• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS AKHIR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "TUGAS AKHIR"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Pada Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim RIAU Disusun Oleh:

BELLA YULIA H 11850222357

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU PEKANBARU

2023

(2)

ii

ANALISIS BRAND IMAGE PADA PRODI TEKNIK INDUSTRI UIN SUSKA RIAU MENGGUNAKAN METODE COCHRAN Q

TEST (STUDI KASUS: PRODI TEKNIK INDUSTRI UIN SUSKA RIAU)

TUGAS AKHIR

Oleh : BELLA YULIA H

11850222357

Telah diperiksa, dan disetujui,sebagai Tugas Akhir pada tanggal 19 Januari 2023

Pembimbing I Pembimbing II

Harpito, S.T., M.T. Anwardi, S.T., M.T.

NIP. 198205302015031001 NIP.

198210272015031001 Mengetahui,

Ketua Jurusan Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Misra Hartati, S.T., M.T NIP. 198205272015032002

(3)

iii

UIN SUSKA RIAU MENGGUNAKAN METODE COCHRAN Q TEST (STUDI KASUS: PRODI TEKNIK INDUSTRI UIN

SUSKA RIAU)

TUGAS AKHIR

Oleh : BELLA YULIA H

11850222357

Telah dipertahankan di depan sidang dewan penguji sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik

Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau di Pekanbaru, pada tanggal 19 Januari 2023

Pekanbaru, 19 Januari 2023 Mengesahkan

Dekan Ketua Program Studi

Dr. Hartono, M.Pd Misra Hartati, S.T., M.T NIP. 196403011992031003 NIP.198205272015032002

DEWAN PENGUJI :

Ketua : Dr. Rika, S.Si., M.Sc.

Sekretaris I : Harpito, S.T., M.T.

Sekretaris II : Anwardi, S.T., M.T.

Anggota I : Prof. Fitra Lestari, M.Eng., PhD, IPM, AER.

Anggota II : Ismu Kusumanto, S.T., M.T.

(4)

iv Nomor : Nomor 25/2023

Tanggal : 12 Januari 2023

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Bella Yulia H

NIM : 11850222357

Tempat/Tanggal Lahir : Duri, 24 Juli 2000 Fakultas : Sains dan Teknologi

Prodi : Teknik Industri

Judul Skripsi : Analisis Brand Image Pada Prodi Teknik Industri UIN SUSKA RIAU Menggunakan Metode Cochran Q Test (Studi Kasus: Prodi Teknik Industri UIN SUSKA RIAU)

Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa :

1. Penulisan skripsi ini berdasarkan hasil penelitian dan pemikiran saya sendiri.

2. Semua kutipan sudah disebutkan sumbernya.

3. Oleh karena itu skripsi saya ini, saya nyatakan bebas plagiat.

4. Apabila dikemudian hari ditemukan plagiat pada skripsi saya tersebut, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan.

5. Dengan demikian surat ini saya buat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak manapun juga.

Pekanbaru, 19 Januari 2023 Yang membuat pernyataan,

Bella Yulia H NIM. 11850222357

(5)

v

Tugas Akhir yang tidak diterbitkan ini terdaftar dan tersedia di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau adalah terbuka untuk umum dengan ketentuan bahwa hak cipta pada penulis. Referensi kepustakaan diperkenankan dicatat, tetapi pengutipan atau ringkasan hanya dapat dilakukan seizin penulis dan harus disertai dengan kebiasaan ilmiah untuk menyebutkan sumbernya.

Penggandaan atau penerbitan sebagian atau seluruh Tugas Akhir ini harus memperoleh izin dari Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Perpustakaan yang meminjamkan Tugas Akhir ini untuk anggotanya diharapkan untuk mengisi nama, tanda peminjaman dan tanggal pinjam.

(6)

vi

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam Tugas Akhir ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan di dalam daftar pustaka.

Pekanbaru, 19 Januari 2023 Yang membuat pernyataan,

Bella Yulia H NIM. 11850222357

(7)

vii

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus dari rahmat Allah melainkan orang orang yang kufur”

(Q.S Yusuf ayat: 18)

Dengan rahmat Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dengan ini Ananda persembahkan sebuah karya untuk Ibunda dan Ayahanda tercinta Yang telah meridhoi Ananda untuk pergi merantau dan menuntut ilmu Dengan ridho dan do’a mu lah Ananda bisa menyelesaikan perkuliahan ini

Terimakasih Ibu dan Ayah yang selalu memberi semangat dan motivasi hingga Ananda bisa mencapai titik ini

Ananda akan selalu berusaha untuk membuat Ibu dan Ayah bangga

Pekanbaru, 19 Januari 2023

Bella Yulia H

(8)

viii

RIAU Menggunakan Metode Cochran Q Test

(Studi Kasus: Prodi Teknik Industri UIN SUSKA RIAU) BELLA YULIA H

11850222357

Jurusan Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Jl. HR. Soebrantas KM 18 No. 155 Pekanbaru

ABSTRAK

Prodi teknik industri UIN SUSKA RIAU didirikan pada tanggal 9 April 2001. Saat ini prodi teknik industri berada di fakultas sains dan teknologi.

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan faktor-faktor pembentuk brand image prodi teknik industri menggunakan metode Cochran Q Test dan merancang strategi promosi yang direncanakan untuk meningkatkan brand image teknik industri. Faktor pembentuk brand image pada prodi teknik industri adalah akreditasi, prodi teknik industri popular, lokasi strategis, jejak alumni cukup terkenal, passion, saran orang terdekat dan informasi melalu media sosial. Dan strategi promosi menggunakan promotion mix.

Kata Kunci: Cochran Q Test, Promotion Mix

ABSTRACT

Industrial engineering department at UIN SUSKA RIAU was established on April 9 2001. Industrial engineering of department is in the faculty of science and technology. This research was conducted to determine the factors forming the brand image department of industrial engineering using the Cochran Q Test method and to design a planned promotion strategy to increase the brand image of industrial engineering. brand image forming in department of industrial engineering is accreditation, popular department of industrial engineering, strategic locations, well-known alumni footprints, passion, suggestions from those closest to them and information through social media. And the promotion strategy uses the promotion mix.

Keyword: Cochran Q Test, Promotion Mix

(9)

ix

Assalamu’alaikum wr.wb

Puji syukur kami ucapkan kepada Allah S.W.T atas segala rahmat, karunia serta hidayahnya, Salawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad S.A.W. Sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir dengan judul

“Analisis Brand Image Pada Prodi Teknik Industri UIN SUSKA RIAU Menggunakan Metode Cochran Q Test (Studi Kasus: Prodi Teknik Industri UIN SUSKA RIAU)” sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Laporan ini diajukan sebagai salah satu syarat dalam meraih gelar Sarjana Teknik di Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag, selaku rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

2. Bapak Dr. Hartono, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

3. Ibu Misra Hartati ST.,MT, selaku Ketua Jurusan Teknik Industri Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

4. Bapak Anwardi ST.,MT, selaku Sekretaris Ketua Jurusan Teknik Industri Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

5. Bapak Muhammad Nazaruddin, S.ST.,MT selaku koordinator Tugas Akhir Teknik Industri Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

6. Bapak Harpito, S.T., M.T dan Bapak Anwardi, S.T., M.T selaku dosen pembimbing I dan pembimbing II tugas akhir penulis yang telah banyak meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam membimbing dan memberikan petunjuk yang sangat berguna saat penulis menyelesaikan laporan tugas akhir.

7. Almarhum Bapak Dr. Petir Papilo, S.T., M.Sc, selaku Penasehat Akademis yang kemudia digantikan dengan Bapak Anwardi, S.T., M.T, yang telah

(10)

x

penulis selama masa perkuliahan, serta menjadi sosok orang tua pengganti ketika penulis menjadi mahasiswa Prodi Teknik Industri UIN SUSKA RIAU.

8. Bapak dan Ibu Dosen Prodi Teknik Industri Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang telah banyak memberikan Ilmu Pengetahuan bagi penulis selama masa perkuliahan.

9. Teristimewa kedua orang tua saya Papa Rio Harsono dan Mama Ari Sumarsih dan Adik Dhea Amanda Putri Harsono yang telah mendoakan dan memberikan dukungan serta motivasi agar penulis dapat sukses menyelesaikan laporan tugas akhir dengan baik dan benar.

10. Terkhusus untuk penyemangat penulis Bayu Andira Pratama yang telah membantu dan menemani selama penelitian.

11. Seluruh anggota Ateam kelas 18A yang selalu membantu saya dalam menyelesaikan tugas akhir ini. Terkhusus sahabat saya Putri Khoirun Nisa, Rahman Gustian Maulana, Misbahul Wadhiah, Adinda Rahma Mahakam dan Nofita Putri.

12. Keluarga Besar Teknik Industri Angkatan 2018 UIN SUSKA RIAU yang telah memberikan semangat kepada penulis untuk menyelesaikan laporan tugas akhir.

Penulis menyadari dalam penulisan laporan Tugas Akhir ini masih banyak terdapat kekurangan serta kesalahan, untuk itu penulis mengharapkan adanya masukan berupa kritik maupun saran dari berbagai pihak untuk kesempurnaan. Penulis mengharapkan semoga laporan ini berguna bagi kita semua.

Pekanbaru , 19 Januari 2023

BELLA YULIA H 11850222357

(11)

xi

Halaman

COVER ... i

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

SURAT PERNYATAAN ... iv

LEMBAR HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL ... v

LEMBAR PERNYATAAN ... vi

LEMBAR PERSEMBAHAN ... vii

ABSTRAK ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

1.5 Batasan Masalah ... 5

1.6 Posisi Penelitian ... 5

1.7 Sistematika Penulisan ... 7

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Merek (Brand) ... 9

2.1.1 Citra (Image) ... 10

2.1.2 Citra Merek (Brand Image) ... 10

(12)

xii

2.1.4 Perbedaan Atribut, Variabel dan Indikator ... 15

2.2 Teknik Industri ... 16

2.2.1 Sejarah Singkat Profesi Teknik Industri ... 17

2.3 Populasi ... 18

2.4 Sampel ... 18

2.5 Teknik Sampling ... 19

2.6 Pengujian Data ... 21

2.6.1 Uji Validitas ... 21

2.6.2 Uji Reliabilitas ... 23

2.7 Metode Cochran Q Test ... 24

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Studi Pendahuluan ... 27

3.2 Studi Pustaka ... 27

3.3 Identifikasi Masalah... 27

3.4 Rumusan Masalah ... 27

3.5 Batasan Masalah ... 28

3.6 Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 28

3.7 Pengumpulan Data ... 28

3.8 Pengolahan Data ... 31

3.9 Analisa ... 32

3.10 Penutup ... 33

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data ... 34

4.1.1 Profil Instansi ... 34

4.1.2 Demografi Responden Penelitian ... 34

4.1.3 Rekapitulasi Hasil Kuesioner ... 36

4.2 Pengolahan Data ... 36

4.2.1 Uji Validitas ... 36

(13)

xiii

4.3.1 Tahap Pertama ... 42

4.3.2 Tahap Kedua ... 45

4.3.3 Tahap Ketiga ... 49

4.3.4 Tahap Keempat ... 52

4.3.5 Tahap Kelima... 55

4.3.6 Tahap Keenam ... 59

4.3.7 Daftar Rangking Faktor Pembentuk Brand Image ... 59

4.3.8 Rancangan Strategi Promosi Pada Prodi Teknik Industri ... 60

BAB V ANALISA 5.1 Analisa Pengumpulan Data... 65

5.1.1 Analisa Instansi ... 65

5.1.2 Analisa Demografi Responden Penelitian ... 65

5.1.3 Analisa Hasil Kuesioner ... 66

5.2 Analisa Pengolahan Data ... 67

5.2.1 Analisa Uji Validitas ... 68

5.2.2 Analisa Uji Reliabilitas ... 68

5.2.3 Analisa Uji Cochran Q Test ... 68

5.2.4 Analisa Daftar Rangking Faktor Pembentuk Brand Image ... 71

5.2.5 Analisa Rancangan Strategi Promosi Prodi Teknik Industri .... 72

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan ... 74

6.2 Saran ... 75 DAFTAR PUSTAKA

(14)

GAMBAR HALAMAN Gambar 1.1 Grafik Jumlah Mahasiswa TI Dari SMAN/MAN Favorit .... 3 Gambar 2.1 Promotion Mix Jasa ... 15 Gambar 2.2 Hubungan Disiplin Teknik Industri Dengan Disiplin Keilmuan

Lain ... 18 Gambar 3.1 Flow Chart Penelitian ... 26 Gambar 4.1 Website Teknik Industri UIN SUSKA RIAU ... 64

(15)

TABEL Halaman

Tabel 1.1 Asal Mahasiswa Yang Minat Di Teknik Industri ... 2

Tabel 1.2 Data Mahasiswa Teknik Industri ... 3

Tabel 1.3 Posisi Penelitian ... 5

Tabel 2.1 Fase-Fase Perkembangan Industri ... 17

Tabel 2.2 Koefisien Nilai Cronbach Alpha... 24

Tabel 3.1 Jumlah Siswa Kelas XII IPA SMA Fav Pekanbaru ... 29

Tabel 3.2 Jumlah Sampel Di Tiap Sekolah ... 31

Tabel 4.1 Demografi Responden Berdasarkan Asal Sekolah ... 34

Tabel 4.2 Demografi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 35

Tabel 4.3 Rekapitulasi Hasil Jawaban Kuesioner ... 36

Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas ... 37

Tabel 4.5 Hasil Uji Validitas Melalui SPSS ... 37

Tabel 4.6 Hasil Uji Reliabilitas ... 41

Tabel 4.7 Hasil Uji Reliabilitas Melalui SPSS... 41

Tabel 4.8 Hasil Kuesioner Jawaban Ya dan Tidak ... 42

Tabel 4.9 Daftar Rangking Faktor Pembentuk Brand Image ... 60

(16)

RUMUS Halaman

Rumus 2.1 Rumus Sampel ... 19

Rumus 2.2 Rumus Pearson Product Moment ... 22

Rumus 2.3 Rumus Uji Reliabilitas ... 23

Rumus 2.4 Rumus Cochran Q Test ... 24

(17)

LAMPIRAN HALAMAN Lampiran A Referensi ... A-1 Lampiran B Dokumentasi ... B-1 Lampiran C Biografi Penulis ... C-1

(18)

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu hal yang menjadi prioritas bagi setiap manusia. Dengan pendidikan, manusia dapat mewujudkan cita-citanya dan mendapatkan kebahagiaan dengan ilmu yang dimilikinya. Bagi sebagian manusia memiliki harapan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Namun juga ada sebagian manusia tidak memilih melanjutkan ke jenjang lebih tinggi melainkan memilih untuk bekerja.

Perguruan tinggi merupakan lembaga dalam mengembangkan ilmu yang bertujuan untuk mewujudkan manusia yang berpengetahuan, kompeten dan berkeahlian. Perguruan tinggi juga terbagi menjadi dua yaitu perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Bagi yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi akan dihadapkan beberapa pilihan. Baik dalam memilih perguruan tinggi maupun prodi yang akan di minati (Rahayu, 2019).

Dampak dalam memilih prodi akan membawa pengaruh jangka panjang atau pendek, baik berupa keuntungan yang diperoleh maupun resiko yang akan ditanggung. Dalam hal ini, prodi yang ada di perguruan tinggi harus mengeksploitasi aset-aset yang dimiliki untuk memaksimalkan kinerja dan mengembangkan keunggulan yang kompetitif. Salah satu cara untuk mencapai keadaan tersebut dengan cara mengembangkan nama prodi dengan brand image.

Brand image adalah seperangkat asosiasi unik yang ingin diciptakan atau dipelihara oleh pemasar. Asosiasi-asosiasi itu menyatakan apa sesungguhnya merek dan apa yang dijanjikan kepada konsumen. Brand image dapat di anggap sebagai jenis asosiasi yang muncul dalam benak konsumen ketika mengingat sebuah merek tertentu. Dalam mengembangkan brand image pada prodi Teknik Industri Uin Suska Riau usaha yang telah dilakukan adalah mengadakan event berskala nasional yaitu Industrial Creative Festival (ICFest) dengan perlombaan berupa debate competition dan business plan competition. Selain itu juga mengadakan event berskala provinsi yaitu Industrial Engineering Carnaval se-

(19)

2 Riau. Pada jurusan teknik industri juga mengadakan acara tahunan seperti kemah bakti mahasiswa (KBM) yang dilakukan di desa-desa dengan bertujuan untuk pengabdian ke masyarakat serta mempererat tali silaturrahmi antara dosen, alumni serta mahasiswa.

Prodi Teknik Industri fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Prodi ini beralamat di Jl. HR Subrantas No. 155, Km 15 Panam, Pekanbaru. Prodi ini berdiri sejak 9 April 2001. Berikut adalah data mahasiswa yang lolos dari tahun 2019-2021 adalah sebagai berikut:

Tabel 1.1 Asal Mahasiswa Yang Minat Di Teknik Industri:

Mahasiswa Teknik Industri

Kota Pekanbaru

Kab/Kota di Riau

Luar Riau Jumlah Mahasiswa

Angkatan 2019 17 61 18 96

Angkatan 2020 26 114 42 182

Angkatan 2021 15 42 14 71

Berdasarkan tabel 1.1 dapat dijelaskan bahwa usaha yang dilakukan prodi Teknik Industri untuk mengembangkan brand image nya ke SMAN dan MAN favorit kota Pekanbaru belum maksimal karena banyaknya peminat Teknik Industri yang berasal dari kabupaten di luar Pekanbaru. Jumlah mahasiswa angkatan 2019 yang berasal dari luar Riau berjumlah 18, dari kabupaten di Riau berjumlah 61 dan yang berasal dari kota Pekanbaru berjumlah 17. Untuk angkatan 2020 yang berasal dari luar Riau berjumlah 42, dari kabupaten di Riau berjumlah 114 dan dari kota Pekanbaru berjumlah 26. Sedangkan angkatan 2021 yang berasal dari luar Riau berjumlah 14, yang berasal dari kabupaten Riau berjumlah 42 dan yang berasal dari kota Pekanbaru berjumlah 15. Namun yang berasal dari SMAN dan MAN favorit kota Pekanbaru hanya sedikit. Berikut ini adalah data mahasiswa yang berasal dari SMAN dan MAN favorit yang ada dipekanbaru:

(20)

3 Tabel 1.2 Data Mahasiswa Teknik Industri:

Asal Sekolah Angkatan 2019

Angkatan 2020

Angkatan 2021

MAN 1 Pekanbaru 2 - -

MAN 2 Pekanbaru 2 1 1

SMAN 1 Pekanbaru - - 1

SMAN 2 Pekanbaru - - -

SMAN 3 Pekanbaru - - -

SMAN 4 Pekanbaru - 2 -

SMAN 5 Pekanbaru - 1 -

SMAN 8 Pekanbaru - - -

SMAN Plus Pekanbaru - - -

SMAN Olahraga Pekanbaru - - -

Total 4 4 2

(Sumber: Pengumpulan Data, 2022)

Berdasarkan tabel di atas, peminat Teknik Industri yang berasal dari SMAN dan MAN favorit kota Pekanbaru dari angkatan 2019 sampai dengan 2021 hanya berjumlah 10 orang. Untuk angkatan 2019 hanya 0,04% dari 96 mahasiswa, untuk angkatan 2020 hanya 0,02% dari 182 mahasiswa dan untuk angkatan 2021 hanya 0,02% dari 71 mahasiswa Teknik Industri yang berasal dari SMAN dan MAN favorit di Pekanbaru. Berikut grafik jumlah mahasiswa Teknik Industri yang asal sekolahnya berasal dari SMAN/MAN Favorit di Pekanbaru:

Gambar 1.1 Grafik Jumlah Mahasiswa TI Dari SMAN/MAN Favorit (Sumber: Pengumpulan Data, 2022)

0 2 4 6

Angkatan 2019

Angkatan 2020

Angkatan 2021

Jumlah Mahasiswa TI Dari SMAN/MAN Favorit di Pekanbaru

Jumlah Mahasiswa TI Dari SMA/MAN Favorit di Pekanbaru

(21)

4 Dari permasalahan diatas untuk mengetahui apa saja yang membuat siswa- siswi SMAN dan MAN favorit Pekanbaru tidak memilih jurusan Teknik Industri sebagai pilihannya. Permasalahan ini diselesaikan dengan menggunakan metode Cochran Q Test dengan memberi pernyataan kuesioner berdasarkan atribut-atribut untuk menentukan apa saja pembentuk brand image pada prodi Teknik industri UIN SUSKA RIAU.

Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ANALISIS BRAND IMAGE PADA PRODI TEKNIK INDUSTRI UIN SUSKA RIAU MENGGUNAKAN METODE COCHRAN Q TEST. Studi kasus: Prodi Teknik Industri UIN SUSKA RIAU.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka perumusan masalah pada penelitian ini adalah: Apakah Brand image yang dimiliki prodi Teknik Industri menjadi pertimbangan siswa dalam menentukan pilihannya dalam memilih jurusan?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja pembentuk brand image pada Prodi Teknik Industri UIN SUSKA RIAU melalui analisis Cochran Q Test.

2. Untuk mengetahui faktor brand image mana yang paling dominan yang dimiliki oleh prodi Teknik Industri menjadi pertimbangan siswa dalam menentukan pilihan dalam memilih jurusan.

3. Untuk merancang strategi promosi yang direncanakan untuk meningkatkan brand image Prodi Teknik Industri.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

(22)

5 1. Bagi Instansi

Melalui penelitian ini diharapkan perusahaan dapat memperoleh informasi sejauh mana brand image yang dimiliki dikenal oleh siswa-siswi SMAN dan MAN favorit yang ada di Pekanbaru.

2. Bagi Penulis

Dengan melakukan penelitian ini diharapkan penulis akan mendapatkan gambaran nyata mengenai teori-teori dalam brand image dan juga mendapatkan wawasan ilmu yang lebih luas.

1.5 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah pada penelitian Tugas Akhir ini yaitu:

1. Penelitian ini data diambil di Prodi Teknik Industri UIN SUSKA RIAU.

2. Penyebaran kuesioner dibagikan kepada siswa-siswi kelas 3 IPA pada 10 SMAN dan MAN favorit di Pekanbaru.

1.6 Posisi Penelitian Tabel 1.3 Posisi Penelitian

No Judul Permasalahan Hasil

1 Analisis Brand Image The Coffee Cafe Bandar Lampung Sari (2018)

Apakah Brand image yang dimiliki The Coffee Cafe menjadi pertimbangan

konsumen dalam menentukan

pemilihan konsumen yang berkunjung.

Setelah dilakukan pengujian secara bertahap terhadap 20 atribut pembentuk brand image The Coffee Cafe

Bandar Lampung

berhenti pada pengujian ke delapan dan didapat 13 atribut.

2 Penerapan Uji

Cochran Terhadap Atribut Produk Laptop Menggunakan Multiple Response

Bagaimana uji perbandingan

proporsi tanggapan responden terhadap atribut yang dipilih?

Hasil dari pengujian Q Cochran dengan taraf arti 5% dapat disimpulkan atribut Spesifikasi, Harga dan Desain memiliki

(23)

6 Tabel 1.3 Posisi Penelitian (Lanjutan)

No Judul Permasalahan Hasil

Analysis (MRA) Oktoriandi (2021)

proporsi tanggapan yang berbeda dari responden.

3 Analisa Sikap Dan Perilaku Mahasiswa Terhadap

Pembelajaran Daring Di Masa Pandemic COVID-19

Sari, dkk (2021)

Bagaimana

mengukur sikap dan perilaku mahasiswa terhadap proses pembelajaran daring dimasa pandemic COVID-19?

Hasil dari analisis terhadap 18 atribut dengan uji Cochran Q Test, dengan α = 0.05, diperoleh nilai sig = 0,125. Berdasarkan probabilitas yang terdapat pada kolom asymp. Sig terlihat bahwa probabilitas(0.125) >

pengujian dihentikan dan dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator dalam bentuk pernyataan yang di berikan dianggap penting oleh mahasiswa sebagai faktor pendukung berdampak kepada perilaku mahasiswa terhadap pembelajaran online atau daring yang dilakukan oleh IIB Darmajaya

4 Pengukuran Daya Saing dan Persepsi Konsumen Terhadap Belimbing Tasikmadu di Kabupaten Tuban Jawa Timur

Bagaimana

mengetahui persepsi konsumen terhadap belimbing

tasikmadu?

Analisis persepsi konsumen menggunakan cochran q test juga menunjukkan hasil bahwa semua responden menyatakan setuju dengan atribut yang ditawarkan.

(24)

7 Tabel 1.3 Posisi Penelitian (Lanjutan)

No Judul Permasalahan Hasil

5 Analisis Keputusan Nasabah Menabung:

Studi Kasus pada Bank Syariah di Kota Siregar dan Yusran (2019)

Apa saja yang melandasi keputusan nasabah menabung studi kasus bank syariah di kota Batam?

Pada pengujian Cochran Q Test terdapat indikator yang terpilih antara lain faktor karakteristik, faktor pelayanan,faktor

pengetahuan.

(Sumber: Pengumpulan Data 2022) 1.7 Sistematika Penulisan

Agar laporan ini tersruktur dan tersusun dengan baik maka perlu adanya suatu sistematika didalam penulisannya, adapun sistematika laporannya adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan ini berisikan tentang latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat, serta batasan yang berkenaan dalam permasalahan.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini menerangkan teori-teori yang menunjang atau dasar yang digunakan dan relevan dengan penelitian yang dilakukan.

Adapun teori-teori yang didapatkan bersumberkan dari jurnal, buku dan media lainnya yang dapat membantu secara teoritis dari penelitian yang dilakukan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian menguraikan seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama penelitian berlangsung.

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Bab ini menjelaskan secara sistematis langkah-langkah semua yang digunakan dalam proses pengumpulan data dan teknis pengolahan data untuk menyelesaikan permasalahan.

(25)

8

BAB V ANALISA

Bab ini berisikan analisis dan pembahasan mengenai pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan sebelumnya.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Rangkuman dari proses pengumpulan dan pengolahan data yang kemudian di analisa untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Serta saran yang dikemukakan untuk penyusunan laporan penelitian pada masa yang akan datang.

(26)

9

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Merek (Brand)

Merek adalah sebuah nama, simbol, gambar atau kombinasi dari unsur- unsur yang mengidentifikasi individu, organisasi, atau perusahaan dari barang atau jasa yang dimilikinya untuk membedakan barang atau jasa lainnya. Menurut Sofjan (2015) merek (brand) merupakan nama, istilah, konsep, lambang dan dikombinasikan dua atau lebih dari unsur tersebut, yang bertujuan untuk mengidentifikasi (barang atau jasa) dari beberapa penjual dan yang membedakannya adalah produk yang akan dijual. Memiliki merek yang dikenal dapat menguntungkan bagi sebuah perusahaan (Fajrin dan Wibowo, 2018).

Beberapa analisis melihat merek sebagai aset tetap dan aset utama bagi perusahaan untuk menjaga fasilitas khusus dan fasilitas perusahaan yang dimilikinya. Merek mewakili persepsi konsumen untuk menilai kinerja dari sebuah brand itu sendiri. Nilai dari merek yang dikenal bertujuan untuk menangkap selera dan loyalitas konsumen untuk memilih merek tersebut.

Menurut Kotler dan Amstrong dalam Priansa (2017:243) menyatakan 6 tingkatan arti dalam sebuah merek antara lain sebagai berikut (Hidayat dan Setiawati, 2021):

1. Atribut (attributes) yaitu suatu merek mengingatkan atribut-atribut tertentu 2. Manfaat (benefit) yaitu suatu atribut harus berjalan untuk mendapatkan

manfaat fungsional dan emosional

3. Nilai (value) yaitu sebuah merek harus menciptakan suatu tentang nilai produsen

4. Budaya (culture) yaitu merek dapat melambangkan suatu budaya tertentu 5. Personal (personality) yaitu merek bisa mencerminkan suatu kepribadian 6. Pemakai (user) yaitu merek dapat menyiratkan jenis konsumen menggunakan

produk tersebut

Menurut Kotler dan Keller (2016) juga menyatakan bahwa merek mempunyai peran yang penting bagi sebuah perusahaan yaitu (Hidayat dan Setiawati, 2021):

(27)

10 1. Merek menyederhanakan penanganan produk

2. Membantu dalam mengatur persediaan dan laporan keuangan

3. Memberikan perlindungan hokum untuk fitur dan aspek yang baik dari sebuah produk

4. Nama merek dapat dilindungi melalui merek dagang yang terdaftar, proses produksi dapat dilindungi melalui hak paten

5. Hak atas kekayaan intelektual menjamin perusahaan dapat dengan aman menanam modal dalam merek dan menuai keuntungan aktiva yang berharga 6. Merek menandakan tingkat kualitas tertentu sehingga pembeli yang puas

dapat mudah memilih produk kembali

7. Loyalitas merek memberikan tingkat permintaan yang aman dan dapat diperkirakan bagi perusahaan

8. Merek dapat menjadi alat yang berguna untuk mengamankan keunggulan kompetitif

2.1.1 Citra (Image)

Citra (image) adalah salah satu aset penting dalam perusahaan atau organisasi yang harus dijaga. Citra yang positif akan menarik seseorang untuk memilih dalam mengambil keputusan pada merek yang dimiliki sebuah perusahaan.

Citra merupakan sudut pandang seseorang dalam menilai suatu produk atau jasa suatu merek (brand). Menurut Kotler (2009) citra sebagai seperangkat keyakinan, ide dan kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu objek (Amalia, 2019).

2.1.2 Citra Merek (Brand Image)

Citra merek (brand image) merupakan representasi dari keseluruhan persepsi terhadap suatu merek dan dibuat berdasarkan informasi dan pengalaman yang terjadi pada merek tersebut. Menurut Mowen (2002) brand image merupakan sekumpulan asosiasi merek yang diingat oleh seorang konsumen (Abi, 2020).

Konsumen tidak benar-benar bereaksi apa yang mereka rasakan sebagai kenyataan sehingga citra merek dapat dilihat sebagai rangkaian asosiasi yang dipahami konsumen dalam jangka panjang waktu tertentu karena pengalaman dengan merek tertentu secara langsung maupun tidak langsung. Asosiasi ini adalah merek atau

(28)

11 peristiwa yang terkait dengan sebuah merek. Meskipun tidak setiap konsumen memiliki citra yang sama persis namun persepsi secara garis besar memiliki bagian yang serupa. Citra merek (brand image) merupakan kesan keselurhan terhadap merek yang ditinjau dari persaingannya dengan merek lain yang juga dketahui oleh konsumen, apakah sebuah merek tersebut dipandang sebagai merek yang kuat.

Beberapa alas an konsumen memilih suatu merek karena ingin memahami diri sendiri dan untuk mengkonsumsikan aspek diri ke orang lain.

Menurut Simamora (2016) komponen citra merek (brand image) terbagi tiga, yaitu (Hidayat dan Setiawati, 2021):

1. Citra pembuat (corporate image) yaitu sekelompok asosiasi untuk dipersepsikan konsumen terhadap perusahaan yang membuat suatu barang atau jasa. Antara lain popularitas, kredibilitas, jaringan perusahaan, serta pengguna itu sendiri

2. Citra pemakai (user image) yaitu sekelompok asosiasi untuk dipersepsikan konsumen terhadap pengguna yang menggunakan suatu barang atau jasa.

Antara lain pengguna itu sendiri serta status sosialnya.

3. Citra produk (product image) yaitu sekelompok asosiasi untuk dipersepsikan konsumen terhadap suatu merek. Antara lain atribut produk, manfaat bagi konsumen serta jaminan.

Menurut Aswin dan Masturi dalam Sari (2018) faktor-faktor pembentuk Brand Image adalah sebagai berikut:

1. Kualitas produk

Kualitas atau mutu berkaitan dengan kualitas produk barang atau jasa yang ditawarkan oleh produsen dengan merek tertentu.

2. Nama merek

Nama merek berguna dalam mengkomunikasikan dan memposisikan citra merek. Sehinggan nama merek menjadi sangat penting dan berfungsi sebagai tombol untuk mengaktifkan citra merek dipikiran konsumen.

3. Lokasi

(29)

12 Lokasi merupakan dasar bagi konsumen untuk mengambil keputusan.

Pemilihan lokasi mempunyai fungsi strategis karena dapat ikut menentukan tercapainya tujuan dan usaha bagi konsumen.

4. Fasilitas

Fasilitas merupakan penyediaan perlengkapan-perlengkapan fisik untuk memberikan kemudahan kepada konsumen agar merasa aman dan nyaman.

5. Pelayanan

Pelayanan, yang berkaitan dengan tugas produsen dalam melayani.

6. Harga

Harga, yang dalam hal ini berkaitan dengan tinggi-rendahnya atau banyak-sedikitnya jumlah uang yang dikeluarkan konsumen untuk mempengaruhi suato produk, juga dapat mempengaruhi citra jangka panjang.

7. Produk

Produk adalah sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, untuk dibeli, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi suatu keinginan atau kebutuhan.

8. Promosi

Promosi merupakan upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa dengan tujuan menarik calon konsumen untuk mengkonsumsinya.

2.1.3 Strategi Pemasaran Jasa

Strategi pemasaran adalah serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Tujuan akhir dan konsep, kiat dan strategi pemasaran adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya (“total Customer Statisfaction”). Kepuasan pelanggan sepenuhnya bukan berarti memberikan kepada apa yang menurut kita keinginan dari mereka, tetapi apa yang sesungguhnya mereka inginkan serta kapan dan bagaimana mereka inginkan. Atau secara singkat adalah memenuhi kebutuhan pelanggan. Sebelum meluncurkan suatu produk baru

(30)

13 ke pasar, sebuah perusahaan hendaknya merancang suatu strategi yang baik untuk produk tersebut agar produk yang dihasilkannya dapat mencapai sasaran yang diinginkan. Strategi pemasaran adalah rencana untuk memperbesar pengaruh terhadap pasar, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, yang didasarkan pada riset pasar, penilaian, perencanaan produk, promosi dan perencanaan penjualan serta distribusi (Fatihudin dan Firmansyah, 2019).

Adapun strategi pemasaran yang digunakan yaitu menggunakan strategi promosi. Dalam melakukan promosi agar dapat efektif perlu adanya bauran promosi, yaitu kombinasi yang optimal bagi berbagai jenis kegiatan atau pemilihan jenis kegiatan promosi yang paling efektif dalam meningkatkan penjualan. Ada lima jenis kegiatan promosi jasa antara lain sebagai berikut (Fatihudin dan Firmansyah, 2019):

1. Periklanan (Advertising)

Yaitu bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian ada beberapa tujuan periklanan yaitu sebagai berikut:

a. Iklan yang bersifat memberikan informasi (Informative Advertising), b. Iklan membujuk (Persuasive Advertising),

c. Iklan pengingat (Reminder Advertising), d. Iklan pemantapan (Reinforcement Advertising)

Pilihan media yang dapat digunakan untuk melakukan pengiklanan seperti Surat Kabar, Majalah, Radio, Papan Reklame, Direct Mail dan sosial media.

2. Penjualan Tatap Muka (Personal Selling)

Yaitu bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Personal Selling mempunyai peranan penting dalam pemasaran jasa, karena:

a. Interaksi secara personal antara penyedia jasa dan konsumen sangat penting

b. Jasa tersebut disediakan oleh orang bukan oleh mesin c. Orang merupakan bagian dari produk jasa

(31)

14 3. Promosi Penjualan (Sales promotion)

Yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Adalah semua kegiatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan arus barang atau jasa dari produsen sampai pada penjualan akhirnya. Point of sales promotion terdiri dari brosur, information sheets, dan lain-lain. Sales promotion dapat diberikan kepada:

a. Customer, berupa free offers, samples, demonstrations, coupons, cash refunds, prized, contest (lomba), dan warranties (garansi)

b. Intermediaries (penyalur), berupa free goods, discount, advertising allowances, cooperative advertising, distribution contests, awards

c. Sales force (salesman), berupa bonus, penghargaan, contest dan hadiah buat tenaga penjual terbaik (prized for best performer)

4. Publisitas (Public Relation)

Yaitu suatu bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/berita tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah). Public Relation sangat peduli terhadap beberapa tugas pemasaran, yaitu antara lain:

a. Membangun image (citra)

b. Mendukung aktivitas komunikasi lainnya c. Mengatasi persoalan dan isu yang ada d. Memperkuat positioning perusahaan e. Mempengaruhi publik yang spesifik

f. Mengadakan launching untuk produk/jasa baru g. Program Public Relation antara lain yaitu:

 Publikasi

 Events

 Hubungan dengan investor

 Exhibitions/pameran

 Mensponsori beberapa acara

(32)

15 5. Pemasaran Langsung (Direct marketing)

Yaitu suatu bentuk penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian konsumen. Merupakan elemen terakhir dalam bauran komunikasi/promosi. Terdapat 6 area dari direct marketing, yaitu Direct mail, Mail order, Direct response, Direct selling, Telemarketing, Digital marketing.

Gambar 2.1 Promotion Mix Jasa (Sumber: Fatihudin dan Firmansyah, 2019) 6. Search Engine Optimization (SEO)

Menurut Sohail (2012) menjelaskan bahwa SEO merupakan sebuah cara dalam mengembangkan sebuah halaman website untuk memiliki tingkat visibilitas serta peringkat yang tinggi dalam hasil pencarian. Optimasi SEO secara garis besar terdapat dua bagian yaitu adalah On page dan Off page optimization. On Page Optimization merupakan satu proses optimasi yang dilakukan di dalam website menyangkut rekayasa website dan off page optimization merupakan langkah optimasi SEO terhadap suatu website yang dilakukan diluar halaman (eksternal) website tersebut (Arifin dkk, 2019).

2.1.4 Perbedaan Atribut, Variabel dan Indikator

Menurut Simamora dalam Oscar dan Megantara (2020) Atribut produk adalah segala sesuatu yang melekat pada produk dan menjadi bagian dari produk itu sendiri. Atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Jadi, atribut produk adalah segala sesuatu hal yang mendefinisikan manfaat atas suatu produk,

(33)

16 yang melekat menjadi bagian dari produk itu sendiri dan dianggap penting oleh konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian.

Menurut Sugiyono dalam Agustian (2019) variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, atau obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Berdasarkan hubungan antar suatu variabel dengan variabel lain, variabel terbagi dua yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat adanya variabel bebas.

Indikator ialah variabel yang bisa membantu kita dalam kegiatan pengukuran berbagai macam perubahan yang terjadi baik secara langsung ataupun tidak langsung. Indikator didefinisikan sebagai variabel-variabel penelitian yang dapat menunjukkan ataupun mengindikasikan kepada penggunanya tentang sesuatu kondisi tertentu, sehingga dapat digunakan untuk mengukur perubahan yang terjadi.

2.2 Teknik Industri

Engineering dikutip dari Buku Pengantar Teknik Industri (2015) merupakan individu yang mampu menggunakan metode analisis maupun perancangan (design) teknis, prinsip-prinsip dan jalur pendidikan, pengalaman maupun percobaan (eksperiment) sehingga memiliki kualifikasi untuk mempraktekannya. Teknik industry merupakan suatu bidang teknik (engineering) yang berguna untuk merancang (design) fasilitas-fasilitas produksi meliputi pemilihan proses manufacturing, perencanaan fasilitas (lokasi dan layout) dan tata cara berproduksi (methods engineering). Disiplin teknik industri bertanggung jawab untuk merancang proses pengelolaan (manajemen) dari proses produksi atau operasional agar sistem produksi tersebut bisa diselenggarakan secara terencana, teorganisisir dan tekendali.

Istilah Teknik Industri diterjemahkan dari kata Industrial Engineering.

Teknik industri merupakan suatu disiplin ilmu keteknikan yang baru lahir melalui

(34)

17 suatu proses evolusi yang lama sejak revolusi industri yang berlangsung sekitar dua abad yang lalu. Teknik industri muncul dan berkembang untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga-tenaga yang ahli dan terampil dalam perencanaan, pengorganisasian, pengoperasian serta pengendalian suatu sistem produksi yang luas dan kompleks. Kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi maupun produktivitas sistem produksi merupakan pendorong utama munculnya disiplin Teknik Industri.

Pendorong utama munculnya Teknik Industri adalah kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi dan produktivitas sistem produksi. Teknik industri pada dasarnya akan memberikan bekal dan kemampuan untuk melihat serta menyelesaikan segala permasalahan industri dengan konsep pendekatan sistem (system approach), aspek teknis dan aspek non teknis (sosio ekonomis).

2.2.1 Sejarah Singkat Profesi Teknik Industri

Disiplin Teknik Industri muncul pada Revolusi Industri tahun1750-an.

Disiplin ini pada awalnya dikembangkan oleh beberapa individu yang berusaha mencari dan mengembangkan prinsip-prinsip organisasi dan manajemen produksi tingkat lanjut. Setelah itu disiplin teknik industry mulai memberi ciri dan identifikasi dirinya secara khas dan muncul sebagai disiplin keteknikan (engineering) yang secara format tepisah dengan disiplin-disiplin engineering lainnya sekitar awal abad 20.

Fase-fase perkembangan industri secara langsung ikut melandasi disiplin ilmu Teknik Industri dapat dilihat dibawah ini:

Table 2.1 Fase-Fase Perkembangan Industri Fase-fase

Industri

Macam Produksi

Lokasi Pemasaran

Sifat Perubahan

Kurun Waktu Terjadi Produksi

Massal

Standart Lokal dan Nasional

Lambat Revolusi Industri 1930 Pemasaran

Massal

Diversifikasi Nasional Cepat 1930-setelah PD II (1950)

(35)

18 Post

Industrial

Sangat terdiversifikasi

Global (Internasional)

Turbulent 1950- sekarang (Sumber : Buku Pengantar Teknik Industri, 2015)

Disiplin Teknik Industri pada dasarnya memiliki kaitan yang erat dengan disiplin-disiplin keteknikan atau ilmu yang lain. Berikut gambar hubungan keterkaitan disiplin Teknik Industri dengan disiplin keilmuan yang lain.

Gambar 2.2 Hubungan Disiplin Teknik Industri Dengan Disiplin Keilmuan Lain

(Sumber : Buku Pengantar Teknik Industri, 2015)

Dari gambar diatas menunjukkan bahwa seorang industrial engineering memiliki latar belakang pengetahuan dan paham tentang masalah sains, ilmu engineering dan ilmu-ilmu lannya.

2.3 Populasi

Menurut Sugiyono (2013) populasi merupakan wilayah generalisasi yang memiliki karakteristik serupa yang menjadi pusat perhatian seorang peneliti yang mempunyai kualitas tertentu (Jasmalinda, 2021).

2.4 Sampel

Menurut Sujarweni (2015) sampel adalah bagian dari sejumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang digunakan untuk penelitian. Sampel juga diambil dari populasi yang benar-benar mewakili dan valid yaitu dapat mengukur sesuatu yang seharusnya diukur (Komala dan Nellyaningsih, 2017).

Jika populasi di atas 1000, sampel sekitar 10% sudah cukup, tetapi jika ukuran populasinya sekitar 100, sampelnya paling sedikit 30% dan kalau ukuran populasinya 30 maka sampelnya harus 100% (Puteri, 2020).

(36)

19 Jumlah anggota sampel berstrata dilakukan dengan cara pengambilan sampel secara Stratified random sampling menggunaka rumus sebagai berikut (Puteri, 2020):

ni = 𝑁𝑖

𝑁 x n ...(2.1) dimana:

ni = jumlah anggota sampel menurut strata n = jumlah anggota sampel seluruhnya Ni = jumlah anggota populasi menurut strata N = jumlah anggota populasi seluruhnya 2.5 Teknik Sampling

Sugiyono (2009) teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian,guna mempermudah penelitian. Ada beberapa teknik sampling yang digunakan, yaitu:

1. Probablitity Sampling

Probability Sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih untuk menjadi anggota sampel. Teknik ini antara lain sebagai berikut:

a. Simple random sampling

Dikatakan simple (sederhana) karena pengmbilan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada pada populasi itu.

Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen.

b. Stratified random sampling

Teknik ini dilakukan secara stratified, artinya dibentuk strata, tingkatan atau kelompok. Dengan kata lain populasi ini dibagi terlebih dahulu menjadi tingkatan atau kelompok yang berbeda.

c. Systematic Sampling

Kata systematic berarti memiliki sistem aturan atau pola tertentu. Dalam metode ini, sampel dipilih dengan mengambil setiap anggota populasi yang memiliki interval tertentu. Jadi, interval disini merupakan pola yang digunakan dalam pengambilan elemen populasi.

(37)

20 d. Cluster sampling (Area sampling)

Kata Cluster mengandung arti satu kumpulan. Artinya, teknik sampling ini berupaya menarik sampel dari satu kumpulan saja yang mewakili seluruh populasi. Cluster dipandang mewakili seluruh populasi.

2. Non-probability Sampling

Non-probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Tekniknya antara lain sebagai berikut:

a. Sampling Kuota

Sampling Kuota adalah teknik untuk menetukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Bila pada pengambilan sampel dilakukan secara kelompok maka pengambilan sampel dibagi rata sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

b. Convenience Sampling

Berarti nyaman, tidak repot, atau mudah. Melalui metode ini, periset menarik anggota populasi atas dasar kemudahan saja.

c. Sampling Purposive

Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel ini lebih cocok untuk penelitian kualitatif, atau penelitian-penelitian yang tidak melekukan generalisasi.

d. Snowball Sampling

Snowball Sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. Dalam penetuan sampel pertama-tama dipilih satu atau dua orang, tetapi karena dengan dua orang ini belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencarai orang lain yang dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua orang sebelumnya. Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak.

e. Accidental Sampling

(38)

21 Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel penelitian, bila bertemu orang secara kebetulan dan dianggap cocok sebagai sumber data.

2.6 Pengujian Data

Adapun pengujian data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

2.6.1 Uji Validitas

Validitas dalam penelitian menyatakan derajat ketepatan alat ukur penelitian terhadap isi sebenarnya yang diukur. Uji validitas adalah uji yang digunakan untuk menunjukkan sejauh mana alat ukur yang digunakan dalam suatu mengukur apa yang diukur (Hendri, dkk, 2019).

Menurut Sugiyono validitas menunjukan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti. Uji validitas diambil berdasarkan data yang didapat dari hasil kuesioner, dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment yaitu korelasi antar item dengan skor total dalam satu variabel, dan pengukuran yang diperoleh dengan menggunakan software SPSS (Zahra dan Rina, 2018).

Uji Validitas merupakan pengujian yang dipakai untuk menentukan sejauh mana alat ukur yang digunakan dalam mengukur apa yang diukur. Indikator yang valid akan benar-benar tepat untuk mengukur apa yang ingin diukur . Maksud dari pernyataan di atas ialah uji validitas merupakan langkah pengujian yang dilakukan terhadap konten dari suatu pertanyaan dengan maksud untuk mengukur ketepatan kuisioner yang digunakan dalam penelitian. Kevalidan dari suatu pertanyaan yang digunakan dalam pengumpulan data dengan cara mengkorelasikan setiap nilai variabel jawaban dari responden dengan jumlah nilai setiap variabel. Selanjutnya hasil dari korelasi dibandingkan dengan nilai kritis signifikan 0,05 (Sujono dan Santoso, 2017).

(39)

22 Pengujian validitas yang dihubungkan antar masing-masing skor item indikator dengan total skor. Tingkat signifikansi yang digunakan yaitu 0,05 (Janna dan Herianto, 2021). Kriteria pengujiannya yaitu :

a. H0 diterima apabila r hitung > r tabel , (alat ukur yang digunakan valid) b. H0 ditolak apabila r statistik ≤ r tabel. (alat ukur yang digunakan tidak valid) c. Menentukan besar nilai R tabel R tabel = df (N-2), tingkat signifikansi uji dua arah. Misalnya R tabel = df (13-2, 0,05).

Untuk mendapatkan nilai R tabel kita harus melihat ditebal R.

Untuk mencari nilai koefisien, maka peneliti menggunakan rumus pearson product moment dikemukakan oleh Sugiyono (2007):

rxy= n( ∑ XY )-( ∑ X )( ∑ Y )

√(n( ∑ X2)-(∑ X)2)-(n( ∑ Y2)-( ∑ Y)2)

...(2.2)

Keterangan:

rxy = koefisien korelasi antara x dan y N = jumlah subjek

x = jumlah total skor x y = jumlah total skor y

Σ xy = jumlah perkalian antara skor x dan skor x2 = jumlah dari kuadrat x

y2 = jumlah dari kuadrat y

Variasi pertanyaan yang berkorelasi signifikan dengan nilai total memperlihatkan pertanyaan tersebut dapat memberikan dukungan dalam mencari apa yang ingin kita cari. Kriteria pengujian ialah (Hendri, dkk, 2019):

a. Jika rxy ≥ r tabel (uji dua pihak dengan sig. 0,05) maka instrument atau item- item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap total nilai (dinyatakan valid).

(40)

23 b. Jika rxy < r tabel (uji dua sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item

pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap total nilai (dinyatakan tidak valid).

2.6.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan suatu metode analisis data untuk mengukur kosistensi apakah hasil tetap konsisten jika dilakukan perhitungan ulang.

Maksudnya ialah kuesioner menjadi reliable jika hasil jawaban responden terhadap pertanyaan selalu konsisten dari waktu ke waktu. Uji reliablitas untuk menentukan kualitas menggunakan metode cronbach alpha. Metode cronbach alpha sangat cocok digunakan pada nilai dengan skala (misal 1-4, 1-5) (Sujono dan Santoso, 2017).

Uji reliabilitas instrumen penelitian menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Cronbach’s Alpha adalah rumus matematis yang digunakan untuk menguji tingkat reliabilitas ukuran, dimana suatu instrumen dapat dikatakan handal (reliabel) bila memiliki koefisien keandalan atau alpha sebesar 0,6 atau lebih.

Instrumen dinyatakan reliabel bila koefisien reliabilitas minimal 0,6 (Zahra dan Rina, 2018).

Menurut Ghozali (2009) menyatakan bahwa reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari peubah atau konstruk.

Uji reabilitas dilakukan dengan menggunakan Cronbach Alpha (Sugiyono, 2007).

Rumus yang digunakan sebagai berikut (Hendri, dkk, 2019):

𝑟 = [

𝑘

(𝑘−1)

] [1 −

∑ 𝜎𝑏2

𝜎𝑡2

] ...

(2.3)

Keterangan : r = reliabilitas soal k = banyaknya butir soal 𝜎𝑏2= jumlah varians butir 𝜎𝑡2 = varians total

(41)

24 Analisis reliabilitas ini bertujuan untuk mengukur reliabilitas kuesioner yang digunakan dalam penelitian. Setiap variabel akan memunculkan hasil uji reliabilitas terhadap beberapa jumlah soal didalamnya. Uji reliabilitas menggunanakan cronbach alpha berdasarkan tabel nilai koefisien (Ayu dan Rosli, 2020).

Tabel 2.2 Koefisien Nilai Cronbach Alpha

Koefisien Nilai Cronbach Alpha Tahap

α > 0,90 Cemerlang

0,80 α < 0,90 Baik

0,70 α < 0,80 Diterima

0,60 α < 0,70 Dipertanyakan

0,50 α < 0,60 Lemah

α < 0,50 Tidak Diterima

(Sumber: Ayu dan Rosli, 2020) 2.7 Metode Cochran Q Test

Menurut Simamora dalam Sari (2018) Mendefinisikan Cochran Q test digunakan untuk menganalisis tingkat keberhasilan/kesuksesan data secara statistik, menguji hipotesa pada beberapa variabel yang berhubungan secara dikotomi yang memiliki nilai mean yang sama. Metode ini dipergunakan untuk menguji untuk lebih dari 2 variabel apabila kedua variabel tersebut berhubungan.

Pengujian ini dapat digunakan untuk data nominal ataupun ordinal. Dengan Rumus Cochran Q Test adalah sebagai berikut (Sari, 2018) :

Q = (k-1) {k ∑ Cj2- (∑ Cj)2}

k ∑ Ri- ∑ Ri2

...

(2.4)

Dimana:

K = Jumlah Variabel n = Jumlah Sampel

Cj = Total Responden pada j Variabel (Kolom) Ri = Total Responden pada I Pengamatan (Baris)

(42)

25 Uji Cochran ini digunakan untuk menguji hipotesis komparatif k sampel berpasangan. Uji ini cocok digunakan kalau data berbentuk nominal atau merupakan informasi ordinal yang terpisah dua (dikotomi). Misalnya jawaban/hasil observasi berbentuk ya – tidak, sukses - gagal, terjual - tidak terjual, selanjutnya skor untuk ya = 1 dan tidak = 0 (Karmini, 2020).

Hipotesis yang akan di uji antara lain (Sari, 2018):

H0 : tidak ada hubungan yang cukup signifikan antara masing-masing pengamatan

Ha : ada hubungan yang cukup signifikan antara masing-masing pengamatan Dengan kriteria:

Jika Q hitung > dari pada X2 tabel 0,05 (df= k-1), maka H0 : ditolak Jika Q hitung < dari pada X2 tabel 0,05 (df= k-1), maka H0 : diterima

(43)

26

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian merupakan tahapan-tahapan yang harus dilakukan peneliti secara jelas dan sistematis sebelum melakukan penelitian, mulai dari pengumpulan data sampai dengan kesimpulan. Adapun tahapan penelitian Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:

Mulai

Studi Pendahuluan

Studi Pustaka

Identifikasi Masalah

Rumusan Masalah

Batasan Masalah Tujuan dan Manfaat

Penelitian Pengumpulan Data 1. Data Sekunder

- Profil Perusahaan - Data Perusahaan

2. Data Primer - Desain Sampling - Kuesioner Terbuka - Kuesioner Tertutup

Pengolahan Data

Pengujian Alat Ukur - Uji Validitas - Uji Reabilitas

Apakah Data Valid dan Reabel

Metode Cochran Q-Tast

Analisa

Penutup

Selesai

Tidak

Ya

Gambar 3.1 Flowchart Penelitian

(44)

27 3.1 Studi Pendahuluan

Dalam studi pendahuluan akan dilakukan survei awal agar mempermudah dalam menentukan permasalahan yang akan digunakan dalam suatu penelitian. Dari permasalahan tersebut kita dapat memulai penelitian. Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara terhadap siswa-siswi SMAN dan MAN favorit di Pekanbaru. Pada penelitian kali ini menggunakan metode penelitian kuantitatif karena menggunakan kuesioner dan data-data berupa angka, perhitungan- perhitungan menggunakan metode analisis statistik yaitu metode cochran q test yang hasilnya menjadi dasar untuk mengambil keputusan atau kesimpulan.

3.2 Studi Pustaka

Studi pustaka digunakan sebagai landasan atau teori-teori yang berhubungan dengan penelitian Tugas Akhir. Hal ini sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan penelitian dan pengolahan data. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Citra Merek (Brand Image), Teknik Industri, desain sampling, metode Cochran Q Test, dan hipotesis. Tujuan adanya studi pustaka ini untuk mendapatkan referensi tentang penelitian sehingga permasalahan yang diteliti dapat diselesaikan dengan baik dan benar.

3.3 Identifikasi Masalah

Setelah melakukan wawancara, langkah selanjutnya adalah melakukan identifikasi masalah. Diketahui siswa-siswi SMAN dan MAN favorit di Pekanbaru kurang minat dengan prodi Teknik Industri UIN SUSKA RIAU. Dalam hal ini peneliti harus mengetahui sejauh mana brand image yang dimiliki oleh prodi Teknik Industri menjadi pertimbangan siswa-siswi dalam menentukan pilihan dalam memilih jurusan.

3.4 Rumusan Masalah

Rumusan masalah adalah hasil dari identifikasi masalah berupa pertanyaan yang nanti akan diperoleh jawaban dari tahapan pengolahan data sampai dengan kesimpulan. Rumusan masalah yang telah dibuat mengarah pada apakah Brand image yang dimiliki prodi Teknik Industri menjadi pertimbangan siswa dalam

(45)

28 menentukan pilihannya dalam memilih jurusan. Sehingga peneliti dapat mengetahui sejauh mana brand image Teknik Industri diminati oleh siswa-siswi sekolah menengah atas dengan menggunakan metode yang telah ditetapkan.

3.5 Batasan Masalah

Batasan masalah dalam suatu penelitian diperlukan agar pembahasan dari masalah tersebut tidak melenceng dari tujuan semula. Adapun batasan masalah pada penelitian Tugas Akhir ini yakni 10 SMAN dan MAN favorit yang ada di Pekanbaru.

3.6 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian berupa target yang akan dicapai untuk menjawab permasalahan yang ada dalam penelitian. Tujuan penelitian harus jelas dan terukur sehingga hasil dari penelitian bisa tercapai dengan baik. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana brand image yang dimiliki oleh prodi Teknik Industri menjadi pertimbangan siswa-siswi SMAN dan MAN favorit di Pekanbaru dalam menentukan pilihan dalam memilih jurusan dan faktor-faktor pembentuk brand image pada prodi Teknik Industri UIN SUSKA RIAU.

Adapun manfaat dari penelitian Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:

1. Sebagai bahan patokan prodi Teknik Industri untuk memperoleh informasi sejauh mana brand image Teknik Industri dikenal oleh siswa-siswi SMAN dan MAN favorit yang ada di Pekanbaru.

2. Sebagai implementasi pengaplikasian ilmu dan teori yang dipelajari dari mata kuliah Teknik Industri.

3.7 Pengumpulan Data

Pada pengumpulan data yang dilakukan terdapat data primer dan data sekunder. Adapun data sekunder pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Profil Instansi

Prodi Teknik Industri fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Prodi ini beralamat di Jl. HR Subrantas No. 155, Km 15 Panam, Pekanbaru. Prodi ini berdiri sejak 9 April 2001.

(46)

29 2. Data Instansi

Data perusahaan yang digunakan adalah data yang lulus di teknik industri sejak tahun 2019 sampai 2021.

Adapun data primer pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Menentukan populasi dan sampel a. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IPA SMA Negeri Favorit yang ada di Pekanbaru pada tahun 2022 yang berjumlah 1.459 siswa.

Tabel 3.1 Jumlah Siswa Kelas XII IPA SMA Negeri Favorit di Pekanbaru tahun 2022

No Nama Sekolah Jumlah Siswa

1. SMAN 1 Pekanbaru 120

2. SMAN 2 Pekanbaru 147

3. SMAN 3 Pekanbaru 90

4. SMAN 4 Pekanbaru 110

5. SMAN 5 Pekanbaru 87

6. MAN 1 Pekanbaru 148

7. MAN 2 Pekanbaru 214

8. SMAN 8 Pekanbaru 305

9. SMAN PLUS Pekanbaru 153

10. SMAN Olahraga Pekanbaru

85

Total 1.459

b. Sampel

Metode sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah Stratified random sampling adalah sesuatu yang didapat dengan memisahkan elemen- elemen populasi ke dalam kelompok yang strata dan kemudian memilih sampel acak sederhana dari setiap SMA.

(47)

30 Adapun kriteria purposive sampling untuk responden, yaitu pengambilan keputusan merupakan siswa kelas XII IPA SMA Negeri Favorit tahun 2022 yang ada di Pekanbaru. Dalam penelitian ini karena jumlah populasinya

>1000 dapat ditentukan jumlah sampelnya sebesar 10% dari jumlah siswa yang berjumlah 1.459 siswa, sehingga banyaknya sampel penelitian sebesar 145,9 dan dibulatkan menjadi 146 siswa (Puteri, 2020).

Perhitungan besarnya masing-masing sampel dari siswa kelas XII IPA SMA Negeri Favorit tahun 2022 adalah sebagai berikut (Puteri, 2020).

- SMAN 1 Pekanbaru

120

1459 x 146 = 12 responden - SMAN 2 Pekanbaru

147

1459 x 146 = 15 responden - SMAN 3 Pekanbaru

90

1459 x 146 = 9 responden - SMAN 4 Pekanbaru

110

1459 x 146 = 11 responden - SMAN 5 Pekanbaru

87

1459 x 146 = 9 responden - SMAN 8 Pekanbaru

305

1459 x 146 = 30 responden - MAN 1 Pekanbaru

148

1459 x 146 = 15 responden - MAN 2 Pekanbaru

214

1459 x 146 = 21 responden - SMAN PLUS Pekanbaru

153

1459 x 146 = 15 responden - SMAN Olahraga Pekanbaru

85

1459 x 146 = 9 responden

(48)

31 Tabel 3.2 Jumlah sampel di tiap sekolah tahun 2022

No Nama Sekolah Jumlah

Sampel

1. SMAN 1 Pekanbaru 12

2. SMAN 2 Pekanbaru 15

3. SMAN 3 Pekanbaru 9

4. SMAN 4 Pekanbaru 11

5. SMAN 5 Pekanbaru 9

6. MAN 1 Pekanbaru 15

7. MAN 2 Pekanbaru 21

8. SMAN 8 Pekanbaru 30

9. SMAN PLUS Pekanbaru 15

10. SMAN Olahraga Pekanbaru

9

Total 146

2. Kuisioner Terbuka

Kuesioner Terbuka adalah kuesioner yang membebaskan responden untuk menjawab dan kuesioner terbuka tidak menyediakan pilihan jawaban.

3. Kuesioner Tertutup

Kuesioner Tertutup adalah daftar pertanyaan yang pertanyaannya telah disediakan oleh peneliti dan pertanyaan kuesioner tertutup berdasarkan kuesioner tebuka.

3.8 Pengolahan Data

Pada Pengolahan data dilakukan terhadap data-data yang telah dikumpulkan pada tahap sebelumnya. Pengolahan ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan. Adapun tahapan dalam pengolahan data adalah sebagai berikut:

1. Langkah awal melakukan uji deskripsi jawaban atribut atas pertanyaan yang diajukan kepada responden.

(49)

32 2. Langkah selanjutnya melakukan uji validitas dan reliabilitas. Hal ini perlu

dilakukan untuk mengetahui data yang diperoleh valid dan reliabel atau tidak. Jika data tidak valid dan tidak reliabel, maka perlu dilakukan meyebarkan kuesiner kembali untuk pertanyaan pada kuesioner tertutup.

3. Langkah selanjutnya melakukan uji analisis Cochran Q Test dengan menggunakan SPSS. Kemudian melakukan perhitungan menggunakan teknik Test Cochran Q . Dengan rumus Cohcran Q test adalah sebagai berikut :

Q = (k-1) {k ∑ Cj2- (∑ Cj)2} k ∑ Ri- ∑ Ri2

Dimana:

K = Jumlah Variabel n = Jumlah Sampel

Cj = Total Responden pada j Variabel (Kolom) Ri = Total Responden pada I Pengamatan (Baris) 4. Melakukan uji hipotesis dengan:

𝐻0 : tidak ada hubungan yang cukup signifikan antara masing-masing pengamatan.

𝐻𝑎 : ada hubungan yang cukup signifikan antara masing-masing pengamatan.

Dengan kriteria:

Jika Q hitung > dari pada X2 tabel 0,05 (df= k-1), maka H0 : ditolak Jika Q hitung < dari pada X2 tabel 0,05 (df= k-1), maka H0 : diterima 5. Melakukan uji regresi linier untuk mengetahui arah dan seberapa besar

pengaruh brand image terhadap prodi Teknik Industri.

6. Hasil dari hipotesis yang diterima merupakan output untuk mengetahui faktor pembentuk brand image peminat prodi Teknik Industri.

3.9 Analisa

Setelah dilakukan pengumpulan dan pengolahan data kemudian dilakukan analisis dari data tersebut. Dari hasil analisis dapat diketahui atribut-atribut yang diprioritaskan siswa-siswi dalam memilih jurusan.

Referensi

Dokumen terkait

Yang dibuat untuk memenuhi sebagian syarat memperoleh derajat sarjana S1 pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta, sejauh yang

Tugas Akhir ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan program pendidikan Strata 1 pada Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik

Tugas Akhir ditujukan untuk memenuhi mata kuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa Departemen Teknik Material Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh

Hasil dari penelitian ini ialah Manual.co.id menciptakan brand image yang eksklusif, berkelas, dan kredibel melalui strategi branding perluasan lini brand

Dengan potensi yang dimiliki Indonesia sebagai pemasok bahan baku serta permintaan dunia yang terus meningkat maka industri fatty alcohol dari biodiesel layak

sarjana S1 pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang, sejauh yang saya ketahui bukan merupakan duplikasi (“PLAGIASI”) dari skripsi

Sigit Rahmat Rizalmi, S.T., M.Sc., CSCA Program Studi Teknik Industri Jurusan Teknologi Industri dan Proses Institut Teknologi Kalimantan Balikpapan,

024 7460053 www.ft.undip.ac.id email: [email protected] PENDAFTARAN SIDANG TUGAS AKHIR TEKNIK INDUSTRI Nama : NIM : Judul Tugas Akhir : Mohon diperiksa apakah mahasiswa tersebut