3 BAB 2
LANDASAN PERANCANGAN
2.1 Tinjauan Umum
Data dan informasi untuk mendukung perancangan Tugas Akhir ini diperoleh melalui berbagai sumber, seperti melalui artikel di website, buku literatur dan visual, dan wawancara dengan narasumber yang berkapasitas di bidangnya.
2.1.1 Sumber Data 1. Data Visual
• Desain Komunikasi Visual Terpadu oleh Yongky Safanayong.
• Typography Workbook: A Real-World Guide to Using Type in Graphic Design oleh Timothy Samara.
• Pengantar Ilmu Komunikasi oleh Hafied Cangara.
• Buku Komunikasi Pembangunan oleh Riyono Praktikto.
2. Data Literatur
• Excitotoxins: The Taste That Kills oleh Russel Blaylock M.D.
• The Truth About Aspartame, MSG and
Excitotoxins oleh Mike Adams dan Dr. Russell Blaylock.
• Gastronomica The Journal of Critical Food Studies oleh Darra Goldstein.
3. Artikel Pendukung
• http://www.ncbi.nlm.nih.gov/
• http://www.quora.com/Is-there-a-science-to- picking-colors-that-w ork-well-together-or-is-it-just-subjective
• http://lppm.ipb.ac.id/index.php?option=com_conte nt&view=article&id=1513:penyedap-rasa-tak-selamanya-bahaya-
&catid=38:wart a-iptek&Itemid=50
• http://www.pom.go.id/new/index.php/view/latarbel akang
• http://chriskresser.com/beyond-msg-could-hidden- sources-of-glut amate-be-harming-your-health
• http://www.purbalinggakab.go.id/index.php/keseha tan/147-kampa nye-jajanan-tanpa-vetsin-dan-pengawet.html
• http://www.color-wheel-pro.com/color- meaning.html
4. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan Rifqah Indri Amalia, selaku ahli gizi di R.S. Cipto Mangunkusumo Kencana.
2.1.2 Hasil Wawancara
Menurut Rifqah Indri Amalia, sebagian besar masyarakat (kelas menengah ke atas) memang sudah mulai meninggalkan pemakaian MSG ini dalam kegiatan masak memasak sehari-hari. Namun tidak sedikit pula yang masih memakai MSG sebagai bumbu masak di dapur. Ini bisa jadi karena masyarakat Indonesia sudah terlanjur cinta pada MSG ini.
Pada tahun 1987 muncul keputusan Menteri Kesehatan RI, yaitu SK Menteri Kesehatan Nomor 192, yang isinya : ”Sebagai salah satu terobosan penanggulangan luasnya prevalansi kekurangan vitamin A, khususnya pada anak Balita, maka MSG ditetapkan sebagai wahan tumpangan bagi suplemen vitamin A.” Dari pernyataan tersebut, MSG tampak seperti “dilembagakan” untuk dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.
Sampai saat ini, masih belum ada bukti yang sah mengenai bahaya dari MSG terhadap kesehatan manusia (dalam jangka panjang). Namun dalam kondisi tertentu, MSG dapat menimbulkan beberapa efek sampig, seperti:
• Mabuk MSG
Gejala mabuk MSG akan dialami oleh orang yang sensitif terhadap MSG dan mengkonsumsinya dalam jumlah berlebih. Gejala ini biasa dikenal sebagai Sindrom Masakan Cina atau Chinese Restaurant Syndrom, sebab yang paling banyak menggunakan MSG waktu adalah memang restoran-restoran masakan Cina.
Gejalanya : biasanya muncul 3 – 35 meit setelah menyantap makanan.
Punggung, tengkuk, rahang panas dan leher bagian bawah kesemutan.
Lama-lama semua bagian terasa panas seprti digigiti semut api. Wajah berkeringat, sesak dan pusing tujuh keliling. Dan jika sudah dalam kondisi parah, perut akan menjadi mual-mual.
• Darah Tinggi
Sebenarnya MSG bukanlah penyebab utama darah tinggi. Kandungan utama dalam MSG, yaitu glutamat, tidak ada kaitannya dengan penyakit darah tinggi. Namun, kandungan sodium dalam MSG-lah yang dapat beresiko menimbulkan penyakit darah tinggi. Meskipun konsentrasi sodium dalam MSG sangan kecil jika dibandingkan dengan sodium dalam garam, apabila MSG digunakan untuk memasak dengan garam tanpa mengurangi garam, maka akan beresiko memicu timbulnya penyakit darah tinggi. Namun resiko ini dapat terhindarkan apabila penggunaan garam dikurangi saat dikombinasikan dengan MSG, sehingga kadar sodium tetap seimbang atau justru bisa berkurang.
2.1.3 Monosodium Glutamate
Sejak ditemukan di Jepang tahun 1909 oleh Ajinomoto Corp, Monosodium Glutamat (MSG) telah berkembang menjadi salah satu zat aditif makanan yang paling populer di seluruh dunia. Selain MSG, ada penyedap rasa lain yang digunakan oleh industri makanan seperti disodium inosinat (IMP) dan disodium guanilat (GMP). Namun MSG-lah yang paling disukai orang karena kemurahan dan keefektifannya dalam menguatkan rasa.
MSG digunakan di seluruh dunia pada hampir semua jenis sayuran, kaldu dan lauk-pauk. MSG juga hadir dalam berbagai makanan olahan seperti daging kalengan dan daging olahan beku, saus tomat, mayones, kecap, sosis, makanan ringan, beberapa produk olahan keju, bumbu mie instan, dll. Penggunaan MSG kadang-kadang tersembunyi di balik label makanan dengan nama yang berbeda. Jika Anda melihat penyedap rasa alami, protein hidrolisat dan rempah-rempah dalam label makanan anda, bukan berarti di dalamnya tidak ada MSG.
2.1.3.1 Manfaat MSG dan Keamanannya
Menurut Hardisyah (Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia), manfaat glutamat dalam tubuh sangat banyak, di antaranya metabolisme gula dan lemak yang berguna menghasilkan energi, melancarkan pencernaan, menangkal penyakit dalam tubuh, serta membentuk keseimbangan kerja otak menjadi lebih baik. Meski aman karena terbuat dari bahan baku alami dan tanpa efek samping, penggunaan MSG tentu memiliki batasan. Menurut WHO, asupan MSG per hari sebaiknya sekitar 0–120 mg/kg berat badan. Jadi, jika berat seseorang 50 kg, konsumsi MSG yang aman menurut perhitungan tersebut 6 gr (kira-kira 2 sendok teh) per hari.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sendiri telah menentukan batasan penggunaan MSG yaitu secukupnya. Hal ini sesuai dengan fungsinya sebagai bumbu masak yang menyedapkan rasa. Batasan ini sama dengan penggunaan garam dan gula dalam masakan. Pada dasarnya segala sesuatu yang dipakai secara berlebihan memang tidak baik.
Sementara itu, penyedap rasa Ajinomoto yang berasal dari Jepang telah mengukuhkan diri selama 100 tahun di 100 negara sebagai bumbu masak yang aman dan halal dikonsumsi. MSG adalah bubuk putih yang cepat larut dalam air atau air liur. Setelah larut,
MSG terurai menjadi natrium dan glutamat. Glutamat adalah asam amino non-esensial yang ditemukan di hampir semua protein. Di Amerika Serikat, MSG termasuk dalam daftar bahan makanan yang aman menurut Food and Drug Administration.
Komite Ilmiah Uni Eropa juga menilai MSG sebagai zat makanan yang aman. Di Jepang, MSG adalah zat aditif makanan yang boleh digunakan tanpa pembatasan. Di Indonesia sendiri, MSG termasuk bahan makanan yang dianggap aman oleh BPOM.
2.2 Tinjauan Pustaka 2.2.1 Teori Komunikasi
Praktikto (1986: 49) menyebutkan bahwa komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Umumnya, pada komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Proses komunikasi, selain secara interpersonal atau face-to-face dapat juga melalui media. Media ini dikenal sebagai media massa seperti pers, televisi radio dan film. Media massa dapat mencapai massa, sejumlah orang yang tidak terbatas. Media komunikasi ini termasuk juga telepon,
telegraf, satelit komunikasi ataupun komunikasi elektronik.
Komunikasi adalah cara kita menerima dan mengirimkan suatu informasi.
Ada berbagai cara dalam berkomunikasi, secara verbal, visual, dan lain- lain. Mulai dari iklan radio, TVC, sampai pada pesan tertulis. Disamping konten, media yang digunakan untuk menyampaikan informasi memiliki peran dan pengaruh penting terhadap seberapa baik audience menerima informasi. Video merupakan media yang paling efektif, karena video dapat secara cepat dan mudah menyederhanakan komunikasi, menyampaikan informasi kepada audience melalui stimulasi visual dan audio.
2.2.2 Teori-Teori dan Prinsip-Prinsip Pembuatan Pesan Visual
Dalam buku Desain Komunikasi Visual Terpadu, Safanayong (2010:20)
mengatakan bahwa proses komunikasi visual dapat dipahami dengan baik apabila menerapkan pendekatan yang luas : mengenal teori-teori, prinsip- prinsip dan teknik-teknik yang membantu dalam pemecahan masalah visual, yaitu teori komunikasi, teori semiotik, teori persepsi (tentang organisasi visual, persepsi visual, persepsi figur dan bentuk) dan estetika bentuk. Teori komunikasi membantu menyusun struktur masalah dalam kaitannya dengan pesan yang dikehendaki dan sesuai dengan target atau khalayaknya. Teori semiotik membantu menghubungkan dan menerangkan hubungan antara tanda (signs) dan keterangannya (referents). Estetika bentuk terdiri dari kualitas bentuk yang intrinsik seperti ukuran, proporsi dan tekstur. Teori persepsi membantu dalam pembentukan struktur dasar dengan cara mengidentifikasi bentuk yang dikenali oleh target sasaran. Prinsip organisasi visual dapat membantu dalam pembentukan hubungan unsur-unsur visual bentuk seperti titik, garis, bidang, warna, tekstur dan sebagainya untuk menciptakan pesan yang diinginkan.
2.2.3 Target Konsumen
Kampanye ini ditargetkan untuk masyarakat di kota besar, terutama untuk ibu rumah tangga.
A. Demografi
Umur : 25-40 tahun
Jenis Kelamin : perempuan Status Sosial : A&B
Status Pendidikan : SMP, SMA, Kuliah
B. Psikografi
Lifestyle : Memasak, membaca majalah, shopping, arisan, mengurus urusan rumah tangga, bekerja
Behaviour : Menginginkan yang terbaik untuk keluarganya, aktif, tidak mudah puas.
Personality : Sayang keluarga, perhatian
C. Geografi
Domisili : Kota Besar
Letak : Indonesia, khususnya DKI Jakarta
2.2.4 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Konsumsi masyarakat terhadap produk-produk termaksud cenderung terus meningkat, seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat termasuk pola konsumsinya. Sementara itu pengetahuan masyarakat masih belum memadai untuk dapat memilih dan menggunakan produk secara tepat, benar dan aman. Di lain pihak iklan dan promosi secara gencar mendorong konsumen untuk mengkonsumsi secara berlebihan dan seringkali tidak rasional.
Untuk itu Indonesia harus memiliki Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SisPOM) yang efektif dan efisien yang mampu mendeteksi, mencegah dan mengawasi produk-produk termaksud untuk melindungi keamanan, keselamatan dan kesehatan konsumennya baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu telah dibentuk Badan POM yang memiliki jaringan nasional dan internasional serta kewenangan penegakan hukum dan memiliki kredibilitas profesional yang tinggi.
Sesuai Pasal 3 Keputusan Kepala Badan POM No. 02001/SK/KBPOM, Badan POM mempunyai fungsi :
• Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang pengawasan Obat dan Makanan.
• Pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang pengawasan Obat dan Makanan.
• Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas Badan POM.
• Pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan
terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang pengawasan Obat dan Makanan.
• Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bindang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.
2.2.5 Kompetitor
2.2.5.1 PKK Kampanyekan Jajanan Tanpa Vetsin & Pengawet Lomba Memasak Jajanan dari Umbi-umbian dan Biji-bijian menjadi salah satu cara efektif untuk sosialisais kudapan sehat dan aman. Dalam lomba yang diikuti 18 kecamatan se-Kabupaten Purbalingga, TP PKK Kecamatan Kutasari berhasil menjadi Juara 1 dengan menu Bola-bola Ganyong dan Kacang Nugget Keju.
Sebagai Runner Up TP PKK Kecamatan Purbalingga disusul TP PKK Kecamatan Karangjambu.
2.3 Tinjauan Khusus 2.3.1 Teori Kampanye
Cangara (2009: 276) menyebutkan dalam buku Pengantar Ilmu Komunikasi bahwa kampanye adalah upaya persuasif untuk mengajak orang lain yang belum sepaham atau belum yakin pada ide-ide yang kita tawarkan, agar mereka bersedia bergabung dan mendukungnya. Oleh sebab itu, ide-ide yang kita lontarkan haruslah yang terbaik yang bisa dirumuskan serta dapat disampaikan sesuai dengan alam pikiran orang lain yang kita harapkan dukungannya.
Teori persuasi dalam kampanye dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi proses-proses yang terjadi ketika pesan-pesan kampanye diarahkan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku khalayak. Persuasi kemudian oleh Perloff Richard M (1993:156) dijadikan acuan untuk merancang kampanye dengan menggunakan beberapa strategi diantaranya:
1. Komunikator yang Terpercaya
Pesan yang diorganisasikan dan disampaikan dengan baik belum cukup untuk mempengaruhi khalayak. Komunikator yang terpercaya dibutuhkan untuk menyampaikan pesan. Pesan yang dirancang sempurna tidak akan membawa perubahan perilaku jika khalayak tidak mempercayai komunikator. Komunikator yang dapat dipercaya dikaitkan dengan kinerja mereka di masa lalu, keahlian, posisi mereka dikaitkan dengan kinerja mereka di masa lalu, keahlian, posisi mereka dan kredibilitas sebagai penyampai pesan.
2. Pesan yang Sesuai dengan Khalayak
Pesan akan berpengaruh besar terhadap perubahan perilaku khalayak jika pesan yang disampaikan dikemas sesuai dengan kepercayaan yang ada pada diri khalayak. Pesan merupakan kebutuhan khalayak. Sudut pandang ini dapat diasumsikan bahwa pesan yang disampaikan merupakan permasalahan yang diangkat dari suatu kelompok masyarakat, atau pesan tersebut sengaja diciptakan komunikator untuk target sasaran khusus yang dituju. Komunikator merancang pesan yang sesuai dengan kebutuhan khalayak merupakan nilai lebih pesan yang menjadikannya memiliki daya tarik terhadap khalayak.
3. Munculkan Kekuatan pada Khalayak
Cara yang dapat membuat perubahan perilaku yang permanen pada diri khalayak adalah dengan meyakinkan diri khalayak. Khalayak harus yakin bahwa pesan yang disampaikan adalah yang mereka butuhkan untuk menjalani kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. Pesan yang ada menampilkan informasi terhadap efek positif yang ada jika mereka setuju dan mendukung pesan.
4. Ajakan Khalayak untuk Berpikir
Pesan dapat membawa perubahan perilaku jika mampu memunculkan pemikiran positif dalam diri khalayak, dimana pemikiran positif ini dapat diperoleh dengan menyampaikan keuntungan keuntungan dan
menunjukkan bahwa pemikiran pemikiran negatif khalayak adalah tidak benar adanya.
5. Strategi Pelibatan
Khalayak dapat dipengaruhi dengan menyampaikan pesan yang sesuai dan menggunakan strategi keterlibatan khalayak. Pesan yang disampaikan harus diarahkan pada tinggi atau rendahnya keterlibatan.
Pesan bersifat ajakan kepada khalayak untuk ikut serta dan terlibat dalam program kampanye sosial yang nantinya akan menentukan sukses tidaknya program tersebut. Program kampanye tanpa keterlibatan masyarakat tidaklah akan berhasil dan perubahan yang lebih baik tidak terjadi pada kehidupan mereka dalam bermasyarakat.
6. Strategi Pembangunan Inkonsistensi
Pesan yang muncul akan menimbulkan disonansi karena tidak cocok dengan apa yang mereka percayai selama ini. Disonansi karena ketidakcocokan tersebut pada akhirnya akan membawa khalayak berkeinginan untuk melakukan tindakan yang akan mengarahkannya berada pada posisi aman dan seimbang. Kondisi inilah yang dapat digunakan baik untuk membimbing khalayak agar melakukan perubahan perilaku sesuai dengan yang dianjurkan program kampanye.
7. Resistensi Khalayak terhadap Pesan Negatif
Khalayak agar mengikuti anjuran kampanye dengan cara memunculkan resistensi/ketahanan khalayak terhadap pesan negatif yang berlawanan dengan pesan kampanye. Strategi ini berguna untuk membuat khalayak memiliki resistensi terhadap sesuatu tindakan yang ingin dicegah dan ditanggulangi oleh kampanye.
2.3.2 Teori Warna
Warna adalah aspek penting dalam suatu desain dan masing-masing warna memiliki arti dan kegunaannya sendiri. Colm Tuite dalam artikelnya di www.quora.com menjelaskan bahwa, ”Tints are colors mixed with white.
Tints convey a lighter, more peaceful, less energetic feeling than pure colors and are usually considered more feminine. Industries like health, spa, beauty etc. might benefit from using tints.”
2.3.3 Teori Tipografi
Tipografi merupakan representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi verbal dan merupakan properti visual yang pokok dan efektif. Hadirnya tipografi dalam sebuah media terapan visual merupakan faktor yang membedakan antara desain grafis dan media ekspresi visual lain seperti lukisan. Lewat kandungan nilai fungsional dan nilai estetiknya, huruf memiliki potensi untuk menterjemahkan atmosfir-atmosfir yang tersirat dalam sebuah komunikasi verbal yang dituangkan melalui abstraksi bentuk- bentuk visual.
Menurut Timothy Samar (2011:46) dalam buku Typography Workbook, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk sistem keterbacaan yang mempengaruhi tipografi, yaitu:
• Legibility : Huruf yang dpilih jelas bentuknya
• Readibility : Huruf yang dipilih mudah dibaca
• Visibility : Huruf yang dipilih mudah terlihat
• Clearity : Huruf harus memperlihatkan kejelasan
Akan lebih baik jika menggunakan maksimal dua typeface family, atau selebih-lebihnya tiga typeface.
2.2.4 SWOT Strength
• Konten bermanfaat bagi target audience dan menarik
• Pembahasan dikemas secara menarik dengan adanya penjelasan akan fakta-fakta unik dari MSG
• Kampanye dirancang dengan metode yang lebih menarik dan mudah dipahami dengan menggunakan media video (explainer video), sehingga audience dapat lebih cepat dan mudah menangkap informasi yang disampaikan.
Weakness
• Belum ditemukan sumber yang mampu memberikan informasi yang akurat dan terpercaya mengenai MSG. Sejauh ini, sumber yang menyatakan bahwa MSG tidak berbahaya merupakan individu atau organisasi yang bekerja atau berhubungan dengan produsen Monosodium Glutamat.
• Sumber informasi yang didapat melalui internet terlalu banyak dan beberapa menyampaikan informasi yang memiliki maksud yang sama, namun data yang disampaikan berbeda-beda.
Opportunity
• Produk pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat sebagian besar mengandung MSG. Hal ini membuat masyarakat tidak bisa sepenuhnya menghindari penggunaan MSG dalam pola makan sehari-hari.
Threat
• Ada pihak yang menyalah artikan tujuan kampanye sebagai himbauan untuk mengkonsumsi MSG
• Masyarakat sulit untuk megubah persepsi negatif terhadap MSG karena kurangnya sumber yang menginformasikan bahwa MSG aman dikonsumsi dalam takaran dan kondisi tertentu.