggar itu sebagai Pimpinan ini kan sudah beralih untuk sudah harus kita masuk ke APBN terhadap pembiayaannya.

Ini tentu kita berharap karena saya mengingat pada saat saya di sini periode yang lalu, kereta cepat ini kan sudah kita bicarakan pada waktu itu.

Memang waktu itu kan tidak mengalokasikan di dana APBN, tapi sekarang ini dialokasikan ke dana APBN. Nah kita berharap ini bisa selesailah cepat walaupun menurut pengamat dan sebagainya ya kita tidak melihat dari sisi itu.

Tentu kita mengamankan terhadap kebijakan pemerintah berkaitan dengan ini.

Dan terakhir sama dengan teman-teman berkaitan dengan Bandara 3.

Terminal 3 itu memang sama juga Pak itu perlu Angkasa Pura 2 ya sangat.

Saya kemarin itu ada orang tua padahal Pak, pesawatnya sudah mepet dengan waktu car nya tidak ada di situ. Dengan sangat terbatas hanya ada 3 buah car nya.

Jadi, bahkan kita kemarin itu disiapkan saya bilang sudah suruh kasihkan saja penumpang kebetulan saya masih senang untuk jalan itu, dan itu hanya khusus penumpang Garuda padahal di situ juga ada Citilink. Nah ini pelayanan Garuda atau pelayanan bandara? Kalau Angkasa Pura 2, bandara kan seharusnya semua yang harus menikmat mobil itu ya fasilitas yang ada di situ. Ini saya kira perlu menjadi perhatian.

Kemudian terakhir tentu kita berharap tidak ada refocusing lagi di Kementerian Perhubungan walaupun tentu ini IKN 2024, sudah harus pindah ke, sebagian ya, 2024 semester pertama itu sudah harus pindah ke Ibukota saya kira pasti nanti juga ke Perhubungan berkaitan dengan fasilitas yang lain.

Tapi, mudah-mudahan tidak menganggu APBN yang sudah kita tentukan karena kami kemarin juga kebetulan saya berkesempatan masuk ke tim Undang-Undang IKN baik di Timus nya maupun di Timsin nya, berkaitan dengan ini.

Saya kira itu saja terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Saya akhiri.

(26)

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Selamat siang dan Salam Sejahtera.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Syarief. Silakan Pak Syafiuddin.

F-PKB (H. SYAFIUDDIN, S.Sos.):

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang saya hormati Saudara Pimpinan beserta segenap Anggota Komisi V.

Saudara Menteri Perhubungan, Sekjen, beserta segenap Dirjen yang hadir. Dan jajaran pejabat di Kementerian Perhubungan yang saya banggakan.

Pertama sama dengan teman-teman Anggota yang lain kita mengapresiasi terhadap kinerja Kementerian Perhubungan yang sudah ada capaian 97% persen koma sekian itu sangat luar biasa. Tentunya mudah- mudahan ini juga berbanding lurus ke depan tambah lebih bagus lagi karena memang kemarin di PUPR tidak sampai 97 hanya 94% capaian dari anggaran di tahun 2021. Namun Pak Menteri ada berapa pertanyaan yang perlu saya sampaikan karena ini juga aspirasi dari masyarakat Madura.

Kemarin sebetulnya saya telepon ke Kabalai yang ada di Jawa Timur, namun mungkin karena kesibukan beliau tidak mengangkat telepon saya dan tidak membalas telepon saya. Seandainya diangkat mungkin saya tidak bertanya di forum ini, maka dari itu saya berharap Pak Menteri untuk mengevaluasi kembali keberadaan Kabalai yang ada di Jawa Timur itu.

Pak Menteri saya dari Madura, Madura sekarang ada tambahan satu title lagi. Kalau kemarin itu miskin biasa, Madura ini sudah miskin ekstrem. Jadi miskin nya saja sudah negatif ditambah lagi ekstrim gitu loh, jadi dari kata ekstrem ini bisa jadi ekstrimis ini udah bagus bagi kita. Korelasi nya dengan Dapil saya Madura yang ada di perhubungan ini.

Kita lagi-lagi ingin menanyakan kabar progres informasi terkini dari Perpres 80 2019 di mana di situ juga tertera ada beberapa hal yang ada di Pulau Madura terkait dengan rencana Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan Pak Menteri. Ada tiga sebetulnya yang 3 kali saya tanyakan di forum yang sangat terhormat ini mulai saya tahun 2019 saya dilantik, saya selalu selalu menanyakan terkait dengan bagaimana perkembangan dengan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan. Jawaba dari Pak Menteri dan jajaran kemarin bahwa ini memang leading sector nya Pelindo, namun lagi-lagi saya berharap bahwa Kementerian Perhubungan ini menjadi sesuatu yang juga ada partisipasi mungkin kalau ketemu Presiden. Karena setelah dilantik Pak Presiden bulan

(27)

Oktober kalau tidak salah, desember Presiden sudah teken Perpres 80 2019 ini.

Saya berharap bahwa Madura ini bisa dikunjungi oleh Presiden nantinya mungkin dengan peletakan batu pertama atau apa, karena Presiden sudah masa jabatannya kan sudah tinggal 2 tahun sama dengan kita ya. Mudah- mudahan nantinya Perpres 80 terkait dengan rencana Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan yang akan dibangun ini betul-betul ada progress gitu.

Minimal ada pintu masuk dengan peletakan batu pertama karena kami sudah mendorong Pemerintah Kabupaten se-Madura ini untuk melakukan studi kelayakan dan itu sudah dilakukan. Kami kunjungan kemarin dua kali ke Madura ke Pamekasan dan Sampang, tentunya nanti juga saya akan ajak teman-teman Komisi V untuk bisa berkunjung ke tempat yang memang akan dibangun Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan ini ada di Kabupaten Bangkalan, dan salah satu Kabupaten Bangkalan ini salah satu yang memang tertera menjadi daerah miskin ekstrem Pak Menteri. Jadi lagi-lagi saya berharap mohon ini ke Pak Menteri karena ini sudah 3 kali mungkin di tanyakan di rapat kabinet atau mungkin rapat-rapat ataupun selain informal kepada Presiden terkait dengan Perpres 80 tahun 2019 ini.

Kalau di daerah lain di Jawa Timur sudah ada progresnya, kawasan Tengger Semeru sudah ada progresnya. Dana masuk di dalam rencana strategis nasional namun ada dua di Madura ini pertama itu Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan yang kedua dari reaktivasi rel kereta api mulai dari Sumenep sampai Kabupaten Bangkalan. Sampai detik ini pun tidak ada progres sama sekali. Jadi saya selalu ditanyakan oleh konstituen Pak Menteri bagaimana anda sebagai wakil rakyat tidak pernah menyuarakan ini. Saya sudah bilang sudah dua kali menyuarakan ini, lagi-lagi saya dianggap tidak becus Pak Menteri. Jadi mohon, saya mohon ini mohon-mohon, bukan mohon lagi mohon Pak Menteri ini betul-betul ditindaklanjuti.

Saya percaya bahwa, Pak Menteri dan jajarannya betul-betul sangat luar biasa, ada capaian anggaran yang 97% ada berapa kawasan baik itu pelabuhan-pelabuhan di daerah luar Madura ini sudah ada realisasinya, namun di Madura ini sampai detik ini masih belum ada Pak Menteri, kasihan.

Saya juga pernah kunjungan ke Sampang kemarin. Kepala Bappeda Sampang menyampaikan ke kita. Setelah Perpres 80 ditandatangani oleh Presiden, Bappeda Sampang ini sudah melakukan studi kelayakan terkait dengan reaktivasi rel kereta api ini. Sudah dianggarkan di sana dan sudah dilakukan studi kelayakan itu, kasihan. Pemerintah Kabupaten, di Madura 4 Kabupaten ini sudah melakukan juga Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah melakukan DED dan lain-lain namun pada kenyataannya sampai detik ini masih belum ada.

Jadi, itu mungkin Pak Menteri karena sudah tiga kali ini saya menanyakan itu, saya minta jawaban nanti mudah-mudahan presiden juga ada good well dan bisa datang ke Madura untuk melakukan peletakan batu

(28)

pertama. Karena satu-satunya yang menang Pak Presiden itu di Kabupaten Bangkalan Pak Menteri.

Jadi saya berharap, Pak Menteri juga akan mendorong terus kepada Presiden untuk implementasi dari Perpres 80 terutama di kawasan Madura ini.

Terima kasih kurang lebihnya saya mohon maaf.

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Syafiuddin. Pak Ruslan silakan Pak Ruslan.

F-PKB (RUSLAN M. DAUD):

Terima kasih Pak Ketua.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang saya hormati Ketua, dan seluruh para Pimpinan yang hadir.

Anggota DPR Bapak-Ibu sekalian yang kami banggakan.

Bapak Menteri beserta para jajaran yang kami hormati dan yang kami muliakan.

Pertama sama dengan teman-teman kami mengapresiasi atas capaian Bapak yang sangat luar biasa pada tahun 2021 Semoga Allah SWT selalu membimbing dan menunjukkan kepada Bapak jalan yang sangat luar biasa untuk dapat membantu yaitu tugas-tugas negara yang telah diembankan kepada Bapak dan beserta para jajarannya.

Nah, yang kedua Bapak Menteri tanggal 17 dan 21 kemarin bulan Desember kami ada kunjungan Reses ke Provinsi Aceh tepatnya di Lhokseumawe Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen.

Mungkin ada beberapa hal yang kami kunjungi kemarin Bapak Menteri nah nanti akan kami serahkan secara tertulis hasil kunjungan kami kemarin.

Nah, perlu diketahui Bapak Menteri selepas kami evaluasi, kami membaca, kami melihat seluruh provinsi yang ada di Indonesia yang paling kecil anggarannya adalah Provinsi Aceh di semua Dirjen Bapak tidak terkecuali semua Dirjen Bapak.

Semoga untuk ke depan sesuai dengan apa yang kami lihat kondisi di lapangan sisa-sisa tender tahun 2022 ini Pak Menteri moga-moga dapat dibawa semua ke Aceh Pak Menteri untuk menutupi kekurangan kami. Apalagi apa yang kami lihat kemarin kayak kereta api yang sudah mangkrak Pak Dirjen, padahal itu sudah dibangun anggarannya sudah triliunan tetapi sekarang belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Aceh.

(29)

Padahal pembebasan tanah sudah selesai untuk membangun fisik ini adalah sudah terbengkalai sudah beberapa tahun. Moga-moga Pak Menteri dapat menyahuti dan juga kami atas nama Anggota dan juga kunjungan reses kemarin apalagi ini dilindungi oleh undang-undang MD3 ini berkewajiban untuk menampung dan juga melaksanakan oleh Bapak Menteri.

Nah, seterusnya yang kami lihat kemarin adalah Bandara Malikussaleh nih Pak Menteri. Mungkin itu perlu juga perhatian Bapak Menteri supaya Bandara Malikussaleh ini bisa layak seperti bandara-bandara yang lain sebab itu sangat luar biasa di tengah-tengah Provinsi Aceh diapit oleh beberapa kabupaten kota yang penduduknya sangat padat ini Pak Menteri penduduknya sangat padat.

Dan juga kami mengapresiasi Bapak Menteri ada beberapa pelabuhan yang mungkin untuk tahun ini sudah ada angkanya baik di Sinabang ataupun juga di Dermaga Ulee lheue dan juga rehab terminal. Maka Bapak Menteri sekali lagi kami mohon kami sangat bermohon kepada Bapak Menteri yang kami lihat dan yang kami baca seluruh angka yang di Dirjen Bapak Menteri ini sangat kurang di Aceh. Mohon Bapak Menteri dapat mengabul mengamini apa yang kami dengar aspirasi masyarakat Aceh.

Sekian dan terima kasih.

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Izin Ketua saya serahkan ini ya fisik kepada Bapak Menteri.

KETUA RAPAT:

Silakan Pak.

F-PKB (RUSLAN M. DAUD):

Siap.

KETUA RAPAT:

Takut kita sama Aceh Pak. Silakan, kita dukung Aceh yang maju Pak.

Iya Aceh dalam pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia silakan.

F-PKB (H. SYAFIUDDIN, S.Sos.):

Madura gimana Pak.

KETUA RAPAT:

Madura. Oh kalau Madura tenang-tenang adem lah Pak Syafiuddin aman lah. Nanti kita main-main ke Madura Pak. Iya dia sudah ada janji sama saya dia.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pendapat tentang tujuan membaca maka dapat ditegaskan bahwa tujuan membaca adalah untuk meningkatkan pengetahuan, serta mempersiapkan kemampuan anak dalam

Hasil Uji chi square didapatkan nilai ρ-value (0.00) <α (0.05) artinya Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan

Memberikan informasi mengenai perilaku penjamah makanan terhadap penggunaan rhodamin B dan formalin pada pasar dengan program dan tanpa program pasar aman,

Untuk mengetahui perubahan index el nino saat terjadi hujan, dalam penelitian ini dilakukan metode koefisien korelasi silang dengan time lag terhadap kejadian hujan

8. Hasil pengindraan jauh berupa foto udara dihasilkan oleh … a. Wahana penginderaan jauh yang memiliki ketinggian lebih dari 1.000 km dpal pada saat perekaman

Keberhasilan stimulasi pengasaman matriks pada sumur #H zona A dan zona D dapat dievaluasi berdasarkan dari kenaikan laju produksi dan hasil grafik kurva

Konjungsi selagi digunakan untuk menghubungkan menyatakan durasi waktu yang bersamaan terjadinya tindakan, perbuatan, atau peristiwa yang terjadi pada klausa pertama dan

Berbagai hal yang diinginkan istri selama memberikan ASI. Jenguk anak atau istri ke sini tuh udah senang. Juga perhatian sama moral juga ya tapi itu ngga di