• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA TERHADAP RETURN ON EQUITY (ROE) DI PT. UNILEVER TBK, JAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA TERHADAP RETURN ON EQUITY (ROE) DI PT. UNILEVER TBK, JAKARTA"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA TERHADAP RETURN ON EQUITY (ROE) DI PT. UNILEVER TBK, JAKARTA

Oleh:

1Djoko Maryanto, 2Iqbal Rafif

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Manajemen Bisnis Indonesia (STIE MBI) , Jurusan Akutansi Jl. Komjen Pol. M. Jasin ( Akses UI ) | No. 89, Kelapa Dua Cimanggis, Depok 16951

e-mail : [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan informasi berupa penjelasan yang lebih mendalam tentang pengaruh perputaran modal kerja terhadap return on equity. Dan memperoleh hasil dari olahan data tentang seberapa besar pengaruh perputaran modal kerja terhadap return on equity (ROE). Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini, data yang diperoleh baik yang bersifat kuantitatif maupun yang bersifat kualitatif diteliti dengan menggunakan metode deskriptif, yakni dengan pendekatan kuantitatif bentuk laporan keuangan perputaran modal kerja triwulan tahun 2011-2019. Berdasarkan perhitungan dengan persamaan regresi linier sederhana Y = 0.058 + 0,182X artinya jika nilai perputaran modal kerja sebesar 0 maka nilai return on equity (ROE) sebesar 0.058%

dan jika perputaran modal kerja naik Rp. 1,- maka return on equity akan bertambah 0,182 9%. Nilai R = 0,730 mengandung maksud bahwa hubungan perputaran modal kerja dengan return on equity (ROE) tinggi. Sedangkan nilai R2 = 0,533 atau 53.3% artinya return on equity dipengaruhi oleh perputaran modal kerja sebesar 53.3% sisanya sebesar 46.7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Sedangkan dari uji T menghasilkan sig 0,000 > 0,05 maka H0 itu akan diterima, dan berdasarkan uji T thitung

sebesar (6,230) yang artinya variabel nilai T thitung lebih besar dari Ttabel yaitu (2,03224) membuktikan bahwa perputaran modal kerja berhubungan secara signifikan dengan return on equity (ROE).

Kata Kunci : Perputaran Modal Kerja, Return On Equity (ROE).

ABSTRACT

This study aims to produce information in the form of a more in-depth explanation of the influence of working capital turnover on return on equity. And get the results from the processed data about how much influence the working capital turnover have on return on equity. The research method used in this study, the data obtained both quantitative and qualitative in nature were examined using a descriptive method, namely with a quantitative approach to the form of financial reports for working capital turnover quarters of 2011-2019.Based on calculations with a simple linear regression equation Y = 0.058 + 0,182X means that if the value of working capital turnover is 0, the value of return on equity is 0.058% and if the working capital are Rp. 1, - the return on equity will increase by 0,182%. R value = 0.730 means that the relationship between working capital turnover and return on equityt is high. While the value of R2 = 0.533 or 53.3% means that the return on equity is influenced by working capital turnover by the remaining 53.3% by 46.7% influenced by other variables not examined. While the T test results obtained sig 0.003> 0.05 then H0 is accepted, and based on the T test t(6.230) which means that the

(2)

variable t value is higher than t table that is( 2.03224) proving that the working capital turnover have relationship on the return on equity.

Keywords: Working Capital Turnover, Return On Equity (ROE)

PENDAHULUAN

Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesian Stock Exchange (IDX) adalah perdagangan dan transaksi, Pemerintah memutuskan untuk menggabung Bursa Efek Jakarta merupakan sebuah lembaga yang dapat menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan sarana untuk mempertemukan penawaran penjualan dan pembelian Efek antara satu pihak dengan pihak lain yang bertujuan memperdagangkan Efek di antara mereka. Bursa Efek Indonesia itu terdiri dari bursa hasil penggabungan yaitu penggabungan anatara Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya (BES) yang ditujukan dengan efektivitas operasional pasar saham dengan Bursa Efek Surabaya sebagai pasar obligasi, saham dan derivatife menjadi Bursa Efek Indonesia. Bursa Efek Indonesia ini mulai beroperasi pada 1 Desember 2007.

Adapun Manfaat dan tujuan pendirian Bursa Efek Indonesia agar dapat menyelenggarakan perdagangan efek dipasar modal Indonesia yang secara teratur, wajar, atau efisien maka Bursa Efek Indoensia wajib menyediakan sarana pendukung. Seperti menyediakan komputeriasi, papan elektronik guna menyampaikan data. Fasilitas perdagangan ini dilakukan secara sederhana, elektronik atau tanpa warkat.

Bursa Efek Indonesia ini diberikan kewenangan dan kebijakan untuk melakukan pengawasan terhadap anggota bursa efek, untuk mengingat kegiatan perdagangan efek yang menyangkut dana masyarakat.

Perseroan Terbatas ( PT ) adalah sebuah badan usaha yang dilindungi secara hukum yang modalnya terdiri dari saham satu atau dua orang lebih.

Syarat seseorang menjadi pemilik PT apabila dia memiliki bagian saham yang terbesar dari jumlah yang ditanamkanya.

Berdasasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 yang membahas mengenai Perseroan Terbatas ( PT ), dikatakan bahwa perusahaan berjenis Perseroan Terbatas adalah suatu badan usaha yang berbentuk badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian dan melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar seluruhnya terbagi dalam saham atau disebut juga dengan persekutuan modal.

Didalam transaksi kegiatan perusahaan Perseroan Terbatas mengenai modal saham yang dimiliki bisa diperjualbelikan kepada pihak lain.

Artinya, ini dapat memungkinkan adanya sebuah perubahan kepemilikan didalam organisasi perusahaan tanpa harus membubarkan perusahaan tersebut.

Perseroan Terbatas dibentuk berdasarkan kesepakatan, maka bisa syarat dalam pembentukkan PT didirikan oleh minimal 2 (dua) orang diatas perjanjian yang harus diketahui oleh notaris serta dibuatkan akta perusahaan untuk mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) sebelum resmi menjadi PT.

Sumber pemasukan atau pendanaan dalam sebuah Perusahaan Terbatas terbagi 3 (tiga) bagian yaitu :

1. Modal dasar, ini merupakan modal perusahaan yang bisa menilai seberapa besar perusahaan tersebut.

2. Modal yang ditempatkan, modal ini mengacu pada kesanggupan para pemilik terkait jumlah modal yang ditanamkan pada perusahaan. Pasal 33 Undang- Undang Perseroan Terbatas menyatakan bahwa jumlah

(3)

minimal modal ditempatkan adalah sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari modal dasar perusahaan.

3. Modal yang disetorkan, modal setor menjadi jenis sumber dana Perusahaan Terbatas yang dianggap paling nyata karena menunjukan jumlah modal yang disetor oleh para pemegang saham.

Modal awal yang disetor untuk Perusahaan Terbatas adalah minimal 25% (dua puluh lima persen) dari modal dasar. Artinya, besarnya modal dasar sama dengan modal yang ditempatkan oleh para pemegang saham.

Menurut Undang-Undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengkategorikan Perusahaan Terbatas menjadi 3 (tiga) jenis yaitu:

1. PT tertutup, adalah para pemegang saham hanya berasal dari kalangan tertentu atau orang- orang yang sudah saling mengenal, misalanya perusahaan keluarga.

2. Perseroan Terbatas (PT) Publik, pasal 1 ayat 8 adalah jenis perseroan yang telah memenuhi kriteria jumlah pemegang saham dan modal disetor sesuai dengan ketentuan peraturanya. Sementara itu Undang-Undang nomor 8 tahun 1995 mengenai pasar modal atau UUPM pasal 1 ayat 22 saham yang telah dimiliki oleh sedikitnya 300 orang dengan jumlah modal yang disetorkan minimal sebesar Rp 3.000.000;

(tiga juta rupiah).

3. Perseroan Terbatas Terbuka (PT.Tbk) disebutkan dalam pasal 1 ayat 7 melakukan penawaran saham secara terbuka. Tidak hanya itu, PT jenis ini juga mampu memenuhi segala persyaratan yang dibutuhkan untuk PT Publik. Dengan

melakukan penawaran pada Bursa Efek atau Pasar Modal kepada masyarakat.

Di masa revolusi industry 4.0 semua dilakukan secara digital, perkembangan dunia bisnis yang semakin cepat menuntut pengelola perkembangan manajemen yang baik dan digitalisasi. Bagi manajemen, pengetahuan yang baik untuk kebutuhan perusahaan salah satuny adanya pengetahuan tentang akuntansi dimana akan membantu manajemen dalam mengelola keuangan perusahaan, aspek keuangan perusahaan merupakan aspek penting untuk membantu kemajuan suatu usaha yang merupakan modal utama dalam kelangsungan sebuah perusahaan.

Manajer atau pimpinan membutuhkan sebuah laporan keuangan yang merupakan media paling penting untuk menilai kinerja dan keberlangsungan ekonomi suatu perusahaan. Tahap pertama seorang Manajer atau pimpinan tidak akan mampu melakukan pengamatan langsung ke perusahaan. Oleh sebab itu mereka butuh media laporan keuangan. Laporan keuangan dapat menggambarkan posisi keuangan perusahaan, hasil usaha satu periode, dan arus dana (kas) perusahaan dalam periode tertentu Harahap (2010:05).

Laporan keuangan merupakan catatan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh perusahaan karena mampu memberikan informasi yang akurat serta bermanfaat oleh para pemakainya dalam dunia bisnis yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan.

Para pemakai akuntansi terbagi menjadi 2 pihak yaitu pihak internal yaitu Top manajemen, Middle Manajemen dan Lower Manajemen perusahaan , dan yang kedua pihak eksternal seperti investor, Stakeholder, kreditor, pemerintah dan masyarakat. Untuk bisa melangsungkan kehidupan usaha, suatu perusahaan harus

(4)

mampu bersaing dengan perusahaan lain.

Sumber pendanaan suatu perusahaan bisa datang dari luar, diperoleh dengan menjual saham kepada calon investor dipasar modal atau melakukan pinjaman ke pihak lain.

Analisis Profitabilitas penting dalam laporan keuangan karena rasio profitabilitas menunjukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan profit diperusahaan dalam hubungannya dengan penjualan total asset maupun modal sendiri. Semakin tinggi profitabilitas perusahaan semakin tinggi efisiensi perusahaan. Begitu juga kalau hasil penjualan perusahaan menurun rasio profitabilitas perusahaan juga menurun.

Rasio profitabilitas yang bisa digunakan Return On Equity (ROE). Karena rasio tersebut merupakan ukuran penting bagi perusahaan untuk mengetahui seberapa besar kentungan yang dihasilkan dari modal sendiri.

Laporan perubahan modal kerja itu terdiri dari ringkasan-ringkasan hasil aktivitas keuangan dalam periode tertentu dan sebab terjadinya perubahan modal kerja. Modal kerja akan terus berputar selama perusahaan itu beroperasi, yaitu sejak didirikanya perusahaan sampai perusahaan itu di bubarkan. Modal kerja perusahaan merupakan komponen penting dalam laporan keuangan perusahaan, karena berpengaruh langsung terhadap peningkatan profitabilitas.

Tingkat perputaran modal yang tinggi akan membuat kreditor jangka pendek menjadi senang dan tidak khawatir dikarenakan mereka memperoleh kepastian bahwa modal kerja mereka akan berputar dengan cepat secara otomatis hutang akan segera dapat di bayar walaupun perusahaan dalam kondisi yang defisit. Jika tingkat perputaran modal perusahaan tinggi karena akibat adanya jumlah modal yang cukup dapat membuat tingkat penjualan tinggi juga maka modal kerja yang ada

akan cepat kembali seperti semula yaitu kas dan piutang.

Return On Sales (ROS). Selain ROE rasio keuangan ini yang biasanya tidak luput dari para investor karena digunakan untuk mengukur seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya. Dengan kata lain Return on sales cara dalam mengukur kemampuan perusahaan dengan jalan menganalisis presentase dari total pendapatan perusahaan yang dapat di konversikan menjadi profit perusahaan. Return on sales juga dapat menunjukan profit atau laba yang dihasilkan oleh perusahaan akibat membayar biaya variabel produksi seperti biaya tenaga kerja /upah karyawan, biaya bahan baku dan biaya overhead lainya. Namun belum termasuk pembayaran pajak dan bunga.

Investor, Stakeholder dan kreditur umumnya tertarik dengan rasio efisiensi karena dapat menunjukan prosentase uang yang dihasilkan oleh perusahaan melalui pendapatannya dalam periode tertentu.

Return On Asset (ROA) adalah rasio profitabilitas dalam mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan profit atau laba dari aktiva yang digunakan. Return on asset mampu mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan pada masa lampau untuk kemudian di proyeksikan di masa yang akan datang. Asset atau aktiva adalah keseluruhan dari harta sebuah perusahaan berupa modal sendiri maupun dari modal asing yang telah diubah perusahaan menjadi aktiva perusahaan yang digunakan untuk kelangsungan hidup perusahaan.

Return On Equity (ROE) adalah indiakator digunakan para investor dalam mengambil keputusan bisnisnya dan merupakan rasio profitabilitas untuk mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan dalam menghasikan Profit atau laba bersih bagi para stakeholder, investor atau pemilik dari investasi

(5)

dengan menggunakan modal sendiri yang diukur dengan satuan persen (%).

Semakin nilai ROE mendekati 100%

menandakan bahwa setiap 1 rupiah ekuitas pemegang saham, dapat dapat menghasilkan 1 rupiah dari laba bersih perusahaan.

Dalam perhitugan ROE, digunakan dua piaranti besar dalam sebuah perusahaan, yaitu Net profit dan Ekuitas . Ikatan Akuntan Indonesia menyebutkan bahwa laba bersih perusahaan merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja/ kemampuan suatu perusahaaan dan berguna untuk menjadi dasar ukur indikator penting lainnya ROE atau earning per share.

Sedangkan ekuitas adalah jumlah modal perusahaan yang dapat diguakan sebagai hak kepemilikan seseorang atas asset perusahaan. Ada beberapa Elemen pembentuk ekuitas yaitu: modal disetor, laba tidak dibagi, modal penilaian kembali, modal sumbangan, dan modal lain-lain.

Jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan dapat dijadikan patokan untuk mengukur apakah keuangan perusahaan tersebut efesien atau tidak dimana suatu ukuran tentang efisiensi manajemen perusahaan bisa menggunakan Return On Equity (ROE).

Rasio ini adalah hasil dari seluruh aktiva perusahaan yang dapat dikendalikan dengan mengabaikan sumber pendanaan, rasio ini biasanya diukur dengan presentase dari total investasi. return on investment sebagai bentuk teknik analisa rasio profitabilitas sangat penting dalam suatu perusahaan guna memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas perusahaan.

Total Asset Turn Over (TATO) masuk kedalam bagian rasio aktivitas (rasio efisiensi) yang mengukur kemampuan perusahaan untuk melakukan penjualan dari total assetnya dengaan memabndingkan penjualan bersih dengan total asset rata-rata. Makin

cepat asset berputar makin cepat pendapatan perusahaan tersebut.

Berdasarkan uraian diatas , maka judul penelitian ini adalah “ Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Return On Equity di PT Unilever Tbk yang Terdaftar di BEI”.

Tujuan Penelitian

1. Untuk memperoleh informasi berupa penjelasan lebih dalam tentang adanya pengaruh perputaran modal kerja terhadap Return On Equity.

2. Untuk mendapatkan informasi dari olahan data, seberapa besar pengaruh perputaran modal kerja terhadap Return On Equity.

Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan dan perbandingan yang dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta menjadi informasi dasar yang memadai tentang modal kerja dan akan memberikan wawasan dan pengetahuan tentang masalah yang diteliti, sehingga dapat diperoleh gambaran yang jelas tentang modal kerja.

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Akuntansi

Akuntansi (accounting) pembukuan (book keeping) adalah 2hal yang berbeda. Menurut Hery (2015), pembukuan adalah aktivitas seluruh proses pelaporan, mulai dari pengidentifikasian transaksi bisnis, pencatatan, pengkomunikasian (dalam bentuk laporan keuangan), sampai pada tahapan analisis dan interpretasi.

Sementara menurut Hans Kartikahadi, dkk. (2016:3) Akuntansi adalah suatu sistem indormasi keuangan , yang bertujuan untuk menghasilkan dan melaporkan informasi yang relevan bagi berbagai pihak yang berkepentingan.

(6)

Sementara itu, akutansi yang juga adalah sebagai bagian dari manajemen menurut Blocher dkk (2013) adalah sebuah profesi yang melibatkan pengambilan keputusan manajemen, menyusun perencanaan dan sistem manajemen kinerja, serta menyediakan keahlian dalam pelaporan keuangan dan pengendalian untuk membantu manajemen dalam memformulasikan dan mengimplementasikan suatu strategi organisasi. Sementara menurut Firmansyah (2014) menyebutkan bahwa bidang akuntansi manajemen meliputi penyusunan kegiatan- kegiatan antara lain:

1. Merancang sistem pengumpulan data 2. Menyediakan data yang relevan

dengan keputusan manajemen yang akan diambil

3. Membantu manajemen dalam menentukan pilihan atau alternatif tindakan

4. Membantu manajemen dalam menentukan alternatif yang terbaik untuk memecahkan masalah

5. Membantu manajemen dalam merencanakan kegiatan di masa yang akan datang

Informasi akuntansi manajemen yang dihasilkan dapat informasi kuantitatif maupun informasi kualitatif.

Suratinoyo menjelaskan bahwa ada tiga (3) jenis informasi akuntansi manajemen yaitu akuntansi penuh (full accounting), akuntansi diferensial (differential accounting), dan akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting).

Laporan Keuangan

Laporan keuangan menurut Kasmir (2013:7) adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan saat ini atau periode kedepannya. Maksud dan tujuan laporan keuangan menunjukkan kondisi keuangan perusahaan. Oleh sebab itu laporan keuangan selalu digunakan oleh

para investor atau penanam saham untuk melihat performa suatu perrusahaan layak atau tidak untuk dibeli sahamnya.

Dalam akuntansi, terdapat empat jenis laporan keuangan yang biasa dibuat oleh perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Laporan Laba Rugi

Melaporkan seluruh hasil dan biaya untuk mendapatkan hasil dan laba (rugi) perusahaan selama suatu periode tertentu..

2. Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan atas transaksi dengan pemilik termasuk jumlah investasi, perhitungan deviden dan distribusi lain ke pemilik ekuitas selama suatu periode.

3. Neraca

Laporan keuangan yang merupakan bagian keuangan yang menampilkan informasi posisi keuangan secara Harta, Utang Maupun Modal dari perusahaan atau entitas pada suatu periode, biasanya dalam satu tahun atau per kuartal.

4. Arus Kas

Laporan keuangan yang

menggambarkan perputaran kas perusahaan, mengenai jumlah kas masuk dan jumlah kas keluar dalam suatu periode tertentu.

Tujuan adanya laporan keuangan menurut Kasmir (2014:10) sebagai berikut :

1. Memberikan informasi jumlah aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan pada saat ini.

2. Memberikan informasi jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.

3. Memberikan informasi jumlah pendapatan yang diperoleh pada suatu periode tertentu.

4. Memberikan informasi jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.

(7)

5. Memberikan informasi perubahan- perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan.

6. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu perode.

7. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.

Analisis Rasio

Menurut Kasmir (2012:104), Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antarkomponen yang ada di antara laporan keuangan.

Pada umumnya, Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu :

1. Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio) rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba (profit) dari pendapatan (earning) yang berhubungan dengan penjualan, aset dan ekuitas, contoh yait Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin), Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Return on Sales (ROS), Return on Capital Employed (ROCE).

2. Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio) atau Rasio Leverage (Leverage Ratio) adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya yaitu seperti Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio), Rasio Hutang (Debt Ratio) dan Times Interest Earned Ratio.

3. Rasio Likuiditas adalah rasio untuk mengukur kemampuan

perusahaan untuk memenuhi kewajiban hutang jangka pendeknya saat jatuh tempo diantaranya adalah rasio lancar (asset ratio), rasio cair (quick ratio acid test) dan Rasio Kas (Cash Ratio).

4. Rasio Aktivitas atau sering juga disebut dengan Rasio Efisiensi adalah jenis Rasio untuk mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan aset mereka untuk menghasilkan pendapatan diantaranya adalah Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio), Rasio Perputaran Total Aktiva (Total Activa Turnover Ratio) dan Rasio Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Asset Turnover Ratio).

Perputaran Modal Kerja

Perputaran modal kerja atau Working Capital Turnover adalah rasio keuangan yang dihitung dengan membagi pendapatan terhadap rata-rata modal kerja. Rasio ini menunjukan seberapa efisien perusahaan menghasilkan pendapatan dari modal kerjanya. Rasio perputaran modal kerja yang lebih tinggi menunjukan efiiensi operasi yang lebih tinggi. Atau dengan kata lain perputaran modal kerja adalah suatu rasio yang digunakan dalam mengukur kefektifan modal kerja perussahaan dalam suatu periode tertentu.

Untuk mengukur rasio ini membandingkan penjualan bersih dengan modal kerja atau dengan modal kerja rata-rata. Dari hasil perhitungan apabila perputaran modal kerja rendah berarti pengelolaan modal kerja belum efektif dan sebaliknya apabila perputaran modal kerja tinggi berarti modal kerja perusahaan telah efektif, Kasmir (2011:182). Rumus untuk mengukur perputaran modal kerja sebagai berikut, Kasmir (2011:183):

(8)

Return On Equity (ROE)

Return On Equity (ROE) adalah salah satu bagian rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari investasi pemegang saham di peruahaan tersebut yang dinyatakan dengan persentase (%).

Jadi ROE dengan rasio 100%

berarti bahwa setiap 1 rupiah dari ekuitas pemegang saham bisa menghasilkan 1 rupiah dari laba bersih. Return on equity ini merupakan pengukuran penting bagi para calon investor karena dapat mengetahui seberapa efisien sebuah perusahaan akan menggunakan uang yang mereka nvestasikan tersebut untuk menghasilkan laba bersih. ROE juga dapat dijalankan sebagai indikator untuk menilai efektifitas manajemen dalam menggunakan pembiayaan ekuitas unntuk mendanai operasi dan menumbuhkan perusahaanya.

Berikut ini rumus untuk menghitung Return On Equity (ROE):

Pada umumnya Return On Equity dihitung untuk pemegang saham biasa (common share holders).

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan

Metode penelitian merupakan sebuah proses ilmiah berupa cara untuk memperoleh data yang dapat digunakan dalam kepentingan penelitian ilmiah.

Metode peneleitian pada dasarnya digunakan untuk menunjukan dan pemecahan masalah atas apa yang diteliti

mengenai serta menguji kekonsistensian teori dan kesesuaian penelitian terdahulu untuk mencapai tujuan Sugiyono (2017:2).

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pengaruh dan jenis penelitian ini diskriptif verifikatif. Sedangkan menurut Sujarweni (2015:48) metode diskriptif yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai masing-masing variabel, baik satu variabel atau lebih sifatnya independent tanpa membuat hubungan maupun perbandingan dengan variabel lain.

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan perhitungan statistik yang digunakan untuk menguji variabel X1 dan variabel X2 terhadap variabel Y yang diteliti. Verifikatif berarti menguji teori dengan pengujian suatu hipotesis apakah diterima atau ditolak.

Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif, induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

Berdasarkan definisi tersebut, alasan pemilihan jenis penelitian ini dimaksudkan untuk membuat penjelasan mengenai hubungan sebab-akibat yang diperoleh antar variabel dengan fakta- fakta, serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas dan variabel terikat. Didalam penelitian ini akan dijelaskan antara hubungan kausal dan pengaruh antara pengaruh variabel bebas (independent variabel) yaitu perputaran modal kerja dengan variabel terikat (dependent variabel) yaitu Return On Equity (ROE) Jenis penelitian ini merupakan penelitian diskriptif dan verifikatif. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang menekankan pada penguji teori-teori atau hipotesis- hipotesis melalui pengukuran dalam angka (quantitative) dan melakukan analis data dengan prosedur statistik dan pemodelan sistematis.

(9)

Populasi dan Sampel

Populasi penelitian

Menurut Burhan Bungin (2013:101) populasi penelitian merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian.

Berdasarkan penjelasan tersebut populasi adalah keseluruhan subjek/objek penelitian yang mempunyai karaktersitik tertentu. Populasi yang digunakan adalah laporan keuangan perputaran modal triwulanan PT. Unilever Tbk Jakarta periode 2011-2019.

Sampel Penelitian

Sampel terdiri atas sejumlah anggota yang dipilih dari populasi.

Dengan kata lain, sejumlah tapi tidak semua. Sampel adalah subkelompok atau sebagian dari populasi. Dengan mempelajari sampel, peneliti akan mampu menarik kesimpulan yang dapat digeneralisasikan terhadap populasi penelitian. Menurut Uma Sekaran (2011:104) sampel adalah sebagian dari populasi. Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sampel merupakan sebagian atau wakil dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang diteliti penentuan jumlah sampel yang akan diolah dari jumlah populasi yang banyak, memerlukan teknik sampling yang tepat.

Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Didalam penelitian ini yang digunakan menjadi sampel yaitu return on equity (ROE) pada PT.

Unilever Tbk. Jakarta pada tahun 2011- 2019 sebagai sumber dari penelitian ini.

Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian memberi batasan subjek penelitian sebagai benda, hal atau orang tempat data untuk variabel

penelitian melekat, dan yang di permasalahkan Suharsimi Arikunto tahun (2016: 26) Dalam sebuah penelitian, subjek penelitian mempunyai peran yang sangat strategis karena pada subjek penelitian, itulah data tentang variabel yang diamati pada penelitian.subjek pada penelitaian ini adalah PT.

Unilever Tbk. Jakarta.

2. Objek Penelitian

Objek Penelitian adalah sesuatu hal yang menjadi sasaran penelitian..

Objek yang akan diteliti adalah variabel bebas dan variabel terikat, diamana variabel bebas pada penelitian ini adalah perputaran modal kerja atau (X) dan variabel terikat penelitian ini adalah return on equity (ROE) (Y).

Operasionalisasi Variabel

Menurut Uma Sekaran (2011:67) variabel adalah atribut-atribut penelitian yang akan diuji oleh peneliti.

Operasionalisasi variabel diperlukan untuk menjabarkan penelitian ke dalam konsep dimensi dan inidikator. Selain itu tujuanya juga untuk memudahkan pengertian dan menghindari perbedaan pesrsepsi dalam penelitian. Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel masing - masing variabel berikut :

1. Variabel Bebas (independent variable) Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini terdapat satu variabel bebas yang diteliti yaitu perputaran modal kerja (X).

2. Variabel terikat (dependent variable) Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat.

Variabel terikat merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat pada

(10)

penelitian ini adalah Return On Equity (ROE) sebagai (Y).

Teknik Pengumpulan Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder, artinya data yang diperoleh dari pihak atau sumber lain yang telah ada, dalam penelitian ini data diambil dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Studi Pustaka

Dalam penelitian ini data diperoleh dari beberapa informasi dari pengetahuan yang dapat dijadikan pegangan dalam penelitian yaitu dengan cara studi kepustakaan untuk mempelajari, meneliti, mengkaji, dan menelaah literature-literatur berupa buku, jurnal, bulletin, serta hasil symposium yang berhubungan dengan penelitian untuk memperoleh bahan-bahan yang akan dijadikan landasan teori. Teknik pengolahan data penelitian ini adalah dengan pengelolaan statistik bantuan SPSS.

2. Studi Dokumentasi

Teknik engumpulan data dengan studi dokumentasi dilakukan dengan cara melihat data-data historis, yaitu berupa laporan keuangan Neraca dan Laba Rugi

PT Unilever Tbk. Jakarta Tahun 2011- 2019.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data mempunyai prinsip yaitu untuk mengolah data dan menganalisis data yang terkumpul menjadi data yang sistematis, teratur, terstruktur, dan mempunyai makna.

Dalam penelitian ini, metode analisis data yang digunakan adalah:

Uji Instrumen

Uji instrumen adalah salah satu alat yang sangat penting dalam penelitian kuantitatif, dengan menggunakan uji instrumen tersebut kita dapat mengetahui kualitas data yang akan kita gunakan.

Jika hasil dari uji instrumen bagus dan dapat dipertanggungjawabkan, maka data juga bagus dan dapat dipertanggung jawabkan. Macam uji instrumen yang sering digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas.

Uji validitas adalah pengujian ketepatan suatu alat ukur. Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah setiap butir dalam instrumen itu valid atau tidak, dapat diketahui dengan cara mengkorelasikan antara skor setiap pertanyaan dengan skor total seluruh pertanyaan. Apabila koefisien korelasinya (r hitung) lebih besar atau sama dengan (r tabel) yaitu 0,3 maka dapat dinyatakan bahwa pertanyaan pada instrumen tidak valid, sehingga pertanyaan tersebut tidak bisa digunakan lagi atau dibuang.

Instrumen yang valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

Untuk mencari nilai korelasinya peneliti menggunakan metode Pearson Product Moment dengan rumus sebagai berikut :

(11)

Keterangan :

rxy = koefisien validitas item yang dicari

X = skor yang diperoleh subjek dari seluruh item

Y = skor total yang diperoleh subjek dari seluruh item

∑X = jumlah skor dalam distribusi X

∑Y = jumlah skor dalam distribusi Y

∑X2 = jumlah kuadrat dalam skor distribusi X

∑Y2 = jumlah kuadrat dalam skor distribusi Y

n = banyaknya responden

Uji reliabilitas merupakan uji keandalan dari suatu alat ukur. Uji reliabilitas juga sering disebut sebagai uji konsistensi hasil pengukuran. Suatu alat ukur dinyatakan reliabil/andal jika data dari hasil pengukuran hasilnya konsisten jika digunakan berulang-ulang pada obyek yang berbeda, pada waktu yang sama atau berbeda.

Uji Data

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah sampel yang digunakan mempunyai distribusi normal atau tidak.

Dalam model regresi linier, asumsi ini ditunjukkan oleh nilai error yang berdistribusi normal. Model regresi yang baik adalah model regresi yang dimiliki distribusi normal atau mendekati normal, sehingga layak dilakukan pengujian secara statistik. Pengujian normalitas data menggunakan Test of Normality Kolmogorov-Smirnov dalam program SPSS. Menurut Singgih Santoso (2012:293) dasar pengambilan keputusan bisa dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymtotic Significance), yaitu:

1. Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari model regresi adalah normal.

2. Jika probabilitas < 0,05 maka distribusi dari model regresi adalah tidak normal.

Uji Metode

1. Koefisien Korelasi

Koefisien korelasi adalah uji yang digunakan untuk mengetahui adanya hubungan yang kuat ataupun rendah antara kedua variabel berdasarkan nilai r digunakan interpretasi koefisien korelasi seperti tabel 3.2.

Rumus Korelasi Parsial ditunjukkan seperti dibawah ini :

rxy =

Sumber : Sugiyono (2014:248)

Ddimana:

rxy = Koefisien korelasi ganda JKregresi = Jumlah kuadrat regresi

dalam bentuk deviasi JKtotal = Jumlah kuadrat total

korelasi dalam bentuk deviasi

Dimana ketentuan sebagai berikut : a. Apabila rxy = 1, maka terdapat

hubungan linier positif antara variabel X dan variabel Y

b. Apabila rxy = 0, maka tidak terdapat hubungan linier antara variabel X dan variabel Y

c. Apabila rxy = -1, maka terdapat hubungan linier negatif antara variabel X dan variabel Y

(12)

2. Koefisien Determinasi

Koefisien Determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variable dependent. Nilai koefisien determinasi (R2) yang mendekati satu berarti variable independent menjelaskan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variable dependent (Ghozali,2009). Koefisien determinasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

Kd = R2 x 100%

Sumber : Sugiyono (2014:292)

Dimana :

Kd = Koefisien Determinasi

R2 = Kuadrat dari koefisien korelasi berganda

Kriteria untuk analisis koefisien determinasi adalah :

a. Jika Kd mendekati nol (0), berarti pengaruh antara variabel independen terhadap variable dependent lemah.

b. Jika Kd mendekati angka satu (1), berarti pengaruh antara variable independent terhadap variabel dependen kuat

3. Persamaan Regresi

Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk menguji sifat hubungan sebab-akibat antara variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) yang diformulasikan dalam bentuk persamaan sebagai berikut:

Y = a + bX Keterangan :

Y = variable dependent

a = konstanta

b = koefisien regresi X = variable independent

Uji Hipotesis

Uji Hipotesis adalah cabang Ilmu Statistika Inferensial yang dipergunakan untuk menguji kebenaran suatu pernyataan secara statistik dan menarik

kesimpulan apakah menerima atau menolak pernyataan tersebut. Pernyataan ataupun asumsi sementara yang dibuat untuk diuji kebenarannya tersebut dinamakan dengan Hipotesis (Hypothesis) atau Hipotesa. Tujuan dari Uji Hipotesis adalah untuk menetapkan suatu dasar sehingga dapat mengumpulkan bukti yang berupa data- data dalam menentukan keputusan apakah menolak atau menerima kebenaran dari pernyataan atau asumsi yang telah dibuat. Uji Hipotesis juga dapat memberikan kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan yang bersifat Objektif. Uji hipotesis dapat dilakukan dengan uji secara parsial dan uji secara simultan.

Uji statistik T (parsial) menurut Ghozali (2009:88), Uji Statistik T pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh independent variable secara individual dalam menerangkan dependent varible.

Penguji dilakukan dengan menggunakan tingkatan signifikan (a=5%). Penerimaan atau penolakan hipotesis dilakukan dengan kriteria sebagai berikut:

1. Jika nilai signifikan > 0,05 maka hiptesis 0 diterima (koefisien regresi tidak signifikan). Hal ini berarti bahwa secara parsial independent variable tersebut tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap dependent variable.

2. Jika nilai signifikan < 0,05 maka hipotesis 0 di tolak (koefisien regresi signifikan). Hal ini berarti secara parsial independent variable tersebut mempunyai hubungan yang signifikan terhadap dependent variable.

Uji statistik F (simultan) menurut Imam Ghozali (2009) Uji Statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independent yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel dependent. Uji ini sering juga disebut dengan signifikan keseluruhan (Overall Significance) terhadap garis regresi yang ingin menguji

(13)

apakah Y secara linier berhubungan dengan variabel-variabel X maka dari itu uji ini bersama-sama.

Ada dua cara untuk

membandingkan Fhitung dengan Ftable, penguji yang pertama adalah:

Apabila Fhitung ≤ Ftable , maka H0 diterima Apabila Fhitung ≥ Ftable , maka H0

ditolak dan Ha diterima

HASIL DAN PEMBAHASAN Diskripsi Data.

Deskriptif Statistik

(14)

Hasil Olahan

Uji Data (Normalitas)

Uji Metode

Koefisien Korelasi

Koefisien Determinasi (R2)

Persamaan Regresi

Dari tabel 4.7 dapat diperoleh hasil linear sederhana sebagai berikut :

Y=a+bX Y= 0,058+0,182X

Uji Hipotesis a. Hasil Uji T

Hubungan dari variabel Perputaran Modal Kerja terhadap ROE dapat dilihat dari arah tanda dan tingkat signifikasi (probabilitas). Uji T dilakukan dengan cara membandingkan tingkat signifikasi

< 0,05. Hasil pengujian hipotesis yang dilakukan nilai koefisien parsial dari variabel independen terhadap dependennya sebagai mana terlihat pada tabel 4.8. Variabel Perputaran Modal Kerja dengan thitung (6,230) > ttabel

(2.03224), maka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan nyata variabel Perputaran Modal Kerja dengan ROE.

Disamping itu nilai signifikasi 0,000 <

0,05 menunjukkan bahwa Perputaran Modal Kerja berhubungan secara signifikan terhadap Return On Equity

Hasil Uji F

Berdasarkan nilai Fhitung dan Ftabel :

1. Jika nilai Fhitung > Ftabel maka variabel bebas (X) berpengaruh terhadap variabel terikat (Y).

2. Jika nilai Fhitung < Ftabel maka variabel bebas (X) tidak berpengaruh terhadap variabel terikat (Y).

Berdasarkan nilai signifikan hasil output SPSS:

1. Jika nilai Sig. > 0,05 maka variabel bebas (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (Y).

2. Jika nilai Sig. < 0,05 maka variabel bebas (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (Y).

Maka berdasarka tabel 4.8 dapat dilihat dimana Fhitung > Ftabel yaitu 38.809

> 4.12 dengan tingkat signifikan dibawah dari 0.05 yaitu 0.000. berdasarkan cara pengambilan keputusan uji F dapat diartikan bahwa variabel Perputaran

(15)

Modal Kerja berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE)

Analisis dan Pembahasan Hasil Uji Metode

a. Koefisien Korelasi

Berdasarkan perhitungan uji korelasi atau uji hubungan yang telah dilakukan, korelasi atau besarnya hubungan antara variabel independen yaitu Perputaran Modal Kerja terhadap variabel dependen yaitu Return On Equity (ROE). Hubungan korelasi antara terhadap Persediaan Perlengkapan diperoleh nilai R sebesar 0,730.

Berdasarkan tabel 3.2 interprestasi koefisien korelasi maka hubungan Perputaran Modal Kerja terhadap Return On Equity (ROE) kuat.

b. Koefisien Determinasi

Berdasarkan perhitungan uji determinasi atau uji pengaruh yang telah dilakukan, diperoleh hasil koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.533 Hal ini mempunyai arti bahwa pengaruh Perputaran Modal Kerja terhadap Return On Equity (ROE) adalah sebesar 53,3%

sedangkan sisanya sebesar 46,7%

dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.

c. Koefisien Regresi Linear Sederhana

Persamaan regresi linear berganda hasilnya Y = 0,058 + 0,182X + e Jadi berdasarkan persamaan regresi linier sederhana tersebut dapat diketahui sebagai berikut :

a. Konstanta ( α ) adalah 0,058 artinya jika Perputaran Modal Kerja nilainya 0 maka Return On Equity (ROE) nilainya 0,058%

b. Nilai koefisien regresi variabel Perputaran Modal Kerja (X) sebesar 0,182 artinya jika Perputaran Modal Kerja naik Rp. 1,- maka Return On Equity (ROE) akan bertambah 0.182%, nilai positif menunjukkan adanya arah yang sama antara

Perputaran Modal Kerja dengan Return On Equity (ROE). Dapat diartikan jika Perputaran Modal Kerja naik maka Return On Equity (ROE) akan naik dan sebaliknya.

Hasil Uji Hipotesis a. Uji T

Hubungan dari variabel Perputaran Modal Kerja terhadap Return On Equity (ROE) dapat dilihat dari arah tanda dan tingkat signifikasi (pribabilitas). Uji T dilakukan dengan cara membandingkan tingkat signifikasi < 0,05. Hasil pengujian hipotesis yang dilakukan nilai koefisien parsial dari variabel independen terhadap dependennya sebagai mana terlihat pada tabel 4.8. Variabel Perputaran Modal Kerja dengan thitung

(6,230) < ttabel (2,03224), maka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan nyata variabel Perputaran Modal Kerja dengan Return On Equity (ROE).

Disamping itu nilai signifikasi 0,000 <

0,05 menunjukkan bahwa Perputaran Modal Kerja berhubungan secara signifikan terhadap Return On Equity (ROE).

b. Uji F

Maka berdasarkan tabel 4.9 dapat dilihat dimana Fhitung > Ftabel yaitu 38,809

> 4.12 dengan tingkat signifikan dibawah dari 0.05 yaitu 0.000.

berdasarkan cara pengambilan keputusan uji F dapat diartikan bahwa variabel Perputaran Modal Kerja berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE)

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan tujuan penelitian butir 1.5 hipotesis butir 2.6 dan analisis pembahasan butir 4.3 maka disimpulkan :

(16)

Hasil Model Penelitian

Hasil Uji Pengaruh

a. Berdasarkan Koefisien Determinasi menunjukkan 53,3% Return On Equity (ROE) dipengaruhi Perputaran Modal Kerja, sedangkan sisanya 46,7% dipengaruhi variabel lainnya yang tidak diteliti. Jika digambarkan dalam model penelitiannya maka hasilnya dapat dilihat seperti pada gambar 5.1.

b. Berdasarkan Analisis Regresi Linier sederhana diperoleh Y = 0,058 + 0,182X konstanta sebesar 0,058 menyatakan bahwa jika Perputaran Modal Kerja nilainya 0 maka Return On Equity (ROE) nilainya sebesar 0,058%. Koefisien regresi X sebesar 0,182 menyatakan bahwa jika Perputaran Modal Kerja bernilai 0 maka Return On Equity (ROE) bertambah sebesar 0,182%.

c. Berdasarkan hasil Uji F variabel diperoleh Perputaran Modal Kerja dengan Fhitung > Ftabel yaitu 38,809 >

4,12 dengan tingkat signifikan dibawah 0,05 yaitu 0,000.

Berdasarkan cara pengambilan keputusan uji F dapat disimpulkan bahwa variabel Perputaran Modal Kerja berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity(ROE).

Hasil Uji Hubungan

a. Hasil analisis hubungan antara variabel Perputaran Modal Kerja terhadap Return On Equity (ROE) diperoleh nilai koefisien R sebesar 0,378. Artinya tingkat hubungan

Perputaran Modal Kerja dengan Return On Equity (ROE) rendah.

b. Berdasarkan Uji T diperoleh variabel Perputaran Modal Kerja thitung (6,230)

> ttabel (2,03224), maka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan nyata variabel Perputaran Modal Kerja dengan Return On Equity (ROE).

Disamping itu nilai signifikasi 0,000 <

0,05 menunjukkan bahwa Perputaran Modal Kerja berhubungan secara signifikan terhadap Return On Equity (ROE).

Hasil Banding Studi Empiris

Berdasarkan studi empiris sebelumnya Miny Fitria Maharani Mahasiswi Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin tahun 2019. Yang berjudul “Pengaruh Modal Kerja dan Perputaran Modal Kerja Terhadap Return On Equity (ROE) Di Perusahaan Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Periode 2013-2017”. Hasil penelitian menunjukan pengaruh Modal Kerja danPerputaran Modal Kerja Terhadap Return On Equity (ROE) di perusahaan farmasi Yang terdaftar di BEI. Secara simultan Modal Kerja dan Perputaran Modal Kerja berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Equity dengan nilai R square 0,703. Hal ini berarti 70,3%, sedangkan sisanya sebesar 29,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Dengan demikian penelitian ini mendukung penelitian terdahulu.

Saran

Manajemen perusahaan

mengevaluasi dan memperbarui strategi pemasaran sehingga penjualan dapat meningkat dan perputaran modal kerja juga meningkat, sehingga akan meningkatkan profitabilitas perusahaan dan diharapkan dapat memahami penelitian ini dan selanjutnya dan mengembangkan objek penelitian. Agar penelitian ini dapat berkembang dengan menggunakan faktor dan indikator

(17)

lainnya yang mempengaruhi Return On Equity (ROE)

Selain itu hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan dan perbandingan yang dapat menambah wawasan serta ilmu pengetahuan, serta dapat digunakan sebagai ilmu dasar yang memadai tentang pengaruh perputaran modal kerja terhadap Rturn On Equity (ROE).

DAFTAR PUSTAKA

Ady Firmansyah, Rakhmad 2014.

“Analisis Faktor-Faktor Yang Memperngaruhi Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi Pada Usaha Kecil Dan Menengah Di Kota Malang” Universitas Brawijaya Malang

Abdul Halim dan Mamduh M Hanafi 2009. “Analisis Laporan Keuangan Edisi 4”. Yogyakarta : UPP STIM YKPN

Arikunto, S. 2016. “Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik”.

Jakarta: Rineka Cipta.

Bungin, Burhan. 2013. “Metode Penelitian Sosial & Ekonomi:

FormatFormat Kuantitatif Dan Kualitatif Untuk Studi Sosiologi, Kebijakan, Publik, Komunikasi, Manajemen, Dan Pemasaran”.

Edisi Pertama Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Blocher, Edward J Dkk 2003.

“Manajemen Biaya Dengan Tekanan Stratejik” Jakarta:

Salemba 4

Ghozali, Imam. 2009. “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

, 2011. “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”.Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hasibuan, Malayu. 2012. “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta:

PT Bumi Aksara.

Hans Kartikahadi Dkk 2016. “Akuntansi Keuangan Berdasarkan SAK Berbasis IFRS Buku 1” Jakarta:

Salemba 4

Hery 2015. “Analisis Laporan Keuangan”. Edisi 1 Yogyakarta : Center For Academic Publishing Service

Kasmir 2011. “Analisis Laporan Keuangan” Edisi 1 Cetakan Ke-4 Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Kriyantono, Rachmat 2008. “Teknik Prktis Riset Komunikasi:Disertai Contoh Praktis Riset Media, Public Relations, Advertising, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Pemasaran ”.

Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Santoso, Singgih 2012. “Panduan Lengkap SPSS Versi 20”. Jakarta:

PT Elex Media Komputindo.

Sekaran, Uma 2011. “Research Methods For Business (Metode Penelitian Untuk Bisnis)”. Jakarta: Salemba 4

Sugiyono, 2011. “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D”.

Bandung: Alfabeta

, 2013. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D”. Bandung : Alfabeta, CV.

(18)

, 2014. “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif kualitatif dan R&D”. Bandung : Alfabeta , 2017. “Metode Penelitian

Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D”. Bandung : Alfabeta, CV Terry, George dan Leslie W. Rue2010.

“Dasar-Dasar Manajemen”.

Cetakan Ke-16 Jakarta: PT Bumi Aksara.

V. Wiratna Sujarweni. 2015. “ Metode Penelitian Metode Deskriptif Verifikatif”. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan tambahan dana yang dipohon, kami harap dapat meningkatkan jualan hidup dan daging segar serta meneruskan perancangan untuk jualan masakan, jualan baja dan hasilan

Berdasarkan kepada pertumbuhan ekonomi yang berlaku diberbagai negara dapat disimpulkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan suatu negara adalah:

SNI 2839:2008. Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan

3HQHUWLEDQ LQGXVWUL WDQSD LMLQ WHODK GLODNXNDQ GL .DEXSDWHQ 7DQJHUDQJ VHVXDL GHQJDQ 3HUGD 1RPRU 7DKXQ WHQWDQJ 3HQJDWXUDQ 3HPELQDDQ

Hasil: Hasil analisis data pada 54 subjek penelitian menunjukkan hubungan negatif antara pengetahuan tentang kode etik kedokteran dengan kejadian kekerasan di wahana

Di antara budayanya adalah sumang yang merupakan sistem budaya yang telah berakar dalam masyarakat Gayo sebagai pola dasar dan landasan hidup, baik dalam pergaulan, kekerabatan,

Satuan mobil penumpang sendiri merupakan faktor yang akan digunakan untuk memodelkan jumlah kendaraan yang ada di dalam ruang jalan, dengan kata lain nilai dari

Syarat untuk sempurnanya sistem pengapian adalah harus ada tegangan listrik yang tinggi, kemudian terjadi percikan bunga api pada busi (di dalam waktu dan posisi