4. PEMBAHASAN
Dalam bab ini akan menyajikan pembahasan mengenai hasil observasi tentang Pulau Karimunjawa dan paparan informasi dari kuestioner yang telah diisi oleh para responden. Pembahasan ini diawali dengan informasi detail mengenai Pulau Karimun jawa dan potensi-potensi yang ada. Sumber dari informasi yang ada diambil dari Buku Data Statistik Karimunjawa tahun 2008. Setelah itu akan dibahas mengenai market segmentation ,targeting dan positioning Destinasi Wisata Pulau Karimunjawa.
4.1. Kawasan Objek Wisata Pulau Karimun Jawa 4.1.1. Gambaran Umum
Pulau Karimunjawa merupakan salah satu potensi wisata di Jawa Tengah yang saat ini sedang diminati oleh wisatawan domestic maupun mancanegara.
Secara geografis terletak pada koordinat 5° 40’-5° 57’ LS dan 110° 04’-110°40’
BT. Pulau Karimunjawa mempunyai luas total 111.625 ha, yang terdiri dari wilayah daratan di Pulau Kemujan (ekositem mangrove) 222,20 ha, Pulau Karimunjawa (ekosistem hutan hujan tropis dan dataran rendah) 1.285,50 ha dan wilayah perairan yang mempunyai luas 110.117,30 ha. Pulau Karimun Jawa termasuk dalam Taman Nasional Karimunjawa,di mana saat ini tedapat 7 zona yaitu : zona inti,zona perlindungan, zona pemanfaatan dan perikanan, zona pemanfaatan pariwisata, zona pemukiman, zona rehabilitasi, zona budidaya dan zona pemanfaatan tradisional.
Di bawah ini merupakan tabel 7 zona yang terdapat di Taman Nasional Karimun jawa:
Tabel 4.1. Zona Taman Nasional Karimun Jawa No. Wilayah Luas (Ha) Tipe Ekosistem
1. Zona Inti 444,629 Bagian perairan P.Kumbang,Taka Menyawakan, Taka Malang dan Tanjung Bonang
2. Zona Perlindungan 2,587,711 Hutan tropis dataran rendah di
38
Pulau Karimunjawa dan hutan
mangrove, perariran P.Geleang,P.Burung,Tanjung
Gelam,P.Sintok, P.Cemara Kecil, P.
Katang, Gosong Selikur, Gosong Tengah
3. Zona Pemanfaatan Pariwisata
1,226,525 Perairan P.Menjangan Besar,P.
Menjangan Kecil, P.Menyawakan, P. Kembar, P.Tengah,P.sebelah timur P.Kumbang, P.Bengkoang, Indonor dan Karang Kapal
4. Zona Pemukiman 2,571,546 P.Karimun Jawa, P.kemujan, P.Parang, dan P.Nyamuk
5. Zona Rehabilitasi 122,514 Perairan timur P.Parang, sebelah timur P.Nyamuk, sebelah Barat P.
Kemujan, dan sebelah Barat P.
Karimun Jawa
6. Zona Budidaya 788,213 Perairan P.Karimunjawa,P.
Kemujan, P. Menjangan Besar, P.
Parang dan P.Nyamuk 7. Zona Pemanfaatan
Perikanan Tradisional
103,883,862 Seluruh perairan di luar zona yang telah ditetapkan dalam Taman Nasional Karimun Jawa
Jumlah 111,625,000 Kawasan Taman Nasional Karimun jawa
Gambar: 4.1. Peta Zona Karimunjawa
Daerah pemukiman terbanyak terdapat di Pulau Karimunjawa,dengan lebih dari 9000 jiwa. Penduduk Pulau Karimunjawa sendiri terdiri dari beberapa suku yang memiliki rumah adat sendiri di pemukiman. Suku-suku yang mendiami Pulau Karimun Jawa antara lain suku Jawa, suku Bugis, suku Madura. Mata pencaharian penduduk di Pulau Karimun Jawa sebagian besar didominasi oleh nelayan kurang lebih 1400 orang, petani kurang lebih 400 orang, pegawai negeri sipil dan TNI kurang lebih 160 orang, pengrajin dan buruh indrustri kurang lebih 100 orang dan sisanya sebanyak kurang lebih 400 orang lain-lain. Banyak pula para pendatang dari Pulau Jawa yang melakukan aktivitas di Pulau Karimun Jawa diantaranya sebagai pedagang dan pengurus konservasi Taman Nasional Karimunjawa.
Dalam perkembangan pariwisata Pulau Karimunjawa saat ini sedang banyak diminati para wisatawan baik domestic maupun mancanegara. Pulau Karimunjawa menjadi salah satu objek wisata yang digemari di wilayah Jawa Tengah. Trend pariwisata yang beralih dari pariwisata budaya menjadi pariwista menjadi daya unggul Pulau Karimunjawa yang masih alami dan kaya akan ekosistem yang ada. Selain itu ekosistem terumbu karang yang terkenal di Pulau
40
Karimunjawa menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan yang datang. Tidak hanya menikmati ekositem yang ada tapi para wisatawan juga dapat melakukan berbagai macam aktivitas yang berkaitan dengan alam seperti diving, snorkeling, menjelajah pulau,dll. Dengan banyaknya potensi wisata yang ada maka dalam perkembangannya,banyak pula berbagai macam fasilitas pendukung yang berkembang di Pulau Karimunjawa baik akomodasi,tranportasi,dll. Untuk akses penyeberangan dari pelabuhan Jepara dan pelabuhan Semarang pun telah mulai dibenahi untuk menambah kenaikan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Karimunjawa.
Dalam pengelolaan Karimunjawa terdapat 2 pemerintahan yang turut ambil bagian, yaitu pemerintah propinsi Jawa Tengah dan pemerintah kabupaten Jepara. Salah satu wujud pengelolaannya adalah pemerintah Jawa Tengah memiliki akomodasi Karimunjawa Inn dan pemerintah Jepara memiliki akomodasi Wisma Wisata. Tapi dalam pengembangan Karimunjawa 2 pengelola ini memiliki program masing-masing.
4.1.2. Potensi Kawasan Taman Nasional Karimunjawa
Dalam kawasan Taman Nasional Karimunjawa terdapat 5 ekosistem yaitu ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah, ekosistem hutan pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang lamun, dan ekosistem terumbu karang. Selain itu terdapat pelestarian beberapa flora dan fauna yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Karimunjawa dan instansi yang terkait. Berdasarkan jenis habitat yang terdapat di Pulau Karimunjawa saat ini terdapat 262 spesies flora yang terdiri dari atas :
• 171 flora yang hidup dalam hutan hujan tropis dataran rendah
• 45 spesies mangrove
• 34 spesies flora hutan pantai
• 11 spesies padang lamun
• 18 spesies rumput laut
Sedangkan untuk fauna terdapat 897 spesies yaitu :
• Mamalia (7)
• Aves (116)
• Reptilia (13)
• Insekta (42)
• Pisces (412)
• Anthozoa
• Plathyhelminthes (2)
• Annelid (2)
• Gastropoda (47)
• Bivalvia (8)
• Cephalopoda (7)
• Arthopoda (5)
• Echinodermata (34)
Salah satu fauna langka yang menjadi daya tarik adalah elang laut yang terdapat penangkarannya. Untuk flora langka adalah pohon dewadaru yang bisa ditemui di sekitar ekostem hutan mangrove.
4.1.2.1. Pengelolaan Penyu
Dalam kawasan Taman Nasional Karimunjawa terdapat penangkaran penyu hijau dan penyu sisik. Tempat ini digunakan sebagai tempat bertelurnya penyu dan penetasan penyu secara alami. Pada tahun 2008 telah ditemukan ± 14.000 butir telur penyu, dimana ± 13.000 telur ditetaskan namun hanya sekitar 5.500 yang berhasil menetas. Bayi penyu atau yang disebut tukik hasil penetesan lansung akan dilepaskan ke laut lepas.
4.1.2.2. Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang
Ekosistem terumbu karang terdapat hampir di seluruh perairan wilayah Taman Nasional Karimunjawa. Balai Taman Nasional Karimunjawa melakukan upaya perlindungan terumbu karang dengan cara memonitoring terumbu karang yang rencananya dilakukan dalam siklus 3 tahun. Dalam perencanaan tiap tahun akan dilakukan monitoring untuk 24 titik dari 72 titik monitoring yang ada.
42 4.1.2.3. Wisata Religi Sunan Nyamplungan
Di Karimun Jawa ini terdapat makam dari Sunan Nyamplungan yang merupakan penemu dan menamakan Karimun Jawa. Sunan Nyamplungan sendiri adalah salah satu penyiar agama Muslim di daerah Jawa Tengah, yang masih merupakan keponakan dari Sunan Kudus salah satu sunan Wali Songo. Makam Sunan Nyamplungan sendiri terletak di atas gunung di Pulau Kemojan. Jarak untuk menuju wisata religi ini dari Pulau Karimun Jawa ± 14 km.
4.1.3. Aktivitas Kepariwisataan
Karena keindahan panorama pantai dan pulau yang ada Pulau Karimunjawa menawarkan wisata bahari dan wisata petualangan alam. Banyak sekali aktivitas pariwisata yang bisa dilakukan di Pulau Karimunjawa antara lain :
1. Diving
Banyak wisatawan yang melakukan olah raga ini untuk melihat ekosistem terumbu karang di kedalaman ± 10 meter. Spot menyelam yang ada juga beraneka ragam diantaranya di P.Sintok,P.Menjangan Besar, P.
Menjangan Kecil dan Kapal Karam. Spot yang paling digemari adalah Kapal Karam. Kapal Karam ini adalah peninggalan dari tahun 1957,merupakan kapal pengangkut barang milik Belanda yang karam dikarenakan terkena karang. Kapal ini sendiri mempunyai panjang ± 100 meter dengan pilar-pilar yang sangat besar. Karena sudah berumur puluhan tahun maka kapal ini dipenuhi ekosistem terumbu karang yang tumbuh hampir di semua badan kapal dengan ikan-ikan beraneka jenis.
2. Snorkling
Aktivitas ini bisa dilakukan di sekitar P.Menjangan Besar dan Menjangan Kecil, sebelah barat pulau Bengkoang, sekitar pulau Kembar, sebelah utara dan timur pulau Krakal Kecil. Para wisatawan dapat menikmati keindahan terumbu karang dan spesies fauna dan flora laut tanpa harus menyelam.
Apabila tidak membawa alat snorkeling, local guide,hotel dan guest house setempat menyewakan alat-alat ini.
3. Memancing
Karena perairan di daerah Pulau Karimun Jawa cukup tenang dan ombak tidak terlalu keras maka aktivitas olahraga memancing bisa dilakukan disana baik bagi para professional maupun yang masih pemula. Ikan-ikan yang didapatkan juga tergolong ikan laut yang cukup besar dan beraneka ragam.
4. Berenang
Banyak wisatawan yang biasanya hanya ingin berenang saja di daerah pulau-pulau yang berada di Taman Nasional Karimunjawa. Karena air laut yang masih jernih dan perairan yang cukup dangkal sehingga tidak harus berenang ke laut bebas tetap bisa menikmati keindahan laut yang ada.
5. Berjemur
Banyak wisatawan yang menggunakan waktu luang mereka selama di kapal dalam perjalanan menuju pulau-pulau dengan melakukan aktivitas berjemur. Karena udara dan tempat yang memungkinkan,terutama para wisatawan mancanegara yang senang sekali dengan cuaca alam yang ada mereka akan melakukan sun bathing.
6. Melihat akuarium laut
Wisatawan yang ingin melihat kekayaan alam laut Taman Nasional Karimun jawa tanpa harus berenang juga dapat melakukan dengan akuarium laut. Di mana terdapat beberapa kapal nelayan yang memiliki glass bottom yangdapat dipakai langsung melihat ke dalam laut.
7. Melihat penangkaran hiu dan penangkaran penyu
Bagi para wisatawan yang merasa tertantang untuk berenang dengan hiu,maka mereka bisa pergi ke P.Menjangan. Di sana terdapat penangkaran hiu sirip putih dan hiu sirip hitam. Hiu-hiu di sini tergolong sudah jinak karena tiap hari diberi makanan,tapi bukan berarti bisa langsung didekati begitu saja. Bagi para wisatawan yang ingin berenang dengan hiu cukup membayar Rp 5.000,- ke penangkaran. Tidak hanya itu tapi terdapat juga penangkaran penyu sisik dan penyu hijau. Bila waktu penetasan tiba wisatawan mendapat kesempatan pula untuk bisa ikut melepaskan tukik-tukik ke habitatnya di laut bebas.
44 4.1.4. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana untuk mendukung pariwisata Pulau Karimunjawa yang sudah ada adalah dari akomodasi dan transportasi. Untuk akomodasi terdapat resort,hotel dan guesthouse. Sedangkan transportasi yang digunakan untuk menyeberang ke Pulau Karimunjawa terdapat kapal dan pesawat. Sedangkan untuk transportasi yang digunakan dalam aktivitas di Pulau Karimunjawa terdapat penyewaan kendaraan sepeda motor dan sepeda. Untuk kegiatan aktivitas wisata bahari juga terdapat penyewaan kapal boat atau kapal nelayan.
4.1.4.1. Akomodasi di Pulau Karimun Jawa
Terdapat berbagai macam akomodasi yang ada di Pulau Karimunjawa,seperti hotel, resort, guesthouse, wisma. Wisatawan yang ingin menginap dengan cara adventure, dapat juga melakukan camping dengan peralatan sendiri di daerah pantai Pulau Karimunjawa.
Berikut ini adalah data akomodasi beserta harga yang ada di Pulau Karimunjawa : Tabel 4.2. Data akomodasi hotel / resort dan harga
No Nama Hotel Star Kamar Fasilitas Harga 1. Blue Laguna
Inn
* 6 AC,Fan,alat snorkeling,cafetaria
Fan: Rp 120.000,- AC: Rp 200.000,- 2 Karimun Jawa
Inn
** 17 AC,Fan,bungalow,parabola, restoran,kapal
kaca,peralatan snorkeling dan peralatan selam
Fan: Rp 120.000,- AC: Rp 250.000,-
3 Escape Hotel ** 12 AC,Fan,peralatan selam,snorkeling,canoing,sp edd boat
Fan: Rp 110.000,- AC: Rp 220.000,-
4 Duta Karimun ** 15 AC,peralatan
selam,peralatan snorkling
AC: Rp 250.000,-
5 Dewadaru Resort
**** 12 AC,peralatan snorkeling,peralatan
AC: Rp 225.000,- Bungalow :
selam,canoing,speed boat Rp 400.000,- 6 Nirwana
Resort
**** 16 AC,peralatan
selam,snorkeling,canoing,sp eed boat
AC: Rp 500.000,- - Rp 2.000.000,-
Tabel 4.3. Data akomodasi guesthouse dan harga
No. Guesthouse Kamar Fasilitas Harga
1 Hamfah 7 Peralatan selam ,peralatan snorkeling,penyewaan kapal boat.
Rp 75.000,-
2 Prapatan 5 peralatan snorkeling, penyewaan kapal boat
Rp 50.000,-
3 Setia Jaya 1 5 Peralatan snorkeling, penyewaan kapal boat, fan
Rp 60.000,- – Rp 125.000,- 4 Setia Jaya 2 7 Peralatan snorkeling, penyewaan
kapal boat, fan
Rp 60.000,- - Rp 125.000,- 5 Kalimasada 7 Peralatan snorkeling, penyewaan
kapal boat, fan
Rp 50.000,- – Rp 60.000,- 6 Al Muslim 4 Peralatan snorkeling, penyewaan
kapal boat, fan
Rp 50.000,-
7 Berkah Ilahi 8 Peralatan snorkeling, penyewaan kapal boat, fan, AC
Rp 50.000,- – Rp 250.000,- 8 Karimun Indah 5 Peralatan snorkeling, penyewaan
kapal boat, fan, AC
Rp 50.000,- - Rp 165.000,- 9 Mekarsari 3 Peralatan snorkeling, penyewaan
kapal boat
Rp 50.000,-
10 Wisma Apung Jaya Karimun
5 Peralatan snorkeling, penyewaan kapal boat, fan, AC
Rp 100.000,- - Rp 200.000,- 11 Dafista 10 Peralatan snorkeling, penyewaan
kapal boat
Rp 50.000,- - Rp 70.000,-
46 4.1.4.2. Transportasi di Pulau Karimunjawa
Terdapat dua akses penyeberangan menuju Pulau Karimunjawa, yaitu melalui Semarang dan Jepara.
Sarana tranportasi wisatawan menuju Pulau Karimunjawa : 1. ASDP Kapal Ferry Muria ( Jepara – Karimunjawa )
Kapal penyeberangan untuk penumpang, barang dan kendaraan bermotor yang berkapasitas 250 orang dengan 2 tingkat dek. Waktu tempuh Jepara – Karimunjawa kira-kira 5-6 jam perjalanan.
- Pemesanan tiket & informasi : 0291-591048 - Jadwal keberangkatan :
a. Hari Sabtu, Senin, Rabu, Pk 09.00 WIB Jepara – Karimunjawa b. Hari Minggu, Selasa, Kamis, Pk 08.00 WIB Karimunjawa – Jepara - Harga Tiket :
Penumpang :
a. VIP / Eksekutif : Rp 60.250,- / org b. Ekonomi : Rp 30.250,- / org Kendaraan :
a. Golongan I Rp 11.000/Unit b. Golongan II Rp 27.500/Unit c. Golongan III Rp 87.000/Unit d. Golongan IV Rp 262.500/ Unit e. Golongan V Rp 350.800/ Unit f. Golongan VI Rp 603.300/ Unit g. Golongan VII Rp 784.300/ Unit h. Golongan VIII Rp 1.006.300/ Unit 2. Kapal Cepat Kartini ( Semarang – Karimunjawa )
Kapal khusus penumpang berkapasitas 168 orang dengan fasilitas AC.
Waktu tempuh dari pelabuhan Tanjung Mas 4 jam perjalanan.
- Pemesanan tiket & informasi : 024-7602592 - Jadwal keberangkatan :
a. Semarang-Karimunjawa : Sabtu, Pk 09.00 WIB
b. Karimunjawa-Semarang : Minggu, Pk 14.00 WIB - Harga tiket :
Penumpang :
a. VIP Dewasa : Rp 150.000,-/org b. VIP Anak-anak : Rp 120.000,-/org c. Bisnis Dewasa : Rp 130.000,-/org d. Bisnis Anak-anak : Rp 48.000,-/org 3. Pesawat terbang Dewadaru Resort
Penggunaan kapal terbang ini dilakukan dengan cara charter lewat pihak Dewadaru Resort. Harga per org kurang lebih 1 juta rupiah dengan minimal keberangkatan 2 orang. Pesawat melakukan keberangkatan dari bandara A.Yani di Semarang dan mendarat di bandara Dewadaru Resort di Pulau Karimunjawa.
bahasa Indonesia. Sehingga pada saat membawa wisatawan asing sangat terbatas dalam memberikan informasi mengenai Karimunjawa.
4.2. Pembahasan 4.2.1. Hasil Observasi
Hasil observasi ini dilakukan oleh peneliti selaku mahasiswa Manajemen Pariwisata UK Petra Surabaya. Observasi dilakukan selama melakukan penelitian di Pulau Karimun Jawa.
1. Sarana dan Prasarana - Kapal Penyeberangan
Jadwal kapal untuk menyeberang baik dari Kapal Ferry Muria dan Kapal Cepat Kartini sangat terbatas dikarenakan hanya beroperasi 3 kali dalam seminggu. Itu juga diberlakukan pada saat high season, yang mengakibatkan adanya waktu menunggu untuk para wisatawan yang datang ke Karimunjawa. Untuk kapasitas kapal juga sangat terbatas karena daya tamping hanya berkisar ± 250 orang. Dan fasilitas yang terdapat di kapal juga kurang memberikan kenyamanan dilihat dari lamanya waktu perjalanan yang ditempuh yaitu ± 4 jam – 6 jam.
48 - Tourism Information Center
TIC yang terdapat di Pulau Karimunjawa letaknya sangat tidak strategis karena terletak di dalam sebuah gedung terbuka, dimana tidak terdapat tanda untuk mengetahui informasi yang bisa didapat melalui TIC. Dan adanya pelayanan informasi mengenai Karimunjawa oleh TIC juga sangat kurang karena hanya beroperasi pada saat 1 jam sebelum kapal datang dan 1 jam sebelum kapal berangkat. Banyak wisatawan yang tidak mengetahui adanya TIC karena menggunakan jasa paket tour, dimana para penyedia jasa tour juga tidak memberitahukan adanya TIC. Sehingga TIC tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Brosur yang disediakan oleh TIC juga sangat terbatas, begitu pula dengan SDM yang memberikan informasi memiliki pengetahuan yang masih kurang mengenai Karimunjawa.
2. Akomodasi
- Guesthouse & Hotel / Resort
Akomodasi yang terdapat di Pulau Karimunjawa sangat banyak dimana wisatawan tidak akan kesulitan untuk mecari penginapan yang sesuai dengan budget mereka untuk berlibur di sana. Sayangnya untuk penyediaan kamar sangatlah terbatas, terutama pada saat high season.
3. Itinerary tour
Untuk acara paket tour yang ditawarkan juga hanya melakukan aktivitas bahari dimana membuat wisatawan cepat merasa bosan dengan aktivitas di hari berikutnya. Melihat potensi yang ada di Pulau Karimunjawa, banyak sekali alternative yang bisa digunakan sebagai acara tour seperti cycling berkeliling Pulau Kemojan, perkampungan suku Bugis, trekking di Gunung Besar Karimun, menangkap kepiting di hutan mangrove dan menangkap ikan menggunakan bubu (jala ikan besar), wisata religi Sunan
Nyamplungan, membuat souvenir (kalung dan tongkat kayu Dewadaru) di home industry setempat.
4. Rumah makan
Jarang sekali terdapat rumah makan di Pulau Karimunjawa, hanya terdapat 1 rumah makan berbentuk warung di dekat alun-alun Pulau Karimunjawa yaitu Depot Bu Ester. Sehingga wisatawan yang datang sendiri tidak menggunakan jasa paket tour akan kesusahan dalam mencari makan terutama di malam hari.
5. Fasilitas
Penyediaan fasilitas kendaraan sangatlah terbatas terutama dalam penyewaan kendaraan bermotor. Hanya beberapa guesthouse yang menyediakan sewa sepeda motor. Ini membuat para wisatawan yang ingin berkeliling pulau menjadi kesulitan melakukan aktivitasnya. Begitu juga dengan transportasi yang digunakan untuk penjemputan dari dermaga Karimunjawa menuju hotel juga sangat terbatas hanya menggunakan mobil carry atau mobil pick up terbuka. Banyak wisatawan yang tidak menggunakan jasa paket tour harus berjalan menuju akomodasi yang digunakan ± 2-3 km.
6. Local Guide
Pengetahuan local guide yang terdapat di Pulau Karimunjawa sangatlah terbatas, begitu juga dengan bahasa yang dikuasai hanya menggunakan 1 bahasa yaitu bahasa Indonesia.
7. Akses Jalan
Akses jalan raya menuju Pulau Kemojan dan daerah pantai Legon Lele sangatlah memprihatinkan karena banyak sekali jalan yang rusak, sehingga banyak para penyedia jasa paket tour dan wisatawan jarang sekali berkunjung menuju perkampungan suku Bugis atau makam Sunan Nyamplungan di Pulau Kemojan.
50 4.2.2. Deskripsi Profil Responden
Berikut ini adalah profil responden yang menjadi subyek dari penelitian :
Tabel 4.4 Jenis kelamin wisatawan Jenis
Kelamin
Frekuensi Prosentase
Perempuan 57 38,0
Laki-laki 93 62,0
Total 150 100,0
Sumber : Lampiran Profil
Berdasarkan Tabel distribusi frekuensi jenis kelamin di atas diketahui bahwa dari 150 responden yang menjadi subyek penelitian mayoritas adalah laki-laki, dimana ada sebanyak 93 orang atau 62% responden laki-laki dan 57 orang atau 38% sisanya adalah perempuan.
Tabel 4.5. Usia wisatawan
Usia
13 8,7 8,7 8,7
130 86,7 86,7 95,3
7 4,7 4,7 100,0
150 100,0 100,0
13 - 19 tahun 20 - 34 tahun 35 - 65 tahun Total Valid
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Sumber : Lampiran Profil
Berdasarkan Tabel distribusi frekuensi usia di atas diketahui bahwa dari 150 responden yang menjadi subyek penelitian mayoritas berumur antara 20 – 34 tahun yaitu sebanyak 130 orang atau 86,7%. Sedangkan responden yang memiliki usia 13 – 19 tahun sebanyak 13 orang atau 8,7%. Responden yang
memiliki usia antara 35 – 65 tahun adalah sebanyak 7 orang atau 4,7%. Dengan demikian usia responden sudah sesuai dengan karakteristik sampel yang disyaratkan.
Tabel 4.6. Pekerjaan wisatawan
Pekerjaan Frekuensi Prosentase
Wirausaha 32 21,3
Pegawai swasta 29 19,3
Pelajar/mahasiswa 74 49,3
Lain-lain 15 10,0
Total 150 100,0
Sumber : Lampiran Profil
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa mayoritas responden adalah pelajar/mahasiswa, dimana dari 150 responden, ada sebanyak 74 orang atau 49,3% merupakan pelajar/mahasiswa. Responden yang berwirausaha ada sebanyak 32 orang atau 21,3%, responden yang bekerja sebagai pegawai swasta ada sebanyak 29 orang atau 19,3% dan responden yang bekerja dalam bidang lain ada sebanyak 15 orang atau 10% responden.
Tabel 4.7. Status wisatawan
Status Frekuensi Prosentase
Menikah 31 20,7
Tidak menikah 119 79,3
Total 150 100,0
Sumber : Lampiran Profil
52
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa mayoritas responden adalah orang yang tidak menikah, dimana ada sebanyak 119 orang atau 79,3% yang menyatakan tidak menikah dan sebanyak 31 orang atau 20,7% responden sisanya adalah orang yang sudah menikah.
Tabel 4.8. Pendidikan terakhir para wisatawan
Pendidikan Frekuensi Prosentase
SMA 63 42,0
Sarjana S1 81 54,0
Diploma D3 1 0,7
Sarjana S2 5 3,3
Total 150 100,0
Sumber : Lampiran Profil
Tabel di atas menjelaskan bahwa sebanyak 81 orang atau 54% adalah responden yang berpendidikan S1, 63 orang atau 42% adalah responden yang berpendidikan SMA, hanya 1 orang atau 0,7% responden yang berpendidikan Diploma D3 dan 5 orang atau 3,3% adalah responden yang berpendidikan Sarjana S2.
Tabel 4.9. Asal wilayah / negara wisatawan
Asal
6 4,0 4,0 4,0
32 21,3 21,3 25,3
31 20,7 20,7 46,0
33 22,0 22,0 68,0
4 2,7 2,7 70,7
1 ,7 ,7 71,3
3 2,0 2,0 73,3
11 7,3 7,3 80,7
4 2,7 2,7 83,3
7 4,7 4,7 88,0
5 3,3 3,3 91,3
6 4,0 4,0 95,3
1 ,7 ,7 96,0
1 ,7 ,7 96,7
1 ,7 ,7 97,3
2 1,3 1,3 98,7
2 1,3 1,3 100,0
150 100,0 100,0
Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Propinsi lain China Finland French Germany Italy Japan Korea Netherland Singapore Spain Sweden UK USA Total Valid
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Sumber : Lampiran Profil
Berdasarkan daerah asal, diketahui bahwa sebanyak 6 orang atau 4%
berasal dari Jawa Barat, sebanyak 32 orang atau 21,3% adalah responden yang berasal dari Jawa Tengah, dan responden yang berasal dari Jawa Timur ada sebanyak 31 orang atau 20,7%. Sebanyak 33 orang atau 22% berasal dari propinsi lain dan ada sebanyak 48 orang atau 32% responden berasal dari manca negara. Dimana dari wisatawan mancanegara yang paling mendominasi adalah dari negara Jerman sebanyak 11 orang atau 7,3%.
Tabel 4.10. Penggunaan jasa paket tour
Paket Tour Frekuensi Prosentase
Ya 76 50,7
Tidak 74 49,3
Total 150 100,0
Sumber : Lampiran Profil
Tabel di atas menjelaskan bahwa responden yang menggunakan jasa paket tour untuk berkunjung ke Pulau Karimun Jawa adalah sebanyak 76 orang atau 50,7% dan 74 orang atau 49,3% sisanya tidak menggunakan jasa paket tour untuk berkunjung ke Pulau Karimun Jawa.
Tabel 4.11. Transportasi penyeberangan yang digunakan untuk menuju Karimunjawa
Transportasi Frekuensi Prosentase Kapal cepat
Kartini
39 26,0
Kapal ferry Muria
105 70,0
54 Pesawat
Dewadaru Resort
6 4,0
Total 150 100,0
Sumber : Lampiran Profil
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa mayoritas responden menggunakan fasilitas kapal ferry Muria untuk menyeberang ke Pulau Karimun Jawa, diketahui sebanyak 105 orang atau 70% menyatakan menggunakan kapal ferry Muria. Tabel di atas juga menjelaskan bahwa sebanyak 39 orang atau 26% menggunakan Kapal cepat Kartini dan hanya 6 orang atau 4% responden saja yang menggunakan pesawat Dewadaru Resort untuk menyeberang ke Pulau Karimun Jawa.
Tabel 4.12. Akomodasi yang digunakan selama berada di Karimunjawa
Akomodasi Frekuensi Prosentase resort/hotel 37 24,7
guesthouse 83 55,3
Wisma 16 10,7
camping 14 9,3
Total 150 100,0
Sumber : Lampiran Profil
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa mayoritas responden menggunakan guesthouse untuk menginap di pulau Karimun Jawa, dimana ada sebanyak 83 orang atau 55,3% responden yang menggunakan guesthouse untuk menginap di Pulau Karimun Jawa. Responden yang menggunakan resort/hotel adalah sebanyak 37 orang atau 24,7%, sebanyak 16 orang atau 10,7%
menggunakan wisma untuk menginap di Pulau Karimun Jawa dan 14 orang atau 9,3% sisanya memanfaatkan untuk camping.
Tabel 4.13. Lama berkunjung di Karimunjawa
Lama Berkunjung
Frekuensi Prosentase
2 hari 1 malam 19 12,7
4 hari 3 malam 101 67,3
1 minggu 20 13,3
Lebih dari 1 minggu
10 6,7
Total 150 100,0
Sumber : Lampiran Profil
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa mayoritas responden berkunjung selama 4 hari 3 malam, dimana diketahui sebanyak 101 orang atau 67,3% menyatakan berkunjung selama 4 hari 3 malam, sebanyak 19 orang atau 12,7% responden berkunjung selama 2 hari 1 malam. Responden yang berkunjung selama 1 minggu ada sebanyak 20 orang atau 13,3%, dan responden yang berkunjung lebih dari 1 minggu ada 10 orang atau 6,7%.
Tabel 4.14. Pengeluaran selama berada di Karimunjawa
Pengeluaran Frekuensi Prosentase
Rp. 500.000 - Rp. 750.000 48 32,0
Rp. 750.000 - Rp. 1.000.000 36 24,0
Rp. 1.000.000 - Rp. 1.500.000 20 13,3
56
Rp. 1.500.000 - Rp. 2.000.000 29 19,3
di atas Rp. 2.000.000 17 11,3
Total 150 100,0
Sumber : Lampiran Profil
Tabel di atas menjelaskan bahwa responden yang memiliki pengeluaran antara Rp. 500.000 - Rp. 750.000 adalah sebanyak 48 orang atau 32%, sebanyak 36 orang atau 24% responden memiliki pengeluaran antara Rp.
750.000 – Rp. Rp. 1.000.000, sebanyak 20 orang atau 13,3% responden memiliki pengeluaran antara Rp. 1.000.000 – Rp. 1.500.000. Berdasarkan Tabel di atas juga dapat diketahui bahwa responden yang memiliki pengeluaran antara Rp. 1.500.000 – Rp. 2.000.000 adalah sebanyak 29 orang atau 19,3%
dan sebanyak 17 orang atau 11,3% responden memiliki pengeluaran di atas Rp.
2.000.000.
Tabel 4.15. Teman berkunjung pada saat ke Karimunjawa
Teman Berkunjung Frekuensi Prosentase
Teman 110 73,3
Sendiri 2 1,3
Keluarga 27 18,0
Rekan/relasi bisnis 11 7,3
Total 150 100,0
Sumber : Lampiran Profil
Tabel di atas menjelaskan bahwa responden yang memiliki berkunjung dengan teman adalah sebanyak 110 orang atau 73,3%, sebanyak 27 orang atau 18% menyatakan berkunjung bersama keluarga, sebanyak 11 orang atau 7,3%
berkunjung dengan rekan/relasi bisnis dan hanya 2 orang atau 1,3% responden saja yang berkunjung sendiri ke pulau Karimun Jawa.
Tabel 4.16. Sumber informasi yang didapatkan mengenai Karimunjawa
Informasi Frekuensi Prosentase
Teman 68 45,3
Brosur/paket tour 1 ,7
acara TV (jelajah di Trans TV) 9 6,0
Buku-buku traveling (lonely planet)
23 15,3
Website/internet 49 32,7
Total 150 100,0
Sumber : Lampiran Profil
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa mayoritas responden yang dijadikan subyek penelitian mengetahui tentang objek wisata Karimun Jawa dari teman, dimana sebanyak 68 orang atau 45,3% responden menyatakan mendapatkan informasi dari teman. Responden yang mengetahui objek wisata Karimun Jawa dari brosur/paket tour adalah sebanyak 1 orang atau 0,7%, sebanyak 9 orang atau 6% responden mengetahui objek wisata dari acara TV (jelajah di Trans TV) dan responden yang mengetahui objek wisata Karimun Jawa dari buku-buku travelling ada sebanyak 23 orang atau 15,3%, sedangkan responden yang mengetahui objek wisata Karimun Jawa dari website/internet adalah sebanyak 49 orang atau 32,7%.
58
Tabel 4.17. Tujuan utama mengunjungi Karimunjawa
Tujuan Utama Frekuensi Prosentase
Rekreasi 77 51,3
Petualangan/eco-tourism 38 25,3
Penelitian 25 16,7
Lain-lain 10 6,7
Total 150 100,0
Sumber : Lampiran Profil
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa mayoritas responden yang dijadikan subyek penelitian memiliki tujuan utama untuk rekreasi, dimana ada sebanyak 77 orang atau 51,3% responden yang menyatakan mempunyai tujuan utama untuk rekreasi. Responden yang memiliki tujuan utama untuk petualangan/eco-tourism adalah sebanyak 38 orang atau 25,3%, sebanyak 25 orang atau 16,7% responden mempunyai tujuan untuk penelitian. Sedangkan 10 orang atau 6,7% sisanya mempunyai tujuan lain-lain.
Tabel 4.18. Aktivitas yang paling disukai saat berada di Karimunjawa
29 24 34 22 14 11 12 4
14 10 28 16 12 16 22 32
43 17 19 26 10 7 12 16
34 65 14 6 6 8 6 11
4 13 11 21 17 13 31 40
2 4 12 12 28 41 31 20
10 9 13 27 39 23 19 10
14 8 19 20 24 31 17 17
Berenang Memancing Diving Snorkeling Berjemur
Melihat akuarium laut Melihat penangkaran hiu & penyu Menjelajah pulau
Count Urutan 1
Count Urutan 2
Count Urutan 3
Count Urutan 4
Count Urutan 5
Count Urutan 6
Count Urutan 7
Count Urutan 8
Sumber : Lampiran Profil
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa sebanyak 29 orang memberikan aktivitas berenang sebagai urutan 1, sebanyak 14 orang memberikan aktivitas memancing sebagai urutan 1, sebanyak 43 orang
memberikan aktivitas diving sebagai urutan 1, sebanyak 34 orang memberikan aktivitas snorkeling sebagai urutan 1, sebanyak 4 orang memberikan aktivitas berjemur sebagai urutan 1, hanya 2 orang saja yang memberikan aktivitas melihat akuarium laut sebagai urutan urutan 1, sebanyak 10 orang memberikan aktivitas melihat penangkaran hiu dan penyu sebagai urutan 1 dan sebanyak 14 orang memberikan aktivitas menjelajah pulau sebagai urutan 1.
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa sebanyak 24 orang memberikan aktivitas berenang sebagai urutan 2, sebanyak 10 orang memberikan aktivitas memancing sebagai urutan 2, sebanyak 17 orang memberikan aktivitas diving sebagai urutan 2, sebanyak 65 orang memberikan aktivitas snorkeling sebagai urutan 2, sebanyak 13 orang memberikan aktivitas berjemur sebagai urutan 2, hanya 4 orang saja yang memberikan aktivitas melihat akuarium laut sebagai urutan urutan 2, sebanyak 9 orang memberikan aktivitas melihat penangkaran hiu dan penyu sebagai urutan 2 dan sebanyak 8 orang memberikan aktivitas menjelajah pulau sebagai urutan 2.
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa sebanyak 34 orang memberikan aktivitas berenang sebagai urutan 3, sebanyak 28 orang memberikan aktivitas memancing sebagai urutan 3, sebanyak 19 orang memberikan aktivitas diving sebagai urutan 3, sebanyak 14 orang memberikan aktivitas snorkeling sebagai urutan 3, sebanyak 11 orang memberikan aktivitas berjemur sebagai urutan 3, 12 orang yang memberikan aktivitas melihat akuarium laut sebagai urutan urutan 3, sebanyak 13 orang memberikan aktivitas melihat penangkaran hiu dan penyu sebagai urutan 3 dan sebanyak 19 orang memberikan aktivitas menjelajah pulau sebagai urutan 3.
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa sebanyak 22 orang memberikan aktivitas berenang sebagai urutan 4, sebanyak 16 orang memberikan aktivitas memancing sebagai urutan 4, sebanyak 26 orang memberikan aktivitas diving sebagai urutan 4, sebanyak 6 orang memberikan aktivitas snorkeling sebagai urutan 4, sebanyak 21 orang memberikan aktivitas berjemur sebagai urutan 4, sebanyak 12 orang yang memberikan aktivitas melihat akuarium laut sebagai urutan urutan 4, sebanyak 27 orang memberikan
60
aktivitas melihat penangkaran hiu dan penyu sebagai urutan 4 dan sebanyak 20 orang memberikan aktivitas menjelajah pulau sebagai urutan 4.
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa sebanyak 14 orang memberikan aktivitas berenang sebagai urutan 5, sebanyak 12 orang memberikan aktivitas memancing sebagai urutan 5, sebanyak 10 orang memberikan aktivitas diving sebagai urutan 5, sebanyak 6 orang memberikan aktivitas snorkeling sebagai urutan 5, sebanyak 17 orang memberikan aktivitas berjemur sebagai urutan 5, sebanyak 28 orang yang memberikan aktivitas melihat akuarium laut sebagai urutan urutan 5, sebanyak 39 orang memberikan aktivitas melihat penangkaran hiu dan penyu sebagai urutan 5 dan sebanyak 24 orang memberikan aktivitas menjelajah pulau sebagai urutan 5.
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa sebanyak 11 orang memberikan aktivitas berenang sebagai urutan 6, sebanyak 16 orang memberikan aktivitas memancing sebagai urutan 6, sebanyak 7 orang memberikan aktivitas diving sebagai urutan 6, sebanyak 8 orang memberikan aktivitas snorkeling sebagai urutan 6, sebanyak 13 orang memberikan aktivitas berjemur sebagai urutan 6, sebanyak 41 orang yang memberikan aktivitas melihat akuarium laut sebagai urutan urutan 6, sebanyak 23 orang memberikan aktivitas melihat penangkaran hiu dan penyu sebagai urutan 6 dan sebanyak 31 orang memberikan aktivitas menjelajah pulau sebagai urutan 6.
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa sebanyak 12 orang memberikan aktivitas berenang sebagai urutan 7, sebanyak 22 orang memberikan aktivitas memancing sebagai urutan 7, sebanyak 12 orang memberikan aktivitas diving sebagai urutan 7, sebanyak 6 orang memberikan aktivitas snorkeling sebagai urutan 7, sebanyak 31 orang memberikan aktivitas berjemur sebagai urutan 7, sebanyak 31 orang yang memberikan aktivitas melihat akuarium laut sebagai urutan urutan 7, sebanyak 19 orang memberikan aktivitas melihat penangkaran hiu dan penyu sebagai urutan 7 dan sebanyak 17 orang memberikan aktivitas menjelajah pulau sebagai urutan 7.
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa sebanyak 4 orang memberikan aktivitas berenang sebagai urutan 8, sebanyak 32 orang memberikan aktivitas memancing sebagai urutan 8, sebanyak 16 orang memberikan aktivitas diving
sebagai urutan 8, sebanyak 11 orang memberikan aktivitas snorkeling sebagai urutan 8, sebanyak 40 orang memberikan aktivitas berjemur sebagai urutan 8, sebanyak 20 orang yang memberikan aktivitas melihat akuarium laut sebagai urutan urutan 8, sebanyak 10 orang memberikan aktivitas melihat penangkaran hiu dan penyu sebagai urutan 8 dan sebanyak 17 orang memberikan aktivitas menjelajah pulau sebagai urutan 8.
Tabel 4.19. Fasilitas yang digunakan pada saat berada di Karimunjawa
Fasilitas Frekuensi Prosentase
Sewa kendaraan 12 8,0
Sewa alat snorkeling 12 8,0
Sewa kapal nelayan 15 10,0
Sewa alat memancing 2 1,3
Sewa perahu motor 2 1,3
Sewa kendaraan & alat snorkeling 9 6,0
Sewa kendaraan & kapal nelayan 2 1,3
Sewa kendaraan & perahu motor 3 2,0
Sewa alat snorkling & kapal nelayan 36 24,0
Sewa alat snorkling & tourist information 4 2,7
Sewa alat snorkling & perahu motor 4 2,7
Sewa kapal nelayan & alat memancing 1 0,7
Sewa kapal nelayan & perahu motor 2 1,3
Sewa kendaraan, alat snorkling & kapal nelayan 19 12,7
Sewa kendaraan, alat snorkling dan tourist information 4 2,7
62
Sewa kendaraan, alat snorkling dan perahu motor 4 2,7
Sewa kendaraan, kapal nelayan & tourist information 1 0,7
Sewa kendaraan, kapal nelayan & alat memancing 1 0,7
Sewa kendaraan, kapal nelayan & perahu motor 3 2,0
Sewa alat snorkling, kapal nelayan & alat memancing 2 1,3
Sewa alat snorkling, kapal nelayan & perahu motor 2 1,3
Sewa alat snorkling Tourist information & sewa perahu
motor 1 0,7
Sewa alat snorkling, alat memancing & perahu motor 1 0,7
Sewa kapal nelayan, Tourist information & sewa perahu
motor 1 0,7
Sewa kendaraan, alat snorkling, kapal nelayan dan
tourist infor 5 3,3
Sewa kendaraan, alat snorkling, kapal nelayan dan
perahu motor 2 1,3
Total 150 100,0
Berdasarkan Tabel di atas dapat diketahui bahwa fasilitas yang digunakan selama berada di Pulau Karimun Jawa bervariasi, mulai dari sewa kendaraan, sewa alat diving, sewa kapal nelayan, sewa alat memancing, sewa perahun motor dan ada juga responden yang menggunakan beberapa alat sekaligus.
Dari beberapa fasilitas yang disediakan oleh pengelola diketahui mayoritas melakukan sewa alat diving dan kapal nelayan, dimana ada sebanyak 36 orang atau 24% responden yang menyatakan menyewa alat diving dan kapal nelayan, sedangkan responden yang menyewa kendaraan, alat diving dan kapal nelayan sekaligus ada sebanyak 19 orang atau 12,7%.
Tabel 4.20. Setiap liburan selalu melakukan rekreasi
Rekreasi Frekuensi Prosentase
Ya 81 54,0
Tidak 69 46,0
Total 150 100,0
Sumber : Lampiran Profil
Tabel di atas menjelaskan bahwa responden yang setiap libur selalu melakukan perjalanan untuk rekreasi adalah sebanyak 81 orang atau 54% dan yang menyatakan tidak melalkukan perjalanan rekreasi ada sebanyak 69 orang atau 46%.
Tabel 4.21. Perencanaan dalam melakukan liburan
Perencanaan Frekuensi Prosentase
Ya 138 92,0
Tidak 12 8,0
Total 150 100,0
Sumber : Lampiran Profil
Tabel di atas menjelaskan bahwa responden yang sebelum melakukan perjalanan liburan melakukan perencanaan terlebih dahulu adalah sebanyak 138 orang atau 92% responden dan responden yang tidak melakukan perencanaan dahulu hanyalah 12 orang saja atau 8%.
Tabel 4.22. Lama waktu yang diperlukan untuk mempersiapkan liburan Lama Waktu Frekuensi Prosentase
1 - 2 hari 12 8,0
1 - 2 minggu 48 32,0
64
1 - 2 bulan 46 30,7
3 - 6 bulan 33 22,0
di atas 1 tahun 11 7,3
Total 150 100,0
Sumber : Lampiran Profil
Berdasarkan Tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden membuat jadwal sebelum 1-2 minggu dan sebelum 1-2 bulan sebelum melakukan perjalanan, dimana masing-masing terdapat 48 orang atau 32%
responden dan 46 orang atau 30,7% responden. Sebanyak 12 orang atau 8%
responden membuat jadwal 1-2 hari sebelum melakukan perjalanan, sebanyak 33 orang atau 22% responden membuat jadwal 3-6 bulan sebelum melakukan perjalanan dan sebanyak 11 orang atau 7,3% responden lainnya membuat jadwal di atas 1 tahun sebelum melakukan perjalanan.
Tabel 4.23. Jenis wisatawan
Jenis Wisatawan Frekuensi Prosentase
Eco-tourist 59 39,3
Backpacker 40 26,7
The couple only market
10 6,7
The all-inclusive vacation concept
11 7,3
Children's holidy 12 8,0
Lain-lain 18 12,0
Total 150 100,0
Sumber : Lampiran Profil
Berdasarkan Tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden menyatakan merupakan eco-tourist dan backpacker, dimana masing-masing adalah sebanyak 59 orang atau 39,3% responden dan 40 orang atau 26,7%
responden. Responden yang menyatakan sebagai the couple onlay market adalah sebanyak 10 orang atau 6,7%, sebanyak 11 orang atau 7,3% responden menyatakan sebagai The all-inclusive vacation concept, sebanyak 12 orang atau 8% responden menyatakan sebagai Children's holidy dan 18 orang lainnya atau 12% responden merupakan jenis wisatawan lainnya.
Tabel 4.24. Kenyamanan transportasi, akomodasi dan local guide
2 1,3% 19 12,7% 65 43,3% 52 34,7% 12 8,0%
3 2,0% 9 6,0% 65 43,3% 62 41,3% 11 7,3%
3 2,0% 4 2,7% 41 27,3% 79 52,7% 23 15,3%
Kenyamanan transportasi Kenyamanan akomodasi Kenyamanan pelayanan local guide
Count Row N % Sangat tidak puas
Count Row N % Tidak puas
Count Row N % Cukup puas
Count Row N % Puas
Count Row N % Sangat puas
Tabel di atas menjelaskan bahwa sebagian besar responden cukup puas dengan kenyamanan transportasi dan kenyamanan akomodasi bahkan untuk kenyamanan pelayanan local guide sebagian besar menyatakan puas dan sangat puas.
Tabel 4.25. Tabulasi Silang Teman Berkunjung dengan Status
Berkunjung dengan * Status menikah Crosstabulation
14 96 110
45,2% 80,7% 73,3%
0 2 2
,0% 1,7% 1,3%
15 12 27
48,4% 10,1% 18,0%
2 9 11
6,5% 7,6% 7,3%
31 119 150
100,0% 100,0% 100,0%
Count
% within Status menikah Count
% within Status menikah Count
% within Status menikah Count
% within Status menikah Count
% within Status menikah Teman
Sendiri
Keluarga
Rekan/relasi bisnis Berkunjung
dengan
Total
Menikah Tidak menikah Status menikah
Total
Tabel di atas menjelaskan bahwa dominan wisatawan dengan status menikah berkunjung ke Karimunjawa bersama keluarga, sedangkan wisatawan dengan status tidak menikah berkunjung ke Karimunjawa dengan teman.
66
Tabel 4.26. Tabulasi Silang Jenis Kelamin dengan Jenis Wisatawan
Jenis kelamin * Jenis wisatawan Crosstabulation Count
19 13 5 7 9 4 57
40 27 5 4 3 14 93
59 40 10 11 12 18 150
Perempuan Laki-laki Jenis kelamin
Total
Eco-tourist Backpacker
The couple only market
The all-inclusive
vacation concept
Children's
holidy Lain-lain Jenis wisatawan
Total
Tabel di atas menjelaskan bahwa para wisatawan laki-laki dan perempuan yang berkunjung ke Karimunjawa lebih mengarah kepada jenis wisatawan eco- tourist.
4.2.3. Content Analysis
Dalam wawancara yang dilakukan dengan beberapa nara sumber yaitu pemilik guesthouse, pengelola hotel, local guide dan staf tourism information center terdapat informasi-informasi yang memiliki keseragaman dalam jawaban yang ada.
Informasi yang memiliki kesamaan yang didapatkan dari para narasumber : 1. Dari pemilik akomodasi / pengelola akomodasi memberikan jawaban
bahwa mereka membuatkan paket tour untuk para wisatawan yang datang ke Karimunjawa. Untuk acara dari paket tour bisa disesuaikan dengan keinginan wisatawan yang menginginkan aktivitas bahari. Pihak guesthouse maupun hotel menyediakan fasilitas lain seperti peralatan snorkeling, peralatan diving, sewa kendaraan, sewa kapal boat atau kapal nelayan. Wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa banyak menggunakan akomodasi untuk menginap selam 4 hari 3 malam, ini disesuaikan dengan jadwal Kapal Ferry Muria yaitu datang di hari Sabtu dan pulang ke Jepara di hari Selasa. Tapi terdapat juga para wisatawan ada yang hanya menginap selama 2 hari 1 malam karena mereka menggunakan Kapal Cepat Kartini dari Semarang dengan jadwal hari Sabtu berangkat dan hari Minggu pulang kembali ke Semarang.
2. Mengenai aktivitas yang paling digemari oleh para wisatawan baik domestic maupun mancanegara terdapat kesamaan jawaban dari kelima
narasumber yaitu para wisatawan sangat menyukai aktivitas wisata bahari terutama snorkeling, diving dan berenang. Wisatawan menyukai aktivitas ini dikarenakan terumbu karang di Karimunjawa yang masih sangat alami dan bermacam-macam warna dari terumbu karang tersebut, mereka juga mengatakan bahwa air di Karimunjawa masih bersih jadi bisa melihat ikan maupun karang dari atas permukaan laut.
3. Dari informasi para narasumber didapatkan keterangan bahwa para wisatawan berkunjung ke Karimunjawa banyak didominasi oleh teman dan keluarga. Sedangkan untuk asal wilayah banyak wisatawan domestic yang berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Jogjakarta dan Tegal, untuk para wisatawan mancanegara banyak berasal dari negara Korea, Jepang, Belanda, Jerman, Amerika, Italia, Inggris. Bisa dilihat bahwa berdasarkan informasi dari para narasumber wisatawan domestic banyak berasal dari penduduk yang ada di pulau Jawa, yang mungkin dikarenakan masih dekatnya jarak untuk menuju Karimunjawa. Sedangkan bagi wisatawan mancanegara banyak yang lebih berasal dari negara- negara di Eropa atau di Amerika.
4. Dari informasi para narasumber banyaknya wisatawan yang mengunjungi Karimunjawa adalah para backpacker dan eco-tourist. Para backpacker adalah wisatawan yang lebih memprioritaskan bepergian dengan budget minimal baik untuk akomodasi, transportasi maupun konsumsi mereka.
Sedangkan para eco-tourist adalah para wisatawan yang memilih liburan dengan melakukan aktivitas yang berdekatan dengan alam, seperti snorkeling untuk melihat terumbu karang, menjelajah pulau, berenang bersama penyu dan hiu di penangkaran.
Dari kesamaan jawaban dari para narasumber mengenai asal wisatawan, jenis wisatawan dan aktivitas yang paling disukai memiliki tujuan untuk mengetahui segmen-segmen yang ada di Karimunjawa.
Segmen yang terlihat adalah banyaknya wisatawan domestic yang berasal dari dalam pulau Jawa seperti Semarang, Jogjakarta, Jakarta, bandung dan Surabaya dikarenakan dekatnya jarak yang masih memungkinkan untuk berkunjung ke Karimunjawa, sedangkan untuk para wisatawan mancanegara
68
banyak yang berasal dari negara-negara Barat seperti Amerika, Belanda, Jerman, Inggris, Italia dan negara Asia seperti Korea. Dari aktivitas para wisatawan bisa diketahui bahwa mereka senang dengan aktivitas wisata bahari seperti snorkeling, diving dan berenang dikarenakan air laut yang masih jernih dan terumbu karang yang masih alami. Selain itu para wisatawan yang menginap di Karimunjawa meluangkan waktunya dalam 4 hari 3 malam yang disesuaikan dengan jadwal kapal dari Ferry Muria dan Kapal Cepat Kartini.
Informasi lain adalah mengenai jenis wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa didominasi oleh backpacker dan eco-tourist. Para backpacker di sini mencari liburan yang tidak mengeluarkan uang banyak atau berbudget minimal. Dengan budget minimal mereka para backpacker bisa menikmati segala aktivitas yang ada di Karimunjawa bersama dengan akomodasi, transportasi dan konsumsi yang ada. Sedangkan para eco-tourist mencari ketenangan dan aktivitas yang mendekatkan mereka pada alam, seperti snorkeling melihat terumbu karang atau berenang di laut, berenang bersama hiu dan penyu di penangkaran Pulau Menjangan Besar. Para wisatawan yang datang biasanya bersama dengan teman atau keluarga untuk dapat menikmati aktivitas bersama pada saat berada di Karimunjawa.
Dari wawancara dengan para narasumber terdapat informasi menarik lain yang bisa didapatkan. Dalam perkembangan Karimunjawa pemerintah Jepara telah melakukan pelatihan dan penyuluhan kepada para pengelola akomodasi, local guide maupun masyarakat. Dimana pelatihan yang dilakukan sangat beragam, mulai dari pelatihan bahasa Inggris, pemberian informasi mengenai wawasan Karimunjawa, pemberian informasi untuk menjaga kawasan Taman Nasional Karimunjawa, pemberian pelatihan diving oleh Himpunan Pramuwisata Indonesia. Program yang dilakukan oleh pemerintah ini mempunyai jadwal tetapi tidak intensif menurut beberapa narasumber karena pelatihan dan pemberian wawasan dilakukan hanya beberapa kali.
Dari keterangan yang didapat oleh local guide disampaikan bahwa objek wisata Karimunjawa tidak hanya wisata bahari melainkan terdapat objek wisata juga di darat. Potensi yang ada di Karimunjawa, para wisatawan dapat melakukan hiking di G.Besar Karimun terletak di Pulau Karimunjawa.
Terdapat juga wisata religi Sunan Nyamplungan yang terletak di Pulau Kemojan, dapat ditempuh dengan cara cycling ataupun menggunakan kendaraan bermotor. Di Pulau Kemojan juga terdapat rumah adat suku Bugis dan juga perkampungan suku Bugis dengan budaya aslinya.
4.2.4. Analisis Cluster (Kelompok)
Analisis cluster (kelompok) merupakan sebuah metode untuk mengelompokkan pengamatan-pengamatan atau obyek-obyek ke dalam beberapa kelompok. Tujuan dari analisis cluster adalah untuk mengelompokkan N satuan pengamatan ke dalam k kelompok (k < N) berdasar p peubah, sehingga unit-unit pengamatan dalam satu kelompok mempunyai ciri-ciri yang lebih homogen dibandingkan unit pengamatan dalam kelompok lain.
Metode analisis cluster yang digunakan dalam penelitian ini adalah K- means Cluster yaitu suatu metode dalam analisis kelompok yang memproses semua obyek (kasus) secara sekaligus. Proses ini dimulai dengan penentuan jumlah cluster terlebih dahulu, misal ditentukan 3 cluster, atau 4 cluster, atau angka lainnya.
Setelah melalui 7 iterasi (proses pengulangan dengan ketepatan lebih tinggi dari sebelumnya) didapat hasil final cluster sebagai berikut :
Tabel 4.27. Final Cluster
Final Cluster Centers
3 4 3
3 3 4
3 4 4
Kenyamanan transportasi Kenyamanan akomodasi Kenyamanan pelayanan local guide
1 2 3
Cluster
Untuk melihat apakah variabel-variabel yang telah membentuk cluster tersebut mempunyai perbedaan pada tiap cluster dilakukan dengan melihat
70
Tabel 4.28. ANOVA
ANOVA
50,404 3 2,918 146 17,273 ,000
134,027 3 2,958 146 45,307 ,000
108,328 3 3,620 146 29,921 ,000
121,063 3 2,122 146 57,044 ,000
77,573 3 3,065 146 25,306 ,000
12,340 3 2,463 146 5,009 ,002
60,932 3 2,196 146 27,748 ,000
60,058 3 3,155 146 19,037 ,000
Berenang Memancing Diving Snorkeling Berjemur
Melihat akuarium laut Melihat penangkaran hiu & penyu Menjelajah pulau
Mean Square df Cluster
Mean Square df Error
F Sig.
Sumber : Output SPSS
Pada prinsipnya, semakin besar angka F suatu variabel dan angka signifikansinya di bawah 0.05, maka semakin besar pula perbedaan variabel tersebut pada keempat cluster yang terbentuk. Dari table di atas semua variabel mempunyai nilai signifikansi di bawah 0.05, hal ini berarti semua variabel berbeda nyata pada keempat cluster yang terbentuk.
Dari proses cluster, terjadi 3 cluster atau 3 kelompok responden yang masing-masing kelompok tentunya mempunyai ciri yang berbeda satu dengan yang lain. Untuk melihat jumlah anggota kelompok tiap clustering dapat dilihat pada diagram pie berikut :
Gambar 4.2 : Diagram Cluster
Sumber : output SPSS
Berdasarkan diagram pie di atas dapat dilihat bahwa segmen 1 mempunyai 26 anggota dari hasil clustering, segmen 2 mempunyai 29 anggota dari hasil clustering, dan segmen 3 mempunyai 95 anggota dari hasil clustering. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden membentuk kelompok dalam segmen 3.
Berdasarkan final cluster center di atas dapat dilihat nilai rata-rata dari masing-masing variabel di setiap kelompok. Dari nilai rata-rata yang terlihat paling tinggi dapat digunakan sebagai ciri responden dalam kelompok tersebut.
Untuk mengetahui demografis masing-masing cluster dapat dilihat dari hasil crosstab (tabulasi silang) antar dimensi demografis sebagai berikut :
Tabel 4.29. Tabulasi Silang Jenis Kelamin dengan Cluster
10 12 35 57
38,5% 41,4% 36,8% 38,0%
16 17 60 93
61,5% 58,6% 63,2% 62,0%
26 29 95 150
100,0% 100,0% 100,0% 100,0%
Count
% within Cluster Number of Case Count
% within Cluster Number of Case Count
% within Cluster Number of Case Perempuan
Laki-laki Jenis kelamin
Total
Cluster 1 Cluster 2 Cluster 3 Cluster Number of Case
Total
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa responden paling banyak pada segmen 3, dimana dari 95 anggota cluster pada segmen 3 diketahui 63,2%
responden merupakan laki-laki.
72
Tabel 4.30. Tabulasi Silang Usia dengan Cluster
Usia * Cluster Number of Case Crosstabulation
0 5 8 13
,0% 17,2% 8,4% 8,7%
23 22 85 130
88,5% 75,9% 89,5% 86,7%
3 2 2 7
11,5% 6,9% 2,1% 4,7%
26 29 95 150
100,0% 100,0% 100,0% 100,0%
Count
% within Cluster Number of Case Count
% within Cluster Number of Case Count
% within Cluster Number of Case Count
% within Cluster Number of Case 13 - 19 tahun
20 - 34 tahun
35 - 65 tahun Usia
Total
1 2 3
Cluster Number of Case
Total
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa responden paling banyak pada segmen 3 adalah usia 20-34 tahun sebanyak 85 orang atau 89,5%.
Tabel 4.31. Tabulasi Silang Pekerjaan dengan Cluster
Pekerjaan * Cluster Number of Case Crosstabulation
10 8 14 32
38,5% 27,6% 14,7% 21,3%
4 6 19 29
15,4% 20,7% 20,0% 19,3%
9 11 54 74
34,6% 37,9% 56,8% 49,3%
3 4 8 15
11,5% 13,8% 8,4% 10,0%
26 29 95 150
100,0% 100,0% 100,0% 100,0%
Count
% within Cluster Number of Case Count
% within Cluster Number of Case Count
% within Cluster Number of Case Count
% within Cluster Number of Case Count
% within Cluster Number of Case Wirausaha
Pegawai swasta
Pelajar/mahasiswa
Lain-lain Pekerjaan
Total
Cluster 1 Cluster 2 Cluster 3 Cluster Number of Case
Total
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa responden paling banyak adalah segmen 3 yaitu pelajar/mahasiswa sebanyak 54 orang atau 56,8%.
Tabel 4.32. Tabulasi Silang Status dengan Cluster
Status menikah * Cluster Number of Case Crosstabulation
8 9 14 31
30,8% 31,0% 14,7% 20,7%
18 20 81 119
69,2% 69,0% 85,3% 79,3%
26 29 95 150
100,0% 100,0% 100,0% 100,0%
Count
% within Cluster Number of Case Count
% within Cluster Number of Case Count
% within Cluster Number of Case Menikah
Tidak menikah Status menikah
Total
Cluster 1 Cluster 2 Cluster 3 Cluster Number of Case
Total
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa responden paling banyak pada segmen 3 yang didominasi dengan para wisatawan yang mempunyai status tidak menikah sebanyak 81 orang atau 85,3%.
Tabel 4.33. Tabulasi Silang Pendidikan dengan Cluster
Pendidikan terakhir * Cluster Number of Case Crosstabulation
5 14 44 63
19,2% 48,3% 46,3% 42,0%
18 13 50 81
69,2% 44,8% 52,6% 54,0%
1 0 0 1
3,8% ,0% ,0% ,7%
2 2 1 5
7,7% 6,9% 1,1% 3,3%
26 29 95 150
100,0% 100,0% 100,0% 100,0%
Count
% within Cluster Number of Case Count
% within Cluster Number of Case Count
% within Cluster Number of Case Count
% within Cluster Number of Case Count
% within Cluster Number of Case SMA
Sarjana S1
Diploma D3
Sarjana S2 Pendidikan
terakhir
Total
Cluster 1 Cluster 2 Cluster 3 Cluster Number of Case
Total
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa responden paling banyak pada segmen 3 yang didominasi pendidikan terakhir adalah Sarjana S1 sebanyak 50 orang atau 52,6%.