• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. pengaruh pembiayaan pendidikan dan kinerja pendidikan terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. pengaruh pembiayaan pendidikan dan kinerja pendidikan terhadap"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil estimasi dan pembahasan tentang model pengaruh pembiayaan pendidikan dan kinerja pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi, maka dapat diberikan kesimpulan sebagai berikut : 1. Pembiayaan pendidikan berpengaruh postif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di tiap provinsi di Indonesia selama kurun waktu pengamatan 2012-2016. Perbaikan mutu pendidikan sudah menunjukkan hasil positif yang dipicu oleh gelontoran dana dari APBN dan APBD secara nominal meningkat tiap tahunnya.

2. Kinerja pendidikan yang diukur dengan Angka Partisipasi Murni (APM) SMP berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Ini disebabkan kecilnya disparitas akses pendidikan sehingga belum mampu medongkrak pertumbuhan ekonomi. Masih rendahnya angka Partisipasi Murni masih menjadi faktor penentu. Peningkatan APM SMP akan cenderung menurunkan pertumbuhan ekonomi 33 Provinsi di Indonesia

3. Angka Partisipasi Murni (APM) SMA berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan ekonomi Indonesia. Semakin terdidik masyarakat maka semakin mudah untuk melakukan aktivitas ekonomi yang ditandai dengan meningkatnya produktivitas

(2)

kerja sehingga bisa menggerek pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Peningkatan APM SMA akan diikuti oleh peningkatan pertumbuhan ekonomi 33 Provinsi di Indonesia.

5.2 Saran

Sebagai naskah akademik (skripsi) dari hasil penelitian ini maka penelitian ini merekomendasikan beberapa saran kepada pemangku kepentingan dan seluruh stakeholder untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan bermutu, diantaranya :

1. Pemerintah perlu mengevaluasi alokasi anggaran pendidikan di masing-masing daerah sehingga bisa dipetakan anggaran untuk prioritas pembangunan pendidikan yang bermutu kedepannya.

Perlu adanya sinkronisasi antara APBN dan APBD setiap tahun yang dikelola agar mampu mengarahkan anggaran tidak rutin pada belanja rapat koordinasi, dan pelatihan terus menerus. Tetapi perlu ditingkatkan melalui rencana kerja kementerian/lembaga yang lebih tepat sasaran.

2. Masalah Angka Partisipasi Murni masih harus terus diperbaiki program-programnya kedepan. Sehingga tidak tercipta tumpang tindih program peningkatan mutu pendidikan dan peningkatan kinerja pendidikan tahun-tahun selanjutnya.

3. Untuk penelitian selanjutnya, maka disarankan untuk memperbanyak seri tahun penelitian (times series) dan lebih

(3)

memperdalam dengan melibatkan variabel-variabel kontrol agar bisa mengetahui pengaruh secara komprehensif.

(4)

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Lincolin. 2010. Ekonomi Pembangunan. Edisi Kelima. Yogyakarta:

UPP STIM YKPN

Agustina, Eka ,Eny Rochaida, Yana Ulfah. 2016. Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Daerah Sektor Pendidikan dan Kesehatan terhadap Produk Domestik Regional Bruto Serta Indeks Pembangunan Manusia Di Kalimantan Timur. INOVASI :Jurnal Ekonomi Keuangan, dan Manajemen, Vol.12 No. 2 Hal. 192-217

Akita, T. 2002. Regional Income Inequality in Indonesia and the Initial Impact of the Economic Crisis. Bulletin of Indonesian Economic Studies. Vol. 38 No.2 Hal.201-222

Armer, M and Liu, C. 1993. Education’s effect on economic growth in Taiwan. Comparative Education Review Vol.37 No. 3 Hal. 304-321 Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 Kementerian keuangan

BPS, Berita Resmi Statistik 2017 BPS, Berita Resmi Statistik 2016 Badan Pusat Statistik, 2012-2016

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, 2018

deMello, L.R. 2000. Fiscal Decentralization and Intergovemental Fiscal Relation : A Cross-Country Analysys. World Development, Vol. 2 No.28. Hal. 244-257

Fattah, N. (2006) Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. Bandung: Rosda

(5)

Gujarati, Damodar. (2003). Ekonometrika Dasar. (Drs. Ak. Sumarno Zain, MBA. Terjemahan). Jakarta : Erlangga. Buku asli diterbitkan tahun 1978

Gujarati, Damodar dan Dawn C.Porter. 2009. Dasar-dasar Ekonometrika.

Jakarta : Penerbit Salemba Empat

Gisore Naftaly, SymonKiprop, AquilarsKalio, James Ochieng. 2014. Effect Of Government Expenditure on Economic Growth in East Africa: A Disaggregated Model. European Journal of Business and Social Sciences, Vol. 3 No. 8 Hal. 289 – 304

http://www.dpr.go.id/doksetjen/dokumen/biro-apbn-apbn-Pembangunan- Bidang-Pendidikan-Perencanaan-Yang-Lebih-Fokus-dan-Berorientasi-Ke- Timur-Indonesia-Merupakan-Solusi-Atasi-Kesenjangan-dan-Percepat- Pencapaian-Target-Nasional-1434364286.pdf

Haughton, Jonathan dan Shahidur. (2010) Handbook on Proverty and inequality. New York: World Bank

Hussin, Mohd Yahya Mohd, et al. 2012. Education Expenditure and Economic Growth: A Causal Analysisfor Malaysia. Journal of Economics and Sustainable Development. Vol. 3 No.7 Hal. 71-81 Jhingan. 2010. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: Raja

Grafindo Persada

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kuncoro, Mudrajad. 2004. Otonomi dan Pembangunan Daerah:

Reformasi, Perencanaan, Strategi dan peluang. Jakarta : Penerbit Erlangga

Kuncoro, Mudrajad. 2009. Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Edisi Ketiga. Jakarta : Penerbit Erlangga

(6)

Lingaraj MALLICK, 2016 Pradeep Kumar DAS, Kalandi Charan PRADHAN. Impact of educational expenditure on economic growth in major Asian countries: Evidence from econometric analysis.

Theoretical and Applied Economics Vol. XXIII No. 2 Hal. 173-186 Litvack, J., J Ahmad, dan R Bird. 1998. Rethinking Decentralization in

Developing countries. Sector studies series. Washington, D.C : The International Bank for Reconstrution and Development. World Bank.

http://www1.worldbank.org/publicsector/decentralization/rethinking

%20Decentalization.pdf

Lipsey, Richard G. 1990. Pengantar Ilmu Ekonomi. Jakarta : Rineka Cipta Mulyadi. 2008. Ekonomi Sumber Daya Manusia dalam Perspektif

Pembangunan. Jakarta: PT. Rajawali Pers

Majalah Jendela Pendidikan dan Kebudayaan, Edisi Maret 2017

Mangkoesoebroto, Guritno. 2000. Ekonomi Publik. Edisi ketiga.

Yogyakarta : BPFE

Mekdad, Yousra, Aziz Dahmani Monir Louaj. 2014. Public spending on education and Economic Growth in Algeria:Causality Test.

International Journal of Business and Management Vol. II No.3 Hal.55-70

Muhammad afzal, Muhammad shahid farooq hafiz khalil ahmad, Ishrat begum and M. abdul quddus, relationship between school education and economic growth in pakistan ardl bounds testing approach to cointegration. Pakistan Economic and Social Review Vol. 48 No. 1 Hal. 39-60

Musgrave, R., dan Musgrave, P. 1989. Public Finance In Theory And Practice. International Edition. Singapore : McGraw-Hill

(7)

Oates, W.E 1993. Fiscal Decentralization and Economic Development.

National Tax Journal, Vol. 46 No.2 Hal. 237-243

Odior, Ernest Simeon O. 2011. Government Spending on Education, Economic Growth and Long Waves in a CGE Micro-Simulation Analysis: The Case of Nigeria. British Journal of Economics, Finance and Management Sciences. Vol. 1 No.2 Hal. 74-87

Otieno, Ojala Daphen. 2016. Role of Educational Investment on Economic Growth and Development in Kenya. Journal of Education and Practice. Vol.7 No.22 Hal. 68-81.

Postur APBN Indonesia, Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan

Potret Pendidikan Indonesia 2016, Badan Pusat Statistik

Rahayu, S. A. T. 2004. Peranan Sektor Publik Lokal dan Pertumbuhan Ekonomi Regional di Wilayah Surakarta Tahun 1987-2000.

Jurnal Kinerja. Vol. 8 No.2 Hal. 133-147.

Rustam, 2010. Perencanaan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Dalam Rangka Mengurangi Angka Pengangguran Dan Kemiskinan.

Riasat Saima, Rao Muhammad Atif and Khalid Zaman. 2011. Measuring The Impact Of Educational Expenditures OnEconomic Growth:

Evidence From Pakistan. Educational Research. Vol. 2 No.13 Hal.

1839-1846

Simkovic, M. (2013). Risk-Based Student Loans. Washington and Lee Law Review

Sedat Gumus, dkk. 2012. The Relationship between Economic Growth and School Enrollment Rates: Time Series Evidence from Turkey.

Educational Policy Analysis and Strategic Research, Vol.7,No 1, Hal.24-38

(8)

Sukirno, Sadono. 2006. Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, Dan Dasar Kebijakan. Edisi Kedua. Jakarta: Kencana

Soediyono, R. 1992. Ekonomi Makro Pengantar Analisis Nasional. Edisi ke empat. Yogyakarta : Liberty

Todaro, Michael dan Stephen C, Smith. 2006. Pembangunan Ekonomi edisi kesembilan. Jakarta: Erlangga.

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem pendidikan nasional

UU No. 4 Tahun 2012 Tentang Perubahan atas UU No. 22 Tahun 2011 Tentang APBN TA 2012

V A, Nur Berlian. 2011. Faktor-faktor yang Terkait dengan Rendahnya Pencapaian Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 17 No.1 Hal 43-55

V A, Nur Berlian. 2011. Faktor-faktor yang Terkait dengan Rendahnya Pencapaian Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 17 No.1 Hal 43-55

Wellisch, D. 2004. Theory of Public Finance in a Federal State.

Cambridge,UK : Cambridge University Press

Yacoub, Y., 2012. Pengaruh Tingkat Pengangguran terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten / Kota di Provinsi Kalimantan Barat.

Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura Pontianak

Referensi

Dokumen terkait

Moewardi tidak mempengaruhi pemanfaatan lahan komersial di sekitar kawasan karena pelayanan kesehatan memiliki total jumlah perubahan yang menurun tetapi pemanfaatan lahan

interaksi yang nyata antara perlakuan dosis pupuk urea dan umur bibit terhadap tinggi, diameter batang, jumlah daun, luas daun, panjang akar dan berat kering bibit kakao

Proses umum yang digunakan untuk mengubah minyak nabati menjadi biodiesel adalah dengan melakukan reaksi transesterifikasi, baik menggunakan katalis asam maupun

Selain itu mengingat luas Batam dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi hingga dualisme kelembagaan yang terjadi di Batam maka diperlukan juga koordinasi

Undang-undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998 kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan

Menghitung simpangan rata – rata bila diberikan data berkelompok dengan panjang kelas genap dan banyak data

Pada kolom sebelah kiri bawah, kita memecahkan sistem persamaan-persamaan linear dengan mengoperasikannya pada persamaan dalam sistem tersebut, dan dalam kolom sebelah

Sebelum melakukan penggabungan state, hal yang pertama sekali dilakukan adalah menentukan terlebih dahulu state yang tidak acceptance equivalence (state final dan state