• Tidak ada hasil yang ditemukan

Disusun Oleh: SITI ROJANAH NIM :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Disusun Oleh: SITI ROJANAH NIM :"

Copied!
116
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi Salah Satu syarat menjadi Sarjana (S1)

Disusun Oleh:

SITI ROJANAH NIM : 111510822

FAKULTAS EKONOMI BISNIS DAN ILMU SOSIAL PROGRAM STUDI EKONOMI MANAJEMEN

UNIVERSITAS PELITA BANGSA

BEKASI - 2019

(2)

ii NIM : 111510822

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya ajukan ini adalah hasil karya sendiri yang belum pernah disampaikan untuk mendapatkan gelar pada program Sarjana ini. Karya ini adalah milik saya, karena itu yang bertanggung jawabnya adalah saya. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar, maka Saya bersedia untuk ditinjau dan menerima sanksi sebagaimana mestinya.

Bekasi,03 Oktober 2019

SITI ROJANAH NIM : 111.510.822

(3)

iii

Nama : SITI ROJANAH

NIM : 111510822

Angkatan/Kelas : MA 15 D1

Konsentrasi : KEWIRAUSAHAAN

Judul Skripsi : PENGARUH HARGA, PROMOSI DAN KUALITAS

PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN

PADA MAKANAN RINGAN SNACK LUMPIA ROLL DI KOMPLEK MEGA REGENCY- SERANG BARU

Bekasi, 03 Oktober 2019 Dosen Pembimbing,

Sri Wahyuningsih, S.E., M.M NIDN : 0428067705

(4)

iv

SITI ROJANAH NIM : 111.510.822

Telah dipertahankan di depan dewan Penguji pada hari Kamis Tanggal 17 Oktober 2019 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima sebagai Skripsi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis dan Ilmu Sosial

Universitas Pelita Bangsa

Ketua Tim Penguji Tanda Tangan

Nama : Joko Mulyono, S.E., M.M NIDN : 0422046906

...

Anggota Penguji Tanda Tangan

Nama : Daspar, S.E., M.M NIDN : 0412098901

...

Anggota Penguji Tanda Tangan

Nama : Sri Wahyuningsih, S.E., M.M NIDN : 0428067705

...

Menyetujui,

Ketua Program Studi Manajemen Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis dan Ilmu Sosial

Yunita Ramadhani RDS, S.E., M.Sc Preatmi Nurastuti, S.E., M.M NIDN : 0406068402 NIDN : 0404046508

(5)

v

RINGAN SNACK LUMPIA ROLL DI KOMPLEK MEGA REGENCY - SERANG BARU

(Studi Kasus UMKM Snack Lumpia Roll)

Oleh SITI ROJANAH

111510822

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Harga (X1), Promosi (X2) dan Kualitas Produk (X3) terhadap keputusan Pembelian (Y) Konsumen dalam pembelian Snack Lumpia Roll. Kreativitas dan jiwa inovator para wirausaha akan berfikir untuk mencari atau menciptakan peluang baru agar lebih baik. dalam dunia bisnis atau usaha harus memperhatikan ketiga Variabel Tersebut, Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini untuk mengetahui variabel X1, X2, X3 mempengaruhi variabel Y.

Data penelitian di kumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan kuesioner yang disebarkan kepada 80 responden yang ditujukan kepada pembeli dengan menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui tanggapan dari masing – masing responden. Teknik analisa data yang digunakan adalah Regresi linear berganda untuk membuktikan hipotesis penelitian.

Berdasarkan uji t menunjukkan bahwa hasil Variabel X1, X2, X3 dengan nilai Sig

< 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya bahwa Variabel X1,X2,X3 secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian makanan ringan snack lumpia roll di komplek Mega Regency-Serang Baru. Berdasarkan Uji f menunjukkan bahwa nilai sig 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, menggunakan taraf signifikasi 5% (0,05), Fhitung 87,679 > Ftabel 2,72 maka dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan Secara bersama sama (simultan) antara variabel X1, X2, X3 Terhadap variabel Y.

Kata kunci : harga, promosi, kualitas produk, keputusan pembelian

(6)

vi

Spring Roll Rollies. Creativity and innovator spirit of entrepreneurs will think to look for or create new opportunities to be better. in the business world or business must pay attention to these three variables, the formulation of the problem in this study to determine the variables X1, X2, X3 affect the variable Y.

The research data was collected using the method of observation and questionnaire distributed to 80 respondents addressed to buyers using quantitative methods to determine the responses of each respondent. The data analysis technique used is multiple linear regression to prove the research hypothesis.

Based on the t test shows that the results of Variables X1, X2, X3 with Sig <0.05 then Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that Variables X1, X2, X3

partially have a significant effect on the decision to purchase snack snacks lumpia roll in the Mega Regency complex -New attack. Based on the Test f shows that the value of sig 0,000 <0.05 then H0 is rejected and Ha is accepted, using a

significance level of 5% (0.05), Fcount 87.679> Ftable 2.72 then it can be said that there is a significant influence simultaneously (simultaneously) between variables X1, X2, X3 Against the Y variable.

Keywords: price, promotion, product quality, purchasing decision

(7)

vii

menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Pengaruh harga, promosi, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada makan ringan Snack Lumpia Roll di Komplek Mega Regency – Serang baru” ini dapat diselesaikan tepat waktu skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan studi program Sarjana Program Studi Manajemen Universitas Pelita Bangsa.

Penyelesaian Tesis ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, sehingga pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada :

1. Ibu Sri Wahyuningsih, S.E., M.M selaku pembimbing skripsi yang dengan sabar memberikan bimbingan dalam penyusunan skripsi.

2. Ibu Preatmi Nurastuti, S.E., M.M Selaku Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis dan Ilmu Sosial.

3. Ibu Yunita Ramadhani RDS, S.E., M.Sc selaku Ketua Program Studi Manajemen.

4. Dosen dan Civitas Akademik Universitas Pelita Bangsa.

5. Suami dan anak tercinta yang selalu memberikan semangat kepada penulis.

6. Kedua orang tua yang memberikan doa dan dukungan kepada penulis.

7. Teman – teman seperjuangan yang selalu menyemangati dalam proses belajar.

8. Semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari masih banyak keterbatasan pada susunan skripsi sehingga kritik dan saran sangat diharapkan demi perbaikan penulisan laporan penelitian di kemudian hari. Namun demikian, penulis tetap berharap semoga hasil penelittian ini dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan.

Bekasi,03 Oktober 2019 Penulis

(8)

viii

Lembar Pengesahan ... ... iv

Abstrak... ... v

Absract... . ... vi

Kata Pengantar... . ... vii

Daftar Isi... .. ... viii

Daftar Tabel... .. ... x

Daftar Gambar... .. ... xi

Daftar Lampiran... ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.4 Manfaat Penelitian ... 5

1.5 Sistematika Penulisan ... 6

BAB II KAJIAN / TINJAUAN PUSTAKA ... 8

2.1. Landasan Teori... 8

2.1.1. Pengertian Keputusan Pembelian ... 8

2.1.2. Indikator Keputusan Pembelian... 9

2.1.3. Pengertian Harga ... 12

2.1.4. Indikator Harga... 13

2.1.5. Pengertian Promosi... 15

2.1.6. Indikator Promosi... . 16

2.1.7. Pengertian Kualitas Produk ... 17

2.1.8. Indikator Kualitas Produk ... 18

2.2. Penelitian Terdahulu Yang Relevan... 19

2.3. Hipotesis ... 23

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 28

3.1 Jenis Penelitian ... 28

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 28

3.3 Kerangka Konsep ... 29

3.3.1 Desain Penelitian ... 29

3.3.2 Deskriptif Operasional dan Variabel Penelitian ... 31

3.4 Populasi Dan Sampel ... 37

3.4.1 Populasi ... . 37

3.4.2 Sampel ... 38

3.5 Metode Pengumpulan Data ... 39

3.6 Metode Analisa Data ... 39

3.6.1 Uji Validitas dan realibitas ... 40

3.6.2 Uji Asumsi Klasik ... ... 41

3.6.3 Uji Korelasi dan Regresi ... 42

3.6.4 Uji Hipotesis... 43

(9)

ix

4.2. Struktur Organisas ... 47

BAB V HASIL PENELITIAN ... 48

5.1. Analisis Data Penelitian ... . 48

5.1.1 Karakteristik Responden ... .. 48

5.1.2 Uji Validitas dan Uji Reabilitas ... . 50

5.1.3 Uji Asumsi Klasik ... 54

5.1.4 Uji Korelasi dan Regresi ... . 58

5.2. Hasil Uji Hipotesis ... 61

5.3 Interpretasi Data atau Pembahasan ... 66

BAB VI PENUTUP ... 70

6.1. Kesimpulan ... 70

6.2. Saran ... 71

DAFTAR PUSTAKA ... 73

LAMPIRAN ... 75

(10)

x

4. Tabel 3.3 Definisi Operasional Variabel ... 31

5. Tabel 4.1 Struktur Organisasi ... 47

6. Tabel 5.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 48

7. Tabel 5.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur ... 49

8. Tabel 5.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ... 49

9. Tabel 5.4 Hasil Uji Validitas Variabel Harga... 51

10. Tabel 5.5 Hasil Uji Validitas Variabel Promosi ... 51

11. Tabel 5.6 Hasil Uji Validitas Variabel Kualitas Produk ... 52

12. Tabel 5.7 Hasil Uji Validitas Variabel Keputusan pembeli ... 52

13. Tabel 5.8 Hasil Uji Reabilitas... 53

14. Tabel 5.9 Hasil Uji Normalitas ... 55

15. Tabel 5.10Hasil Uji Multikolonearitas ... 56

16. Tabel 5.11 Hasil Uji Heteroskedaktisitas ... 57

17. Tabel 5.12 Hasil Uji Autokorelasi ... 58

18. Tabel 5.13 Hasil Uji Korelasi ... 59

19. Tabel 5.14 Hasil Uji Regresi Linear Berganda ... 60

20. Tabel 5.15 Hasil Uji T ... 63

21. Tabel 5.16 Hasil Uji F ... 65

(11)

xi

(12)

xii

4. Produk Snack Lumpia Roll... . 90

5. Mapping... 91

6. Tabel r ... 100

7. Tabel Durbin Watson (Dw)... 101

8. Tabel t ... 102

9. Tabel F ... 103

10. Daftar Riwayat Hidup ... . 104

(13)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.

Usaha kecil adalah usaha yang di kelola secara mandiri, tidak mendominasi pasar, dan memenuhi standar ukuran tertentu dari sisi laba dan jumlah karyawan. Menurut DR. Syahrial Yusuf, S.E., M.M (2010:67) Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia telah menunjukan ketahanan dalam menghadapi krisis ekonomi yang terjadi di saat sekarang maupun di masa lalu. Fakta tersebut menunjukan bahwa usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah mampu menghadapi pengaruh negatif dari kondisi perekonomian dunia dan nasional yang telah mengalami krisis berkali-kali.

UU No.20/ 2008 tentang usaha Mikro, Kecil dan Menengah mendorong beberapa instansi Pemerintah dan BUMN saat ini mulai mengembangkan program pendampingan dan pembinaan terhadap UMKM, diantaranya program pembiayaan Produktif Koperasi dan Usaha mikro (P3KUM) pola syariah. Selain itu juga program perkuatan permodalan KJKS/UJKS yang dilaksanakan oleh kantor kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Populasi wirausaha penting, karena merekalah yang mampu melihat peluang, mengembangkan, dan menciptakan bisnis baru. Alhasil tercipta lapangan kerja dan tumbuhnya perekonomian negara. Terlebih di zaman digital, nyaris tak ada kendala untuk memulai bisnis. Modalnya hanya

(14)

kreatifitas dan keberanian. Siapapun bisa membuka gerai online, tanpa harus membuka toko fisik terlebih dulu. Makanan, minuman, aplikasi, jasa, apa saja,dsb. Demikian juga promosi dan pemasaran lebih mudah dan cepat dilakukan lewat media sosial.

Fenomena di atas mendorong pesatnya pertumbuhan wirausaha di tanah air. Kementerian Koperasi dan UKM telah merilis rasio wirausaha tahun 2016 di tanah air mencapai 3,1% meningkat dari rasio sebelumnya 1,67%.

Artinya, rasio kewirausahaan Indonesia sudah melampui batas minimal rasio kewirausahaan sebuah negara, yakni 2%.“Dalam kurun waktu dua tahun dapat dicapai rasio kewirausahaan 3,1% mudah-mudahan tahun depan naik menjadi 4%. Kita malu dengan penduduk Indonesia 250 juta orang, tapi jumlah kewirausahaan masih kecil. Kita ingin rasionya paling tidak sama dengan Malaysia yang mencapai 5%, tidak perlu seperti Jepang dan Amerika Serikat yang sudah mencapai lebih dari 10%,” kata Menteri Puspayoga saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM UMKM, di Denpasar, Bali, Selasa (21/3/2017).

Tabel 1.1

Perkembangan Data Usaha (Umkm) Dan Usaha Besar (Ub) Tahun 2016 - 2017

No Indikator Satuan Tahun 2016 Tahun 2017 Perkembangan tahun 2016 – 2017 Jumlah Pangsa Jumlah Pangsa Jumlah %

1

Unit Usaha

Usaha

Mikro Unit

60.863.57

8 98,71 62.106.900 98,7 1.243.322 2,04 Usaha

Kecil Unit 731.047 1,19 757.090 1,2 26.043 3,56 Usaha

Menengah Unit 56.551 0,09 58.627 0,09 2.075 3,67

(15)

Usaha

Besar Unit 5.370 0,01 5.460 0,01 90 1,67

Jumlah 61.656.546 100 62.928.077 100 1.271.530 10,94

2

Tenaga Kerja

Usaha

Mikro Orang

103.839.0

15 89,3 107.232.992 89,17 3.393.977 3,27 Usaha

Kecil Orang

5.402.073 4,65 5.704.321 4,74 302.248 5,6

Usaha

Menengah Orang

3.587.522 3,09 3.736.103 3,11 148.580 4,14

Usaha

Besar Orang

3.444.746 2,96 3.586.769 2,98 142.023 4,12

Jumlah 116.273.36 100 120.260.185 100 3.986.828 17,13

Data dari kementrian koperasi dan UMKM Di Indonesia tahun 2016 – 2017 Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menargetkan rasio wirausaha di Indonesia mencapai 4% pada awal 2017. Target itu diharapkan akan tercapai dengan kerjasama semua pihak, pemerintah pusat, pemda, kampus dan mahasiswa, BUMN dan pihak lainnya.Target 4% tersebut sangat mungkin dicapai jika ada kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kampus, serta pihak lain. Mahasiswa dan kampus merupakan sasaran yang paling potensial untuk menumbuhkan kewirausahaan.

Snack Lumpia Roll merupakan makanan ringan dengan bahan dasar lumpia di tambahkan bumbu pelengkap, Dengan inovasi dan kreasi produk yang tidak pernah berhenti,Rasanya yang enak dan renyah tetapi tetap memperhatikan nilai-nilai kesehatan bagi yang mengkonsumsi. usaha yang bergerak dalam bidang pengolahan makanan (industry kecil) yang memanfaatkan kulit lumpia sebagai bahan utamanya. Lumpia merupakan produk kue jajanan pasar lezat yang mudah sekali untuk dibuat. Berbagai upaya dilakukan melalui pengembangan inovasi, maka pengusaha Snack meningkatkan penjualannya. Terlebih di era digital ini, maka penulis

(16)

melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Harga, Promosi Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Pada Makanan Ringan Snack Lumpia Roll Di Komplek Mega Regency-Serang Baru”.

1.2 Rumusan Masalah.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

1. Apakah harga Snack Lumpia Roll yang ditetapkan akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian?

2. Apakah Promosi Snack Lumpia Roll akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian?

3. Apakah Kualitas Produk Snack Lumpia Roll akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian?

4. Apakah Harga, Promosi dan Kualitas Produk secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian Snack Lumpia Roll?

1.3 Tujuan penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1 Untuk Mengetahui apakah harga Snack Lumpia Roll yang ditetapkan akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

2 Untuk Mengetahui apakah Promosi Snack Lumpia Roll akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

(17)

3 Untuk Mengetahui apakah Kualitas Produk Snack Lumpia Roll akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

4 Untuk Mengetahui apakah Harga, Promosi dan Kualitas Produk secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian Snack Lumpia Roll.

Sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan di atas, maka yang menjadi tujuan penulis dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengetahui pengaruh harga, promosi dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada makanan ringan Snack Lumpia Roll di komplek Mega Regency-Serang Baru.

1.4 Manfaat Penelitian.

Penelitian karya ilmiah ini diharapkan akan memberi manfaat kegunaan secara teoritis dan priktis kepada berbagai pihak yang membaca:

1. Manfaat Teoritis, semoga hasil kesimpulan dari pada penelitian karya ilmiah ini akan menjadi sarana pengembangan teori ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam manajemen kewirausahaan yang selama ini diperoleh dibangku kuliah untuk kemudian diterapkan pada dunia usaha.

2. Manfaat Praktis, Hasil penelitian ini akan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi para pembaca karya ilmiah ini di bidang kewirausahaan dan dapat digunakan sebagai solusi dalam upaya mempengaruhi konsumen dalam melakukan tindakan keputusan pembelian.

(18)

1.5 Sistematika Penulisan.

Sistematika penulisan skripsi yang akan di lakukan peneliti (Siti Rojanah, 2019:1-100 ), dapat diuraikan sebagai berikut :

1 Bab I : Pendahuluan, pada bab ini menjelasakan tentang latar belakang, Perumusan masalah, Tujuan penelitian, Manfaat penelitian dan sistematika penelitian

2 Bab II : Tinjauan Pustaka, pada bab ini menjelaskan tentang landasan teori meliputi pengertian kompetensi dan indikatornya, pengertian keputusan pembelian dan indikatornya, pengertian harga dan indikatornya, pengertian promosi dan indikatornya selanjutnya menjelaskan tentang penelitian terdahulu yang relevan dan hipotesis.

3 Bab III : Metodologi penelitian, pada bab ini menjelaskan tentang jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, kerangka konsep yang meliputi desain penelitian dan deskripsi operasional variabel penelitian, selanjutnya menjelaskan tentang populasi dan sampel, metode pengumpulan data, metode analisis data yang meliputi tahap pengolahan data kuantitatif dan tahap pengujian instrumen penelitian.

4 Bab IV : Gambaran umum obyek penelitian, pada bab ini menjelaskan Profil usaha tentang sejarah Snack Lumpia Roll, meliputi Visi dan Misi, selanjutnya menjelaskan tentang struktur organisasi yang terdiri dari gambar struktur organisasi,

(19)

5 Bab V : Hasil penelitian pada bab ini menjelaskan tentang analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi dan uji hipotesis, dijelaskan pula interpretasi data/pembahasan.

6 Bab VI : Penutup, pada bab ini menjelaskan kesimpulan dan saran bagi pihak-pihak yang terkait dengan Harga, Promosi dan Kualitas produk.

(20)

8

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan teori.

2.1.1 Pengertian Keputusan Pembelian.

Definisi keputusan pembelian dalam penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan oleh seorang konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk melalui berbagai organisasi dan berbagai pertimbangan. Kebanyakan konsumen, baik konsumen individu maupun pembeli organisasi melalui proses mental yang hampir sama dalam memutuskan produk dan merek yang akan dibeli.

Menurut Kotler dan Armstrong (2008:181), keputusan pembelian konsumen adalah membeli merek yang paling disukai dari berbagai alternatif yang ada, tetapi dua faktor bisa berada antara niat pembelian dan keputusan pembelian. Faktor pertama adalah sikap orang lain dan faktor yang kedua adalah faktor situasional. Oleh karena itu, preferensi dan niat pembelian tidak selalu menghasilkan pembelian yang aktual.

Menurut Fandy Tjiptono (2014:21) keputusan pembelian adalah sebuah proses dimana konsumen mengenal masalahnya, mencari informasi mengenai produk atau merek tertentu dan mengevaluasi seberapa baik masing-masing alternatif tersebut dapat memecahkan masalahnya, yang kemudian mengarah kepada keputusan pembelian.

(21)

Menurut Kotler dan Keller (2012:227) adalah Proses keputusan pembelian merupakan proses dimana konsumen melewati lima tahap, yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian, yang dimulai jauh sebelum pembelian aktual dilakukan dan memiliki dampak yang lama setelah itu.

2.1.2 Indikator Keputusan Pembelian.

Bahwa dalam penjelasan di atas ada Indikator keputusan pembelian yang akan dijelaskan dalam penelitian ini mengunakan Kotler dan Keller (2012:178) :

1. Pilihan produk.

Dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berniat membeli sebuah produk serta alternatifnya yang mereka pertimbangkan. Konsumen dapat mengambil keputusan untuk memilih sebuah produk dengan pertimbangan:

a. Keunggulan produk, yaitu tingkat kualitas diharapkan oleh konsumen pada produk yang dibutuhkan dari beragam pilihan yang ada.

b. Manfaat produk, yaitu tingkat kegunaan yang dapat diperoleh konsumen pada tiap pilihan produk untuk memenuhi kebutuhannya.

(22)

c. Pemilihan produk, yaitu pilihan konsumen pada produk yang akan dibelinya sesuai dengan kualitas yang diinginkan dan manfaat yang akan diperolehnya.

2. Pilihan merek.

Konsumen harus menjatuhkan pilihan pada merek apa yang akan dibeli. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui bagaimana cara konsumen menjatuhkan pilihan terhadap sebuah merek yaitu:

a. Ketertarikan pada merek, yaitu ketertarikan pada citra merek yang sudah melekat pada produk yang dibutuhkan.

b. Kebiasaan pada merek, yaitu konsumen memilih produk dengan merek tertentu, karena telah terbiasa dengan merek tersebut pada produk yang dibelinya.

c. Kesesuaian harga, yaitu konsumen selalu mempertimbangkan harga yang sesuai dengan kualitas dan manfaat produk yang akan diperolehnya.

3. Pilihan penyalur.

Konsumen harus menentukan penyalur mana yang dipilih untuk membeli produk. Dalam hal ini konsumen memilih penyalur dapat dikarenakan faktor lokasi yang dekat, harga yang murah, tersedianya barang yang lengkap dan kenyamanan pada saat membeli.

a. Kemudahan untuk mendapatkan produk yang diinginkan, konsumen akan merasa lebih nyaman jika lokasi

(23)

pendistribusian produk mudah dijangkau dalam waktu yang singkat.

b. Pelayanan yang diberikan, dengan pelayanan yang baik maka akan menimbulkan kenyamanan konsumen sehingga konsumen akan selalu memilih lokasi tersebut.

c. Ketersediaan barang, kebutuhan dan keiinginan konsumen terhadap produk tidak dapat dipastikan kapan terjadi namun dengan ketersediaan barang yang memadai pada penyalur akan membuat konsumen memilih untuk melakukan pembelian di tempat tersebut.

4. Jumlah pembelian.

Konsumen dapat menentukan kuantitas barang yang akan dibeli. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyaknya produk yang sesuai dengan keinginan konsumen yang berbeda- beda. Karena konsumen akan menentukan :

a. Keputusan jumlah pembelian, selain keputusan pada pilihan merek yang ditentukan konsumen, konsumen juga dapat menentukan kuantitas barang yang akan dibelinya.

b. Keputusan pembelian untuk persediaan, dalam hal ini konsumen memilki produk selain untuk memenuhi kebutuhannya juga melakukan beberapa tindakan persiapan dengan sejumlah persdiaan produk yang mungkin dibutuhkannya pada saat mendatang.

(24)

5. Waktu pembelian.

Pada saat konsumen menentukan waktu pembelian dapat berbeda-beda yaitu:

a. Kesesuaian dengan kebutuhan, ketika merasa butuh sesuatu dan merasa perlu melakukan pembelian.

b. Keuntungan yang dirasakan, ketika konsumen membeli kebutuhannya akan suatu produk pada saat tertentu, maka pada saat itu konsumen akan merasakan keuntungan sesuai dengan kebutuhannya melalui produk yang dibelinya.

c. Alasan pembelian, setiap produk memiliki alasan untuk memenuhi kebutuhan konsumen pada saat konsumen membutuhkannya.

6. Metode pembayaran.

Konsumen dapat menetukan metode pembayaran yang akan digunakan pada saat transaksi pembelian. Konsumen mungkin akan menggunakan cara pembayaran: bayar tunai, cek, kartu kredit, kartu debit, kartu ATM, kredit melalui lembaga keuangan dan kredit melalui toko.

2.1.3 Pengertian Harga.

Definisi Harga dalam penelitian ini adalah harga berperan sebagai penentu utama pilihan pembeli merupakan salah satu unsur terpenting yang menentukan peningkatnya pasar dan profitabilitas perusahaan.

(25)

Menurut indriyo gitosudarmo (2009:228) Harga suatu produk merupakan ukuran terhadap besar kecilnya nilai kepuasan seseorang terhadap produk yang di belinya. Seseorang akan berani membayar suatu produk dengan harga yang mahal apabila dia menilai kepuasan yang di harapkannya terhadap produk yang akan dibelinya itu tinggi.

Sebaliknya apabila seseorang itu menilai kepuasanya terhadap suatu Produk itu rendah maka dia tidak akan bersedia untuk membayar produk itu dengan harga yang mahal.

Menurut Philip Kotler (2009:106) Harga ditetapkan oleh pembeli dan penjual yang saling bernegosiasi. Penjual akan meminta harga lebih tinggi dari yang mereka harapkan, dan pembeli akan menawar, melalui tawar menawar akan sampai pada harga yang di terima.

Menurut Tjiptono (2012), harga bisa diartikan sebagai jumlah uang (satuan moneter) dan aspek lain (nonmoneter) yang mengandung kegunaan tertentu yang diperlukan untuk mendapatkan sebuah produk.

2.1.4 Indikator Harga.

Bahwa telah dijelaskan diatas mengenai harga dan ada Indikator yang menjelaskan harga dalam penelitian ini saya menggunakan philip kotler (2009:122) sebagai berikut:

1. Penetapan harga geografis (Geographical pricing).

Mengharuskan perusahaan memutuskan bagaimana menetapkan harga untuk pelanggan di berbagai lokasi dan negara.

(26)

2. Diskon dan potongan harga (Price discount and allowances).

Merupakan pengurangan dari daftar harga, perusahaan pada umumnya akan memodifikasi harga dasar mereka untuk menghargai tindakan pelanggan seperti pembayaran awal.

Penjelasan penyesuaian harga ini disebut diskon atau potongan harga.

3. Penetapan harga promosi (Promotional pricing).

Perusahaan menggunakan beberapa teknik penetapan harga untuk mendorong pembelian awal. Perusahaan internasional harus meriset kiat-kiat penetapan harga promosi ini dan memastikan bahwa hal itu sah secara hukum di negara tertentu tempat mereka melakukan bisnis.

4. Penetapan harga diskriminasi (Discriminatory pricing).

Perusahan sering memodifikasi harga dasarnya untuk mengakomodasi perbedaan pelanggan, produk, lokasi dan lainnya.

Juga disebut diskriminasi harga (price discriminatory) Terjadi jika perusahaan menjual suatu produk atau jasa pada dua harga atau lebih yang tidak mencerminkan perbedaan biaya secara proposional.

5. Penetapan harga bauran produk (Product-mix pricing).

Logika penetapan harga harus memodifikasi jika produk tersebut merupakan bagian dari bauran produk. Dalam hal ini,

(27)

perusahaan mencari satu set harga yang memaksimumkan laba keseluruhan bauran produk.

2.1.5 Pengertian Promosi.

Definisi promosi dalam penelitian ini adalah berbagai kumpulan alat-alat insentif yang sebagian besar berjangka pendek, yang dirancang untuk merangsang pembelian produk atau jasa tertentu dengan lebih cepat dan lebih besar oleh konsumen atau pedagang.

Menurut Indriyo Gitosudarmo (2009:120) promosi adalah merupakan kegiatan yang ditunjukan untuk mempengaruhi konsumen agar mereka dapat menjadi kenal akan produk yang di tawarkan oleh perusahaan kepada mereka agar mereka membeli produk tersebut.

Philip kotler (2009:257) promosi penjualan merupakan unsur kunci dalam kampanye pemasaran. Promosi penjualan terdiri dari kumpulan insentif yang beragam, kebanyakan berjangka pendek, di rancang untuk mendorong pembelian suatu produk tertentu secara lebih cepat. Dalam menggunakan promosi penjualan, suatu perusahaan mengembangkan program itu lebih dulu menerapkan, mengendalikannya dan mengevaluasi hasilnya.

Kotler dan Keller (2009:510) Promosi adalah berbagai cara untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang suatu produk atau brand yang dijual.

(28)

2.1.6 Indikator Promosi.

Indikator promosi dalam penelitian ini menggunakan dasar teori dari Indriyo gitosudarmo (2009:122) yang meliputi atau terdiri dari empat komponen sebagai berikut:

1 Advertensi.

Merupakan alat utama bagi pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya melalui surat kabar, radio, majalah, bioskop, televisi dan dalam bentuk poster-poster yang di pasang di pinggir jalan atau tempat-tempat yang strategis.

2 Promosi penjualan (Sales promotion).

Merupakan kegiatan perusahaan untuk menjalankan produk yang di pasarkannya sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen.

3 Personal selling.

Merupakan kegiatan perusahaan untuk melakukan kontak langsung ini diharapkan akan terjadi hubungan interaksi yang positif antara pengusaha dengan calon konsumennya itu. Kontak langsung itu dapat mempengaruhi secara lebih insentif para konsumennya karena dalam hal ini pengusaha dapat mengetahui keinginan dan selera konsumennya serta gaya hidupnya dan dengan demikian pengusaha dapat menyesuaikan cara pendekatan komunikasi dengan konsumen secara lebih tepat.

(29)

4 Publisitas (Publication).

Merupakan cara yang biasa digunakan juga oleh pengusaha untuk membentuk pengaruh secara tidak langsung kepada konsumen agar mereka menjadi tahu dan menyenangi produk yang dipasarkannya. Cara ini dilakukan dengan cara melakukan iklan di surat kabar, berita di radio atau televisi.

2.1.7 Pengertian kualitas produk.

Definisi kualitas produk dalam penelitian ini adalah semakin baik kualitas produk yang dihasilkan maka akan memberikan kesempatan kepada konsumen untuk melakukan keputusan pembelian. Kualitas produk merupakan hal penting yang harus diusahakan oleh setiap pengusaha apabila menginginkan produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar.

Kotler dan Armstrong (2008:347) Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk untuk melakukan fungsi-fungsinya yang meliputi daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan, operasi dan perbaikan serta atribut lainnya.

Machfoedz (2010:62) Dalam pengembangan suatu produk, terlebih dahulu pemasar harus memilih tingkat kualitas yang akan mendukung posisi produk di pasar sasaran.

Wijaya (2011:11) Kualitas Produk adalah keseluruhan gabungan karakteristik produk yang dihasilkan dari pemasaran, rekayasa,

(30)

produksi dan pemeliharaan yang membuat produk tersebut dapat digunakan memenuhi harapan pelanggan atau konsumen.

2.1.8 Indikator kualitas produk.

Bahwa telah dijelaskan diatas mengenai Kualitas Produk dalam Indikator yang menjelaskan Kualitas Produk dalam penelitian ini saya menggunakan Tjiptono (2011:25) dalam artikel Amrullah, Pamasang S.

Siburian, Saida Zainurossalamia ZA, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman, Volume 13 No.2 (2016) adalah :

1. Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk.

2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti.

Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya produk.

3. Features (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.

4. Reliability (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.

5. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk, misalnya : bentuk fisik, model, desain yang artistik, dan sebagainya.

(31)

6. Perceived quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan.

2.2 Penelitian Terdahulu yang relevan.

Berdasarkan hasil maping yang di lakukan oleh peneliti maka dapat di terjemahkan kedalam hasil penelitian terdahulu sebagai berikut :

1. Rizki Eka Prasetyo, Nawangsih, dan Riza Bahtiar Sulistyan (2018) melakukan Penelitian Berjudul “Pengaruh Produk, Harga, Dan Saluran Distribusi Terhadap Keputusan Pembelian Produk Home Industry Aneka Camilan Rizky” yang di publikasikan pada internasional journal progrees conference vol.1 No.1 tujuan dari penelitian ini memberikan informasi bahwa minat masyarakat terhadap produk makanan ringan atau camilan yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: produk, harga dan saluran distribusi, karena sebagian besar masyarakat menginginkan produk makanan ringan atau camilan yang mudah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa produk, harga, dan saluran distribusi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.Opersional Variabelnya adalah produk,harga, dan saluran distribusi terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian.

Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen

(32)

produk, harga, dan saluran distribusi terhadap variabel dependen keputusan pembelian secara parsial, maupun simultan.

2. Mega Setiawati & Rudolf Lumbantobing (2017) melakukan penelitian berjudul “Pengaruh Promosi dan kemasan terhadap keputusan pembelian produk chitato yang dimediasi oleh brand awareness” yang telah dipublikasikan pada jurnal manajemen bisnis vol.12 no.1 (2016). Dalam penelitian ini variabel promosi signifikan berpengaruh positif terhadap brand awareness.. Menggunakan operasional variabel yaitu promosi, kemasan, keputusan pembelian, dan brand awareness. Metode analisis dan uji hipotesa menggunakan validitasi dan Reliabilitas dan mendapat hasil penelitian bahwa efek positif promosi dan kemasan terhadap keputusan pembelian produk Chitato akan semakin positif ketika kesadaran akan merek di benak pelanggan semakin meningkat.

3. Stephanus Felix Aristo (2016) melakukan penelitian berjudul “Pengaruh produk, harga, dan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen woles chips” yang telah dipublikasikan pada Jurnal Manajemen dan Start-Up Bisnis Vol 1, No 4 (2016). Dalam penelitian ini Berdasarkan hasil analisah maka dapat disimpulkan bahwa Produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

4. Nurul Setyaningrum, Handoyo Djoko W & Andi Wijayanto (2013) melakukan penelitian berjudul “Pengaruh kualitas produk, citra merek

(33)

dan promosi penjualan dalam pengambilan keputusan pembelian produk mie sedap” yang telah dipublikasikan pada Journalof social and politic Tahun 2013, Hal. 1-10, berdasarkan pembahasan dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Variabel kualitas produk, citra merek dan promosi penjualan mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,761 (76,1%).

Artinya secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas produk, citra merek, promosi penjualan terhdap keputusan pembelian.

Terdapat hubungan yang positif antara kualitas produk, citra merek, promosi penjualan terhadap keputusan pembelian.

5. Fuad Hidayat, Ayun, Maduwinarti sri andayani (2016) Melakukan penelitian berjudul “pengaruh kualitas produk, harga dan kemasan terhadap keputusan pembelian kukus singkong keju mojokerto” yang telah dipublikasikan pada Jurnal Dinamika Administrasi bisnis Vol 2 No 2 (2016), Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa (kualitas produk) mempengaruhi signifikan terhadap keputusan pembelian. harga mempengaruhi keputusan pembelian signifikan. Begitu pula dengan kemasan juga mempengaruhi keputusan pembelian signifikan.

6. Ian Antonius Ong dan Drs. Sugiono Sugiharto, M.M (2013) melakukan penelitian berjudul “Analisa pengaruh strategi diferensiasi citra merek, kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian pelanggan cincau di station surabaya” yang telah dipublikasikan pada Jurnal

(34)

Manajemen Pemasaran Vol. 1, No. 2, (2013) 1-11, berdasarkan kesimpulan dalam peneitian ini adalah Kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian pelanggan, sehingga kenaikan atau penurunan penilaian konsumen terhadap kualitas produk secara signifikan mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan. Untuk itu, hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian pelanggan di Cincau Station Grand City adalah terbukti. Harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian pelanggan, sehingga kenaikan atau penurunan penilaian konsumen terhadap harga secara signifikan mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan. Untuk itu, hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian pelanggan di Cincau Station Grand City adalah terbukti.

7. Ahmad Bairizki (2017) melakukan penelitian berjudul “pengaruh harga, promosi dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian dalam meningkatkan penjualan cake & cookies” yang telah dipublikasikan pada jurnal valid vol.14 No.2 (2017). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik suatu kesimpulan Berdasarkan hasil analisi koefisien determinasi berganda, diketahui bahwa secara simultan harga, promosi dan kualitas produk memberikan kontribusi kepada keputusan pembelian.

(35)

2.3 Hipotesis.

Berdasarkan rumusan malasah, tujuan peneliti, landasan teori dan kerangka pemikiran dapat di ajukan hipotesis sebagai berikut :

1. Hipotesis pertama : ditetapkan nya Harga akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Snack Lumpia Roll komplek Megaregency - Serang baru, dalam hipotesa ini didukung oleh kajian teori dan hasil kesimpulan penelitian sebagai berikut :

a. Kajian teori yang mengatakan bahwa harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian menurut Stephanus Felix Aristo pada artikel Jurnal Manajemen dan Start-Up Bisnis (Pengaruh produk, Harga, dan Promosi terhadap keputusan pembelian konsumen woles chips) halaman.447, tahun 2016.

b. Ruth F. A. Pasaribu, Ira Lestari Sianipar, dan Yona F. Siagian, Vier Sartika (2019) dalam artikel yang berjudul “pengaruh promosi dan harga terhadap keputusan pembelian produk Soyjoy PT.Amerta indah outsuka kota Medan” yang telah di publikasikan pada jurnal manajemen vol.5 No.1 yang menyatakan secara simultan, Variabel Promosi dan Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada PT. Amerta Indah Outsuka Medan.

c. Rizki Eka Prasetyo, Nawangsih, dan Riza Bahtiar Sulistyan (2018) melakukan Penelitian Berjudul “Pengaruh Produk, Harga, Dan Saluran Distribusi Terhadap Keputusan Pembelian Produk Home Industry Aneka Camilan Rizky” yang di publikasikan pada

(36)

internasional journal progrees conference vol.1 No.1 tujuan dari penelitian ini memberikan informasi bahwa minat masyarakat terhadap produk makanan ringan atau camilan yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: produk, harga dan saluran distribusi, karena sebagian besar masyarakat menginginkan produk makanan ringan atau camilan yang mudah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa produk, harga, dan saluran distribusi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

d. Fuad Hidayat, Ayun, Maduwinarti sri andayani (2016) Melakukan penelitian berjudul “pengaruh kualitas produk, harga dan kemasan terhadap keputusan pembelian kukus singkong keju mojokerto” yang telah dipublikasikan pada Jurnal Dinamika Administrasi bisnis Vol 2 No.2 (2016), Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa harga mempengaruhi keputusan pembelian signifikan.

2. Hipotesis kedua : ditetapkan bahwa promosi akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Snack Lumpia Roll komplek Megaregency - Serang baru, dalam hipotesa ini didukung oleh kajian teori dan hasil kesimpulan penelitian sebagai berikut :

a. Nurul Setyaningrum, Handoyo Djoko W & Andi Wijayanto (2013) melakukan penelitian berjudul “Pengaruh kualitas produk, citra merek dan promosi penjualan dalam pengambilan keputusan

(37)

pembelian produk mie sedap” yang telah dipublikasikan pada Journalof social and politic Tahun 2013, Hal. 1-10, berdasarkan pembahasan dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Variabel promosi penjualan mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,761 (76,1%). Artinya secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan promosi penjualan terhadap keputusan pembelian.

Terdapat hubungan yang positif antara kualitas produk, citra merek, promosi penjualan terhadap keputusan pembelian.

b. Stephanus Felix Aristo (2016) melakukan penelitian berjudul

“Pengaruh produk, harga, dan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen woles chips” yang telah dipublikasikan pada Jurnal Manajemen dan Start-Up Bisnis Vol 1, No 4 (2016). Dalam penelitian ini Berdasarkan hasil analisah maka dapat disimpulkan bahwa Produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

c. Mega Setiawati & Rudolf Lumbantobing (2017) melakukan penelitian berjudul “Pengaruh Promosi dan kemasan terhadap keputusan pembelian produk chitato yang dimediasi oleh brand awareness” yang telah dipublikasikan pada jurnal manajemen bisnis vol.12 no.1 (2016). Dalam penelitian ini variabel promosi signifikan

(38)

berpengaruh positif terhadap brand awareness.. Menggunakan operasional variabel yaitu promosi, kemasan, keputusan pembelian, dan brand awareness. Metode analisis dan uji hipotesa menggunakan validitasi dan Reliabilitas dan mendapat hasil penelitian bahwa efek positif promosi dan kemasan terhadap keputusan pembelian produk Chitato akan semakin positif ketika kesadaran akan merek di benak pelanggan semakin meningkat.

3. Hipotesis ketiga : ditetapkan bahwa semakin bagus kualitas produk akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Snack Lumpia Roll komplek Megaregency - Serang baru, dalam hipotesa ini didukung oleh kajian teori dan hasil kesimpulan penelitian sebagai berikut :

a. Kajian Teori yang mengatakan bahwa kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian menurut Nurul Setyaningrum, Handoyo Djoko W & Andi Wijayanto (2013) pada journal of social and politic Halaman 1-10 dengan judul (pengaruh kualitas produk, citra merek dan promosi penjualan dalam pengambilan keputusan produk Mie Sedaap).

b. Fuad Hidayat, Ayun, Maduwinarti sri andayani (2016) Melakukan penelitian berjudul “pengaruh kualitas produk, harga dan kemasan terhadap keputusan pembelian kukus singkong keju mojokerto” yang telah dipublikasikan pada Jurnal Dinamika Administrasi bisnis Vol 2, No 2 (2016), Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa (kualitas produk) mempengaruhi

(39)

signifikan terhadap keputusan pembelian. harga mempengaruhi keputusan pembelian signifikan. Begitu pula dengan kemasan juga mempengaruhi keputusan pembelian signifikan.

4. Hipotesis keempat :Apakah Harga, Promosi, dan Kualitas Produk akan berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian, dimana hipotesis tersebut didukung oleh kajian teori dan hasil kesimpulan penelitian sebagai berikut:

a. Kajian Teori yang mengatakan bahwa harga,promosi dan kualitas produk memberikan kontribusi kepada keputusan pembelian Ahmad Bairizki (2017) dalam artikel jurnal valid vol.14 No.2 yang berjudul

“pengaruh harga, promosi dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian dalam meningkatkan penjualan cake & cookies” secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian.

(40)

28

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis penelitian.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menekankan aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial. (sugiono 2014) hal tersebut berdasarkan dari judul yang diteliti yaitu “pengaruh harga, promosi, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada makanan ringan Snack Lumpia Roll di komplek Mega Regency-Serang Baru”.

3.2 Tempat dan waktu/jadwal penelitian.

Penelitian ini dilakukan di Komplek Mega Regency-Serang baru UKM Toko Snack Lumpia Roll dan waktu penelitian di laksanakan pada bulan maret sampai dengan agustus 2019 dengan label sebagai berikut :

Tabel 3.1 Waktu Penelitian

No. Uraian Kegiatan Periode Maret s/d Agustus 2019 Maret April Mei Juni Juli Agustus 1 Observasi

2 Menyusun Proposal 3 Bimbingan Proposal 4 Mengumpulkan Data 5 Menganalisis Data 6 Bimbingan Skripsi 7 Ujian Skripsi

Sumber : data diolah penulis

(41)

3.3 Keranka konsep.

3.3.1 Desain penelitian.

Berdasarkan kerangka konsep, maka dapat disusun suatu desain penelitian ini sebagai berikut :

Gambar 3.2 Desain Penelitian

H1

Philip Kotler (2009:122)

H2

Indriyo Gitosudarmo (2009:122)

H3

H4

Tjiptono (2011:25)

Kotler dan Keller (2012:178)

Sumber : Data Diolah Penulis

Penetapan harga geografis

Diskon dan Potongan harga

Penetapan harga diskriminasi

Publisitas Penetapan harga promosi

Promosi penjualan Advertensi

Personal selling

Harga (X1)

Promosi (X2)

Keputusan Pembelian

(Y)

Pilihan produk Pilihan merek Pilihan penyalur

Waktu pembeli

Jumlah pembeli

an

Penetapan harga bauran produk

Metode pembay

aran

Kuliatas Produk (X3) Durability

Features Reliability

Aesthetics (estetika) Performance

Perceived quality

(42)

Keterangan:

H1=X1 Y : Stepharnus Felix Aristo, Jurnal Manajemen dan Start-Up Bisnis Vol.1 No.4 2016

Rizki Eka Prasetyo, Nawangsih, dan Riza Bahtiar Sulistyan (2018) internasional journal progrees conference vol.1 No.1

Fuad Hidayat, Ayun, Maduwinarti sri andayani (2016) Jurnal Dinamika Administrasi bisnis Vol 2 No.2

H2=X2 Y : Nurul Setyaningrum, Handoyo Djoko W &

Andi Wijayanto (2013) Journalof social and politic Tahun 2013, Hal. 1-10,

Stepharnus Felix Aristo, Jurnal Manajemen dan Start-Up Bisnis Vol.1 No.4 2016

Mega Setiawati & Rudolf Lumbantobing (2017) jurnal manajemen bisnis vol.12 no.1

H3 = X3 Y : Nurul Setyaningrum, Handoyo Djoko W &

AndWijayanto (2013) Journalof social and politic, Hal. 1-10,

Fuad Hidayat, Ayun, Maduwinarti sri andayani (2016) Jurnal Dinamika Administrasi bisnis Vol 2 No.2

H4 = X1,X2,X3 Y : AhmadBairizki (2017), jurnal valid vol.14 No.2

(43)

3.3.2 Dekriptif Operasional dan Variabel Penelitian

Adapun definisi Operasional variabel dalam penelitian ini akan dijelaskan pada tabel berikut :

Tabel 3.3

Definisi Operasional Variabel Uraian

VAriabel

Instrumen/Dimensi Penjelasan Atas Instrumen Variabel

Harga (X1) Philip Kotler (2009:122)

Penetapan harga geografis

(Geographical pricing)

Mengharuskan perusahaan memutuskan bagaimana menetapkan harga untuk pelanggan di berbagai lokasi dan negara.

Diskon dan

potongan harga (Price discount and allowances)

Merupakan pengurangan dari daftar harga, perusahaan pada umumnya akan memodifikasi harga dasar mereka untuk menghargai tindakan pelanggan seperti pembayaran awal. Penjelasan penyesuaian harga ini disebut diskon atau potongan harga.

Penetapan harga promosi

(Promotional pricing)

Perusahaan menggunakan beberapa teknik penetapan harga untuk mendorong pembelian awal. Perusahaan internasional harus meriset kiat-kiat penetapan harga

(44)

promosi ini dan memastikan bahwa hal itu sah secara hukum di negara tertentu tempat mereka melakukan bisnis.

Penetapan harga diskriminasi

(Discriminatory pricing)

Logika penetapan harga harus memodifikasi jika produk tersebut merupakan bagian dari bauran produk. Dalam hal ini, perusahaan mencari satu set harga yang memaksimumkan laba keseluruhan bauran produk.

Promosi (X2) Indriyo Gitosudarmo (2009:122)

Advertensi Merupakan alat utama bagi

pengusaha untuk

mempengaruhi konsumennya melalui surat kabar, radio, majalah, bioskop, televisi dan dalam bentuk poster-poster yang di pasang di pinggir jalan atau tempat-tempat yang strategis.

Promosi penjualan (Sales promotion)

Merupakan kegiatan

perusahaan untuk menjalankan produk yang di pasarkannya sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu maka produk tersebut

(45)

akan menarik perhatian konsumen.

Personal selling Merupakan kegiatan perusahaan untuk melakukan kontak langsung ini diharapkan akan terjadi hubungan interaksi yang positif antara pengusaha dengan calon konsumennya itu.

Kontak langsung itu dapat mempengaruhi secara lebih insentif para konsumennya karena dalam hal ini pengusaha dapat mengetahui keinginan dan selera konsumennya serta gaya hidupnya dan dengan demikian pengusaha dapat menyesuaikan cara pendekatan komunikasi dengan konsumen secara lebih tepat.

Publisitas (Publication)

Merupakan cara yang biasa digunakan juga oleh pengusaha untuk membentuk pengaruh secara tidak langsung kepada konsumen agar mereka menjadi tahu dan menyenangi produk yang dipasarkannya.

Cara ini dilakukan dengan cara melakukan iklan di surat kabar, berita di radio atau televisi.

(46)

Kualitas Produk (X3) Amrullah, Pamasang.S.S, dan Saida.ZA Jurnal Ekonomi dan Manajemen, Volume 13, No.2(2016)

Performance (kinerja)

Berhubungan dengan

karakteristik operasi dasar dari sebuah produk.

Durability (daya tahan)

Artinya berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya produk.

Features (fitur) Karakteristik produk yang

dirancang untuk

menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.

Reliability (reliabilitas)

adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu.

Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.

Aesthetics (estetika)

berhubungan dengan

bagaimana penampilan produk, misalnya : bentuk fisik, model, desain yang artistik

(47)

Perceived Quality (kesan kualitas)

sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan.

Keputusan Pembelian (Y) Kotler dan Keller (2012:178)

Pilihan produk dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berniat membeli sebuah produk serta alternatifnya yang mereka pertimbangkan.

Pilihan merek Konsumen harus menjatuhkan pilihan pada merek apa yang akan dibeli. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui bagaimana cara konsumen menjatuhkan pilihan terhadap sebuah merek

Pilihan penyalur Konsumen harus menentukan penyalur mana yang dipilih untuk membeli produk. Dalam hal ini konsumen memilih penyalur dapat dikarenakan faktor lokasi yang dekat, harga yang murah, tersedianya barang yang lengkap dan

(48)

kenyamanan pada saat membeli.

Jumlah pembelian Konsumen dapat menentukan kuantitas barang yang akan dibeli. Dalam hal ini

perusahaan harus

mempersiapkan banyaknya produk yang sesuai dengan keinginan konsumen yang berbeda-beda. Karena konsumen akan menentukan Waktu pembelian Pada saat konsumen

menentukan waktu pembelian dapat berbeda-beda yaitu:

1.Kesesuaian dengan kebutuhan, ketika merasa butuh sesuatu dan merasa perlu melakukan pembelian.

2.Keuntungan yang dirasakan, ketika konsumen membeli kebutuhannya akan suatu produk pada saat tertentu, maka pada saat itu konsumen akan merasakan keuntungan sesuai dengan kebutuhannya melalui produk yang dibelinya.

(49)

3.Alasan pembelian, setiap produk memiliki alasan untuk memenuhi kebutuhan konsumen pada saat konsumen membutuhkannya.

Metode pembayaran

konsumen dapat menetukan metode pembayaran yang akan digunakan pada saat transaksi pembelian.

Konsumen mungkin akan

menggunakan cara

pembayaran: bayar tunai, cek, kartu kredit, kartu debit, kartu ATM, kredit melalui lembaga keuangan dan kredit melalui toko.

Sumber : Data Diolah Penulis

3.4 Populasi dan sampel.

3.4.1 Populasi.

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiono 2017:80).

Berdasarkan pengertian diatas, maka yang akan dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah pembeli Snack Lumpia Roll. maka Populasi dalam penelitian ini dengan metode non probability sampling

(50)

yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk menjadi sampel. Peneliti menggunakan teknik sampling purposive yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangaan

tertentu dengan jumlah sampel 100 responden . 3.4.2 Sampel.

Menurut (Sugiono, 2017:81) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Dalam penelitian ini tidak semua populasi dijadikan sampel, melainkan terbatas hanya sebagian populasi saja. Penentuan ukuran sampel tersebut menggunakan rumus slovin yang dapat ditunjukan sebagai berikut:

n= 𝑁

1+N(e)2

Keterangan:

n = ukuran sample N = ukuran populasi

e = tingkat kesalahan dalam memilih anggota sample yang ditolerir (tingkat kesalahan dalam sampling ini adalah 5% = 0,05)

Jumlah populasi yaitu sebanyak 100 pembeli dengan kesalahan yang ditolerir sebesar 5% (0,05) atau dapat disebut tingkat keakuratan 90% sehingga sampel yang dapat diambil utuk mewakili populasi tersebut adalah sebesar.

n= 100

1+100(0,05)2

= 80

(51)

Jadi diketahui perhitungan, ukuran sampel yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebanyak 80 orang pembeli dengan tingkat kesalahan 5%.

3.5 Metode Pengumpulan Data

Data yang dibutuhkan guna mendukung penelitian ini teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah dengan cara :

1. Observasi : dalam penelitian ini peneliti melakukan pengamatan secara langsung pada obyek penelitian.

2. Kuesioner : dalam penelitian ini peneliti menggunakan kuesoner sebagai seperangkat pertanyaan yang berisikan pertanyaan tentang variabel- variabel yang teliti. kuesioner ini dibagikan kepada pembeli untuk memudahkan pendataan. dengan menggunakan skala penilaian responden 1- 5, dimana skala 1 (sangat tidak setuju) sampai dengan skala 5 (sangat setuju).

3.6 Metode Analisis Data

Analisis data merupakan salah satu upaya mengolah data menjadi informasi, sehingga karakteristik atau sifat-sifat data tersebut dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan degan kegiatan penelitian. Penelitian ini menggunakan beberapa langkah / metode dalam melakukan analisis data, antara lain :

(52)

3.6.1 Uji validitas dan Reabilitas.

Langkah pertama dalam melakukanan analisis pada penelitian ini adalah dengan mengukur suatu koesioner agar dapat dikatakan valid atau reliabel menggunakan uji antara lain :

1. Uji Validitas.

Yaitu dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung (nilai Corrected Item - Total Correlation pada output Cronbach Alpha) dengan nilai r tabel untuk degree of freedom (df) = n -k, dalam hal ini n merupakan jumlah sampel dan k merupakan jumlah variabel independen (Ghozali, 2009 : 49). Analisis dilakukan adalah dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan total skor item dengan perhitungan Pearson Product Moment Correlation. Dalam hal ini koefisien korelasi yang memiliki nilai signifikan kurang dari 0.05 berarti item-item tersebut sudah valid sebagai pembentuk indikator. (Ghozali, 2009:49)

2. Uji Reabilitas.

Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2011:132). Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan teknik Cronbach’s Alpha (α), dimana suatu instrument dapat dikatakan handal (reliabel), bila memiliki cronbach alpha ≥ 0,6. dasar pengambilan keputusan uji reabilitas sebagaimana di sampaikan oleh Sujarweni (2015:172) antara lain:

(53)

a. Jika nilai Cronbach’s Alpha > 0,60, maka item pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner dinyatakan rebiabel.

b. Jika nilai Cronbach’s Alpha < 0,60, maka item pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner dinyatakan tidak rebiabel.

3.6.2 Uji Asumsi Klasik

Langkah kedua dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik yang meliputi:

1. Uji Normalitas.

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Salah satu cara melihat normalitas adalah meihat tabel uji Kolmogorov-Smirnov yang membandingkan nilai signifikan residual. Jika signifikasi lebih dari 0,05 maka residual terdistribusi secara normal (Priantno,2016).

2. Uji Multikolinearitas.

Untuk melihat ada tidaknya korelasi yang tinggi antara Variabel-variabel bebas dalam suatu model regresi linear berganda, pengujian ini menggunakan alat statistic VIF (Variance Inflation factor).

3. Heteroskedastisitas

Untuk mengatahui apakah terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan- kepengamatan yang lain, alat statistik yang digunakan adalah uji Glejser.

(54)

Uji Glejser dilakukan dengan meregresikan nilai absolut residua lterhadap variabel indevendent (Gujaraji 2007):

Hipotesis yang digunakan adalah:

H0 = Homogen

Ha = Heteroskedastisitas

Pengambilan keputusan dalam uji ini adalah:

Jika nilai Probabilitas (p-value) < ɑ, maka tolak H0 Jika nilai Probabilitas (p-value) > ɑ, maka terima H0 4. Uji Autokorelasi

Autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada –t dengan kesalahan gangguan pada periode t-1 (sebelumnya). Pengujian autokorelasi digunakan dengan uji durbin watso dengan dengan membandingkan nilai durbi watson hitung (d) dengan nilai durbin watson tabel yaitu batas atas (du) dan batas bawah (dl) kriteria pengujian adalah sebagai berikut :

a. du < dw < 4-du : maka tidak terjadi autokorelasi.

b. dw < dl atau dw > 4-dl : maka terjadi autokorelasi.

c. dl < dw <dl atau 4-du < dw <4-dl : maka tidak ada kesimpulan yang pasti.

3.6.3 Uji Korelasi dan Regresi.

Uji Korelasi dan Regresi digunakan untuk mengukur ketepatan dari model analisis yang telah dibuat. Nilai koefisien determinasi

(55)

digunakan sebagai alat untuk mengukur besarnya sumbangan dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Dalam uji ini nilai R menunjukkan adanya hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat dan R square menunjukkan adanya pengaruh langsung antara variabel bebas terhadap variabel terikat dalam bentuk persentase.

3.6.4 Uji Hipotesis.

Langkah keempat dalam penelitian ini adalah uji hipotesis yang meliputi:

1. Uji t.

Uji t digunakan untuk menguji signifikasi hubungan antara variabel X dan Y, apakah variabel X1, X2, X3 (harga, promosi dan kualitas produk) benar-benar berpengaruh terhadap variabel Y (keputusan pembelian) secara ter pisah atau parsial. Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah :

a. Ho : Variabel-variabel bebas yaitu harga, promosi, dan kualitas produk tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian.

b. Ha : Variabel-variabel bebas yaitu harga, promosi, dan kualitas produk mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian.

Dasar pengambila keputusan (Ghozali 2011) adalah menggunakan angka probabilitas signifikasi, yaitu:

(56)

a. Apabila angka probabilitas signifikan > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak.

b. Apabila angka probabilitas signifikan < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha di terima.

2. Uji F

Pengujian Hipotesis menggunakan uji F yang digunakan untuk mengetahui varibel bebas secara bersama sama (simultan) terhadap variabel terikat :

a. Menentukan formulasi hipotesis

1) Ho : b1 = 0 artinya, semua variabel bebas ( x ) secara simultan tidak mempengaruhi variable terikat ( y ).

2) Ha : b1 ≠ 0 artinya, semua varibael bebas ( x ) secara simultan mempengaruhi variable terikat ( y ).

b. Menentukan derajat kepercayaan 95% ( α= 0,05 )

c. Menentukan signifikansi, Nilai signifikansi ( P value) ≤0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai signifikansi ( P value )

> 0,05, maka Ho diterima Ha ditolak.

(57)

45

BAB IV

GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN

4.1 Profil Snack Lumpia Roll.

Snack Lumpia Roll merupakan makanan ringan dengan bahan dasar lumpia di tambahkan bumbu pelengkap, Dengan inovasi dan kreasi produk yang tidak pernah berhenti, Rasanya yang enak dan renyah tetapi tetap memperhatikan nilai-nilai kesehatan bagi yang mengkonsumsi. usaha yang bergerak dalam bidang pengolahan makanan (industry kecil) memanfaatkan kulit lumpia sebagai bahan utamanya. Toko Snack Lumpia Roll yang ber alamat di Perum Mega Regency Blok D7 No 30 Desa Sukaragam Kec.

Serang Baru.

4.1.1 Sejarah Snack Lumpia Roll.

Snack Lumpia Roll merupakan produk kue jajanan pasar lezat yang mudah sekali untuk dibuat. Lumpia adalah lembaran tipis dari tepung gandum yang dijadikan kulit lalu di goreng dan di tambah bumbu pelengkap Penjualan Snack Lumpia Roll pada bulan April tahun 2018, merintis hanya berjualan melalui teman dekat saja, akhir bulan desember tahun 2018 membuka toko kecil-kecilan depan rumah sampai sekarang, ada beberapa Varian Rasa yaitu :

1. Pedas asin 2. Cokelat Lumer 3. Sambal Kencur

Gambar

Tabel 3.1  Waktu Penelitian
Gambar 3.2  Desain Penelitian  H1  Philip Kotler (2009:122)  H2     Indriyo Gitosudarmo (2009:122)     H3  H4     Tjiptono (2011:25)
Tabel 4.1  Struktur Organisasi
Tabel 5.8  Hasil Uji Realibilitas
+6

Referensi

Dokumen terkait

Balai Besar Industri dan Balai Riset Standardisasi merupakan Unit Pelayanan Teknis (UPT) di bawah Kementrian Perindustrian yang berperan dalam memberikan Pelayanan Jasa Teknis

1.0 Pendaftaran 2.0 Registrasi Mahasiswa Baru 5.0 Jadwal Matakuliah 4.0 Registrasi Ulang Mahasiswa 3.0 Perwalian Calon Mahasiswa Mahasiswa Dosen Data Dosen Formulir

[r]

Peralatan atau Perkakas adalah benda yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan kita sehari-hari. Beberapa benda sehari-hari seperti garpu, sendok dan pensil

Maksud dari penelitian tugas akhir ini adalah merancang dan membangun sistem informasi terkomputerisasi untuk dapat memberikan solusi dalam pemecahan masalah yang

Proyek Operasi dan Perawatan Fasilitas IKIP Padang Tahun Anggaran 199111992. Surat Perjanjian

Skala Fahrenheit kemudian didefinisikan kembali untuk membuat interval beku mendidih tepatnya 180 derajat, nilai nyaman seperti 180 adalah angka yang sangat komposit, yang

Reis (2008) explained that LULC alterations (based especially on human activities), negatively effect the patterns of.. climate, the patterns of natural hazard and