• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Desainer Interior Terbaik Dengan Metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Desainer Interior Terbaik Dengan Metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Desainer Interior Terbaik Dengan Metode Weighted Aggregated Sum

Product Assesment (WASPAS)

Lijayani, Bella Liani Novataria Pasaribu, Theresia Sri Melati Pasaribu

Prodi Teknik Informatika, STMIK Budi Darma, Medan, Indonesia Abstrak

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sistem yang dapat membantu seseorang dalam mengambil keputusan yang akurat dan tepat sasaran. Untuk membantu menentukan Desainer Interior terbaik dibutuhkan suatu system pendukung keputusan. Pada penelitian ini digunakan metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS) untuk menentukan Desainer Interior terbaik, ada beberapa kriteria yang menjadi dasar pengambilan keputusan antara lain, pengalaman, kualitas, keahlian,kinerja. Setiap orang pasti menginginkan ruangan yang nyaman dan indah baik ruangan pribadi maupun ruangan kerja.namun kegiatan memperindah dan mempernyaman ruang sudah menjadi tradisi lama, desainer interior haruslah memiliki bakat dan kemampuan untuk menciptakan ruangan yang indah. Tidak semua desainer memiliki bakat dan kemampuan dan keahlian yang sama maka untuk memilih desainer terbaik karena itu dalam penelitian ini akan menyelesaikan dengan mengimplementasikan dengan metode Weight Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS). Perkembangan dunia properti kian hari terus meningkat terutama di kota besar, hal ini sering dengan peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan akan hunian atau tempat tinggal.

Kata Kunci: Sistem Pendukung Keputusan, Pemilihan Desainer Interior, Metode WASPAS

1. PENDAHULUAN

Setiap orang pasti menginginkan ruangan yang nyaman dan indah baik ruangan pribadi, rumah, ruangan acara event, maupun ruangan kerja. Walaupun profesi desainer interior masih tergolong baru, namun kegiatan memperindah dan mempernyaman ruang sudah menjadi tradisi lama.Desainer interior adalah seseorang yang melakukanpekerjaanperancangan interior. Hasil karya seorang desainer interior merupakan hasil karya berbasis desain, seperti arsitektur, lansekap, konstruksi, dan lain-lain. Suatu rancangan desain terdapat ide, gagasan-gagasan, dan inovasi-inovasi kreatif yang diaplikasikan dalam bentu gambar-gambar desain. Memilih jenis dan bentuk lampu berikut kekuatannya sesuai dengan fungsi dan kesan yang diinginkan, menggambarkan dan menunjukkan lokasi penempatan lampu berikut pengontrolnya. Menentukan bahan,bentuk dan warna serta pola lantai yang tepat berdasarkan fungsi dan kesan yang diinginkan, ketahanan terhadap api, kemampuan meredam suara dan keamanan (tidak licin).

Desainer interior haruslah memiliki bakat dan kemampuan untuk menciptakan ruangan yang indah. Pada umumnya terdapat banyak kesulitan dalam memilih seorang Desainer Interior terbaik.

Permasalahan dilapangan yaitu bagaimana membuat klien mengerti visualisasi desain dan persamaan persepsi ide yang direncanakan adalah hal yang tidak mudah.Tidak semua desainer memiliki kemampuan dan keahlian yang sama maka untuk memilih desainer terbaik. Sering kali klient merasa tidak puas dengan hasil kerja Desainer tersebut. Karena itu dalam penelitian ini akan menyelesaikannya dengan mengimplementasikan dengan metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS), Pemanfaatan sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode WASPAS sangat tepat jika diterapkan untuk membantu penentuan Desainer Interior terbaik[1][2].

Pada dasarnya setiap desain interior memiliki unsur-unsur seperti lighting, komposisi, estetika, sirkulasi, layout, dan corak desain interior, sehingga permasalahan pemilihan desain interior untuk suatu ruangan tertentu merupakan persoalan yang bersifat kualitatif dan membutuhkan informasi yang bersifat intuisi, perasaan, dan pengalaman. Faktor-faktor yang bersifat intuitif, perasaan, dan pengalaman tersebut tidak dapat dihitung secara numeris.

Oleh karena itu dalam penelitian ini akan menyelesaikannya dengan mengimplementasikan metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS) dalam bentuk program bantu pengambilan keputusan berbasis komputer untuk mengkonversikan unsur kualitatif menjadi numerik sehingga dapat dihitung tingkat prioritas desain terbaiknya[3][4]. SPP adalah bagian dari sistem informasi yang dipergunakan untuk mengambil keputusan ketika menghadapi sebuah kasus atau masalah[5][6]. Dalam mendukung pengambilan keputusan, SPK menghitung kriteria-kriteria

(2)

dengan menggunakan sistem komputer untuk mengolah informasi yang diperlukan dalam pengambilan Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan untuk memudahkan pemilihan desain interior untuk ruangan tertentu bagi pemilik ruangan tersebut, terutama bagi pemilik ruangan yang kurang berpengalaman dalam mengatur desain ruangan tertentu[1][7][8].

2. METODOLOGI PENELITIAN 2.1 Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Sistem pendukung keputusan adalah sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan dan manipulasi data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan pada situasi semi terstruktur dan tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat[9][6]. Sistem pendukung keputusan (SPK) merupakan bagian dari sistem informasi berbasis computer termasuk sistem berbasis pengetahuan atau manajemen pengetahuan yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan[10].

2.2 Desainer Interior

Desainer interior adalah seseorang yang melakukan pekerjaan perancangan interior. Desain interior tidak sama dengan dekorasi. Jika arsitektur digambarkan sebagai seni dan ilmu mendesain struktur untuk interaksi manusia. Webster Dictionary mendefinisikan desain interior sebagai: “the art andscience of understanding people's behavior to create functional spaces within a structure. Jadi maka desain interior dapat diartikan sebagai seni dan ilmu dalam memahami kebiasaan manusia untuk menciptakan ruang fungsional dalam struktur yang dirancang oleh arsitek, jadi fokus perhatiannya menyangkut berbagai aspek terkait dengan kegunaan ruang[1].

2.3 WASPAS

Metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS) merupakan metode gabungan yang terdiri dari metode WP dan metode SAW, metode WASPAS ini diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik dalam membantu penentuan sistem pendukung keputusan[11][10].

Langkah-langkah penyelesaian masalah menggunakan metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment(WASPAS)[12][13], yaitu:

1. Membuat Matrik Keputusan

𝑋 = [

𝑋11 𝑋12 ⋯ 𝑋1𝑛

𝑋21 𝑋22 ⋯ 𝑋2𝑛

⋯ ⋯ ⋯ ⋯

𝑋𝑚1 1 𝑋𝑚2 𝑋𝑚𝑛

]

Dimana m adalah jumlah alternatif kandidat, n adalah jumlah kriteria evaluasi dan xij adalah kinerja alternatif sehubungan dengan kriteria j.

2. Menormalisasikan matriks x.

Kriteria keuntungan 𝑋𝑖𝑗 = 𝑋𝑖𝑗

𝑀𝐴𝑋𝑖𝑗𝑋𝑖𝑗 ... (1) Kriteria biaya

𝑋𝑖𝑗 =𝑀𝐼𝑁𝑖𝑋𝑖𝑗

𝑋𝑖𝑗 ... (2) 3. Menghitung Preferensi (Qi)

𝑄𝑖 = 0,5 ∑𝑛𝑗=1𝑋𝑖𝑗𝑊𝑗 + 0,5 ∏𝑛𝑗=1(𝑋𝑖𝑗)𝑊𝑗 ... (3)

Alternatif yang terbaik merupakan alternatif yang memiliki Qi dengan nilai tertinggi.

3. ANALISA DAN PEMBAHASAN

Desainer interior di butuhkan untuk merancang bentuk perabot dengan pertimbangan egonomi, fungsi, gaya, keawetan finishing, kestabilan struktural dalam penggunaan juga menentukan tipe dan gaya yang tepat berdasarkan pencahayaan. Seorang desainer interior juga harus mampuh menata

(3)

ruangan sesuai dengan keinginan klien dan bekerja untuk kepuasan klien. Dengan metode WASPAS, di harapkan dapat mempermudah dalam melakukan pemilihan desainer interior terbaik berdasarkan beberapa kriteria, yaitu:

C1 Pengalaman C2 Kualitas C3 Keahlian C4 Kinerja

Tabel 1. Tabel Kriteria

Kriteria Keterangan Bobot(%)

C1 Pengalaman 1%

C2 Kualitas 4%

C3 Keahlian 3%

C4 Kinerja 2%

Dari tabel kriteria di atas digunakan untuk mencari nilai perbandingan dari setiap alternatif di bawah ini:

Tabel 2. Tabel Alternatif Alternatif Keterangan

A1 Ali

A2 Deny

A3 Andre

A4 Fery

A5 Dion

A6 Ari

A7 Tama

Berikut merupakan tabel pembobotan untuk kriteria Pengalaman(C1):

Tabel 3. Pembobotan kriteria Pengalaman C1

Alternatif Keterangan Nilai

1thn-3thn Sangat Baik 70-90

4thn-6thn Baik 40-60

7thn-9thn Cukup 10-30

Berikut merupakan tabel pembobotan untuk kriteria Kualitas(C2):

Tabel 4. Pembobotan kriteria Kualitas C2

Kualitas Keterangan Nilai

Internasional Sangat Baik 70-80

Nasiomal Baik 40-60

Local Cukup 10-30

Berikut merupakan tabel pembobotan untuk kriteria Keahlian(C3):

Tabel 5. Pembobotan kriteria Keahlian C3

Keahlian Keterangan Nilai

Desain Event Sangat Baik 50-60

Desain Rumah Baik 30-40

Desain Kantor Cukup 10-20

Berikut merupakan tabel pembobotan untuk kriteria Kinerja(C4):

Tabel 6. Pembobotan kriteria Kinerja C4

(4)

Kinerja Keterangan Nilai

100org Sangat Baik 70-90

50org Baik 40-60

25org Cukup 10-30

Rating kecocokan setiap alternatif pada kriteria Nama Desainer, yaitu:

Tabel 7. Rating kecocokan dari setiap alternatif pada setiap kriteria Alternatif Pengalaman(C1) Kualitas(C2) Keahlian(C3) Kinerja(C4)

Ali(A1) 70 20 20 60

Deny(A2) 60 40 40 30

Andre(A3) 90 60 60 90

Fery(A4) 30 80 20 90

Dion(A5) 50 80 60 60

Ari(A6) 70 50 40 30

Tama(A7) 60 40 20 60

Pengambilan keputusan memberikan bobot preferensi dari setiap kriteria yaitu: W=[1%, 4%, 3%, 2%]. Untuk C1, C2,danC4, merupakan atribute Benefit, sedangkan C3 merupakan atribute Cost.

Tabel 8. Pembobotan Alternatif

Alternatif Kriteria

C1 C2 C3 C4

Ali 70 20 20 60

Deny 60 40 40 30

Andre 90 60 60 90

Fery 30 80 20 90

Dion 50 80 60 60

Ari 70 50 40 30

Tama 60 40 20 60

Max 90 80 20 90

W 0,1 0,4 0,3 0,2

1. Menghitung Matrik Ternormalisasi X

𝑋11 = 70

90=0,777 𝑋12 = 20

80= 0, 25 𝑋13 = 20

20= 1 𝑋14 = 60

90= 0,666 𝑋21 = 60

90= 0,666 𝑋22 = 40

80= 0,5 𝑋23 = 20

40= 0,5 𝑋24 = 30

90= 0,333 𝑋31 = 90

90= 1 𝑋32 = 60

80= 0,75 𝑋33 = 20

60= 0,333 𝑋34 = 90

90= 1 𝑋41 = 30

90= 0,333

(5)

𝑋42 = 80

80= 1 𝑋43 = 20

20= 1 𝑋44 = 90

90= 1 𝑋51 = 50

90= 0,555 𝑋52 = 80

80= 1 𝑋53 = 20

60= 0,333 𝑋54 = 60

90= 0,666 𝑋61 = 70

90= 0,777 𝑋62 = 50

80= 0,625 𝑋63 = 20

40= 0,5 𝑋64 = 30

90= 0,333 𝑋71 = 60

90= 0,666 𝑋72 = 40

80= 0,5 𝑋73 = 20

20= 1 𝑋74 = 60

90= 0,666 Hasil normalisasi:

[

0,777 0,25 1 0,666

1 0,75 0,333 1

0,333 1 1 1

0,555 1 0,333 0,666

0,555 1 0,333 0,666

0,777 0,625 0,5 0,333

0,666 0,5 1 0,666]

2. Menghitung nilai alternatif dari hasil normalisasi:

Q1

= 0,5Σ(0,777𝑥0,1)+(0,25𝑥0,4)+(1𝑥0,3)+(0,666𝑥0,2)+0,5Π(0,7770,1)𝑥(0,250,4)𝑥(10,3)𝑥(0,6660,2)

=0,5Σ(0,610) + 0,5Π(0,516)

=0,5x0,610 = 0,5𝑥0,516

=0,305 + 0,258

= 0,563

Q2

= 0,5Σ(1𝑥0,1)+(0,75𝑥0,4)+(0,333𝑥0,3)+(1𝑥0,2)+0,5Π(10,1)𝑥(0,750,4)𝑥(0,3330,3)𝑥(10,2)

=0,5Σ(0,699) + 0,5Π(0,640)

=0,5x0,699 = 0,5𝑥0,640

=0,349 + 0,32

= 0,579

Q3

= 0,5Σ(0,333𝑥0,1)+(1𝑥0,4)+(1𝑥0,3)+(1𝑥0,2)+0,5Π(0,3330,1)𝑥(10,4)𝑥(10,3)𝑥(10,2)

=0,5Σ(0,933) + 0,5Π(0,895)

=0,5x0,933 = 0,5𝑥0,895

=0,466 + 0,447

(6)

= 0,913

Q4

= 0,5Σ(0,555𝑥0,1)+(1𝑥0,4)+(0,333𝑥0,3)+(0,666𝑥0,2)+0,5Π(0,5550,1)𝑥(10,4)𝑥(0,3330,3)𝑥(0,6660,2)

=0,5Σ(0,688) + 0,5Π(5,624)

=0,5x0,688 = 0,5𝑥0,624

=0,344 + 0,312

= 0,656

Q5

= 0,5Σ(0,555𝑥0,1)+(1𝑥0,4)+(0,333𝑥0,3)+(0,666𝑥0,2)+0,5Π(0,5550,1)𝑥(10,4)𝑥(0,3330,3)𝑥(0,6660,2)

=0,5Σ(0,688) + 0,5Π(0,624)

=0,5x0,688 = 0,5𝑥0,624

=0,344 + 0,312

= 0,656

Q6 =

0,5Σ(0,777𝑥0,1)+(0,625𝑥0,4)+(0,5𝑥0,3)+(0,333𝑥0,2)+0,5Π(0,7770,1)𝑥(0,6250,4)𝑥(0,50,3)𝑥(0,3330,2)

=0,5Σ(0,544) + 0,5Π(0,526)

=0,5x0,544 = 0,5𝑥0,526

=0,272 + 0,263

= 0,535

Q7

= 0,5Σ(0,666𝑥0,1)+(0,5𝑥0,4)+(1𝑥0,3)+(0,666𝑥0,2)+0,5Π(0,6660,1)𝑥(0,50,4)𝑥(10,3)𝑥(0,6660,2)

=0,5Σ(0,699) + 0,5Π(0,670)

=0,5x0,699 = 0,5𝑥0,670

=0,349 + 0,335

= 0,684

Kemudian menentukan nilai alternatif tertinggi:

Tabel 9. Penentuan Rangking Alternatif Hasil Rangking

A3 0,913 1

A7 0,684 2

A4 0,656 3

A5 0,656 4

A2 0,579 5

A1 0,563 6

A6 0,535 7

Dari nilai prefensi perhitungan diatas bahwa A3 memiliki nilai terbesar segingga dapat disimpulkan bahwa alternatif pertama yang di pilih yaitu Andre sebagai Desainer Interior terbaik.

4. KESIMPULAN

Berdasarkan analisa dalam Sistem Pendukung Keputusan bahwa dalam pemilihan Desainer Interior Terbaik dapat menggunakan metode WASPAS. Dan cukup efesien jika memiliki data yang jelas.

Pemilihan Desainer Interior ini dapat membantu pihak-pihak yang ingin mendisain ruangannya.

Keputusan yang dihasilkan lebih efektif, hal ini dikarenakan menggunakan komputer dibanding dengan tanpa menggunakan komputer sehingga membantu bagi pengambil keputusan.

REFERENCES

[1] A. S. Honggowibowo et al., “Desain Interior Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process ( Ahp ),” vol. 20, no. 2008, pp. 1–8, 2008.

(7)

[2] N. E. M. Nutrisia Dewi, “Program studi desain interior sekolah tinggi desain bali,” J. Desain Inter., vol. II, no. 1, 2015.

[3] E. K. Zavadskas, J. Antucheviciene, J. Saparauskas, and Z. Turskis, “MCDM methods WASPAS and MULTIMOORA: Verification of robustness of methods when assessing alternative solutions,” Econ. Comput. Econ.

Cybern. Stud. Res., vol. 47, no. 2, 2013.

[4] P. Simanjuntak, I. Irma, N. Kurniasih, M. Mesran, and J. Simarmata, “Penentuan Kayu Terbaik Untuk Bahan Gitar Dengan Metode Weighted Aggregated Sum Product Assessment ( WASPAS ),” J. Ris. Komput., vol. 5, no. 1, pp. 36–

42, 2018.

[5] S. Kusumadewi, S. Hartati, A. Harjoko, and Retantyo Wardoyo, “Fuzzy Multi Attribute Decision Making (FUZZY MADM),” Ed. Pertama Cetakan Pertama. Graha Ilmu. Yogyakarta., 2006.

[6] Kusrini, Konsep Dan Aplikasi Pemdukung Keputusan. Yogyakarta: Andi, 2007.

[7] G. Ginting, Fadlina, Mesran, A. P. U. Siahaan, and R. Rahim, “Technical Approach of TOPSIS in Decision Making,”

Int. J. Recent Trends Eng. Res., vol. 3, no. 8, pp. 58–64, 2017.

[8] Mesran, P. Ramadhani, A. Nasution, D. Siregar, Fadlina, and A. P. U. Siahaan, “Implementation of Complex Proportional Assessment Method in the Selection of Mango Seeds,” Int. J. Sci. Res. Sci. Technol., vol. 3, no. 7, pp.

397–402, 2017.

[9] S. Opricovic and G.-H. Tzeng, “Compromise solution by MCDM methods: A comparative analysis of VIKOR and TOPSIS,” Eur. J. Oper. Res., vol. 156, no. 2, pp. 445–455, Jul. 2004.

[10] E. D. Marbun, L. A. Sinaga, E. R. Simanjuntak, D. Siregar, and J. Afriany, “Penerapan Metode Weighted Aggregated Sum Product Assessment Dalam Menentukan Tepung Terbaik Untuk Memproduksi Bihun,” vol. 5, no. 1, pp. 24–28, 2018.

[11] S. Sugiarti, D. K. Nahulae, T. E. Panggabean, and M. Sianturi, “Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Kebijakan Strategi Promosi Kampus Dengan Metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment ( WASPAS ),” vol. 5, no.

2, pp. 103–108, 2018.

[12] F. Nuraeni and U. Falah Purnama, “Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Kredit Usaha Rakyat ( KUR ) Menggunakan Metode Weighted Product,” Konf. Nas. Sist. Inform., vol. 5, no. 2, pp. 9–10, 2015.

[13] S. Barus, V. M. Sitorus, D. Napitupulu, M. Mesran, and S. Supiyandi, “Sistem Pendukung Keputusan Pengangkatan Guru Tetap Menerapkan Metode Weight Aggregated Sum Product Assesment ( WASPAS ),” MEDIA Inform.

BUDIDARMA, vol. 2, no. 2, pp. 10–15, 2018.

Gambar

Tabel 9. Penentuan Rangking  Alternatif  Hasil  Rangking

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan melakukan bisnis dan penelitian adalah memaximalkan nilai dan mempertahankan perusahaan untuk itu harus memperhatikan dan menjalan fungsi bisnis secara baik salah

Penulisan skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra pada Program Studi Sastra Jepang S1 di Universitas Darma Persada

Hasil penelitian Doney dan Cannon (1997) mengungkapkan bahwa keahlian yang dimiliki oleh tenaga penjual akan berpengaruh positif dengan kepercayaan terhadap tenaga

03 Prosentase media pembawa yang memenuhi sistem jaminan kesehatan melalui sertifikasi karantina antar area di tempat pengeluaran yang telah ditetapkan. 04 Prosentase jumlah

“Mohon bagi Jemaat ikut mendoakan, dan apabila ada yang berkeberatan mohon disampaikan sebelum tanggal 09 Desember 2017.”.. SAKRAMEN BAPTIS KUDUS DEWASA &

Minyak yang mempunyai kandungan asam lemak tidak jenuh seperti minyak goreng merupakan bahan yang mudah rusak oleh panas pada proses  penggorengan, karena pada

Masalah yang sering dialami setiap perusahaan yang bergerak di bidang pabrikan adalah jumlah produksi yang tidak stabil maupun produksi yang sudah jadi terlalu

Metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS) dapat diterapkan dalam menentukan penempatan Hawker Branded Dunhill Filter dengan cara menentukan kriteria