127
PRODIKMAS
Jurnal Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat
https:// jurnal.umsu.ac.id/index.php/prodikmas Volume 6 | Nomor 2 | Desember |2021 e-ISSN: 2580-3069 dan p-ISSN: 2548-6349
Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 Secara Praktis dan Ekonomis
Fajriana1, Muhammad2, Sri Setiawaty3, Azhari4 ,Riska Imanda5 Keywords :
Pemberdayaan;
TOGA;
Handsanitazer
Corespondensi Author Ilmu Matematika, Universitas Malikussaleh
Lhokseumawe
Email: [email protected] History Artikel
Received: 03-12-2021;
Reviewed: 05-12-2021 Revised: 06-12-2021 Accepted: 10-12-2021 Published: 25-12-2021
Doi: 10.30596/jp.v%vi%i.8631
Abstrak. Pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya desa Sebagian besar dilakukan oleh laki laki, mulai dari kegiatan dibidang pertanian, perternakan, industry kecil dan menengah, sebagai anggota masyarakat juga mempunyai hak utnutk ikut serta dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumbar daya pedesaan, meskipun kemungkinan peran perempuan tidak sebesar peranan laki laki. Oleh karena itu, diperlukan adanya berbagai program yang dapat dilakukan perempuan dalam rangka peningkatan kesejahteraan keluarga dengan memanfaatkan dan megelola lingkungan sekitar. Salah Satunya program yang dapat dilaksanakan oleh perempuan dalam upaya peningkatan kesejahteraan industry rumah tangga, khususnya di bidang pangan adalah program penanaman dan pemanfaatan tanaman Obat keluarga (TOGA). Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dimasa pandemic Covid-19 sekaligus menyediakan obat yang lebih murah dan efek samping yang lebih ringan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan praktik atau demostrasi, sehingga masyarakat dapat mempraktekkan secara langsung dan menerapkan dalam rumah tangga. Dalam pelaksanaannya disampaikan metode pengolahan tanaman TOGA sehingga menjadi minuman immunostimulant yang menyehatkan, membuat hand sanitizer alami maupun bagaimana cara menanamnya.
128 PENDAHULUAN
Desa Geulanggang Meunjee adaalah salah satu desa percontohan yang ada di Kecamatan Kutablang Kabupaten Bireuen, Aceh. Desa ini memperoleh julukan desa percontohan pada tahun 1991 pada masa pemerintahan Tgk Yahya (alm). Desa Geulanggang Meunjee juga merupakan Desa SIAGA yang menaungi beberapa desa di sekitarnya, seperti desa Geulanggang Panah, desa Geulanggang Rayek dan desa Pulo Reudep.
Desa Geulanggang Meunjee mempunyai luas tanah sebesar 15 Ha, dan saat ini mempunyai 770 jiwa, yang tergolong lansia, bayi dan balita.
Warga desa ini berasal dari beberapa suku yaitu;
jawa, sunda, aceh, dan melayu. Akan tetapi di dominasi oleh suku aceh.
Wabah Coronavirus Disease (COVID- 19) yang terjadi di China telah menjadi pandemi baru karena menyebar di 27 negara, dan resiko penularannya semakin meningkat sehingga memerlukan kesiapsiagaan kepada masyarakat sebagai upaya preventif. Salah satu pencegahannya yaitu dengan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), maka dari itu merupakan hal terpenting bagi kita untuk memutus atau mencegah penyebaran virus Covid-19 yang semakin merebak di tengah masyarakat, salah satunya masyarakat di Desa Geulanggang Meunjee Kecamatan Kutablang yang masih minim akan pengetahuan tentang bahaya virus Covid-19 ini Fajri, dkk. 2021 dan Faika, dkk. 2020.
Pembangunan adalah suatu proses perubahan yang dilakukan secara kontinyu oleh suatu bangsa untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakatnya. Dalam hal ini potensi mahasiswa yang tidak terlepas peranannya sebagai agent of change dan social control peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa selama ini pemanfaatan dan pengelolaan tanaman obat di lingkungan desa Geulanggang Meunjee tidak dimanfaatkan dengan baik, hanya sedikit masyarakat desa Geulanggang Meunjee yang paham dan mengerti tentang tanaman TOGA, namun demikian TOGA yang ditanam jumlahnya masih terbatas. Sebagian dari mereka telah mengetahui khasiat TOGA dan secara teknis juga telah mampu mengolah TOGA, namun demikian mereka belum memahami khasiat TOGA secara ilmiah.
TOGA adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat.
Penanaman TOGA dapat di pot atau di lahan
sekitar rumah, dan jika lahan yang ditanami cukup luas maka sebagian hasil panen dapat dijual dan menambah pendapatan keluarga.
Adapun pemanfaatan TOGA selain sebagai obat, juga dapat dimanfaatkan untuk: (1) penambah gizi keluarga (pepaya, timun, bayam), (2) bumbu atau rempah-rempah masakan (kunyit, kencur, jahe, serai, daun salam), (3) menambah keindahan (mawar, melati, bunga matahari, kembang sepatu, tapak dara, kumis kucing).
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi farmasi, serta wabah Covid-19 yang semakin meningkat mengakibatkan tantangan besar bagi kita untuk dapat memanfaatkan dan mengelola lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan adanya berbagai program yang dapat dilakukan dalam rangka peningkatan kesejahteraan keluarga dan membuka wawasan tentang pentingnya TOGA di masa pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan dan mengelola lingkungan sekitarnya.
Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan tentang khasiat TOGA secara ilmiah. Masyarakat yang telah memiliki pengetahuan tentang khasiat TOGA dan menguasai cara membudidayakan tanaman obat dan pengolahannya secara individual serta dapat memanfaatkannya sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga. Selain itu juga dapat dikembangkan menjadi usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal, yang selanjutnya dapat disalurkan ke masyarakat.
METODE/MATERIAL
Langkah-langkah yang ditempuh guna melaksanakan solusi atas permasalahan spesifik yang dihadapi oleh mitra diperlukan metode pendekatan pada pelaksanaan kegiatan dengan prosedur kerja yang terstruktur, sistematis dan terencana dengan baik. Secara garis besar, pelaksanaan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh mitra dibagi ke dalam 4 tahap, yaitu:
1) Persiapan/Perizinan
Pelaksanan kegiatan pada tahap persiapan ditekankan pada persiapan tim dan mitra melalui rapat koordinasi bersama terkait kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan.
2) Pelatihan dan Forum Group Discussion (FGD)
Pelatihan dan FGD merupakan tahapan inti kegiatan, kegiatan ini dilaksanakan dalam 2
129 kegiatan pelatihan, yaitu pelatihan untuk pengenalan jenis-jenis TOGA serta manfaatnya sebagai upaya preventif Covid-19. Sedangkan kegiatan FGD lebih menitikberatkan pada pengolahan sebagai farmasi rumah tangga di era pandemi Covid-19 dan manajemen produksi.
3) Pendampingan/Pembinaan
Mengimplementasikan hasil pelatihan dan workshop dilakukan pendampingan dan pembinaan dengan sistem minotoring dan evaluasi hasil yang didapat. Proses ini lakukan secara berkelompok agar sesama peserta bisa saling bertukar pikiran dan pengalaman dalam mengenal jenis-jenis dan khasiat TOGA.
4) Monitoring dan Evaluasi
Tahapan evaluasi dilakukan untuk mengukur keberhasilan dari kegiatan yang telah dilaksanakan. Tahapan evaluasi ini meliputi evaluasi proses, akhir, dan evaluasi tindak lanjut.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berjudul pemberdayaan masyarakat desa melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga) sebagai upaya pencegahan covid-19 secara praktis dan ekonomis Di Desa Geulanggang Meunjee, Kecamatan Kuta Blang, dilaksanakan mulai tanggal 8 Agustus sampai dengan 22 November 2021. Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan kelompok ibu PKK Desa Geulanggang Meunjee sebagai mitra.
Adapun bentuk kegiatan dan hasil kegiatan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Perizinan ke Pihak Desa, Survei Lapangan dan Koordinasi Tim dengan Mitra
Kegiatan ini merupakan tahapan persiapan awal yang dilaksanakan pada tanggal 15 September 2021 oleh tim pelaksana PKM.
Kegiatan yang dilakukan meliputi: survei lapangan, perizinan dengan pihak desa setempat serta koordinasi dengan pihak mitra yaitu kelompok PKK terkait dengan pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan.
Berdasarkan hasil survei dan wawancara didapatkan sebagai berikut:
1. Adanya sumber daya di Desa Gelanggang Meunjee yang melibatkan ibu- ibu PKK dengan membudidayakan Tanaman Toga sangat bermanfaat untuk kesehatan.
2. Pemanfaatan dan pengolahan lingkungan dapat dioptimalkan dengan penanaman ToGa di pekarangan rumah, apalagi luas lahan pekarangan
rumah ibu ibu PKK sangat optimal dilakukan penanaman TOGA.
Gambar 1. Perizinan
2) Pelatihan dan Forum Group Discussion (FGD)
Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan memaparkan program–program yang akan diberikan oleh tim pelaksana PKM Unimal pada mitra “Kelompok Tim PKK”.
Kemudian dilanjutkan dengan lokakarya serta diskusi bersama mengenai rencana–
rencana yang akan dilakukan untuk merealisasikan program yang akan dijalankan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan ilmu pengetahuan bagi masyarakat desa dan mitra yang umumnya berprofesi sebagai petani mengenai pengelolaan dan pemanfataan Tanaman Obat di pekarangan dan lingkungan sekitar.
Tanaman Obat ini seperti lidah buaya, sirih dan lemon dapat digunakan untuk membuat handsanitizer, yaitu Aloe vera gel. Gel Lidah Buaya dan berbagai jenis tanaman TOGA dapat digunakan sebagai antiseptik alami serta usaha preventif Covid-19. Selama kegiatan sosialisasi berlangsung, mitra terlihat sangat antusias dan kooperatif. Hal ini terlihat dari beberapa pertanyaan, masukan dan saran yang disampaikan oleh anggota mitra pada tim pelaksana PKM.
Mitra juga berkomitmen akan membantu selama proses pengabdian berlangsung, (Hastuti dan Respati, 2009 dan Hikmat, dkk.
2011)
Gambar. 2 Sosialisasi
130 3) Pelatihan penanaman TOGA dan
Pendampingan Pembuatan Handsanitizer dari lidah Buaya dan dari Daun Sirih
Pelatihan pembuatan handsanitizer dari bahan alami ini bertujuan untuk memberikan informasi dan ketrampilan bagi masyarakat dengan memanfaatkan tanaman dan bahan bahan alami yang ada di sekitar rumah dan lingkungan yang sangat mudah didapat. Selama kegiatan berlangsung mitra terlihat sangat antusias, koooperatif dan menunjukkan komitmen untuk solid berkolaborasi dengan tim pelaksana kegiatan PKM Unimal. Adapun tanaman obat yang dikenalkan meliputi:
1. Lidah Buaya, kegunaan nya mengatasi kulit kering, menghilangkan jerawat, mengatasi mata bengkak, mempercepat penyembuhan luka, meredakan gatal dan ruam kronis,membantu pemulihan Coldsore, menurunkan gula darah, 2. Sirih Merah, dapat mengobati batuk,sariawan dan gusi berdarah, jantung, diabetes, kanker dan tumor, radang mata serta merawat organ kewanitaan. (Rainkiraha, 2018)
3. Pohon Minyak kayu Putih, meredakan gejala pilek, hidung tersumbat, mengobati kulit kering, dapat digunakan sebagai pengusir serangga, mengurangi rasa nyeri, meningkatkan relaksasi.
4. Jeruk Kesturi, memiliki kandungan nutrisi Serat, Karbohidrat kompleks, Protein, Vitamin A, Vitamin B kompleks, termasuk folat, Vitamin C, Kalium, Fosfor, Kalsium, Zat besi.
Kegunaannya adalah memperkuat system imunitas tubuh, membersihkan saluran pernafasan, mengurangi kolesterol, megontrol gula darah, merangsang pembentukan kolagen, mencegah pembentukan batu ginjal.
5. Jeruk Lemon, memiliki berbagai nutrisi antara lain :protein, karbohidrat, gula, serat, kalium, kalsium berbagai vitamin A, B6 dan C.
Manfaatnya antara lain meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan saluran pencernaan, memelihara Kesehatan jantung, mencegah anemia, mencegah pembentukan batu ginjal, menjaga Kesehatan kulit, menjaga berat badan.
6. Lada, dapat menurunkan tekanan darah, rematik, perut mulas, beri beri, influenza, sesak nafas, radang mulut (Rainkiraha, 2018)
7. Temu Lawak Putih, manfaat sebagai antioksidan, menurunkan berat badan, mengatasi cemas dan stress, kandungan minyak Atsiri membuat kulit sehat, mengurangi nafas bau, anti kanker, mengatasi demam, melancarkan peredaran darah, mengurangi bengkak dan rasa linu, menambah nafsu makan
8. Kumis Kucing manfaatnya antara lain, mengobati asam urat, menurunkan tekanan darah, mengatasi rematik, menurunkan kadar gula, menyehatkan jantung, membantu masalah pernafasan, mengurangi gatal karena alergi 9. Kemangi manfaatnya antara lain mengurangi stress oksidatif, menjaga Kesehatan hati, melinfungi kulit dari penuaan, menurunkan gula darah tinggi,
10. Binahong, manfaatnya antara lain, obat maag alami, obat luka bakar, asam urat, obat gatal, mencegah resiko diabetes, meningkatkan fungsi ginjal, obat hipertensi
11. Bidara, antara lain untuk diabetes, menurunkan kolesterol, menjaga Kesehatan jantung, mengatasi maslah pencernaan, sebagai obat masuk angin, membantu menjaga tulang dan gigi, mengatasi sariawan, membantu penyembuhan luka, mengatasi masalah kewanitaan, mengobati keputihan. (Fauziah, 2000; Supryanto, 2006 dan Tukiman, 2004)
Berikut ini adalah harapan peserta sebagai tindak lanjut dari kegiatan PKM: 1) Pelatihan dilaksanakan secara berkesinambungan dan terjadwal; 2) Adanya modul pelatihan maka peserta dapat mengaplikasikan ilmu dan teknologi yang telah dilatihkan; dan 3) Adanya pendampingan pasca pelaksanaan program,
Gambar. 3 Pelatihan dan Penanaman 4) Monitoring dan Evaluasi Kegiatan
Pada kegiatan monitoring yang dilaksanakan pada tanggal 5 November 2021 dan tanggal 12 November 2021 dilakukan untuk memperoleh dan mengumpulkan informasi secara sistematis sehingga diperoleh hasil sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
131 Gambar 4. Monitoring/evaluasi
Tujuan kegiatan monitoring ini dilakukan adalah efisiensi usaha preventif Covid-19, tim pelaksana memberi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Lebih lanjut, kegiatan evaluasi dilakukan bertujuan untuk melihat tingkat keberhasilan pengelolaan kegiatan, melalui kajian terhadap manajemen dan output pelaksanaannya serta permasalahan yang dihadapi, untuk selanjutnya menjadi bahan evaluasi kinerja program dan kegiatan selanjutnya untuk melihat sejauh mana kepuasan mitra dalam mengikuti kegiatan PKM ini
dengan cara memberikan angket kepuasan kepada mitra. Adapun hasil angket dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 1. Tanggapan Mitra Indikator Item
% Rata -rata
Kategori
Persepsi mitra tentang Pembuatan Handsanitizer
1, 4, 5, 9, 10
78,8 6
Sangat Setuju Ketertarikan
terhadap penggunaan handsanitizer alami sebagai usaha preventif Covid-19
6, 7,
8 75 Sangat
Setuju
Peningkatan ketrampilan dan motivasi
kewirausahaan
2, 3 67,7
4 Setuju
Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini sangat setuju dengan adanya kegiatan pelatihan dan pendampingan ini. Kegiatan ini memberikan dampak yang sangat positif dan bermanfaat, hal ini terlihat dari persentase yang diperoleh tiap indikator, yaitu diatas 60% dengan kategori
“setuju” dan “sangat setuju”. Dalam hal ini, mitra juga mengatakan bahwa ini merupakan sebuah inovasi dan pengalaman baru yang belum pernah mereka ketahui karena selama ini mereka masih menggunakan handsanitizer yang mudah dibeli pada apotik dan toko atau swalayan.
Dampak hasil kegiatan bagi mitra adalah sebagai berikut:
1) Meningkatnya pengetahuan masyarakat pada Desa Geulanggang Meunjee dalam mengetahuan tanaman obat keluarga yang dapat digunakan untuk bahan handsanitizer.
2) Memberikan pengetahuan kepada masyarakat Desa Geulanggang Meunjee tentang pengolahan dan pembuatan handsanitizer sebagai potensi dan peluang usaha produksi yang praktis dan ekonomis.
3) Memberikan pengetahuan dan keterampilan cara pengolahan tanaman toga dalam lingkunag keluarga.
4) Menumbuhkan jiwa kewirausahaan
Dampak hasil kegiatan bagi tim pelaksana adalah sebagai berikut:
1) Tim kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dapat mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi oleh masyarakat dan memberi solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.
2) Mengetahui model dan teknologi tepat guna apa yang cocok digunakan dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat 3) Terjadinya hubungan yang baik antara tim
kegiatan dengan mitra serta masyarakat.
SIMPULAN DAN SARAN
Adapun kesimpulan dari pengabdian ini yaitu dapat:
1. Meningkatnya pengetahuan mengenai ragam produk handsanitizer non Alkohol yang alami berbasis bahan potensi lokal daerahnya,
2. Memberikan pengetahuan tentang tanaman obat keluarga yang dapat dimanfaatkan secara praktis dan ekonomis.
Meningkatnya keterampilan bagaimana cara pengolahan tamanan toga sebagai apotik pada ruang lingkup keluarga dan lingkingan sehingga berdampak pada Kesehatan keluarga
3. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang merangsang munculnya ide-ide wirausaha lain, sehingga diharapkan usahanya makin berkembang dan terjadi diversifikasi usaha. Lebih lanjut, jika skala usaha mitra berkembang,
132 diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran di tengah dampak pandemi Covid-19.
UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih dan apresiasi kami berikan kepada Universitas Malikussaleh khusus nya kepada Lembaga Pengabdian dan Penelitian Universitas Malikussaleh, terima kasih juga kepada keuchik gampong geulanggang meunje yang telah mengizinkan tim pengabdian untuk melakukan pengabdian di desa geulanggang meunjee dan terima kasih masyarakat gampong yang telah berpartisipasi dalam pengabdian ini dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengabdian ini. Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan ini.
DAFTAR PUSTAKA
Al Bara, Pradesyah, R., & Ginting, N. (2019).
Pengembangan Ekonomi Keluarga Berbasis Mompreneur Bagi Ibu-Ibu Di Pimpinan Cabang Aisyiyah Duriankota Medan. Ihsan Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 126-135.
Faika, S., Rauf, A Bakhrani., Annas S., 2020.
Pkm Pelatihan Pembuatan Handsanitizer Berbahan Dasar Alam Bagi Ibu-Ibu Kompleks Citra Mas. Prosiding eds. 9 Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat. ISBN: 978-623- 7496-57-1
Fajri, R., Halimatussakdiah., Alfajar, B., Jofrishal., (2021). Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer (Hanzer) Menggunakan Ekstrak Daun Halban (Vitex Pinnata Linn) Dan Lidah Buaya (Aloe Vera) Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 Di Desa Kotalintang Kabupaten Aceh Tamiang. Jurnal Martabe. Vol 4.
No.1.
Fauziah, Muhlisah. 2000. Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Jakarta: Penebar Swadaya.
Hanum, Z., Saripuddin, J., Hafsah, & Akmal, O.
(2021). Pemanfaatan Limbah Kantong Infus Menjadi Kreasi Dompet untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Swadaya di Kabupaten Deli Serdang.
Jurnal Prodikmas Hasil Pengabdian kepada Masyarakat, 22-27.
Hastuti dan Dyah Respati SS. 2009. Model Pemberdayaan Perempuan Miskin Berbasis Pemanfaatan Sumberdaya Perdesaan Sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan di Perdesaan Lereng Merapi Selatan. Laporan Akhir Hibah Bersaing.
Yogyakarta: UNY.
Hikmat, A., Zuhud, AM Ervizal., Siswoyo., Sandra, Edhi., Kartika, Sari, Rita.,.
(2011). The Revitalization Of Family Medicine Plant Conservation For Crease Health And Economic In Village Exemplary IPB Campus Darmaga Bogor, Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, Vol. 16 No.2: 71-80
Nurdiwaty, Dyah., Puspita, Erna., Kusumaningtyas, Dian., Winarko, Sigit, Puji,. (2017). Pemberdayaan Wanita Melalui TOGA untuk Membantu Meningkatkan Pendapatan Keluarga.
Jurnal ABDINUS, Vol 1 No 1.
Pertiwi, R., Notriawan, D., Wibowo, H.R., 2020.
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Meningkatkan Imunitas Tubuh sebagai Pencegahan COVID-19. Dharma Raflesia. Vol. 18, No. 02, Desember.
Ridwan. 2007. Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pertanian.
Sajar, S. (2021). Penguatan Kapasitas Para Pihak Tentang Konservasi Sumber Daya Air Melalui Pembuatan Sumur Resapan di Nagori Rukun Mulyo Kecamatan Panombean Pane Kabupaten Simalungun. Ihsan Jurnal Pengabdian Masyarakat, 133-143.
Supriyanto. 2006. Proses Pengolahan Tanaman Obat. Jakarta: Tim Lentera.
Tukiman. 2004. Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Untuk Kesehatan Keluarga. Bagian Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. USU: Digital Library.
Yusnandar, W., Deliati, & Jufrizen. (2019).
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Keterampilan Wirausahan olahan Tahun Didesa Kotangan Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Prodikmas Hasil Pengabdian kepada Masyarakat, 3(2), 39-51.